• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEMPAT KELUAR HURUF. Anwar Surapraja, S. Pd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TEMPAT KELUAR HURUF. Anwar Surapraja, S. Pd"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

(1)

ِف ْوُرُحْلا ُج ِراَخَم

TEMPAT KELUAR HURUF

(2)
(3)

Manfaat mempelajari

makhorijul huruf:

 Agar benar & jelas dalam

(4)

 Agar fasih dalam

(5)

 Agar terjaga dari lahjah

selain lahjah arab yang

(6)

 Agar setiap qori

mengetahui alasan dari

(7)

Misalnya alasan kenapa nun

sukun bertemu huruf halq

(8)

Berkata Imam Ibnu Al-Jazari dalam muqoddimahnya:

ِتاَف ِّصلا َو ِف ْوُرُحْلا َج ِراَخَم

“Tempat-tempat keluarnya huruf dan sifatnya

َغُّللا ِحَصْفَأِب ا ْوُظِفْلَيِل ِتا

Agar setiap qori sangat fasih dalam melafadzkannya

(9)

Pengertian

ِف ْوُرُحْلا ُج ِراَخَم

ُج ِراَخَم bentuk jama’ dari kata ج َرْخَم, artinya tempat keluar.

(10)

Menurut istilah adalah

tempat keluarnya huruf

hijaiyah untuk

membedakan antara satu

(11)

Pengertian

ف ْوُرُح

ف ْوُرُح bentuk jama’ dari

ف ْرَح, artinya ujung.

(12)

Menurut istilah adalah

suara yang bersandar

kepada tempat keluar

huruf yang tetap atau

kondisional.

(13)

Huruf dibagi dua:

o Huruf Mabani ( ِّيِنا َبَمْلا ُف ْوُرُح)

(14)

ِّيِناَبَمْلا ُف ْوُرُح

:

Huruf untuk membentuk

sebuah kata.

(15)

ِّيِناَعَمْلا ُف ْوُرُح

:

Huruf yang memiliki makna. Seperti: ْنَع ,ىَلِإ , ْن ِم , ِل , َك , َو

(16)

Huruf Mabani dibagi dua:

ِةَّيِلْصَ ْلْا ُف ْوُرُح

(17)

ِةَّيِلْصَ ْلْا ُف ْوُرُح

dibagi dua:

ِةَّيِئاَجِهْلا ُف ْوُرُح

(18)

ِةَّيِئاَجِهْلا ُف ْوُرُح

:

Huruf yang dapat

membentuk kata atau

kalimat.

(19)

Dua pendapat ‘ulama

tentang jumlah

ِةَّيِئاَجِهْلا ُف ْوُرُح

:

(20)

28

huruf, dengan

menyamakan penulisan

alif (ا) dan hamzah (ء)

(21)

29

huruf, dengan

membedakan penulisan

alif (ا) dan hamzah (ء),

penulisan hamzah diambil

(22)

Pendapat ini adalah yang terpilih menurut jumhur

‘ulama, seperti yang dikatakan

Imam Abi Muhammad Makiy bin Abi Thalib al-Qaisiy dalam

(23)

ِةَّيِدَجْبَ ْلْا ُف ْوُرُح

:

Huruf abjad dalam bentuk

arabiyah yang menunjukkan

kepada satuan dan urutan.

(24)

Dikumpulkan dalam rumus:

َك ْيِّطُح ْز َّوَه َدَجْبَأ

ْصَفْعَس ْنُمَل

(25)

Setiap huruf memiliki nilai bilangan: أ = 1 , ب = 2 , ج = 3 , د = 4 , ه = 5 , و = 6 , ز = 7 , ح = 8 , ط = 9 , ي = 10 , ك = 20 , ل = 30 , م = 40 , ن = 50 , س = 60 , ع = 70 , ف = 80 , ص = 90 , ق = 100 , ر = 200 , ش = 300 , ت = 400 , ث = 500 , خ = 600 , ذ = 700 , ض = 800 , ظ = 900 , غ = 1000 .

(26)

Huruf Far’iyah ada 8, dijelaskan oleh Imam Ibnu Al-Jazari dalam

kitabnya An-Nasr fii al-Qiraat

(27)
(28)

Yaitu hamzah tashil, hamzah yang dibaca tidak sempurna, antara hamzah dan huruf mad

yang menyesuaikan harokat hamzah.

(29)

ٌّيِبَرَع َو ٌّيِمَجْعاَء (QS. Fushilat: 44), dengan membaca tahqiq hamzah

pertama dan tashil di antara hamzah dan huruf mad berupa alif mad

karena hamzah yang ditashilkan berharokat fathah.

(30)
(31)

Yaitu huruf alif yang dibaca

Imalah

, membacanya di

antara huruf alif (ا) dan

huruf ya (ي) atau antara

(32)

اَهى َرْجَم ِالله ِمْسِب (QS. Hud: 41), huruf ro (ر) di sini dibaca

dengan imalah menjadi “Ree”

dan masuk kepada kategori

(33)

Dalam ilmu Qiroat,

(34)

 Imalah Kubro (ى َرْبُكْلا ُةَلاَم ِلإا):

Mengucapkan suara antara fathah dan kasroh tapi lebih dekat

dengan kasroh, atau antara alif

(35)

 Imalah Shugro ( ْغُّصلا ُةَلاَم ِلإاى َر ):

Mengucapkan suara antara

fathah dan imalah kubro, atau antara alif dengan imalah

(36)

3. ُة

َّمَشُمْلا ُداَّصلا

ِياَّزلا ِت ْوَصِب

(37)

Disebut juga dengan isymam,

isymam dengan makna ط َلَِتْخِإ

(mencampurkan), yaitu

mengucapkan huruf dengan mencampurkan suara huruf

(38)

Hanya pada kalimat طا َر ِّصلا – َطا َر ِص

saja, dan hanya ada dalam qiroat ke-6

yaitu Imam Hamzah dengan dua

riwayatnya, Imam Kholaf dan Imam Kholad, tetapi masing-masing riwayat

(39)

Dalam ilmu qiroat,

(40)

 Isymam dengan makna ُة َراَش ِْلإَا

(isyarat), dengan memonyongkan dua bibir ketika mengucapkan

huruf sukun tanpa ada suara

tambahan, yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa asalnya

(41)

Seperti bacaan isymam

(42)

 Isymam dengan makna

(43)

Iymam dengan makna

(44)

 Mencampurkan antara

suara huruf shod dengan

huruf zay, yaitu pada kata

َطا َر ِص

(45)

 Mencampurkan antara

suara kasroh dan

dlommah, yaitu pada

kata

َلْيِق

َئْيِس

َئْي ِج َو

(46)

4.

ِوا َوْلا ِت ْوَص

ِب ُةَّمَشُمْلا ُءاَيْلَا

َّمَشُمْلا ُرْسَكْلا ْوَأ

ِت ْوَصِب ُة

(47)

Disebut juga dengan isymam,

seperti makna isymam pada no. 3, tapi di sini dengan mencampurkan

suara huruf ya dengan huruf

wawu atau harokat kasroh dengan dlommah.

(48)

Yaitu pada kata َئْي ِج َو َئْيِس َلْيِق, ketiganya dibaca oleh beberapa

qiroat dengan bacaan yang

berbeda, seperti riwayat Imam Qolun, Imam Hisyam, dan Imam

(49)
(50)

Yaitu huruf alif yang dibaca tebal ketika didahului oleh

huruf yang tebal. Seperti: َلاَق - َنْي ِحِلاَّصلَا

(51)
(52)

Yaitu huruf lam yang dibaca

tebal yang ada pada lafadz

al-Jalalah (lafadz الله), yang

didahului oleh harokat

(53)

Bacaan ini disepakati oleh semua qiroat yang 10, dan bagi riwayat

Imam Warosy dari qiroat Imam Nafi’ Beliau membaca tebal juga

pada huruf lam yang bertemu

(54)

Contoh:

ُة َلََّصلَا

ُق َلََّطلَا

ُمَلَّظلَا

(55)
(56)

Yaitu huruf nun (

ن

) pada

hukum ikhfa, dikategorikan

huruf far’iyah karena dibaca

samar antara

idzhar

dan

(57)
(58)

Yaitu huruf mim (

م

) pada

hukum

ikhfa syafawi

.

(59)

Catatan:

Huruf yang dibahas dalam

makhorijul huruf

adalah

huruf

mabani

,

ashliyah

,

(60)

Makhorijul Huruf:

Makhroj Umum ) ِة َّماَعْلا ُج ِراَخَم(

(61)

Makhroj Umum ( ِةَّماَعْلا ُج ِراَخَم):

 Rongga mulut & rongga tenggorokan ( ُف ْوَجْلَا)  Tenggorokan ( ُقْلَحْلَا)

 Lidah ( ُناَسِّللَا)

 Dua bibir ( ِنْيَتَفَّشلَا)

(62)

Makhroj Umum ( ِة َّماَعْلا ُج ِراَخَم):

 Makhroj Muhaqqaqah ( َّقَّقَحُمْلَا ُة )

(63)

ِةَّقَّقَحُمْلا ُجَرْخَم

Tempat keluar huruf yang

memiliki batasan dan bagian yang padat di dalam tempatnya.

Seperti tenggorokan, lidah dan dua bibir.

(64)

ِةَرَّدَقُمْلا ُجَرْخَم

Tempat keluar huruf yang luas,

tidak memiliki batasan yang pasti, hanya dalam bentuk ruang

kosong. Seperti rongga mulut dan rongga tenggorokan.

(65)

Empat pendapat tentang

jumlah makhorijul huruf:

(66)

1. Imam Kholil Bin

Ahmad al-Farohidi dan

Imam Ibnu al-Jazari:

(67)

17 makhroj khusus dari 5 makhroj umum: • Al-Jauf 1 makhroj • Al-Halqu 3 makhroj • Al-Lisan 10 makhroj • Asy-Syafatain 2 makhroj • Al-Khoisyum 1 makhroj

(68)

2. Imam Sibawaih dan

Imam Asy-Syatibi:

(69)

16 makhroj khusus dari 4 makhroj umum:

Dengan menghilangkan makhroj al-Jauf, huruf-huruf pada makhroj al-Jauf

dimasukkan pada makhroj lain yang mendekati.

(70)

Alif Mad

Dimasukkan ke makhroj pangkal tenggorokan, dari makhrojnya

(71)

Ya Mad

Dimasukkan ke makhroj Ya (ي) berharokat dan Ya (ي) layyin, di

(72)

Wawu Mad

Dimasukkan ke makhroj Wawu (و) berharokat dan Wawu (و)

(73)

3. Imam Al-Farro, Imam

Al-Jurumi & Imam

(74)

14 makhroj khusus dari 4 makhroj umum:

Dengan menghilangkan makhroj al-jauf seperti pendapat Imam Sibawaih, dan

makhroj al-lisan dijadikan 8 makhroj

dengan cara huruf lam (ل), nun (ن) dan ro (ر) dijadikan satu makhroj di ujung lidah.

(75)

4. Pendapat sebagian ‘ulama, makhorijul huruf ada 29 sesuai dengan jumlah huruf hijaiyyah,

artinya setiap huruf memiliki makhrojnya masing-masing.

(76)

Pendapat yang keempat

ini tertolak, dengan

(77)

o Tidak mungkin masing-masing

huruf memiliki makhroj sendiri-sendiri, karena terbatasnya

tempat yang ada pada mulut atau tenggorokan.

(78)

Pada makhroj yang berjumlah

17 pun masih ada huruf-huruf

yang disatukan dalam satu

(79)

o Jika masing-masing huruf memiliki

makhroj sendiri-sendiri, lalu apa manfaat sifat huruf, yang di antara

kegunaannya adalah untuk

membedakan huruf-huruf yang sama dalam makhrojnya.

(80)

Dari keempat pendapat jumlah makhroj di atas, yang banyak

dipilih oleh jumhur ‘ulama

(81)

Berkata Imam Ibnu Al-Jazari dalam muqoddimahnya:

َشَع َةَعْبَس ِف ْوُرُحْلا ُج ِراَخَم ْر

“Makhroj huruf semuanya 17…

َتْخا ِنَم ُهُراَتْخَي ْيِذَّلا ىَلَع ْرَب

Menurut pendapat yang terpilih di kalangan ahli

(82)
(83)

ُف ْوَجْلَا

Rongga Mulut

(84)

ُف ْوَجْلَا

:

ِةَّيِّدَمْلا ُف ْوُرُح

(85)
(86)

ُقْلَحْلَا

(87)

ِقْلَحْلا ىَصْقَأ

Pangkal Tenggorokan

(88)

ِقْلَحْلا ُطْس َو

Tengah Tenggorokan

(89)

ِقْلَحْلا ىَنْدَأ

Ujung Tenggorokan

(90)

Huruf

ء

,

ه

,

ع

,

ح

,

غ

dan

خ

disebut Huruf Halq

( ِقْلَحْلا ُف ْوُرُح), karena

keluar dari tenggorokan

( ُقْل

َحْلَا).

(91)
(92)

ُناَسِّللَا

(93)

ُق ْوَف ِناَسِّللا ىَصْقَأ

Pangkal lidah bagian atas atau dalam

Pangkal lidah atas (menempel ke bagian yang lunak

dari langit-langit atas dekat dengan anak lidah).

(94)

ىَصْقَأ ُلَفْسَأ ِناَسِّللا

Pangkal lidah bagian bawah

Pangkal lidah bagian bawah (menempel ke bagian yang keras dan bagian yang lunak dari

langit-langit atas setelah makhroj ق). Hurufnya: ك

(95)

ْس َو

ِطْس َو َعَم ِناَسِّللا ُط

ىَلْعَ ْلْا ِكَنَحْلا

Bagian tengah lidah menempel ke bagian tengah langit-langit atas.

(96)

Huruf

ج

,

ش

dan

ي

disebut

Huruf Asy-Syajariyah

(

ِة

َي

ِر

َج

َّشلا

ُف

ْو

ُر

ُح

), karena

keluar dari tengah lidah

(97)

Cara baca huruf

ج

,

ش

dan

ي

adalah dengan senyum dua

bibir, karena termasuk

huruf tipis, kecuali ketika

(98)

Huruf

ش

jangan dibaca

tebal atau

memonyongkan kedua

bibir, terlebih ketika

(99)

َم اَهاَنْدَأ ىَلِإ ِناَسِّللا ُةَفاَح ىَصْقَأ اَيْلُعْلا ِساَرْضَ ْلْا َع

َم اَمُهْنِم ْوَأ اَهاَنْمُي ْوَأ اَه ِرَسْيَأ ْنِم اًع

Pinggir lidah bagian pangkal sampai ujungnya, ditempelkan pada gigi geraham bagian atas, baik yang kiri atau kanan atau kedua-duanya.

(100)

َتْنُم ىَلِإ ِناَسِّللا ُةَفاَح ىَنْدَأ ْلا ِةَّثِّللا َعَم اَهاَه

اَيْلُع

Ujung pinggir lidah sampai ke akhirnya, menempel ke gusi bagian atas.

(101)

َق ِم َّلَلا ِجَرْخَم َتْحَت ِناَسِّللا ُف ْرَط ْلُعْلا ِةَّثِّللا َعَم ًلَْيِل

اَي

Ujung lidah menempel ke gusi bagian atas di bawah sedikit (masuk ke dalam sedikit)

dari makhroj ل.

(102)

ِه ِرْهَظ ىَلِإ ُلَخْدَأ ِناَسِّللا ُف ْرَط اَيْلُعْلا ِةَّثِّللا َعَم

Ujung lidah masuk sedikit ke bagian punggung dari ujung lidah yang menempel ke gusi bagian

atas (setelah makhroj ن). Hurufnya: ر

(103)

Huruf

ل

,

ن

dan

ر

disebut

juga Huruf Adz-Dzalqiyah

(

ِةَيِقْلَّذلا ُف ْوُرُح), karena keluar

(104)

ُف ْرَط

ْوُصُأ َعَم ِناَسِّللا

اَياَنَّثلا ِل

ْلُعْلا

اَي

Ujung lidah menempel ke pangkal gigi seri atas.

(105)

Huruf ط, د dan ت disebut Huruf An-Nath’iyah ( ِةَيِعْطَّنلا ُف ْوُرُح),

karena keluar dari bagian

langit-langit atas bagian depan dekat dengan gigi ( ُةَيِعْطَّنلَا).

(106)

Huruf

ط

termasuk huruf

tebal maka bacalah

dengan tebal tanpa

(107)

Huruf

ط

adalah huruf

terkuat di antara semua

huruf hijaiyah, maka

kuatkanlah ketika

mengucapkannya.

(108)

Huruf

د

dan

ت

adalah

huruf tipis,

cara bacanya

(109)

ُف ْرَط

ِفاَرْطَأ َعَم ِناَسِّللا

اَياَنَّثلا

ْلُعْلا

اَي

Ujung lidah menempel ke ujung gigi seri atas.

(110)

Huruf

ظ

,

ذ

dan

ث

disebut

juga huruf al-litsawiyah

(

ِةَيِوَثِّللا ُف ْوُرُح

)

, karena keluar

di bagian ujung gigi seri atas

(111)

ُف ْرَط

َق ْوَف َعَم ِناَسِّللا

اَياَنَّثلا

ْفُّسلا

ىَل

Ujung lidah menempel ke ujung gigi seri bawah.

(112)

Huruf ص, ز dan س disebut

Huruf Al-Asliyah ( ِة ِل َي ْس َْلْا ُف ْو ُر ُح), karena keluar dari ujung lidah

dekat dengan batasan antara ujung lidah dengan akhir

(113)

ق ْوَف di sini memiliki dua makna: 1. ف ْرَط (ujung)

2. ِنْيَفا َرْطَأ َنْيَب (di antara dua ujung gigi seri atas dan bawah).

(114)

Meskipun beda makna,

tapi prakteknya saling

(115)

Meskipun ujung lidah

menempel ke ujung gigi seri bawah tapi ketika

mengucapkan harus disertai menempelkan dua ujung

(116)

Jadi secara tidak langsung

ujung lidah pun menempel

ke ujung gigi seri atas hanya

tidak sekuat ke ujung gigi

(117)
(118)

ِنْيَتَفَّشلَا

(119)

ْطَب

َأ َعَم ىَلْفُّسلا ِةَفَّشلا ُن ْلُعْلا اَياَنَّثلا ِفاَرْط

اَي

Bibir bawah bagian dalam yang basah menempel ke ujung gigi seri atas.

(120)

Cara membaca huruf

ف

:

Mengalirkan nafas dan

tidak tertahan.

(121)

ِنْيَتَفَّشلا َنْيَب

Di antara dua bibir

(122)

Cara membaca huruf

و

:

Membuka sedikit dua

bibir disertai dengan

(123)

Cara membaca huruf

ب

:

Menempelkan dua

(124)

Cara membaca huruf

م

:

Menempelkan dua

bibir tanpa tekanan.

(125)

Huruf

ف

,

و

,

ب

dan

م

disebut huruf

asy-syafhiyah (

ِةَيِه

ْفَّشلا ُف ْوُرُح

),

karena keluar dari

(126)
(127)

ُم ْوُشْيَخْلَا

:

(128)
(129)

Sumber Rujukan

 Materi Makhorijul Huruf:

ِدْيِفُمْلا ُداَش ْرِإ

(Mengupas Tajwid Huruf Hijaiyyah “Fashohatullisan”) Karya Syaikh Ahmad Fudholi Husni Mubarok, Lc.

Pewaris sanad 14 Qiroat, alumni Universitas Al-Azhar Mesir, pembina utama LTQS Darul-Qoror & El-Niel Islamic Learning Center, pengajar tajwid Al-Qur’an & Qiroat di Yayasan Asy-Syifa Al-Khoiriyyah Subang, pengajar tajwid

(130)

 Gambar Makhorijul Huruf:

(131)

َوَّصلاِب ُمَلْعَأ ُالله َو

ِبا

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang keberadaan industri tempe terhadap kesehatan lingkungan di Kelurahan Sawah Brebes Kecamatan Tanjung Karang Timur

Adapun tujuan sistem pengendalian intern pemerintah adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan

Meskipun di satu pihak bagi Buton, Ternate adalah seteru, tetapi di lain pihak kerjaan kuat di Maluku itu menjadi ”kakak” yang sewaktu-waktu dapat dimintakan ”bantuannya.” Hal

Lanskap Camplong memiliki kawasan TWA Camplong yang di kelilingi oleh beberapa desa yaitu; Desa Camplong I, Camplong II, Naunu, Silu dan Oebola Dalam yang.. merupakan desa enclave

Untuk meneliti tari Inai pada upacara perkawinan masyarakat Melayu di Batang Kuis, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh

prior to the adoption of the new recommendation, the world heritage centre organized, with financial support of the Flemish Government, three training workshops on

Berdasarkan perhitungan dan hasil hipotesis diketahui bahwa CKPN atas kredit, NPL, IRR, PDN, LDR, IPR, LAR, BOPO, FBIR, dan GCG secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang

Dalam penelitian ini, waktu yang diperlukan untuk memunculkan gejala pertama yang dibutuhkan patogen cepat karena patogen tidak perlu menembus masuk dirinya ke jaringan