• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH. Disusun oleh: Salsabila Adristi Putri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JURNAL ILMIAH. Disusun oleh: Salsabila Adristi Putri"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM SUB SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR

DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2020

JURNAL ILMIAH

Disusun oleh:

Salsabila Adristi Putri 175020401111024

JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2021

(2)

Analisis Pengaruh Faktor Fundamental dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Harga Saham Sub Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Periode 2017-2020

Salsabila Adristi Putri

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Email: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor fundamental meliputi Earning per Share, Return on Equity, Debt to Equity Ratio, Price to Book Value dan nilai tukar rupiah terhadap harga saham sub sektor perbankan yakni Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dari tahun 2017 kuartal I hingga 2020 kuartal IV. Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dan Multiple Breaks at Unknown Breakdates dengan alat STATA. Model yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Hasil penelitian ini menunjukkan Earning per Share, Price to Book Value memiliki pengaruh positif signifikan sedangkan Return on Equity, Debt to Equity Ratio, dan Nilai tukar rupiah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Serta ditemukan dua breaks (jeda) waktu yaitu di tahun 2017 kuartal 2 dan 2018 kuartal 4.

Kata Kunci: Faktor fundamental, Nilai Tukar Rupiah, Data Panel, Multiple Breaks

A. PENDAHULUAN

Pasar modal merupakan lembaga penyedia sokongan keuangan yang berfungsi mendorong perekonomian. Hal ini dilihat dari adanya fungsi pasar modal sebagai tempat menyediakan dana untuk perusahaan yang membutuhkan modal juga wadah masyarakat dalam kegiatan investasi pada instrumen keuangan dengan tujuan untuk mendapat keuntungan.

Perolehan return dari kegiatan investasi di pasar modal mampu mengoptimalkan keyakinan penanam modal untuk berinvestasi. Sehingga hal ini membuahkan adanya penambahan jumlah investor setiap tahunnya.

Grafik 1: Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia

(3)

Sumber: Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dolah 2021

Produk investasi di pasar bursa terbagi menjadi beberapa jenis yaitu obligasi, saham, reksadana, derivatif, dan Exchange Trade Fund (ETF). Masing-masing instrumen memiliki profil risiko dengan tingkat keuntungan yang berbeda. Saham adalah satu dari beberapa produk dalam pasar bursa yang banyak ditawarkan dan diminati investor (Indiani,2016). Dikarenakan saham dengan risiko tertentu dapat menghasilkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan produk keuangan lainnya. Tujuan dari adanya kepemilikan ini adalah seseorang berhak menerima keuntungan berupa dividen atau capital gain dari perusahaan yang menerbitkan saham.

Perbankan termasuk salah satu sub sektor yang dipercaya dan diharapkan investor dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi. Dikarenakan apabila kinerja perbankan tersebut baik maka menjadikan sentimen positif bagi investor untuk berinvestasi pada saham perbankan.

Bank sendiri terbagi menjadi beberapa jenis salah satunya pembagian bank yang didasarkan pada besar modal intinya yang kemudian disebut sebagai Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU).

Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 memiliki modal usaha paling besar diantara BUKU 1, 2, dan 3. Bank tersebut termasuk dalam penggolongan kapitalisasi pasar yang tinggi, menunjukkan bank tersebut merupakan perusahaan dengan skala besar yang dipercaya oleh masyarakat.

Grafik 2: Kapitalisasi Pasar Bank Umum Kegiatan Usaha 4

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI), diolah 2021

Tingginya kapitalisasi pasar yang dimiliki oleh BUKU 4 dipercaya bahwa BUKU 4 mampu untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi investor. Investor menilai harga saham BUKU 4 relatif stabil walaupun bergerak secara fluktuatif yakni mengalami pergerakan naik dan turun yang cepat tetapi relatif masih dalam batas aman. Dalam hal ini pasar percaya bahwa pasti ada kemungkinan untuk terjadinya bias tetapi investor memilih BUKU 4 karena risiko yang didapatkan relatif lebih rendah karena modal yang dimiliki BUKU 4 termasuk dalam golongan modal tertinggi sehingga dianggap lebih aman dibandingkan dengan bank yang memiliki modal dibawah BUKU 4. Hal ini menunjukkan besarnya risiko yang akan didapatkan investor dari kegiatan investasinya mempengaruhi keputusan investor dalam memilih saham.

Kondisi diatas menjadi alasan perlunya tambahan informasi bagi investor, sehingga diperlukan pemilihan secara tepat oleh investor ketika akan memilih saham, maka investor perlu memerhatikan beberapa faktor dalam pengambilan keputusan saat memilih saham.

Analisis dalam penelitian ini difokuskan pada analisis fundamental dari faktor internal perusahaan dan faktor eksternal perusahaan dalam hal ini kondisi makroekonomi,

(4)

menggunakan analisis ini bisa digunakan investor sebagai tambahan informasi untuk mengetahui kondisi saham perusahaan yang akan dibeli/jual.

Pada penelitian ini dari beberapa jenis rasio yang ada, peneliti hanya menggunakan lima rasio diantaranya rasio profitabilitas dengan rasionya Return On Equity, rasio pasar dengan rasionya Earning Per Share dan Price to Book Value, dan rasio solvabilitas dengan rasionya Debt to Equity Ratio. Dewi (2013) dan Azhari (2016) menyatakan bahwa harga saham dipengaruhi oleh rasio keuangan diantaranya Price to Book Value (PBV), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), dan Debt to Equity Ratio (DER).

Pemilihan rasio ini dibatasi dengan tujuan supaya penelitian yang dilakukan lebih fokus. Kelima rasio ini juga dipilih karena mampu mencerminkan kondisi fundamental dari perusahaan. Harapannya dengan menggunakan rasio tersebut investor bisa memperkirakan keuntungan yang akan diperoleh. Keuntungan yang diharapkan oleh investor memang menjadi perhatian utama namun investor tidak hanya mencari keuntungan yang tinggi saja tetapi juga melihat aman tidaknya jika menaruh sejumlah modal investasinya pada suatu perusahaan terkait yang dicerminkan melalui rasio keuangannya.

Selain rasio keuangan, Nilai tukar menjadi fokus utama investor untuk melihat depresiasi atau apresiasi dari nilai tukar itu sendiri. Berdasarkan pengamatan di tahun 2017- 2020 nilai tukar rupiah mencatatkan kenaikan sebesar 4,11% (yoy). Di tahun 2018 dan 2020 nilai tukar rupiah terdepresiasi oleh dollar, adanya kenaikan nilai tukar rupiah ini berdampak pada turunnya harga saham Bank BUKU 4.

B. TINJAUAN PUSTAKA Investasi di Pasar Modal

Investasi adalah mengorbankan sejumlah uang atau sumber daya lain dengan harapan untuk memperoleh keuntungan masa depan Tandelilin, 2001 (dalam Putra, 2013). Investasi dalam pasar keuangan secara umum dipahami sebagai cara yang digunakan oleh investor untuk menanamkan sejumlah dananya dalam jangka panjang bertujuan mendapatkan keuntungan maksimal di masa mendatang.

Saham

Menurut (Mishkin,2008:6-7) saham (stock) adalah sekuritas yang merupakan sebuah klaim atas laba dan aset perusahaan menunjukkan bagian kepemilikan di dalam suatu perusahan. Darmadji, T, d 2001 (dalam Azis, 2015) dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim saham terbagi menjadi dua jenis yaitu saham biasa dan saham preferen. Pada kepemilikan saham terdapat beberapa keuntungan yang ingin diperoleh investor yaitu dividen dan capital gain.

Teori Permintaan Klasik

Kondisi tersebut sesuai dengan teori permintaan klasik dengan mencerminkan permintaan uang melalui teori kuantitas yang menyebutkan bahwa perubahan permintaan uang tidak dipengaruhi oleh tingkat bunga karena dalam teori kuantitas motif yang digunakan untuk memegang uang adalah motif transaksi yang dipengaruhi oleh pendapatan dengan asumsi bahwa kondisi ekonomi selalu dalam keadaan full employment. Teori klasik menganggap bahwa perubahan permintaan uang tidak dipengaruhi oleh employment dan jumlah output, tetapi perubahan permintaan uang dipengaruhi oleh harga (Nopirin,1992).

Harga Saham

Harga saham yaitu harga jual atau harga beli suatu saham perusahaan pada saat tertentu yang terbentuk di pasar bursa akibat adanya penawaran dan permintaan pelaku pasar bursa.

(5)

Harga saham dibagi menjadi tiga yaitu harga perdana merupakan harga yang ditetapkan dan terbentuk saat saham perusahaan pertama kali tercatat melakukan penawaran umum. Lalu harga pasar adalah harga jual antara satu investor dengan investor lainnya yang dicatat waktu penutupan secara harian dan dipublikasikan oleh broker. Kemudian harga nominal yaitu harga tiap lembar saham yang sudah ditetapkan oleh perusahaan yang menjual saham dan tercantum dalam bukti kepemilikan saham.

Nilai Tukar

Menurut (Mankiw,2016:155) nilai tukar yakni harga pada mata uang antara dua negara yang sedang menjalin kegiatan perdagangan. Nilai tukar dalam perekonomian internasional terbgi menjadi dua yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar rii. Nilai tukar nominal adalah perbandingan harga relatif mata uang dari dua negara sedangkan nilai tukar riil adalah perbandingan harga relatif barang dari dua negara.

Analisis Fundamental

Analisis fundamental adalah teknik analisis yang digunakan oleh investor untuk menghitung nilai rasio perusahaan melalui neraca perusahaan (Jogiyanto dalam Aganta, 2013).

Beberapa rasio investasi yang digunakan investor untuk memprediksi saham yaitu ROE, EPS, PBV, DER (Budi Rahardjo dalam Azis, 2015).

Hubungan Earning per Share terhadap harga saham

Laba per lembar saham dapat mempengaruhi saham melalui laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Terjadi hubungan yaitu mengakibatkan harga saham cenderung meningkat ketika earnings yang dihasilkan besar karena deviden yang didapatkan oleh investor juga meningkat sehingga bertambahnya permintaan investor pada saham perusahaan terkait.

Hubungan Return on Equity terhadap harga saham

Return on equity mempengaruhi saham melalui profitabilitas yang dihasilkan perusahaan. Jika pengembalian dari modal perusahaan meningkat karena faktor produksi dan penjualan mengalami kenaikan sehingga harga saham juga naik. Hubungannya yaitu harga saham cenderung meningkat ketika perusahaan mampu mengembalikan modal atas asetnya.

Hubungan Debt to Equity Ratio terhadap harga saham

DER mempengaruhi saham melalui tingkat utang yang mampu dibayarkan oleh perusahaan. Hubungannya harga saham cenderung turun apabila tingkat utang tinggi karena informasi mengenai utang akan berpengaruh pada investor. Maka investor akan menilai perusahaan tidak mampu mencukupi kewajibannya. Karena semakin besar tingkat utang maka semakin besar pula risiko yang ditanggung oleh perusahaan.

Hubungan Price to Book Value terhadap harga saham

Hubungannya ketika PBV naik menunjukkan bahwa harga pasar saham naik. PBV mempengaruhi harga saham melalui nilai buku perusahaan ketika nilai perusahaan yang dihasilkan tinggi maka return yang didapatkan juga tinggi sehingga harga saham cenderung naik karena jumlah saham yang diminta banyak.

(6)

Hubungan Nilai Tukar Rupiah terhadap harga saham

Hubungan yang ditunjukkan oleh nilai tukar terhadap harga saham adalah jika nilai tukar rupiah turun berarti nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain yakni Dollar AS dinyatakan menguat. Sehingga investor asing akan melepaskan rupiah dengan tujuan untuk membeli saham yang harganya cenderung turun akibat menguatnya nilai tukar rupiah.

C. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data berupa angka-angka yang digunakan untuk analisis.Penelitian ini menggunakan data kuantitatif berupa rasio keuangan BUKU 4 dan data harga saham periode 2017-2020.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah emiten perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017-2020. Total emiten tersebut adalah sebanyak 82 emiten. Pada penelitian ini peneliti menentukan ciri untuk sampel yang digunakan yaitu emiten bank yang memiliki modal lebih dari Rp30 Triliun selama periode 2017-2020. Berdasarkan ciri yang telah ditentukan, didapat 7 emiten bank yang memiliki modal lebih dari Rp30 Triliun selama 2017- 2020.

Sumber Data

Jenis data penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia untuk data harga saham melalui http//www.idx.co.id, situs resmi masing-masing bank untuk data laporan keuangan Bank BUKU 4 dan situs resmi Kementrian Perdagangan untuk data Nilai tukar rupiah melalui https://statistik.kemendag.go.id/exchange-rates secara kuartal selama periode penelitian 2017-2020.

Definisi Operasional Variabel

Berikut merupakan beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian ini:

a. Harga Saham (Y) merupakan selisih antara harga jual dan harga beli. Data yang digunakan yaitu harga saham BUKU 4 yang dikumpulkan secara kuartal.

b. Earning per Share (X1) merupakan proksi dari rasio pasar. EPS adalah ukuran untuk mengetahui besar tiap lembar saham yang dimiliki mempu memberikan keuntungan untuk investor. Data yang digunakan yaitu EPS tiap BUKU 4 yang dikumpulkan secara kuartal.

c. Return on Equity (X2) merupakan proksi dari rasio profitabilitas. ROE adalah ukuran profitabilitas perusahaan yang mampu dihasilkan dari modal yang dimiliki. Data yang digunakan yaitu ROE tiap BUKU 4 yang dikumpulkan secara kuartal.

d. Debt to Equity Ratio (X3) merupakan proksi dari rasio solvabilitas. DER adalah ukuran besar kewajiban yang mampu dipenuhi oleh perusahaan. Data yang digunakan yaitu DER tiap BUKU 4 yang dikumpulkan secara kuartal.

e. Price to Book Value (X4) merupakan proksi dari rasio pasar. PBV adalah ukuran untuk mengetahui nilai buku perusahaan yang dihasilkan perusahaan. Data yang digunakan yaitu PBV tiap BUKU 4 yang dikumpulkan secara kuartal.

f. Nilai tukar rupiah (X5) merupakan proksi dari kondisi perekonomian Indonesia. Nilai tukar dalam penelitian ini yang digunakan ialah nilai tukar nominal yaitu nilai mata uang

(7)

yang digunakan saat menukar Dolar dengan Rupiah (USD/IDR). Data nilai tukar ini dikumpulkan secara bulanan.

Metode Analisis Data

Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel. Analisis regresi data panel digunakan karena jenis data pada penelitian ini adalah gabungan antara data time series dan cross section untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Berikut adalah persamaan yang digunakan dalam penelitian ini:

𝐻𝑆𝑖𝑡 = 𝛼0+ 𝛽1𝐸𝑃𝑆𝑖𝑡+ 𝛽2𝑅𝑂𝐸𝑖𝑡+ 𝛽3𝑃𝐵𝑉𝑖𝑡+ 𝛽4𝐷𝐸𝑅𝑖𝑡+ 𝛽5𝐸𝑅𝑖𝑡+ 𝜀𝑖𝑡 Keterangan:

HS = Harga Saham (Variabel Terikat) 𝛼0 = Konstanta regresi

𝛽1 , 𝛽2, 𝛽3, 𝛽4, 𝛽5 = Koefisien regresi variabel Independen EPS, ROE, PBV, DER, NT = Variabel independen i = 1,2,3,4,5 (Cross Section)

t = 1,2,3,4,5 (Time Series) ε = Variabel error

Common Effect Model (CEM)

Common Effect Model merupakan cara sederhana yang digunakan untuk melakukan estimasi regresi dengan data panel. Pada model ini tidak memperhatikan dimensi individu atau waktu karena mengasumsikan bahwa perilaku data antar cross section sama pada berbagai periode.

Fixed Effect Model (FEM)

Fixed Effect Model adalah metode estimasi data panel, yang menggunakan variabel dummy untuk menentukan perbedaan intersep setiap variabel. Model Efek Tetap mengasumsikan bahwa antar cross section ataupun antar unit waktu memberikan pengaruh yang berbeda.

Random Effect Model (REM)

Random Effect Model merupakan cara dengan merggunakan variabel error yang terdiri dari variabel error secara menyeluruh yakni perpaduan antara waktu dan data silang dan variabel error secara individu. Error yang dimaksud disini yaitu error yang berbeda-beda antar individu tetapi tetap antar waktu.

Uji Chow

Uji Chow adalah tes yang bertujuan untuk memilih pola antara common effect dan fixed effect. Hipotesis yang digunakan pada uji Chow yaitu:

𝐻0: Common Effect Model (Probabilitas > 0.05) 𝐻1: Fixed Effect Model (Probabilitas < 0.05) Uji Hausman

Uji Hausman ialah pengujian yang digunakan untuk memilih model antara fixed effect dan random effect. Hipotesis yang digunakan pada uji Hausman yaitu:

𝐻0: Random Effect Model (Probabilitas > 0.05) 𝐻1: Fixed Effect Model (Probabilitas < 0.05)

(8)

Uji Lagrange Multiplier

Uji Lagrange Multiplier adalah pengujian yang digunakan untuk memilih antara model common effect dan random effect. Hipotesis yang digunakan pada uji Langrange Multiplier yaitu:

𝐻0: Common Effect Model (Probabilitas > 0.05) 𝐻1: Random Effect Model (Probabilitas < 0.05) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui sebaran data terlepas apakah sudah berdistribusi normal atau tidak. Uji yang dilakukan menggunakan metode Shapiro Wilk.

Apabila nilai probabilitas lebih dari tingkat α = 5% = 0.05 maka sebaran data dikatakan sudah berdistribusi normal.

Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas digunakan untuk menguji sesama variabel independen untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi linier atau hubungan linier. Uji yang dilakukan menggunakan matrix correlation. Apabila nilai korelasi variabel independen kurang dari 0.8 maka data terbebas dari multikolinearitas (Widarjono,2005).

Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk menguji korelasi antara variabel error periode t dengan variabel error periode t-1 yang ada di dalam model. Uji yang dilakukan menggunakan Wooldridge Test. Apabila prob>F lebih dari tingkat α = 5% = 0.05 maka data terbebas dari autokorelasi.

Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk melihat varian residual (error) tidak konstan yang biasa terjadi pada data cross section. Uji yang dilakukan menggunakan uji Breusch-Pagan.

Apabila P-value>Chi2 lebih besar dari tingkat α = 5% = 0.05 maka data terbebas dari heteroskedastisitas.

Uji Parsial (Uji T)

Uji parsial (uji t) digunakan untuk mengetahui pengaruh secara individual dari variabel independen terhadap variabel dependen. Uji t dilakukan dengan membandingkan probabilitas (P>|z|) dan tingkat signifikansi α = 5% = 0.05, apabila (P>|z|) kurang dari tingkat signifikansi maka 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima atau diartikan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

Uji Simultan (Uji F)

Uji simultan (uji F) digunakan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama dari variabel independen terhadap variabel dependen. Uji F dilakukan dengan membandingkan Prob>Chi2 dan tingkat signifikansi α = 5% = 0.05, apabila Prob>Chi2 kurang dari tingkat signifikansi maka 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima atau diartikan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Uji Koefisien Determinasi (𝑹𝟐)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur sejauh mana variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen. Nilai 𝑅2 terletak antara nol dan satu. Apabila nilai 𝑅2 semakin kecil menunjukkan semakin terbatas pula kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen.

(9)

Uji Multiple Breaks at Unknown Breakdates

Uji Multiple Breaks at Unknown Breakdates digunakan untuk mengetahui perbandingan breaks (jeda) dengan jumlah dan letak yang tidak diketahui. Uji yang dilakukan menggunakan uji Bai-Perron. Asumsi yang digunakan dalam penggunaan uji ini adalah:

1. Untuk mengetahui breaks yang terjadi (multiple breaks) pada periode penelitian 2. Tidak diketahui mengenai waktu terjadinya breaks

D. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemilihan regresi Data Panel

Terdapat tiga hasil estimasi panel data yaitu Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM) yang kemudian perlu dilakukan pemilihan model terbaik diantara ketiga model tersebut. Hasil estimasi panel data dijabarkan di bawah ini.

Tabel 1: Hasil Estimasi CEM, FEM, dan REM

Variabel CEM FEM REM

Coef. Prob. Coef. Prob. Coef. Prob.

C 11.28866 0.349 14.92702 0.003 9.622134 0.000 EPS 0.5304178 0.000 0.0274502 0.443 0.2547156 0.742 ROE -0.3998065 0.024 0.1082082 0.161 -0.043754 0.353 DER 0.037749 0.848 0.0823662 0.569 0.1879949 0.000 PBV 0.8884722 0.000 0.4198113 0.000 0.774449 0.772 ER -0.8950842 0.483 -0.615315 0.245 -0.269121 0.269

R-squared 0.8175 0.7892 0.8725

Sumber: Output Stata 14 diolah peneliti, 2021 Hasil Uji Chow

Dari hasil perhitungan diperoleh probabilitas (Prob>F) sebesar 0.0000, artinya nilai Prob.

Value (Prob>F) lebih kecil dibandingkan taraf α (0.0000 < 0.05), berarti bahwa hasil uji chow ini menolak 𝐻0. Sehingga yang terpilih adalah Fixed Effect Model, maka perlu dilakukan pengujian menggunakan uji hausman.

Hasil Uji Hausman

Dari hasil perhitungan diperoleh sebagai berikut:

Tabel 2: Hasil Uji Hausman

Sumber: Output Stata 14 diolah peneliti, 2021

Diartikan bahwa hasil uji hausman ini menerima 𝐻0 sehingga model yang terpilih adalah Random Effect Model dengan pendekatan General Least Square. Dikarenakan Prob>Chi2 lebih tinggi dari tingkat signifikansi maka disarankan untuk menggunakan General Least Square (Satria, 2018).

see suest for a generalized test assumptions of the Hausman test;

data fails to meet the asymptotic = -215.78 chi2<0 ==> model fitted on these chi2(5) = (b-B)'[(V_b-V_B)^(-1)](b-B)

Test: Ho: difference in coefficients not systematic

B = inconsistent under Ha, efficient under Ho; obtained from xtreg b = consistent under Ho and Ha; obtained from xtreg log_er -.615315 -.2691921 -.3461229 .

log_pbv .4198113 .774449 -.3546377 . log_der .0823662 .1879949 -.1056287 . log_roe .1082082 -.043754 .1519622 . log_eps .0274502 .2547156 -.2272653 .

fe re Difference S.E.

(b) (B) (b-B) sqrt(diag(V_b-V_B)) Coefficients

. hausman fe re

(10)

Hasil Uji Lagrange Multiplier

Dari hasil perhitungan diperoleh Prob>chibar2 sebesar 0.0000, artinya nilai Prob>chibar2 lebih kecil dibandingkan dengan α (0.0000 < 0.05), sehingga hasil uji lagrange multiplier ini menerima 𝐻1, maka model yang terpilih adalah Random Effect Model.

Dikarenakan model yang terpilih adalah Random Effect Model dengan pendekatan General Least Square berdasarkan hasil uji hausman maka tidak perlu dilakukan uji asumsi klasik karena General Least Square bukan Ordinary Least Square.

Hasil Uji Random Effect Model

Berikut merupakan hasil Random Effect Model (REM):

Tabel 3: Hasil Uji Random Effect Model

Sumber: Output Stata 14 diolah peneliti, 2021

Berdasarkan tabel, persamaan regresi data panel dapat ditulis sebagai berikut:

𝐿𝑜𝑔𝑌𝑖𝑡(𝐻𝑆𝑖𝑡) = 9.622134 + 0.2547156 (𝐿𝑜𝑔𝐸𝑃𝑆𝐼𝑡) - 0.043754 (𝐿𝑜𝑔𝑅𝑂𝐸𝐼𝑡) + 0.1879949 (𝐿𝑜𝑔𝐷𝐸𝑅𝐼𝑡) + 0.774449 (𝐿𝑜𝑔𝑃𝐵𝑉𝐼𝑡) - 0.269121 (𝐿𝑜𝑔𝐸𝑅𝐼𝑡) + 𝜀𝑡

Hasil Uji Parsial (Uji T)

Dari hasil perhitungan diperoleh hasil uji parsial sebagai berikut:

Tabel 4: Hasil Uji T-Statistik Model Variabel P>|z| Keterangan

EPS 0.000 Signifikan

ROE 0.742 Tidak Signifikan DER 0.353 Tidak Signifikan

PBV 0.000 Signifikan

ER 0.772 Tidak Signifikan Sumber: Output Stata 14 diolah peneliti, 2021

Hasil Uji Simultan (Uji F)

Dari hasil perhitungan diperoeh nilai Prob>Chi2 sebesar 0.0000. Diartikan bahwa nilai Prob>Chi2 lebih kecil dibandingkan taraf signifikansi (0.0000 < 0.05). Berarti variabel EPS,

rho .17434939 (fraction of variance due to u_i)

sigma_e .1906931 sigma_u .08762884

_cons 9.622134 8.702674 1.11 0.269 -7.434794 26.67906 log_er -.2691921 .9285003 -0.29 0.772 -2.089019 1.550635 log_pbv .774449 .0864063 8.96 0.000 .6050957 .9438023 log_der .1879949 .2023605 0.93 0.353 -.2086244 .5846142 log_roe -.043754 .1330548 -0.33 0.742 -.3045367 .2170287 log_eps .2547156 .0576215 4.42 0.000 .1417795 .3676516 log_hargas~m Coef. Std. Err. z P>|z| [95% Conf. Interval]

corr(u_i, X) = 0 (assumed) Prob > chi2 = 0.0000 Wald chi2(5) = 194.49 overall = 0.7937 max = 16 between = 0.8725 avg = 16.0 within = 0.3790 min = 16 R-sq: Obs per group:

Group variable: bank Number of groups = 7 Random-effects GLS regression Number of obs = 112 . xtreg log_hargasaham log_eps log_roe log_der log_pbv log_er, re

(11)

ROE, DER, PBV, dan ER mempengaruhi variabel harga saham secara bersama-sama (simultan).

Hasil Uji Koefisien Determinasi (𝑹𝟐)

Dari hasil perhitungan diperoleh 𝑅2 sebesar 0.8725, artinya sekitar 87% harga saham Bank BUKU 4 mampu dijelaskan oleh EPS, ROE, DER, PBV, dan ER. Sekitar 13% lainnya diuraikan oleh pengaruh diluar model yang tidak disinggung pada penelitian ini.

Hasil Uji Multiple Breaks at Unknown Breakdates

Dari hasil perhitungan uji multiple breaks at unknown breakdates diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 5: Hasil Uji Bai-Perron Multiple Breaks at Unknown Breakdates

Sumber: Output Stata 17 diolah peneliti, 2021

Berdasarkan hasil uji diatas menunjukkan bahwa menolak 𝐻0 artinya terdapat breaks (jeda) yang ditemukan yakni berjumlah 2 jeda pada tahun 2017 kuartal 2 dan 2018 kuartal 4 dengan menggunakan trimming sebesar 15% yang berarti dalam pengujian ini sudah mempertimbangkan tingkat sensitivitas terhadap data outlier. Jeda yang ditemukan sesuai dengan adanya perpindahan dua bank yaitu PT. Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT. Bank Pan Indonesia Tbk yang semula menjadi bagian dari BUKU 3 di tahun 2018 lalu di tahun 2019 berpindah menjadi BUKU 4.

Pembahasan

Pengaruh Earning Per Share terhadap Harga Saham

Didapatkan estimasi EPS memiliki probabilitas sebesar 0.000 yang mana kurang dari dibandingkan α. Berarti EPS memiliki pengaruh secara signifikan terhadap harga saham bank BUKU 4. Koefisien yang dihasilkan adalah 0.2547156 yang berarti arah pengaruh EPS pada harga saham ialah positif, tiap terjadi kenaikan 1 ribu rupiah EPS bank BUKU 4 akan meningkatkan harga saham bank BUKU 4 sebesar 0.25 ribu rupiah. Hasil ini menunjukkan bahwa sejak kuartal I-2017 hingga kuartal 4-2020 rasio EPS memberikan pengaruh pada harga

.

2 8 2018q4 2018q4 2018q4

1 2 2017q2 2017q2 2017q2

# Index Date [95% Conf. Interval]

Trimming = 0.15 SSR = 16.26 T = 16 N = 7 Estimation of break points

> nt breaks(2) vce(hac) trim(0.15) nofixedeffect

. xtbreak estimate log_hargasaham log_eps log_roe log_der log_pbv log_er, noconsta Trimming: 0.15

Estimated break points: 2017q2 2018q4

supW(tau) 7.45 3.67 3.12 2.87 Statistic Value Value Value Test 1% Critical 5% Critical 10% Critical Bai & Perron Critical Values H0: no break(s) vs. H1: 2 break(s)

(Ditzen, Karavias & Westerlund. 2021)

Test for multiple breaks at unknown breakdates

> ypothesis(1) breaks(2) trim(0.15) vce(hac) nofixedeffect

. xtbreak test log_hargasaham log_eps log_roe log_der log_pbv log_er, noconstant h

(12)

saham bank BUKU 4. Artinya, peningkatan profit bersih perusahaan memiliki efek posiitif atas pergerakan harga saham. Jika profit yang dihasilkan oleh perusahaan meningkat, kemudian laba ini mampu menghasilkan keuntungan per lembar saham yang tinggi tiap pemiliknya, melalui ini meningkatkan keinginan investor untuk memilih saham bank BUKU 4. Kemudian hal itu tentu berimbas pada naiknya harga saham. Temuan ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Chen, Kim dan Chen (2007), Fadila dan Syaifi (2018), serta Amanda (2013) melalui hasilnya membuktikan bahwa ada pengaruh signifikan antara komponen fundamental saham yaitu kenaikan rasio laba per lembar saham dengan kenaikan harga saham.

Pengaruh Return On Equity terhadap Harga Saham

Hasil regresi menunjukkan tidak terjadi signifikansi pengaruh dari ROE pada harga saham. Hasil yang didapatkan tidak sinkron dengan teori, apabila diuraikan bahwa ketika terjadi kenaikan ROE maka tentu menaikkan harga saham namun berbeda dengan hasil yang diperoleh pada penelitian ini. Disebabkan karena jumlah aset yang dimiliki oleh Bank BUKU 4 setelah dikurangi dengan kewajiban jelas cukup untuk menutup modal sehingga naik turunnya ROE tidak menjadi penentu investor dalam memilih saham BUKU 4. Dikarenakan BUKU 4 termasuk kelompok kategori Bank dengan modal dasar diatas tiga puluh triliun rupiah hal ini yang kemudian menjadi tidak berpengaruhnya ROE pada harga saham Bank BUKU 4 karena investor sudah percaya bahwa Bank BUKU 4 mampu memberikan pengembalian modal. Temuan ini sesuai dengan hasil pengkajian oleh Husaini (2012), Wijayanti (2012), dan Ariyanti (2016) yang membuktikan bahwa pertumbuhan profitabilitas melalui variabel ROE tidak memberikan efek pada perubahan harga saham.

Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham

Hasil regresi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa DER berpengaruh secara nyata terhadap harga saham. Dikarenakan Bank BUKU 4 termasuk dalam kategori bank dengan modal inti yang besar yang mampu menghasilkan keuntungan di masa mendatang sehingga kewajiban bank yang harus dibayar sudah tercukupi oleh moneter karena jumlah aset yang dimiliki oleh Bank BUKU 4 setelah dikurangi dengan kewajiban jelas cukup untuk menutup modal maka secara tidak langsung kewajiban yang harus dipenuhi juga dapat tercukupi oleh bank. Temuan ini sesuai dengan Adi (2013) yang menyatakan bahwa perubahan utang perusahaan tidak berdampak bagi harga saham. Perdana (2013) dan Pratiwi (2018) juga mengemukakan jika ukuran rasio solvabilitas melalui DER tidak ada pengaruhnya pada harga saham.

Pengaruh Price to Book Value terhadap Harga Saham

PBV memperoleh probabilitas sebesar 0.0000 dimana lebih kecil dari tingkat alpha.

Artinya, PBV memiliki pengaruh secara nyata pada harga saham bank BUKU 4. Koefisien yang dihasilkan ialah 0.774449 berarti arah pengaruh PBV atas harga saham adalah positif, setiap 1 kali kenaikan PBV bank BUKU 4 akan menaikkan harga saham bank BUKU 4 sebesar 0.77. Adanya peluang dari positifnya PBV atas harga saham dikarenakan investor menilai kondisi keuangan perusahaan bank BUKU 4 dimana bank BUKU 4 termasuk dalam perusahaan dengan skala besar yang beroperasi dalam bidang keuangan sehingga dijadikan acuan investor ketika membeli saham. Mengingat bank BUKU 4 merupakan bank besar dan memiliki harapan masa depan yang baik sehingga investor percaya untuk berinvestasi pada saham bank BUKU 4 maka investor banyak yang membeli saham tersebut. Semakin tinggi rasio nilai buku saham perbankan berarti semakin tinggi juga keyakinan pemilik modal terhadap perusahaan maka menyebabkan terjadinya kenaikan permintaan saham perusahaan.

Meningkatnya permintaan dapat mengakibatkan naiknya harga saham. Temuan ini sesuai

(13)

dengan Suselo, Djazuli, dan Indrawati (2015), Anandarajan et al. (2006), Wibowo (2014), serta Sari (2013).

Pengaruh Nilai Tukar Rupiah terhadap Harga Saham

Nilai tukar rupiah memiliki nilai probabilitas sebesar 0.772 yang mana lebih besar dari tingkat kepercayaan. Hal ini memiliki arti tidak ada pengaruh secara nyata dari nilai tukar rupiah pada harga saham bank BUKU 4. Dikarenakan melihat data yang digunakan adalah data bank BUKU 4 dimana bank BUKU 4 ini mayoritas merupakan bank BUMN. Sementara mayoritas kepemilikan saham bank BUKU 4 dimiliki oleh investor dalam negeri sehingga tidak memberikan pengaruh pada nilai tukar rupiah. Harga saham akan berubah seiring dengan menguat atau tidaknya nilai rupiah, namun kepemilikan saham asing tidak memiliki signifikansi karena mayoritas saham bank BUKU 4 dipegang oleh investor dalam negeri, sehingga tidak terlalu sensitif terhadap perubahan nilai tukar rupiah. Temuan ini sesuai dengan Anisa (2018), Widyarto (2019) yang menghasilkan bahwa tidak adanya pengaruh nyata harga mata uang rupiah terhadap harga saham. Wibowo (2019) juga menyebutkan bahwa harga saham tidak dipengaruhi oleh nilai tukar.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan, diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Ditemukan dua jeda waktu yaitu di tahun 2017 kuartal 2 dan 2018 kuartal 4 karena adanya perpindahan PT. Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT. Bank Pan Indonesia Tbk yang semula menjadi bagian dari BUKU 3 di tahun 2018 lalu di tahun 2019 berpindah menjadi BUKU 4.

2. Earning per Share berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham karena sebagian besar pemegang saham melihat keuntungan per lembar saham yang akan didapatkan dari hasil menanamkan modalnya pada perusahaan.

3. Return on Equity tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham karena kecukupan aset yang dimiliki oleh bank BUKU 4 mampu untuk mengembalikan modal.

4. Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham karena utang BUKU 4 sudah tercukupi oleh moneter.

5. Price to Book Value berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham karena investor menilai keuangan perusahaan bank BUKU 4 termasuk perusahaan yang mampu menghasilkan keuntungan di masa mendatang.

6. Nilai tukar rupiah tidak berpengaruh terhdap harga saham karena kepemilikan saham bank BUKU 4 mayoritas dimiliki oleh investor dalam negeri sehingga menguat atau melemahnya nilai tukar rupiah tidak sensitif terhadap harga saham.

Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil pembahasan, peneliti merekomendasikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Untuk pihak perusahaan harus mengontrol dan meningkatkan laba per lembar saham agar perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar sehingga dapat menjaga kepercayaan investor.

2. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah rasio profitabilitas selain Return on Equity, misalnya Return On Asset (ROA) diharapkan semakin bertambahnya informasi ketika investor akan memilih saham.

(14)

3. Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah rasio solvabilitas selain Debt to Equity Ratio, misalnya rasio perbankan seperti Loan to Deposit Ratio maupun rasio lain yang berkaitan dengan utang perusahaan.

4. Untuk pihak perusahaan disarankan agar memantau harga nilai buku perusahaan supaya keuangan perusahaan tetap dinilai baik oleh investor sebagai pelaku pasar sehingga disarankan untuk perusahaan mengontrol PBV tetap berada pada nilai wajarnya.

5. Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan atau menambahkan faktor makro ekonomi lain selain nilai tukar rupiah seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat bunga.

UCAPAN TERIMA KASIH

Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu sehingga penelitian ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih khusus kami sampaikan kepada Asosiasi Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya dan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

DAFTAR PUSTAKA

Adi, Darminto, Atmanto. (2013). Pengaruh Return On Equity, Debt To Equity Ratio, Earning Per Share Dan Book Value Per Share Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Consumer Goods Industry Yang Terdaftar Di BEI Periode Tahun 2008 Â 2011). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 4(2), 75409.

Aganta, C. T. (2013). Analisis Fundamental Melalui Pendekatan Price Earning Ratio ( PER ) (Studi Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks LQ45 BEI Indonesia Tahun 2010-2013). Jurnal Administrasi Bisnis, 27(2).

Amanda, A. (2013). Pengaruh Debt To Equity Ratio, Return On Equity, Earning Per Share, Dan Price Earning Ratio Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Food And Beverages Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2008-2011). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 4(2)

Anandarajan, A., Hasan, I., Isik, I., & Mccarthy, C. (2006). The Role Of Earnings And Book Values In Pricing Stocks: Evidence From Turkey. Advances In International Accounting, 19(06), 59–89.

Anisa, I., & Darmawan, A. (2018). Pengaruh Ekonomi Makro Dan Harga Komoditas Tambang Dunia Terhadap Indeks Harga Saham Sektor Pertambangan Di Indonesia. Jurnal Administrasi Bisnis, 56(1), 197–206.

Ariyanti, S., Topowijono, T., & Sulasmiyati, S. (2016). Pengaruh Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Konstruksi Dan Bangunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 35(2), 181–188.

Azis Musdalifah., Mintarti Sri., dan Nadir Maryam, (2015). Manajemen Investasi Fundamental, Teknikal, Perilaku Investor dan Return Saham. Edisi 1.

Yogyakarta. Deepublish.

Azhari, D. F., Rahayu, S. M., A, Z., Zahroh. (2016). Pengaruh Roe, Der, Tato, Dan Per Terhadap Harga Saham Perusahaan Properti Dan Real Estate Yang Go Publik Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 32(2) 1-5.

Bursa Efek Indonesia. Ringkasan Saham. https://www.idx.co.id/data- pasar/ringkasan- perdagangan/ringkasan-saham/. Diakses pada 12 Oktober 2020

Chen, M. H., Gon Kim, W., & Chen, C. Y. (2007). An Investigation Of The Mean Reversion Of Hospitality Stock Prices Towards Their Fundamental Values: The Case Of Taiwan.

International Journal Of Hospitality Management, 26(2), 453–467

Dewi, Putu D. A., & Suaryana I. G. N. A. (2013). Pengaruh EPS, DER, dan PBV Terhadap

(15)

Harga Saham. Jurnal Akuntansi Udayana, 4(1), 215-229

Ditzen, J., Karavias, Y. & Westerlund, J. (2021). Testing and Estimating Structural Breaks in Time Series and Panel Data in Stata. arXiv:2110.14550 [econ.EM]

Ditzen, J., Karavias, Y. & Westerlund, J. (2020). xtbreak: Testing for Structural Breaks in Stata 2020 Swiss (Online) Stata User Group Meeting

Ditzen, J., Karavias, Y. & Westerlund, J. (2021). xtbreak: Testing for Structural Breaks in Stata German Stata Conference 2021

Fadila, R., & Saifi, M. (2018). Pengaruh Earning Per Share (EPS), Return On Equty (ROE) Dan Net Profit Margin Terhadap Harga Saham Perusahaan Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Administrasi Bisnis, 61(3), 154–162.

Husaini, A. (2012). Pengaruh Variabel Return On Assets , Return On Equity, Net Profit Margin Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis, 6(1), 45–49.

Indiani, Ni Putu L., Dewi, Sayu Kt. S. (2016). Pengaruh Variabel Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Harga Saham Perbankan Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen Unud, 5(5), 2756-2785.

Kustodian, P. T., Efek, S., Ksei, I., Dana, C., Rakyat, B., Persero, I., Bri, T., Tabungan, D., Regulatory, S., & Fintech, S. A. (2021). Equity Crowdfunding Data Statistik Pertumbuhan Investor ( Single Investor Identification).

Mishkin Frederic S, (2008). Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan, Buku 1.

Jakarta: Salemba Empat

Mankiw N. Gregory, (2016). Macroeconomics, edisi 9. New York, 41 Madison Avenue Nopirin, Ph.D. (1992). Ekonomi Moneter Buku 1 Edisi Keempat. Yogyakarta. BPFE

Yogyakarta

Putra, R., Darminto, Z. A (2013). Analisis Pemilihan Investasi Saham Dengan Menggunakan Metode Capital Asset Pricing Model ( Capm ) Dan Reward To

Variability Ratio ( Rvar ) Sebagai Penentu Pengambilan. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 1(2), 21–30.

Perdana, R. A. P., Darminto, & Sudjana, N. (2013). Pengaruh ROE, EPS Dan DER Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2011). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 2(1), 128–137.

Pratiwi, K. (2017). Pengaruh Struktur Modal Dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Asuransi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2015). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 45(1), 145–154.

Sari, Winda., Kaluge, David. (2013). Analisis Pengaruh Faktor Fundamental Dan Kondisi Ekonomi Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan (BUMN) Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005 – 2012). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 1(2)

Suselo, Dedi., Djazuli, Alim., & Indrawati, Nur Khusniyah. (2015). Pengaruh Variabel Fundamental Dan Makro Ekonomi Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Yang Masuk Dalam Indeks Lq45). Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM), 13(1), 1–13.

Satria, Dias. (2018). Modul Panel Data Dengan Menggunakan Stata. Researchgate

Wibowo, Bramanto Ari. (2014). Pengaruh Price To Book Value (Pbv), Earning Per Share (Eps), Current Ratio (Cr), Dan Debt To Equty Ratio (Der) Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Otomotif Dan Komponen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013). Jurnal Ilmiah FEB UB

(16)

Wibowo, Robby K. (2019). Pengaruh Nilai Tukar, Tingkat Suku Bunga, Profitabilitas, Dan Struktur Permodalan Terhadap Harga Saham Bumn Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2015-2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB UB

Widarjono Agus. 2005. Ekonometrika: Teori dan Aplikasi untuk Ekonomi dan Bisnis.

Yogyakarta. Ekonisia

Widyarto, M. Posma. (2019). Pengaruh Bi Rate, Inflasi, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Usd, Dan Indeks Dow Jones Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Faculty Economic And Bisnis Universitas Brawijaya.

Wijayanti, P. (2012). Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Harga Saham Melalui

Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Pada Tahun 2009 - 2011. Jurnal Ilmiah FEB UB, 1(2)

Gambar

Grafik 1: Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Grafik 2: Kapitalisasi Pasar Bank Umum Kegiatan Usaha 4
Tabel 5: Hasil Uji Bai-Perron Multiple Breaks at Unknown Breakdates

Referensi

Dokumen terkait

Untuk membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca mencakup semua kepentingan kreditur terhadap aktiva entitas pada tanggal neraca dan

[r]

Koloni Geobacteraceae merupakan salah satu mikroorganisme pada anoda yang dapat mengoksidasi produk fermentasi tersebut menjadi karbon dioksida dengan mentrasfer elektron

Berardi dan Marzo (2015) misalnya menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dilihat secara sektoral memiliki pengaruh langsung terhadap penurunan jumlah kemiskinan

Therefore, based on the figure above, it can be concluded that by using Think-Pair-Share technique, particularly through Think it out activity, Pair and Share

Pura Barutama divisi Engineering sebelumnya telah melakukan pelaporan karyawan dengan ​ form ​ yang harus diisi oleh setiap karyawan bagian produksi yang sudah selesai

Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar dalam bentuk Modul Praktik. Bahan ajar Modul Praktik dikembangkan dalam rangka meningkatkan

Dalam bisnis modern ,kebutuhan akan teknologi informasi sangat mendukung untuk meningkatkan kinerja perusahaan.Dengan adanya kebutuhan informasi yang semakin