ِف ْوُرُحْلا ُج ِراَخَم
TEMPAT KELUAR HURUF
Manfaat mempelajari
makhorijul huruf:
Agar benar & jelas dalam
Agar fasih dalam
Agar terjaga dari lahjah
selain lahjah arab yang
Agar setiap qori
mengetahui alasan dari
Misalnya alasan kenapa nun
sukun bertemu huruf halq
Berkata Imam Ibnu Al-Jazari dalam muqoddimahnya:
ِتاَف ِّصلا َو ِف ْوُرُحْلا َج ِراَخَم
“Tempat-tempat keluarnya huruf dan sifatnya
َغُّللا ِحَصْفَأِب ا ْوُظِفْلَيِل ِتا
Agar setiap qori sangat fasih dalam melafadzkannya
Pengertian
ِف ْوُرُحْلا ُج ِراَخَم
ُج ِراَخَم bentuk jama’ dari kata ج َرْخَم, artinya tempat keluar.
Menurut istilah adalah
tempat keluarnya huruf
hijaiyah untuk
membedakan antara satu
Pengertian
ف ْوُرُح
ف ْوُرُح bentuk jama’ dari
ف ْرَح, artinya ujung.
Menurut istilah adalah
suara yang bersandar
kepada tempat keluar
huruf yang tetap atau
kondisional.
Huruf dibagi dua:
o Huruf Mabani ( ِّيِنا َبَمْلا ُف ْوُرُح)
ِّيِناَبَمْلا ُف ْوُرُح
:
Huruf untuk membentuk
sebuah kata.
ِّيِناَعَمْلا ُف ْوُرُح
:
Huruf yang memiliki makna. Seperti: ْنَع ,ىَلِإ , ْن ِم , ِل , َك , َو
Huruf Mabani dibagi dua:
ِةَّيِلْصَ ْلْا ُف ْوُرُح
ِةَّيِلْصَ ْلْا ُف ْوُرُح
dibagi dua:
ِةَّيِئاَجِهْلا ُف ْوُرُح
ِةَّيِئاَجِهْلا ُف ْوُرُح
:
Huruf yang dapat
membentuk kata atau
kalimat.
Dua pendapat ‘ulama
tentang jumlah
ِةَّيِئاَجِهْلا ُف ْوُرُح
:
28
huruf, dengan
menyamakan penulisan
alif (ا) dan hamzah (ء)
29
huruf, dengan
membedakan penulisan
alif (ا) dan hamzah (ء),
penulisan hamzah diambil
Pendapat ini adalah yang terpilih menurut jumhur
‘ulama, seperti yang dikatakan
Imam Abi Muhammad Makiy bin Abi Thalib al-Qaisiy dalam
ِةَّيِدَجْبَ ْلْا ُف ْوُرُح
:
Huruf abjad dalam bentuk
arabiyah yang menunjukkan
kepada satuan dan urutan.
Dikumpulkan dalam rumus:
َك ْيِّطُح ْز َّوَه َدَجْبَأ
ْصَفْعَس ْنُمَل
Setiap huruf memiliki nilai bilangan: أ = 1 , ب = 2 , ج = 3 , د = 4 , ه = 5 , و = 6 , ز = 7 , ح = 8 , ط = 9 , ي = 10 , ك = 20 , ل = 30 , م = 40 , ن = 50 , س = 60 , ع = 70 , ف = 80 , ص = 90 , ق = 100 , ر = 200 , ش = 300 , ت = 400 , ث = 500 , خ = 600 , ذ = 700 , ض = 800 , ظ = 900 , غ = 1000 .
Huruf Far’iyah ada 8, dijelaskan oleh Imam Ibnu Al-Jazari dalam
kitabnya An-Nasr fii al-Qiraat
Yaitu hamzah tashil, hamzah yang dibaca tidak sempurna, antara hamzah dan huruf mad
yang menyesuaikan harokat hamzah.
ٌّيِبَرَع َو ٌّيِمَجْعاَء (QS. Fushilat: 44), dengan membaca tahqiq hamzah
pertama dan tashil di antara hamzah dan huruf mad berupa alif mad
karena hamzah yang ditashilkan berharokat fathah.
Yaitu huruf alif yang dibaca
Imalah
, membacanya di
antara huruf alif (ا) dan
huruf ya (ي) atau antara
اَهى َرْجَم ِالله ِمْسِب (QS. Hud: 41), huruf ro (ر) di sini dibaca
dengan imalah menjadi “Ree”
dan masuk kepada kategori
Dalam ilmu Qiroat,
Imalah Kubro (ى َرْبُكْلا ُةَلاَم ِلإا):
Mengucapkan suara antara fathah dan kasroh tapi lebih dekat
dengan kasroh, atau antara alif
Imalah Shugro ( ْغُّصلا ُةَلاَم ِلإاى َر ):
Mengucapkan suara antara
fathah dan imalah kubro, atau antara alif dengan imalah
3. ُة
َّمَشُمْلا ُداَّصلا
ِياَّزلا ِت ْوَصِب
Disebut juga dengan isymam,
isymam dengan makna ط َلَِتْخِإ
(mencampurkan), yaitu
mengucapkan huruf dengan mencampurkan suara huruf
Hanya pada kalimat طا َر ِّصلا – َطا َر ِص
saja, dan hanya ada dalam qiroat ke-6
yaitu Imam Hamzah dengan dua
riwayatnya, Imam Kholaf dan Imam Kholad, tetapi masing-masing riwayat
Dalam ilmu qiroat,
Isymam dengan makna ُة َراَش ِْلإَا
(isyarat), dengan memonyongkan dua bibir ketika mengucapkan
huruf sukun tanpa ada suara
tambahan, yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa asalnya
Seperti bacaan isymam
Isymam dengan makna
Iymam dengan makna
Mencampurkan antara
suara huruf shod dengan
huruf zay, yaitu pada kata
َطا َر ِص
Mencampurkan antara
suara kasroh dan
dlommah, yaitu pada
kata
َلْيِق
–
َئْيِس
َئْي ِج َو
4.
ِوا َوْلا ِت ْوَص
ِب ُةَّمَشُمْلا ُءاَيْلَا
َّمَشُمْلا ُرْسَكْلا ْوَأ
ِت ْوَصِب ُة
Disebut juga dengan isymam,
seperti makna isymam pada no. 3, tapi di sini dengan mencampurkan
suara huruf ya dengan huruf
wawu atau harokat kasroh dengan dlommah.
Yaitu pada kata َئْي ِج َو – َئْيِس – َلْيِق, ketiganya dibaca oleh beberapa
qiroat dengan bacaan yang
berbeda, seperti riwayat Imam Qolun, Imam Hisyam, dan Imam
Yaitu huruf alif yang dibaca tebal ketika didahului oleh
huruf yang tebal. Seperti: َلاَق - َنْي ِحِلاَّصلَا
Yaitu huruf lam yang dibaca
tebal yang ada pada lafadz
al-Jalalah (lafadz الله), yang
didahului oleh harokat
Bacaan ini disepakati oleh semua qiroat yang 10, dan bagi riwayat
Imam Warosy dari qiroat Imam Nafi’ Beliau membaca tebal juga
pada huruf lam yang bertemu
Contoh:
ُة َلََّصلَا
–
ُق َلََّطلَا
ُمَلَّظلَا
Yaitu huruf nun (
ن
) pada
hukum ikhfa, dikategorikan
huruf far’iyah karena dibaca
samar antara
idzhar
dan
Yaitu huruf mim (
م
) pada
hukum
ikhfa syafawi
.
Catatan:
Huruf yang dibahas dalam
makhorijul huruf
adalah
huruf
mabani
,
ashliyah
,
Makhorijul Huruf:
Makhroj Umum ) ِة َّماَعْلا ُج ِراَخَم(
Makhroj Umum ( ِةَّماَعْلا ُج ِراَخَم):
Rongga mulut & rongga tenggorokan ( ُف ْوَجْلَا) Tenggorokan ( ُقْلَحْلَا)
Lidah ( ُناَسِّللَا)
Dua bibir ( ِنْيَتَفَّشلَا)
Makhroj Umum ( ِة َّماَعْلا ُج ِراَخَم):
Makhroj Muhaqqaqah ( َّقَّقَحُمْلَا ُة )
ِةَّقَّقَحُمْلا ُجَرْخَم
Tempat keluar huruf yang
memiliki batasan dan bagian yang padat di dalam tempatnya.
Seperti tenggorokan, lidah dan dua bibir.
ِةَرَّدَقُمْلا ُجَرْخَم
Tempat keluar huruf yang luas,
tidak memiliki batasan yang pasti, hanya dalam bentuk ruang
kosong. Seperti rongga mulut dan rongga tenggorokan.
Empat pendapat tentang
jumlah makhorijul huruf:
1. Imam Kholil Bin
Ahmad al-Farohidi dan
Imam Ibnu al-Jazari:
17 makhroj khusus dari 5 makhroj umum: • Al-Jauf 1 makhroj • Al-Halqu 3 makhroj • Al-Lisan 10 makhroj • Asy-Syafatain 2 makhroj • Al-Khoisyum 1 makhroj
2. Imam Sibawaih dan
Imam Asy-Syatibi:
16 makhroj khusus dari 4 makhroj umum:
Dengan menghilangkan makhroj al-Jauf, huruf-huruf pada makhroj al-Jauf
dimasukkan pada makhroj lain yang mendekati.
Alif Mad
Dimasukkan ke makhroj pangkal tenggorokan, dari makhrojnya
Ya Mad
Dimasukkan ke makhroj Ya (ي) berharokat dan Ya (ي) layyin, di
Wawu Mad
Dimasukkan ke makhroj Wawu (و) berharokat dan Wawu (و)
3. Imam Al-Farro, Imam
Al-Jurumi & Imam
14 makhroj khusus dari 4 makhroj umum:
Dengan menghilangkan makhroj al-jauf seperti pendapat Imam Sibawaih, dan
makhroj al-lisan dijadikan 8 makhroj
dengan cara huruf lam (ل), nun (ن) dan ro (ر) dijadikan satu makhroj di ujung lidah.
4. Pendapat sebagian ‘ulama, makhorijul huruf ada 29 sesuai dengan jumlah huruf hijaiyyah,
artinya setiap huruf memiliki makhrojnya masing-masing.
Pendapat yang keempat
ini tertolak, dengan
o Tidak mungkin masing-masing
huruf memiliki makhroj sendiri-sendiri, karena terbatasnya
tempat yang ada pada mulut atau tenggorokan.
Pada makhroj yang berjumlah
17 pun masih ada huruf-huruf
yang disatukan dalam satu
o Jika masing-masing huruf memiliki
makhroj sendiri-sendiri, lalu apa manfaat sifat huruf, yang di antara
kegunaannya adalah untuk
membedakan huruf-huruf yang sama dalam makhrojnya.
Dari keempat pendapat jumlah makhroj di atas, yang banyak
dipilih oleh jumhur ‘ulama
Berkata Imam Ibnu Al-Jazari dalam muqoddimahnya:
َشَع َةَعْبَس ِف ْوُرُحْلا ُج ِراَخَم ْر
“Makhroj huruf semuanya 17…
َتْخا ِنَم ُهُراَتْخَي ْيِذَّلا ىَلَع ْرَب
Menurut pendapat yang terpilih di kalangan ahli
ُف ْوَجْلَا
Rongga Mulut
ُف ْوَجْلَا
:
ِةَّيِّدَمْلا ُف ْوُرُح
ُقْلَحْلَا
ِقْلَحْلا ىَصْقَأ
Pangkal Tenggorokan
ِقْلَحْلا ُطْس َو
Tengah Tenggorokan
ِقْلَحْلا ىَنْدَأ
Ujung Tenggorokan
Huruf
ء
,
ه
,
ع
,
ح
,
غ
dan
خ
disebut Huruf Halq
( ِقْلَحْلا ُف ْوُرُح), karena
keluar dari tenggorokan
( ُقْل
َحْلَا).
ُناَسِّللَا
ُق ْوَف ِناَسِّللا ىَصْقَأ
Pangkal lidah bagian atas atau dalam
Pangkal lidah atas (menempel ke bagian yang lunak
dari langit-langit atas dekat dengan anak lidah).
ىَصْقَأ ُلَفْسَأ ِناَسِّللا
Pangkal lidah bagian bawah
Pangkal lidah bagian bawah (menempel ke bagian yang keras dan bagian yang lunak dari
langit-langit atas setelah makhroj ق). Hurufnya: ك
ْس َو
ِطْس َو َعَم ِناَسِّللا ُط
ىَلْعَ ْلْا ِكَنَحْلا
Bagian tengah lidah menempel ke bagian tengah langit-langit atas.
Huruf
ج
,
ش
dan
ي
disebut
Huruf Asy-Syajariyah
(
ِة
َي
ِر
َج
َّشلا
ُف
ْو
ُر
ُح
), karena
keluar dari tengah lidah
Cara baca huruf
ج
,
ش
dan
ي
adalah dengan senyum dua
bibir, karena termasuk
huruf tipis, kecuali ketika
Huruf
ش
jangan dibaca
tebal atau
memonyongkan kedua
bibir, terlebih ketika
َم اَهاَنْدَأ ىَلِإ ِناَسِّللا ُةَفاَح ىَصْقَأ اَيْلُعْلا ِساَرْضَ ْلْا َع
َم اَمُهْنِم ْوَأ اَهاَنْمُي ْوَأ اَه ِرَسْيَأ ْنِم اًع
Pinggir lidah bagian pangkal sampai ujungnya, ditempelkan pada gigi geraham bagian atas, baik yang kiri atau kanan atau kedua-duanya.
َتْنُم ىَلِإ ِناَسِّللا ُةَفاَح ىَنْدَأ ْلا ِةَّثِّللا َعَم اَهاَه
اَيْلُع
Ujung pinggir lidah sampai ke akhirnya, menempel ke gusi bagian atas.
َق ِم َّلَلا ِجَرْخَم َتْحَت ِناَسِّللا ُف ْرَط ْلُعْلا ِةَّثِّللا َعَم ًلَْيِل
اَي
Ujung lidah menempel ke gusi bagian atas di bawah sedikit (masuk ke dalam sedikit)
dari makhroj ل.
ِه ِرْهَظ ىَلِإ ُلَخْدَأ ِناَسِّللا ُف ْرَط اَيْلُعْلا ِةَّثِّللا َعَم
Ujung lidah masuk sedikit ke bagian punggung dari ujung lidah yang menempel ke gusi bagian
atas (setelah makhroj ن). Hurufnya: ر
Huruf
ل
,
ن
dan
ر
disebut
juga Huruf Adz-Dzalqiyah
(
ِةَيِقْلَّذلا ُف ْوُرُح), karena keluar
ُف ْرَط
ْوُصُأ َعَم ِناَسِّللا
اَياَنَّثلا ِل
ْلُعْلا
اَي
Ujung lidah menempel ke pangkal gigi seri atas.
Huruf ط, د dan ت disebut Huruf An-Nath’iyah ( ِةَيِعْطَّنلا ُف ْوُرُح),
karena keluar dari bagian
langit-langit atas bagian depan dekat dengan gigi ( ُةَيِعْطَّنلَا).
Huruf
ط
termasuk huruf
tebal maka bacalah
dengan tebal tanpa
Huruf
ط
adalah huruf
terkuat di antara semua
huruf hijaiyah, maka
kuatkanlah ketika
mengucapkannya.
Huruf
د
dan
ت
adalah
huruf tipis,
cara bacanya
ُف ْرَط
ِفاَرْطَأ َعَم ِناَسِّللا
اَياَنَّثلا
ْلُعْلا
اَي
Ujung lidah menempel ke ujung gigi seri atas.
Huruf
ظ
,
ذ
dan
ث
disebut
juga huruf al-litsawiyah
(
ِةَيِوَثِّللا ُف ْوُرُح
)
, karena keluar
di bagian ujung gigi seri atas
ُف ْرَط
َق ْوَف َعَم ِناَسِّللا
اَياَنَّثلا
ْفُّسلا
ىَل
Ujung lidah menempel ke ujung gigi seri bawah.
Huruf ص, ز dan س disebut
Huruf Al-Asliyah ( ِة ِل َي ْس َْلْا ُف ْو ُر ُح), karena keluar dari ujung lidah
dekat dengan batasan antara ujung lidah dengan akhir
ق ْوَف di sini memiliki dua makna: 1. ف ْرَط (ujung)
2. ِنْيَفا َرْطَأ َنْيَب (di antara dua ujung gigi seri atas dan bawah).
Meskipun beda makna,
tapi prakteknya saling
Meskipun ujung lidah
menempel ke ujung gigi seri bawah tapi ketika
mengucapkan harus disertai menempelkan dua ujung
Jadi secara tidak langsung
ujung lidah pun menempel
ke ujung gigi seri atas hanya
tidak sekuat ke ujung gigi
ِنْيَتَفَّشلَا
ْطَب
َأ َعَم ىَلْفُّسلا ِةَفَّشلا ُن ْلُعْلا اَياَنَّثلا ِفاَرْط
اَي
Bibir bawah bagian dalam yang basah menempel ke ujung gigi seri atas.
Cara membaca huruf
ف
:
Mengalirkan nafas dan
tidak tertahan.
ِنْيَتَفَّشلا َنْيَب
Di antara dua bibir
Cara membaca huruf
و
:
Membuka sedikit dua
bibir disertai dengan
Cara membaca huruf
ب
:
Menempelkan dua
Cara membaca huruf
م
:
Menempelkan dua
bibir tanpa tekanan.
Huruf
ف
,
و
,
ب
dan
م
disebut huruf
asy-syafhiyah (
ِةَيِه
ْفَّشلا ُف ْوُرُح
),
karena keluar dari
ُم ْوُشْيَخْلَا
:
Sumber Rujukan
Materi Makhorijul Huruf:
ِدْيِفُمْلا ُداَش ْرِإ
(Mengupas Tajwid Huruf Hijaiyyah “Fashohatullisan”) Karya Syaikh Ahmad Fudholi Husni Mubarok, Lc.
Pewaris sanad 14 Qiroat, alumni Universitas Al-Azhar Mesir, pembina utama LTQS Darul-Qoror & El-Niel Islamic Learning Center, pengajar tajwid Al-Qur’an & Qiroat di Yayasan Asy-Syifa Al-Khoiriyyah Subang, pengajar tajwid
Gambar Makhorijul Huruf: