• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA PASIEN STROKE NON HEMOREGIK STADIUM AKUT DI RSUD SRAGEN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA PASIEN STROKE NON HEMOREGIK STADIUM AKUT DI RSUD SRAGEN."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA PASIEN

STROKE NON HEMOREGIK STADIUM AKUT

DI RSUD SRAGEN

Karya Tulis Ilmiah

Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat untuk Menyelesaikan Program

Pendidikan Diploma III Fisioterapi

Disusun Oleh : RINAWATI J 100 060 045

(2)

BAB 1

PENDAHULUAN

Usaha untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana yang telah

tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 maka diselenggarakanlah

pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan diarahkan guna tercapainya

kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar

dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal (Depkes RI, 1992).

Upaya kesehatan yang semula dititikberatkan pada upaya penyembuhan

penderita secara berangsur angsur berkembang kearah keterpaduan kesehatan yang

menyeluruh. Oleh karena itu, pembangunan kesehatan yang menyangkut upaya

peningkatan kesehatan (Promotive), pencegahan penyakit (preventive), penyembuhan

penyakit (kurative) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) harus dilaksanakan

secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan oleh semua pihak baik

pemerintah maupun masyarakat (Depkes RI, 1992).

Fisioterapi sebagai salah satu bagian tenaga kesehatan mempunyai peran

untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat dengan

mengelenggarakan upaya kesehatan melalui pendekatan promotif, preventif kuratif

dan rehabilitasif yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan

(3)

A. Latar Belakang Masalah

Stroke pada awalnya merupakan penyakit yang disebabkan pengerasan arteri

atau disebut juga sebagai artterioklerosis, salah satu penyebab terjadinya yaitu dari

gaya hidup modern yang penuh stres, pola makan tinggi lemak, dan kurang berolah

raga. Menurut WHO dalam Harsono (2000) stroke adalah manifestasi klinis dari

gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun menyeluruh (global) yang berlangsung

dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan maut tanpa

ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vaskuler.

Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak berupa deficit neurologi

akibat gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak. Serangan Stroke sering

terjadi secara mendadak dan merupakan penyebab kematian utama serta

menimbulkan kecacatan (Junaidi, 2006). Secara garis besar bahwa kondisi stroke

akan melalui tiga tahapan dalam perbaikan neurologis (Neurological improvement)

yaitu (1) stadium akut (2) stadium recovery (3) stadium residual.

Pada stadium akut terjadi oedema cerebri yang ditandai dengan abnormalitas

dari tonus yaitu flacid, berlangsung antara 1 sampai 3 minggu dari waktu yang

terjadinya serangan. Pada fase ini terjadi perbaikan neurologi dimana apabila

diberikan penaganan yang baik di awal maka prognosis gerak dan fungsi akan

semakin baik.

Abnormalitas tonus (hipotonus) pada penderita stroke stadium akut, akan

(4)

sehingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Apabila hal ini dibiarkan tidak

mendapat penanganan, dapat menimbulkan komplikasi berupa pneuminia, dekubitus,

kontraktur otot, nyeri bahu (feigin, 2006)

B. Rumusan Masalah

Pendekatan yang dilakukan oleh fisioterapi sehubungan dengan kualitas gerak

dan fungsi menimbulkan beberapa pertanyaan yaitu (1) apakah breathing exercise

dapat mencegah komplikasi tirah baring pada sistem pernapasan? (2) apakah

posisioning atau pengaturan posisi tidur yang benar dapat mencegah pola sinergis?

(3) apakah pemberian aproksimasi dan sweep tapping dapat miningkatkan tonus otot?

(4) apakah mobilisasi dini dengan latihan secara pasif dan aktif dapat mencegah

terjadinya gangguan mobilisasi persendian dan dapat meningkatkan kemampuan

fungsional berupa transfer dan ambulasi?

C. Tujuan Penulisan

Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini ada beberapa tujuan yang hendak

penulis capai antara lain:

1. untuk mengetahui manfaat breathing exercise dalam mencegah komplikasi

tirah baring pada sistem pernapasan.

2. untuk mengetahui manfaat positioning atau pengaturan posisi tidur yang

(5)

3. untuk mengetahui manfaat pemberian aproksimasi dan sweep tapping

dalam meningkatkan tonus otot.

4. untuk mengetahui manfaat mobilisasi dini dengan latihan secara pasif dan

aktif dalam mencegah terjadinya gangguan mobilisasi persendian dan

dapat meningkatkan kemampuan funsional berupa transfer dan ambulasi.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat yang dapat diambil dari penulisan karya tulis ilmiah Penatalaksanaan

terapi latihan hemiparese sinistra post stroke stadium acut ini di antaranya :

1. Dapat mengetahui bahwa terapi latihan dapat menurunkan tingkat spastisitas,

memperbaiki keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kemampuan motorik

fungsional.

2. Dapat menambah kemampuan fisioterapi untuk meningkatkan profesionalisme

dan meningkatkan standart mutu pelayanan fisioterapi dalam penerapan

modalitas fisioterapi yang berupa terapi latihan yang dapat membantu penderita

hemiparese post stroke dalam mengurangi problematika fisik dan fungsional.

3. Dapat digunakan sebagai wahana pembelajaran dalam institusi pendidikan

kesehatan khususnya Program Diploma Tiga (D3) Fisioterapi di Fakultas Ilmu

Kesehatan Universitas Muhammadyah Surakarta dan sebagai pedoman yang

Referensi

Dokumen terkait

Adalah salah satu modalitas fisioterapi dalam pelaksanaannya menggunakan gerak tubuh baik secara pasif maupun secara aktif untuk pemeliharaan dan perbaikan

Berdasarkan permasalahan yang timbul pada penderita stroke, maka penulis akan mengangkat suatu pendekatan dari fisioterapi dalam menangani permasalahan yang berkaitan dengan

Keluarga pasien disarankan untuk memindahkan posisi pasien setiap 2 jam sekali, mendudukkan pasien saat tidak ada kunjungan fisioterapi misalnya disore hari,

Penurunan kekuatan otot dapat terjadi karena pada kasus stroke terjadi kerusakan pada otak yang menyebabkan gangguan motorik sehingga terjadi gangguan gerak pada

Namun spastisitas bisa kembali jika intensitas latihan pasien sangat kurang, mampu memberikan fasilitasi pada otot untuk bisa berkontraksi sehingga terjadi

Stroke merupakan salah satu manifestasi neurologik yang umum dan mudah dikenal dari penyakit-penyakit neurologi yang lain oleh karena timbulnya mendadak dalam waktu yang

Tujuan: Untuk mengetahui manfaat terapi latihan untuk pencegahan dikubitus akibat tirah baring lama, manfaat terapi latihan untuk menurunkan spasme otot, dan untuk

Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara penambahan latihan relaksasi teknik Jacobson pada mobilisasi dini dengan pemberian