• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TEORIDASAR 2.1 PENGERTIAN PRODUKSI BERSIH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "II. TEORIDASAR 2.1 PENGERTIAN PRODUKSI BERSIH"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

II. TEORIDASAR

2.1 PENGERTIAN PRODUKSI BERSIH

Produksi bersih adalah suatu strategi pengelolaan lingkungan yang terpadu serta diterapkan secara berkesinambungan pada industri barang dan jasa, sehingga mengurangi terjadinya resiko yang merugikan terhadap manusia dan lingkungan.

Menerapkan produksi bersih berarti melakukan segala upaya yang dapat mengurangi jumlah bahan berbahaya, polutan atau kontaminan yang terbuang melalui saluran pembuangan limbah atau terlepas ke lingkungan (termasuk emisi-emisi yang cepat menguap di udara) sebelum didaur ulang, diolah atau dibuang.

Produksi bersih bertujuan agar proses produksi yang dilakukan dibuat lebih efisien, yang berarti peningkatan atau perubahan dari proses sebelumnya sehingga diharapkan limbah yang dibuang menjadi lebih sedikit daripada sebelumnya. Pada bagian ini akan dikhususkan pada peningkatan perubahan yang dapat berarti penggantian satu atau dua langkah dari proses pengecatan sebelumnya. Contoh jenis penerapan produksi bersih pada proses pengecatan dapat berupa perubahan-perubahan langkah pada saat akan mengganti produk cacat. Hal tersebut diantisipasi dengan menyediakan stok produk yang baik sehingga apabila pada gantungan conveyor ada produk cacat dapat segera diganti, tanpa harus membiarkan ada gantungan conveyor yang kosong masuk ke dalam ruang pengecatan. Dengan demikian cat yang disemprotkan oleh Disc Electrostatic Automatic Spray Painting Machine tidak akan menyemprot pada gantungan conveyor yang kosong. Sehingga cat yang terbuang dapat dikurangi dan pencemaran yang terjadi juga dapat lebih diminimaikan lagi.

Pencegahan polusi selain diterapkan pada lantai produksi dapat juga dilakukan di dalam organisasi. Beberapa organisasi cenderung untuk merekrut karyavvan yang memiliki pikiran sepaham dengan pandangan

(2)

II

organisasi atau dengan kata lain mensosialisasikan mereka agar berpikir serupa itu. Mereka melatih, memberi hadiah dan menjatuhkan sanksi pada para karyawan untuk memperkokoh paham organisasi dan mengalokasikan sumber daya sesuai dengan paham tersebut. Bila suatu organisasi membuat suatu asumsi budaya bahwa keterampilan teknis adalah satu-satunya bentuk pengetahuan yang sah dan, oleh sebab itu, pengetahuan yang dibangun dari penularan pengalaman nilainya sangat kecil di luar operasi harian, orang- orang di dalam suatu perusahaan seperti itu minimal melakukan dua kesalahan. Pertama, para insinyur yang nalar tetapi tidak akrab dan terbiasa dengan proses mungkin menyimpulkan bahwa tak ada peluang pencegahan polusi, sebab mereka tidak dapat melihatnya. Kedua, perusahaan dapat memanggil para pakar teknis untuk mengidentifikasi peluang yang serupa dengan yang ditemui pada beberapa studi kasus. Tak mengherankan, jika para pakar teknis tersebut tidak dapat menemukan beberapa peluang, lalu berkesimpulan bahwa memang tidak ada peluang.

Pembinaan produksi bersih dapat dilakukan melalui berbagai kebijaksanaan, antara lain berupa instrumen yang dimaksudkan untuk menciptakan iklim yang menunjang terbinanya industri yang berwawasan lingkungan merupakan langkah awal yang perlu dilakukan. Kebijakan dalam rangka pembinaan ini tentunya berasal dari luar kekuatan internal industri itu sendiri. Namun demikian industri tersebut diharapkan secara proaktif untuk melakukan usaha-usaha berkelanjutan. Kebijakan tersebut dapat berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkemampuan teknologi dan mempunyai kesadaran akan pentingnya produksi bersih perlu digalakkan.

Sumber daya manusia yang dimaksud adalah semua pihak yang terlibat pada program produksi bersih baik langsung maupun tidak langsung, mulai dari pengusaha, pekerja, hingga aparatur pemerintah.

Dalam melaksanakan produksi bersih pada suatu perusahaan, biasanya akan ditemui beberapa kendala atau masalah antara lain :

• Keraguan atau keengganan pengusaha untuk melakukan produksi bersih. Hal ini dikarenakan :

(3)

12

jg takut 'penyakitnya' diketahui atau dilaporkan ke instansi pemerintah

es takut rahasia prosesnya bocor ke perusahaan saingan atau pembeli JSS tanpa melakukan produksi bersih, suatu industri atau perusahaan

sudah mendapatkan untung, lalu mengapa harus berusaha lagi untuk menerapkan produksi bersih

• Pada umumnya industri menengah atau kecil pabriknya kurang dibenahi, kurang memperhatikan kesehatan atau keselamatan kerja, jarang memiliki tenaga kerja yang berpendidikan atau profesional dan

kesulitan menggembleng karyawan untuk berdisiplin produksi bersih.

• Makin "sakit" atau jorok industrinya, makin kecil kesediaan manajemennya melakukan produksi bersih, padahal makin jorok pabriknya makin besar peluang untuk produksi bersih dilaksanakan.

Merubah kebiasaan tradisionil ke budaya produksi bersih memerlukan waktu.

• Ada industri yang telah mempunyai rencana kerja lain, misalnya relokasi pabriknya, sehingga produksi bersih bukan merupakan priori tas.

• Masalah keuangan perusahaan.

Beberapa kendala tersebut di atas memang merupakan rintangan yang harus dihadapi. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan bahwa pelaksanaan produksi bersih juga akan mendatangkan beberapa manfaat bagi perusahaan itu sendiri, yaitu :

• Meningkatkan efisiensi; dengan jumlah bahan baku yang sama dapat dihasilkan produk sesuai standart yang lebih banyak.

• Menurunkan biaya produksi; dengan menurunnya jumlah limbah yang terjadi, berarti biaya pengolahan limbah menurun pula.

• Perbaikan lingkungan kerja sehingga kesehatan lingkungan kerja lebih meningkat.

(4)

[3

• Citra perusahaan; dengan tidak mencemari lingkungan maka produk yang dihasilkan akrab lingkungan, berarti meningkatkan citra perusahaan.

• Permintaan pasar internasional; konsumen internasional makin sadar atas lingkungan, mereka menuntut agar produsen menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan antara lain melalui ISO 14000.

Pelaksanaan produksi bersih merupakan suatu cara untuk menuju

"green consumer'ism"'.

2.2 PROSES ANALISA DARI PRODUKSI BERSIH

Proses analisa dari produksi bersih yaitu :

• Neraca massa atau neraca bahan adalah suatu sistim untuk menentukan aliran, konsumsi, dana akumulasi bahan-bahan dalam suatu proses.

Secara umum neraca massa adalah jumlah bahan yang niasuk sama dengan jumlah bahan yang keluar

Dibawah ini akan ditunjukkan diagram neraca massa atau neraca bahan.

Jumlah pencemaran

berupa uap (VOC) Jumlah bahan

yang digunakan

Proses

pengecatan

Jumlah bahan

* Yang terdeposit pada produk

Jumlah pencemaran berupa padatan

GAM BAR 2.1

NERACA MASSA ATAU NERACA BAHAN

(5)

I I

Langkah-langkah perhitungan neraca massa atau neraca bahan yaitu:

1. Dapatkan jenis bahan yang digunakan

2. Temukan unit-unit proses yang menggunakan

3. Cari jenis kehilangan yang terjadi misalnya : berupa padatan, uap, dsb.

• Transfer Efisiensi (TE)

Transfer Efisiensi memberikan indikasi banyaknya bahan yang digunakan dengan banyaknya bahan cat yang dideposit (menempel) pada permukaan sasaran pengecatan. Nilai TE yang tinggi menunjukkan bahwa bahan cat yang terbuang hanya sedikit dan proses pengecatan lebih efisien dari segi biaya serta tidak terlalu membahayakan dilihat dari aspek lingkungan.

massa (volume) bahan cat padat yang dideposit TE=

massa (volume) bahan cat padat yang digunakan

• Volatile Organic Compound (VOC) adalah pencemar yang berbentuk uap dan merupakan sumber utama pencemaran udara serta lingkungan.

Jumlah VOC yang terjadi akibat dari proses pengecatan yang dilakukan adalah 70% X jumlah cat yang digunakan (dalam liter) X 1,3 kg/It.

• Pencemar padatan adalah jenis pencemar selain VOC.banyaknya pencemaran padatan yang terjadi pada saat proses pengecatan dilakukan adalah 20% X jumlah padatan dari cat yang digunakan.

* Jumlah padatan dari cat yang digunakan adalah 30% X jumlah cat yang digunakan (dalam liter) X 1,3 kg/It.

* Jumlah padatan yang menempel pada produk setelah proses pengecatan dilakukan adalah 80% X jumlah padatan dari cat yang digunakan.

(6)

is

• Komponen-komponen biaya

Biaya-biaya yang timbul dari pelaksanaan proses produksi bersih antara lain : biaya penggunaan bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya pengolahan limbah, dan sebagainya

2.3 DESIGN OF EXPERIMENTS

Desigii of experiments merupakan suatu tindakan berupa pengumpulan dan analisa data yang ditujukan untuk membuat keputusan tentang baik tidaknya suatu perlakuan yang satu dengan perlakuan yang lainnya. Selain itu dapat dibuat prosedur perkiraan atau prosedur pengujian hipotesa dalam analisanya, tetapi tujuannya selalu sebuah keputusan tentang efektifitas relatif dari beberapa perlakuan. Melalui desain eksperimen akan diperoleh hasil secara menyeluruh tanpa mengabaikan kemungkinan-kemungkinan yang akan muncul dari suatu percobaan atau eksperimen yang dilakukan.

Faktor adalah bisa disebut variabel yang independent atau variabel kausal, sebuah variabel yang dengan sengaja di variasi atau diubah di dalam sebuah cara yang terkontrol dalam sebuah percobaan untuk mengamati dampaknya pada variabel respon bisa berupa kualitatif (contoh : mesin A, B dan C) atau kuantitatif (contoh: temperatur 90, 100 dan 110).

Berikut akan diperlihatkan tabel struktur data untuk model randomisasi dengan menggunakan k treatments.

(7)

K.

TREATMENT 1

Y,,

Y„

TABEL 2.1 STRUKTUR DATA

TREATMENT 2

Y22

TREATMENT k

Yi*

• «•»••*-»• I J i

Yn, l Yn 22 Y„**

MEANS Y, Yt

Setelah itu akan dilanjutkan dengan membuat tabel ANOVA dengan k treatments, sebagai berikut:

SOURCE

Treatment

Error

SUM OF SQUARES

k SST = £

k SSE = Z

TABEL 2.2 ANOVA

ni(y,-y) j=i

£(yy-W)2 i=]

d.f.

k-1

k E nrk

H

MEANS OF F RATIO SQUARES

SST/k-1 MST/MSE

k S S E / I nrk

3=1

k rij

Total S 2 (yjj-y)2 j=l i=l

£ n,-l j=l

(8)

17

Selanjutnya akan dilakukan pengujian hipotesa.

Model yang dipakai adalah :

Yjj= n + P j + eg , i - l , ,nj ; j - l , , k

Dimana : p. = overall mean

Pj= thej th treatment effect ejj = random error component

e;j are all independently distributed as N (0,a)

H0: tidak ada perbedaan diantara rata-rata dari k populasi (p\=

Pi= = PA = 0 )

H) : ada perbedaan diantara rata-rata dari k populasi

• Ho akan diterima sehingga H| ditolak bila : MST/MSE < F a ( k - l , n - k )

• H0 akan ditolak bila

MST/MSE > F a (k-l,n-k) k

Dimana n = I tij j - 1

Apabila dari hasil perhitungan F test dimana H0 ditolak, maka untuk menyatakan adanya perbedaan u, dan Uj digunakan The Least Significant Difference (LSD) Method

LSD - 1 a/2, n-k VMSE(l/n,+ 1/n.j)

Jika I Yj - Yj I > LSD maka dapat dikatakan bahwa rata-rata dari populasi \i\

dan u, adalah berbeda.

Referensi

Dokumen terkait

Produksi bersih adalah suatu pendekatan penanganan limbah yang bersifat preventif dan terpadu, sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui pengurangan

Dengan menerapkan produksi bersih, limbah yang dihasilkan akan diubah tidak hanya bentuknya saja tetapi juga kandungan yang ada didalamnya, karena dapat

Model berarti gambaran informasi untuk menjelaskan atau menerapkan teori. Dengan kata lain model adalah teori yang lebih di sederhanakan. Menurut L ittle John, Dalam pengertian

Jurnal penutup yaitu jurnal yang digunakan untuk menutup semua akun nominal (pendapatan dan beban) pada akhir periode, dilakukan dengan cara menjurnal akun-akun

Pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan

Limbah bahan berbahaya dalam jumlah kecil seperti residu yang terdapat dalam kemasan sebaiknya dibuang dengan insenerator pirolitik , kapsulisasi atau ditimbun