TUGAS AKHIR
ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT. MOPOLI RAYA MEDAN PERIODE 2014-2016
OLEH:
MIRANDA HELFRIZA 152101046
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Diploma III
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2018
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah dan karunia-Nya, serta shalawat beriring salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga peneliti dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
Penulisan tugas akhir ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam jenjang perkuliahan Diploma III Universitas Sumatera Utara dengan judul “Analisis Rasio Keuangan Pada PT. Mopoli Raya Medan”.
Dalam penulisan tugas akhir ini peneliti banyak menerima bantuan berupa dorongan, semangat, nasihat, saran, sumbangan pikiran, serta kerjasama dari berbagai pihak. Teristimewa peneliti mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua peneliti yakni Ayahanda Almarhum Suhelmi dan Ibunda Ferri Asrida serta saudara-saudari peneliti yang telah banyak memberikan bantuan moril maupun materil kepada peneliti selama ini.
Maka pada kesempatan ini peneliti menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan, yaitu kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE., MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si selaku Ketua Program Studi D- III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Yasmin Chairunisa Muchtar, SP, MBA selaku Sekretaris Program Studi D-III Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Magdalena Linda Leonita Sibarani, SE, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah bersedia memberikan waktu, saran, tenaga dan pemikirannya untuk membantu penulis didalam penyempurnaan skripsi ini.
5. Bapak Syafrizal Helmi Situmorang, SE, M.Si selaku Dosen Penguji yang telah menyediakan waktu, tenaga dan memberikan saran untuk membantu penulis didalam penulisan skripsi ini.
6. Seluruh dosen dan staf Program Studi D-III Keuangan maupun Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah membantu selama proses perkuliahan.
7. Kakak kandung Annisa Suriza, A.Md dan Fitria Helmiza yang selalu memberikan dukungan semangat dan nasihat untuk penyelesaian tugas akhir ini.
8. Kekasih Septian Abdi Pratama, SE yang telah memberikan dukungan semangat, motivasi, serta selalu setia menemani untuk penyelesaian tugas akhir ini.
9. Dan teman-teman satu angkatan 2015 khususnyaIsti, Farikha, Elzelyta, Ferra, dan semua pihak yang telah membantu baik secara langsug maupun tidak langsung dalam penyelesaian tugas akhir ini.
Peneliti menyadari tugas akhir ini masih banyak memiliki kekurangan dan jauh dari sempurna. Namun harapan peneliti semoga tugas akhir ini bermanfaat kepada seluruh pembaca.
Medan, 2018 Peneliti
Miranda Helfriza
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTARGAMBAR ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan Penelitian ... 3
1.4 Manfaat Penelitian ... 3
1.5 Jadwal Kegiatan ... 4
1.6 Sistematika Penelitian ... 5
BAB II PROFIL PERUSAHAAN ... 6
2.1 Sejarah Singkat PT. Mopoli Raya ... 6
2.2 Struktur Organisasi ... 7
2.3 Uraian Tugas ... 9
2.4 Kinerja Usaha Terkini ... 18
2.5 Rencana Kegiatan ... 19
BAB III PEMBAHASAN ... 20
3.1 Analisis Rasio Likuiditas ... 20
3.2 Analisis Rasio Leverage ... 24
3.3 Analisis Rasio Profitabilitas ... 28
BABIV KESIMPULAN DAN SARAN ... 34
4.1 Kesimpulan. ... 34
4.2 Saran ... 35
DAFTAR PUSTAKA ... 36
LAMPIRAN ... 37
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman Judul Halaman
1.1 Jadwal Survey/ Observasi dan Tugas Akhir ... 5
3.1 Current Ratio PT. Mopoli Raya Tahun 2014-2016 ... 19
3.2 Quick Ratio PT. Mopoli Raya Tahun 2014-2016 ... 21
3.3 Cash Ratio PT. Mopoli Raya Tahun 2014-2016 ... 22
3.4 Debt To Asset RatioPT. Mopoli Raya Tahun 2014-2016 ... 25
3.5 Debt To Equity Ratio PT. Mopoli Raya Tahun 2014-2016 ... 26
3.6 Net Profit Margin PT. Mopoli Raya Tahun 2014-2016 ... 28
3.7 Gross Profit Margin PT. Mopoli Raya Tahun 2014-2016 ... 29
3.8 Operating Profit Margin PT. Mopoli Raya Tahun 2014-2016 ... 31
DAFTAR GAMBAR
No. GambarJudul Halaman
2.1 Struktur Organisasi Perusahaan ... 7
1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih professional. Dengan banyaknya jumlah pesaing, baik pesaing berorientasi lokal maupun pesaing internasional, maka setiap perusahaan harus mampu menampilkan kinerja perusahaan yang baik yang harus ditunjang dengan strategi yang matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen keuangan. Manajemen keuangan memberikan pengaruh terhadap kelangsungan aktivitas dan eksistensi suatu perusahaan serta berpengaruh juga pada setiap individu yang terlibat dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, seorang manajer keuangan dituntut untuk dapat menjalankan manajemen keuangan dengan baik. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan lebih efisien dan efektif, sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan serta mempertahankan aktivitas dan keberadaan perusahaan.
Perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat. Setiap perusahaan yang didirikan dalam bentuk perusahaan dagang, jasa dan industri baik skala besar maupun kecil, mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan (profit) yang sebesar-besarnya serta terjaminnya kelangsungan hidup perusahaan sampai masa yang akan datang.
Untuk mengetahui kekayaan atau kondisi keuangan perusahaan yang bersangkutan, dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan.
2
Laporan keuangan perusahaan terdiri dari laporan neraca dan laporan rugi- laba. Laporan neraca menggambarkan kondisi dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, umumnya pada akhir tahun saat penutupan buku. Sedangkan laporan laba rugi memperlihatkan hasil yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa dan ongkos-ongkos yang timbul dalam proses pencapaian hasil tersebut. Laporan ini juga memperlihatkan adanya pendapatan bersih atau kerugian bersih sebagai hasil dari operasi perusahaan selama periode tertentu. Namun untuk menilai operasi perusahaan apakah efisien dan efektif dalam mempergunakan sumber-sumber dananya, diperlukan analisis dan evaluasi terhadap laporan keuangan tersebut.
Analisis keuangan melibatkan penilaian terhadap keuangan dimasa lalu, sekarang dan yang akan datang. Penilaian tersebut dimaksudkan untuk menemukan kelemahan-kelemahan yang terjadi didalam keuangan perusahaan yang dapat menyebabkan masalah-masalah yang ada pada perusahaan. Kelemahan tersebut dapat diperbaiki, kemudian hasil-hasil yang dipandang sudah cukup baik di waktu yang lalu harus dipertahankan untuk waktu yang akan datang.
Untuk menganalisis dan mengevaluasi laporan keuangan tersebut, dapat digunakan Analisis Rasio Keuangan. Rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Kegiatan analisis ini dapat menggali dan mengungkapkan berbagai hal yang belum diketahui secara rinci dalam laporan keuangan biasa.
Hasil analisis ini dapat memberikan informasi dengan tujuan menggambarkan, menyimpulkan, evaluasi, dan prediksi keadaan ekonomi perusahaan.Dengan menggunakan analisis rasio keuangan, dapat diketahui tingkat likuiditas, leverage, aktivitas, dan profitabilitas dari suatu perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas dan untuk mengetahui sejauh mana kinerja perusahaan selama ini, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap PT. Mopoli Raya dan menuliskannya dalam Tugas Akhir ini dengan judul “Analisis Rasio Keuangan Pada PT. Mopoli Raya Medan”.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam menulis Tugas Akhir ini, peneliti membatasi ruang lingkup yang menjadi pokok permasalahan yang akan dibahas. Adapun yang menjadi perumusan masalah sehubungan dengan analisis rasio keuangan perusahaan yang akan dilakukan adalah “Bagaimana kondisi dan kinerja keuangan pada PT.
Mopoli Raya Medan dilihat dari Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, dan Rasio Profitabilitas pada periode 2014 sampai dengan 2016?”
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kondisi dan kinerja keuangan pada PT. Mopoli Raya yang dilihat dari rasio likuiditas, rasio leverage, dan rasio profitabilitas pada periode 2014 sampai dengan 2016.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti
Sebagai pengembangan kemampuan pola pikir peneliti dengan cara mengimplementasikan teori-teori manajemen keuangan, khususnya mengenai penilaian kondisi, dan kinerja keuangan dengan menggunakan rasio keuangan.
4
2. Bagi PT. Mopoli Raya
Sebagai bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi dan kinerja keuangan PT. Mopoli Raya di masa mendatang.
3. Bagi Pihak Lain
Sebagai masukan serta bahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang sama di masa mendatang.
1.5 Jadwal Kegiatan
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti pada PT. Mopoli Raya Medan.
Penelitian ini berlangsung mulai tanggal 09 maret sampai 30 Mei 2018.
Dapat dilihat dari table 1.1 berikut : Tabel 1.1
Jadwal Survey/Observasi dan Tugas Akhir
1.6 Sistematika Penelitian
Sistematika penulisan Laporan Tugas Akhir ini terdiri dari 4 bab, antara lain:
BAB I : PENDAHULUAN
Menjelaskan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian.
No. Kegiatan
Maret April Mei
Minggu Ke - Minggu Ke - Minggu Ke - I II III IV I II III IV I II III IV
1 Persiapan
2 Pengumpulan data
3 Penulisan
BAB II : PROFIL PERUSAHAAN
Dalam bab ini menjelaskan mengenai sejarah, visi dan misi, struktur organisasi, dekripsi pekerjaan, jaringan usaha kegiatan, kegiatan usaha terkini, dan rencana kegiatan.
BAB III : PEMBAHASAN
Dalam bab ini memaparkan dan menganalisis data-data yang didapatkan dari hasil pengujian.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran yang akan diajukan untuk pengembangan proses pengolahan data di PT. Mopoli Raya Medan.
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat PT. Mopoli Raya
PT. Mopoli Raya merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahannya. PT. Mopoli Raya didirikan pada tanggal 17 Desember 1980 oleh 3 (tiga) pendiri utama, yaitu:
1. H. A. Basyah Ibrahim (Alm) 2. H. Muhammad Sati (Alm) 3. Mustafa Sulaiman (Alm)
Sejak pendiriannya, PT. Mopoli Raya terus berkembang dan berkembang.
Hal ini dapat dilihat dari areal perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh PT.
Mopoli Raya yang semakin luas. Areal perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Mopoli Raya tersebar di 2 (dua) Provinsi yaitu di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tepatnya di kabupaten Aceh Timur, Aceh Barat, dan Aceh Selatan serta di Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Kabupaten Langkat. Luas perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh PT. Mopoli Raya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam seluas 6.678,76 Ha dan di Provinsi Sumatera Utara seluas 3.053,57 Ha.
Apa yang telah dicapai oleh PT. Mopoli Raya sebenarnya merupakan kerjasama dari banyak pihak terutama dengan pemerintah melalui program rehabilitasi PBSN dengan penyaluran kredit investasi Bank Indonesia melalui Bank Ekspor Impor, yang telah banyak membantu dalam proses pendirian pabrik kelapa sawit perusahaan ini.Dengan adanya kredit Free Financing (jenis kredit modal kerja yang diberikan kepada pemilik perusahaan) dari Bank Exim sebelum kredit investasi keluar, maka pada bulan April 1984 mulai dilaksanakan
persiapan-persiapan pelaksanaan dan pengaturan pelaksanaan pembangunan pabrik kelapa sawit. Pada tanggal 26 Agustus 1985 dimulai secara resmi pembangunan pabrik kelapa sawit ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bapak Gubernur Daerah Istimewa Aceh pada saat itu dan disaksikan oleh pihak- pihak yang terkait.
Pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Mopoli Raya terletak di desa Gedong Biara Kec. Seruway Kabupaten Aceh Timur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Areal yang digunakan untuk pabrik adalah seluas 6 Ha dan terletakdi daerah berbukit dengan ketinggian antara 20-55m diatas permukaan laut. Karena pabrik kelapa sawit tersebut terletak di desa Gedong Biara, maka pabrik kelapa sawit PT.
Mopoli Raya ini sering disebut pabrik kelapa sawit Gedong Biara. Pabrik yang berlokasi di Blok 53 perkebunan Gedong Biara Kuala Simpang ini berkapasitas awal 30 ton TBS per jam. Pada tahun 1991 kapasitas pabrik kelapa sawit tersebut diperluas sehingga menjadi 60 ton TBS per jam, suatu kapasitas yang cukup untuk dapat menampung hasil produksi sampai dengan 9.985 Ha areal kelapa sawit.Pabrik kelapa sawit merupakan tempat pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) untuk mendapatkan minyak sawit dan hasil-hasil produksi seperti bahan bakar boiler dan pupuk. Kedua hasil terakhir dapat dikategorikan sebagai hasil sampingan atau by product yang berguna untuk proses produksi selanjutnya.
2.2 Struktur Organisasi
Kunci utama untuk menciptakan sistem operasional yang baik dalam suatu perusahaan atau suatu organisasi adalah struktur daripada organisasi tersebut.
Dengan adanya struktur organisasi maka setiap individu atau anggota dari organisasi tersebut dapat mengetahui tentang posisinya, wewenang dan kepada
8
siapa ia harus bertanggung jawab. Selain itu struktur organisasi juga menjelaskan tentang hubungan antara unit-unit terkait dalam perusahaan atau organisasi.
Adapun struktur organisasi yang diterapkan pada PT. Mopoli Raya dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Sumber: PT. Mopoli Raya 2018
Gambar 2.1
Struktur Organisasi PT. Mopoli Raya Medan
PT. Mopoli Raya menerapkan struktur organisasi garis atau staf, dengan struktur ini akan terdapat pucuk pimpinan sebagai pemegang komando tertinggi dan juga terdapat para manajer-manajer bagian yang bertugas menjalankan dan mengawasi aktivitas di setiap bagian yang menjadi wewenangnya.
Para manajer ini juga diharapkan bisa memberikan masukan dan nasehat kepada pihak yang berada di atasnya atau pihak yang menjadi bawahannya yang bertujuan untuk menjalankan roda bisnis perusahaan secara baik.
2.3 Uraian Tugas
Uraian tugas pada masing-masing struktur organisasi di PT. Mopoli raya dapat diuraikan sebagai berikut.
a) Dewan Komisaris
Tugas Dewan Komisaris:
1. Mengawasi jalannya kepengurusan oleh Direksi, untuk itu Anggota Dewan komisaris baik secara sendiri maupun bersama-sama berhak memasukibangunan dan pekarangan Perseroan, memeriksa buku, memeriksa persediaan, memeriksa uang kas dan surat berharga lainnya serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi.
2. Mengadakan Rapat Umum Tahunan (RUT) dan Rapat Umum Luar Biasa (RULB) para pemegang saham.
3. Jika suatu sebab ada kekosongan salah satu jabatan direksi atau dewan komisaris maka paling lama satu bulan setelah terjadinya kekosongan tersebut, Dewan Komisaris berkewajiban mengundang para pemegang saham dan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan siapa yang akan mengisi kekosongan tersebut.
4. Memberikan persetujuan terhadap hal-hal sebagai berikut:
a. Pembagian tugas antara para anggota direksi.
b. Rencana perseroan sebagai penanggung jawab.
c. Membeli, menjual, memberatkan atau dengan cara lain mendapatkan ataumelepaskan hak atas barang tidak bergerak/harta tetap perusahaan dan surat ijin/lisensinya.
10
d. Menggadaikan barang-barang tak bergerak yang merupakan milik Perseroan.
5. Memberikan pengesahan atas RAPB tahunan.
6. Memberikan pengesahan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atas neraca dan perhitungan laba/rugi tahunan yang merupakan laporan pertanggung jawaban Direksi.
b) Biro Komisaris
Tugas Biro Komisaris:
Membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasannya di Perseroan. Biro komisaris dipimpin oleh Kepala Biro Komisaris.
1) Kepala Biro Komisaris
Tugas Kepala Biro Komisaris:
1. Membuat pembagian tugas para anggota Biro Komisaris.
2. Bersama-sama anggota menyusun usulan anggaran tahunan Biro Komisaris.
3. Mengevaluasi apakah kinerja perusahaan telah sesuai dengan rencana, baik fisik/keuangan maupun prosedurnya.
4. Bertanggung jawab atas keselamatan harta perusahaan dan arsip-arsip yang ada pada Biro Komisaris.
5. Memberikan laporan kepada Dewan Komisaris tentang perkembangan perusahaan berdasarkan hasil evaluasi.
6. Menampung masukan-masukan dari bawahan.
7. Menunjukkan salah satu anggota Biro Komisaris sebagai pejabat Kepala Biro berdasarkan persetujuan Komisaris, apabila kepala Biro berhalangan dalam waktu yang relatif lama atau menjalani cuti.
c) Direktur Utama
Tugas Direktur Utama:
1. Mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan.
2. Mempertanggung jawabkan tugasnya kepada Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham.
3. Mengkoordinir anggota Direksi lainnya untuk mencapai tujuan perusahaan seperti yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Perusahaan yang telah disahkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham.
d) Internal Audit
Tugas Internal Audit:
1. Menyusun rencana kerja dan langkah-langkah pemeriksaan yang akan menjadi pedoman bagi para audit.
2. Menyusun pembagian tugas para auditor dalam melaksanaan tugas-tugas pemeriksaan.
3. Memonitor penyimpangan-penyimpangan yang terjadi terhadap anggaran.
4. Mengevaluasi usulan tentang penyempurnaan sistem prosedur yang ada.
e) Direktur Produksi dan Pengembangan
Tugas Direktur Produksi dan Pengembangan:
1. Mengkoordinir jajaran yang berada di bawahnya sesuai dengan struktur organisasi yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan secara efisien.
12
2. Menjalankan segala tindakan dengan cara memanfaatkan secara optimal semua sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan produktifitas dengan memperhatikan kelangsungan jangka panjang perusahaan.
3. Melaksanakan manajemen tanaman dan pengolahan yang baik, tertib, dan teratur serta berkesinambungan.
4. Membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama Perseroan dalam memimpin perusahaan sesuai dengan bidangnya.
f) Direktur SDM dan Umum
Tugas Direktur SDM dan Umum:
1. Merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi di bidang pengelolaan dan pengembangan SDM (termasuk perekrutan dan pemilihan kebijakan, disiplin, keluhan, konseling, upah dan persyaratannya, kontrak-kontrak, pelatihan dan pengembangan, perencanaan sukses, moril dan motivasi, kultur dan pengembangan sikap dan moral kerja, manajemen penimbangan prestasi dan hal seputar manajemen mutu, dan lain-lain (ditambahkan selama masih relevan).
2. Menetapkan dan memelihara sistem yang sesuai untuk mengukur aspek penting dari pengembangan Human Resource.
3. Memonitor, mengukur dan melaporkan tentang permasalahan, peluang, rencana pengembangan yang berhubungan dengan SDM dan pencapaiannya dalam skala waktu dan bentuk/format yang sudah disepakati.
4. Mengatur dan mengembangkan staf langsung (yang melakukan direct report kepadanya).
5. Mengelola dan mengendalikan pembelanjaan SDM per departemen sesuai anggaran-anggaran yang disetujui.
6. Bertindak sebagai penghubung dengan para manajer functional/manajer departmen yang lain agar memahami semua aspek-aspek penting dalam pengembangan SDM, dan untuk memastikan mereka telah mendapatkan informasi yang tepat dan mencukupi tentang sasaran, tujuan, dan pencapaian-pencapaian dari pengembangan SDM.
7. Memelihara kesadaran dan pengetahuan tentang teori pengembangan Human Resource yang sesuai zaman dan metode-metode dan menyediakan penafsiran yang pantas untuk para direktur, para manajer dan staf di dalam organisasi.
8. Berperan untuk evaluasi dan pengembangan strategi pengelolaan SDM dan kinerja dalam pengimplementasian strategi tersebut, dengan bekerja sama dengan tim eksekutif.
9. Memastikan setiap aktivitas mempunyai benang merah serta terintegrasikandengan persyaratan-persyaratan organisasi (organizationalrequirements) untuk bidang-bidang manajemen mutu, kesehatan dankeselamatan kerja, syarat-syarat hukum, kebijakan-kebijakan dan tugas umum kepedulian lingkungan.
g) Direktur Komersial
Tugas Direktur Komersial:
1. Mengkoordinir jajaran yang berada di bawahnya sesuai dengan struktur organisasi yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan secara efisien.
14
2. Menjalankan segala tindakan dengan cara memanfaatkan secara optimal semua sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara yang sesuai dengan peraturan-peraturan perusahaan yang berlaku.
3. Melaksanakan manajemen keuangan.
4. Mengadakan koordinasi dengan Direktur Produksi mengenai administrasi kepegawaian, keuangan, dan pengadaan pada unit/bagian yang berada di bawah Direktur Produksi.
5. Membantu dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama Perseroan dalam memimpin perusahaan sesuai dengan bidangnya.
h) Bagian Keuangan dan Akuntansi Tugas Bagian Keuangan dan Akuntansi:
1. Membuat rencana penjualan bulanan berdasarkan rencana pabrik dan kebun.
2. Menjamin kelancaran pemasaran komoditi-komoditi yang dihasilkan perusahaan dengan harga yang maksimal.
3. Membuat laporan penjualan dan laporan realisasi pembelian secara bulanan untuk diserahkan kepada atasan dan bagian-bagian yang memerlukannya.
i) Bagian Pemasaran dan Pengadaan Tugas Bagian Pemasaran dan Pengadaan:
1. Memastikan seluruh proses penjualan produk sesuai dengan prosedur.
2. Memastikan kualitas produk barang yang akan dijual.
3. Merencanakan penjualan produk bulanan (CPO, inti, dan karet)
4. Memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa sesuai dengan
prosedur.
5. Memastikan kualitas pengadaan barang dan jasa sesuai dengan spesifikasi yang diminta unit kerja.
6. Memastikan tersedianya supplier/rekanan yang terkini.
7. Memastikan tersedianya data harga barang dan jasa.
8. Melakukan survey harga dari semua supplier yang ada dan melaksanakan proses pengadaan sesuai prosedur.
j) Bagian SDM dan Umum Tugas Bagian SDM dan Umum:
1. Mengkoordinasikan perumusan perencanaan dan pemberdayaan pegawai (man power planning), sesuai kebutuhan Perusahaan.
2. Mengkoordinasikanperumusansistem pengadaan, penempatan, dan pengembangan pegawai.
3. Mengkoordinasikan perumusan sistem dan kebijakan imbal jasa pegawai dengan mempertimbangkan internal/eksternal equity.
4. Bersama manajemen merumuskan pola pengembangan organisasi perusahaan.
5. Menyelenggarakan sistem informasi SDM dalam suatu data kepegawaian.
6. Tersusunnya kebijakan perencanaan, pengorganisasian dan administrasi program Pendidikan dan Latihan (Diklat).
7. Tersusun program penelusuran bakat dan pembinaan kepribadian pegawai.
8. Tersedianya kajian dan evaluasi terhadap efektifitas program dan kontribusi peraturan bagi perkembangan perusahaan.
9. Menindak lanjuti hasil penilaian kinerja seluruh Pegawai.
16
10. Dilaksanakannya pengembangan yang berkelanjutan terhadap sasaran mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja yang mengacu kepada Kebijakan Mutu Perusahaan yang telah ditetapkan.
k) Bagian Tanaman
Tugas Bagian Tanaman:
1. Menyusun program/rencana kerja bagian tanaman.
2. Memonitor penerimaan dan pendistribusian laporan-laporan kebun dan proyek perkebunan.
3. Mengatur pelaksanaan survey dan pemetaan tanah apabila ada rencana pembukuan lahan baru.
4. Membuat perencanaan tentang pengendalian serangan hama dan penyakit.
5. Membuat perencanaan tentang pemupukan tahunan berdasarkan hasil analisis daun dari tanah.
6. Membuat perencanaan estimasi produksi dan pembangunan tanaman baru (perluasan, peremajaan, dan konversi).
7. Membantu Direktur Produksi dalam memonitor pelaksanaan proyek perkebunan milik perusahaan.
l) Bagian Pengolahan dan Teknik Tugas Bagian Pengolahan dan Teknik:
1. Memastikan PKS beroperasi pada kapasitas optimal, rendemen maksimal dan losses yang minimal.
2. Melakukan perencanaan dalam proses pengolahan untuk untuk memperoleh kinerja kapasitas optimal, rendemen maksimal dan losses yang minimal.
3. Melakukan sortasi buah kebun sendiri maupun pihak ketiga sesuai dengan
standar mutu buah yang telah ditentukan.
4. Menjaga kebersihan lingkungan pabrik sesuai dengan persyaratan lingkungan yang telah ditetapkan.
5. Melakukan pengolahan limbah sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan BLH, sehingga dipastikan tidak mencemari lingkungan.
6. Melakukan pemeliharaan dan perawatan mesin pabrik dan bangunan pabrik agar pabrik dapat beroperasi secara efektif dan efisien.
m) Bagian Sekretaris Perusahaan Tugas Bagian Sekretaris Perusahaan:
1. Membuat usulan mengenai standar penomoran dan bentuk surat-surat yang akan diterapkan.
2. Membuat/mengetik surat-surat keluar Direksi dan membuat registrasinya.
3. Mengetik SK & SE Direksi, membuat registrasinya dan mendistribusikannya.
4. Menerima/membuat registrasi surat-surat masuk dan mendistribusikannya.
5. Memberikan masukan-masukan tentang penyempurnaan surat menyurat perusahaan.
6. Membuat jadwal rapat direksi berdasarkan waktu yang telah ditetapkan.
7. Mengurus kebutuhan alat-alat kantor atau perlengkapan kerja Direksi.
2.4 Kinerja Usaha Terkini
Kinerja usaha pada dasarnya merupakan tolak ukur dalam menilai suatu perusahaan baik atau tidak. Kinerja usaha dapat dilihat dari banyak faktor dan tergantung dari sudut pandang pihak yang melakukan penilaian.
18
PT. Mopoli Raya merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang pengelohan kelapa sawit dan karet. PT. Mopoli Raya memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit yang berfungsi untuk mengolah Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi Crued Palm Oil (CPO) dan Inti Kelapa Sawit (IKS) yang menjadi produk inti dari kelapa sawit.Setelah TBS diperoleh lalu diolah menjadi CPO dan IKS yang selanjutnya dijual kepada pihak ketiga.
Selain pengolahan kelapa sawit, PT. Mopoli Raya juga menjalankan usaha pengolahan karet. Getah karet diperoleh dengan membeli dari anak perusahaannya. Setelah itu getah karet diolah untuk dijual kepada pihak ketiga.Dalam hal ini PT. Mopoli Raya yang merupakan perusahaan dagang, dimana lahannya membeli bahan mentah dari pemasok yang merupakan anak perusahaannya, lalu diolah untuk dijual kepada pihak ketiga.
2.5 Rencana Kegiatan
1. Program Peningkatan Ketahan Pangan, dengan 1 kegiatan mencapai 98,71 %.
2. Program pengembangan Agribisnis, dengan 7 kegiatan mencapai 92,95 %.
3. Program peningkatan Produksi Usaha Daerah, dengan 2 kegaiatan mencapai 99,07%.
4. Program pelayanan Administrasi Perkantoran (Program Penunjang), dengan 4 kegiatan mencapai 96,60 %.
5. Program Pembinaan Kelembagaan Petani dan Usaha Perkebunan, dengan 3 kegiatan mencapai 98,23 %.
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Analisis Rasio Likuiditas
Menurut Syahyunan (2013:92), “Rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu. Rasio yang biasa untuk digunakan untuk mengukur likuiditas, yaitu Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio, dan NetWorking Capital”.
Menurut Kasmir (2012:130) Rasio likuiditas atau sering juga disebut dengan nama rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Caranya adalah dengan membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total passiva lancar (utang jangka pendek). Penilaian dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.
Menurut Sitanggang (2012:21), “Likuiditas merupakan ukuran kinerja perusahaan dalam kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang segera harus dilunasi yaitu kewajiban keuangan yang jatuh temponya sampai dengan 1 tahun. Ada tiga ukuran yang digunakan dalam mengukur likuiditas perusahaan, yaitu Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio”.
Untuk mengukur likuiditas dari perusahaan PT. Mopoli akan digunakan perhitungan current ratio, quick ratio, dan cash ratio.
20
1. Current Ratio
Menurut Syahyunan (2013:92), Current Ratio digunakan untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Rasio
ini dihitung dengan menggunakan rumus : Current Ratio =
Tabel 3.1
Current Ratio PT. Mopoli Raya Tahun 2014 – 2016
Tahun Aktiva Lancar Hutang Lancar Rasio (%) 2014 201.080.706.372 182.862.886.733 109,9 2015 223.354.467.626 214.437.095.064 104,1 2016 254.914.114.875 258.238.586.263 98,7
Sumber : Data Diolah, 2018
Pada tahun 2014, Current Ratio perusahaan adalah 109,9%, artinya setiap Rp. 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp. 1,09 aktiva lancar. Hal ini menunjukkan posisi keuangan perusahaan likuid karena aktiva lancar mampu untuk menutup hutang lancarnya.
Pada tahun 2015, Current Ratio perusahaan tersebut menunjukkan 104,1%
artinya setiap Rp. 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp.
1,04. Bila dibandingkan dengan tahun 2014, tahun 2015 mengalami penurunan rasio sebesar 5,8%. Adapun penyebab dari turunnya rasio dikarenakan penurunan piutang usaha sebesar Rp. 1.733.922.320 atau 30,7%, piutang lain-lain sebesar Rp. 1.449.765.315 atau 47,5%, uang dibayar dimuka sebesar Rp. 65.500.450 atau 29,1%, biaya dibayar dimuka sebesar Rp. 631.260.311 atau 84,6%, pada tahun 2014 terdapat aktiva lancar lainnya sebesar Rp. 391.589.857, namun pada tahun 2015 tidak ada. Pada tahun 2015 jumlah aktiva lancar sebesar Rp.
223.354.467.626 mengalami kenaikan dari tahun 2014 sebesar Rp.
22.273.761.254. Jadi, walaupun rasio mengalami penurunan dari tahun sebelumnya namun kemampuan perusahaan dalam memenuhi hutang lancarnya masih berjalan dengan baik.
Pada tahun 2016, Current Ratio perusahaan tersebut menunjukkan 98,7%
artinya setiap Rp. 1,00 hutang lancar dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp.
0,98. Hal ini menunjukkan keuangan perusahaan tidak likuid, dikarenakan aktiva lancar tidak mampu menutupi hutang lancar yang ada. Bila dibandingkan dengan tahun 2015, tahun 2016 perusahaan mengalami penurunan rasio sebesar 5,4%.
Adapun penyebab dari penurunan rasio ini dikarenakan adanya penurunan kas dan
setara kas sebesar Rp. 6.696.457.166 atau 26,7%, penurunan persediaan sebesar Rp. 10.649.757.970 atau 49,1%, dan penurunan biaya dibayar dimuka sebesar
Rp. 58.585.250 atau 51,2%. Pada tahun 2015 terdapatnya piutang usaha sebesar Rp. 3.903.001.250 namun pada tahun 2016 tidak ada. Penurunan sebesar 5,4%, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang lancarnya tidak berjalan dengan baik, karena aktiva lancar tidak mampu menutupi hutang lancar.
Current Ratio pada PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 terus mengalamipenurunan dari tahun ketahun, dan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang lancarnya belum dapat dikatakan berjalan dengan baik, meskipun tahun 2014-2015 aktiva lancar masih dapat menutupi hutang lancar.
2. Quick Ratio
Menurut Syahyunan (2013:92), Quick Ratio adalah perbandingan aktiva lancar dikurangi persediaan dengan hutang lancar. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban dengan tidak
22
memperhitungkan persediaan. Suatu perusahaan dikatakan likuid menurut ukuran Quick Ratio apabila total jumlah uang kas, bank, cek, wesel tagih dan piutang adalah sama atau lebih besar dari total hutang lancar. Dengan menggunakan rumus :
Quick Ratio =
x 100%
Tabel 3.2
Quick RatioPT. Mopoli Raya Tahun 2014 – 2016 Tahun Aktiva Lancar – Persediaan
(Rp)
Hutang Lancar
(Rp) Rasio (%)
2014 191.455.167.996 182.862.886.733 104
2015 201.693.443.983 214.437.095.064 94
2016 245.314.499.214 258.238.586.263 95
Sumber : Data Diolah, 2018
Pada tahun 2014 Quick Ratio perusahaan 104%, artinya setiap Rp. 1,00 hutang lancar dijamin oleh aktiva lancar dikurangi persediaan sebesar Rp. 1,04.
Hal ini menunjukkan bahwa aktiva lancar walau dikurangi persediaan, perusahaan tetap mampu menutupi hutang lancar.
Pada tahun 2015 Quick Ratio perusahaan menunjukkan 94% artinya setiap Rp. 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp. 0,94 dari aktiva lancar - persediaan. Bila dibandingkan dengan tahun 2014, tahun 2015 mengalami penurunan rasio sebesar 10%. Dengan penurunan piutang usaha sebesar Rp.
1.733.922.320, meningkatnya jumlah persediaan sebesar Rp. 12.035.485.267 atau 55%, mengakibatkan aktiva lancar dikurang persediaan tidak mampu menutup hutang lancar. Dilihat dari analisis Quick Ratio tahun 2015, kemampuan perusahaan dalam menutupi hutang lancar tidak berjalan dengan baik.
Pada tahun 2016 Quick Ratio perusahaan menunjukkan 95% artinya setiap Rp. 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp. 0,95 dari aktiva lancar -
persediaan. Bila dibandingkan dengan tahun 2015, tahun 2016 mengalami kenaikan rasio sebesar 1%. Hal ini disebabkan karena adanya kenaikan piutang sebesar Rp. 48.451.391.110, dan hutang lancar pun naik sebesar Rp.
29.314.088.189. Meskipun Quick Ratio meningkat, akan tetapi perusahaan belum mampu menutupi hutang lancarnya.
Quick Ratio PT. Mopoli Raya tahun 2014 menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang lancarnya berjalan baik. Akan tetapi, pada tahun selanjutnya terus mengalami penurunan rasio. Pada tahun 2015 hingga 2016 perusahaan tidak berjalan dengan baik, dikarenakan belum mampu menutupi hutang lancarnya.
3. Cash Ratio
Menurut Syahyunan (2013:92), untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam membayar hutang lancar dengan kas yang tersedia dan surat berharga (efek) yang segera dapat diuangkan. Dengan menggunakan rumus :
Cash Ratio = x 100%
Tabel 3.3
Cash Ratio PT. Mopoli Raya Tahun 2014 – 2016
Tahun Kas + Efek (Rp) Hutang Lancar (Rp) Rasio (%) 2014 23.386.094.783 182.862.886.733 12,8 2015 25.053.513.029 214.437.095.064 11,7 2016 18.357.055.863 258.238.586.263 7,1 Sumber : Data Diolah, 2018
Pada tahun 2014, Cash Ratio perusahaan menunjukkan 12,8% yang artinya setiap Rp. 1,00 hutang lancar dijamin dengan kas Rp. 0,12. Hal ini menunjukkan kas perusahaan belum mampu untuk menutup hutang lancar.
Pada tahun 2015, Cash Ratio perusahaan sebesar 11,7%, artinya setiap Rp.
24
2014, tahun 2015 mengalami penurunan rasio 1,1%, karena adanya kenaikan kas sebesar Rp. 1.667.418.246 atau 6%, dan kenaikan juga terjadi pada hutang lancar sebesar Rp. 31.574.208.331 atau 14,7%. Meskipun kas meningkat, tetapi hutang lancar juga sangat meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kas perusahaan masih belum mampu untuk menutup hutang lancar.
Pada tahun 2016 Cash Ratio perusahaan sebesar 7,1%, artinya setiap Rp.
1,00 hutang lancar dijamin dengan kas sebesar Rp. 0,07. Bila dibandingkan dengan tahun 2015, tahun 2016 mengalami penurunan rasio 4,6%. Hal ini disebabkan karena menurunnya kas sebesar Rp. 6.696.457.166 atau 27%, dan meningkatnya hutang lancar sebesar Rp. 43.801.491.199 atau 16,9%. Hal ini menunjukkan bahwa kas perusahaan masih belum mampu untuk menutup hutang lancar.
Cash Ratio PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 mengalami penurunan danjuga peningkatan, namun dari jumlah masing-masing rasio per tahun belum mampu menutup hutang lancarnya.
3.2 Analisis Rasio Leverage
Menurut Syahyunan (2013:93), “Beberapa pihak lebih suka dengan istilah solvabilitas atau gearing. Rasio Leverage digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam melunasi seluruh hutang-hutangnya atau dengan kata lain rasio ini dapat pula digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mendanai kegiatan usahanya apakah lebih banyak menggunakan hutang atau ekuitas. Rasio Leverage yang umumnya dipakai antara lain adalah Debt Ratio,Debt to Equity Ratio, Time Interest Earned Ratio, Fixed Charge Coverage Ratio, dan Debt Service Coverage”.
Menurut Harahap (2015:190), “Rasio leverage ialah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar semua hutang-hutangnya dengan aktiva yang dimilikinya jika perusahaan tersebut dilikuidasi. Adapun rasio-rasio yang tergabung dalam rasio solvabilitas adalah Debt to Equity Ratio,Total Assets to Total Debt Ratio, Total Net Worth to Total Debt Ratio, dan Total Debt to Total Assets Ratio”.
Menurut Sitanggang (2012:25), “Rasio leverage merupakan ukuran seberapa besar perusahaan dibiayai dari unsur hutang, dan seberapa besar kemampuan perusahaan dari hasil operasi perusahaan untuk melunasi beban pembayaran bunga dan pokok pinjaman tersebut. Untuk menentukannya umumnya memakai Debt To Total Assets Ratio, Debt To Equity Ratio, dan EquityMultiplier”.
Perusahaan yang baik mestinya memiliki komposisi modal yang lebih besar dari hutang. Rasio ini biasa dianggap sebagai bagian dari rasio solvabilitas.
Untuk mengukur leverage dari perusahaan PT. Mopoli akan digunakan perhitungan DebtTo Asset Ratio, dan Debt to Equity Ratio.
1. Debt To Asset Ratio
Menurut Syahyunan (2013:93), rasio hutang atas aktiva (Debt To Asset Ratio) merupakan perbandingan total hutang dengan total aktiva. Rasio ini digunakan untuk mengukur jumlah aktiva perusahaan yang dibiayai oleh hutang atau modal sendiri.
Hutang tersebut mencakup baik kewajiban lancar maupun kewajiban jangka panjang. Rasio ini dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Debt To Asset Ratio =
x 100%
26
Tabel 3.4
Debt To Asset RatioPT. Mopoli Raya Tahun 2014 – 2016 Tahun Total Hutang (Rp) Total Aktiva (Rp) Rasio (%)
2014 182.862.886.733 400.848.727.374 46 2015 214.437.095.064 438.131.279.028 49 2016 258.238.586.263 499.005.014.466 52 Sumber : Data Diolah, 2018
Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa Total Debt To Total AssetsRatio pada PT. Mopoli Raya dari tahun 2014 sampai dengan 2016 mengalamipeningkatan rasio. Pada tahun 2014 rasio menunjukkan 46%, artinya bahwa setiap Rp. 0,46 hutang perusahaan dijamin oleh Rp. 1,00 aset perusahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sangat solvabel karena dapat menutup hutang dengan aset yang dimilikinya.
Rasio tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 sebesar 3%, artinya bahwa setiap Rp. 0,49 hutang perusahaan dijamin oleh Rp.
1,00 aset perusahaan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya total hutang sebesar Rp. 31.574.208.331 atau 17,2% dan meningkatnya total aktiva sebesar Rp.
37.282.551.654 atau 9,3%.
Pada tahun 2016 Total Debt To Total AssetsRatio sebesar 52% yang artinya bahwa setiap Rp. 0,52 hutang perusahaan dijamin oleh Rp. 1,00 aset perusahaan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya total hutang sebesar Rp.
43.801.491.199 atau 20,4% dan meningkatnya total aktiva sebesar Rp.
60.873.735.438 atau 13,8%.
Total Debt to Total Assets Ratio pada PT. Mopoli Raya periode 2014- 2016menunjukkan perusahaan mampu menutup total hutang dengan aset yang dimilikinya.
2. Debt To Equity Ratio
Menurut Syahyunan (2013:93), Debt To Equity Ratio merupakan rasio yang menunjukkan persentasepenyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham.
Debt To Equity Ratio =
x 100%
Tabel 3.5
Debt To Equity RatioPT. Mopoli Raya Tahun 2014 – 2016
Tahun Total Hutang (Rp) Total Modal Sendiri (Rp) Rasio (%) 2014 182.862.886.733 198.037.776.959 92,0 2015 214.437.095.064 215.214.867.446 99,6 2016 258.238.586.263 238.866.032.724 108,0 Sumber : Data Diolah, 2018
Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa Total Debt To Equity Ratio pada PT. Mopoli Raya tahun 2014 menunjukkan 92%. Ini dapat diartikan bahwa setiap Rp. 0,92 hutang perusahaan dijamin oleh Rp. 1,00 modal perusahaan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuangan perusahaan cukup solvabel untuk menutup hutang dengan modal yang dimilikinya.
Pada tahun 2015 Total Debt To Equity Ratio menunjukkan 99,6%, yang artinya bahwa setiap Rp. 0,99 hutang dijamin oleh Rp. 1,00 modal perusahaan.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, rasio tahun 2015 meningkat. Hal ini disebabkan meningkatnya total hutang sebesar Rp. 31.574.208.331 atau 15% dan total modal sebesar Rp. 17.177.090.487 atau 8%. Meskipun meningkat, perusahaan masih dapat menutup hutang dengan modal yang dimiliki.
Pada tahun 2016 total debt to equity ratio menunjukkan 108%, yang artinya bahwa setiap Rp. 1,08 hutang dijamin oleh Rp. 1,00 modal perusahaan.
Tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan
28
meningkatnya total hutang sebesar Rp. 43.801.491.199 atau 17% dan total modal sebesar Rp. 23.651.165.278 atau 10%. Dari perhitungan tersebut, pada tahun 2016 perusahaan tidak dapat menutup hutang dengan modal yang dimiliki.
Total Debt to Equity Ratio pada PT. Mopoli Raya periode 2014-2016, hanyatahun 2016 yang menunjukkan perusahaan tidak solvabel, sedangkan tahun 2014 dan 2015 menunjukkan perusahaan solvabel.
3.3 Analisis Rasio Profitabilitas
Menurut Syahyunan (2013:95), “Rasio profitabilitas digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau seberapa efektif pengelolaaan perusahaan oleh manajemen. Rasio profitabilitas yang sering digunakan, yaitu Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Invesment, dan Return on Equity”.
Menurut Kasmir (2012:196), Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.
Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan.
Munawir (2010:106), “Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu, yaitu dengan melalui perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba. Untuk menentukannya digunakan Net Profit Margin, Gross Profit Margin,Operating Profit Margin, Return on Investment, dan Return on Equity”.
Untuk mengetahui rasio profitabilitas PT. Mopoli Raya digunakan perhitungan Net Profit Margin, Gross Profit Margin, dan Operating Profit Margin.
1. Net Profit Margin
Menurut Syahyunan (2013:95), untuk mengukur laba bersih setelah pajak dibandingkan dengan volume penjualan. Dengan rumus :
Net Profit Margin =
x 100%
Tabel 3.6
Net Profit MarginPT. Mopoli Raya Tahun 2014 – 2016 Tahun Laba Bersih (Rp) Penjualan (Rp) Rasio (%)
2014 16.464.704.987 420.639.239.108 4,0 2015 20.023.687.041 396.184.703.589 5,0 2016 22.074.701.951 470.533.313.744 4,7
Sumber : PT. Mopoli Raya, 2018
Pada tahun 2014 Net Profit Margin perusahaan menunjukkan 4%, artinya setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba bersih sesudah pajak sebesar Rp. 0,04.
Pada tahun 2015 Net Profit Margin perusahaan menunjukkan 5%, artinya setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba bersih sesudah pajak sebesar Rp. 0,05. Bila dibandingkan dengan tahun 2014, tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 1%. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya kenaikan laba
bersih setelah pajak sebesar Rp. 3.558.982.054 dan penurunan penjualan sebesar Rp. 24.454.535.519.
Pada tahun 2016 Net Profit Margin perusahaan menunjukkan 4,7%, artinya setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba bersih sesudah pajak sebesar Rp. 0,04. Bila dibandingkan dengan tahun 2015, tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 0,3%. Penurunan ini disebabkan oleh adanya kenaikan laba
30
bersih setelah pajak sebesar Rp. 2.051.014.910 dan kenaikan penjualan sebesar Rp. 74.348.610.155.
Net profit margin PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 menunjukkan bahwaperusahaan mampu menghasilkan laba dari penjualan, meskipun secara keseluruhan rasionya terdapat peningkatan pada tahun 2015 dan penurunan pada tahun 2016.
2. Gross Profit Margin
Menurut Syahyunan (2013:95), Gross Profit Margin digunakan untuk mengukur efisiensi pengendalianharga pokok (biaya produksi), mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk berproduksi secara efisien. Rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan. Dengan rumus :
Gross Profit Margin = x 100%
Tabel 3.7
Gross Profit MarginPT. Mopoli Raya Tahun 2014 – 2016 Tahun Laba Kotor (Rp) Penjualan (Rp) Rasio (%)
2014 54.496.379.172 420.639.239.108 13 2015 60.424.484.427 396.184.703.589 15 2016 57.511.820.455 470.533.313.744 12
Sumber : Data Diolah, 2018
Pada tahun 2014, PT. Mopoli Raya memiliki Gross Profit Margin sebesar 13%. Ini berarti dalam setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba kotor sebesar Rp. 0,13.
Pada tahun 2015, memiliki Gross Profit Margin sebesar 15%, yang artinya setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba kotor sebesar Rp. 0,15. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 2%. Hal ini disebabkan meningkatnya jumlah laba kotor sebesar Rp.
5.928.105.255, dan menurunnya penjualan sebesar Rp. 24.454.535.519. Hal ini menunjukkan perusahaan dalam keadaan baik.
Pada tahun 2016, memiliki Gross Profit Margin sebesar 12%, yang artinya setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba kotor sebesar Rp. 0,12. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 3%. Hal ini disebabkan menurunnya laba kotor sebesar Rp.
2.912.663.972, dan meningkatnya penjualan sebesar Rp. 74.348.610.155. Ini menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan tidak baik, dikarenakan menurunnya gross profit margin.
Gross Profit Margin PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 menunjukkan bahwaperusahaan mampu menghasilkan laba dari penjualan, meskipun secara keseluruhan rasionya terdapat peningkatan pada tahun 2015 dan penurunan pada tahun 2016.
3. Operating Profit Margin
Menurut Syahyunan (2013:95), Operating Profit Margin atau marjin laba usaha digunakan untuk mengukurtingkat laba operasi yang dihasilkan perusahaan dibandingkan dengan volume penjualan. Makin besar rasio ini berarti semakin buruk. Rasio ini dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Operating Profit Margin = x 100%
Tabel 3.8
Operating Profit MarginPT. Mopoli Raya Tahun 2014 – 2016 Tahun Laba Usaha (Rp) Penjualan (Rp) Rasio (%)
2014 26.602.634.431 420.639.239.108 6,3 2015 28.003.162.078 396.184.703.589 7,0 2016 29.359.811.599 470.533.313.744 6,2
Sumber : Data Diolah, 2018
32
Pada tahun 2014, PT. Mopoli Raya memiliki Operating Profit Margin sebesar 6,3%. Ini berarti dalam setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba usaha sebesar Rp. 0,06.
Pada tahun 2015, memiliki Operating Profit Margin sebesar 7%, yang artinya setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba usaha sebesar Rp.
0,07. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 1,5%. Hal ini disebabkan meningkatnya jumlah laba usaha sebesarRp.4.600.583.882,dan menurunnya penjualan sebesar Rp. 24.454.535.519.
Hal ini menunjukkan perusahaan dalam keadaan baik.
Pada tahun 2016 memiliki Operating Profit Margin sebesar 6,2%, yang artinya setiap Rp. 1,00 penjualan mampu menghasilkan laba usaha sebesar Rp.
0,06. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 0,8%. Hal ini disebabkan peningkatan laba usaha sebesar Rp.
1.356.649.521 dan meningkatnya penjualan sebesar Rp. 74.348.610.155. Ini menunjukkan kondisi perusahaan dalam keadaan tidak baik, dikarenakan menurunnya Operating Profit Margin.
Operating Profit Margin PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 menunjukkan bahwaperusahaan mampu menghasilkan laba dari penjualan, meskipun secara keseluruhan rasionya terdapat peningkatan pada tahun 2015 dan penurunan pada tahun 2016.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut:
1. Analisis Rasio Likuiditas PT. Mopoli Raya
Current ratio pada PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 terus mengalami penurunan dari tahun ketahun, dan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang lancarnya belum dapat dikatakan berjalan dengan baik, meskipun tahun 2014-2016 aktiva lancar dapat menutupi hutang lancar. Quick ratio PT. Mopoli Raya tahun 2014 menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang lancarnya berjalan baik.
Akan tetapi, pada tahun selanjutnya terus mengalami penurunan rasio.
Pada tahun 2015 hingga 2016 perusahaan tidak berjalan dengan baik, dikarenakan belum mampu menutupi hutang lancarnya. Cash ratio PT.
Mopoli Raya periode 2014-2016 mengalami penurunan, dan dari jumlah masing-masing rasio pertahun belum mampu menutup hutang lancarnya.
Sehinnga secara keseluruhan perusahaan belum bisa dikatakan likuid.
2. Analisis Rasio Leverage PT. Mopoli Raya
Total debt to total assets ratio pada PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 menunjukkan perusahaan mampu menutup total hutang dengan aset yang dimilikinya. Total debt to equity ratio pada PT. Mopoli Raya periode 2014-2016, hanyatahun 2016 yang menunjukkan perusahaan tidak solvabel, sedangkan tahun 2014 dan 2015 menunjukkan perusahaan solvabel. Secara keseluruhan perusahan dapan dikatakan solvabel.
34
3. Analisis Rasio Profitabilitas PT. Mopoli Raya
Net profit margin PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 menunjukkan bahwaperusahaan mampu menghasilkan laba dari penjualan. Rasionya mengalami peningkatan pada tahun 2015, dan kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016. Gross profit margin PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 menunjukkanbahwa perusahaan mampu menghasilkan laba kotor dari penjualan. Rasionya mengalami peningkatan pada tahun 2015, dan kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016.Operating profit margin PT. Mopoli Raya periode 2014-2016 menunjukkanbahwa perusahaan mampu menghasilkan laba usaha dari penjualan. Rasionya mengalami peningkatan pada tahun 2015, dan kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016.
4.2 Saran
Dari hasil kesimpulan, maka disarankan sebagai berikut:
1. PT. Mopoli Raya untuk tahun yang akan datang hendaknya lebih meningkatkan persentase Cash Ratio, Current Rati, dan Quick Ratio dengan mengurangi hutang lancar dan memperbesar kenaikan kas, agar dapat memenuhi hutang lancarnya dan dapat dikatakan sebagai perusahaan yang likuid.
2. Dalam meningkatkan solvabilitasnya PT. Mopoli Raya perlu menambah modal sendiri agar keadaan perusahaan menjadi lebih baik.
3. Untuk meningkatkan profitabilitas, sebaiknya PT. Mopoli Raya memperketat pengawasan terhadap pengeluaran biaya-biaya yang kurang
efisien atau menekan biaya operasi perusahaan seminimal mungkin dengan tidak mempengaruhi kelancaran operasi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Deanta, 2016. Memahami Pos-pos dan Angka-angka dalam Laporan Keuangan Untuk Orang Awam, Penerbit Gava Media, Yogyakarta.
Harahap, Sofyan Syafri, 2013. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, Rajawali Pers, Jakarta.
Nurzaimah dan Rambe, Syahrul, 2010. Akutansi Keuangan Menengah-I, USU Press, Medan.
Prihadi, Toto, 2013. Analisis Laporan Keuangan Lanjutan Proyeksi dan Valuasi, Penerbit PPM, Jakarta.
Regar, Moenaf H, 2012. Laporan Keuangan Pemerintah, USU Press, Medan.
Sirait, Pirmatua, 2014. Pelaporan dan Laporan Keuangan, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.
Subramanyam, K.R. dan Wild, John J, 2010. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Kesepuluh, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Sunyoto, Danang, 2013. Analisis Laporan Keuangan Untuk Bisnis Teori dan Kasus, Penerbit CAPS, Yogyakarta.
Syahrial, Dermawan dan Purba, Djahotman, 2013. Analisis Laporan Keuangan Cara Mudah dan Praktis Memahami Laporan Keuangan, Edisi Kedua, Penerbit Mitra Wacana Media, Jakarta.
Syahyunan, 2013. Manajemen Keuangan I Perencanaan, Analisis dan Pengendalian, Edisi Kedua, USU Press, Medan.
LAMPIRAN
Lampiran 1
LaporanPosisiKeuangan (NERACA) PT. Mopoli Raya Periode 2014 – 2016
Uraian 2014 2015 2016
AKTIVA
AktivaLancar
KasdanSetaraKas 23.386.094.783 25.053.513.029 18.357.055.863
Piutang Usaha 5.636.923.570 3.903.001.250 -
PihakKetiga - - 1.049.353.096
PihakBerelasi 158.023.296.378 170.866.192.372 219.317.583.482
PiutangKaryawan - - -
PiutangPemegangSaham - - -
Piutang Lain-lain 3.046.745.410 1.596.980.095 3.077.134.242
Persediaan 9.625.538.376 21.661.023.643 11.011.265.673
UangDibayarDimuka 225.000.000 159.499.550 634.400.070
PajakDibayarDimuka - - 1.411.650.012
BiayaDibayarDimuka 745.517.998 114.257.687 55.672.437
AktivaLancarLainnya 391.589.857 - -
Total AktivaLancar 201.080.706.372 223.354.467.626 254.914.114.875
AktivaTidakLancar
PiutangAfiliasi - - -
Investasi 49.265.600.000 62.732.422.350 62.732.422.350
Tanaman Perkebunan
TanamanTelahMenghasilkan - 43.667.868.475 40.250.004.916
TanamanBelumMenghasilkan - 17.928.462.834 47.364.481.024
TanamanBaru - - -
AktivaTetap 129.738.617.286 73.035.815.940 75.088.577.947
Aktiva Lain-lain 20.763.803.716 17.412.241.803 18.655.413.354
Total AktivaTidakLancar 199.768.021.002 214.776.811.402 244.090.899.591
TOTAL AKTIVA 400.848.727.374 438.131.279.028 499.005.014.466
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KewajibanLancar
Hutang Usaha 154.323.846.349 146.458.622.873 129.204.473.549
HutangPihakBerelasi 23.349.960.843 55.735.476.861 121.245.538.800
HutangPajak 3.092.331.106 3.260.497.761 2.039.203.544
UangDiterimaDimuka - 1.772.536.846 2.742.382.200
Biaya Yang MasihHarusDibayar 1.609.613.154 2.104.529.999 2.682.493.429
KewajibanLancarLainnya 487.135.281 5.105.430.724 37.272.569
Hutang bank jangkapanjangjatuh tempo kurang 1 tahun - - 287.222.172
Total KewajibanLancar 182.862.886.733 214.437.095.064 258.238.586.263
KewajibanTidakLancar
Hutang Leasing 105.605.048 21.121.018 -
KewajibanPajakTangguhan 1.626.547.666 1.457.578.860 1.657.863.343
HutangAfiliasi - - -
KewajibanImbalanKerja 18.215.910.968 6.183.640.160 -
Total KewajibanTidakLancar 19.948.063.682 8.479.316.518 1.900.395.479
Ekuitas
Modal Yang TelahDitempatkan Dan DisetorPenuh 68.000.000.000 68.000.000.000 68.000.000.000
TambahanSetoran Modal 7.224.346.881 7.224.346.881 7.224.346.881
SaldoLaba 122.813.430.078 139.990.520.565 163.641.685.843
Total Ekuitas 198.037.776.959 215.214.867.446 238.866.032.724
TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 400.848.727.374 438.131.279.028 499.005.014.466
Lampiran 2
LaporanLabaRugi PT. Mopoli Raya Periode 2014-2016
Uraian 2014 2015 2016
Pendapatan Usaha 420.639.239.108 396.184.703.589 470.533.313.744
HargaPokokPenjualan 366.142.859.936 335.760.219.162 413.021.493.289
LabaKotor 54.496.379.172 60.424.484.427 57.511.820.455
Beban Usaha
BebanPemasaran 13.705.188.168 14.965.933.955 18.078.014.482
BebanAdministrasidanUmum 14.188.556.573 17.455.388.394 10.073.994.374
JumlahBeban Usaha 27.893.744.741 32.421.322.349 28.152.008.856
Laba (Rugi) Usaha 26.602.634.431 28.003.162.078 29.359.811.599
PendapatandanBeban Lain-lain
Pendapatan Lain-lain 3.752.238.110 4.891.540.160 7.262.628.976
Beban Lain-lain (8.362.350.561) (6.619.797.253) (7.192.544.141)
JumlahPendapatandanBeban Lain-lain 4.610.112.451 1.728.257.093 70.084.835
Laba (Rugi) SebelumPajakPenghasilan 21.992.521.980 26.274.904.985 29.429.896.434
TaksiranPajakPenghasilan (5.200.712.250) (6.420.186.750) (7.154.910.000)
PajakTangguhan (327.104.743) (168.968.806) (200.284.483)
Laba (Rugi) BersihSetelahPajak 16.464.704.987 20.023.687.041 22.074.701.951