1 PENGGUNAAN MODEL POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SEBAGAI KECAKAPAN ABAD 21
Asdar, Jihad Talib
STKIP Muhammadiyah Bulukumba
Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia [email protected]
Artikel ini adalah hasil penelitian tindakan kelas. Penelitian ini membahas tentang peningkatan keterampilan berbicara siswa sebagai salah satu kecakapan abad 21.
Keterampilan berbicara merupakan bagian dari empat keterampilan berbahasa yang perlu mendapat perhatian khusus. Keterampilan berbicara merupakan kecakapan primer dalam mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan. Keterampilan tersebut merupakan salah satu kecakapan abad 21 yang perlu dikuasai oleh peserta didik. Untuk mencapai salah satu kecakapan abad 21 tersebut perlu diterapkan pembelajaran yang berbasis teknologi. Hal yang akan diterapkan adalah menerapkan strategi presentasi dengan menggunakan MS Power Point sebagai salah satu model pembelajaran berbicara dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Model ini merupakan strategi pengungkapan ide, perasaan, dan gagasan dengan menggunakan slide. Dalam strategi presentasi ini siswa dapat mengembangkan keberanian dan kemampuan berbicaranya secara kritis dan analitis. Siswa diberikan topik yang berkaitan dengan dunia mereka dan tetap berhubungan dengan silabus. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas XI perlu diperhatikan tingkat perkembangan siswa yang masih realis, mencoba-coba, dan mencari identitas dirinya.
Berdasarkan kondisi ini guru perlu menentukan acuan konsep yang bersifat proses yang berorientasi kepada pembelajaran secara efektif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
Dalam model power point siswa langsung terlibat mempresentasikan hasil pekerjaan mereka melalui media komputer dan LCD. Ini merupakan tantangan bagi siswa dan secara psikologis dapat menjadikan siswa berani, terlatih, dan terbiasa dalam mengemukakan pendapat di depan guru dan teman. Siswa dapat mengadakan kerjasama antarsiswa secara kelompok, memecahkan masalah secara nyata, dan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, bertanggung jawab baik secara individual maupun secara kelompok.
Kata Kunci: power point, berbicara, abad 21
2 Latar Belakang
Pembelajaran bahasa Indonesia mencakup empat keterampilan berbahasa yang hendak dicapai, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, menulis, dan membaca.
Keempat keterampilan ini merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan dan tidak terpisahkan. Keterampilan berbicara adalah salah satu keterampilan untuk dapat mengungkapkan ide, gagasan, dan perasaan.
Guru dalam setiap proses pembelajaran, mungkin pernah menemukan suasana kelas yang tidak kondusif. Siswa tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, siswa sibuk bicara sendiri, ramai sendiri, dan suasana kelas menjadi berubah seperti kondisi di pasar. Siswa mendengar tetapi tidak mendengarkan.
Dalam proses pembelajaran para siswa sekarang bukanlah siswa yang malas atau bodoh karena sebagian dari mereka sudah terbiasa menggunakan komputer, chatting, dan surfing di warung internet. Untuk keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat BI) kita lihat banyak siswa SMA yang sudah sembilan tahun mempelajarinya mulai SD sampai SMP masih belum mampu mengungkapkan pendapatnya dengan berani, jangankan untuk mempresentasikan sesuatu, untuk mengungkapkan siapa dirinya atau tentang cita-citanya saja mereka mungkin masih kesulitan.
Dalam hal ini, keterampilan berbicara dalam arti luas, para siswa belum memadai. Kenyataan dalam diskusi, seminar ataupun ceramah menunjukkan bahwa sebagian pesertanya diam, kurang bersuara. Kecakapan beradu argumentasi masih jauh dari memadai.
Hal yang akan diterapkan adalah menerapkan strategi presentasi dengan menggunakan MS Power Point sebagai salah satu model pembelajaran berbicara dalam pelajaran BI. Strategi ini merupakan strategi pengungkapan ide, perasaan, dan gagasan dengan menggunakan naskah atau tidak. Biasanya terdapat ringkasan dari masalah yang akan dipaparkan.
Dalam strategi presentasi ini siswa dapat mengembangkan kemampuan menulis dan berbicaranya secara kritis dan analitis. Siswa diberikan topik yang berkaitan dengan dunia mereka dan tetap berhubungan dengan silabus. Misalnya, dunia remaja, bahaya narkoba, pernikahan dini, dan seks bebas. Di sini guru harus pintar menyesuaikan dengan kurikulum yang ada (KTSP). Dalam metode presentasi siswa langsung terlibat mempresentasikan hasil pekerjaan mereka melalui media komputer dan LCD. Ini merupakan hal yang baru bagi siswa dan secara psikologis dapat menjadikan siswa senang dan bangga. Siswa dapat mengadakan kerjasama antarsiswa secara kelompok, memecahkan masalah secara nyata, dan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, dan bertanggung jawab baik secara individual maupun secara kelompok.
3 TINJAUAN PUSTAKA
A. Strategi Presentasi
Dalam tulisan ini digunakan kata strategi karena defenisinya dipadankan dengan kata kiat. Parera (2009) menyatakan bahwa di dalam budaya pendidikan strategi secara makna leksikal adalah “cara, seni, dan akan melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan belajar dan pembelajaran bahasa”. Dengan harapan mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka digunakanlah kata strategi yang dipadukan dengan kata presentasi dalam penelitian tindakan kelas ini.
Strategi presentasi menurut Soemantri (Online 3 Maret 2008) adalah strategi pengungkapan ide, gagasan, perasaan di depan umum oleh satu atau lebih presenter dengan menyertakan naskah makalah atau tidak. Dalam strategi presentasi biasanya terdapat ringkasan atau intisari masalah yang akan dibahas.
Pentingnya strategi presentasi dapat dilihat dalam “kerucut pengalaman belajar berikut ini”.
Kerucut Pengalaman Belajar
Diingat Modus 10%
Verbal 20%
30% Visual
50%
70%
90% Berbuat
Masnur Muslich (2008)
Dari diagram di atas dapat diperhatikan bahwa apabila di kelas guru yang mendominasi proses pembelajaran melalui metode ceramah maka siswa hanya mampu mengingat 20% dari apa yang didengarnya. Adapun bila guru memusatkan pembelajaran pada siswa untuk melakukan dan melaporkan hasil pekerjaan mereka maka siswa akan mampu mengingat sampai 90% dari apa yang dikerjakan (secara kelompok) dan dipresentasikan (dalam bentuk laporan lisan atau tulis).
Hidayat,dkk. (2009) menyatakan bahwa program presentasi bermanfaat untuk menyajikan atau mempresentasikan suatu informasi secara lebih profesional dan menarik, baik melalui layar monitor, proyektor multimedia (infocus) maupun melalui halaman web serta media cetak lainnya.
baca dengar
lihat
lihat dan dengar katakan
katakan dan lakukan
4 B. Keterampilan Berbicara
Pada dasarnya keterampilan berbicara dapat menunjang keterampilan berbahasa lainnya. Pembicara yang baik memberikan contoh yang dapat ditiru oleh penyimak yang baik. Pembicara yang baik memudahkan penyimak untuk menangkap pembicaraan yang disampaikan.
Terdapat empat masalah dalam kegiatan berbicara, yaitu siswa cenderung menghindar, tidak ada yang akan dibicarakan, partisipasi berbicara tidak merata, dan pengaruh bahasa ibu. Kemudian menambahkan bahwa ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam menarik minat siswa untuk aktif berbicara, yaitu kerja kelompok, menggunakan bahasa yang rendah, memilih topik yang merangsang minat, memberikan pengajaran/pelatihan dalam keterampilan berdiskusi, dan mengontrol siswa untuk terus menggunakan bahasa sasaran.
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian
Hasil penelitian dipaparkan dalam tahapan yang dilakukan berupa siklus-siklus pembelajaran. Dalam penelitian ini pembelajaran dilakukan dalam tiga siklus sebagai berikut.
1. Siklus Pertama (satu pertemuan) a. Perencanaan
1) Peneliti melakukan analisis kurikulum 2) Membuat rencana pembelajaran dengan strategi presentasi dengan MS Power Point.
3) Membuat lembar kerja siswa.
4) Memberi contoh membuat makalah yang baik untuk presentasi.
5) Memberi petunjuk teknik presentasi yang baik.
6) Membuat instrument yang digunakan dalam siklus PTK.
7) Menyusun alat evaluasi pembelajaran.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus pertama belum sesuai dengan rencana. Hal ini disebabkan:
1) Sebagian kelompok belum terbiasa dengan kondisi belajar yang menggunakan strategi presentasi MS Power Point.
2) Iklim diskusi belum berkembang dengan baik, misalnya moderator belum terfungsikan dengan baik.secara utuh dan menyeluruh.
3) Sebagian kelompok belum memahami langkah-langkah pembelajaran strategi presentasi dengan MS Power Point
4) Ada penanya cenderung menguji.
5) Jika menjawab sibuk membuka- buka buku.
6) Kurang keberanian untuk berbicara, hanya menyuruh teman lainnya. Walaupun telah diberi motivasi mereka masih kurang aktif.
5 Pada akhir siklus pertama dari hasil pengamatan dengan teman sejawat dapat disimpulkan sebagai berikut.
1) Siswa mulai terbiasa dengan kondisi belajar strategi presentasi dengan MS Power Point.
2) Siswa mulai terbiasa dengan pembelajaran strategi presentasi MS Power Point.
3) Penanya lebih merata sebagai akibat instruksi dari guru.
4) Kepedulian anggota dalam kelompok semakin tinggi.
5) Siswa mampu menyimpulkan bahwa pembelajaran strategi presentasi dengan MS Power Point memiliki langkah-langkah tertentu.
c. Observasi dan Evaluasi
1) Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan strategi presentasi MS Power Point selama siklus pertama dapat diperhatikan pada tabel berikut ini.
Tabel 1
Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus I
Kelompok Skor Perolehan Skor Ideal Persentase Keterangan
1. Soekarno 2. Einstein 3. Hasanudin 4. Ahmad Yani 5. Hatta
6. Panjaitan 7. Kartini
9 10 10 8 10 11 13
16 16 16 16 16 16 16
56,25 62,5 62,5 50 62,5 68,75 81,25
Terendah
Tertinggi
Rerata 10,14 16 63,39
2) Hasil Evaluasi Siklus 1. Proses aktivitas siswa dalam pembelajaran.
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa tingkat aktivitas siswa terhadap materi pembelajaran dengan strategi presentasi MS Power Point masih dikategorikan kurang.
Dari skor ideal 100, skor akhir perolehan rata-rata dari ketujuh kelompok tersebut hanya mencapai 63,39 atau 63,39%.
d. Refleksi dan Perencanaan Ulang
Untuk memperbaiki kelemahan dan mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus pertama, dilakukan beberapa perencanaan pada siklus kedua, yakni:
1) Tiap kelompok diberikan motivasi agar lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
6 2) Kelompok yang mengalami kesulitan dibimbing lebih intensif dalam pelaksanaan
presentasi dengan MS Power Point.
3) Memberikan penghargaan atau pengakuan (reward).
2. Siklus Kedua (dua pertemuan)
Kegiatan pada siklus kedua, tetap seperti pada siklus pertama yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi serta replaning.
a. Perencanaan
Tahap perencanaan pada siklus kedua berdasarkan replaning pada siklus pertama, yaitu:
1) Tiap kelompok diberi motivasi agar lebih aktif dalam pembelajaran.
2) Kelompok yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan MS Power Point lebih intensif dibimbing.
3) Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada kelompok yang tampil mempresentasikan tugasnya.
4) Membuat perangkat pembelajaran strategi presentasi MS Power Point yang lebih mudah dipahami oleh siswa.
b. Pelaksanaan
1) Suasana pembelajaran strategi presentasi sudah mulai memenuhi target. Tugas yang dipresentasikan dengan MS Power Point sudah mampu dikerjakan.
2) Pada umumnya siswa sudah mulai termotivasi untuk bertanya dan menanggapi suatu presentasi dari kelompok lain.
3) Sudah mulai tercipta suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
c. Observasi dan Evaluasi
1) Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus kedua dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2
Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus II Kelompok Skor
Perolehan
Skor Ideal Persentase Keterangan
1.Soekarno 2.Einstein 3.Hasanudin 4.Ahmad Yani 5.Hatta
6.Panjaitan 7. Kartini
11 12 12 9 11 12 14
16 16 16 16 16 16 16
68,75 75 75 56,25 68,75 75 87,5
Terendah
Tertinggi
Rerata 11,57 16 72,32
7 2) Berdasarkan hasil evaluasi pada aktivitas siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan strategi presentasi MS Power Point pada siklus kedua masih tergolong sedang yakni dari nilai skor ideal 100 nilai rerata skor perolehan adalah 72,32%.
3) Hasil skor perolehan kelompok dalam diskusi meningkat dari 10,14 (siklus I) menjadi 11,57 (siklus II).
4) Dari hasil ulangan Nilai Harian Kedua (NH 2) (setelah menggunakan strategi presentasi MS Power Point) telah mengalami peningkatan hasil yang sebelumnya (belum menggunakan strategi presentasi MS Power Point) 58, 91 meningkat menjadi 66,20 setelah menerapkan strategi presentasi MS Power Point dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan peningkatan 7,29. Rincian perolehan hasil belajar siswa pada siklus kedua dengan menggunakan MS Power Point dapat dilihat berikut ini.
d. Refleksi dan Perencanaan Ulang
Keberhasilan yang diperoleh selama siklus kedua dapat diformulasikan sebagai berikut.
1) Tingkat aktivitas siswa dalam pembelajaran sudah mengarah ke pembelajaran yang aktif dan efektif. Tugas yang akan dipresentasikan oleh tiap kelompok yang diberikan oleh guru sudah dikerjakan secara bersama oleh anggota kelompok sehingga dilakukan kegiatan tepat waktu dalam melaksanakan presentasi MS Power Point.
Siswa sudah mulai mampu mempresentasikan tugasnya dengan MS Power Point dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari tingkat aktivitas siswa yang meningkat dari 63,39% pada siklus pertama menjadi 72,32% pada siklus kedua.
2. Skor perolehan kelompok dalam proses pembelajaran dengan strategi presentasi MS Power Point meningkat dari 10,14 pada siklus pertama menjadi 11,57 pada siklus kedua.
3. Rata-rata nilai ulangan harian siswa mengalami peningkatan dari 58,91 pada siklus pertama (belum menggunakan strategi presentasi MS Power Point) meningkat menjadi 66,20 (ulangan harian II) setelah menerapkan strategi presentasi MS Power Point.
8 3. Siklus Ketiga (tiga pertemuan)
a. Perencanaan
Kegiatan yang dilaksankan pada siklus ketiga tetap didasarkan pada replaning siklus kedua, yaitu:
1) Tiap kelompok diberi motivasi agar lebih aktif dalam pembelajaran.
2) Kelompok yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan MS Power Point lebih intensif dibimbing.
3) Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada kelompok yang tampil mempresentasikan tugasnya.
4) Membuat perangkat pembelajaran strategi presentasi MS Power Point yang lebih baik lagi.
b. Pelaksanaan
1) Suasana pembelajaran strategi presentasi sudah terlaksana dengan baik 2) Pada umumnya siswa sudah termotivasi untuk bertanya dan menanggapi.
3) Sudah tercipta suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
c. Observasi dan Evaluasi
Kegiatan observasi selama siklus ketiga dapat dilihat seperti di bawah ini.
1) Hasil Observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan strategi presentasi MS Power Point pada siklus ketiga dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3
Perolehan Skor Aktivitas Siswa dalam PBM Siklus III Kelompok Skor
Perolehan
Skor Ideal Persentase Keterangan
1.Soekarno 2.Einstein 3.Hasanuddin 4.Ahmad Yani 5.Hatta
6.Panjaitan 7. Kartini
13 13 13 12 13 14 15
16 16 16 16 16 16 16
81,25 81,25 81,25 75 81,25
87,5 93,75
Terendah
Tertinggi
Rerata 13,28 16 83,03
9 2) Hasil observasi dari aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pada tabel 3 di atas mengalami peningkatan yang signifikan yakni 83,03% yang sebelumnya 63,39% pada siklus pertama dan pada siklus kedua 72,32%. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat aktivitas siswa terhadap materi pembelajaran tergolong tinggi.
3. Terjadi peningkatan skor perolehan kelompok dari 10,14 pada siklus pertama, 11,57 pada siklus kedua menjadi 13,28 pada siklus ketiga.
4. Nilai Ulangan Harian Ketiga (NH 3) setelah menerapkan strategi presentasi dengan MS Power Point mengalami peningkatan yang berarti yakni 73,76 sedangkan sebelumnya 58,91 (pada siklus I), dan pada siklus kedua 66,20.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pada siklus ketiga mengenai penerapan strategi presentasi MS Power Point dalam proses pembelajaran berbicara diperoleh keberhasilan sebagai berikut.
1) Siswa sudah mulai mampu mempresentasikan tugasnya dengan MS Power Point dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari tingkat aktivitas siswa yang meningkat dari 72,32% pada siklus kedua menjadi 83,03% pada siklus ketiga.
2. Skor perolehan kelompok dalam proses pembelajaran dengan strategi presentasi MS Power Point meningkat dari 11,57 pada siklus kedua menjadi 13,28 pada siklus ketiga.
3. Nilai ulangan harian siswa meningkat dari rata-rata 58,91 (siklus pertama) belum menggunakan strategi presentasi MS Power Point meningkat menjadi 66,20 (ulangan harian II) dan 73,76 (ulangan harian ketiga) setelah menerapkan strategi presentasi MS Power Point dalam proses pembelajaran.
SIMPULAN DAN SARAN A.Simpulan
Penerapan strategi presentasi dengan MS Power Point dalam pembelajaran berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat disimpulkan sebagai barikut.
1. Penerapan strategi presentasi dengan MS Power Point dapat meningkatkan aktivitas dan partisipasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal terlihat yang pada
10 siklus pertama hanya 63,39% menjadi 72,32% pada siklus kedua, dan 83,03% pada siklus ketiga.
2. Strategi presentasi dengan MS Power Point dalam pembelajaran berbicara dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan rata-rata hasil ulangan harian dari 58,91 pada siklus I (tanpa strategi presentasi MS Power Point) menjadi 66,20 (ulangan harian II) dan 73,76 (ulangan harian III) setelah menerapkan strategi presentasi dengan MS Power Point. Strategi presentasi dengan MS Power Point dapat mengembangkan daya nalar, sikap saling menghargai, saling bekerja sama dan sikap demokratis. Ini dapat terlihat dengan aktivitas siswa dalam kelompok yang mencapai kesempurnaan setelah siklus III yakni 83,03%.
B. Saran
1. Sebaiknya guru dalam pembelajaran berbicara sesekali menerapkan strategi presentasi dengan MS Power Point karena strategi ini sebagai suatu alternatif dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
2. Strategi presentasi dengan MS Power Point sangat bermanfaat bagi guru khususnya siswa, maka penerapan strategi ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dan dapat pula diterapkan pada mata pelajaran lain sehingga penguasaan materi menjadi lebih baik.
11 DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi, dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Atmazaki. (2009). Mengungkap Masa Depan: Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Konteks Pengembangan Karakter Cerdas. Artikulasi, 8(2), 434–452.
Guntur, Tarigan.2008. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:
Angkasa.
Hidayat, Rudi,dkk. 2009. Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA untuk Kelas XI.
Jakarta: Erlangga.
Masnur, Muslich.2008. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual.
Jakarta: Bumi Aksara.
Nababan-Subyakto.2008. Metodelogi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Parera, J.D.2009. Terampil Berbahasa Indonesia 4. Jakarta: Bina Ilmu Surabaya.
Pringgawidagda, Suwarna.2008. Strategi Penguasaan Berbahasa. Yogyakarta: Adicita.
Soemantri, Nurdin: 3 Maret 2008. Metode Presentasi dengan MS. Power Point untuk Mengembangkan Kemampuan Writing dan Speaking. (Online), diakses 3 Maret 2005.