• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. UMUM. a. Pendirian dan Informasi Umum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. UMUM. a. Pendirian dan Informasi Umum"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

1. UMUM

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk (Bank) didirikan berdasarkan akta No. 49 tanggal 31 Juli 1989 dibuat dihadapan Ny. Sri Rahayu, pada waktu itu notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Bank telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. C-2.7223.HT.01.01.TH.89 tertanggal 9 Agustus 1989 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 19 September 1989, Tambahan No. 1917.

Anggaran Dasar Bank telah diubah dengan akta notaris No. 40 tanggal 11 April 2001 dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta tentang peningkatan modal dasar Bank menjadi Rp500.000.000 ribu yang terdiri dari 5 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, penyesuaian Anggaran Dasar Bank dengan Undang-undang No. 1/1995 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-undang No. 8/1995 tentang Pasar Modal, keputusan ketua BAPEPAM No.Kep-13/PM/1997 tanggal 30 April 1997 dan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan. Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Keputusan No. C-00142.HT.01.04.TH.2001 tanggal 17 April 2001.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 18 tanggal 15 Desember 2005 dibuat dihadapan DR. A. Partomuan Pohan, SH, LLM, Notaris di Jakarta, modal dasar Bank ditiingkatkan dari Rp500.000.000 ribu menjadi Rp2 triliun dan modal disetor ditingkatkan dari Rp200.000.000 ribu menjadi Rp500.000.000 ribu dengan nilai nominal Rp100 per saham. Perubahan Anggaran Dasar Bank tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C3413 HT.01.04.TH.2005 tanggal 23 Desember 2005, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 1554/RUB.09.03/XII/2005 tanggal 26 Desember 2005 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 2 tanggal 6 Januari 2006 Tambahan No. 214/2006.

Anggaran Dasar Bank terakhir kali telah dirubah seluruhnya dalam rangka penyesuaian dengan Undang-undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang dituangkan dalam Akta No.11 tanggal 4 Juni 2008 yang dibuat dihadapan DR. A. Partomuan Pohan, SH, LLM, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusannya No.AHU-37427.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 1 Juli 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.72, tanggal 5 September 2008, Tambahan No.16919/2008.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Bank, ruang lingkup kegiatan usaha Bank adalah melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 12 Januari 1990 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI dengan Surat Keputusannya No. 10/KMK.013/1990 tanggal 4 Januari 1990. Sesuai Surat Keputusan Bank Indonesia No. 30/146/KEP/DIR tanggal 5 Desember 1997, status Bank meningkat menjadi bank devisa.

Kantor pusat Bank beralamat di Wisma Bumiputera Lt.14, Jl. Jend. Sudirman Kav. 75 Jakarta 12910. Pada tanggal 31 Maret 2009, Bank memiliki 15 kantor cabang, 23 kantor cabang pembantu, 25 kantor kas dan 3 Payment Point yang seluruhnya berlokasi di Indonesia.

Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 jumlah karyawan masing-masing sebanyak 1239 dan 1224 karyawan.

(2)

1. UMUM (lanjutan)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)

Susunan pengurus Bank pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS 2009

Presiden Komisaris merangkap

Komisaris Independen Dato’ Mat Amir bin Jaffar

Komisaris Naimah binti Abdul Khalid

Komisaris Lim Teong Liat *)

Komisaris Independen Deddy Nurjaman *)

Komisaris Independen Herald Tonny Hasiholan Bako

DEWAN KOMISARIS 2008

Presiden Komisaris merangkap

Komisaris Independen Tan Sri Dr. Hadenan A. Jalil

Komisaris Naimah binti Abdul Khalid

Komisaris Harith Harun

Komisaris Maryoso Sumaryono

Komisaris Independen Deddy Nurjaman Komisaris Independen Lim Teong Liat **)

Susunan anggota Dewan Komisaris telah diterima dan dicatat dalam Database Sisminbakum Dirjen Administrasi Hukum Umum Departemen Hukum dan HAM RI tanggal 19 Juni 2008 No.AHU-AH.01.10-15613, di daftar dalam Daftar Perseroan No.AHU-0050084.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 19 Juni 2008 dan telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berturut-turut sesuai surat No.10/181/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 9 Desember 2008, No.9/27/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 29 Maret 2007, No.9/31/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 26 April 2007, No. 7/22/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 2 Mei 2005 dan No.10/106/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 21 Juli 2008.

*) Efektif berakhir masa jabatannya pada tanggal 16 April 2009 sesuai hasil keputusan RUPS tanggal 16 April 2009.

**) Terhitung 18 Desember 2007 telah diangkat sebagai Direktur ICB Financial Group Holding AG. Perubahan jabatan dari Komisaris Independen menjadi Komisaris Non Independen sesuai ketentuan PBI No. 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Coorporate Governance bagi Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006, akan disahkan dalam RUPS tahunan tahun buku 2007.

DIREKSI 2009

Presiden Direktur Palaniappan Murugappa Chettiar *) Direktur Kepatuhan Boing Sudrajat **)

Direktur Tan Khen Lian

Direktur Muniandy R. Krishnan ***)

Direktur Antonius Sugiharto Tjoe ****)

Direktur Dian A. Soerarso

Direktur Legiman Leidin *)

DIREKSI 2008

Presiden Direktur Palaniappan Murugappa Chettiar Direktur Kepatuhan Boing Sudrajat

Direktur Tan Khen Lian

Direktur Muniandy R. Krishnan

Direktur Antonius Sugiharto Tjoe

Direktur Dian A. Soerarso

*) Efektif berakhir masa jabatannya pada tanggal 16 April 2009 sesuai hasil keputusan RUPS tanggal 16 April 2009.

**) Sesuai hasil keputusan RUPS tanggal 16 April 2009, efektif berakhir masa jabatannya sampai dengan 31 Juli 2009 atau sampai dengan Direktur Kepatuhan yang baru memperoleh persetujuan Bank Indonesia.

***) Telah mengundurkan diri efektif tanggal 28 Februari 2009; ****) Telah mengundurkan diri efektif tanggal 9 Februari 2009

(3)

1. UMUM (lanjutan)

a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)

Susunan anggota Direksi telah diterima dan dicatat dalam Database Sisminbakum Dirjen Administrasi Hukum Umum Departemen Hukum dan HAM RI tanggal 19 Juni 2008 No.AHU-AH.01.10-15613, di daftar dalam Daftar Perseroan No.AHU-0050084.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal 19 Juni 2008 dan telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berturut-turut sesuai surat No. 9/27/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 29 Maret 2007, No. 7/22/DpG/DPIP/Rahasia tanggal 2 Mei 2005, No. 7/100/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 29 November 2005, No. 9/93/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 31 Juli 2007 dan No.10/49/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 7 April 2008.

Susunan komite audit Bank pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut :

KOMITE AUDIT 2009

Ketua Herald Tonny Hasiholan Bako

Anggota Lim Teong Liat

Peter Choo

Soenarso Soemodiwirjo

KOMITE AUDIT 2008

Ketua Lim Teong Liat

Anggota Peter Choo

Soenarso Soemodiwirjo

b. Penawaran Umum Efek Bank

Penawaran Umum Perdana Saham

Pada tanggal 27 Juni 2002, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1402/PM/2002 untuk melakukan penawaran umum atas 500.000.000 saham Bank kepada masyarakat. Nilai nominal per saham Rp100 dengan harga penawaran sebesar Rp120 per saham. Pada tanggal 15 Juli 2002 saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta.

Penawaran Umum Saham Terbatas I

Berdasarkan hasil keputusan RUPS Luar Biasa tanggal 15 Desember 2005 yang dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 18 tanggal 15 Desember 2005 yang dibuat dihadapan DR. A. Partomuan Pohan, SH, LLM, Notaris di Jakarta dan pernyataan efektif dari BAPEPAM tanggal 23 November 2005 dengan Surat No. S-3278/PM/2006 serta persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. C-34313 HT.01.04.TH.2005 tanggal 23 Desember 2005, Bank melakukan peningkatan modal modal dasar dari Rp 500 miliar menjadi Rp 2 triliun dan modal disetor dari Rp 200.000.000 ribu menjadi Rp 500.000.000 ribu melalui Penawaran Umum Terbatas I (”PUT I”) kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sejumlah 3.000.000.000 Saham Baru dengan nilai nominal Rp 100,00 (seratus rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga penawaran Rp 100,00 (seratus rupiah) per saham dan penerbitan 666.666.654 Waran Seri I yang menyertai Saham Baru tersebut yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham Perseroan dan/atau pemegang HMETD yang melaksanakan HMETD-nya dengan nilai nominal Rp 100,00 (seratus rupiah) per saham dan pelaksanaan Rp 120,00 (seratus dua puluh rupiah) per saham yang dapat dilaksanakan selama periode pelaksanaan Waran Seri I yaitu mulai tanggal 3 Juli 2006 sampai dengan 31 Desember 2010.

(4)

1. UMUM (lanjutan)

Penawaran Umum Saham Terbatas I (lanjutan)

Pada bulan Januari 2006 Bank telah menerima seluruh setoran dari pemegang saham sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I tersebut. Saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 2 Januari 2006.

Penawaran Umum Obligasi

Pada tanggal 14 April 2003, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-765/PM/2003 untuk melakukan penawaran umum Obligasi I Bank Bumiputera Tahun 2003 sebesar Rp300 miliar. Pada tanggal 29 April 2003 obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya. Bank telah membayar lunas seluruh obligasi pada saat jatuh tempo tanggal 25 April 2006.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

a. Penyajian Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 31 (Revisi 2000) tentang “Akuntansi Perbankan” yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan IAI pada bulan Juni 2001. Laporan Keuangan Bank juga disusun sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No. VIII. G.7 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP 06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, Surat Edaran Ketua BAPEPAM – LK No. SE-02/BL/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Perbankan, serta praktik-praktik industri perbankan yang berlaku serta pedoman akuntansi dan pelaporan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, yang relevan untuk diterapkan.

Dasar penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas adalah dasar akrual. Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank-bank lain.

Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah.

b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Pembukuan Bank diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada tanggal 31 Maret 2008 pukul 16.00 WIB. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.

(5)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)

Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing adalah kurs spot Reuters jam 16.00 WIB dengan rincian sebagai berikut :

2009 2008

1 Dolar Amerika Serikat (USD) 11,555.00 9,205.00 1 Dolar Singapura (SGD) 7,599.48 6,672.22 1 Yen Jepang (JPY) 117.57 92.74

1 Dolar Hong Kong (HKD) 1,490.96 1,182.46

1 Dolar Australia (AUD) 7,599.48 8,417.52 1 Euro (EUR) 15,335.22 14,554.48

c. Transaksi Hubungan Istimewa

Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:

1) perusahaan yang secara langsung maupun yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Bank (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries);

2) perusahaan asosiasi;

3) perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Bank yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Bank);

4) karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Bank yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Bank serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut. 5) perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung

maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Bank dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Bank. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, diungkapkan dalam catatan laporan keuangan.

d Penggunaan Estimasi

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.

(6)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) e Giro pada Bank Lain

Giro pada bank lain disajikan sebesar saldo giro dikurangi penyisihan kerugian.

f. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain disajikan sebesar saldo penempatan dikurangi diskonto yang belum diamortisasi dan penyisihan kerugian.

g. Efek-efek

Efek-efek diklasifikasikan sesuai dengan PSAK No. 50, “Akuntansi Investasi Efek Tertentu”. Berdasarkan PSAK tersebut, efek diklasifikasikan sesuai tujuan manajemen pada saat perolehan sebagai berikut :

1) Investasi efek yang diperdagangkan, yaitu investasi yang dibeli untuk dijual kembali dalam waktu dekat, disajikan sebesar nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya disajikan dalam laporan laba rugi tahun berjalan.

2) Investasi efek yang dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar biaya perolehan yang disesuaikan dengan amortisasi premi dan/atau diskonto yang belum diamortisasi.

3) Investasi efek yang tersedia untuk dijual, yaitu investasi yang tidak memenuhi kriteria kelompok diperdagangkan maupun yang dimiliki hingga jatuh tempo, disajikan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajarnya dicatat sabagai komponen ekuitas dan diakui sebagi penghasilan atau beban pada saat laba atau rugi tersebut direalisasi.

Untuk efek individual dalam kelompok yang dimiliki hingga jatuh tempo atau tersedia untuk dijual, bila terjadi penurunan nilai wajar yang besifat permanen, maka nilai terbawa efek tersebut harus diturunkan ke nilai wajarnya, dan jumlah penurunan nilai tersebut dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

Dasar penentuan biaya perolehan untuk keperluan menghitung laba atau rugi yang direalisasi adalah menggunakan cara identifikasi khusus.

h. Tagihan dan Kewajiban Derivatif

Tagihan dan kewajiban derivatif disajikan sebesar keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi yang berasal dari kontrak derivatif untuk tujuan trading. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tersebut dihitung dari selisih antara nilai kontrak dan nilai wajar instrumen derivatif pada tanggal laporan. Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar, model penentuan harga atau harga pasar instrumen lain yang memiliki karakteristik serupa.

Keuntungan atau kerugian dari instrumen derivatif untuk tujuan trading diakui sebagai laba rugi tahun berjalan.

i. Kredit

Kredit dinyatakan berdasarkan jumlah bruto tagihan Bank yang belum dilunasi oleh nasabah setelah dikurangi penyisihan kerugian kredit. Untuk kredit yang direstrukturisasi, dalam pokok kredit termasuk bunga dan biaya lainnya yang dialihkan menjadi pokok kredit. Bunga yang dialihkan tersebut diakui

(7)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) i. Kredit (lanjutan)

sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan. Kredit dalam rangka program penerusan dan kredit sindikasi dinyatakan sebesar pokok kredit sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank.

Restrukturisasi kredit bermasalah dengan modifikasi persyaratan kredit dicatat secara prospektif dari tanggal restrukturisasi. Nilai tercatat kredit tidak berubah, kecuali jika nilai tercatat kredit melebihi jumlah nilai tunai penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru kredit, dalam hal ini selisih tersebut diakui sabagai kerugian dari restrukturisasi . Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit dan penghasilan bunga sesuai dengan proporsinya.

j. Tagihan dan Kewajiban Akseptasi

Tagihan dan kewajiban akseptasi dinyatakan sebesar nilai Letter of Credits atau nilai realisasi Letter of Credits yang diaksep oleh bank pengaksep (accepting bank). Tagihan akseptasi disajikan setelah dikurangi penyisihan kerugian.

k. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif, Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi serta Penyisihan Kerugian Aktiva Non Produktif

Aktiva produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit, tagihan derivatif dan tagihan akseptasi termasuk komitmen dan kontinjensi dengan risiko kredit pada transaksi rekening administratif.

Bank membentuk penyisihan kerugian aktiva produktif serta estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi berdasarkan penelaahan terhadap kualitas masing-masing aktiva produktif, komitmen dan kontinjensi sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

Penentuan kualitas aktiva produktif dan penyisihan kerugian aktiva produktif mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005, yang kemudian diubah beberapa pasalnya melalui Peraturan Bank Indonesia No. 8/2/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Peraturan Bank Indonesia No. 9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007.

Berdasarkan peraturan dan keputusan Bank Indonesia diatas, aktiva produktif dan komitmen dan kontinjensi dengan resiko kredit diklasifikasikan dalam 5 (lima) kategori dengan besarnya persentase penyisihan kerugian sebagai berikut:

Kualitas Persentase Penyisihan Kerugian

Lancar Minimum 1%

Dalam perhatian khusus Minimum 5%

Kurang lancar Minimum 15%

Diragukan Minimum 50%

Macet Minimum 100%

Persentase penyisihan kerugian di atas diterapkan terhadap saldo aktiva produktif setelah dikurangi dengan nilai agunan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kecuali untuk aktiva produktif yang diklasifikasikan “lancar”.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI), penempatan pada Bank Indonesia, obligasi pemerintah dan aktiva produktif yang dijamin dengan agunan tunai tidak dibentuk penyisihan kerugian.

(8)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

k. Penyisihan Kerugian Aktiva Produktif, Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi serta Penyisihan Kerugian Aktiva Non Produktif (lanjutan)

Aktiva produktif dihapusbukukan dari penyisihan kerugian aktiva produktif pada saat manajemen berpendapat bahwa aktiva produktif tersebut harus dihapusbukukan karena secara operasional debitur sudah tidak mampu membayar. Penerimaan kembali aktiva produktif yang telah dihapuskan dicatat sebagai penambahan penyisihan kerugian aktiva produktif yang bersangkutan selama tahun berjalan. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit yang dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan bunga.

Penyisihan kewajiban komitmen dan kontinjensi disajikan dalam akun Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi pada neraca.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, Bank diwajibkan melakukan penyisihan kerugian aktiva non produktif, yang meliputi antara lain agunan yang diambil alih, properti terbengkalai , rekening antar kantor dan suspense account. Kewajiban penyisihan tersebut berlaku 12 bulan sejak ditetapkannya peraturan, yang diadopsi Bank untuk aktiva non produktif sejak tanggal 20 Januari 2006.

Penyisihan kerugian aktiva non produktif berdasarkan hasil penelaahan dan evaluasi atas upaya penyelesaian dan kualitas masing-masing aktiva non produktif dilakukan pada akhir periode. Berdasarkan

keputusan Bank Indonesia diatas, klasifikasi masing-masing aktiva non produktif dengan besarnya persentase penyisihan kerugian adalah sebagai berikut :

Klasifikasi Persentase Penyisihan Kerugian

Agunan yang daimbil alih dan properti terbengkalai

Kurang dari 1 tahun Minimum 0%

1 – 3 tahun Minimum 15%

3 – 5 tahun Minimum 50%

Lebih dari 5 tahun Minimum 100%

Rekening antar kantor dan Suspense account

Sampai dengan 180 hari Minimum 0% Lebih dari 180 hari Minimum 100%

Persentase penyisihan penghapusan diatas diterapkan terhadap saldo aktiva non produktif. Khusus untuk agunan diambil alih, Bank wajib melakukan penilaian kembali terhadap agunan diambil alih untuk menetapkan net realizable value pada saat pengambilalihan agunan.

l. Aktiva Tetap

Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan.Seluruh aktiva tetap Bank, kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) sesuai dengan taksiran masa manfaatnya sebagai berikut:

(9)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

l. Aktiva Tetap (lanjutan)

Jenis Aktiva Tetap Masa Manfaat

Renovasi bangunan 5 tahun

Kendaraan bermotor 5 tahun

Perabotan kantor 5 tahun

Peralatan kantor 5 tahun

Piranti lunak kumputer Piranti keras computer

5 tahun 5 tahun Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aktiva tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

Aktiva tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tetap tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.

m. Agunan yang Diambil Alih

Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai realisasi bersih. Selisih lebih saldo kredit di atas nilai realisasi bersih dari agunan yang diambil alih yang telah diterima pada saat kredit diambil alih, dibebankan ke dalam akun penyisihan kerugian aktiva produktif. Sedangkan jika nilai realisasi bersih lebih dari saldo kredit, agunan yang diambil alih diakui sebesar saldo kredit.

Selisih antara nilai agunan yang diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.

Biaya-biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan agunan yang diambil alih dibebankan ke laporan laba rugi pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

n. Biaya Emisi

Emisi saham

(10)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) Emisi Surat Berharga yang Diterbitkan

Biaya emisi surat berharga yang diterbitkan langsung dikurangi dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi bersih surat berharga yang diterbitkan. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal

merupakan diskonto atau premium yang diamortisasi selama jangka waktu surat berharga yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).

o. Simpanan

Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada Bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Simpanan terutama meliputi giro, tabungan dan deposito berjangka. Giro dan tabungan disajikan sebesar nilai kewajiban kepada penyimpanan. Deposito berjangka disajikan sebesar nilai nominal.

p. Pengakuan Pendapatan dan Beban Bunga

Pendapatan dan beban bunga diakui secara akrual, kecuali pendapatan bunga atas kredit dan aktiva produktif lainnya yang diklasifikasi sebagai kurang lancar, diragukan dan macet (nonperforming). Pendapatan bunga yang diakui tetapi belum tertagih harus dibatalkan pada saat kredit diklasifikasikan nonperforming. Pendapatan bunga atas aktiva nonperforming yang belum diterima dilaporkan sebagai tagihan kontinjensi dalam rekening administratif.

Pendapatan bunga atas kredit yang diklasifikasi sebagai kurang lancar diakui pada saat pendapatan tersebut telah diterima. Seluruh penerimaan yang berhubungan dengan kredit non-performing yang diklasifikasikan sebagai diragukan dan macet diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan penerimaan atas pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga.

Pendapatan bunga yang ditangguhkan dari kredit yang direstrukturisasi diakui sebagai pendapatan secara proporsional pada saat diterima pembayaran angsuran pokok.

q. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi

Provisi dan komisi yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan perkreditan dan terkait dengan jangka waktu diperlakukan sebagai pendapatan atau beban yang ditangguhkan dan diamortisasi secara sistematis selama jangka waktunya. Untuk kredit yang dilunasi sebelum jatuh temponya, saldo pendapatan provisi dan/atau komisi yang ditangguhkan diakui pada saat kredit dilunasi. Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan perkreditan dan jangka waktu, diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi.

r. Pajak Penghasilan

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aktiva dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak

(11)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan) r. Pajak Penghasilan (lanjutan)

dan aktiva pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.

Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aktiva dan kewajiban pajak kini.

s. Imbalan Pasca Kerja

Bank menyelenggarakan program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi persyaratan. Iuran untuk program ini dihitung berdasarkan gaji kotor karyawan, sebesar 2% yang ditanggung oleh karyawan dan berkisar antara 5 % sampai 10% ditanggung oleh Bank. Program tersebut dikelola oleh DPLK Manulife Indonesia. Bagian iuran yang ditanggung oleh Bank dibebankan langsung pada operasi pada saat terjadinya.

Bank memiliki kebijakan untuk menghitung dan mengakui selisih antara imbalan yang akan diterima karyawan berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku dengan manfaat yang diperoleh dari program dana pensiun iuran pasti diatas.

Sehubungan dengan kebijakan Bank dan sejalan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (UU Tenaga kerja). tertanggal 25 Maret 2003, Bank melakukan penyisihan untuk taksiran kewajiban manfaa karyawan sebesar kekurangan mafaat yang diperoleh dari program dana pension iuran pasti, sebagaimana telah dijelaskan di atas, agar memenuhi manfaat minimum yang dipersyaratkan untuk dibayarkan kepada karyawan sesuai dengan UU Tenaga kerja tersebut.

Perhitungan imbalan pasca kerja dilakukan dengan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja partisipan program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested , dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested.

Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui.

t. Laba per Saham

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.

(12)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

u. Informasi Segmen

Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen geografis sedangkan segmen sekunder adalah segmen usaha.

Segmen geografis adalah komponen Bank yang secara jelas operasionalnya dapat dibedakan berdasarkan aktiva, kinerja dan aktivitasnya untuk suatu wilayah dengan wilayah lainnya dalam Bank. Segmen usaha adalah komponen Bank yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

Aktiva dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aktiva tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.

3. KAS

2009 2008

Mata Uang :

Rupiah 75,134 62,087

Mata Uang Asing (USD) 1,320 570 Mata Uang Asing (Lainnya) 237 50

Jumlah 76,691 62,707

4. GIRO PADA BANK INDONESIA

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 6/15/PBI/2004 tanggal 28 Juni 2004 yang diubah dengan peraturan Bank Indonesia No. 7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing, setiap Bank di Indonesia diwajibkan mempunyai saldo giro minimum di Bank Indonesia untuk cadangan likuiditas. Peraturan ini juga mewajibkan bank umum untuk memenuhi tambahan giro wajib minimum pada persentase tertentu sesuai dengan rasio ”Loan to Deposit” (LDR), yang berlaku efektif sejak tanggal 6 September 2005.

Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008, Bank telah memenuhi giro wajib minimum sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

Jumlah persentase Jumlah persentase

Mata uang:

Rupiah 252,333 41% 325,868 69%

Mata uang asing (USD) 368,605 59% 147,280 31%

Jumlah 620,938 100% 473,148 100%

(13)

5. GIRO PADA BANK LAIN

a. Berdasarkan Mata Uang 2009 2008

Rupiah:

Bank Negara Indonesia 1946 361 355

Bank Niaga 5,164 11,017

Bank Tabungan Negara 39 39

Bank Permata 17 20

Stanchart Bank - Visa 27 25

5,608

11,457

USD:

Citibank, N.A 8,547 70,127

Standard Chartered Bank, New York 3,617 2,422

Wachovia Bank.N.A 71,313 28,250

Bank BCA 2,511 840

Stanchart Bank - Visa 50,218

-JPY:

Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Tokyo 248 250

Wachovia Bank.N.A 1,322 1,227

SGD:

United Overseas Bank 3,742 1,044

HKD:

Bank Central Asia 59 193

EUR:

Amex Bank Frankfurt 1,773 2,346

Deutsche Bank Frankfrurt 705 239

AUD :

Commonwealth Bank Sidney 968 1,084

145,023

108,023 Jumlah Giro Pada Bank Lain 150,631 119,480

Dikurangi :

Penyisihan kerugian (1,506) (1,195)

Jumlah - Bersih 149,125 118,285

b. Berdasarkan Kolektibilitas:

Per 31 Maret 2009 dan 2008, semua giro pada bank lain diklasifikasikan lancar.

c. Tingkat suku bunga rata-rata per tahun 2009 2008

Rupiah 2.92% 1.51%

Mata Uang Asing 2.70% 0.28%

(14)

6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN

Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain berdasarkan jenis penempatan adalah sebagai berikut:

Penempatan pada BI & Bank Lain 2009 2008

Rupiah:

Bank Indonesia

Nilai nominal 225,000 270,000

Dikurangi bunga yang belum (59)

diamortisasi -

-Inter-bank Call money -

-Jumlah 224,941 270,000

Dollar Amerika Serikat -

-Inter-bank Call money 34,665

-Jumlah 34,665

-Jumlah penempatan pada bank

Indonesia dan bank lain 259,606 270,000

Penyisihan kerugian (878)

-Jumlah Penempatan pada Bank

Indonesia dan Bank Lain - Bersih 258,728 270,000

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain berdasarkan sisa umur jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 dikelompokkan kurang dari atau sampai dengan 1 bulan

Penempatan pada bank lain pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 ditempatkan pada pihak ketiga dan dikelompokkan lancar.

(15)

7. EFEK-EFEK

a. Rincian efek-efek berdasarkan jenis dan tujuan investasi adalah sebagai berikut:

2009 2008

Rupiah

Dimiliki hingga jatuh tempo Sertifikat Bank Indonesia

Nilai Nominal 210,000 95,000

Dikurangi bunga yang belum

diamortisasi -3,933 (863)

Nilai bersih 206,067 94,137

Obligasi

Obligasi Pemerintah Indonesia - -Obligasi Lainnya - -Diskonto yang belum

diamortisasi -

-Nilai bersih -

-Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 206,067 94,137

Tersedia hingga dijual

Obligasi Pemerintah Indonesia 99,568 104,122

Obligasi Lainnya 95,557 94,462

Kenaikan ( Penurunan) nilai

yang belum direalisasi -

-Jumlah tersedia untuk dijual 195,125 198,584

Jumlah efek-efek dalam Rupiah 401,192 292,722

Mata uang asing

Dimiliki hingga jatuh tempo

Wesel Eksport 63,885 69,584

Obligasi Pemerintah - -Obligasi Lainnya -

-Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 63,885 69,584

Tersedia hingga dijual

Obligasi Pemerintah 286,406 91,883

Obligasi Lainnya 55,661

Premium yang belum

diamortisasi -

-Jumlah tersedia hingga dijual 286,406 147,544

Jumlah efek-efek dalam mata uang asing 350,291 217,128

Jumlah efek-efek 751,483 509,849

Penyisihan kerugian (2,162) (2,163)

(16)

7. EFEK-EFEK ( lanjutan)

b. Rincian efek-efek berdasarkan penerbitnya adalah sebagai berikut:

2009 2008

Rupiah

Dimiliki hingga jatuh tempo

Sertifikat Bank Indonesia 210,000 95,000

Dikurangi bunga yang belum

diamortisasi -3,933 (863)

Bersih 206,067 94,137

Obligasi

Obligasi Rekap Pemerintah -

-Indonesia FR 0020 -

-Perum Pegadaian VI -

-Federal Int'l Finance seri IV 2004 -

-Jumlah -

-Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 206,067 94,137

Tersedia hingga dijual

Obligasi Pemerintah Indonesia

-FR 0020 22,248 23,300 FR 0027 - -FR 0034 10,545 10,690 FR 0036 9,775 10,210 FR 0048 - 9,672 ORI 004 48,750 50,250 ORI 048 8,250 -PT.PLN Seri VI B 1997 -

-Indofood Sukses Makmur IV 2007 5,034 5,000

Indosat V 2007 Seri A 2,621 2,999

Obligasi I Jakarta Propertindo 2007 5,000 5,355

Obligasi SCTV II 2007 5,000 5,000

JAPFA I 2007 4,776 5,033

Obligasi Bentoel I 2007 4,828 4,991

Obligasi Bhakti Finance II 2007 5,100 5,008

Bank Permata Subordinasi I 2006 5,010 5,157

Obligasi II Bank Victoria 2007 9,500 10,917

Obligasi Bank PANIN II 2007 Seri B 17,826 19,994

Bank MEGA Subordinasi 2007 14,662 15,000

Bank DKI Subordinasi 2008 6,000 10,010

BHAKTI SECURITIES I 2008 10,200

-Jumlah tersedia untuk dijual 195,125 198,584

(17)

7. EFEK-EFEK ( lanjutan)

b. Rincian efek-efek berdasarkan penerbitnya adalah sebagai berikut: ( lanjuatan )

2009 2008

Mata uang asing

Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi

Republik Indonesia 14 -

-Bank NISP -

-Bersih -

-Wesel Ekspor 63,885 69,584

Jumlah dimiliki hingga jatuh tempo 63,885 69,584

Tersedia hingga dijual

INDO'14 Republic Of Indonesia 228,400 91,883

Subordinasi I BNI THN.2003 58,006 55,661

Jumlah tersedia hingga dijual 286,406 147,544

Jumlah efek-efek dalam mata uang asing 350,291 217,128

Jumlah efek-efek 751,483 509,849

Penyisihan kerugian (2,162) (2,163)

Efek-efek - Bersih 749,321 507,686

c. Perubahan tujuan investasi

Pada bulan Agustus 2007, Bank melakukan perubahan tujuan investasi dengan mereklasifikasi semua efek-efek dalam kelompok “dimiliki hingga jatuh tempo” dalam mata uang Rupiah dan USD ke dalam kelompok “tersedia untuk dijual”. Pemindahan ini dilakukan untuk membiayai pertumbuhan aktiva Bank. Nilai tercatat efek-efek yang dipindahkan adalah masing-masing sebesar Rp25.564 juta dan USD16.349 ribu.

d. Tingkat bunga dan jangka waktu:

Tingkat bunga Rata-Rata Pertahun

2009 2008

Rupiah

Obligasi 11.81% 10.00%

Mata Uang Asing

Obligasi 7.60% 6.85%

Wesel 8.09% 6.09%

Jangka Waktu

Obligasi 166 bulan 163 bulan

(18)

7. EFEK-EFEK ( lanjutan)

e. Nilai wajar efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo adalah sebagai berikut:

2009 2008

Sertifikat Bank Indonesia 206,067 94,137

Obligasi :

Rupiah -

-Mata uang asing -

-Wesel eksport

Mata uang asing 63,885 69,584

269,953

163,721

f. Biaya perolehan setelah amortisasi dari efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo berdasarkan sisa umur jatuh tempo perjanjian adalah sebagai berikut:

2009 2008

Rupiah

Kurang dari 1 bulan 206,067 94,137

Lebih dari 3 s/d 12 bulan - -Lebih dari 12 s/d 36 bulan - -Lebih dari 3 tahun - -Mata uang asing

Kurang dari 1 bulan 39,457 57,014

Lebih dari 1 s/d 12 bulan 24,428 12,570

Lebih dari 12 bulan

-Jumlah 269,952 163,721

Penyisihan kerugian (1,737) (683)

Jumlah Efek Dimiliki hingga Jatuh

Tempo - Bersih 268,215 163,038

g. Efek-efek pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 dikelompokkan lancar dan seluruhnya diterbitkan oleh pihak ketiga

8. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF

Bank merupakan transaksi derivatif dalam bentuk pembelian dan penjualan berjangka valuta asing (forward) dan swap untuk tujuan trading.

Risiko pasar dari transaksi derivatif timbul dari potensi perubahan nilai akibat fluktuasi kurs mata uang asing, sedangkan risiko kredit timbul dalam hal pihak lain tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada Bank.

(19)

8. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN DERIVATIF ( lanjutan )

Rincian tagihan dan kewajiban derivatif pad tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

Tagihan derivatif pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 merupakan transaksi pada pihak ketiga dan dikelompokkan lancar

9. KREDIT

a. Jenis Kredit

istimewa Pihak ketiga Jumlah istimewa Pihak ketiga Jumlah

Rupiah Konsumsi 4,299 2,610,873 2,615,172 3,297 2,804,953 2,808,250 Modal kerja - 1,082,072 1,082,072 - 990,093 990,093 Investasi - 386,953 386,953 - 438,471 438,471 Pinjaman Sindikasi - 56,910 56,910 - - -Pinjaman Karyawan - 23,641 23,641 - 21,151 21,151 Jumlah kredit dalam rupiah 4,299 4,160,449 4,164,748 3,297 4,254,668 4,257,965

Dollar Amerika Serikat

Konsumsi - - - - - -Modal kerja - 289,526 289,526 - 229,232 229,232 Investasi - 117,168 117,168 - 39,831 39,831

Jumlah kredit dalam

mata uang asing - 406,694 406,694 - 269,063 269,063 Jumlah kredit 4,299 4,567,143 4,571,442 3,297 4,523,731 4,527,028

Penyisihan kerugian (1,683) (105,703) (107,386) (1,465) (111,718) (113,183)

2,616

4,461,440 4,464,056 1,832 4,412,013 4,413,845

2009 2008

Pihak hubungan Pihak hubungan

Trans aksi Tagihan Kewajiban Tagihan Kewajiban

Forward 3,049 3,071 64 211

Spot 876 502 73 58

Penyis ihan kerugian (4) - (1)

-Jumlah 3,921 3,573 136 269

derivatif derivatif

2009 2008

(20)

9. KREDIT ( lanjutan ) b. Sektor Ekonomi 2009 2008 Perdagangan 494,772 487,612 Jasa 617,038 398,489 Perindustrian 451,373 407,035 Lain-lain 3,008,259 3,233,892 Jumlah kredit 4,571,442 4,527,028 Penyisihan kerugian (107,386) (113,183)

Jumlah kredit - bersih 4,464,056 4,413,845

c. Jangka Waktu

1) Berdasarkan periode perjanjian kredit

Dollar Amerika Dollar Amerika

Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah

Kurang dari atau sama

dengan 1 bulan 45,785 - 45,785 80,699 11,614 92,313 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 28,657 - 28,657 37,779 4,450 42,229 Lebih dari 3 s/d 12 bulan 685,695 180,406 866,101 634,610 162,828 797,438 Lebih dari 1 s/d 5 tahun 2,394,360 126,088 2,520,448 2,677,605 54,340 2,731,945 Lebih dari 5 tahun 1,010,251 100,200 1,110,451 827,272 35,831 863,103 Jumlah Kredit 4,164,748 406,694 4,571,442 4,257,965 269,063 4,527,028 Penyisihan kerugian (105,703) (1,683) (107,386) (111,718) (1,465) (113,183)

Kredit - Bersih 4,059,045 405,011 4,464,056 4,146,247 267,598 4,413,845

2009 2008

2) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo :

Dollar Amerika

Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah

Kurang dari atau sama

dengan 1 bulan 35,441 6,342 41,783 320,548 - 320,548 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 162,426 36,796 199,222 211,398 11,617 223,015 Lebih dari 3 s/d 12 bulan 729,663 170,073 899,736 831,630 117,594 949,224 Lebih dari 1 s/d 5 tahun 2,099,449 113,887 2,213,336 2,449,304 134,973 2,584,277 Lebih dari 5 tahun 1,137,769 79,596 1,217,365 445,085 4,879 449,964

Jumlah Kredit 4,164,748 406,694 4,571,442 4,257,965 269,063 4,527,028

Penyisihan kerugian (105,703) (1,683) (107,386) (111,718) (1,465) (113,183)

Kredit - Bersih 4,059,045 405,011 4,464,056 4,146,247 267,598 4,413,845

(21)

9. KREDIT ( lanjutan )

d. Tingkat bunga rata-rata per tahun

2009 2008 Rupiah Investasi 16.23 10.95 Modal kerja 12.64 12.08 Konsumsi 14.31 14.65 Pembiayaan bersama 15.59 12.10 Dollar Amerika Serikat

Investasi 8.12 8.08

Modal kerja 7.15 4.11

Pembiayaan bersama -

-e. Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah berdasarkan perjanjian kredit sindikasi dengan bank-bank lain. Pada tahun 2009 dan 2008, Bank tidak berpartisipasi dalam kredit sindikasi dimana Bank bertindak sebagai lead manager.

f. Kredit yang diberikan kepada karyawan Bank termasuk kredit kepada karyawan kunci (pihak yang mempunyai hubungan istimewa) merupakan kredit untuk membeli rumah, kendaraan dan keperluan lainnya dengan jangka waktu 1 (satu) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibayar kembali melalui pemotongan gaji setiap bulan.

g. Kredit kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa kecuali kredit yang diberikan kepada karyawan diberikan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan kredit yang diberikan kepada pihak ketiga.

h. Berikut ini adalah saldo kredit pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 berdasarkan klasifikasi kolektibilitas:

i. Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) kepada Bank Indonesia pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 tidak terdapat kredit yang tidak memenuhi ketentuan BMPK.

Doll ar Ameri ka Dollar Amerika

Rupiah Serikat Jumlah Rupiah Serikat Jumlah

Lancar 3,600,737 400,466 4,001,203 3,736,824 250,932 3,987,756 Dalam perhatian khusus 306,802 0 306,802 243,546 17,790 261,336 Kurang lancar 18,102 0 18,102 15,909 - 15,909 Diragukan 27,863 6,228 34,091 34,877 - 34,877 Macet 211,244 0 211,244 226,809 341 227,150 Jumlah Kredit 4,164,748 406,694 4,571,442 4,257,965 269,063 4,527,028 Penyisihan kerugian (105,703) (1,683) (107,386) (111,718) (1,465) (113,183) Kredit - Bersih 4,059,045 405,011 4,464,056 4,146,247 267,598 4,413,845 2009 2008

(22)

9. KREDIT ( lanjutan )

j. Rincian kredit bermasalah (kualitas kurang lancar, diragukan dan macet) menurut sektor ekonomi adalah sebagai berikut

k. Fasilitas kredit sindikasi kepada PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) sebesar Rp42.680.000 ribu pada tanggal 31 Desember 2005 telah direstrukturisasi berdasarkan perjanjian restrukturisasi No. 46/Dir.01/IX/2005 tanggal 23 September 2005 antara PTPN I dengan agen pemimpin sindikasi (Bank Agen).

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/45/PBI/2005 tanggal 11 November 2005 tentang “Perlakuan Khusus Terhadap Kredit Bank Umum Pascabencana Nasional di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara”, fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur pada lokasi tersebut setelah dilakukan restrukturisasi diklasifikasikan dalam kategori “Lancar” hingga bulan Januari 2008. Berdasarkan peraturan ini fasilitas kredit kepada PTPN I yang usahanya berlokasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam setelah dilakukan restrukturisasi diklasifikasikan dalam kategori lancar oleh Bank pada tanggal 31 Desember 2006 dan 2005. Pada tahun 2007, dilakukan restrukturisasi untuk kedua kalinya bagi PTPN I yang dilakukan dengan pemimpin sindikasi (Bank Agen) berdasarkan memo No. 663/MO/IAM-G/XI/07 tanggal 23 November 2007.

l. Pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 Bank tidak melanggar ataupun melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia

10. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN AKSEPTASI

a. Tagihan dan Kewajiban Akseptasi

2009 2008 2009 2008

Bukan bank - pihak ketiga

Rupiah - - - -Dollar Amerka Serikat 28,896 22,137 28,896 22,137 Euro - - - -Yen Jepang - 761 - 761 SGD 5,988 - 5,988 -Jumlah 34,884 22,898 34,884 22,898 Penyisihan kerugian (376) (229) - -Jumlah Bersih 34,508 22,669 34,884 22,898

Tagihan Akseptasi Kewajiban Akseptasi

Perdagangan 92,701 99,658 Jas a 18,522 25,547 Perindus trian 16,034 20,689 Lain-lain 136,180 132,042 Jumlah 263,437 277,936

Penyis ihan kerugian (68,709) (72,599)

Bersih 194,728 205,337

(23)

10. TAGIHAN DAN KEWAJIBAN AKSEPTASI ( lanjutan )

Tagihan akseptasi pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 dikelompokan lancar.

b. Tagihan dan kewajiban akseptasi berdasarkan jatuh tempo adalah sebagai berikut:

2009 2008

Lebih dari 1 s/d 3 bulan - 3,501 Lebih dari 3 s/d 6 bulan 34,884 19,397 Lebih 6 bulan -

-Jumlah Tagihan Kewajiban Akseptasi 34,884 22,898

c. Tagihan dan kewajiban akseptasi berdasarkan sisa umur jatuh tempo adalah sebagai berikut:

11. PENDAPATAN BUNGA YANG MASIH AKAN DITERIMA

a. Menurut mata uang: 2009 2008

Rupiah 32,819 33,786

Mata uang asing (USD) 4,094 2,774

Jumlah 36,913 36,560

b. Menurut Jenis: 2009 2008

Kredit yang diberikan 32,621 32,262

Efek-efek (termasuk obligasi pemerintah) 4,285 2,325

Penempatan pada Bank Lain 7 1,973

Jumlah pendapatan bunga yang masih akan diterima 36,913 36,560

2009 2008

Kurang dari atau sampai

dengan 1 bulan 20,180 7,122

Lebih dari 1 s/d 3 bulan 12,984 12,185 Lebih dari 3 s/d 6 bulan 1,720 3,591

(24)

12. AKTIVA TETAP 2009 2008 Tanah 2,405 2,403 Gedung 12,535 4,616 Renovasi/bangunan 46,755 41,204 Peralatan Kantor 15,972 14,521 Perabotan Gedung 14,293 12,779 Kendaraan Bermotor 11,085 12,012

Piranti Keras Komputer 32,570 20,218

Piranti Lunak Komputer 47,642 11,625

Aktiva tetap dalam penyelesaian 13,460 1,412

Jumlah 196,717 120,790 Akumulasi penyusutan : Gedung 1,482 323 Renovasi/Instalasi 37,591 32,784 Peralatan Kantor 12,599 11,418 Perabotan Gedung 11,151 9,622 Kendaraan Bermotor 9,245 8,665

Perangkat Keras Komputer 16,553 13,993

Perangkat Lunak Komputer 11,204 7,972

Jumlah 99,825 84,777

Nilai Buku 96,892 36,013

13. AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH

2009 2008

Nilai agunan yang diambil alih 223,134 231,725 Penyisihan penurunan nilai (27,683) (9,273)

Bersih 195,451 222,452

Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penurunan nilai untuk agunan yang diambil alih pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi.

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, yang berlaku efektif satu tahun setelahnya untuk agunan yang diambil alih, Bank diwajibkan melakukan penyisihan penghapusan terhadap agunan yang diambil alih, sesuai dengan persentase penyisihan yang telah ditetapkan.

(25)

14. AKTIVA LAIN-LAIN BERSIH

2009 2008

Uang muka 12,628 47,752

Sewa dibayar dimuka 13,354 18,043

Tagihan Restitusi Pajak 172 1,862

Uang Jaminan Sewa Gedung 2,835 2,768

Asuransi Dibayar Dimuka 1,520 1,946

Tagihan Lainnya- bersih 36,056 33,648

Lain-lain -

-Jumlah 66,565 106,019

Lain-lain juga meliputi biaya dibayar dimuka yang berhubungan dengan pemeliharaan, persediaan barang cetakan buku cek dan giro, personalia dan lainnya.

15. KEWAJIBAN SEGERA

2009 2008

Titipan dana kliring 7,001 9,512

Transfer dana dalam proses 3,881 82,830

Titipan nasabah 7,870 2,522

Deposito berjangka jatuh tempo 227 93

Hutang pajak pemungutan 12,492 6,093

Lain-lain 12,591 17,254

Jumlah 44,062 118,304

16. SIMPANAN

Simpanan terdiri dari:

istimewa Pihak ketiga Jumlah is timewa Pihak ketiga Jumlah

Giro 5,936 924,599 930,535 3,915 661,554 665,469 Tabungan 1,926 873,792 875,718 1,557 698,331 699,888 Depos ito Berjangka 334,585 3,741,823 4,076,408 142,512 3,958,754 4,101,266 Sertifikat Depos ito - Bers ih - - - - -

-Jumlah 342,447 5,540,214 5,882,661 147,984 5,318,639 5,466,623

2009 2008

(26)

16. SIMPANAN ( lanjutan )

a. Giro terdiri atas:

2009 2008

Pihak hubungan istimewa

Rupiah - 48

Dolar Amerika Serikat 5,856 3,773

Lainnya 80 94

Sub-jumlah 5,936 3,915

Pihak ketiga

Rupiah 470,384 477,237

Dolar Amerika Serikat 450,981 183,335

Lainnya 3,234 982

Sub-jumlah 924,599 661,554

Jumlah 930,535 665,469

Tingkat bunga rata-rata per tahun

Rupiah 3.20% 2.84%

Dolar Amerika Serikat 0.87% 1.94%

b. Tabungan terdiri atas:

2009 2008

Pihak hubungan istimewa 1,926 1,557

Pihak ketiga 873,792 698,331

Jumlah Tabungan 875,718 699,888

Tingkat bunga rata-rata

(27)

16. SIMPANAN ( lanjutan )

c. Deposito berjangka terdiri atas:

2009 2008

Pihak hubungan istimewa

Rupiah 25,427 1,827

Dollar Amerika Serikat 309,158 140,685

Sub Jumlah 334,585 142,512

Pihak ketiga

Rupiah 3,224,669 3,631,336

Dollar Amerika Serikat 513,061 327,418

Lainnya 4,093

-Sub Jumlah 3,741,823 3,958,754

Jumlah Deposito Berjangka 4,076,408 4,101,266

Klasifikasi deposito berjangka adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan periode deposito berjangka:

istimewa Pihak ketiga Jumlah istimewa Pihak ketiga Jumlah

1 bulan 333,162 2,027,172 2,360,334 141,224 2,307,024 2,448,248 3 bulan 1,423 1,078,389 1,079,812 1,288 874,479 875,767 6 bulan - 233,270 233,270 - 474,792 474,792 12 bulan - 304,427 304,427 - 280,300 280,300 > 12 Bulan - 98,565 98,565 - 22,159 22,159 Jumlah 334,585 3,741,823 4,076,408 142,512 3,958,754 4,101,266 2009 2008

Pihak hubungan Pihak hubungan

2. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:

istimewa Pihak ketiga Jumlah istimewa Pihak ketiga

Kurang dari atau sampai

dengan 1 bulan 333,560 2,417,907 2,751,467 141,339 2,602,133 Lebih dari 1 s/d 3 bulan 1,025 776,720 777,745 1,173 796,700 Lebih dari 3 s/d 6 bulan - 240,765 240,765 - 394,071 Lebih dari 6 s/d 12 bulan - 221,666 221,666 - 145,801 Lebih dari 12 bulan - 84,765 84,765 - 20,049

Jumlah 334,585 3,741,823 4,076,408 142,512 3,958,754

2009 2008

Tingkat bunga rata-rata per tahun

Rupiah 11.73% 8.35%

Dolar Amerika Serikat 2.06% 3.74%

2009 2008

Pihak hubungan Pihak hubungan

(28)

16. SIMPANAN ( lanjutan )

d. Sertifikat deposito

Merupakan sertifikat deposito dalam Rupiah dengan jangka waktu satu bulan dengan perincian sebagai berikut:

Klasifikasi sertifikat deposito menurut jatuh temponya:

2009 2008

Nilai Nominal -

-Bunga dibayar di muka yang - -belum diamortisasi -

-Jumlah -

-17. SIMPANAN DARI BANK LAIN

Simpanan dari bank lain seluruhnya merupakan transaksi dengan pihak ketiga, terdiri dari:

2009 2008

Giro 10,657 1,502

Deposito Berjangka 211,344 57,355

Inter-bank call money -

-Tabungan 16,446 2,604

Jumlah 238,447 61,461

a. Giro

Tingkat bunga rata-rata per tahun giro sebesar 2.5% dan 4.29% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008.

(29)

17. SIMPANAN DARI BANK LAIN ( lanjutan )

b. Deposito berjangka

1. Berdasarkan periode deposito berjangka:

2009 2008

Kurang dari 1 bulan 2,101 250

1 bulan 170,426 49,782

3 bulan 14,793 7,323

> 3 bulan 24,024

-Jumlah 211,344 57,355

2. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:

2009 2008

Kurang dari atau sampai

dengan 1 bulan 172,528 51,931

Lebih dari 1 s/d 3 bulan 16,755 5,424 Lebih dari 3 s/d 12 bulan 21,609

-> 12 Bulan 452

-Jumlah 211,344 57,355

Tingkat bunga rata-rata per tahun giro sebesar 9.59% dan 8.20% masing-masing pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008.

c. Inter-bank call money

1. Berdasarkan periode inter-bank call money:

2009 2008

Kurang dari 1 bulan -

-1 Bulan -

-3 Bulan -

->3 Bulan

(30)

-17. SIMPANAN DARI BANK LAIN ( lanjutan )

2. Berdasarkan sisa umur s/d saat jatuh tempo :

Tingkat bunga rata-rata per tahun giro sebesar 4,75% pada tanggal 31 Maret 2009. d. Tabungan

1. Berdasarkan periode tabungan:

2. Berdasarkan sisa umur s/d saat jatuh tempo :

Tingkat bunga rata-rata per tahun Tabungan sebesar 4.75% dan 5.93% pada tanggal 31 Maret 2009 dan 2008.

2009 2008

-Kurang dari atau sampai -

-dengan 1 bulan -

-Jumlah -

-2009 2008

Kurang dari atau sampai

-dengan 1 bulan 11,954

-Lebih dari 1 s /d 3 bulan 1,051

-Lebih dari 3 s /d 12 bulan 2,171 200

> 12 Bulan 1,270 2,404 Jumlah 16,446 2,604 2009 2008 1 bulan 11,529 -3 bulan - -6 bulan - -12 bulan 1,904 200 > 12 Bulan 3,013 2,404 Jumlah 16,446 2,604

(31)

18. PINJAMAN DITERIMA

Merupakan penerusan pinjaman dalam mata uang Rupiah dengan rincian sebagai berikut:

Tingkat bunga rata-rata sebesar 8.93% per tahun dan jangka waktu pinjaman 15 tahun.

19. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI

Transaksi komitmen dan kontinjensi yang lazim dalam kegiatan usaha bank yang memiliki risiko kredit adalah sebagai berikut: Saldo Estimasi kerugian Komitmen/ Kontinjensi Saldo Estimasi kerugian Komitmen/ Kontinjensi Rupiah Bank garansi 67,096 315 34,224 165

Irrevocable letters of credit - - 28,096 136 Fasilitas kredit kepada nasabah 167,018 1,773 -

-yang belum digunakan - - 212,353 2,124 Mata uang asing

Bank garansi 176 - 74

-Irrevocable letters of credit 20,375 184 22,319 108

Standby LC - - -

-Fasilitas kredit kepada nasabah

yang belum digunakan 53,002 530 34,447 344

Jumlah 307,667 2,802 331,513 2,877

2009 2008

Kolektibilitas transaksi komitmen dan kontinjensi dikelompokkan lancar.

Manajemen berpendapat bahwa jumlah estimasi kerugian transaksi komitmen dan kontinjensi yang telah dibentuk adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat tidak dipenuhinya kewajiban komitmen dan kontinjensi oleh nasabah.

2009 2008

Kredit likuiditas dari Bank Indonesia 16 20

Pihak lainnya - 18

(32)

20. BUNGA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 2009 2008 Rupiah Deposito berjangka 18,091 11,663 Tabungan - 2,293 Giro 16 1,151 Pinjaman diterima 135 33

Inter-bank call money -

-Jumlah Rupiah 18,242 15,140

Mata uang asing

Deposito berjangka 1,101 682

Giro - 354

Jumlah Mata Uang Asing 1,101 1,036

Jumlah 19,343 16,176

21. KEWAJIBAN LAIN-LAIN

2009 2008

Pendapatan Diterima dimuka 3,596 3,917

Biaya yang masih harus dibayar 21,588 16,291

Setoran jaminan tunai 6,546 17,974

Lain-lain 31,475 18,577

Jumlah 63,205 56,759

22. MODAL SAHAM

Persentase Jumlah

Jumlah Saham Kepemilikan Modal Disetor

%

ICB Financial Group Holding AG 3,354 67.07 335,354

AJB Bumiputera 1912 299 5.98 29,917

Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 1,347 26.95 134,729

Jumlah 5,000 100.00 500,000

5,000,000 500,000

31 Maret 2009

Referensi

Dokumen terkait

Adapun satistik uji ‘t’ yang digunakan yaitu uji dua pihak karena sesuai dengan tujuan penelitian yang dikemukakan sebelumnya yaitu untuk menentukan perbedaan hasil belajar

Pembelajaran yang dapat meningkatkan daya nalar siswa adalah pembelajaran yang membuat siswa aktif dalam berpikir sehingga pembelajaran menjadi terpusat pada siswa,

Setelah itu maka dilakukan perancangan animasi penulisan karakter Mandarin, dengan menggunakan perangkat lunak bantu Adobe Photoshop CS3, kemudian karakter

penggunaan polyoltriol dalam pembuatan polyurethane yaitu polypropylen glycol (PPG) three function, glycerol, dll. Penggunaan polyol triol ini mulai dikembangkan karena apabila

Open space dapat diartikan sebagai tanah yang tidak dikembangkan atau suatu area lingkungan yang diperuntukkan sebagai taman, jalan, dan tujuan alami (seperti

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek pendekatan pembelajaran terapan berbasis keterampilan proses sains sebagai cara mentransfer materi IPA pada siswa sekolah

Seba Sebagai gai con contoh toh, , ji jika ka Hew Hewlet lett-P t-Pack ackard ard (perusahaan Amerika Serikat) membeli microchip dari intel (juga perusahaan Amerika

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, Sang Pemilik Segala Ilmu dan Alam Semesta beserta isisnya, maka dengan segala nikmat, rahmat dan hidayah serta kesempatan