• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH UNIT AWIRARANGAN KUNINGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III GAMBARAN UMUM PEGADAIAN SYARIAH UNIT AWIRARANGAN KUNINGAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

46

UNIT AWIRARANGAN KUNINGAN

A. Sejarah Pegadaian Syariah

Di Indonesia terbitnya PP/10 tanggal 1 April 1990 dapat dikatakan menjadi tonggak awal kebangkitan pegadaian, suatu hal yang perlu dicermati bahwa PP/10 menegaskan misi yang harus diemban oleh pegadaian untuk mencegah praktik riba, misi ini tidak berubah hingga terbitnya PP/103/2000 yang dijadikan sebagai landasan kegiatan usaha perum pegadaian sampai sekarang. Banyak pihak berpendapat bahwa operasionalisasi pegadaian pra-Fatwa MUI tanggal 16 Desember 2003 tentang bunga bank telah sesuai dengan konsep Islam meskipun harus diakui bahwa terdapat beberapa aspek yang menepis anggapan itu. Setelah melalui kajian panjang, akhirnya disusunlah suatu konsep pendirian unit layanan gadai Islam sebagai langkah awal pembentukan divisi khusus yang menangani kegiatan usaha Islam.1

Adapun pegadaian syariah merupakan sebuah kembaga yang relatif baru di Indonesia. Konsep operasi pegadaian syariah mengacu pada sistem administrasi modern yaitu asas rasionalitas, efisiensi dan efektivitas yang diselaraskan dengan nilai Islam. Fungsi operasi pegadaian syariah dijalankan oleh kantor-kantor cabang pegadain syariah atau unit layanan gadai syariah (ULGS) sebagai satu unit organisasi dibawah binaan divisi lain perum pegadaian.

Prgadaian syariah pertama kali berdiri di Jakarta dengan nama unit layanan gadai syariah (ULGS) cabang Dewi Sartika di bulan Januari tahun 2003. Menyusul kemudian pendirian ULGS di Surabaya, Makasar, Semarang, Surakarta dan Yogyakarta di tahun yang samahingga September 2003. Masih ditahun yang sama pula, 4 kantor cabang pegadaian di Aceh dikonversi menjadi pegadaian syariah.2

1 M. Habiburrahim Lc, dkk, Mengenal Pegadaian Syariah (Jakarta : Kuwais, 2012), 218.

2 M. Habiburrahim Lc, dkk, Mengenal Pegadaian Syariah, 219.

(2)

Pegadaian syariah unit Awirarangan Kuningan yang beralamat di Jl. Jendral Sudirman Ruko Bojong Indah Blok A1-2 berdiri pada tahun 2009 dan mulai aktif operasionalnya pada tahun 2010.3

B. Tujuan, Visi dan Misi

Pegadaian syariah sebagai lembaga keuangan syariah non bank yang berdiri di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan segala jenis masalah yang muncul dalam masyarakat terutama masalah ekonomi. Adapun tujuan didirikannya pegadaian syariah yaitu turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama golongan menengah ke bawah melalui penyediaan dana atas dasar hukum gadai dan jasa dibidang ekonomi lainnya berdasarkan ketentuan perundang- undangan lainnya serta menghindarkan masyarakat dari gadai gelap, ijon, praktik riba dan pinjaman tidak wajar lainnya. Pegadaian syariah juga memegang nilai-nilai prinsip dasar dalam pengelolaan usaha seperti kejujuran, keadilan dan kesesuaian dengan syariah.4

Pegadaian syariah selain mempunyai tujuan yang harus dicapai, pegadaian juga harus mempunyai visi misi yang jelas. Visi pegadaian syariah yaitu sebagai solusi bisnis terpadu terutama berbasis gadai yang selalu menjadi market leader dan mikro berbasis fidusia selalu menjadi yang terbaik untuk masyarakat menengah kebawah. Sedangkan misi dari pegadaian syariah yaitu:5

1. Memberikan pembiayaan yang tercepat, termurah, aman dan selalu memberikan pembinaan terhadap usaha golongan menengah ke bawah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

2. Memastikan pemerataan pelayanan dan infrastruktur yang memberikan kemudahan dan kenyamanan diseluruh pegadaian dalam mempersiapkan diri menjadi regional dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

3Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

4 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, 390.

5www.pegadaian.co.id, diakses pada tanggal 13 Januari 2015.

(3)

3. Membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah ke bawah dengan melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya perusahaan.

C. Struktur Organisasi Pegadaian Syariah Unit Awirarangan Kuningan Sebuah organisasi memerlukan perangkat dan perlengkapan kantor yang memadai, selain yang paling utama ialah tugas pokok dan fungsi yang jelas bagi setiap pegawai atau stafnya untuk mencapai terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan.6

Perum pegadaian mengemban tugas pokok untuk melayani kegiatan pemberian kredit kepada masyarakat luas atas dasar penerapan prinsip-prinsip gadai yang dibenarkan oleh syariah Islam. Untuk bagian administrasi terdapat kasir, penaksir dan bagian administrasi lainnya.

Uktuk kasir tugasnya menerima surat bukti rahn (SBR) asli dan duplikat yang telah ditandatangani KPM, memeriksa kelengkapan dan keabsahan surat bukti rahn (SBR) dari KPM, mencocokan duplikat formulir permintaan pinjaman (FPP) dari rāhin dengan surat bukti rahn (SBR), meminta tandatangan rāhin dan melakukan pembayaran UP sebesar yang tercantum di surat bukti rahn (SBR), mengisi buku pinjaman berdasarkan surat bukti rahn (SBR) duplikat dan menyerahkan surat bukti rahn (SBR) duplikat ke KPM dan formulir permintaan pinjaman (FPP) duplikat ke petugas tata usaha, sedangkan penaksir bertugas untuk menerima formulir

6Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

Pengelola Unit

Administrasi Security

(4)

permintaan pinjaman, KTP atau kartu identitas lain, marhūn, memeriksa kebenaran pengisian formulir permintaan pinjaman dan marhūn, menentukan taksiran marhūn berdasarkan buku pedoman menaksir dan surat edaran yang berlaku serta menetapkan UP sesuai kewenangannya, menentukan biaya administrasi, menyerahkan duplikat formulir permintaan pinjaman yang telah ditandatangani rāhin, mengisi dan menandatangani surat bukti rahn (SBR) rangkap dua sesuai kewenangannya, merobek kitir bagian luar surat bukti rahn (SBR) duplikat dan menyimpan bersama, marhūn menyerahkan asli dan duplikat surat bukti rahn (SBR) kepada kasir, me-matrys kitir marhūn kantong dan gudang, menyusun surat bukti rahn (SBR) duplikat, menghitung jumlah marhūn, taksiran dan UP kemudian menuliskan pada halaman belakang surat bukti rahn (SBR) duplikat nomor terakhir pada hari itu dan mencocokan jumlah marhūn yang telah dimatrys atau diikat dan menyerahkan kepada penyimpan atau pemegang gudang dengan menggunakan buku serah terima marhun dengan memberikan tandatangan di kolom penyerahan.7 Untuk security yaitu mengamankan keadaan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

D. Produk Pegadaian Syariah di Unit Awirarangan Kuningan

Sejauh ini, perum pegadaian menerbitkan produk pegadaian yang beragam. Gadai merupakan kegiatan yang sejauh ini masih menjadi otoritas perum pegadaian, meskipun belakangan sejumlah bank syariah ikut menerbitkan produk gadai emas syariah. Produk gadai yang diterbitkan oleh perum pegadaian syariah unit Awirarangan Kuningan antara lain:8

1. Mulia yaitu investasi yang sangat likuid sepanjang masa. Program mulia ini memfasilitasi kepemilikan emas batangan melalui penjualan logam mulia oleh pegadaian secara tunai atau angsuran sampai 3 tahun dan tersedia pilihan logam mulia dengan berat 5 gr, 10gr, 25 gr, 50 gr, 100 gr, 250 gr dan I kg.

7 Pedoman Operasional Gadai Syariah, 2006.

8Brosur Pegadaian Syariah Unit Awirarangan Kuningan.

(5)

2. Jasa gadai berprinsip syariah (rahn) adalah skema pinjaman untuk memenuhi kebutuhan dana bagi masyarakat dengan sistem gadai sesuai syariah. Cepat prosesnya, aman penyimpananya. Barang jaminan berupa emas perhiasan, emas batangan, hp, laptop, barang elektronik lainnya, sepeda motor, mobil atau barang bergerak lainnya.

3. Arrum (pembiayaan usaha mikro kecil berprinsip syariah) merupakan skema pinjaman dengan sistem syariah bagi para pengusaha mikro kecil dan menengah dengan sistem pengembalian secara angsuran, dengan menggunakan jaminan BPKB mobil atau motor yang dimilikinya dan bisa juga emas. Jasa waktu pembiayaan fleksibel.

4. Amanah (pembiayaan kepemilikan kendaraan bermotor) merupakan skema pemberian pembiayaan kepada masyarakat yang berpenghasilan tetap dalam jangka waktu kreditnya 12, 24 dan 36 bulan yang pengembaliannya dilakukan secara angsuran.

5. Remittance (layanan pengiriman uang) yaitu layanan pengiriman dan penerimaan uang dari dalam dan luar negeri dengan biaya kompetitip yang bekerjasama dengan beberapa remiten berskala internasional. Remittance merupakan solusi terpercaya untuk kirim dan terima uang kapanpun dan dimanapun secara instan, cepat dan aman.

6. Multi pembayaran online adalah suatu layanan pembayaran berbagai tagihan bulanan seperti listrik, telepon, PDAM, pembelian pulsa, pembelian tiket KAI dan lain sebagainya secara online di outlet pegadaian di seluruh Indonesia. Solusi pembayaran cepat yang memberi kemudahan untuk keluarga Indonesia.

E. Kendala dan Peluang Pegadaian Syariah

Dalam realisasi terbentuknya pegadaian syariah dan praktek yang telah dijalankan, gadai syariah ternyata menghadapi kendala salah satunya yaitu persaingan sekarang ini tidak hanya pegadaian saja yang memberikan produk gadai tetapi banyak bank syariah juga yang memberikan produk gadai tersebut, selain itu kendala yang dihadapi

(6)

pegadaian syariah yaitu harga emas yang fluktuatif sehingga apabila harga taksiran emas rendah maka omsetpun akan menurun.9

Selain kendala ada juga peluang untuk memajukan pegadaian syariah, bahwasannya mengingat pegadaian syariah adalah perusahaan gadai yang mempunyai prinsip-prinsip syariat Islam, maka dengan sistem ini akan mempunyai segmentasi dan pangsa pasar yang baik sekali di Indonesia. Dengan sedikit modifikasi dan disesuaikan dengan ketentuan umum yang berlaku, peluang untuk dapat dikembangkan pegadaian syariah cukup besar.10

F. Mekanisme Gadai Syariah di Unit Awirarangan Kuningan

Mekanisme operasional gadai syariah sangat penting untuk diperhatikan, karena jangan sampai operasional gadai syariah tidak efektif dan efisien. Mekanisme operasional gadai syariah haruslah tidak menyulitkan calon nasabah yang akan meminjam uang atau akan melakukan akad utang-piutang. Akad yang dijalankan termasuk jasa dan produk yang dijual juga harus selalu berlandaskan syariah.

Adapun ketentuan atau persyaratan yang menyertai akad tersebut yaitu jangka waktu akad maksimum 120 hari, pinjaman dapat dilunasi atau diperpanjang (ulang rahn, mengangsur marhūn bih dan meminta tambahan) sampai dengan tanggal jatuh tempo, bila transaksi pelunasan dan perpanjangan akad dilakukan oleh rāhin di cabang atau unit pegadaian syariah online atau tempat yang ditunjuk oleh murtahin, maka rāhin telah menyetujui nota transaksi sebagai addendum perjanjian surat bukti rahn ini, dalam hal terjadi perpanjangan akad untuk tanggal jatuh tempo, tanggal lelang dan besaran marhūn bih tercantum dalam nota transaksi.

Permintaan penundaan lelang dapat dilayani sebelum jatuh tempo dengan mengisi formulir yang telah disediakan. Penundaan lelang dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku di murtahin, surat bukti rahn (SBR) dan nota transaksi harap disimpan dengan baik, jika hilang

9Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

10Nurul Hudan dan Mohamad Heykal, Lembaga Keuangan Islam Tinjauan Teoritis dan Praktis, 289.

(7)

harus melapor ke cabang atau unit pegadaian syariah penerbit surat bukti rahn, pengambilan marhūn harus menyerahkan SBR asli dan menunjukan kartu identitas serta rāhin wajib mentaati ketentuan akad yang ada di surat bukti rahn beserta addendumnya.11

1. Teknis Pemberian Pinjaman Gadai Syariah di Pegadaian Syariah Unit Awirarangan Kuningan

Mekanisme penyaluran pinjaman pada pelaksanaan sistem gadai syariah mempunyai prinsip bahwa nasabah hanya dibebani oleh biaya administrasi dan jasa simpan harta benda sebagai barang jaminan. Oleh karena itu, nasabah yang meminjam uang ke pegadaian syariah hanya wajib membayar sewa simpan barang dengan masa sewa 10 hari ditambah biaya administrasi.12

Untuk mengajukan permohonan permintaan gadai, calon nasabah harus terlebih dahulu memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Membawa fotocopy KTP atau identitas lainnya (SIM, paspor dan lain- lain).

2. Mengisi formulir permintaan rahn.

3. Menyerahkan barang jaminan (marhūn) seperti perhiasan, kendaraan dan barang-barang elektronik.

Selanjutnya prosedur pemberian pinjaman (marhūn bih) dilakukan melalui tahapan berikut:

1. Nasabah mendatangi kantor pegadaian syariah di unit Awirarangan Kuningan dan langsung menuju loket untuk meminta pembiayaan, setelah itu petugas loket akan memberikan formulir permintaan rahn dan nasabah harus mengisi formulir permintaan rahn tersebut.

2. Nasabah menyerahkan formulir permintaan rahn yang dilampiri dengan fotocopy identitas serta barang jaminan ke loket.

3. Petugas pegadaian menaksir marhūn agunan yang diserahkan.

4. Besarnya pinjaman atau marhūn bih adalah sebesar 90% dari taksiran marhūn.

11 Format akad rahn dapat dilihat di SBR (Surat Bukti Rahn) yang dikeluarkan pihak pegadaian syariah cabang maupun unit pegadaian syariah.

12Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

(8)

5. Apabila disepakati besarnya pinjaman, nasabah menandatangani akad dan menerima uang pinjaman.

1. Permohonan dan Penyerahan Barang Jaminan

2. Pencairan Dana

Bagan 2.1 Skema tata cara memperoleh pinjaman Keterangan

1. Nasabah (rāhin) datang langsung ke murtahin (dalam hal ini penaksir) dan menyerahkan barang (marhūn) yang akan digadaikan dengan menunjukan bukti identitas diri.

2. Barang jaminan akan diteliti kualitasnya oleh penaksir untuk ditaksir dan ditetapkan harganya. Setelah taksiran didapatkan maka ditetapkan jumlah uang pinjaman (marhūn bih) yang dapat dipinjam oleh nasabah (rāhin).

Besarnya uang pinjaman (marhūn bih) ditetapkan oleh panaksir lebih kecil dari harga pasar nilai barang. Hal ini merupakan cara pegadaian untuk meminimalisir kerugian yang dapat terjadi dikemudian hari. Pada tahap ini pula nasabah (rāhin) akan menandatangani dua akad yaitu akad rahn dan akad ijārah.

3. Selanjutnya uang pinjaman (marhūn bih) dapat diambil oleh nasabah (rāhin) dibagian kasir, setelah mendapatkan potongan biaya administrasi dan biaya pemeliharaan (ijārah).

Apabila nasabah yang meminjam ke pegadaian syariah tidak mampu membayar pinjamannya atau hanya bisa membayar jasa simpanannya saja, maka pegadaian syariah akan menjual barang jaminan tersebut. Jika dari hasil penjualan

Penaksir Nasabah atau

rahin

Penetapan jumlah pinjaman (marhun bih)

Kasir

(9)

barang jaminan tersebut terdapat kelebihan uang, maka kelebihan uang tersebut menjadi hak rāhin. Rāhin diberi kesempatan selama satu tahun untuk mengambil uang kelebihan tersebut dan apabila selama satu tahun uang tersebut tidak juga diambil, maka pihak pegadaian syariah akan dialokasikan untuk dana sosial.13

Untuk sumber dana yang didapatkan oleh pegadaian syariah untuk memberikan pembiayaannya kepada nasabah, pegadaian syariah melakukan kerjasama dengan Bank Mandiri, selain itu juga dari pihak pemerintah karena pegadaian syariah ini masih naungan pemerintah.

Barang yang digunakan untuk menjamin adalah barang yang dihasilkan dari sumber yang sesuai dengan syariah atau keberadaan barang tersebut di tangan nasabah bukan karena praktik riba, maysir dan gharar. Barang-barang tersebut antara lain:14

1. Barang perhiasan seperti emas, perak dan sebagainya.

2. Barang elektronik seperti HP, Laptop, Camera, TV dan sebagainya.

3. Kendaraan seperti motor, mobil. Untuk hal ini, pegadaian syariah unit Awirarangan Kuningan tidak menerima barang seperti motor dan mobil dikarenakan keterbatasan tempat yang kurang memadai. Tetapi hanya diminta BPKBnya saja.

2. Penggolongan Pinjaman dan Administrasi

Penggolongan pinjaman dan biaya administrasi (marhūn bih) serta tarif ijārah dapat dilihat pada tabel berikut:15

Golongan UP UP Pembulatan Pembulatan Biaya Tarif/

10 hari

Patokan

Min. Max. UP Ijārah Adm. Taksiran

A1 50.000 500.000 10.000 100 2.000 45 95%

B1 550.000 1.000.000 50.000 100 8.000 71 92%

B2 1.500.000 2.500.000 50.000 100 15.000 71 92%

B3 2.550.000 5.000.000 50.000 100 25.000 71 92%

C1 5.100.000 10.000.000 100.000 100 40.000 71 92%

C2 10.100.000 15.000.000 100.000 100 60.000 71 92%

C3 15.100.000 20.000.000 100.000 100 80.000 71 92%

13Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

14Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

15Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

(10)

D 20.100.000 Keatas 100.000 100 100.000 62 93%

Tabel 1.1 Penggolongan Pinjaman dan Biaya Administrasi

Penggolongan uang pinjaman yang diberikan kepada nasabah adalah sebagai berikut:

a. Golongan A

Jumlah pinjaman antara Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 500.000,- adalah masuk dalam kategori Surat Bukti Kredit golongan A, sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).

b. Golongan B

Jumlah pinjaman antara Rp.550.000,- sampai dengan Rp. 5.000.000,- adalah masuk dalam kategori Syarat Bukti Kredit Golongan B, sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).

c. Golongan C

Jumlah pinjaman antara Rp.5.100.000,- sampai dengan Rp. 20.000.000,- adalah masuk dalam kategori Syarat Bukti Kredit Golongan C, sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).

d. Golongan D

Jumlah pinjaman antara Rp.20.100.000,- sampai dengan tidak terbatas adalah masuk dalam kategori Syarat Bukti Kredit Golongan D, sedangkan jangka waktunya adalah 120 hari (empat bulan).

Nasabah harus membayar pinjaman disertai dengan biaya administrasi yang besarnya sangat bervariasi. Hal ini disebabkan dari tinggi rendahnya uang pinjaman.

Biaya administrasi yang harus dibayar oleh pemberi gadai kepada penerima gadai berdasarkan transaksi gadai syariah. Biaya administrasi dimaksud hanya dibebankan sekali kepada pemberi gadai ketika terjadi akad. Biaya administrasi dimaksud, sebagai berikut:

a. Biaya rill yang dikeluarkan berupa ATK, perlengkapan dan biaya tenaga kerja.

b. Besarnya biaya ditetapkan sesudah terjadi penaksiran nilai harta benda yang menjadi agunan.

c. Biaya dimaksud dibayar pada saat pinjaman dicairkan.

(11)

3. Teknis Pelunasan Gadai Syariah di Pegadaian Syariah Unit Awirarangan Kuningan

Jenis pelunasan pada pegadaian syariah terdiri dari pelunasan penuh, ulang gadai, angsuran dan tebus sebagian.16 Pada dasarnya nasabah dapat melunasi pinjamannya kapan saja tanpa harus menunggu waktu jatuh tempo. Prosedur pelunasan dilaksanakan dengan cara nasabah membayar pokok pinjaman dan jasa simpan sesuai dengan tarif yang ditetapkan.

Bagan 2.2 Skema Pelayanan Pelunasan

Nasabah menyerahkan surat bukti rahn dan menunjukan identitas diri yang tercantum dalam surat bukti rahn kepada kasir. Jika yang melunasi bukan nama yang tercantum dalam surat bukti rahn (SBR), maka harus mengisi kolom pengalihan hak yang dilampiri fotocopy dengan menunjukan asli identitas diri pemberi dan penerima kuasa serta menyerahkan pembayaran sesuai transaksi pelunasan yang diinginkan kemudian kasir menghitung jumlah ijārah yang harus dibayar oleh nasabah lalu menyerahkan bukti pembayaran pelunasan kepada nasabah, memberikan surat bukti rahn (SBR) asli kepada pemegang gudang atau penyimpanan, menerima dan meneliti surat bukti rahn (SBR) lama dan baru dari penaksir, kemudian mencatat ke buku pinjaman dan pelunasan

16 Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, 190.

Nasabah Kasir

Surat Bukti Rahn (SBR)

Surat Bukti Rahn

Uang (Rp) Uang (Rp)

Surat Bukti Rahn (SBR)

Barang Gadai Pemegang

Gudang

(12)

(BPP) serta meminta nasabah menandatangani surat bukti rahn (SBR) dan menerima segi pengeluaran marhūn. Penerima gudang menerima surat bukti rahn (SBR) asli dan kitir dari kasir serta mengambil marhūn ke gudang dan menyerahkan marhūn kepada nasabah.17

4. Penjualan Barang Gadai

Gadai merupakan jaminan utang dan tujuan gadai adalah mendapatkan pelunasan utang melalui harga barang yang digadaikan jika rāhin gagal melunasi utangnya setelah jatuh tempo. Jika telah jatuh tempo, orang yang menggadaikan barang berkewajiban melunasi utangnya.18 Jika tidak melunasinya maka barang jaminan tersebut di jual atau dilelang.

Penjualan barang jaminan itu adalah upaya untuk pengembalian uang pinjaman beserta jasa simpanan yang tidak dilunasi sampai batas waktu yang telah ditentukan. Penjualan barang gadai ini dilakukan setelah dilakukan pemberitahuan melalui surat peringatan atau menghubungi nasabahnya. Apabila tidak ada jawaban maka barang jaminan itu akan di lelang.19

Apabila setelah penjualan barang jaminan dilakukan oleh pegadaian syariah dan ada kelebihan dari hasil penjualannya, maka kelebihan uangnya itu akan diberikan kembali kepada nasabah. Apabila uang kelebihan tersebut tidak diambil juga maka uang kelebihan tersebut akan di alokasikan untuk dana sosial. Sedangkan apabila uang penjualan barang jaminan tersebut tidak mencukupi untuk melunasi pinjaman maka nasabah harus membayar sebagian utangnya lagi.20

5. Ketentuan Akad

Transaksi yang digunakan oleh pegadaian syariah adalah transaksi yang menggunakan dua akad, yaitu akad rahn dan akad ijārah. Penjelasan rinci mngenai kedua akad tersebut tertera pada lembar belakang surat bukti rahn. Sehingga dengan demikian setiap nasabah memahami apa yang hendak dilakukan. Meskipun secara konsep kedua akad dimaksud

17 Pedoman Operasional Gadai Syariah, 2006.

18 M. Nur Rianto Al Arif, Lembaga Keuangan Syariah, 289.

19Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

20Wawancara dengan Nita Noviantari sebagai pemutus taksiran, pada tanggal 13 Januari 2015.

(13)

sesungguhnya mempunyai perbedaan. Namun, dalam teknis pelaksanaannya nasabah tidak perlu mengadakan akad dua kali. Sebab satu lembar surat bukti rahn yang ditandatangani oleh nasabah sudah mencakup kedua akad yang dimaksud.

1. Akad rahn (gadai syariah)21

Rāhin menerima dan setuju terhadap uraian marhūn, penetapan taksiran marhūn ,marhūn bih, tarif ujrah, biaya administrasi yang tertera pada surat bukti rahn atau nota transaksi sebagai tanda bukti yang sah penerimaan marhūn bih,marhūn adalah milik rāhin, milik pihak lain yang dikuasakan kepada rāhin dan/atau kepemilikan sebagaimana pasal 1977 KUH perdata dan menjamin bukan berasal dari hasil kejahatan, tidak dalam obyek sengketa dan/atau sita jaminan, rāhin menyatakan telah berhutang kepada murtahin dan berkewajiban untuk membayar pelunasan marhūn bih dan ujrah dan biaya proses lelang (jika ada).

Murtahin akan memberikan ganti kerugian apabila marhūn yang berada dalam penguasaan murtahin mengalami kerusakan atau hilang yang tidak disebabkan oleh suatu bencana alam yang ditetapkan oleh pemerintah. Ganti rugi diberikan setelah diperhitungkan dengan marhūn bih sesuai ketentuan penggantian yang berlaku di murtahin, rāhin dapat mengangsur marhūn bih meminta tambah marhūn bih, menebus sebagian marhūn sebagai akad baru sedangkan perpanjangan waktu tetap menggunakan akad lama yaitu dengan taksiran dan marhūn bih lama. Jika terjadi penurunan atau kenaikan nilai taksiran marhūn maka mengacu kepada ketentuan yang berlaku di murtahin.

Permintaan penundaan lelang dapat dilayani sebelum jatuh tempo dengan mengisi formulir yang telah disediakan. Penundaan lelang dikenakan biaya sesuai ketentuan yang berlaku di murtahin, terhadap marhun yang telah dilunasi dan belum diambil oleh rāhin sampai terhitung sejak terjadinya tanggal pelunasan sampai dengan sepuluh hari tidak dikenakan jasa penitipan. Bila telah melebihi sepuluh hari

21Format akad rahn dapat dilihat di SBR (Surat Bukti Rahn) yang dikeluarkan pihak pegadaian syariah cabang maupun unit pegadaian syariah.

(14)

dari pelunasan, marhūn tetap belum diambil maka rāhin sepakat dikenakan jasa penitipan, besaran jasa penitipan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimurtahin atau sebesar yang tercantum dalam nota transaksi.

Apabila sampai dengan tanggal jatuh tempo tidak dilakukan pelunasan, menebus sebagian marūhn, mengangsur marhūn bih, penundaan lelang maka murtahin berhak melakukan penjualan marhūn, hasil penjualan lelang marhun setelah dikurangi marhūn bih, ujrah, biaya proses lelang (jika ada) dan bea lelang merupakan kelebihan yang menjadi hak rahin. Jangka waktu pengambilan uang kelebihan selama satu tahun sejak tanggal laku lelang dan jika lewat dari jangka pengambilan uang kelebihan rāhin menyatakan setuju untuk menyalurkan uang kelebihan lelang tersebut sebagai sedekah yang pelaksanaannya diserahkan kepada murtahin. Jika hasil penjualan lelang marhūn tidak mencukupi untuk melunasi kewajiban rāhin berupa marhūn bih, ujrah, biaya proses lelang (jika ada) dan bea lelang maka rāhin wajib membayar kekurangan tersebut.

Rāhin dapat datang sendiri untuk melakukan minta tambah marhūnbih, mengangsur marhūn bih, penundaan lelang, pelunasan dan menerima marhūn dan menerima uang kelebihan lelang atau dengan memberikan kuasa kepada orang lain dengan mengisi dan membubuhkan tandatangan pada kolom yang tersedia dengan melampirkan foto copy KTP rāhin dan penerima/kuasa serta menunjukan KTP asli penerima kuasa, dalam hal rāhin atau kuasanya melakukan minta tambah marhūn bih, pengambilan marhūn dan pengambilan uang kelebihan lelang maka hanya dilayani di kantor cabang/unitpenerbit surat bukti rahn.

Apabila rāhin meninggal dunia dan terdapat hak dan kewajiban terhadap murtahin ataupun sebaliknya, maka hak dan kewajiban tersebut dibebankan kepada ahli waris rāhin sesuai dengan ketentuan waris dalam hukum Republik Indonesia, rāhin menyatakan tunduk dan mengikuti segala peraturan yang berlaku pada murtahin sepanjang

(15)

ketentuan yang menyangkut hutang piutang dengan akad rahn dan apabila terjadi perselisihan dikemudian hari akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat dan apabila tidak tercapai kesepakatan akan diselesaikan melalui pengadilan agama setempat.

2. Akad ijārah (sewa penyimpanan)22

Musta’jir menyewa ma’jur (tempat penyimpanan/gudang) milik mua’jjir untuk menyimpan marhun milik musta’jir, musta’jir menyatakan tunduk dan mengikuti segala peraturan yang berlaku di mua’jjir dan setuju dikenakan ujrah (sewa penyimpanan) dengan ketentuan tarif ujrah yang berlaku di mua’jjir atau sebesar yang tercantum dalam nota transaksi, tarif ujrah persepuluh hari, untuk satu hari sampai dengan sepuluh hari dihitung sama dengan sepuluh hari, permintaan penundaan lelang dari musta’jir dapat diberikan tambahan hari penundaan sesuai ketentuan pada mua’jjir dan dikenakan ujrah sesuai dengan akad ijārah dan ketentuan yang berlaku di mua’jjir atau sebesar yang tercantum dalam nota transaksi.

Mua’jjir akan memberikan ganti kerugian apabila marhūn yang berada dalam penguasaan mua’jjir mengalami kerusakan atau hilang yang disebabkan oleh suatu bencana alam yang ditetapkan pemerintah.

Ganti rugi diberikan setelah diperhitungkan dengan ujrah sesuai ketentuan penggantian yang berlaku di mua’jjir, apabila musta’jir meninggal dan terdapat hak dan kewajiban terhadap mua’jjir ataupun sebaliknya, maka hak dan kewajiban tersebut jatuh kepada ahli waris musta’jir sesuai dengan ketentuan waris dalam hukum Republik Indonesia, terhadap transaksi ulang rahn, minta tambah marhūn bih, mengangsur marhūn bih penundaan lelang dan pelunasan dikenakan ujrah yang besarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di mua’jjir atau sebesar yang tercantum dalam nota transaksi.

Dari penjualan marhūn maka jika terdapat uang kelebihan setelah dikurangi ujrah adalah milik musta’jir, jangka waktu pengembalian uang kelebihan adalah selama satu tahun sejak tanggal penjualan dan

22 Format akad rahn dapat dilihat di SBR (Surat Bukti Rahn) yang dikeluarkan pihak pegadaian syariah cabang maupun unit pegadaian syariah.

(16)

jika lewat dari waktu yang ditentukan musta’jir menyatakan sebagai sedekah yang pelaksanaannya diserahkan kepada mua’jjir. Jika tidak mencukupi untuk melunasi kewajiban musta’jir berupa ujrah, maka musta’jir wajib membayar kekurangan tersebut. Apabila terjadi perselisihan dikemudian hari akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat dan apabila tidak tercapai kesepakatan akan diselesaikan melalui pengadilan agama setempat.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian faktor-faktor yang di duga dapat mempengaruhi keuntungan usahatani padi sawah organik adalah luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan, dan

 Dengan membaca teks yang di share oleh guru melalui WhatsApp Group tentang.. “Pengalaman Belajar dari Negara-negara ASEAN”, siswa mampu menganalisis posisi

Intensive Care Unit (ICU) merupakan unit perawatan pasien kritis dengan suasana yang serba cepat, aktivitas yang sibuk, dan jam besuk yang dibatasi sehingga

Tercatat nilai ekspor lemak dan minyak Hewan/Nabati pada Januari-April 2017 mencapai US$56,1 juta atau 44,84 persen dari jumlah ekspor nonTimah Provinsi Kepulauan Bangka

Akhir sekali, nilai-nilai seperti purata setiap aspek tahap kepentingan pelanggan Nuklear Malaysia, purata setiap aspek tahap kepuasan pelanggan Nuklear Malaysia, purata

Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa lokasi usaha juga berpengaruh terhadap keberhasilan usaha rendang di Kota Payakumbuh. Hal ini merupakan faktor yang dapat

Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna karena berhubungan dengan faktor jumlah rokok yang di konsumsi orangtua atau anggota keluarga balita

Pengguna dapat memesan pada smartphone android sesuai jadwal yang tersedia dan akan menampilkan biaya dari perhitungan jarak antara titik jemput sampai titik