• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI 1. Fasilitas dan Tata Letak

(Menurut Haming & Nurnajamuddin 2011), tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kecukupan kapasitas, kelancaran proses, fleksibilitas operasi, dan material handling, serta untuk kenyamanan kerja . Salah satu cara dalam meningkatkan produktivitas sebuah pabrik manufaktur ialah memperbaiki tata letak fasilitas pada pabrik tersebut.

Selain meningkatkan produktivitas, memperbaiki tata letak fasilitas akan meningkatkan efisiensi kerja pada proses produksi.

Tata letak menurut (Heizer dan Render, 2012), tata letak merupakan suatu keputusan penting untuk menentukan efisiensi proses produksi dan fasilitas-fasilitas perusahaan. Tata letak memiliki banyak dampak strategis meliputi kapasitas, proses, fleksibilitas, kualitas lingkungan kerja, kontrak pelanggan dan citra perusahaan. Sebuah perusahaan sangat membutuhkan dari perencanaan atau perancangan sebuah perancangan tata letak fasilitas karena industri maupun perusahaan akan beroperasi dengan jangka waktu yang lama, dan pasti pun akan bisa membantu me efisiensi dan efektifitas proses produksi yang berlangsung, disamping itu juga akan memberikan kemudahan-kemudahan saat diperlukanya ekspansi pabrik atau kebutuhan supervisi.

(2)

Faktor selanjutnya yang harus dipertimbangkan dalam penataan tata letak dengan mengurangi hambatan dalam kelancaran aliran barang dan manusia kemudian beralih untuk memfasilitasi komunikasi dan pengawasan dan memanfaatkan ruang yang tersedia secara efektif dan efisien.

2. Jenis-Jenis Tata Letak

Salah satu hal yang paling penting ditentukan sebelum pembuatan keputusan penataan tata letak hendaknya harus menentukan jenis-jenis tata letak yang tepat terlebih dahulu, karena jenis tata letak yang tepat berdasarkan jenisnya dapat menentukan optimalisasi proses produksi pada perusahaan dalam jangka waktu panjang.

Menurut (Heizer & Render, 2012) ada tujuh jenis tata letak yaitu : a. Tata letak kantor, menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan

ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.

b. Tata letak toko eceran, menempatkan rak-rak dan merespon perilaku pelanggan.

c. Tata letak gudang, memusatkan pada kelebihan serta kekurangan antara ruangan dan system penanganan bahan.

(3)

d. Tata letak dengan posisi tetap, memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.

e. Tata letak yang berorientasi proses, berhubungan dengan produksi dengan volume rendah dan bervariasi tinggi (juga disebut “job shop”

atau produksi sesaat).

f. Tata letak sel kerja, menata mesin-mesin dan peralatan lain untuk fokus pada produksi sebuah produk atau sekelompok produk yang berkaitan.

g. Tata letak yang berorientasi pada produk, mencari utilitasi karyawan dan mesin yang paling baik dalam produksi yang kontinu atau berulang.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tata letak memiliki berbagai macam jenis dan setiap penerapan tata letak berbedaberbeda. Perbedaan ini dikarenakan jenis tata letak yang satu dengan yang lainnya tidak sama, tergantung pada bidang yang dijalankan oleh perusahaan. Untuk menentukan jenis tata letak yang diterapkan, perusahaan harus menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri dan penerapannya.

3. Tata Letak Gudang

(Menurut Warman, 2012), gudang adalah bangunan yang digunakan untuk menimpan barang. Barang yang biasa disimpan di gudang berupa bahan baku, barang setengah jadi, suku cadang, atau brang

(4)

dalam proses yang disiapkan untuk di proses menjadi barang jadi. Menurut (Santoso & Heryanto, 2020), perpindahan bahan (material handling) berarti menyediakan jumlah material yang tepat, dalam kondisi yang tepat, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, pada posisi yang tepat, dalam urutan yang benar, dan untuk biaya yang tepat, dengan menggunakan metode yang tepat.

Gudang ini sendiri bertujuan untuk adanya tempat penyimpanan dan memaksimalkan penggunaann dari seumber-sumber yang ada, juga disamping itu juga untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pelanggan dengan sumber terbatas. (Afifah & Ngatilah, 2020) menyebutkan bahwa tujuan pokok dari kegiatan pemindahan bahan terhadap tata letak pabrik, yaitu menambah kapasitas produksi, mengurangi limbah buangan (waste), memperbaiki kondisi area kerja (work conditions), memperbaiki distribusi material, dan mengurangi biaya.

Bagunan gudang yang paling baik adalah yang tidak bersekat dan yang disuka adalah yang berlantai satu dengan sedikit sekali pengecualian.

Jadi bangunan gudang yang berlantai satu dapat dipilih, apabila biaya untuk penempatan gudang berlantai satu juga lebih mahal daripada menaikan dan menurunkan barang dalam gudang, dikarenakan mengapa dalam gudang berlanatai dua telah dirancang untuk menggerakan barang atas dasar berat. Fungsi dari gudang itu senirir gar mendapatkan sebuah barang yang diingikan dengan kondisi yang baik yang merupakan dibtuhkan pelanggan, maka ada beberapa perencanaan, dari

(5)

memaksimalkan penggunaan dan peralatan hingga tenaga kerja dan kemudahan dalam penerimaan seluruh material (bahan) dan pengiriman barang, bisa terlindungi jika kita memaksimalkan ataupun merancangan gudang dengan lebih baik.

4. Metode Tata Letak Penyimpanan ( ada tiga )

Salah satu aktivitas gudang adalah penyimpanan. Penataan penyimpanan dalam gudang sangat penting agar dapat mencapai efesiensi transportasi pemindahan barang. Beberapa masalah tata letak dan lokasi timbul dalam proses perancangan sistem penyimpanan.

Beberapa alternatif aturan lokasi penyimpanan yang ada digunakan untuk menentukan penempatan tiap barang pada lokasi penyimpanannya.

Menurut (Heragu, 2016) aturan lokasi penyimpanan dapat dibagi dalam tiga kategori utama yaitu dedicated storage, randomized storage, dan class-based storage.

a. Dedicated storage location

Dedicated storage juga disebut dengan petak penyimpanan yang tetap (fixed slot storage) yang menempatkan lokasi atau alamat simapanan yang spesifik untuk tiap barang yang disimpan. Hal ini dikarenakan satu lokasi simpanan diberikan pada satu produk yang spesifik.

Dengan dedicated storage, jumlah lokasi penyimpanan yang diberikan pada produk harus mampu memenuhi kebutuhan penyimpanan maksimum produk. Dengan multi produk, daerah

(6)

penyimpanan yang dibutuhkan adalah jumlah kebutuhan penyimpanan maksimum untuk tiap produk.

b. Randomized Storage Location.

Randomized storage disebut juga sebagai petak penyimpanan yang tersebar (floating slot storage) atau lokasi penyimpanan untuk produk tertentu yang berubah atau mengambang setiap waktu. Dalam prakteknya, randomized storage didefinisikan bahwa saat barang datang untuk disimpan, barang tersebut ditempatkan di lokasi yang lebih dekat. Penarikan dilakukan berbasis first-in first- out. Jika ada lebih dari satu input point, lokasi yang dipilih adalah yang terdekat dengan input point yang dilalui barang untuk masuk ke penyimpanan.

Dalam pemodelannya, umumnya diasumsikan tiap slot penyimpanan yang kosong menjadi pilihan yang sama untuk penyimpanan saat operasi penyimpanan dilakukan atau diasumsikan tiap unit produk tertentu dianggap sama dalam hal pengambilan saat beberapa lokasi lokasi penyimpanan telah diisi produk dan operasi pengambilan terjadi. Pada saat gudang relatif penuh,tidak ada perbedaan yang singnifikan dalam jarak perjalanan yang berlaku melalui asumsi “kesamaan” dan yang dihasilkan dari praktek “slot terbuka yang terdekat”. Tapi untuk “gudang yang jarang” aka nada perbedaan yang jarak perjalanan yang berlaku.

(7)

c. Class-based storage

Aturan lokasi penyimpanan ini berada di antara aturan dedicated storage dan randomized storage. Class-based storage ini didasarkan pada hukum pareto dengan memperhatikan level aktivitas penyimpanan dan penarikan yang dikembangkan untuk item yang berbeda. Dalam gudang 80% aktivitas S/R diberikan pada 20% dari item, 15% pada 30% dari item, dan yang terakhir 5% aktivitas S/R pada 50% dari item. Item yang masuk diklasifikasikan pada tiga kelas sebagai A, B, dan C berdasarkan level aktivitas S/R (dari tinggi ke rendah) dikembangkan. Untuk meminimumkan waktu atau jarak yang dihabiskan dalam penyimpanan dan penarikan, kelas A diletakkan terdekat dengan input/output point, selanjutnya kelas B, dan kelas C yang terjauh.

Dari ketiga aturan diatas, penelitian lebih difokuskan pada dedicated storage location. Pada dedicated storage, produk ditempatkan berdasarkan lokasi storage/retrieval dalam usaha meminimasi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi penyimpanan dan penarikan.

5. Metode Tata Letak Gudang ( Dedicated Storage)

a. Metode Dedicated Storage

Dedicated Storage atau lokasi penyimpanan yang tetap (fixed slot storage) menurut Heragu (2016), merupakan penempatan lokasi atau tempat simpanan yang spesifik untuk tiap barang yang akan disimpan.

(8)

Hal ini dikarenakan suatu lokasi simpanan yang diberikan kepada satu produk yang spesifik.

Menurut (Abyadl, 2017), ada dua jenis dedicated storage yang sering digunakan dalam perusahaan, yaitu part number sequence storage dan throughput – based dedicated storage. Part number sequence storage adalah metode yang lebih sederhana dan sering digunakan karena lokasi penyimpanan suatu pabrik didasarkan hanya pada penomoran part yang diberikan. Nomor part yang tinggi di berikan kepada yang jauh dari titik I/O, sedangkan nomor part yang lebih rendah diberikan kepada tempat yang dekat dengan titi I/O. Secara khusus, pemberian nomor part diberikan secara random tampa memperhatikan aktivitas yang ada. Oleh karena itu, jika satu part dengan nomor yang sangat besar dengan aktivitas permintaan yang tinggi, perjalanan berulang kali akan terjadi pada lokasi penyimpanan yang sangat buruk. Dedicated Storage atau yang disebut juga sebagai lokasi penyimpanan yang tetap (fixed slot storage), menggunakan penempatan lokasi atau tempat simpanan yang spesifik untuk tiap barang yang disimpan. Hal ini dikarenakan suatu lokasi simpanan diberikan pada satu produk yang spesifik.

Dua jenis dari dedicated storage yang sering digunakan adalah part number sequence storage dan throughput-based dedicated storage. Part number sequence adalah metode yang sering digunakan karena lebih sederhana. Lokasi penyimpanan suatu produk didasarkan hanya pada penomoran part yang diberikan padanya. Nomor part yang rendah

(9)

diberikan tempat yang dekat dengan titik I/O; nomor part yang lebih tinggi diberikan tempat yang jauh dari titik I/O. Secara khusus, pemberian nomor part dibuat secara random tanpa memperhatikan aktifitas yang ada. Oleh karena itu, jika satu part dengan nomor part yang sangat besar dengan aktifitas permintaan yang tinggi, perjalanan berulang kali akan terjadi pada lokasi penyimpanan yang sangat buruk.

Throughput-based dedicated storage merupakan suatu alternatif dari part number sequence. Merupakan metode yang menggunakan pertimbangan pada perbedaan level aktifitas dan kebutuhan simpanan diantara produk yang akan dismpan. Throughput-based dedicated storage lebih kepada part number sequence storage pada saat dijumpai perbedaan yang signifikan pada level aktifitas atau pun level inventori barang yang disimpan. Karena lebih sering digunakan maka throughput- based dedicated storage saat ini sering disebut sebagai dedicated storage. Dengan dedicated storage, jumlah lokasi penyimpanan yang diberikan pada produk harus mampu memenuhi kebutuhan penyimpanan maksimum produk. Dengan penyimpanan multi produk, daerah penyimpanan yang dibutuhkan adalah jumlah kebutuhan penyimpanan maksimum untuk tiap produk.

B. PENELITIAN TERDAHULU

Penelitian terdahulu merupakan cara peneliti untuk melakukan perbandingan dan sebagai refrensi yang berguna membantu penelitian

(10)

yang akan dilakukan dan juga menjadikan acuan bagi peneliti sehingga dapat memperbanyak teori yang akan digunakan.

Perencangan tata letak gudang menggunakan Metode Shared Storage di pabrik palstik kota Semarang oleh Firman Ardiansyah Ekoanindiyo dan Yaumal Agit pada tahun 2012 dengan tujuan untuk menentukan perencanaan letak area penyimpanan bahan baku dan produk jadi pada gudang, dan penentuan lebar gang. Agar penyimpanan gudang lebih baik lagi. Dengan menggunakan alat analisis Method Shared Storage dengan langkah-langkah Melihat kondisi dan menghitung luas lantai gudang. Kemudian diurutkan area yang paling dekat sampai area yang terjauh dari pintu keluar masuk I/O sehingga penempatan barang yang akan segera dikirim diletakkan pada area yang paling dekat dan begitu seterusnya. Dari hasil penelitian tersebut penentuan luas area penyimpanan yang dibutuhkan dan penentuan lebar gang (Aisle).

(Ivan Kurniawan, 2017). Melakukan penelitian yang dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan lebih teratur nya area gudang. Hasil dari pendekatan dedicated storage dapat meminimalkan jarak tempuh material handling. Hasil dari pendekatan dedicated storage dapat meminimalisasi jarak tempuh material handling rata-rata per bulan adalah 8.283 m/bulan sedangkan kondisi sebelumnya jarak tata letak awal adalah 18.460 m/bulan.

(Fikri Abdullah, 2010) melakukan penelitian dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentutukan kebutuhan luas area gudang

(11)

produk jadi dan merancang tata letak usulan gudang produk jadi yang dapat mempermudah proses penyimpanan dan penarikan barang dari gudang produk jadi. Kemudian dari penelitian disimpulkan bahwa kebutuhan area penyimpan pada gudang produk jadi sebesar 1.090,496 m2, sedangkan luas areal yang tersedia sebesar 2.016 m2. Maka terjadi penghematan ruangan sebesar 45,91% dari area yang tersedia.

(Firman Ardiansyah Ekoanindiyo, 2012) meneliti dengan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menata ulang tata letak gudang agar menjadi lebih rapi dan terlihat longgar. Hasil penelitian ini yaitu Area penyimpanan yang digunakan adalah pallet kayu, untuk menghemat area maka dilakukan penumpukan 2 tingkat pada setiap pallet dengan penyusunan 2 x 2, maka setiap pallet terdiri 8 karung produk atau 8 karung bahan baku, dilakukan untuk memudahkan penyusunan produk ke area penyimpanan dan juga untuk menghemat pemanfaatan ruang.

Guido Asisi Sinaga, Exaudi Lase, Anita Christine Sembiring dan (Irwan Budiman, 2018), dengan tujuan penataan lokasi penyimpanan produk pada gudang barang dengan menggunakan dedicated storage sehingga barang dapat teralokasikan dengan baik. Menggunakan alat analisis dedicated storage , dan hasil dari pembahasanya setelah dilakukan nya pengumpulan dan pengolahan data dengan metode dedicated storage pada gudang barang PTPN II Kwala Madu, jumlah kebutuhan slot di gudang barang adalah 57 slot untuk komponen sedang, 5 slot untuk komponen besar dan 14 slot untuk sparepart, dengan ukuran

(12)

tiap slot adalah (2,6m x 1m) untuk komponen sedang, (5m x 2,3m) untuk komponen ukuran besar, dan (2,5m x 2,3m) untuk sparepart. Juga peurunan jarak tempuh material handling untuk gudang usulan metode dedicated storage adalah sebesar 11.792,52 meter/bulan. Lebar gang minimal sebesar 3,9m untuk memudahkan dalam proses penanganan barang.

Tb Muhammad Arif Aludin, Muhammad Adha Ilham, Evi Febianti tahun 2018, dengan tujuan menentukan luas area penyimpanan, menghitung total jarak material handling pada kondisi saat ini (existing) , menghitung total jarak material handling pada kondisi usulan (penerapan dedicated dengan mengusulkan posisi produk drum oli secara berdiri dalam penempatan blok) menghitung penurunan total jarak material handling yang terjadi jika metode dedicated storage di terapkan.

Persamaan yang diangkat dari beberapa refrensi jurnal penelitian tersebut adalah pembahasan tentang perencanaan atau suatu rancangan tata letak gudang yang dilakukan dengan tujuan untuk membantu kinerja, kualitas, dan kelancaran pada sektor gudang dan memperhatikan suatu produk jadi atau siap kirim. Persamaan lain juga dpata dilihat pada objek penelitian yaitu pada perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk. Perbedaan yang ada terletak pada metode yang digunakan pada setiap penelitian dengan peneitian yang saya angkat. Pada penelitian terdahulu diatas terdapat beberapa metode yang dijadikan refrensi yakni Method Shared Storage dan Method Dedicated

(13)

Storage Langkah-langkah metode berbeda-beda meskipun memiliki tujuan yang sama yaitu perencanaan rancangan tata letak gudang. dan berbeda perusahaan yang saya teliti.

C. KERANGKA PIKIR

Gambar 2.1 Kerangka pikir, Sumber : Heizer dan Reinder (2012) Kerangka pikir merupakan pandangan pola pikir yang menjelaskan berbagai variable terikat yang akan diteliti dan membuat hubungan

Space Requirement

1. Jumlah terbanyak penyimpanan dalam satu bulan.

2. Kapasitas penyimpanan produk per slot.

Jarak perjalanan tiap blok ke I/O point

X = sumbu horizontal, y = sumbu vertical, a = nilai jarak horizontal dan b = nilai jarak vertikal

Penempatan produk Assigment 1. Besarnya throughput

2. Besarnya slot ( space requirement ) Throughput 1. Aktifitas penerimaan rata rata/ hari.

2. Jumlah pemindahan sekali angkut.

3. Aktifitas pengiriman rata rata/ hari.

4. Jumlah pemindaha sekali angkut.

Perencanaan Slot (menentukan luas gudang dan ukuran kemasan)

(14)

anatar suatu variable dengan variable lain.Dalam menentukan tata letak gudang yang efisien pertama menghitung space requirement untuk setiap produk, menghitung throughput setiap produk, kemudian menentukan nilai kecil dan terbesar dari setiap produk, menghitung jarak antar blok ke blok, menempatan produk dengan simbol T/S terbesar ke slot (blok) dengan perjalanan terkecil, menghitung jarak perjalanan total, dan terkahir membandingkan jarak awal dan akhir dari kondisi gudang.

Luas gudang penyimpanan dengan kapasitas 6 x 12 m yang akan di tentukan dengan perhitungan slot, kapasitas per slot, beserta perhitungan jarak. Diketahui bahwa jika penerapan perhitungan berhasil akan membantu perencanaan tata letak gudang pada perusahaan. Penataan juga berpengaruh terhadap efisien dan efektif jalanya proses produksi, maka slot jika kapasitas gudang dengan luas seperti itu maka diketahui terdapat 32 slot, dengan 20 slot yang terisi dan 12 untuk cadangan slot.

Untuk perjalanan atau pun jarak slot terhadap pintu masuk pun dihitung paling terendah untuk memduduki posisi pertama penataan slot.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka pikir, Sumber : Heizer dan Reinder (2012)  Kerangka pikir merupakan pandangan pola pikir yang menjelaskan  berbagai  variable  terikat  yang  akan  diteliti  dan  membuat  hubungan

Referensi

Dokumen terkait

• Lokasi pekerjaan, kebersihan tempat bekerja di lokasi pekerjaan ikut menentukan produktivitas kerja para pekerja konstruksi..

Yang dimaksud tempat adalah tempat menyimpan arsip-arsip yang harus disimpan oleh sesuatu badan pemerintah atau swasta.Tempat penyimpanan dapat berupa ruangan,bangunan atau

Penempatan lokasi suatu pusat pelayanan pada prinsipnya harus mempertimbangkan aspek keruangan dengan cermat Hal tersebut berlaku bagi semua hirarki struktur pusat pelayanan,

Dari kedua pendapat di atas dapat diketahui bahwa terdapat kesamaan yaitu mendefinisikan repository sebagai suatu istilah yang mengacu pada tempat penyimpanan dan merawat data,

Perancangan sign yang benar dan baik secara visual dapat menghasilkan suatu kesatuan dari suatu tempat atau wilayah, sehingga penempatan signage akan sangat

Promotion mix (bauran promosi) juga disebut bauran komunikasi pemasaran (marketing communication mix) perusahaan merupakan paduan spesifik dari iklan, promosi penjualan,

Secara spesifik Nurisjah (2001) menjelaskan agrowisata adalah rangkaian aktivitas perjalanan wisata yang memanfaatkan lokasi atau kawasan dan sektor pertanian mulai

Pendapat di atas dapat diartikan bahwa istilah repository dapat mengacu pada tempat utama dimana data disimpan atau dirawat, suatu tempat tertentu yang secara spesifik digunakan