• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BIAYA STANDART PADA PT. INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM (PERSERO) Wesly Simanjuntak Dosen Universitas Methodist Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BIAYA STANDART PADA PT. INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM (PERSERO) Wesly Simanjuntak Dosen Universitas Methodist Indonesia"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

161

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BIAYA STANDART PADA PT. INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM (PERSERO)

Wesly Simanjuntak

Dosen Universitas Methodist Indonesia ABSTRACT

In running an organization and implementing an internal control system, the role of the accounting information system is very important. The benefits of the accounting information system can be evaluated through its impact on increasing decision-making processes, the quality of accounting information, performance evaluation, internal control, and transactions that facilitate the company. Performance management is a business discipline that has a very fast maturity. Therefore, performance management has a key role in increasing the overall value of the organization.

The formulation of the problem in this study is "Does the standard cost accounting information system function properly at PT. Indonesia Asahan Aluminum (Persero)? " While the hypothesis in this study is whether the standard cost accounting information system has not functioned well at PT. Indonesia Asahan Aluminum (Persero). The data collection process is carried out with library research and field research, the method of data analysis is done by qualitative data analysis methods.

The results of this study are PT. Inalum has been very effective and efficient in carrying out its production activities, and also in providing raw materials needed for production activities, as well as in minimizing the costs associated with raw materials.

The standard cost accounting information system carried out by the company looks good, where each activity must go through the procedures set by the company before.

Keywords: Accounting Information Systems and Standard Costs.

PENDAHULUAN

Dimasa ini dunia usaha berkembang dengan sangat cepat. Banyak perusahaan yang cepat melejit, namun banyak juga perusahaan yang mengalami penurunan. Di zaman yang penuh dengan kecanggihan akan teknologinya ini, masih ada perusahaan yang kurang memaksimalkan manfaat dari sistem informasi akuntansi. Hal ini terjadi pada beberapa perusahaan kecil yang mencoba untuk menggunakan sistem ini, namun pada akhirnya mengalami kegagalan. Seperti kita ketahui bersama bahwa sistem informasi akuntansi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan suatu organisasi dalam mengolah data akuntansi yang akan menjadi bahan dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan suatu organisasi. Ketika kita memaksimalkan manfaat dari sistem informasi akuntansi, maka kinerja yang dicapai oleh suatu organisasi tersebut pasti akan maksimal dan tercapai. Sistem Informasi Akuntansi dipercaya dapat memudahkan dan membantu sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan untuk kelangsungan hidup organisasi kedepannya.

Keberhasilan strategi berdasarkan pada hasil dari desain Sistem Informasi Akuntansi. Beberapa penelitian telah menganalisis peran sistem informasi akuntansi dalam manajemen strategi, memeriksa semua atribut sistem informasi akuntansi dari berbagai prioritas strategi yg berbeda. Hal ini juga

(2)

162

menganalisis dampak pada kinerja interaksi antara jenis strategi dan desain yang berbeda dari sistem informasi akuntansi, misalnya teknik dan informasi yang berbeda . Desain yang tepat dari sistem informasi akuntansi dapat mendukung strategi bisnis dengan meningkatkan kinerja organisasi.

Dalam menjalankan sebuah organisasi dan implementasi sebuah sistem pengendalian internal, peran sistem informasi akuntansi sangat penting. Manfaat dari sistem informasi akuntansi dapat dievaluasi melalui dampaknya terhadap peningkatan prosses pengambilan keputusan, kualitas informasi akuntansi, evaluasi kinerja, pengendalian internal, dan transaksi yang memfasilitasi perusahaan. Manajemen kinerja adalah disiplin bisnis yang memiliki jatuh tempo sangat cepat. Oleh karena itu, manajemen kinerja memiliki peran kunci dalam meningkatkan nilai keseluruhan organisasi. Penerapan teknologi sistem informasi akuntansi di perusahaan dapat memberi nilai tambah bagi pengguna dalam bentuk penyediaan berbagai informasi keuangan untuk kegiatan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Kompleksnya proses sistem informasi akuntansi menuntut pengalaman seorang manajer keuangan dalam SIA dan pelatihan SIA, yang keduanya merupakan konstruk yang menentukan keberhasilan penerapan sistem informasi akuntansi.

Dalam mencapai tujuan sebuah perusahaan dapat ditempuh dengan berbagai alternatif di antaranya dengan meningkatkan volume penjualan dan menekan atau menghemat biaya-biaya dalam pengolahan produk yang dihasilkan. Meningkatkan pendapatan perusahaan dengan cara menghemat atau menekan biaya produksi lebih mudah dilakukan oleh perusahaan, karena biaya produksi termasuk ke dalam unsur intern perusahaan yang dapat dikendalikan. Biaya produksi biasanya merupakan biaya yang paling besar yang harus dikorbankan perusahaan, karena itu biaya produksi harus direncanakan dan dikendalikan.Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pemborosan-pemborosan dan penyimpangan- penyimpangan.

Biaya-biaya yang membentuk biaya produksi adalah bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Apabila dalam perhitungan biaya produksi tidak menerapkan metode yang benar dan tepat maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menetapkan biaya produksi yang tepat. Oleh karena itu pihak manajemen harus benar-benar mampu menerapkan fungsinya agar pengendalian biaya produksi benar-benar dilaksanakan dengan baik.Dalam pengendalian biaya produksi, diperlukan tolak ukur yang dapat digunakan sebagai bahan untuk mengevaluasi dan mengukur tingkat efisiensi biaya produksi, untuk membandingkan hasil yang dicapai dengan hasil yang diharapkan.

Perusahaan menerapkan biaya standar sebagai tolak ukur efisiensi biaya produksi. Biaya standar ini dapat menggambarkan biaya yang direncanakan dari suatu produk dan ditentukan sebelum proses produksi dimulai. Tujuan utama penggunaan biaya standar adalah untuk mengendalikan biaya produksi, dengan cara membandingkan biaya yang seharusnya dengan biaya produksi yang telah ditetapkan. Sistem biaya standar yang memadai yang dipadu dengan suatu analisa selisih, akan dapat memberi jaminan untuk menilai apakah unsur-unsur biaya produksi seperti bahan baku,biaya tenaga kerja, dan biaya overhead masih layak dipakai sebagai alat ukur yang cukup handal dalam pengendalian produksi.

Di dalam perusahaan yang pengendalian produksinya kurang memadai sering menimbulkan kerugian, karena adanya penyimpangan dan pemborosan yang dilakukan oleh para pelaksana aktifitas produksi.Untuk memperkecil tingakt penyimpangan dan pemborosan perlu adanya pengendalian.Selain itu, digunakan untuk memperbaiki aturan penggunaan biaya produksi dan pedoman atau pelaksanaan kerja.

PT. Indonesia Asahan Aluminium (PERSERO) merupakan perusahaan produksi aluminium terbesar di Indonesia. Pembuatan aluminium ini membutuhkan bahan baku yaitu bauksit. Biaya produksi pada perusahaan ini terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead

(3)

163

pabrik. Namun observasi penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada perusahaan tersebut, biaya standar belum sepenuhnya diterapkan pada perusahaan tersebut. Tentunya biaya standar merupakan salah satu metode paling penting dalam mengendalikan biaya produksinya. Jenis unsur biaya standar terdiri dari biaya standar bahan baku, biaya standar tenaga kerja lansung, dan biaya overhead pabrik. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam penulisan skripsi ini penulis memilih judul: “Sistem Informasi Akuntansi Biaya Standar pada PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero).”

Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengidentifikasi permasalahan dalam penelitian ini, yaitu:

1. Sistem informasi akuntansi biaya standar telah diterapkan dengan baik dalam perusahaan.

2. Biaya standar dalam perusahaan belum sepenuhnya digunakan sebagai pedoman melaksanakan proses produksi.

3. Sistem informasi akuntansi biaya standart yang digunakan apakah sudah efektif dan efisien.

Kerangka Teori

Sumber : Olahan Penulis a. Sistem

Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai serangkaian komponen yang dikoordinasikan untuk mencapai serangkaian tujuan (Krismiaji, 2015:1).

Definisi diatas sejalan dengan pendapat Romney B. Marshall dan Steinbert (2015:3) yang menyatakan bahwa sistem adalah suatu rangkaian dari dua atau lebih komponen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

b. Jenis Sistem

Dari definisi di atas sistem mempunyai jenis-jenis, sebagai berikut:

1. Sistem Tertutup

Sistem tertutup (closed system) merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya.

2. Sistem Terbuka

Sistem terbuka merupakan sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya.

Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian yang baik.

c. Manfaat Sistem

Sistem dibuat untuk kelancaran, ketertiban dan mengoptimalkan sehingga semakin bisa mempermudah pemantauan dan evaluasi sehingga akan mempercepat kemajuan dalam sebuah aktivitas serta sebuah sistem dibangun untuk menangani sesuatu yang berulang kali alias yang secara selalu terjadi.

Biaya Produksi PT.

Indonesia Asahan Aluminium

(PERSERO)

Sistem Informasi Akuntansi Biaya Standar

Pengendalian Biaya Produksi

(4)

164 Pengertian, Jenis, dan Manfaat Informasi

a. Pengertian Informasi

Informasi adalah hasil olahan data yang bermanfaat bagi pengguna informasi. Termasuk juga dalam kegiatan informasi ini adalah persiapan pencetakan laporan, pemeriksaan hasil informasi sebelum dipublikasikan kepada pemakai, serta kegiatan penyebaran informasi tersebut kepada para pemakai terkait.

Menurut Marshall dan Steinbart (2014:9) menyatakan “informasi (information) adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa sumber dari informasi adalah data, informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi. Ada beberapa karakteristik yang membuat suatu informasi berguna dan memiliki arti bagi pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut:

1. Relevan, mengurangi ketidakpastian, meningkatkan pengambilan keputusan, serta menegaskan atau memperbaiki ekspektasi sebelumnya.

2. Reliabel, bebas dari kesalahan atau bias; menyajikan kejadian atau aktivitas organisasi secara akurat.

3. Lengkap, tidak menghilangkan aspek penting dari suatu kejadian atau aktivitas yang diukur.

4. Tepat waktu, diberikan pada waktu yang tepat bagi pengambil keputusan dalam mengambil keputusan.

5. Dapat dipahami, disajikan dalam format yang dapat dimengerti dan jelas.

6. Dapat diverifikasi, dua orang yang independen dan berpengetahuan di bidangnya, dan masing- masing menghasilkan informasi yang sama.

7. Dapat diakses, tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya dan dalam format yang dapat digunakan.

b. Jenis Informasi

Sebuah informasi dapat disampaikan oleh siapa saja dan melalui media apa, baik secara langsung atau melalui sebuah artikel dalam internet, berita dalam Televisi, Koran, Radio, Majalah, serta media lainnya.

Jenis informasi yang disampaikan oleh komunikan pun beragam, yakni:

1. Informasi berdasarkan sifatnya, dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Informasi Faktual

Merupakan informasi yang berupa fakta, bisa dibuktikanatau merupakan peristiwa nyata.

b. Informasi Opini atau Konsep

Informasi bersifat opini merupakan informasi yang berupa pendapat, atau pemikiran seseorang.

Sedangkan yang bersifat konsep merupakan informasi yang berupa ide atau pengertian yang diperboleh dengan mengabstrakkan suatu peristiwa.

c. Informasi Deskripsi

Merupakan informasi yang bersifat uraian khusus untuk menjelaskan sesuatu.Perincian uraian tersebut bisa dilakukan secara vertical atau horizontal, bergantung kebutuhan.

2. Informasi berdasarkan sifat keilmuannya

Selain sifatnya, Informasi juga dapat dikelompokkan berdasarkan keilmuannya. Berikut ini adalah pengelompokkan berdasarkan ilmu, antara lain:

a. Informasi tidak Ilmiah

Merupakan informasi umum, tersedia dimana-mana. Misalnya informasi mengenai suatu peristiwa yang di beritakan dalam televise atau media massa lainnya.

(5)

165 b. Informasi Ilmiah

Merupakan informasi yang dirancang secara khusus untuk kepentingan penelitian atau kepentingan ilmiah lainnya. Informasi ini dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: informasi primer, informasi sekunder, dan informasi tersier.

3. Informasi berdasarkan kegunaanya memiliki pengelompokkannya, antaraa lain:

a. Informasi yang menambah pengetahuan komunikan.

b. Informasi yang mengajarkan sesuatu kepada komunikan.

4. Informasi berdasarkan format penyajian

Informasi juga dikelompokkan berdasarkan bagaimana format penyajian informasi tersebut.Misalnya dalam bentuk tulisan, suara, gambar, atau video.

5. Informasi berdasarkan bidang kehidupan

Merupakan jenis informasi yang dibedakan berdasarkan lokasi kejadiannya. Misalnya informasi mengenai suatu peristiwa yang terjadi di Negara ini, akan dikategorikan sebagai informasi local.Sedangkan yang dari luar Negara akan dikategorikan sebagai informasi mancanegara.

6. Informasi berdasarkan bidang kehidupan

Merupakan informasi yang dibedakan berdasarkan bidang kehidupan yang dicakupnya.Misalnya informasi mengenai penyakit.

c. Manfaat Informasi

Informasi memiliki banyak manfaat,berikut adalah manfaat informasi:

1. Menambah pengetahuan: Informasi akan menambah pengetahuan bagi penerima yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan yang mendukung proses pengambilan keputusan.

2. Mengurangi ketidakpastian pemakai informasi: Informasi akan mengurangi ketidakpastian karena apa yang akan terjadi dapat diketahui sebelumnya, sehingga kemungkinan menghindari keraguan pada saat pengambilan keputusan.

3. Mengurangi resiko kegagalan: Adanya informasi akan resiko kegagalan karena apa yang akan terjadi dapat diantisipasi dengan baik, sehingga kemungkinan terjadinya kegagalan akan dapat dikurangi dengan pengambilan keputusan yang tepat.

4. Mengurangi keanekaragaman yang tidak diperlukan: Mengurangi keanekaragaman yang tidak diperlukan akan menghasilkan keputusan yang lebih terarah.

5. Memberikan standar, aturan-aturan, ukuran-ukuran dan keputusan untuk menentukan pencapaian, sasaran dan tujuan: Pendapat diatas menunjukan bahwa dengan informasi akan memberikan standar,aturan, ukuran dan keputusan yang lebih terarah untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan secara lebih baik berdasakan informasi yang diperoleh.

Pengertian dan Manfaat Sistem Informasi a. Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan hal yang sangat penting dalam manajemen di dalam pengambilan keputusan. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen, dan basis data.

Menurut Anastasia Diana (2011:4), sistem informasi merupakan kumpulan dari komponen- komponen yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyediakan output dari setiap informasi yang dibutuhkan dalam proses bisnis serta aplikasi yang digunakan melalui perangkat lunak, database dan bahkan proses manual yang terkait.

(6)

166

Sebuah sistem informasi memiliki lima komponen kunci utama yaitu terdiri dari:

1. Hardware atau perangkat keras merupakan segala sesuatu yang berada pada lapisan fisik sebuah sistm informasi.

2. Software atau perangkat lunak merupakan program-program yang mengontrol hardware untuk menghasilkan tujuan atau informasi yang dibutuhkan.

3. Data merupakan material dasar sistem informasi yang ditransformasi menjadi bentuk informasi yang berguna bagi pemakai.

4. Process merupakan tugas dan fungsi bisnis yang dilaksanakan oleh user, manager, staff IT untuk menghasilkan tujuan secara lebih spesifik.

5. People merupakan pengguna, baik dari dalam dan luar sebuah perusahaan yang berinteraksi langsung dengan sistem informasi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem infomasi adalah suatu kombinasi modul yang terorganisir yang berasal dari komponen-komponen yang terkait dengan hardware, software, people dan network berdasarkan seperangkat komputer dan menghasilkan informasi untuk mencapai tujuan.

b. Manfaat Sistem Informasi

Beberapa manfaat atau fungsi sistem informasi antara lain sebagai berikut:

1. Untuk meningkatkan aksesbilitas data secara efektif dan efisien kepada pengguna.

2. Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan pemeliharaan sistem.

3. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

4. Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi.

5. Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi.

6. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.

7. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

Pengertian Akuntansi Akuntansi

Akuntansi adalah aktivitas mengumpulkan, menganalisis, menyajikan dalam bentuk angka, mengklasifikasikan, mencatat, meringkas, dan melaporkan aktivitas atau transaksi perusahaan dalam bentuk informasi keuangan.

Menurut Rudianto (2012:4) “akuntansi (accounting) adalah sistem informasi yang menghasilkan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu perusahaan.”

Menurut I Cenik Ardana (2016:16) secara umum terdapat tiga aktivitas dalam akuntansi, yaitu sebagai berikut:

1. Aktivitas identifikasi transaksi, dalam aktivitas ini akan dilakukan identifikasi terhadap transaksi yang terjadi dalam suatu entitas. Dalam proses ini akan dapat diklasifikasi apakah suatu transaksi merupakan transaksi ekonomi atau keuangan atau nonekonomi.

2. Aktivitas pencatatan, dalam aktivitas ini semua transaksi ekonomi yang telah diidentifikasi pada tahap pertama akan dicatat secara kronologis dan sistematis dengan ukuran nilai moneter tertentu.

3. Aktivitas komunikasi, dalam aktivitas ini akan dilakukan pelaporan dan distribusi terhadap informasi akuntansi yang berupa laporan keuangan kepada para pemakai laporan keuangan. Pemakai

(7)

167

laporan keuangan di dalam perusahaan yaitu manajemen dan karyawan, sedangkan di luar perusahaan yaitu investor, kreditur, pemerintah dan sebagainya.

Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis.

Akuntansi menghasilkan informasi yang menjelaskan kinerja keuangan entitas dalam suatu periode tertentu dan kondisi keuangan entitas pada tanggal tertentu. Informasi akuntansi tersebut digunakan oleh para pemakai agar dapat membantu dalam membuat prediksi kinerja di masa mendatang.

Menurut A.Hall (2011:7) “Fungsi akuntansi adalah mengatur sumber daya informasi keuangan perusahaan”. Fungsi tersebut memegang dua peranan penting dalam memproses transaksi yaitu:

1. Akuntansi merangkap dan mencatat efek-efek keuangan dan transaksi perusahaan.

2. Akuntansi mendistribusikan informasi transaksi ke personal-personal operasi untuk mengkoordinasikan tugas-tugas utama mereka.

Jadi dapat disimpulkan, akuntansi adalah sebuah sistem informasi yang memberikan laporan kepada para pengguna informasi akuntansi atau kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap hasil kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Akuntansi juga sering dianggap sebagai bahasa bisnis, di mana informasi bisnis dikomunikasikan kepada pemegang saham melalui laporan akuntansi. Mula-mula sebuah transaksi bisnis akan diidentifikasi atau dianalisis., dicatat, dan barulah dilaporkan lewat laporan akuntansi yang merupakan media komunikasi informasi akuntansi. Akuntansi dapat dibedakan menjadi akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.Akuntansi keuangan memberikan informasi akuntansi atau keuangan bagi kepentingan pemakai eksternal, sedangkan akuntansi manajemen memberikan informasi akuntansi atau keuangan bagi kepentingan pemakai internal.

Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi (accounting information system) adalah suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan mengolah data untuk menghasilkan informasi bagi pengambil keputusan.

Menurut Romney dan Steinbart (2015:11), ada enam komponen dari sistem informasi akuntansi yaitu:

1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi.

2. Prosedur dan instruksi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data.

3. Data mengenai organisasi dan aktivitas bisnisnya.

4. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data.

5. Infrastruktur teknologi informasi, meliputi komputer, peralatan pendukung, dan perangkat jaringan komunikasi yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi.

6. Pengendalian internal dan pengukuran keamanan yang menyimpan data sistem informasi akuntansi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem infomasi akuntansi itu adalah sebuah sistem pemrosesan yang menghasilkan keluaran dalam bentuk informasi mengenai akuntansi dengan menggunakan masukan input (data atau transaksi) untuk menyajikan informasi keuangan yang dibutuhkan pihak manajemen, yang diperoleh dari pengumpulan dan pemrosesan data keuangan sehingga dapat dijadikan sebagai dasar bagi perusahaan untuk mencapai tujuan.

a. Mengarahkan dan memberikan petunjuk mengenai seluruh sistem manajemen.

b. Penghubung perusahaan dengan badan sertifikasi mengenai sistem manajemen mutu standart ISO 9001.

c. Bertanggungjawab atas peningkatan manajemen mutu, lingkungan dan k3 perusahaan.

(8)

168 METODE PENELITIAN

Metode Pengumpulan Data

Dalam rangka penyusunan skripsi ini untuk memperoleh data sebagai bahan penyusunan dan pengumpulan data dilakukan dengan cara :

1. Penelitian Kepustakaan (Library Research) yaitu pengumpulan bahan sebagai dasar teori beberapa literature dan bahan perkuliahan yang erat hubungannya dengan masalah yang teliti. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh data secara teoritis dengan mempelajari berbagai tulisan yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam skripsi.

2. Penelitian Lapangan (Field Research) yaitu penelitian dilakukan dengan caralangsung mendatangi perusahaan atau objek yang diteliti untuk mendapatkan data yang terjadi dalam praktek sehari- sehari di perusahaan tersebut, khususnya yang menyangkut proses atau prosedur pencatatan biaya produksi. Adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Wawancara

Adalah pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab langsung dengan Bagian Keuangan, Bagian Akuntansi, Bagian Produksi, dan Bagian Pengadaan.

b. Pengamatan (observation)

Adalah kegiatan yang dilakukan oleh penulis dengan cara mengamati secara lansung objek yang diteliti. Adapun data yang diperlukan tersebut berupa gambaran umum mengenai PT Indonesia Asahan Aluminium (PERSERO) khususnya dalam sistem informasi akuntansi biaya standar.

c. Dokumentasi

Adalah dengan cara mempelajari dokumen-dokumen dan laporan-laporan yang ada kemudian melakukan pencatatan atau pengkopian terhadap dokumen-dokumen yang dibutuhkan baik data keuangan maupun non keuangan.

Metode Analisis Data

Metode analisa data yang digunakan penulis untuk mengolah data perusahaan yaitu:

1. Metode Deskriptif

Mengumpulkan data, disusun dan dianalisa, sehingga memberikan keterangan yang lengkap bagi penyelesaian permasalahan yang dihadapi. Metode ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana penerapan standarisasi pada sistem informasi akuntansi biaya standar pada perusahaan.

2. Metode Komparatif

Penelitian yang sifatnya membandingkan, yang dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih sifat-sifat dan fakta-fakta objek yang diteliti berdasarkan suatu kerangka pemikiran tertentu.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sistem Biaya Standar Bahan Baku

PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sebagai suatu perusahaan industri peleburan aluminium yang menjual produknya berupa Aluminium ingot primer ke Indonesia dan luar negeri, PT. Inalum harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan di dalam maupun diluar negeri. Kebutuhan aluminium yang cukup besar di seluruh dunia, terkadang menjadi suatu kendala bagi setiap perusahaan aluminium dengan sumber daya yang terbatas. PT. Inalum membeli bahan bakunya yang berasal dari supplier yang ada di luar negeri dan dalam negeri. PT. Inalum menggunakan kontrak berjangka waktu 3 tahun dengan supplier yang ada di luar negeri dan kontrak berjangka 1 tahun untuk supplier yang ada di dalam negeri, yaitu Jakarta.

(9)

169

Dengan adanya kontrak tersebut, PT. Inalum telah menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan para suppliernya, sehingga mereka dapat memperoleh bahan baku dengan jumlah yang tepat, waktu yang tepat dan dengan kualitas yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Banyaknya jumlah bahan baku yang dibeli oleh PT. Inalum menyebabkan pengiriman yang bertahap, karena para supplier mengirim bahan baku tersebut menggunakan kapal maka tidak mungkin untuk mengirimnya sekaligus, dan kapal tersebut harus tiba tepat waktu sebelum proses produksi selanjutnya berjalan. PT. Inalum memiliki minimum stock bahan baku yang disimpan di silo (tempat penyimpanan bahan baku berupa tabung besar) sehingga perusahaan dapat mengantisipasi apabila terjadi kendala dalam proses pengiriman yang di sebabkan karena keadaan alam, namun meskipun demikian, hal ini jarang sekali terjadi. Bila mengenai persediaan bahan baku, maka perusahaan PT. Inalum telah melakukan antisipasi terhadap ketidakpastiaan permintaan pelanggan, ketidakpastiaan pasokan dari supplier dan kekurangan bahan baku. Kegiatan produksi pada PT. Inalum tidak pernah berhenti, proses produksi terus dilaksanakan agar dapat memenuhi permintaan pelanggan. PT.

Inalum memiliki prosedur pembelian produk yang mereka hasilkan, dimana pelanggan mereka harus merupakan pabrikan, pelanggan juga harus mengajukan permohonan pembelian sesuai dengan syarat yang ditetapkan oleh PT. Inalum, kemudian perusahaan akan mensurvey permohonan tersebut. Dalam hal mengantisipasi pasokan dari supplier, PT. Inalum telah memilih supplier yang dapat mereka percaya untuk dapat menyediakan kebutuhan bahan baku mereka dengan jumlah yang tepat, kualitas yang sesuai dengan standar, dan waktu pengiriman yang tepat. PT. Inalum menggunakan kontak berjangka dengan supplier yang telah dipilih, hal ini dimaksudkan agar dapat meminimalisasikan biaya pemesanan. Dalam hal mengantisipasi kekurangan bahan baku, hal ini tidak pernah terjadi pada PT. Inalum, bahan baku yang mereka butuhkan selalu datang tepat waktu meskipun bahan baku tersebut dikirim secara bertahap. PT. Inalum juga memiliki minimum stock untuk mengantisipasi hal negatif yang mungkin terjadi. Semua persediaan bahan baku disimpan pada silo-nya masing-masing. Pembelian bahan baku dengan menggunakan kontrak tentunya dapat mengurangi atau meminimalkan biaya pemesanan bagi PT. Inalum, dan harga terhadap bahan baku sudah ditentukan terlebih dahulu dan sudah tercatat dalam kontrak. PT. Inalum menggunakan FOB shipping point, maka biaya pengiriman sudah langsung dibebankan ke harga pokok bahan baku tersebut. PT. Inalum juga mengasuransikan bahan baku yang mereka pesan, karena bahan baku tersebut dikirim dengan menggunakan kapal, maka untuk mengantisipasinya maka perusahaan mengasuransikan persediaan untuk antisipasi jika terjadi hambatan yang disebabkan karena faktor alam yang sering berubah. Selain biaya pemesanan, PT. Inalum juga dapat meminimalkan biaya penyimpanan, karena mereka memiliki tempat penyimpanan sendiri, dan kualitas dari bahan baku tersebut tidak akan berubah sehingga biaya pemeliharaan pun dapat diminimalkan. Aluminium ingot primer yang dihasilkan oleh PT. Inalum juga tidak mengalami penyusutan kualitas dan kuantitas meskipun perusahaan menyimpannya di lapangan terbuka.

Produk yang dihasilkan PT. Inalum yang akan di pasarkan ke luar negeri akan di simpan di lapangan terbuka di Kuala Tanjung, sedangkan yang akan di pasarkan ke dalam negeri akan langsung dikirim ke Jakarta dan Surabaya, disana memang PT. Inalum menyewa gudang untuk tempat penyimpanan sementara, karena pelanggan akan langsung datang ke gudang untuk mengambil aluminium yang sudah dipesan. PT. Inalum tidak memiliki biaya penyiapan persediaan karena mereka tidak memproduksi persediaan mereka sendiri, dan untuk biaya kekurangan bahan, PT. Inalum juga tidak pernah mengalaminya, karena perusahaan tidak pernah mengalami kekurangan bahan meskipun proses produksi tidak pernah berhenti.

Adapun fungsi dari Bagian Persediaan adalah untuk mempersiapkan kebutuhan barang untuk produksi sesuai dengan request dari pihak requester. Prosedur pengadaan persediaan bahan baku di PT.

Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) yaitu sebagai berikut:

1. Request dilakukan oleh Requester yang memerlukan persediaan Bahan Baku.

(10)

170

2. Smelthing Procurement (SPM) membuat Request For Procurement (RFP) yang dikirimkan ke Bagian Administrasi Departement SMB (Smelthing Material & Berth).

3. Bagian Administrasi menerima informasi barang yang dibutuhkan kemudian mengecek dokumen dan D/O.

4. Setelah dokumen Ok kemudian masuk ke Bagian Penerimaan (Receiving Group) dan Bagian Penerimaan menerima barang dari Supplier dengan bukti tanda terima.

5. Lalu disimpan untuk sementara di Gudang Penyimpanan Sementara dan kemudian dilakukan Joint Inspection ( Inspeksi Bersama), jika Ok kemudian dikirim ke Gudang Penyimpanan Permanen, dan jika tidak Ok dikirim klaim ke Bagian administrasi kembali dan di cek kembali barang yang di reject, lalu mengeluarkan surat pengeluaran barang dan Supplier mengambil barang ke Gudang yang di reject.

6. Requester melakukan Request For Fowarding (RFF) kemudian Bagian Gudang melakukan inspeksi terhadap persediaan barang, kemudian Data di masukkan ke dalam sistem.

7. Setelah selesai melakukan pengecekan Bagian Pengeluaran mempersiapkan Slip Pengeluaran Barang kemudian melakukan pembukuan untuk laporan bulanan, dan kemudian barang diserah terima dari Bagian Gudang kepada Requester.

Sistem Biaya Standar Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang dimaksud adalah tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam produksi. Tenaga kerja langsung akan menerima upah yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Seperti halnya biaya bahan baku, maka biaya tenaga kerja langsung terdiri dari unsur pemakaian jam kerja langsung dan unsur tarif upah tenaga kerja langsung. Asisten pabrik menetapkan jam kerja standar dengan berdasarkan pada kemampuan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaan.

Tabel

PT. Inalum Biaya Tenaga Kerja Langsung

Jenis Biaya 2016 2017

Biaya Tenaga Kerja Langsung

4,706,4

62.64

2,094,6

12.25 Sumber: PT. Inalum, 2018

Tabel

PT. Inalum : Biaya Overhead Pabrik

No Uraian 2016 2017

1 Bahan baku penolong 638,397.00 361,873.94 2 Biaya rekonstruksi tungku 376,451.40 1,207,635.66

3 Biaya perbaikan 5,712,872.64 3,677,631.68

4 Penyusutan 1,779,157.11 1,179,276.08

5 Pajak daerah 1,294,037.50 2,298,888.70

6 Lain-lain 354,229.20 183,322.20

Total 10,155,144.85 8,908,628.26

Sumber: PT. Inalum, 2018

(11)

171 Tabel

PT. Inalum : Biaya Standar

Jenis Biaya 2016 2017

Bahan Baku Langsung 93,638,125.64 119,789,783.74 Tenaga Kerja Langsung 4,706,462.64 2,094,612.25 Overhead Pabrik 10,155,144.85 8,908,628.26

Total 108,499,733.13 130,793,024.25

Sumber: PT. Inalum, 2018 Pembahasan Hasil Penelitian Sistem Biaya Standar Bahan Baku

PT. Inalum menggunakan pencatatan FIFO untuk persediaan bahan bakunya, dimana bahan baku yang pertama masuk maka akan terlebih dahulu masuk ke dalam proses produksi. Jika persediaan bahan baku yang baru dipesan tiba, stock minimum akan masuk ke proses produksi terlebih dahulu dan bahan baku yang baru akan disimpan di silo. Pembebanan biaya persediaan dengan menggunakan metode FIFO berarti perusahaan menggunakan harga bahan baku yang pertama masuk, dengan menggunakan metode FIFO maka akan semakin sedikit kemungkinan untuk memanipulasi keuntungan karena pembebanan biaya ditentukan dengan urutan terjadinya biaya. Dengan menggunakan metode FIFO perusahaan mengharapkan memperoleh margin kotor yang semakin besar karena biaya bahan baku yang rendah.

Berdasarkan teori yang sudah dijelaskan dalam bab II, mengenai penyediaan persediaan bahan baku, maka PT. Inalum telah melaksanakan penyediaan persediaan bahan baku dengan sangat baik, karena selama menjalankan kegiatan produksinya, PT. Inalum tidak pernah mengalami hambatan karena kekurangan bahan baku. PT. Inalum dapat meminimalkan sejumlah biaya, misalnya dengan melakukan kontrak berjangka dengan para suppliernya sehingga biaya pemesanan dapat diminimalisasikan, dan juga dengan meminimalkan biaya penyimpanan, sedangkan untuk biaya penyiapan dan kekurangan bahan, PT.

Inalum tidak memiliki unsur biaya tersebut. Adanya kontrak berjangka dengan para supplier juga menciptakan hubungan yang baik antara perusahaan dengan para supplier. Adanya penetapan minimum stock untuk setiap jenis persediaan bahan baku, akan tetap memperlancar kegiatan produksi, karena jumlah bahan baku yang di beli oleh PT. Inalum juga telah memperhitungkan stock minimum yang telah ditetapkan.

Banyaknya aluminium ingot primer yang akan dihasilkan dan jumlah kebutuhan bahan baku termasuk semua biaya-biaya telah ditetapkan di dalam anggaran. Saat ini perusahaan berusaha menghasilkan produk yang lebih efektif dan efisien, di dalam anggaran telah ditetapkan berapa hasil produksi yang ingin dicapai oleh perusahaan sesuai dengan kapasitas produksinya, oleh karena itu, yang menjadi perhatian saat ini adalah bagaimana perusahaan dapat lebih efisien dalam menggunakan listrik.

Kegiatan produksi PT. Inalum juga di pengaruhi oleh listrik yang dapat dihasilkan untuk menyalakan tungku-tungku peleburan aluminium dan jumlah listrik tersebut sangat bergantung dengan jumlah air danau toba. Saat ini perusahaan sedang berusaha untuk menggunakan listrik dengan sangat efisien, misalnya dengan menggunakan jika 14000 Kwh dapat menghasilkan 1 ton aluminium, maka perusahaan berusaha untuk menggunakan 14000 Mwh untuk menghasilkan 1200 ton aluminium, dan hal ini telah dicapai oleh perusahaan. Desain produksi PT. Inalum per tahun adalah sekitar 225000 ton tetapi PT. Inalum dapat menghasilkan produk sekitar 250000 ton per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Inalum sudah sangat efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan produksinya, dan juga dalam menyediakan bahan baku yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi, juga dalam menimalkan biaya-biaya yang terkait dengan bahan baku.

(12)

172

1. Pembelian dilaksanakan setelah menerima Request For Procurement (RFP) yang diterbitkan oleh Requester berdasarkan Rencana Pembelian (Procurement Plant / PP) yang telah disahkan oleh GM Divisi Bisnis.

2. Dalam hal tidak tercantum di dalam PP maka pada prinsipnya pembelian dapat dilaksanakan setelah Requester memberikan penjelasan secara tertulis ke Departemen Bisnis dan mendapat persetujuan dari Devisi Bisnis sesuai dengan jenjang otorisasinya.

3. Requester harus menuliskan pada RFP barang spesifikasi dan persyaratan yang diinginkan dengan jelas dan lengkap yaitu persyaratan mutu, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan lingkungan yang ditetapkan Perusahaan termasuk persyaratan kualifikasi personil untuk jasa yang membutuhkan keahlian khusus.

4. Seksi Anggaran dan Perencanaan Strategis menerima dan memastikan RFP tersebut. Nilai anggaran pada RFP harus mencerminkan harga pasar yang wajar dengan referensi sebagai berikut:

a. Price List resmi terbaru yang diterbitkan oleh Produsen / Distributor atau

b. Harga Pembelian 1 (satu ) tahun terakhir, jika diperlukan dapat dilakukan penyesuaian terhadap laju inflasi atau

c. Hasil survey pasar atau

d. Hasil RFE yang dikeluarkan untuk itu.

5. RFP barang yang akan diproses pengadaannya melalui jalur Master List (ML) yang telah ditentukan dalam PP dibuat terpisah dari RFP barang non ML.

6. RFP barang yang akan diproses pengadannya melalui jalur Master List (ML) yang telah ditentukan dalam PP dibuat terpisah dari RFP barang non ML.

7. Departemen / Seksi yang menangani pembelian :

b. SPM : Pembelian barang yang diperlukan untuk Pabrik Peleburan Aluminium, Perumahan Tanjung Gading, Rumah sakit Inalum dan fasilitas pendukungnya

c. SSS : Pembelian jasa yang diperlukan untuk Pabrik Peleburan Aluminium, Perumahan Tanjung Gading, Rumah sakit Inalum dan fasilitas pendukungnya.

d. PPM : Pembelian barang dan jasa yang diperlukan untuk PLTA, Perumahan Paritohandan fasilitas pendukungnya.

e. JPM : Pembelian Bahan Baku Utama dan barang yang diperlukan untuk Kantor Pusat Jakarta.

8. SPM / SSS / PPM melaksanakan tender sesuai dengan Instruksi Kerja yang berlaku. Pembelian dilakukan kepada Pemasok yang telah terdaftar di dalam Daftar Pemasok Mampu (DPM) dan/atau Daftar Pemasok Baru(DPB). Adapun ketentuan syarat sebagai pembeli yaitu: pembeli harus membuat surat permohonan sebagai pembeli, kemudian setelah perusahaan menerima surat tersebut lalu perusahaan melakukan survei ke pabrik pembeli untuk mengecek bahan baku yang digunakan pembeli, kapasitas yang diperlukan dalam produksi, kondisi pabrik, pekerja dan produknya, dan melihat profile perusahaan.

9. Requester melaksanakan evaluasi teknis barang / jasa berdasarkan permintaan SPM / SSS / PPM, kemudian SPM / SSS / PPM melaksanakan evaluasi bisnis sesuai dengan Instruksi kerja yang berlaku.

Sistem Biaya Standar Tenaga Kerja Langsung

Besar biaya yang dikeluarkan selama kerja lembur mengacu pada Keputusan Menteri No.

102/MEN/VI/2004, yaitu waktu kerja lembur dan upah kerja lembur memiliki ketentuan sebagai berikut ; 1. Perhitungan Upah Lembur didasarkan pada upah bulanan

(13)

173 2. Cara Menghitung upah sejam adalah 1/ 173 x upah sebulan

Ketentuan – ketentuan cara menghitung upah lembur sebagai berikut:

1. Jika upah pekerjaan secara harian penghitungan besarnya upah sebulan adalah sebagai berikut : a. Bagi pekerja yang bekerja enam hari kerja dalam satu minggu, upah satu hari dikalikan 25, dan b. Bagi pekerja yang berkerja lima hari kerja dalam satu minggu, upah satu hari dikalikan 21.

2. Jika upah pekerja dibayar berdasarkan satuan hasil upah satu bulan adalah upah rata-rata 12 bulan terakhir.

3. Jika upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap dasar perhitungan upah lembur adalah 100% dari upah.

4. Jika upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap, tetapi jumlah upah pokok ditambah tunjangan tetap lebih kecil dari 75% keseluruhan upah dasar perhitugan upah lembur adalah 75% dari keseluruhan upah.

Setelah dihitung berapa upah lembur, maka dihitung berapa besar biaya yang dikeluarkan kontraktor selama kerja lembur yaitu dengan persamaan sebagai berikut :

C = T x Ul Keterangan :

C : Cost

T : Waktu kerja lembur Ult : Upah lembur total

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada PT.Inalum diperoleh perhitungan upah kerja lembur terdiri dari beberapa kriteria yaitu :

a. Kerja lembur yang diadakan dari hari Senin sampai Jumat, upah lembur diperoleh dengan 1/8 x upah harian normal untuk perjam nya.

b. Kerja lembur yang diadakan di hari sabtu, upah kerja lembur sama dengan upah harian normal untuk perjam nya.

c. Kerja lembur yang diadakan pada hari minggu, upah kerja lembur 2 x upah harian normal untuk perjam nya.

Sistem Biaya Standar Overhead Pabrik

Berdasarkan pengamatan penulis pada sistem biaya overhead pabrik diperoleh selisih yang tidak menguntungkan disebabkan karena penetapan standar biaya bahan penolong terlalu rendah serta adanya kenaikan harga bahan bakar/pelumas yang tidak dapat diawasi.Terjadinya penyimpangan atau selisih biaya pada laporan Penyimpangan biaya produksi untuk tahun 2017 dikarenakan:

1. Terlalu rendahnya biaya standar produksi yang dianggarkan (standar) bila dibandingkan dengan realisasi yang terjadi (aktual).

2. Intensitas panen yang belum optimal sehingga perusahaan membeli bahan baku sehingga menambah biaya pembelian bahan baku, sementara bahan baku yang dibeli tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

3. Kenaikan dari harga bahan bakar/pelumas dan bahan-bahan kimia pendukung

4. Adanya fluktuasi mata uang asing sehingga berdampak pada kenaikan harga bahan baku 5. Kenaikan upah atau gaji karyawan

Laporan Biaya Standar

Seperti penjelasan terdahulu bahwa sistem informasi akuntansi biaya standar berfungsi untuk menetapkan anggaran sehingga mempermudah kerja manajemen dalam melaksanakan rencana dan anggaran untuk membantu manajemen dalam mengendalikan biaya produksi. Manajemen harus

(14)

174

memperhatikan kecenderungan biaya yang bervariasi dengan volume produksi jika ingin merencanakan suatu strategi perencanaan yang baik dan mengendalikan biaya dengan baik.

Penyimpangan atau varian biaya produksi selalu di analisa lebih lanjut oleh perusahaan, sehingga dapat ditentukan pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap selisih tersebut. Oleh karenanya penentuan standar dari biaya produksi dimaksudkan oleh perusahaan sebagai suatu fungsi perencanaan untuk masa mendatang sedangkan sebagai fungsi pengendalian akan lebih ditingkatkan. Dengan demikian akan lebih mudah bagi perusahaan untuk menilai lebih lanjut apakah biaya produksi yang dikeluarkan untuk bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya produksi tidak langsung cukup efisien atau tidak. Perusahaan hanya membandingkan biaya standar dan biaya produksi dengan biaya sesungguhnya terjadi dalam waktu tertentu saja

Namun sistem biaya standar yang telah ditentukan oleh perusahaan ternyata belum dapat mengendalikan biaya produksi sebagaimana yang diharapkan. Hal ini terlihat dengan masih terdapatnya selisih ataupun penyimpangan antara biaya yang telah distandarkan dengan biaya yang sesungguhnya terjadi. Seperti telah dijelaskan dalam teori sebelumnya bahwa apabila biaya standar lebih kecil dari biaya aktual, ini berarti sifat penyimpangan tidak menguntungkan dan sebaliknya apabila biaya standar lebih besar dari biaya aktual ini berarti sifat penyimpangan menguntungkan. Dari hasil penelitian, biaya standar ternyata selalu cenderung lebih kecil dari biaya aktual ini berarti bahwa sifat penyimpangan biaya produksi tidak menguntungkan. Dengan adanya selisih yang tidak menguntungkan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi biaya standar belum berfungsi secara maksimal.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya dan hasil pembahasan yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. PT. Inalum sudah sangat efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan produksinya, dan juga dalam menyediakan bahan baku yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi, juga dalam menimalkan biaya-biaya yang terkait dengan bahan baku.

2. Sistem informasi akuntansi biaya standar yang dilakukan perusahaan terlihat baik, dimana setiap kegiatan harus melalui prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan sebelumnya.

3. Bagian Persediaan melakukan pemantauan secara berkala teradap stock material dan membuat safety stock agar proses operasional perusahaan tidak berhenti.

4. Pencatatan dan pelaporan di dalam perusahaan sudah link dengan sistem sehingga mempermudah fungsi setiap bagian dalam mengecek persediaan, pembelian dan penjualannya.

Saran

Dari data-data dan informasi yang diperoleh dari perusahaan maka saran yang ingin penulis sampaikan adalah:

1. PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) telah melakukan penyediaan bahan baku yang baik karena semuanya telah di jelaskan dalam AMP (Annual Management Plan). PT INALUM masih menggunakan sistem tradisional dalam penyediaan bahan bakunya, perusahaan mungkin dapat merubah sistem mereka menjadi Just In Time sehingga perusahaan dapat lebih cepat menanggapi permintaan pelanggan dan kepuasan pelanggan juga akan semakin meningkat. Perusahaan juga semakin dapat menghemat modal mereka

(15)

175

2. Diharapkan perusahaan menjaga dan mempertahankan sistem informasi akuntansi yang telah dilakukan. Karena sangat efektif dalam membantu pengawasan.

3. Penetapan biaya standar hendaknya dilakukan dalam jangka waktu pendek karena keadaan atau situasi ekonomi yang senantiasa mengalami perubahan.

4. Sistem pengawasan pada PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) yang ada sekarang dapat lebih ditingkatkan lagi, agar kemungkinan penyelewengan penyelewengan yang dapat merugikan perusahaan tidak akan terjadi.

DAFTAR PUSTAKA

A Hall, James, 2011. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Ke-4, Jakarta: Salemba Empat.

Anastasia Diana, 2011. Sistem Informasi Akuntansi, Peracangan, Proses, dan Penerapan, Edisi Ke-1, Yogyakarta: Andi.

Armanto, Witjaksono, 2012. Akuntansi Biaya, Edisi Revisi, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Assauri Sofyan, 2013. Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Revisi, Jakarta: fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Bastian, dan Nurlela, 2013. Akuntansi Biaya, Edisi Ke-2, Jakarta: Mitra Wacana Media.

Carter, dan Usry, 2009. Akuntansi Biaya II, Edisi Ke-14, Jakarta: Salemba Empat.

Dr. Wiwik Lestari, Dhyka Bagus Purnama, 2017. Akuntansi Biaya, Edisi Ke-1, Depok: Rajawali Pers.

I Cenik Ardana, 2016. Sistem Informasi Akuntansi, Jakarta: Mitra Wacana Media Krismiaji, 2015. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Ke-4, Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Marshall B.Romney, dan Paul John Steinbart, 2014. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Ke-13, Jakarta:

Salemba Empat.

Mulyadi, 2010. Sistem Akuntansi Biaya, Jakarta: Salemba Empat.

Riwayadi, 2017. Akuntansi Biaya, Edisi Ke-2, Jakarta: Salemba Empat.

Rudianto, 2012. Pengantar Akuntansi Adaptasi IFRS, Jakarta: Erlangga.

Sofia Prima Dewi, dan Septina Bayu Kristanto 2014. Akuntansi Biaya, Bogor: INMEDIA.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapat- kan gambaran yang jelas mengenai pengelolaan pembelajaran yang dilakukan tutor Program Kejar Paket B pada dua kelom pok belajar

Serta mengetahui proses belajar mengajar pendidikan jasmani khususnya pembelajaran permainan hockey, dan mengetahui efektivitas permainan hockey yang diajarkan kepada

1) Konsensus mengatakan sebanyak 13 jenis profesion dalam bidang fisioterapi yang dijangkakan akan menyediakan bidang kerjaya di masa hadapan. 2) Jangkaan bahawa

Misalnya, kalau kita mempelajari badan perwakilan kedudukan Kepala Negara dari Negara Indonesia maka ini adalah termasuk Ilmu Negara yang Individual (hanya negara

Prosedur Proteksi Fisik meliputi prosedur-prosedur yang disusun dalam rangka pelaksaan sistem proteksi fisik seperti Pedoman Program Proteksi Fisik, Rencana Proteksi

Sekuritas akan berkorelasi hanya jika sekuritas-sekuritas tersebut mempunyai respon yang sama terhadap return pasar. Sekuritas akan bergerak menuju arah yang sama hanya

4.3 Persepsi Karyawan Food and Beverage Department Terhadap Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Hard Rock Hotel Bali ... 120 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR INFORMAN

Menurut Hayati (2007), spektroskopi infra merah mengandung banyak serapan yang berhubungan dengan sistem vibrasi yang berinteraksi dalam suatu molekul akan memberikan