• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Implementasi ISO dalam Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di PT. Newmont Nusa Tenggara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Implementasi ISO dalam Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di PT. Newmont Nusa Tenggara"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Implementasi ISO 26000 dalam Pelaksanaan Corporate Social Responsibility

(CSR) di PT. Newmont Nusa Tenggara

Sidang Tugas Akhir Bazuni R. Husni

2509.100.078

(2)

Latar Belakang

2009 2010 2011

11,1%

11,7%

10,6%

Kontribusi Sektor Pertambangan dalam Produk Domestik Bruto Indonesia

(Sumber: Indonesian Commercial Newsletter, 2011)

BAB I (Ketentuan Umum) Pasal 1 ayat 3 dan BAB V (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pasal 74 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.

Faktor Sosial dan Lingkungan

(3)

Corporate Social Responsibility (CSR)

Corporate Social Responsibility

(CSR)

CSR merupakan mekanisme bagi suatu organisasi untuk secara sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan dan sosial ke dalam operasinya dan interaksinya dengan stakeholders yang melebihi tanggung jawab organisasi di bidang hukum (Darwin, 2004).

Kehadiran buku Cannibals With Forks : The Triple Bottom Line in 21st Century Business (1998) karya John Elkington.

(4)

Corporate Social Responsibility (CSR)

Beragamnya kegiatan CSR yang dilakukan masing- masing perusahaan

Manfaat CSR Memperkuat

brand positioning

Meningkatkan citra dan daya

tarik perusahaan

Menurunkan biaya operasi Meningkatkan

penjualan dan market share

(Sumber: Kotler & Lee, 2005)

?

? ?

Perlunya sebuah standar dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan

(5)

ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility

Tanggl 1 November 2010

Digunakan para pemimpin bisnis untuk meningkatkan kesinambungan bisnis yang meliputi ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Keuntungan mengadopsi ISO 26000 :

1. Dapat mengidentifikasi strategi inovasi.

2. Dapat mengurangi resiko jangka panjang.

3. Dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

Pedoman standar tanggung jawab sosial yang dirancang untuk digunakan oleh setiap perusahaan/organisasi.

(6)

ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility

(Sumber: Kritkausky, 2011)

(7)

ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility

ELEMEN UTAMA ISO

26000

Stakeholders Reporting

Tujuh Subjek Inti/Core Subjects

(Sumber: Kritkausky, 2011)

(8)

Keterkaitan TBL, CSR, dan ISO 26000

Planet

Environment

Profit

Procedure

• Organizational Governance

• Labor Practices

• Fair Operating Practices

• Consumer Issues

People

• Human Rights

• Community Involvement and Development

(9)

Objek Penelitian

Produk utama berupa konsentrat tembaga yang mengandung sebagian emas dan perak.

Berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi NTB.

Mengklaim telah menerapkan standarisasi ISO 26000 dalam praktek CSR perusahaan mulai awal tahun 2011.

(10)

Objek Penelitian

Perubahan Nama Departemen dari Departemen Eksternal menjadi Departemen Social Responsibility and Goverment Relations (Februari 2013)

Penyatuan Divisi Comrel dan Divisi Comdev pada satu Divisi Social Responsibility

PADMA AWARD dari Departemen Energi & Sumber Daya Mineral

Penghargaan Pemberdayaan Sosial dari Menteri Koordinator

Kesejahteraan Rakyat

PADMA dari

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) atas kinerja di bidang pengembangan

masyarakat, terutama dalam program

peningkatan pertanian dengan penerapan System of Rice Intensification (SRI)

2010 2008

2007

2003

Penghargaan Madya kepada Dunia Usaha atas partisipasi dan dukungan terhadap Pembangunan Perumahan dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat

(11)

Objek Penelitian

Presiden Direktur

Martiono Hadianto

General Manager SR

& Govrels

Rachmat Makkasau

Manager SR Planning and

Development

Wagimin Sastra Hadi

Manager

Social Responsibility

Syarafuddin Jarot

Manager Government

Relations

Lalu M. Mahfi

(12)

Perumusan Masalah

Ingin mengetahui bagaimana implementasi ISO

26000 dalam pelaksanaan CSR

di PT. NNT

Human Rights:

• Aksi demo masyarakat menuntut pekerjaan.

• Sistem perekrutan karyawan yang tidak transparan.

• Upah pekerja yang tidak sesuai UMR pada UKM yang didirikan perusahaan.

Community involvement and

development:

Capaian beberapa indikator 5 bidang pengembangan masyarakat periode 2009- 2013 yang belum mencapai

target 100% pada tahun 2013 (PT. NNT, 2013).

Jan

4

Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des

4

4 4 4

3 1

3 8

5

0 7

47 kasus

(13)

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

• Menganalisis implementasi ISO 26000 dalam pelaksanaan CSR di PT. Newmont Nusa Tenggara.

• Mengetahui kinerja pelaksanaan program CSR yang dilakukan oleh PT. Newmont Nusa Tenggara.

• Memberikan ide rekomendasi perbaikan implementasi ISO 26000 dalam pelaksanaan CSR di PT. Newmont Nusa Tenggara.

Manfaat Penelitian

• Bagi perusahaan, dengan adanya penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan pelaksanaan CSR perusahaan berdasarkan standarisasi ISO 26000.

• Bagi peneliti, dengan adanya penelitian ini dapat mengetahui dan memahami tentang pengaruh ISO 260000 dalam pelaksanaan CSR perusahaan.

• Bagi penelitian selanjutnya, dengan adanya penelitian ini dapat menjadi bahan acuan atau literatur untuk penelitian-penelitian berikutnya.

(14)

Ruang Lingkup Penelitian

Batasan Penelitian

• Periode pengambilan data dalam penelitian ini dibatasi hanya 1 bulan.

• Pengambilan data difokuskan di Departemen Social Responsibility and Government Relations (SR&GR) PT. NNT sebagai departemen yang melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan.

• Variabel yang diamati dalam penelitian ini hanya subjek inti/core subjects yang bersifat eksternal perusahaan yang dilakukan oleh Departemen SR&GR berdasarkan ISO 26000, yaitu human rights dan community involvement and development.

• Stakeholders yang diamati dalam penelitian ini adalah pihak perusahaan, masyarakat, LSM, dan pemerintah daerah.

Asumsi Penelitian

• Tidak ada perubahan kebijakan perusahaan terhadap program CSR yang dilakukan selama penelitian berlangsung.

• Seluruh responden berada dalam keadaan normal dan bersikap netral dalam proses pengisian kuesioner.

(15)

Metode Analisis Data

Statistik desrkiptif: untuk memperlihatkan frekuensi jawaban dari keseluruhan responden.

Metode Analisis Data

Root causes analysis: untuk menentukan penyebab dari permasalahan sehingga dapat dirumuskan alternatif perbaikan.

Analytical hierarchy process:

untuk menemukan alternatif prioritas berdasarkan tujuan dan kriteria yang ditetapkan.

(16)

Metodologi Penelitian

Tahap Identifikasi Awal

Tahap Pembuatan Kuesioner

Kesimpulan dan Saran

Tahap

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Studi Literatur Identifikasi dan

Perumusan Masalah

Perumusan Tujuan Penelitian

Studi Lapangan

studi lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi eksisting perusahaan secara langsung dan mengamati implementasi ISO 26000 dalam pelaksanaan program CSR perusahaan.

studi literatur (pustaka) dilakukan agar penelitian yang dilakukan memiliki suatu dasar yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan penelitian

(17)

Metodologi Penelitian

Tahap Identifikasi Awal

Tahap Pembuatan Kuesioner

Kesimpulan dan Saran

Tahap

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Identifikasi 7 Subjek Inti ISO

26000

Penentuan Voice of Stakeholders

(VoS)

Pembuatan Kuesioner

bertujuan untuk mengetahui variabel dan indikator apa saja yang nantinya akan menjadi bahan penilaian di dalam kuesioner berdasarkan subjek inti human rights dan community involvement and development.

Terdapat 4 (empat) stakeholders yang akan diamati dalam penelitian ini, yaitu perusahaan, masyarakat, LSM, dan pemerintah daerah.

(18)

Metodologi Penelitian

Tahap Identifikasi Awal

Tahap Pembuatan Kuesioner

Kesimpulan dan Saran

Tahap

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Observasi dan Identifikasi Standarisasi ISO 26000 dalam Pelaksanaan CSR

di PT. NNT

pedoman mengenai standarisasi penerapan ISO 26000 bagi perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR yang meliputi tahapan-tahapan apa saja yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengimplementasikan ISO 26000 dalam pelaksanaan CSR perusahaan.

Observasi dan Evaluasi Implementasi ISO 26000 dalam Pelaksanaan CSR

di PT. NNT

Analisis Gap Capaian Implementasi ISO 26000

antara Masing-Masing Stakeholders dalam Pelaksanaan CSR di PT.

NNT

Interpretasi dan Analisis Data

Penyusunan dan Pemilihan Ide Peningkatan

Implementasi ISO 26000

identifikasi terhadap implementasi ISO 26000 yang telah diterapkan oleh PT. Newmont Nusa Tenggara dalam pelaksanaan CSR perusahaan.

analisis gap terhadap capaian dan kinerja implementasi ISO 26000 berdasarkan empat sudut pandang stakeholders, yaitu perusahaan, masyarakat, LSM, dan pemerintah daerah.

menyusun ide peningkatan implementasi ISO 26000 yang lebih baik untuk perusahaan dengan menggunakan metode root causes anlysis (RCA). pemilihan ide peningkatan implementasi ISO 26000 dilakukan dengan menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP) yang dinilai oleh pihak expert di perusahaan

(19)

Subjek Inti dan Isu- Isu yang Diamati

Subjek

Inti Kode Isu

Human Rights

HR 1 Kepatuhan uji ketuntasan (due diligence) HR 2 Publikasi terhadap uji ketuntasan (due

diligence)

HR 3 Penyelesaian keluhan-keluhan terhadap kasus HAM

HR 4 Perlakuan kepada kelompok-kelompok rentan

HR 5 Perlindungan dan perhatian terhadap dampak HAM dalam situasi berisiko

HR 6 Keterlibatan dalam kasus pelanggaran HAM HR 7 Kesempatan dan perlakuan yang sama kepada

stakeholders

HR 8 Penghormatan terhadap hak-hak sipil dan politik

HR 9 Penghormatan terhadap hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya

Subjek Inti Kode Isu

Community Involvement

and Development

CID 1 Pelibatan masyarakat

CID 2 Sosialisasi program tanggung jawab sosial perusahaan

CID 3 Penciptaan lapangan kerja dan pengembangan keterampilan

CID 4 Pengembangan terhadap akses teknologi

CID 5 Pelestarian dan promosi terhadap kekayaan dan kearifan budaya lokal

CID 6 Penggunaan jasa tenaga kerja lokal

(20)

Penilaian Pihak Internal (Karyawan)

Departemen SR & GR

Total karyawan = 65 orang Manager = 3 orang

Total responden kuesioner = 68 orang

Seratus persen (100%) responden karyawan memahami konsep ISO 26000 dan menyatakan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah implementasi ISO 26000

(21)

Penilaian Pihak Internal (Karyawan)

0 = tidak tahu 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju

0 = tidak tahu 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju

(22)

Penilaian Pihak

Eksternal (Masyarakat)

Total responden untuk 3 kecamatan = 90 orang, masing- masing 30 orang untuk setiap kecamatan.

Nelayan Petani

Pengusaha Lokal

Pegawai

Ibu Hamil

(23)

Penilaian Pihak

Eksternal (Masyarakat)

6,67%

93,33%

Maksud ISO 26000

Mengerti Tidak mengerti

55,56%

44,44%

Perbedaan Sebelum dan Sesudah Implementasi

ISO 26000

Ada Tidak ada

0 = tidak tahu 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju

0 = tidak tahu 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju

(24)

Penilaian Pihak Eksternal (LSM)

Yayasan Pembangunan Ekonomi Sumbawa Barat

(YPESB)

Yayasan Nusa Tenggara Pratama (YNTP)

Yayasan Lakmus

Pertanian dan Usaha Ekonomi

Masyarakat

Kesehatan Pendidikan

(25)

Penilaian Pihak Eksternal (LSM)

2 1

Maksud ISO 26000

Mengerti Tidak mengerti

0 = tidak tahu 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju

0 = tidak tahu 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju

(26)

Penilaian Pihak Eksternal (PemDa)

Kepala Bidang

Pertambangan Umum

Kepala Seksi Pengawasan Kepala Seksi Bina Usaha

Pertambangan

Seluruh responden Pemerintah Daerah memahami konsep ISO 26000 dan menyatakan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah implementasi ISO 26000

(27)

Penilaian Pihak Eksternal (PemDa)

0 = tidak tahu 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju 0 = tidak tahu

1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju

(28)

Analisis Pemenuhan Subjek Inti Pihak Internal dan Eksternal

88,22

67,22

85,89

70,36

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Karyawan

Perusahaan Masyarakat LSM Pemerintah Daerah

Pencapaian (%)

89,13

80,33 85,5

65,57

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Karyawan

Perusahaan Masyarakat LSM Pemerintah Daerah

Pencapaian (%)

Pencapaian Subjek Inti Human Rights

Pencapaian Subjek Inti Community Involvement and Development

(29)

Perbandingan Pencapaian dengan Target Perusahaan

Tanda Keterangan

Nilai Rating

Rentang Persentase Pencapaian

X Tidak Baik 1 < 20%

Kurang Baik 2 21-40%

Cukup Baik 3 41-60%

Baik 4 61-80%

Sangat Baik 5 81-100%

Isu-Isu Target yang Ditentukan

Human Rights

HR 1 4

HR 2 4

HR 3 5

HR 4 5

HR 5 4

HR 6 5

HR 7 4

HR 8 4

HR 9 5

Isu-Isu Target yang Ditentukan

Community Involvement and Development

CID 1 5

CID 2 5

CID 3 4

CID 4 3

CID 5 4

CID 6 4

(30)

Perbandingan Pencapaian dengan Target Perusahaan

Isu- Isu

Target yang

Diharapkan Perusahaan Masyarakat LSM Pemda

HR 1 61-80% 92,00% 20,20% 86,60% 66,60%

HR 2 61-80% 87,00% 24,20% 86,60% 66,60%

HR 3 81-100% 83,80% 59,20% 80,00% 66,60%

HR 4 61-80% 87,00% 84,20% 86,60% 66,60%

HR 5 61-80% 89,20% 84,40% 86,60% 80,00%

HR 6 81-100% 91,20% 84,00% 86,60% 80,00%

HR 7 61-80% 86,80% 83,40% 86,60% 73,40%

HR 8 61-80% 89,40% 82,20% 93,40% 73,40%

HR 9 81-100% 87,60% 83,20% 80,00% 60,00%

Isu subjek inti human rights yang tidak memenuhi target :

• Kepatuhan uji ketuntasan

• Sosialisasi uji ketuntasan

• Penyelesaian keluhan-keluhan terhadap kasus HAM

• Penghormatan terhadap hak- hak ekonomi, sosial, dan budaya

(31)

Perbandingan Pencapaian dengan Target Perusahaan

Isu- Isu

Target yang

Diharapkan Perusahaan Masyarakat LSM Pemda CID 1 81-100% 86,20% 86,60% 86,60% 66,60%

CID 2 81-100% 90,60% 90,00% 86,60% 66,60%

CID 3 61-80% 90,80% 90,00% 86,60% 73,40%

CID 4 41-60% 90,80% 58,20% 86,60% 60,00%

CID 5 61-80% 86,20% 76,80% 86,60% 53,40%

CID 6 61-80% 90,20% 80,40% 80,00% 73,40%

Isu subjek inti community involvement and development yang tidak memenuhi target :

• Pelibatan masyarakat

• Sosialisasi program tanggung jawab sosial

• Pelestarian kekayaan dan kearifan budaya lokal

(32)

Perumusan Alternatif Perbaikan

Isu Subjek Inti yang Masih Kurang Akar Penyebab Masalah

Kepatuhan dan Sosialisasi Uji Ketuntasan

Rendahnya pengetahuan masyarakat

Kurangnya sosialisasi yang dilakukan perusahaan Hak tenaga kerja yang tidak terpenuhi

Tidak adanya media penyampaian informasi uji ketuntasan perusahaan

Isu Subjek Inti yang Masih Kurang Akar Penyebab Masalah

Penyelesaian Keluhan-Keluhan Terhadap Kasus HAM

Solusi yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat

Kurangnya sinkronisasi antara Divisi Comrel dan Divisi Comdev

Tidak adanya manajemen pengelolaan konflik yang baku untuk menampung aspirasi masyarakat

Isu Subjek Inti yang Masih Kurang Akar Penyebab Masalah

Penghormatan Terhadap Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Upah Pekerja yang Tidak Sesuai UMR

Tidak adanya ukuran-ukuran dari indikator keberhasilan dalam Renstra untuk program budaya

Sistem perekrutan karyawan yang tidak transparan

Capaian program Comdev terkait dengan bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat yang belum mencapai target sesuai Renstra 2009-2013

Root Causes Analysis (RCA) Subjek Inti Human Rights

(33)

Perumusan Alternatif Perbaikan

Isu Subjek Inti yang Masih Kurang Akar Penyebab Masalah

Pelestarian Kekayaan dan Kearifan Budaya Lokal

Sektor pendidikan masih dikembangkan dalam kerangka pendidikan formal saja Pendidikan di sekolah belum menyentuh banyak pada kebudayaan

Hal-hal yang mencakup pengetahuan lokal, pelestarian nilai dan budaya lokal, pengembangan seni dan budaya serta pengembangan sosial budaya dan agama secara luas belum dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di sekolah

Isu Subjek Inti yang Masih Kurang Akar Penyebab Masalah

Pelibatan Masyarakat dan Sosialisasi Program Tanggung Jawab Sosial

Partisipasi masyarakat masih rendah

Belum tersedianya mekanisme komplain bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi

Belum adanya sistem yang mencegah kekeliruan dalam pelaksanaan program (safeguard mechanism)

Pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial PT. NNT belum dilakukan secara terbuka kepada masyarakat

Root Causes Analysis (RCA) Subjek Inti Community Involvement and Development

(34)

Perumusan Alternatif Perbaikan

Rumusan Alternatif Perbaikan :

• Pembuatan sistem rekruitmen karyawan “satu pintu” (Alternatif 1).

• Pembuatan Rancangan Kegiatan dan Indikator Capaian Secara Rinci Terhadap Kegiatan Budaya dalam Program Tanggung Jawab Sosial (Alternatif 2).

• Pembuatan Mekanisme Pengelolaan Konflik yang Baku (Alternatif

• Penyesuaian UMR bagi Pekerja Usaha-Usaha Ekonomi yang Didirikan 3).

PT. NNT (Alternatif 4).

• Penciptaan Mekanisme Komplain dan Safeguard Mechanism dalam Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial (Alternatif 5).

• Penyediaan Akses Informasi kepada Masyarakat Khusus yang Tidak Tergabung dalam Kelembagaan Formal (Alternatif 6).

(35)

Pengolahan AHP

Pemilihan Perbaikan Terhadap Isu Subjek Inti ISO 26000 yang Masih Kurang

Human Rights Community Involvement

and Development

Kepatuhan Uji Ketuntasan

Sosialisasi Uji Ketuntasan

Penyelesaian Keluhan-Keluhan

Terhadap Kasus HAM

Penghormatan Terhadap Hak-Hak

Ekonomi, Sosial, dan Budaya

Pelibatan Masyarakat

Sosialisasi Program Tanggung Jawab

Sosial

Pelestarian Kekayaan dan Kearifan Budaya

Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3 Alternatif 4 Alternatif 5 Alternatif 6

Struktur Hirarki AHP Perbaikan Isu Subjek Inti ISO 26000

(36)

Pengolahan AHP

0,167

0,833

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9

Human Rights Community Involvement and Development

Bobot

0,343

0,052

0,121

0,483

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6

Bobot 0,637

0,258

0,105 0

0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7

Pelibatan

masyarakat Sosialisasi program tanggung jawab sosial perusahaan

Pelestarian dan promosi terhadap

kekayaan dan kearifan budaya

lokal

Bobot

Prioritas Kriteria

Prioritas Sub Kriteria Community Involvement and Development

Prioritas Sub Kriteria Human Rights

Inconsistency = 0,00

Inconsistency = 0,04

Inconsistency = 0,09

(37)

Pengolahan AHP

0,095

0,352

0,061

0,377

0,059 0,057 0

0,05 0,1 0,15 0,2 0,25 0,3 0,35 0,4

Alternatif

1 Alternatif

2 Alternatif

3 Alternatif

4 Alternatif

5 Alternatif 6

Bobot

0,058 0,055 0,065 0,061

0,381 0,381

0 0,05 0,1 0,15 0,2 0,25 0,3 0,35 0,4 0,45

Alternatif

1 Alternatif

2 Alternatif

3 Alternatif

4 Alternatif

5 Alternatif 6

Bobot

Prioritas Alternatif Sub Kriteria Pelibatan Masyarakat

Prioritas Alternatif Sub Kriteria Penghormatan Terhadap Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan

Budaya

Inconsistency = 0,01

Inconsistency = 0,00

(38)

Rekomendasi Ide Perbaikan

1. Penyesuaian UMR bagi Pekerja Usaha-Usaha Ekonomi yang Didirikan PT. NNT.

2. Penciptaan Mekanisme Komplain dan Safeguard Mechanism dalam Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial.

3. Penyediaan Akses Informasi kepada Masyarakat Khusus yang Tidak Tergabung dalam Kelembagaan Formal.

(39)

Kesimpulan

1. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar masyarakat belum mengetahui dan memahami tentang konsep ISO 26000 yang diimplementasikan PT. NNT dalam pelaksanaan CSR perusahaan.

2. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat gap antara penilaian masing-masing pihak terhadap pencapaian pemenuhan isu subjek inti human rights dan community involvement and development, dimana untuk subjek inti human rights mendapat penilaian terendah dari masyarakat, sedangkan subjek inti community involvement and development mendapat penilaian terendah dari Pemerintah Daerah.

3. Berdasarkan metode rating pencapaian, didapatkan hasil bahwa isu subjek inti yang tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh perusahaan adalah isu kepatuhan uji ketuntasan, sosialisasi uji ketuntasan, penyelesaian keluhan-keluhan terhadap kasus HAM, dan penghormatan hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya untuk subjek inti human rights. Sementara isu yang tidak memenuhi target untuk subjek inti community involvement and development adalah isu pelibatan masyarakat, sosialisasi tanggung jawab sosial, dan pelestarian kekayaan dan kearifan budaya lokal.

4. Berdasarkan hasil pengolahan AHP, isu subjek inti human rights yang menjadi prioritas isu yang harus diperbaiki adalah isu penghormatan terhadap hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.

Sedangkan untuk subjek inti community involvement and development prioritas isu yang harus diperbaiki adalah isu pelibatan masyarakat.

5. Prioritas solusi yang harus dilakukan terhadap isu penghormatan terhadap hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya serta isu pelibatan masyarakat adalah penyesuaian UMR bagi pekerja usaha- usaha ekonomi yang didirikan oleh PT. NNT, penciptaan mekanisme komplain dan safeguard mechanism dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial, dan penyediaan akses informasi kepada masyarakat khusus yang tidak tergabung dalam kelembagaan formal.

(40)

Daftar Pustaka

Asy’ari, H. 2009. Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Modal Sosial pada PT.

Newmont Nusa Tenggara. Universitas Diponegoro.

BPS KSB. 2011. Sumbawa Barat Dalam Angka [Katalog], Sumbawa Barat.

Daniri, M. A. 2008. CSR based on ISO 26000 Guidance Standard on Social Responsibility [Online].

Available at: http://www.madani-ri.com [Accessed 5 Maret 2013].

Elkington, J. 1997. Cannibals with Forks: The Triple Bottom Line of 21st Century Business, London, Thompson.

Gunawan, Alex. 2008. Membuat Program CSR Berbasis Pemberdayaan Partisipatif.

Hardiansyah, H. A. M. CSR dan Modal Sosial untuk Membangun Sinergi Kemitraan bagi Upaya

Pengentasan Kemiskinan, Makalah disampaikan pada Seminar & TalkShow CSR 2007 ”Kalimantan 2015: Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Tantangan, dan Harapan”, Jum’at 10 Agustus 2007.

Heal, G. & Garret, P. 2004. Corporate Social Responsibility, An Economic and Financial Framework, Columbia Business School.

Indonesia Center of Sustainable Development. 2013. Laporan Evaluasi Program Comdev PT. Newmont Nusa Tenggara, Jakarta.

Indonesian Commercial Newsletter. 2011. Peran Sektor Pertambangan Naik, Sedangkan Industri Manufaktur Menururn [Online]. Available at: http://www.datacon.co.id/Logam-

2011ProfilIndustri.html [Accessed 10 Januari 2013].

Indrawan, D. C. 2011. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Perusahaan.

Universitas Diponegoro.

Jacobs, R. 1999. Educational Research: Sampling a Population.

Januarti, I & Apriyanti, D. 2005. Pengaruh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan. Jurnal MAKSI, Vol. 5 No. 2, pg 227-243.

(41)

Daftar Pustaka

Kotler, P. & Lee, N. 2005. Doing the Most Good for Your Company and Your Cause, New York, Thomas Dunne Books.

Kritkausky, R. dkk. 2011. Handbook for Imlementers of ISO 26000, Middlebury Vermont, Ecologia.

Mustafa, H. 2000. Teknik Sampling. Universitas Parahyangan.

PT. Newmont Nusa Tenggara. 2013. Rencana Strategis PT. Newmont Nusa Tenggara Periode 2009- 2013 di Kecamatan Maluk, Jereweh, dan Sekongkang, Mataram.

---. 2013. Laporan Pencapaian Program Comdev PT. NNT Tahun 2012, Divisi Comdev PT. NNT, Batu Hijau, Sumbawa Barat.

Raharjo, J. 2000. Penerapan Multi-Criteria Decision Making dalam Pengambilan Keputusan Sistem Perawatan. Universitas Kristen Petra.

Rahmi, E. 2011. Standarisasi Lingkungan (ISO 26000) Sebagai Harmonisasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dan Instrumen Hukum di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 4 No. 5.

Rooney, J. J dan Vanden Heuvel, N. L. 2004. Root Cause Analysis For Beginners, Quality Progress.

Rothbard, David. 2012. Sustainable Development: The Latest U.N. Scare [Web Blog]. Available at:

http://papundits.wordpress.com/2012/06/28/sustainable-Development-the-latest-u-n-scare/

[Accessed 15 Januari 2013].

Saaty, T. L. 1990. Multicriteria Decision Making - The Analytical Hierarchy Process, Pittsburgh, RWS Publications.

Savitz, Andrew & Jossey-Bass, Karl Weber. 2006. The Triple Bottom Line, San Fransisco, USA.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas [Online].

Available at: www.legalitas.org/incl-php/buka.php [Accessed 10 Januari 2013].

YPESB. 2012. Laporan CPI ALOVA, Sumbawa Barat.

(42)

Sekian &

Terima

Kasih

Referensi

Dokumen terkait

dan dunia kerja, diantaranya adalah dunia usaha (perusahaan) yang secara terpadu memberikan kesempatan interaksi di antara keduanya untuk membangun sistem

Penulisan skripsi ini dilatar belakangi untuk mengetahui sejauhmana peranan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam melaksanakan CSR sebagai bentuk tanggung jawab

Bank Central Asia Tbk telah menjalankan program CSR (Corporate Social Responsibility) sejak tahun 1996 sebagai pembuktian dari tanggung jawab perusahaan untuk dapat

Berdasarkan analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan dimana hasil menunjukan bahwa perusahaan mengeluarkan dana dalam laporan CSR

Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan terhadap hipotesis awal penelitian ini, hanya X7 (sektor sarana umum) berpengaruh signifikan secara negatif

Hasil penerapan Coporate social responsibility pada unsur fair operating procedures pada tahun 2018 yang dilakukan oleh perusahaan terhadap operasional dengan selalu update setiap

Selain mendapatkan perhatian dari perusahaan, manfaat tanggung jawab sosial bagi masyarakat juga akan mendapatkan pandangan baru bahwa mengenai hubungan perusahaan dan masyarakat yang

14 adalah bentuk komitmen dan kepedulian perusahaan, baik di sosial maupun di lingkungan dalam rangka mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di Provinsi