• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM INFORMASI PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP BERBASIS NAIVE BAYES PADA PT JAGARA RAYA BUANA TUGAS AKHIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SISTEM INFORMASI PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP BERBASIS NAIVE BAYES PADA PT JAGARA RAYA BUANA TUGAS AKHIR"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM INFORMASI PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP BERBASIS NAIVE BAYES PADA PT JAGARA RAYA BUANA

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga

BAMBANG ABDU ROBBI NIM: 12183664

Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika

Sukabumi 2022

(2)

i

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Bambang Abdu Robbi

NIM : 12183664

Jenjang : Diploma Tiga (D3)

Program Studi : Sistem Informasi Kampus Kota Sukabumi Fakultas : Teknik dan Informatika

Perguruan Tinggi : Universitas Bina Sarana Informatika Dengan ini menyatakan bahwa Tugas Akhir yang telah saya buat dengan judul: “Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes Pada PT Jagara Raya Buana”, adalah asli (orsinil) atau tidak plagiat (menjiplak) dan belum pernah diterbitkan/dipublikasikan dimanapun dan dalam bentuk apapun.

Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga. Apabila di kemudian hari ternyata saya memberikan keterangan palsu dan atau ada pihak lain yang mengklaim bahwa Tugas Akhir yang telah saya buat adalah hasil karya milik seseorang atau badan tertentu, saya bersedia diproses baik secara pidana maupun perdata dan kelulusan saya dari Universitas Bina Sarana Informatika dicabut/dibatalkan.

Dibuat : di Sukabumi

Pada tanggal: 19 Oktober 2021 Yang menyatakan,

Bambang Abdu Robbi

(3)

ii

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUANPUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:

Nama : Bambang Abdu Robbi

NIM : 12183664

Jenjang : Diploma Tiga (D3)

Program Studi : Sistem Informasi Kampus Kota Sukabumi Fakultas : Teknik dan Informatika

Perguruan Tinggi : Universitas Bina Sarana Informatika Dengan ini menyetujui untuk memberikan ijin kepada pihak Universitas Bina Sarana Informatika, Hak Bebas Royalti Non- Eksklusif (Non-exclusive Royalti- Free Right) atas karya ilmiah kami yang berjudul: “Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes Pada PT Jagara Raya Buana”, beserta perangkat yang diperlukan (apabila ada).

Dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini pihak Universitas Bina Sarana Informatika berhak menyimpan, mengalih-media atau mem-format-kan, mengelolanya dalam pangkalan data (database), mendistribusikannya dan menampilkan atau mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari kami selama tetap mencantumkan nama kami sebagai penulis/pencipta karya ilmiah tersebut.

Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan pihak Universitas Bina Sarana Informatika, segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam karya ilmiah saya ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Sukabumi

Pada tanggal :19 Oktober 2021 Yang menyatakan,

Bambang Abdu Robbi

(4)

iii

(5)

iv

(6)

v

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Tugas Akhir pada Program Diploma Tiga (D3) ini penulis sajikan dalam bentuk buku yang sederhana. Adapun judul Tugas Akhir, yang penulis ambil sebagai berikut, “Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes”.

Tujuan penulisan Tugas Akhir pada Program Diploma Tiga (D3) ini dibuat sebagai salah satu syarat kelulusan Program Diploma Universitas Bina Sarana Informatika. Sebagai bahan penulisan diambil berdasarkan hasil penelitian, observasi dan beberapa sumber literatur yang mendukung penulisan ini. Penulis menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dorongan dari semua pihak, maka penulisan Tugas Akhir ini tidak akan berjalan lancar. Oleh karena itu pada kesempatan ini, ijinkanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Rektor Universitas Bina Sarana Informatika.

2. Dekan Fakultas Teknik dan Informatika

3. Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika.

4. Bapak Rusda Wajhillah,M.Kom selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir.

5. Ibu Susilawati, SE., M.M selaku Pembimbing Praktik Kerja Lapangan.

6. Staff / karyawan / dosen di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika.

7. Bapak Aceng Jaelani selaku Supervisor Admin PT Jagara Raya Buana 8. Staff / karyawan di lingkungan PT Jagara Raya Buana.

9. Orang tua tercinta yang telah memberikan dukungan moral maupun spiritual.

(7)

vi 10. Rekan-rekan mahasiswa kelas 12.6A.28.

11. Serta teman dan sahabat yang telah memberikan dukungan dan semangat.

Serta semua pihak yang terlalu banyak untuk disebut satu persatu sehingga terwujudnya penulisan ini. Penulis menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini masih jauh sekali dari sempurna, untuk itu penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang.

Akhir kata semoga Tugas Akhir ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca yang berminat pada umumnya.

Sukabumi, 3 Januari 2021 Penulis,

Bambang Abdu Robbi

(8)

vii

ABSTRAK

Bambang Abdu Robbi (12183664), Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes.

Pengangkatan calon karyawan merupakan agenda yang dilakukan oleh perusahaan dimana upaya pengembangan karir bagi pegawai kontrak telah dilakukan selama masa perjanjian kontrak. Pemilihan calon karyawan tetap dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pelaksana berhak memilih karyawan yang terpilih menjadi karyawan tetap, hanya karyawan yang memiliki potensi dan prestasi yang berhak mendapatkan kesempatan. Karyawan yang baik dan berkualitas tentunya berdampak positif bagi perusahaan tempat mereka bekerja. Oleh karena itu perusahaan harus menyeleksi orang-orang yang ingin masuk dan bekerja di perusahaan dengan baik. Saat ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat, dimana lapangan pekerjaan yang tersedia semakin sedikit dan proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang semakin ketat, membuat masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Kemudian dapat dikatakan lebih lanjut bahwa tujuan utama dari pemilihan karyawan tetap adalah untuk mendapatkan orang yang tepat untuk suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara maksimal dan dapat bertahan di instansi tersebut dalam waktu yang lama. Penulis melakukan penelitian dengan metode waterfall yang dimana pada setiap tahapan dilakukan dengan berurutan. Maka dengan penelitian ini menghasilkan sebuah perancangan Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes yang bisa menjadi solusi untuk memudahkan instansi untuk menentukan karyawan tetap.

Kata kunci: Sistem Informasi, Calon Karyawan Tetap , Metode Naive Bayes, Menentukan Karyawan Tetap.

(9)

viii

ABSTRACT

Bambang Abdu Robbi (12183664), Information System For Hiring Permanent Employess Based On Naive Bayes.

The appointment of prospective employees is an agenda carried out by the company where career development efforts for contract employees have been carried out during the contract agreement period. The selection of prospective permanent employees is carried out within a certain period of time and within a certain period of time the executor has the right to choose employees who are elected as permanent employees, only employees who have potential and achievements are entitled to opportunities. Good and quality employees certainly have a positive impact on the company where they work. Therefore the company must select the people who want to enter and work in the company well. Currently, the competition for jobs is getting tougher, where there are fewer available jobs and the recruitment and selection process for employees is getting tougher, making it increasingly difficult for people to find jobs. Then it can be said further that the main purpose of the selection of permanent employees is to get the right person for a certain position, so that person is able to work optimally and can survive in the agency for a long time. The author conducts research with the waterfall method which at each stage is carried out sequentially. So with this research resulted in a design of a Information System For Hiring Permanent Employess Based On Naive Bayes which can be a solution to make it easier for agencies to determine permanent employees.

Keywords: Information System, Prospective Permanent Employees, Naive Bayes Method, Determining Permanent Employees.

(10)

ix

DAFTAR ISI

Lembar Judul Tugas Akhir………i

Lembar Pernyataan Keaslian Tugas Akhir………...ii

Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah………iii

Lembar Persetujuan Dan Pengesahan Tugas Akhir……….iv

Lembar Konsultasi Tugas Akhir………...v

Kata Pengantar……….vi

Lembar Abstraksi………...…….vii

Daftar Isi………..ix

Daftar Simbol………...xi

Daftar Gambar………..xvii

Daftar Tabel………...………..xviii

Daftar Lampiran……….xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Tujuan dan Manfaat ... 3

1.3. Metode Penelitian ... 3

1.4 Ruang Lingkup ... 4

BAB II LANDASAN TEORI ... 5

2.1. Konsep Dasar Sistem ... 5

2.2 Teori Pendukung ... 7

BAB III ANALISIS SISTEM BERJALAN ... 11

3.1. Tinjauan Perusahaan ... 11

3.1.1. Sejarah Institusi/Perusahaan ... 11

(11)

x

3.1.2 Struktur Organisasi dan Fungsi... 11

3.2. Prosedur Sistem Berjalan ... 14

3.3. Activity Diagram ... 14

3.4. Spesifikasi Dokumen Masukan ... 15

3.5. Spesifikasi Dokumen Keluaran ... 16

3.6. Permasalahan Pokok ... 17

3.7. Pemecahan Masalah ... 17

BAB IV PERANCANGAN SISTEM USULAN ... 19

4.1. Tahapan Perancangan Sistem ... 19

4.1.1. Analisis Kebutuhan ... 19

4.1.2. Rancangan Use Case Diagram ... 20

4.1.3. Rancangan Activity Diagram... 23

4.1.4. Rancangan Dokumen Sistem Usulan ... 24

4.2. Perancangan Prototype ... 25

4.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD) ... 25

4.2.2. Logical Record Structure (LRS) ... 25

4.2.3. Spesifikasi File ... 26

4.2.4. Class Model/Class Diagram... 29

4.2.5.Sequence Diagram ... 30

4.2.6. Rancangan Antarmuka ... 33

4.2.7. Spesifikasi Hardware dan Software ... 39

4.3. Pengujian Rancangan Antarmuka ... 39

4.4. Jadwal Implementasi ... 41

BAB V PENUTUP ... 42

5.1. Kesimpulan ... 42

5.2. Saran ... 42

DAFTAR PUSTAKA ... 44

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 46

SURAT KETERANGAN RISET/PKL ... 47

LAMPIRAN ... 48

(12)

xi

DAFTAR SIMBOL

1. Simbol Entity Relationship Diagram Entitas (Entity)

Entitas, yaitu kumpulan dari objek yang dapat diidentifikasian secara unik.

Relasi (Relationship)

Relasi, yaitu hubungan yang terjadi antara salah satu atau lebih entitas. Jenis hubungannya antara lain, one to one, one to many, dan many to many.

Atribut (Attribute)

Atribut, yaitu karakteristik dari entitas atau relasi yang merupakan penjelasan detail tentang entitas.

Garis Penghubung (Connector Line)

Garis penghubung, yaitu penghubung antara entitas dengan atributnya dan himpunan entitas dengan himpunan relasinya.

(13)

xii 2. Simbol Use Case Actor

mewakili peran orang, sistem yang lain, atau alat ketika berkomunikasi dengan use case.

Use Case

Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu aktor.

Association

Garis yang digunakan untuk menghubungkan antara actor dengan use case.

Include

Mengspesifikasikan bahwa use case sumber secara eksplisit.

Extend

Mengspesifikasikan bahwa use case target memperluas perilaku dari use case sumber pada suatu titik yang diberikan.

(14)

xiii

3. Simbol Activity Diagram

Star Point

Menunjukan titik awal workflow, hanya ada satu start point dalam satu activity diagram.

End Point

Menunjukan titik akhir dari activity diagram, dalam satu diagram bisa terdapat lebih dari satu end point.

Activity

Memperlihatkan bagaimana masing-masing kelas antarmuka saling berinteraksi satu sama lain.

Decision

Digunakan untuk menggambarkan suatu keputusan/tindakan yang harus diambil pada kondisi tertentu.

Join (Penggabungan)

Digunakan untuk menunjukan kegiatan yang digabungkan.

Fork(Percabangan)

Digunakan untuk menunjukan kegiatan yang dilakukan secara parlel.

(15)

xiv Decision Node

Kondisi dimana kita perlu membuat keputusan sebelum memutuskan aliran kontrol.

Merge Node

Merupakan node kontrol yang menyatukan banyak aliran alternatif.

4. Simbol Sequence Diagram Actor

Menggambarkan orang yang sedang berinteraksi dengan sistem.

Boundary Class

Menggambarkan interaksi antara satu atau lebih actor dengan sistem, memodelkan bagian dari

sistem yang bergbung pada pihak lain disekitarnya dan merupakan pembatas sistem dan dunia luar.

Control Class

Menggambarkan“perilakumengatur”,mengkoordinas ikan perilaku sistem dan dinamika dari suatu sistem,

(16)

xv

menangani tugas utama dan mengontrol alur kerja suatu sistem.

Entity Class

Menggambarkan informasi yang harus disimpan oleh sistem (struktur data dari sebuah sistem).

A Focus of Control & A Life Line

Menggambarkan tempat mulai dan berakhirnya massage.

A Massage

Menggambarkan Pengiriman Pesan.

5. Simbol Class Diagram

Class

Himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama.

Generalization

Hubungan dimana objek anak berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada di atasnya objek

(17)

xvi induk.

Association

Apa yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya.

Dependency

Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya elemen yang tidak mandiri (independent).

Nary Association

Upaya untuk menghindari asosiasi dengan lebih dari 2 objek.

(18)

xvii

DAFTAR GAMBAR

Gambar II.1 Struktur Organisasi ... 12

Gambar III.2 Activity Diagram Sistem Yang Sedang Berjalan ... 15

Gambar IV.1 Diagram Use Case Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes ... 20

Gambar IV.2 Activity Diagram Prediksi Kenaikan Jabatan Karyawan ... 24

Gambar IV.3 ERD Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes ... 25

Gambar IV.4 LRS Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes ... 26

Gambar IV.5 Class Diagram Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes ... 30

Gambar IV.6 Sequence Diagram Login Admin ... 30

Gambar IV.7 Sequence Diagram Menu Data Karyawan ... 31

Gambar IV.8 Sequence Diagram Menu Data Sampel ... 32

Gambar IV.9 Sequence Diagram Menu Data Testing ... 33

Gambar IV.10 Tampilan Halaman Login ... 34

Gambar IV.11 Halaman Menu Utama Sistem ... 34

Gambar IV.12 Halaman Data Karyawan ... 35

(19)

xviii

Gambar IV.13 Halaman Data Sampel ... 36

Gambar IV.14 Halaman Data Testing ... 36

Gambar IV.15 Halaman Data Testing ... 37

Gambar IV.16 Detail Perhitungan Jumlah Kelas Naik Jabatan ... 37

Gambar IV.17 Detail Perhitungan Probabilitas Naik Jabatan ... 38

Gambar IV.18 Detail Perhitungan Tahap 3 Dan Data Hasil Prediksi ... 38

Gambar IV.19 Tahap Penyimpanan Data Hasil Prediksi ... 39

(20)

xix

DAFTAR TABEL

Table 1. Skenario Use Case Login ... 21

Table 2. Skenario Use Case Karyawan ... 21

Table 3. Skenario Use Case Sampel ... 22

Table 4. Skenario Use Case Testing ... 22

Table 5. Skenario Use Case Prediksi ... 23

Table 6. Spesifikasi File Karyawan ... 26

Table 7. Spesifikasi File Testing ... 27

Table 8. Spesifikasi File Sampel ... 28

Table 9. Spesifikasi File User ... 29

Table 10. Skenario Pengujian ... 40

Table 11. Jadwal Implementasi ... 41

(21)

xx

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A.1 Form Order Outlet………..……….47

Lampiran A.2 Form Pengiriman Produk………..………...48

Lampiran B.1 Data Karyawan PT Jagara Raya Buana………...49

Lampiran B.2 Laporan Penjualan………..……….51

Lampiran B.3 Data Penjualan Kredit………...…………...51

Lampiran B.4 Daftar Outlet………..………..52

Lampiran B.5 Surat Pengiriman Produk………...…………...…...52

Lampiran B.6 Invoice atau Tagihan……...………...………..53

(22)

xxi

(23)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pengangkatan calon karyawan merupakan agenda yang dilakukan oleh perusahaan dimana upaya pengembangan karir bagi pegawai kontrak telah dilakukan selama masa perjanjian kontrak. Pemilihan calon karyawan tetap dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pelaksana berhak memilih karyawan yang terpilih menjadi karyawan tetap, hanya karyawan yang memiliki potensi dan prestasi yang berhak mendapatkan kesempatan.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan layak atau tidaknya seorang karyawan menjadi karyawan tetap adalah kehadiran, kepribadian, prestasi, dan sebagainya. Dengan penilaian terhadap kriteria tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan dan mengambil keputusan atas urutan prioritas kelayakan.

Karyawan yang baik dan berkualitas tentunya berdampak positif bagi perusahaan tempat mereka bekerja. Oleh karena itu perusahaan harus menyeleksi orang-orang yang ingin masuk dan bekerja di perusahaan dengan baik. Saat ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat, dimana lapangan pekerjaan yang tersedia semakin sedikit dan proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang semakin ketat, membuat masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Kemudian dapat dikatakan lebih lanjut bahwa tujuan utama dari pemilihan karyawana tetap adalah untuk mendapatkan orang yang tepat untuk suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara maksimal dan dapat bertahan di instansi tersebut dalam waktu yang lama.

(24)

2

Adapun UU yang mengatur tentang kontrak kerja karyawan UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha taua pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak. Ketentuan umum PKWT menurut Kepmenaker No. 100 tahun 2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Waktu Tertentu, perjanjian kerja ada 2, Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)dan Perjanjian waktu tidak tertentu (PKWTT). PKWT bersifat sementara sedangkan PKWTT perjanjian antara pekerja dengan pengusaha yang bersifat tetap (karyawan tetap).

Dalam proses seleksi karyawan tetap, perusahaan harus betul-betul membuat sebuah peraturan yang ketat dalam mencari karyawan tetap dengan melihat spesifikasi para karyawan kontrak. Di PT Jagara Raya Buana yaitu tempat dilakukannya penelitian, Belum adanya metode yang dilakukan untuk pengangkatan karyawan tetap maka sering terjadi kesalahan dalam melakukan penilaian terhadap karyawan yang akan diangkat sebagai karyawan tetap, seperti adanya karyawan yang memiliki beberapa absent, pengetahuan kerja yang kurang, tidak memiliki inovasi, kurangnya dalam mengambil keputusan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk hal ini adalah dengan metode data mining atau metode algoritma Naive Bayes.

Algoritma Naive Bayes merupakan salah satu pengklasifikasi statistik, dimana pengklasifikasi ini dapat memprediksi probabilitas keanggotaan kelas suatu data yang akan masuk ke dalam kelas tertentu, sesuai dengan perhitungan probabilitas. Pengklasifikasi bayes didasari oleh teorema bayes yang ditemukan oleh Thomas Bayes pada abad ke-18. Dalam studi pembandingan algoritma klasifikasi telah ditemukan simple Bayesian atau yang biasa dikenal dengan naive bayes classifier. Naive Bayes classifier menunjukkan akurasi dan kecepatan yang tinggi bila diterapkan pada database yang besar. Metode ini sering digunakan dalam

(25)

3

menyelesaikan masalah dalam bidang mesi pembelajaran karena metode ini dikenal memiliki tingkat akurarsi yang tinggi dengan perhitungan sederhana. Teorema bayes merupakan dasar aturan dari naïve bayes a(Handayani & Pribadi, 2015).

Berdasarkan penelitian inilah naïve bayes diputuskan untuk digunakan karena algoritma ini lebih kuat daripada algoritma lainnya. Data karyawan yang bekerja sebagai karyawan lapangan akan digunakan sebagai data mining yang akan digunakan untuk memprediksi pengangkatan karyawan tetap dan menentukan tingkat keberhasilan prediksi tersebut menggunakan data testing terhadap karyawan yang masih kontrak.

1.2. Tujuan dan Manfaat

Dari latar belakang permasalahan diatas, maka tujuan dan manfaat yang di capai adalah sebagai berikut:

1. Memudahkan dalam menentukan calon karyawan tetap yang diharapkan oleh perusahaan.

2. Dapat mengklarifikasikan kelayakan karyawan untuk menentukan calon karyawan tetap dan dapat dipertanggung jawabkan oleh perusahaan.

1.3. Metode Penelitian

Adapun metode penelitian yang akan digunakan adalah:

1 . Observasi Dalam observasi penulis melihat langsung alur pengangkatan karyawan tetap

di lokasi kerja di PT Jagara Raya Buana.

(26)

4

2. Wawancara

Dalam wawancara penulis bertanya secara langsung kepada narasumber yang merupakan admin PT Jagara Raya Buana bernama Aceng Jaelani. wawancara tersebut untuk pengumpulan data proses alur pengankatan karyawan tetap PT Jagara Raya Buana.

3. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan penulis dengan cara membaca buku untuk mendapat bahan tambahan yang bersifat teoritis yang dapat menunjang dalam penyusunan laporan penelitian.

1.4 Ruang Lingkup

Peneliti perlu membuat ruang lingkup agar hasil penelitian dapat lebih terfokus pada permasalahan yang diangkat. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian yang hanya dilakukan di PT Jagara Raya Buana dimana karyawan tetap ditentukan dengan metode algoritma naïve bayes.

(27)

5

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Pada umumnya setiap organisasi mempunyai sistem informasi dalam mengumpulkan, menyimpan, melihat, dan menyalurkan informasi dalam membuat perancangan sistem informasi. Konsep dasar sistem merupakan sekelompok komponen berbasis komputer yang dibuat oleh manusia dalam mengelola data, menyimpan, menghimpun kerangka kerja serta mengkoordinasikan sumber daya manusia dan komputer untuk mengubah sistem masukan menjadi sistem keluaran untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

a. Sistem

Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyadi, 2016). Sedangkan menurut (Mulyani, 2016) menyatakan bahwa “sistem bisa diartikan sebagai sekumpulan sub sistem, komponen yang saling bekerja sama dengan tujuan yang sama untuk menghasilkan output yang sudah ditentukan sebelumnya”. Berdasarkan definisi sistem di atas dapat disimpulkan sistem adalah sekelompok unsur-unsur yang saling terhubung untuk mencapai tujuan tertentu.

b. Sistem Informasi

Pengertian Sistem Informasi menurut (Hutahaean, 2018) ialah, “Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu

(28)

6

organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan”.

Sedangkan menurut (Marimin, 2016),Sistem Informasi adalah merupakan suatu komponen yang saling berhubungan dengan proses penciptaan dan penyampaian informasi dalam perusahaan, yang memproses input berupa sumber data, kemudian diproses dengan komponen hardware, software, dan brainware dan menghasilkan informasi sebagai output.

c. Website

Menurut (Bekti, 2015) Website merupakan kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara,dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masingmasing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman.

Sedangkan menurut (Rahmadi, 2013) ”website (lebih dikenal dengan sebutan situs) adalah sejumlah halaman web yang memiliki topik saling terkait, terkadang disertai pula dengan berkas-berkas gambar, video atau jenis-jenis berkas lainnya”.

d. Basis Data

Menurut (Abdulloh, 2018) Database atau basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi.

Menurut (Enterprise, 2017) Basis data adalah suatu aplikasi yang menyimpan sekumpulan data. Setiap basis data mempunyai perintah tertentu untuk membuat, mengakses, mengatur, mencari, dan menyalin data yang ada di dalamnya.

(29)

7

1. XAMPP

Menurut Purbadian (2016:1), berpendapat bahwa “XAMPP merupakan suatu software yang bersifat open source yang merupakan pengembangan dari LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP dan Perl)”.

2. MySQL

MySQL merupakan software database open source yang sering digunakan untuk mengolah basis data yang menggunakan bahasa SQL (Subagia, 2018). Menurut (Winarno, 2014), “MySQL adalah sebuah software database. MySQL merupakan tipe data relasional yang artinya MySQL menyimpan datanya dalam bentuk tabel- tabel yang saling berhubungan. Keuntungan menyimpan data di database adalah kemudahannya dalam penyimpanan dan menampilkan data karena dalam bentuk tabel”.

2.2 Teori Pendukung

Dalam tugas akhir ini teori pendukung dalam mendeskripsikan sistem yang sedang berjalan secara autoformat/komputerisasi, manual atau gabungan dari keduanya dalam susunan berbentuk sistem yang saling berhubungan, Adapun teori pendukung yang dimaksud untuk merancang model dan sistem yang baru pada penulisan tugas akhir ini adalah:

A. Algoritma Naive Bayes

Naive Bayes merupakan pengklasifikasi probabilitas sederhana berdasarkan pada teorema Bayes. Keuntungan Naive Bayes Classifier adalah hanya membutuhkan sejumlah kecil data pelatihan untuk memperkirakan parameter (sarana dan varians dari variabel) dalam proses klasifikasi. Dalam prosesnya, Naive Bayes

(30)

8

mengasumsikan bahwa ada atau tidaknya suatu fitur pada suatu kelas tidak berhubungan dengan ada atau tidaknya fitur lain di kelas yang sama (Setiawan &

Ratnsari, 2014). Semua klasifikasi Bayes merupakan klasifikasi statistik yang dapat digunakan untuk memprediksi probabilitas keanggotaan suatu class. Untuk klasifikasi Bayes sederhana dikenal sebagai naïve Bayesian Classifier yang dapat diasumsikan bahwa efek dari suatu nilai atribut sebuah kelas yang diberikan adalah bebas dari atributatribut lain. Asumsi ini disebut class conditional independence yang dibuat untuk memudahkan dalam perhitungan (Sulaksono & Darsono, 2015).

Menurut (Olson & Delen, 2008) menjelaskan Naïve Bayes untuk setiap kelas keputusan, menghitung probabilitas dengan syarat bahwa kelas keputusan adalah benar, mengingat vektor informasi obyek. Algoritma ini mengasumsikan bahwa atribut obyek adalah independen. Probabilitas yang terlibat dalam memproduksi perkiraan akhir dihitung sebagai jumlah frekuensi dr ” master ” tabel keputusan.

B. Unified Modeling Language (UML)

Menurut (Rosa & Shalahuddin, 2015)“UML (Unified Modelling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan didunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasikan objek. Sedangkan Menurut (Nugroho, 2010) pengertian UML atau Unified Modeling Language ialah bahasa pemodelan khusus untuk sistem atau perangkat lunak dengan paradigma “beriorientasi objek”.

Jadi UML (Unified Modeling Language) dapat diartikan sebagai bahasa visual untuk menggambarkan definisi-definisi tentang requirement, membuat analisis dan desain serta menggambar arsitektur dalam pemrograman berorientasikan objek dengan menggunakan teks-teks pendukung.

(31)

9

C. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Yanto (2016:32) “ERD adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari model konseptual sauatu basis data relasional. ERD juga merupakan gambaran yang merelasikan antara objek yang satu dengan objek yang lain dari objek di dunia nyata yang sering dikenal dengan hubungan antar entitas”.

Fatta (2007) mengemukakan bahwa, “Didalam ERD terdapat komponen- komponen khusus untuk menggambarkan elemen-elemen ERD” yaitu:

1. Entitas

Entitas adalah objek yang harus menampilkan beberapa event untuk menjadi sebuah entitas.

2. Atribut

Atribut adalah informasi dari sebuah entitas yang merupakan kata benda dan hanya digunakan oleh organisasi yang dimasukan dalam model.

3. Identifier

Identifier adalah satu atau lebih atribut yang dapat menjadi identifier entitas secara unik mengidentifikasi setiap anggota dari entitas.

4. Kardinalitas

Kardinalitas adalah hubungan antara suatu instance pada entitas dapat berelasi dengan instance lain di instance yang berbeda.

5. Modalitas

Modalitas dapat dikatakan suatu instance dari entitas anak dapat ada tanpa suatu relasi dengan instance dari entitas induk atau tidak.

(32)

10

D. Logical Record Structure (LRS)

Menurut (Fridayanthi, 2016) “Logical Record Structure (LRS) adalah representasi dari struktur record - record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”. Sedangkan menurut (Junaidi, 2016)“Logical record structure (LRS) merupakan hasil dari pemodelan entity relationship (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan - hubungan antar entitas”.

Menurut (Ladjamudin, 2013) Aturan pokok dalam melakukan tranformasi E- R Diagram ke logical record structure sangat dipengaruhi oleh elemen yang menjadi titik perhatian utama pada langkah transformasi dengan proses kardinalitas terdiri dari tiga kardinalitas yaitu:

1. One to one

Yaitu proses kardinalitas yang panahnya lebih diarahkan di entity dengan jumlah atribut yang lebih sedikit.

2. One to many

Relasi harus digabungkan dengan entity pada pihak many, dan tidak perlu melihat banyak sedikitnya atribut pada entity tersebut.

3. Many to many

Yaitu proses kardinalitas pada relationship berubah status menjadi file konektor, sehingga baik entity maupun relasi akan menjadi struktur record sendiri.

(33)

11

BAB III

ANALISIS SISTEM BERJALAN

3.1. Tinjauan Perusahaan

PT Jagara Raya Buana merupakan perusahaan outsourcing dari PT Coca-Cola Indonesia yang bertugas mendelivery produk coca-cola untuk area kabupaten cianjur dan kabupaten sukabumi. PT Jagara Raya Buana membeli produk dari coca-cola kemudian disimpan di gudang untuk didistribusikan.

3.1.1. Sejarah Institusi/Perusahaan

Coca-Cola pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1962 dan diproduksi secara lokal sejak tahun 1932. Setelah sempat berhenti beroperasi pada tahun 1942, Coca-Cola mulai diproduksi kembali oleh Indonesia Bottler Limited (IBL), perusahaan nasional yang didirikan oleh TH Ticoalu, Tatang Nana, dan Harry Handoyo. Pabrik tersebut memproduksi 1,000-1,500 cases Coca-Cola setiap harinya, dan mempekerjakan 25 orang yang dibantu oleh 3-7 truk untuk pendistribusian.

Sejak tahun 1960-an, berbagai produk The Coca-Cola Company telah diperkenalkan ke pasar Indonesia. Dan pada tahun 2000, 10 operasi pembotolan dikonsolidasikan di bawah Coca-Cola Amatil Indonesia.

3.1.2 Struktur Organisasi dan Fungsi

Struktur Organisasi adalah tata urutan yang menunjukkan semua bagian dari sekumpulan orang – orang yang menyatukan diri untuk bekerja sama mencapai tujuan yang berbentuk bagan untuk memperlancar kegiatan suatu perusahaan.

Adapun struktur organisasi PT Jagara Raya Buana adalah sebagai berikut:

(34)

12

STRUKTUR ORGANISASI PT JAGARA RAYA BUANA

Gambar III.1 Struktur Organisasi

Adapun pembagian uraian tugas dan tanggung jawab dari setiap jabatan, ialah sebagaimana berikut:

a. Direktur

(35)

13

Orang yang berlanggung jawab atas berjalannya seluruh bisnis proses sekaligus owner dari PT Jagara Raya Buana.

b. Warehouse Manager

Orang yang mengatur fungsi-fungsi team bekerja sesuai prosedur dan bekerja sesuai target yang harus dicapai.

c. Admin

Orang yang bertanggung jawab membukukan /mencatat seluruh transaksi Penjualan baik cash maupun kredit serta memonitor team dibawahnya bekerja sesuai prosedur yang berlaku.

d. Checker

Orang yang bertanggung jawab dalam memastikan penerimaan dan pengeluaran barang di Gudang.

e. Loader

Orang yang bertugas menyiapkan/meracik Purchase Order.

f. Cashier

Orang yang bertanggung jawab membukukan pendapatan keuangan dan pengeluaran biaya operasional serta pembelian produk.

g. Office Boy

Orang yang bertanggung jawab terhadap kebersihan dan perawatan tempat kerja serta melayani kebutuhan karyawan.

h. Security

Petugas yang bertanggung jawab terhadap keamanan internal dan external di tempat kerja.

i. Dispacther

(36)

14

Orang yang bertanggung jawab terhadap penarikan seluruh data taking order dan memastikan terdelivery oleh teamnya.

j. Deliveryman

Orang yang bertanggung jawab mengantar produk ke konsumen sesuai alamat yang tertera di faktur penjualan dan menarik uang penjualan sesuai faktur yang tercetak.

k. Helper

Orang yang membantu kegiatan deliveryman di lapangan dalam hal naik turun produk di konsumen/Outlet.

3.2. Prosedur Sistem Berjalan

Berikut akan diuraikan secara umum sistem pengangkatan calon karyawan tetap di PT Jagara Raya Buana:

1. Selama ini kelayakan pengangkatan karyawan tetap di PT Jagara Raya Buana hanya berdasarkan penilaian secara manual antara atasan bagian terkait dengan HRD.

2. Penilaian calon karyawan tetap di PT Jagara Raya Buana berdasarkan data manual dari Supervisor, kemudian diserahkan ke HRD untuk dilakukan proses penilaian yang nantinya sebagai penentu pemilihan calon karyawan tetap sesuai kriteria yang telah ditentukan.

3. Keputusan kelayakan pengangkatan calon karyawan tetap di PT Jagara Raya Buana diambil berdasarkan keputusan dari HRD yang telah disetujui oleh Management.

3.3. Activity Diagram

(37)

15

Activity Diagram yang sedang berjalan pada PT Jagara Raya Buana adalah

sebagai berikut:

Gambar III.2 Activity Diagram Sistem Yang Sedang Berjalan

3.4. Spesifikasi Dokumen Masukan

Bentuk dokumen masukan adalah segala bentuk input atau masukan yang diperlukan dalam setiap proses di PT Jagara Raya Buana sesuai dengan kebutuhan.

Adapun masukan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1. Nama Dokumen : Form Order Outlet

Fungsi : Permintaan Produk Outlet

act Activ ity Diagram Sistem yang sedang berj alan

Karyaw an HRD

Direktur

Start

Menyusun Form Test Menerima Form Test

Membagi Form Test Sesuai Bagian

Menerima dan Mengisi Form

Mengirim Form Test Terima Form Test

Karyaw an

Menyusun Laporan Hasil Test Menerima Form

Laporan Test

Menentukan Keputusan Kenaikan Jabatan

Menerima Hasil Keputusan Kenaikan

Jabatan

Menerima Informasi Kenaikan Jabatan dari

Sekertaris

End Ya

Tidak

(38)

16

Sumber : Sales

Tujuan : Admin

Media : Aplikasi

Frekuensi : Setiap Ada Permintaan

2. Nama Dokumen : Form Pengiriman Produk

Fungsi : Sebagai verifikasi dari inputan

permintaan sesuai stok yang ada

Sumber : Admin

Tujuan : Delivery

Media : Aplikasi

Frekuensi : Setiap ada permintaan

3.5. Spesifikasi Dokumen Keluaran

Spesifikasi dokumen keluaran adalah semua keluaran yang dihasilkan dari penginputan setiap proses, Adapun keluaran yang ada di PT Jagara Raya Buana antara lain:

1. Nama Dokumen : Surat Pengiriman Produk

Fungsi : Sebagai bukti pengiriman

Sumber : Admin

Tujuan : Delvery dan Outlet

Media : Kertas

Frekuensi : Setiap ada permintaan atau

pengiriman

2. Nama Dokumen : Invoice atau tagihan

(39)

17

Fungsi : Sebagai tanda bukti penagihan kepada

outlet

Sumber : Admin

Tujuan : Outlet

Media : Kertas

Frekuensi : Per bulan

3. Nama Dokumen : Laporan penjualan

Fungsi : Laporan untuk mengambil keputusan

Sumber : Sistem atau aplikasi

Tujuan : Direktur

Media : Kertas dan aplikasi

Frekuensi : Setiap bulan, triwulan, tahun

3.6. Permasalahan Pokok

Setelah mempelajari dan mengamati sistem informasi PT Jagara Raya Buana, penulis menyimpulkan bahwa sistem berjalan dan pelaksanaannya belum efisien karena selama ini penentuan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap dilakukan secara bertahap seperti penyeleksian berkas, tes lisan atau tes tertulis, wawancara dan lain sebagainya. Cara ini membutuhkan waktu, sehingga kemungkinan kesalahan dalam hasil akhir dari penentuan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap sering tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan dan menghambat kinerja perusahaan. Adapun masalah pokok pada sistem tersebut adalah belum adanya metode untuk menentukan pegawai tetap di PT Jagara Raya Buana dengan cepat,akurat dan benar.

3.7. Pemecahan Masalah

(40)

18

Untuk mengatasi atau mengurangi permasalahan yang terjadi di PT Jagara Raya Buana ini maka dibuatkanlah pemecahan masalah yaitu sebagai berikut:

1. Dengan Adanya sistem komputerisasi berbentuk program aplikasi, pegawai bisa dengan mudah menentukan status pegawai dengan metode naive bayes.

2. Dengan dibuatkannya program aplikasi komputer memudahkan pegawai dalam menentukan status pegawai.

(41)

19

BAB IV

PERANCANGAN SISTEM USULAN

4.1. Tahapan Perancangan Sistem

Analisis kebutuhan merupakan hal yang penting untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan yang nantinya akan digunakan untuk mendukung proses pembuatan sistem baru.

4.1.1. Analisis Kebutuhan A. Kebutuhan Pengguna

Sistem pendukung keputusan untuk calon karyawan tetap dengan metode naive bayes yang dibutuhkan oleh pengguna adalah mampu membantu perhitungan untuk penilaian calon karyawan tetap di PT Jagara Raya Buana agar lebih efisien dan akurat.

B. Kebutuhan Admin

Dalam aplikasi ini admin dapat mengakses dan mengelola semua bagian yang ada di halaman admin seperti kelola data karyawan, kelola data sampel, kelola data tesing, menampilkan hasil prediksi ataupun menginput,mengubah dan menghapus data.

C. Kebutuhan Sistem

1. Pengguna harus melakukan login terlebih dahulu untuk dapat mengakses aplikasi ini dengan memasukkan username dan password agar privasi masing-masing pengguna tetap terjaga keamanannya.

2. Pengguna harus melakukan logout setelah selesai menggunakan aplikasi.

(42)

20

3. Sistem menghitung prediksi kenaikan jabatan karyawan menjadi karyawan tetap.

4.1.2. Rancangan Use Case Diagram

Use Case Diagram adalah suatu model yang bertujuan menjelaskan alur atau proses sistem yang dibuat dengan menggunakan symbol. Use Case Diagram prediksi kenaikan jabatan karyawan ini menjelaskan tentang alur interaksi sistem yangakan dibangun untuk memprediksi kenaikan jabatan karyawan. Use Case Diagram ini mencakup semua sistem dari mulai actor dan interaksi Use Case nya. Berikut adalah Use Case Diagram prediksi kenaikan jabatan karyawan sebagaimana dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar IV.1 Diagram Use Case Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes

uc Use Case Diagram

Sistem

Superv isor

Login

Sampel

Testing

Prediksi Karyaw an

Admin

(43)

21

Table 1. Skenario Use Case Login Identifikasi

Use case Login

Aktor Supervisor & Admin

Kondisi awal Memasukkan username dan password

Kondisi akhir Masuk kedalam sistem

Deskripsi Akses untuk ke sistem

Aksi Aktor Reaksi Sistem

1. Masukan username dan password 2. Menekan tombol Login

3. Proses identifikasi hak akses 4. Menampilkan halaman sistem

Table 2. Skenario Use Case Karyawan Identifikasi

Use case Karyawan

Aktor Admin

Kondisi awal Masuk ke halaman pegawai

Kondisi akhir Menampilkan halaman pegawai

Deskripsi Mengelola data pegawai

Aksi Aktor Reaksi Sistem

1. Klik menu data karyawan

2. Menampilkan data karyawan 3. Klik tombol tambah data pegawai

4. Menampilkan form data karyawan 5. Mengisi form data pegawai

6. Klik tombol simpan

7. Menyimpan data karyawan ke database

8. Kembali menampilkan data karyawan

1. Klik tombol import

2. Menampilkan tombol pilih file 3. Memilih data karyawan dengan

format excel 4. Klik upload

5. Data excel masuk ke database 6. Kembali menampilkan data

karyawan 1. Klik tombol hapus

1. Menghapus data karyawan

2. Kembali menampilkan data karyawan

(44)

22

Table 3. Skenario Use Case Sampel Identifikasi

Use case Sampel

Aktor Admin

Kondisi awal Masuk ke halaman sampel

Kondisi akhir Menampilkan halaman sampel

Deskripsi Mengelola data sampel

Aksi Aktor Reaksi Sistem

1. Klik menu data sampel

2. Menampilkan data sampel 3. Klik tombol tambah data sampel

4. Menampilkan form data sampel 5. Mengisi form data sampel

6. Klik tombol simpan

7. Menyimpan data sampel ke database 8. Kembali menampilkan data sampel 1. Klik tombol import

2. Menampilkan tombol pilih file 3. Memilih data sampel dengan

format excel 4. Klik upload

5. Data excel masuk ke dalam database 6. Kembali menampilkan data sampel 1. Klik tombol hapus

2. Menghapus data sampel

3. Kembali menampilkan data sampel

Table 4. Skenario Use Case Testing Identifikasi

Use case Testing

Aktor Admin

Kondisi awal Masuk ke halaman testing

Kondisi akhir Menampilkan halaman testing

Deskripsi Mengelola data testing

Aksi Aktor Reaksi Sistem

1. Klik menu data testing

2. Menampilkan data testing 3. Klik tombol tambah data testing

4. Menampilkan form data testing 5. Mengisi form data testing

6. Klik tombol simpan

7. Menyimpan data testing ke database 9. Kembali menampilkan data testing 1.Klik tombol hapus

2.Menghapus data testing

(45)

23

3..Kembali menampilkam data testing

Table 5. Skenario Use Case Prediksi Identifikasi

Use case Prediksi

Aktor Supervisor

Kondisi awal Masuk ke halaman testing

Kondisi akhir Menampilkan hasil prediksi

Deskripsi Menghitung prediksi

Aksi Aktor Reaksi Sistem

1. Klik menu data testing

2. Menampilkan halaman data testing 3. Klik tombol hasil prediksi

4. Menampilkan prediksi 5. Pilih lolos atau tidak

6. Verifikasi lolos atau tidak

7. Simpan perubahan ke database 8. Klik tombol simpan ke data sampel

9. Data disimpan ke data sampel

4.1.3. Rancangan Activity Diagram

(46)

24

Gambar IV.2 Activity Diagram Prediksi Kenaikan Jabatan Karyawan

4.1.4. Rancangan Dokumen Sistem Usulan A. Dokumen Masukan

1. Nama Dokumen : Data Karyawan

Fungsi : Pencatatan biodata karyawan

Sumber : HRD

Media : Elektronik

Jumlah : 1 File

act Activ ity Diagram Prediksi Kenaikan Jabatan Karyaw an

Sistem User

Mulai

Login Input Username dan

Passw ord

Masuk Dashboard Sistem Pilih Menu Data Sample

Input Data Pegaw ai Pesan Import Data

Pegaw ai Berhasil

Pilih Menu Data Testing

Input Data Testing Menampilkan Hasil

Prediksi

Selesai Tidak

Ya

(47)

25

Frekuensi : Setiap adanya karyawan baru Bentuk : File excel

B. Dokumen Keluaran

1. Nama Dokumen : Laporan Prediksi

Fungsi : Pengambilan keputusan untuk penetapan karyawan Sumber : HRD

Media : Elektronik Jumlah : 1 File

Frekuensi : Setiap kali ada penetapan Bentuk : Pdf

4.2. Perancangan Prototype

4.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)

Karyawan Kd_karyawan

Jenis_kelamin Nama_karyawan

Tgl_lahir

Alamat

No_hp

Mengambil Testing Prediksi Sampel

Kd_karyawan Id

Lamabekerja Absensi Kinerja

Naik_jabatan

Id

Lamabekerja

Absensi Nama_karyawan

Kinerja

Jenis_kelamin Naik_jabatan

Gambar IV.3 ERD Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes

4.2.2. Logical Record Structure (LRS)

(48)

26

Gambar IV.4 LRS Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes

4.2.3. Spesifikasi File

1. Spesifikasi File Karyawan Nama File : Karyawan Akronim : Karyawan

Fungsi : Menampilkan data karyawan Tipe File : File master

Organisasi File : Index sequential Akses File : Random

Media : Harddisk Panjang Record : 84

Kunci Field : kd_karyawan Software : MySQL

Table 6. Spesifikasi File Karyawan

No. Elemen Data Nama Field Tipe Size Ket

1 Kode karyawan Kd_karyawan Int 11 Primary Key

2 Nama karyawan Nama Varchar 50

3 Jenis Kelamin jenis_kelamin Enum -

(49)

27

4 Tanggal Lahir tgl_lahir Varchar 10

5 Alamat Alamat Text -

6 Nomor Telepon no_hp Varchar 13

1. Spesifikasi File Testing

Nama File : Testing

Akronim : Testing

Fungsi : Menampilkan data testing Tipe File : File Transaksi

Organisasi File : Index sequential Akses File : Random

Media : Harddisk

Panjang Record : 322 Kunci Field : id Software : MySQL

Table 7. Spesifikasi File Testing

No. Elemen Data Nama Field Tipe Size Ket

1 Id testing id_testing Int 11 Primary Key

2 Kode karyawan Kd_karyawan Varchar 11 Foreign Key 3 Lama Bekerja lamabekerja Varchar 100

4 Absensi Absensi Varchar 100

5 Kinerja Kinerja Varchar 100

(50)

28

6 Naik Jabatan naik_jabatan Enum -

2.

2. Spesifikasi File Sampel

Nama File : Sampel

Akronim : Sampel

Fungsi : Menampilkan data sampel Tipe File : File master

Organisasi File : Index sequential Akses File : Random

Media : Harddisk

Panjang Record : 361 Kunci Field : id

Software : MySQL

Table 8. Spesifikasi File Sampel

No. Elemen Data Nama Field Tipe Size Ket

1 Id sampel Id Int 11 Primary Key

2 Nama Karyawan Nama Varchar 50

3 Jenis Kelamin Jenis_kelamin Enum - 4 Lama Bekerja lamabekerja Varchar 100

5 Absensi Absensi Varchar 100

6 Kinerja Kinerja Varchar 100

7 Naik Jabatan naik_jabatan Enum -

(51)

29

3. Spesifikasi File User

Nama File : User Akronim : User

Fungsi : Menyimpan data pengguna Tipe File : File master

Organisasi File :Index sequential Akses File : Random

Media : Harddisk

Panjang Record : 261 Kunci Field : id

Software : MySQL

Table 9. Spesifikasi File User

No. Elemen Data Nama Field Tipe Size Ket

1 Id user Id Varchar 11 Primary Key

2 Nama User nama_user Varchar 50

3 Username username Varchar 100

4 Password password Varchar 100

4.2.4. Class Model/Class Diagram

Class Diagram menggambarkan beberapa class yang terdapat didalam sistem informasi karyawan tetap yang saling berhubungan. Berikut ini adalah Class

Diagram sistem informasi karyawan tetap sebagaimana tertuang pada gambar dibawah ini:

(52)

30

Gambar IV.5 Class Diagram Sistem Informasi Pengangkatan Karyawan Tetap Berbasis Naive Bayes

4.2.5. Sequence Diagram

A. Sequence Diagram Login Admin

Gambar IV.6 Sequence Diagram Login Admin

B. Sequence Diagram Menu Data Karyawan

sd Sequence Diagram Login Admin

Admin

Menu Login Pengelola Validasi Login Menu Utama

alt v alid?

[Ya]

[Tidak]

Tampil Menu() Validasi Username & Password()

getLogin() Masukkan Username & Password()

Kembali Menampilkan Menu Login()

(53)

31

Gambar IV.7 Sequence Diagram Menu Data Karyawan

sd Sequence Diagram Data Karyaw an

Admin

Menu Login Halaman Utama Data Karyaw an

Edit Data Karyawan() Pilih Menu Data Karyawan()

Menyimpan Data() Menampilkan Halaman Utama()

Mengubah Data() Masukkan Username dan Password()

Tambah Data Karyawan() Login Berhasil()

Menampilkan Data Karyawan()

Menghapus Data() Login Gagal()

Hapus Data Karyawan()

(54)

32

C. Sequence Diagram Menu Data Sampel

Gambar IV.8 Sequence Diagram Menu Data Sampel

sd Sequence Diagram Data Sampel

Admin

Menu Login Halaman Utama Data Sampel

Masukkan Username & Password()

Hapus Data Sampel() Tambah Data Sampel()

Edit Data Sampel() Login Berhasil()

Pilih Menu Data Sampel() Menampilkan Halaman Utama()

Mengubah Data() Menyimpan Data() Menampilkan Data Sampel()

Menghapus Data() Login Gagal()

(55)

33

D. Sequence Diagram Menu Data Testing

Gambar IV.9 Sequence Diagram Menu Data Testing

4.2.6. Rancangan Antarmuka A. Login Sistem

Tampilan login seperti pada gambar 2 dibawah ini merupakan sistem yang dibangun hanya terdapat satu level yaitu untuk admin saja. Untuk dapat login harus memasukkan username dan password terlebih dahulu.

sd Sequence Diagram Data Testing

Admin

Menu Login Halaman Utama Data Testing

Login Berhasil()

Menyimpan Data()

Hapus Data Testing() Masukkan Username & Password()

Edit Data Testing() Menampilkan Data Testing() Menampilkan Halaman Utama()

Login Gagal()

Menghapus Data() Pilih Menu Data Testing()

Mengubah Data Sampel() Tambah Data Testing()

(56)

34

Gambar IV.10 Tampilan Halaman Login

B. Halaman Menu Utama Sistem

Halaman menu utama adalah halaman awal yang akan ditampilkan setelah dilakukan login, pada halaman menu utama terdapat menu-menu yang terdapat di sidebar, dan menampilkan dashboard berupa jumlah Data Training dan data testing. Berikut merupakan halaman antarmuka menu utama yang tertuang pada gambar dibawah ini:

Gambar IV.11 Halaman Menu Utama Sistem

(57)

35

C. Data Karyawan

Pada halaman Data Karyawan seperti pada gambar di bawah ini, sistem

menampilkan tabel data karyawan, sistem bisa mengedit, menghapus, mencari, mengimport, dan menginput Data Karyawan.

Gambar IV.12 Halaman Data Karyawan

D. Data Sampel

Pada halaman Data Sampel seperti pada gambar di bawah ini, sistem menampilkan tabel data karyawan sebagai data sampel ,sistem bisa mengedit, menghapus, mencari, mengimport, dan menginput Data Sampel.

(58)

36

Gambar IV.13 Halaman Data Sampel

.

E. Data Testing

Pada halaman Data Testing sistem seperti pada gambar di bawah ini menampilkan tabel Data Karyawan sebagai Data Testing, sistem bisa mengedit, menghapus, mencari, mengimport, dan menginput Data Testing.

Gambar IV.14 Halaman Data Testing

(59)

37

F. Hasil Prediksi

Pada halaman hasil prediksi seperti pada gambar di bawah ini, sistem menampilkan hasil prediksi dari data testing yang sudah diinput sebelumnya dan detail perhitungannya.

Gambar IV.15 Halaman Data Testing

Gambar IV.16 Detail Perhitungan Jumlah Kelas Naik Jabatan

(60)

38

Gambar IV.17 Detail Perhitungan Probabilitas Naik Jabatan

Gambar IV.18 Detail Perhitungan Tahap 3 Dan Data Hasil Prediksi

(61)

39

Gambar IV.19 Tahap Penyimpanan Data Hasil Prediksi

4.2.7. Spesifikasi Hardware dan Software

1. Spesifikasi Hardware

A. Server

1) CPU

(a) Processor Intel® Core™ i3-6006U (b) RAM DDR4 4 GB

(c) Hard Disk 1 TB 2) Mouse

3) Keyboard

4) Monitor dengan resolusi layar minimum 1366 x 768 5) Printer

2. Spesifikasi Software A. Server

1) Sistem operasi yang digunakan: Microsoft Window

2) Aplikasi Web lihat seperti: Google Chrome, Mozilla Firefox, dll

4.3. Pengujian Rancangan Antarmuka

(62)

40

Pengujian sistem merupakan tahap yang paling penting untuk mengetahui apakah sistem yang dibuat berjalan dengan baik atau tidak. Pengujian sistem yang digunakan pada penelitian ini adalah pengujian Black Box Testing. Pengujian Black Box

Testing yaitu suatu metode dari perancangan data yang akan diuji berdasarkan atas spesifikasi perangkat lunak yang tersedia. Pada mekanismenya Black Box Testing ini dilakukan untuk menguji fungsi sistem dan operasinya, menguji apakah input dan outputnya sudah sesuai dengan yang diharapkan dan tidak ada kesalahan dalam proses menjalankannya. Berikut merupakan uraian dari scenario pengujian yang dilakukan sebagaimana tertuang pada tabel di bawah ini:

Table 10. Skenario Pengujian

No Skenario Pengujian Yang Diharapkan Kesimpulan 1 Mengisi username dan password

dengan benar

Valid dan masuk ke menu utama

Valid 2 Tambah Data Training, lalu klik

“simpan” Berhasil dan

menampilkan pesan

“data telah ditambahkan”

Valid

3 Sistem melakukan proses edit Data Training

Berhasil dan

memunculkan pesan

“ data telah diedit”

Valid

4 Sistem melakukan proses delete Data Training

Data Training akan otomatis terhapus

Valid 5 Tambah data testing (Data yang

diinput lengkap dan benar), lalu klik

“simpan”

Berhasil dan

menampilkan pesan

“ data telah ditambahkan”

Valid

6 Sistem melakukan proses edit Berhasil dan

memunculkan pesan

“ data telah diedit”

Valid

7 Sistem melakukan proses delete data testing

Data testing akan otomatis terhapus

Valid 8 Sistem melakukan proses prediksi Sistem berhasil

menampilkan detail perhitungan dan data hasil prediksi

Valid

(63)

41

4.4. Jadwal Implementasi

Jadwal Bimbingan TA Periode 2-2021 dilakukan sebanyak 8 kali pertemuan. Karena PPKM masih berlanjut maka pertemuan sering dilakukan via zoom. Tatap muka terkadang dilakukan dengan syarat mematuhi protokol kesehatan. Berikut tabel pertemuan bimbingan selama pandemi dari waktu ke waktu:

Table 11. Jadwal Implementasi

KEGIATAN

WAKTU

BULAN KE-1 BULAN KE-2 BULAN KE-3

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Persiapan Data awal Pengambilan Data Analisa Data Pengumpulan data Menyiapkan Dokumen Masukan

Menyiapkan Dokumen Keluaran

Perancangan Tabel Perancangan Mock up Evaluasi

(64)

42 BAB V

PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis bisa mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Sistem klasifikasi status karyawan ini dapat digunakan untuk mengetahui Status karyawan baru.

2. Variabel penentu yang digunakan dalam penelitian ini adalah lama bekerja,absensi dan kinerja seorang karyawan.

3. Algoritma navie bayes dapat digunakan untuk memprediksi status karyawan berdasarkan penilaian dan data sebelumnya sehingga dapat menjadi referensi dalam menentukan status karyawan.

4. Semakin banyak data yang digunakan pada metode Naive Bayes, maka tingkat akurasinya lebih tinggi.

5. Dengan algotitma naive bayes dapat memberikan kemudahan dan keakuratan dalam penentuannya.

6. Berdasarkan pengujian akurasi yang sudah dilakukan, sistem penentuan kelayakan pegawai tetap dengan metode naïve bayes mempunyai tingkat akurasi sebesar 0,6%.

5.2. Saran

Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah sebagai berikut:

1. Dikarenakan PT Jagara Raya Buana ini tergolong perusahaan baru saat ini, maka dataset yang digunakan masih sedikit, oleh karena itu disarankan agar di kemudian hari proses pengklasifikasian ini dihitung kembali dengan menggunakan dataset yang lebih banyak.

2. Variabel penentu yang digunakan dalam penelitian bisa ditambah seperti

(65)

43

kompetensi pegawai baik hard competency ataupun soft competency.

3. Selalu mem–backup data agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kehilangan data penting yang disebabkan oleh kerusakan pada perangkat keras.

4. Sebaiknya Sistem memiliki akses online sehingga penyebaran informasi data bekerja dengan efektif.

5. Untuk peningkatan pengembangan selanjutnya sebaiknya dapat menambahkan data uji coba dengan variabel yang lebih banyak dan lebih spesifik dengan variasi inputan yang lebih beragam agar dapat lebih meningkatkan keakuratan kinerja output dari metode yang digunakan.

6. Untuk pengembangan kinerja penggunaan metode naive bayes ini kiranya dapat melakukan pengujian dengan kasus yang berbeda dengan menggunakan data diskrit dan obyek yang berbeda atau dengan menggunakan metode lain agar untuk masalah pengklasifikasian kelayakan pegawai tetap ini dapat menghasilkan presentase kinerja yang lebih baik.

(66)

44

DAFTAR PUSTAKA

Abdulloh, R. (2018). 7 in 1 Pemrograman Web Untuk Pemula. Jakarta: Elex Media

Komputindo.

Bekti. (2015). Mahir Membuat Website dengan Adobe Dreamweaver CS6, CSS dan JQuery. Yogyakarta: ANDI.

Enterprise, J. (2017). Otodidak Pemrograman Database dengan Visual Basic.

Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Fridayanthi, E. W. (2016). Rancang Bangun Sistem Informasi Permintaan ATK Berbasis Intranet (Studi Kasus: Kejakasaan Negeri Rangkasbitung).

Khatulistiwa Informatika, 126-138.

Hutahaean, J. (2018). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.

Junaidi, A. (2016). Dashboard Sistem Informasi Support Maintenance (Studi Kasus:

PT Polyta Global Mandiri). Indonesian Journal on Computer and Information Technology, 17-26.

Ladjamudin, A.-B. B. (2013). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Marimin. (2016). Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:

Grasindo.

Mulyadi. (2016). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta Selatan: Salemba Empat.

Mulyani, S. (2016). Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Bandung: Abdi Sistematika.

Nugroho, A. (2010). Rekayasa Perangkat Lunak Menggunakan UML & Java.

Yogyakarta: Andi Offset.

Olson, & Delen. (2008). Advanced data mining techniques [electronic resource].

Padang: Universitas Andalas.

Rahmadi, L. (2013). Tips Membuat Website Tanpa Coding Dengan Langsung.

Yogyakarta: CV Andi Offset.

Rosa, & Shalahuddin. (2015). Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan. Bandung:

Informatika Bandung.

Setiawan, & Ratnsari. (2014). Sistem Pakar Diagnose Penyakit Mata Menggunakan Naive Bayes Classifier. Bangkalan: Universitas Trunjomoyo Madura.

Subagia, A. (2018). Membangun Aplikasi Web dengan Metode OOP. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Sulaksono, & Darsono. (2015). Jurnal Teknologi Informasi Multimedia. Sistem Pakar Penentuan Penyakit Gagal Jantung Menggunakan Metode Naive Bayes Classifier.

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum memulai kegiatan bermain peran, terlebih dahulu guru memperkenalkan/ memperlihatkan media yang akan digunakan (Miniatur buah-buahan, kalkulator mainan,

Menimbang, bahwa permohonan banding yang dimohonkan oleh Pembanding, semula Penggugat telah diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi

Penggunaan mulsa tidak cocok untuk diterapkan pada penanaman kentang varietas Nadia di dataran menengah namun perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan

• Kejang mioklonik umum terlihat sangat jelas berupa fleksi masif pada kepala dan batang tubuh dengan ekstensi atau fleksi pada ekstremitas. • Kejang ini berkaitan dengan

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir dengan judul “SISTEM INFORMASI REKAP ABSENSI DAN MONITORING DATA SISWA BERBASIS SMS GATEWAY” beserta seluruh isinya

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir dengan judul “CALL CENTER INTERACTIVE BERBASIS ASTERISK UNTUK SISTEM INFORMASI NILAI MAHASISAWA” beserta isinya

keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.” Sedangkan menurut Suharsiwi (dalam Heri Setiadi, 2013, hlm. 39) “tes

Apabila ekspor mengalami peningkatan maka produksi barang dan jasa juga akan mengalami peningkatan karena net ekspor yang meningkat mengindikasikan permintaan terhadap