• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL FARMASI UDAYANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL FARMASI UDAYANA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUME V, NOMOR 1, JULI 2016

JURNAL FARMASI UDAYANA

VOLUME V

NOMOR 1

HALAMAN 1-45

EDISI JULI 2016

(2)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2016 i Vol 5 No 1

JURNAL FARMASI UDAYANA

INFORMASI BAGI PENULIS DAFTAR ISI

• Deskripsi

• Pembaca

• Editor

• Petunjuk Penulisan

DESKRIPSI

Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat.

Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat.

PEMBACA

Ilmuwan di bidang kimia medisinal, farmasetika dan biofarmasetika, farmakologi, kimia analisis, farmakologi klinik, mikrobiologi, bioteknologi, kimia dan statistika

EDITOR

Penanggung jawab : Drs. Ida Bagus Made Suaskara, M.Si Pengarah : Drs. I Made Satriya Wibawa, M.Si

Anak Agung Bawa Putra, S.Si., M.Si Dr.rer.nat. IMAG. Wirasauta, M.Si., Apt

Editor :

Ketua Dewan Redaksi : Cokorda Istri Sri Arisanti, S.Farm., M.Si., Apt Wakil Dewan Redaksi : Ni Kadek Warditiani, S.Farm., M.Sc., Apt Mitra Bestari:

Ketua : Luh Putu Febryana Larasanty, S.Farm.,M.Sc., Apt Anggota:

a. Ni PutuAriantari, S.Farm., M.Farm., Apt (Biologi Farmasi)

b. I G. N. Agung Dewantara, S.Farm., M.Sc., Apt (Teknologi Farmasi) c. Ni Made Pitri Susanti, S.Farm., M.Si. Apt (Kimia Farmasi)

EMAIL

[email protected]

(3)

PETUNJUK PENULISAN PENDAHULUAN

Naskah yang diajukan ke jurnal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: (1) topik artikel akan melewati proses review terlebih dahulu oleh editor, dan (2) artikel belum dipublikasikan atau akan dipublikasikan seluruhnya atau sebagian di jurnal lain atau media publikasi yang lain.

Tipe artikel

Artikel hasil penelitian Review article

Naskah review article harus memuat: judul, abstrak dan kata kunci (3-6 kata), pendahuluan, pembahasan khusus oleh penulis, kesimpulan, ucapan terima kasih, daftar pustaka, gambar dan tabel. Tiap pokok bahasan dari pendahuluan sampai kesimpulan harus diberi nomor. Sub pokok bahasan juga harus dinomori dengan 1.1., 1.2., 1.3., dan seterusnya. Setiap halaman harus diberi nomor dan judul harus diberi halaman 1.

FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN Conflict of interest

Semua penulis wajib menghindari terjadinya Conflict of interest yang meliputi pembiayaan atau hubungan dengan orang lain atau badan paling lama tiga tahun sebelum pengajuan artikel ke jurnal yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung penelitian yang bersangkutan

Contoh hal yang potensial menyebabkan Conflict of interest antara lain pekerja, konsultan, kepemilikan bahan, honor, pengajuan registrasi/paten, hibah atau sumber dana yang lain.

Verifikasi Artikel

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam posisi akan diterbitkan pada jurnal lain, artikel telah mendapat persetujuan semua penulis yang tercantum di dalam artikel yang bersangkutan dan secara eksplisit telah mendapat persetujuan dari tempat dimana penulis melakukan penelitian dan jika diterima, artikel tidak dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk yang sama dalam bahasa Indonesia atau bahasa lainnya untuk menghindari plagiarisme

Konstribusi

Semua penulis harus berpartisipasi di dalam penelitian dan atau penyipan naskah,

sehingga fungsi dari masing-masing penulis harus didefinisikan.

(4)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2016 iii Vol 5 No 1

Kepemilikan artikel

Semua penulis harus memiliki peran penting pada setiap tahap pengajuan artikel yang meliputi: (1) konsep dan desain penelitian, pengolahan data atau menganalisis atau menginterpretasi data, (2) memperbaiki naskah, (3) menyetujui draf akhir yang akan dipublikasikan

Perubahan penulis

Pada jurnal ini dimungkingkan untuk menambahkan, pengurangi, mengubah urutan penulis untuk naskah yang diterima. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain: membuat permintaan untuk dapat menambahkan, mengurangi atau mengubah urutan penulis kepada pengelola jurnal yang diajukan oleh corresponding author yang dicantumkan di dalam naskah yang diajukan dan meliputi: (a) alasan mengapa nama penulis harus ditambahkan, dikurangi atau diubah susunannya (b) konfirmasi tertulis (e-mail, fax, surat) dari semua penulis yang menyatakan persetujuan dengan perubahan tersebut di atas

Bahasa

Penulisan menggunakan bahasa Indonesia sesuai ejaan yang disempurnakan.

PERSIAPAN

Penggunaan program miscrosoft word. File dibuat dalam format asli menggunakan program miscrosoft word. Teks harus dibuat dalam format satu kolom, huruf font Times new roman 11, 1 spasi, ditulis dalam kertas ukuran A4.

Struktur Artikel

Sub pokok bahasan-penomoran

Artikel dibagi menjadi pokok bahasan dengan penomoran yang jelas. Sub pokok bahasan harus diberi nomor 1.1 (kemudian 1.1.1, 1.1.2,...), 1.2 dan seterusnya.

Abstrak tidak dimasukkan dalam sistem penomoran.

Pendahuluan

Nyatakan tujuan dan landasan penelitian, hindari tinjauan pustaka yang terperinci atau kesimpulan dari hasil penelitian

Bahan dan metode

Ungkapkan bahan dan metode secara terperinci untuk kemungkinan keterulangan penelitian. Metode yang umum digunakan cukup menunjukkan sumber pustaka, hanya modifikasi yang relevan yang harus dideskripsikan

Hasil

Pengungkapan hasil harus jelas dan ringkas Pembahasan

Bagian ini harus merupakan kajian mendalam dari hasil penelitian, jangan

mengulang pengungkapan hasil. Hindari kutipan dan pembahasan yang berlebihan

dari penelitian sebelumnya

(5)

Kesimpulan

Kesimpulan utama dari penelitian sebaiknya ditampilkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, yang dapat menjadi bagian tersendiri di dalam pokok bahasan kesimpulan atau menjadi bagian dari pembahasan atau hasil

Appendik

Jika apendik lebih dari satu maka harus dibuat sebagai A, B dan seterusnya.

Persamaan matematika harus diberi nomor terpisah: Pers. (A.1), Pers. (A.2) dan seterusnya. Hal yang sama juga berlaku untuk tabel dan gambar: Tabel A.1;

Gambar. A.1

Informasi penting dalam struktur artikel Judul

Ringkas, jelas dan informatif. Jika dimungkinkan hindari pencantuman persamaan matematika dan singkatan

Nama penulis dan institusi

Ungkapkan institusi tempat bekerja (tempat dimana penelitian dilakukan) di bawah nama penulis. Tunjukkan institusi penulis dengan supercript di belakang nama penulis dan didepan nama institusi. Tuliskan alamat lengkap termasuk kode pos dan nama kota, jika perlu disertakan alamat email masing-masing penulis

Alamat korespondensi

Tunjukkan dengan jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap korespondensi semua tahap dari pengajuan, revisi, publikasi maupun sampai pasca publikasi.

Cantumkan nomor telepon disamping alamat email, kode pos. Kontak terperinci harus tetap diperbaharui oleh korespondensi penulis

Alamat penulis

Jika alamat penulis berbeda dibandingkan dengan tempat penelitian semula, maka alamat terbaru atau tetap penulis sebagai catatan kaki dari nama penulis. Alamat dimana penelitian semula dilakukan oleh penulis tetap digunakan sebagai alamat utama. Penulisan catatan kaki untuk alamat terbaru maupun alamat tetap menggunakan supercrip dengan penomoran Arabic

Abstrak

Dibutuhkan abstrak yang jelas, ringkas dan sesuai fakta penelitian. Abstrak harus menunjukan tujuan penelitian secara tegas, hasil yang penting dan kesimpulan umum. Untuk memenuhi persyaratan abstrak ini, disarankan untuk tidak menyertakan tinjauan pustaka, tetapi jika sangat diperlukan wajib mengutip nama penulis dan tahun. Disamping itu dihindari pencantuman singkatan yang tidak umum tetapi jika sangat diperlukan maka harus dijelaskan pada awal abstrak itu sendiri

Gambar

Gambar harus dibuat untuk menyimpulkan isi dari artikel secara jelas untuk dapat

menarik perhatian pembaca yang berasal dari berbagai bidang yang berhubungan

(6)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2016 v Vol 5 No 1

dengan farmasi. Gambar harus dibuat dalam bagian terpisah dari artikel. Ukuran gambar: sediakan gambar dengan minimal setara 531x1328 pixel atau lebih, tetapi dapat tetap terbaca pada layar 200x500 pixel (pada 91 dpi yang sama dengan 5 x13 cm). Program yang digunakan dapat berupa pdfatau MS Word

Kata kunci

Kata kunci maksimal 6 kata diletakkan langsung di bawah abstrak, hindari penggunaan frase dan penghubung (dan, dari dan sebagainya)

Singkatan

Deskripsikan singkatan yang tidak umum sebagai catatan kaki pada halaman pertama artikel. Singkatan yang menjadi keharusan untuk diungkapkan pada abstrak diwajibkan didefinisikan pada bagian sebelum singkatan tersebut ditulis.

Penulisan singkatan harus konsisten pada seluruh artikel.

Ucapan terima kasih

Cantumkan ucapan terima kasih pada bagian terpisah di bagian akhir artikel sebelum daftar pustaka, hindari penyertaan ucapan terima kasih pada judul, sebagai catatan kaki judul atau bagian artikel lainnya. Buatlah rincian orang yang berkontribusi di dalam penelitian (penerjemah, pengetik atau pembaca dan lain sebagainya)

Unit

Gunakan satuan internasional (SI). Jika satuan diungkapkan dalam unit yang berbeda, sebaikknya diungkapkan kesetaraan dengan SI

Tabel

Penomoran tabel diurut berdasarkan urutan munculnya di dalam artikel. Tabel dibuat dengan tiga garis horisontal, hindari penggunaan garis vertikal dan data yang diungkapkan di dalam tabel tidak diungkapkan berulang pada bagian lain dari artikel

Daftar pustaka

Pastikan daftar pustaka tercantum di dalam artikel. Hasil yang belum dipublikasikan dan personal communication tidak direkomendasikan dimasukkan di dalam daftar pustaka. Pustaka yang ditandai dengan In Press menunjukan bahwa artikel tersebut telah disetujui untuk dipublikasikan dan dapat digunakan sebagai sumber pustaka. Penulisan pustaka mengikuti aturan penulisan pustakan jurnal ini.

Aturan penulisan pustaka

Daftar pustaka harus diurut berdasarkan alfabetis dan kronologi. Jika terdapat lebih dari satu sumber yang berasal dari penulis yang sama pada tahun yang sama, maka harus ditambahkan a, b, c dan seterusnya di belakang tahun terbit.

Penulisan buku

Penulis, A.A., Penulis, B.B., & Penulis, C.C. (tahun terbit). judul buku: sub judul.

(Edisi [jika bukan edisi pertama}). tempat terbit: penerbit

(7)

Contoh:

Buku dengan satu penulis

Nama penulis (tanpa singkatan). (tahun terbit). judul buku. Tempat terbit: penerbit Reynords Hadi. (2000). Black pioners. Ringwood,Vic: Penguin

Buku dengan banyak penulis Dua-enam penulis

Dua penulis: kedua penulis. (tahun terbit). judul buku. Tempat terbit: penerbit Gilbert, R., & Gilbert, P. (1998). Maculinity goes to school. St. Leonards, N.S.W.:

Allen & Unwin Lebih dari 6 penulis

Setelah nama dan singkatan nama penulis ke-enam gunakan dkk Buku yang memiliki editor

Broinowski, A. (Ed.) (1990). ASEAN into 1990s. London: Macmillan

Nugent, S.L., Shore, C. (Eds.). (1997). Anthropologyband cultural study. London:

Pluto Press

Buku yang memiliki penulis dan editor

Valery, P. (1957). Oeuvres (J. Hytier, Ed). Paris: Gallimard Bab yang terdapat di dalam buku

Penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul bab:sub judul. editor. judul buku. (hal. x-y). tempat terbit: penerbit

Artikel jurnal

Penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul artikel. singkatan jurnal, volume (issue), halaman

Skipsi/Tesis/Disertasi

Nama penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul. skrispi/tesis/disertasi.

Universitas, kota

Sumber penulisan singkatan jurnal

Index Medicus journal abbreviations: http//www.nlm.nih.gov/tsd/serials/lji.html List of titlle word abbreviations: http//www.issn.org/2-22661-LTWA-online.php CAS (Chemical Abstract Service): http//www.cas.org/sent.html

Submission checklist

Daftar isian di bawah ini dapat digunakan untuk memudahkan pemeriksaan akhir sebelum artikel dikaji oleh editor.

Satu orang penulis ditunjuk sebagai corresponding author:

• alamat email

• kode pos

• nomor telepon atau fax

Semua file yang dibutuhkan telah diupload

• Kata kunci

• Gambar

(8)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2016 vii Vol 5 No 1

• Tabel (termasuk judul, deskrispi, catatan kaki) Hal selanjutnya yang harus diperhatikan

• Gunakan penomoran baris (tiap 5 baris) untuk memudahkan pengkajian naskah

• Naskah telah dicek tata bahasa dan pengucapannya

• Pustaka telah ditulis sesuao format di dalam jurnal ini

• Semua pustaka yang ditulis di dalam daftar pustaka disinggung di dalam teks

• Izin telah didapat dari untuk materi yang memiliki hak cipta yang berasal dari sumber lain (termasuk web)

SETELAH ARTIKEL DITERIMA Perbaikan

Naskah yang telah dikoreksi akan dikirimkan kembali dalam bentuk pdf kepada corresponding author (melalui alamat email) sehingga penulis dapat mengunduh untuk keperluan pribadi. Gunakan perbaikan ini untuk mengecek urutan penulisan, mengedit, menyempurnakan dan memperbaiki tulisan, tabel dan gambar. Pengiriman naskah yang telah diperbaiki menyertakan koreksi pertama dari editor ini. Perubahan signifikan dari artikel yang disetujui untuk dipublikasikan dalam jurnal ini harus mendapat persetujuan dari penerbit. Kami akan berusaha untuk mempublikasikan artikel anda akurat dan cepat sehingga diharapkan kami menerima hasil koreksi anda paling lambat 5 hari kerja. Sangat penting koreksi artikel dilakukan dalam satu kali komunikasi sehingga cermati hal-hal yang harus dikoreksi sebelum dikirimkan kembali ke editor jurnal.

Naskah yang dipublikasikan

Artikel akan diberikan kepada corresponding author dalam bentuk pdf melalui

email. Penulis akan menerima artikel sesuai format yang terbit di dalam jurnal dan

disertai dengan cover jurnal.

(9)

DAFTAR ISI

hal

Halaman Judul ………...

Petunjuk Penulisan ...

Daftar Isi ………..

i ii viii

1 Efektivitas Perlindungan Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) dalam Mempertahankan pH Kulit Tikus Wistar Jantan Yang Diberi Paparan Sinar UV-B ……….. 1 2 Uji Kepekaan Obat Anti Fungi Fluconazole dan Nistatin terhadap Candida albicans

ATCC 10231 dengan Metode Difusi Disk ……... 8 3 Ekstraksi Likopen Dari Limbah Buah Tomat (Solanum

lycopersicum

L.)………. 12

4 Uji Daya Anthelmintik Ekstrak Etanol Kulit Batang Lamtoro (Leucaena

leucocephala (LAM.) de wit) Pada Cacing Gelang Babi (Ascaris suum Goeze)

Secara In Vitro ………... 15 5 Karakteristik MCC Jerami Padi Beras Merah Dengan Metode Delignifikasi NaOH

5%……. ………. 20

6 Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Penggunaan Obat Generik Dan Obat Generik Bermerek (Branded Generic) Pada Pasien Rawat Jalan di Badan Rumah Sakit Umum

Tabanan ………... 24

7 Pengaruh Pemberian Vitamin E, Isolat Andrografolid Serta Kombinasi Isolat Andrografolid Dan Vitamin E dalam Pencegahan Terbentuknya Plak Lemak Pada

Aorta Tikus ……….……… 28

8 Gambaran Terapi Layanan Jkn Pada Pasien Hipertensi Stage I Dan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Udayana ………... 33 9 Uji Kompatibilitas Karaginan Dari Eucheuma cottonii Dan Eucheuma spinosum

Dengan Agar Komersial Sebagai Pemadat (Solidifier) Media Penumbuh Mikroba….. 40

(10)

Swastini dkk.

   

   

Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 33-39

GAMBARAN TERAPI LAYANAN JKN PADA PASIEN HIPERTENSI STAGE I DAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UDAYANA

Swastini, D.A

1

,Putri, S.A.

1

, Rudiarta, N.M.

1

, , Wiryanthini, I.A.D.

2

1

Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

2

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Korespondensi:

Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Jalam Kampus Unud-Jimbaran, Jimbaran-Bali, Indonesia 80364 Telp/Fax: 703837

Email: [email protected] ABSTRAK

Diabetes melitus dan hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan tingkat prevalensi tinggi di Indonesia. Pengobatan penyakit kronis membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu panjang serta teratur sehingga biaya pengobatan yang diperlukan menjadi tinggi. JKN membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengobatan sehingga masyarakat Indonesia dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik.Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan gambaran keberhasilan terapi pada pasien Hipertensi Stage I dan diabetes Melitus Tipe 2 pada layanan JKN di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Udayana

Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan analitik dari bulan Oktober 2015-Maret 2016. Subjek penelitian adalah 36 pasien DM tipe 2 dan 10 Pasien Hipertensi pada Layanan JKN yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Subjek DM diberikan pengobatan metformin atau glikazid sedangkan subjek hipertensi diberikan amlodipin selama 6 bulan. Keberhasilan terapi diabetes melitusdinilai dari tercapainya target KGDP <126 mg/dL, KGDPP <200 mg/dL, tidak adanya efek samping (hipoglikemia, mual, muntah, diare dan alergi), keberhasilan terapi hipertensi dinilai dengan tekanan darah pasien <140/90.

Data pada subjek DM memiliki sebaran normal dan dianalisis dengan uji t berpasangan. Data pada subjek hipertensi memiliki sebaran tidak normal dan dianalisis dengan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada KGDP dan KGDPP pada subjek dengan DM, terdapat perbedaan bermakna TDD dan tidak terdapat perbedaan bermakna TDS pada subjek dengan hipertensi (p>0,05).

Berdasarkan hasil penelitian, keberhasilan terapi tercapai pada subjek dengan diabetes melitus tipe 2 namun belum tercapai pada subjek dengan hipertensi stage 1.

Kata Kunci: JKN, Diabetes Melitus Tipe 2, Hipertensi, Keberhasilan Terapi 1. PENDAHULUAN

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah suatu program masyarakat atau rakyat dengan tujuan memberikan kepastian jaminan yang menyeluruh bagi setiap rakyat Indonesia agar penduduk Indonesia dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera yang sesuai dengan prinsip asuransi sosial dan prinsip equitas (Hasibuan, 2003). Diabetes melitus merupakan sekelompok penyakit metabolik dengan karakteristik terjadinya peningkatan kadar gula darah (hiperglikemi), yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, aktivitas insulin dan keduanya (Smeltzer, 2008). Hipertensi

merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah pada arteri yang persisten (Wells et al., 2012).

Penatalaksanaan terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi berupa terapi farmakologi dan terapi nonfarmakologi.

Pada terapi farmakologi dapat diberikan terapi antidiabetika oral insulin untuk pasien DM dan sediaan oral amlodipin untuk pasien hipertensi, sedangkan terapi non farmakologi berupa pengaturan diet dan olahraga.

Sampai saat ini belum ada penelitian

evidence based di Rumah Sakit Udayana

mengenai gambaran keberhasilan terapi

33 

(11)

Swastini dkk.

   

   

Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 33-39

layanan JKN pada pasien DM tipe 2 dan hipertensi di unit rawat jalan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk

memberikan gambaran keberhasilan terapi layanan JKN pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi. Keberhasilan terapi bisa diukur dari outcome klinik dan keamanan penggunaan obat. Keberhasilan terapi dinilai dari kemampuannya menurunkan kadar glukosa darah baik glukosa darah puasa (KGDP), kadar glukosa darah post prandial

(KGDPP) dan kadar glukosa darah sewaktu (KGDS) pada pasien DM serta menurunkan tekanan darah (TD) pasien pada pasien hipertensi. Keamanan terapi dapat diukur dari ada atau tidaknya kejadian hipoglikemi, mual, muntah, diare, peningkatan berat badan dan reaksi immunologi seperti alergi (Klisic et al., 2002; PERKENI, 2011).

2. BAHAN DAN METODE 2.1 Alat Penelitian

Alat yang digunakan meliputi lembar pengumpul data utk menyalin data kadar gula darah, kejadian efek samping, serta tekanan darah yang diambil dari data rekam medis pasien dan register pasien, lembar persetujuan (informed consent) dan software SPSS 20 untuk mengevaluasi data secara statistik.

2.2 Metode Penelitian 2.2.1 Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah 36 pasien diabetes melitus tipe 2 dan 10 pasien hipertensi rawat jalan yang berobat menggunakan layanan JKN di Rumah Sakit Udayana pada periode Oktober 2015-Maret 2016 yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi.

2.2.2 Pengumpulan data

Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat informasi-informasi yang diperlukan ke lembar pengumpul data berdasarkan rekam medis pasien. Dimulai dari pencatatan data pasien (nama, umur, jenis kelamin, tanggal

kunjungan); diagnosis utama (DM Tipe 2 atau hipertensi); terapi penggunaan obat yang sedang digunakan (golongan dan jenis obat, serta harga obat); data laboratorium yang berhubungan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah; pemeriksaan data rekam medik pasien terkait dengan kejadian efek samping obat antidiabetik oral atau tekanan darah pada subjek hipertensi.

2.2.3 Analisis Data

Metode analisis deskriptif digunakan untuk menjabarkan karakteristik subjek penelitian serta kejadian efek samping dari penggunaan obat antidiabetik oral berdasarkan data rekam medis pasien. Data yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk tabel.

Metode analisis statistik digunakan pada data KGDP dan KGDPP serta data TD. Proses analisis dilakukan secara statistik dengan menggunakan uji t berpasangandengan tingkat kepercayaan 95%. Sebelum dilakukan uji parametrik, dilakukan uji normalitas dan homogenitas pada seluruh kelompok data.

Data dikatakan normal dan homogen apabila

diperoleh nilai P> 0,05.

(12)

Swastini dkk.

   

   

35 

Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 33-39

3. HASIL

3.1 Karakteristik Subjek Penelitian

Tabel 1. Karakteristik Subjek Diabetes Melitus Tipe 2

Karakteristik Keterangan Diabetes Melitus

Jenis Kelamin Laki-laki 27,8%

Perempuan 72,2%

Usia

<45 tahun 19,48%

46-55 tahun 22,2%

56-65 tahun 36,1%

>65 tahun 22,2%

Tabel 2. Karakteristik Subjek Hipertensi Stage 1

Karakteristik Keterangan Hipertensi Jenis Kelamin Laki-laki 70%

Perempuan 30%

Usia

≦59 tahun 20%

60-64 tahun 30%

≧65 tahun 50%

3.2 Analisis Kadar Glukosa Darah Puasa

Tabel 3. Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

3.3 Analisis Kadar Glukosa Darah Post Prandial

Tabel 4. Kadar Glukosa Darah Post Prandial Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 No

Jenis Antidiabetik

Oral

Kadar Glukosa Darah Post Prandial (mg/dL) Mean ± SD

Sebelum Sesudah Penurunan 1 Metformin 391,17 ± 89,792 227,28 ± 78,873 163,89 ± 21,712

2 Glikazid 329.89 ± 51.642 174.83 ± 55.465 155.06 ±49.568 3.4 Presentase Kejadian Efek Samping

Tabel 5. Persentase Kejadian Efek Samping Antidiabetik Oral

No Jenis Antidiabetik Oral Persentase kejadian efek samping

Hipoglikemia Alergi Mual Muntah Diare

1 Metformin 11 % 0% 6% 6% 6%

2 Glikazid 22 % 0% 0% 0% 0%

3.5 Analisis Tekanan Darah

Tabel 6. Hasil Analisis Tekanan Darah dengan Uji Wilcoxon Jenis

Antihipertensi Oral

Keteranga n

Mean ± SD

Bulan I Bulan VI Penurunan p

Amlodipin Sistolik 136 ± 6,992 133± 10,593 3 ± 14,944 0,546 Diastolik 88 ± 4,216 77 ± 6,749 11 ± 8,756 0,015 No

Jenis Antidiabetik

Oral

Kadar Glukosa Darah Puasa (mg/dL) Mean ± SD

Sebelum Sesudah Penurunan

1 Metformin 342,44 ± 76,818 200,39 ± 70,315 142,06 ± 23,380

2 Glikazid 283.17 ± 61.602 145.00 ± 45.264 138.17 48.360

(13)

Swastini dkk.

   

   

Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 33-39

4. PEMBAHASAN

4.1 Karakteristik Subjek Penelitian

Karakteristik subjek penelitian menggambarkan identitas 36 pasien DM Tipe 2 dan 10 pasien Hipertensi Stage 1 di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Udayana pada bulan Oktober 2015 hingga Maret 2016.

Karakterisasi meliputi jenis kelamin dan kelompok umur.

Kasus DM tipe 2 di Unit Rawat Jalan RS Udayana lebih banyak terjadi pada pasien perempuan (Tabel 1). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Stipanovic (2002) dan teori yang dikemukakan dalam Smeltzer and Bare (2002) yang menunjukkan bahwa angka kejadian DM pada perempuan lebih banyak dibandingkan laki- laki. Beberapa faktor resiko, seperti obesitas, kurang aktivitas/latihan fisik, usia dan riwayat DM saat hamil yang menyebabkan tingginya kejadian DM pada perempuan (Smeltzer, 2008). Kasus Hipertensi di Unit Rawat Jalan RS Udayana didominasi oleh laki-laki (Tabel 2). Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Maric (2005) yang menyatakan bahwa perempuan memiliki efek protektif lebih baik daripada laki-laki terhadap penyakit kardiovaskular dan hipertensi. Hasil penelitian ini diperkuat dengan hasil penelitian Rahajeng dan Tuminah (2009) yang membuktikan bahwa laki-laki memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi daripada perempuan (OR 1,25).

Angka kejadian DM tipe 2 akan meningkat seiring dengan pertambahan umur hingga 65 tahun. Setelah itu, insidensi maupun prevalensi berada pada level yang tetap (Kirkman et al., 2013). Berdasarkan usia pasien, yang paling banyak mengalami DM Tipe 2 adalah pasien dengan usia antara 50-68 tahun. Umumnya risiko penyakit DM tipe 2 akan meningkat saat menginjak umur diatas 45 tahun (Depkes RI, 2005 dan Kim et al., 2006).

Terkait dengan pasien DM Tipe II, perubahan fisiologis, anatomis serta biokimiawi yang muncul seiring dengan penambahan usia akan meningkatkan gangguan toleransi glukosa dan resistensi insulin. Salah satu faktor risiko terjadinya DM adalah usia > 40 tahun, karena pada usia ini umumnya manusia mengalami penurunan fungsi fisiologis dengan cepat,

karena gangguan pada sel beta prankreas dan resistensi Insulin (Riyadi dan Sukarmin, 2008).

Berdasarkan usia, subjek hipertensi berada pada rentang <59 tahun hingga >65 tahun (Tabel 2). Jumlah subjek meningkat seiring dengan meningkatnya kelompok usia.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahajeng dan Tuminah (2009).

Menurut Rahajeng dan Tuminah (2009), risiko hipertensi meningkat bermakna sejalan dengan bertambahnya usia, dilihat dari OR kelompok usia 45-54 tahun sebesar 3,91, kelompok usia 44-64 tahun sebesar 6,12, kelompok usia65-74 tahun sebesar 9,48, dan kelompok usia 75 tahun atau lebih sebesar 11,53.

4.2 Analisis Kadar Glukosa Darah Puasa Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes.

Kadar glukosa puasa adalah pemeriksaan kadar glukosa darah yang dilakukan setelah pasien melakukan puasa dan diukur saat keadaan puasa (±8-10 jam) dimana puasa diartikan pasien tidak mendapat kalori tambahan setidaknya 8-10 jam (Suyono,2013).

Berdasarkan Tabel 3, Penggunaan obat antidiabetik oral metformin dan glikazid pada layanan JKN memberikan penurunan KGDP yang bermakna. Hal ini disebabkan karena pasien DM tipe 2 dengan layanan JKN umumnya lebih rutin ke poliklinik penyakit dalam khususnya di Rumah Sakit Udayana untuk memeriksakan penyakit yang dialami dan melakukan kontrol untuk menjaga gula darah sesuai dengan KGDP < 126 mg/dl setiap 1 bulan sekali dengan jumlah kunjungan antara 4-6 kali pada periode Oktober 2015-Maret 2016. Sehingga penurunan KGDP pada pasien dengan layanan JKN dapat mencapai rentang mendekati normal (Restinia dkk,2015).

4.3 Analisis Kadar Glukosa Darah Post Prandial

Pemeriksaan kadar glukosa darah post

(14)

Swastini dkk.

   

   

37 

Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 33-39

glukosa darah 2 jam setelah pembebanan glukosa setara dengan 75 gram glukosa (PERKENI,2011). Diagnosis terhadap diabetes akan ditegakkan sekiranya kadar glukosa darah melebihi 199 mg / dL. Selain itu, kadar glukosa darah puasa dianggap abnormal sekiranya berkisar antara 140-199 mg / dL selepas 2 jam mengambil beban glukosa.

Adanya peningkatan pada kadar glukosa di dalam darah akan merangsang sel beta pankreas untuk mensekresi insulin. Terdapat dua fase sekresi insulin yang terjadi dalam tubuh dimana fase pertama disebut sebagai Acute Insulin Secretion Response (AISR).

Pada fase ini, insulin akan cepat diekskresikan untuk mengatasi kenaikan kadar glukosa darah setelah pasien makan (Weyeret al.,2001).

Berdasarkan Tabel 4, Penggunaan obat antidiabetik oral metformin dan glikazid pada layanan JKN memberikan penurunan KGDPP yang bermakna. Hal ini disebabkan karena pasien DM tipe 2 dengan layanan JKN umumnya rutin ke poliklinik penyakit dalam khususnya di Rumah Sakit Udayana untuk memeriksakan penyakit yang dialami dan melakukan kontrol untuk menjaga gula darah sesuai dengan KGDPP < 200 mg/dl setiap 1 bulan sekali dengan jumlah kunjungan antara 4-6 kali pada periode Oktober 2015 s.d Maret 2016. Sehingga penurunan KGDPP pada pasien dengan layanan JKN dapat mencapai rentang mendekati normal (Restinia dkk,2015) 4.4 Persentase Kejadian Efek Samping

Suatu obat diharapkan dapat bekerja secara efektif dengan efek samping yang seminimal mungkin (Tjay dan Rahardja, 2007). Berdasarkan hasil penelitan yang diperoleh, terapi antidiabetik oral menyebabkan terjadinya hipoglikemi, alergi, mual, muntah dan diare (Klisic et al., 2002;

Schrenthaner et al., 2004;PERKENI, 2011;

Drug Facts & Comparison, 2005).

Berdasarkan Tabel 5, Persentase kejadian efek samping hipoglikemia, mual, muntah dan diare pada antidiabetik oral metformin masing-masing sebesar 11%, 6%,6%,6% dan tidak ada kejadian alergi.Sedangkan Persentase kejadian efek samping hipoglikemia pada glikazid sebesar 22% dan tidak ada kejadian efek samping alergi, mual, muntah dan diare.

Belum adanya penelitian untuk membedakan kemampuan kedua jenis obat antidiabetik oral dalam menimbulkan mual, muntah maupun diare. Namun lebih banyaknya kejadian mual, muntah dan diare pada penggunaan obat metformin disebabkan karena metformin dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan dengan cara meningkatkan sekresi gastrik, sekresi VIP (vasoactive intestinal peptide), dan menginduksi refluks duodenogastrik sehingga aktivitas yang berkontribusi pada terjadinya mual, muntah dan diare lebih tinggi daripada glikazid (Bouchoucha et al.,2010).

4.5 Analisis Tekanan Darah

Pemeriksaan tekanan darah dilakukan setiap satu bulan sekali. Data tekanan darah terdiri atas tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik (TDD). Pasien didiagnosis hipertensi stage I apabila memiliki TDS 140-159 atau TDD 90-99 pada dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan tenang (Menteri Kesehatan RI, 2003).

Data yang diperoleh memiliki sebaran data yang tidak normal sehingga analisis dilakukan dengan uji alternatif yaitu uji non- parametrik (Uji Wilcoxon). Berdasarkan Tabel 6, TDS yang teramati tidak mengalami penurunan secara signifikan, sedangkan TDD mengalami penurunan secara signifikan (p<0,05). Hal ini disebabkan oleh penentuan diagnosis hipertensi yang didasarkan pada salah satu tekanan darah saja, dimana pada penelitian ini sampel yang ditentukan berdasarkan TDD (≧90mmHg) lebih banyak dibandingkan dengan sampel yang ditentukan berdasarkan TDS (≧140mmHg). Hal ini juga menyebabkan rata-rata TDS pada Bulan I

<140mmHg dan rata-rata TDD <90mmHg.

5. KESIMPULAN

Berdasarkan tujuan dari penelitian diperoleh kesimpulan

5.1 Layanan JKN memberikan penurunan Kadar Glukosa Darah Puasa (KGDP) dan Kadar Glukosa Darah Post Prandial (KGDPP) yang bermakna baik pada golongan metformin maupun glikazid di unit rawat jalan Rumah Sakit Udayana.

5.2 Persentase kejadian efek samping

hipoglikemia, mual, muntah dan diare dari

(15)

Swastini dkk.

   

   

Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 33-39

penggunaan metformin masing-masing sebesar 11%, 6%,6%,6% dan tidak ada kejadian alergi. Sedangkan Persentase kejadian efek samping hipoglikemia pada glikazid sebesar 22% dan tidak ada kejadian efek samping alergi, mual, muntah dan diare.

5.3 Terdapat perubahan TDD bermakna dan tidak terdapat perubahan TDS pada pasien hipertensi setelah enam bulan terapi di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Udayana (p<0,05).

UCAPAN TERIMA KASIH

Seluruh dosen beserta staf di Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana, Seluruh staf di Poliklinik InternaRumah Sakit Udayana Denpasar dan keluarga penulis atas kritik, saran, serta dukungannya.

DAFTAR PUSTAKA

Bouchouca, M., B. Uzzan and R. Cohen. 2010.

Metformin and Digestive Orders.

Diabetes & Metabolism. Vol. 37: 90-96.

Depkes RI. 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Melitus. Jakarta:

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Drug Facts and Comparisons. 2005. Drug Facts and Comparisons 2005 Edition, St. Louis, Mo: Facts and Comparisons.

ISBN 1-57439-193-3.

Hasibuan, H. M. S.P. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: PT.

Bumi Aksara.

Kim, M., D. Berger, and T. Matte. 2006.

Diabetes in New York City: Public Health Burden and Disparities. New York: New York City Department of Health and Mental Hygiene.

Kirkman, M.S.et al. 2012. Diabetes in Older Adult. Diabetes Care.1-15.

Klisic, J., M. C. Hu, V. Nief, L. Reyes, D.

Fuster, O. W. Moe, and P. M. Ambuhl.

2002. Insulin Activates Na

(+)

/H

(+)

Exchanger 3: Biphasic Response and Glucocorticoid Dependence. American Journal Physiologic Renal.

Maric, C. 2005. Sex Differences in Cardiovascular Disease and HypertensionInvolvement of the

Renin-Angiotensin System.

Hypertension. Vol. 46: 475-476.

Menteri Kesehatan RI. 2003. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1479 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Terpadu.Jakarta.

PERKENI. 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes MellitusTipe 2 di Indonesia. Jakarta: Perkuumpulan Endokrinologi Indonesia.

Rahajeng, E. dan S. Tuminah. 2009. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. Maj Kedokt Indon. Vol.

59(12): 580-587.

Riyadi, S. dan Sukarmin. 2008. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Eksokrin dan Endokrin pada Pankreas. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Restinia, M., A. Yusi, K. Tri dan M. Aries.

Profil Pengobatan Pasien Rawat Jalan Diabetes Meltius Tipe 2 Setelah Pelaksanaan JKN. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. Vol. 13: 63- 68. ISSN 1693-1831.

Schernthaner, G., A. Grimaldi, U. Di Mario, J.

Drzewoski, P. Kempler, M. Kvapil, A.

Novials and R. Rottiers. 2004. Guide study: Double-blind comparison of once-daily gliclazide MR and glimepiride in type 2 diabetic patients.

European Journal of Clinical Investigation.Vol. 34 (8): 535-542.

Smeltzer, S. C. and B. G. Bare. 2002. Brunner

& Suddarth’s Textbook of Medical- Surgical Nursing. Ninth Edition.

Philadelphia:Lippincott Williams &

Wilkins.

Smeltzer, S.C. 2008. Buku Ajar Keperwatan Medikal Bedah. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Stipanovic, A. R. 2002. The effects of diabetes education onself-efficacy and self-care of adults with type 2 diabetes. Thesis, University of Manitoba, Winnipeg, Manitoba.

Suyono, S. 2013. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Edisi II. Jakarta:

Balai Penerbit FKUI.

(16)

Swastini dkk.

   

   

39 

Jurnal Farmasi Udayana Vol 5, No 1, 33-39

Tjay, T. H. dan K. Rahardja. 2007. Obat-Obat Penting Khasiat Penggunaan dan Efek Efek sampingnya. Edisi Keenam.

Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.

Wells, B. G., J. T. Dipiro, T. L.

Schwinghammer, and C. V. Dipiro.

2012. Pharmacotherapy Handbook.

Eighth Edition. New York: McGraw Hill.

Weyer,C., P. A. Tataranni, C. Bogardus and R.

E. Partley. 2001. Insulin Resistance

and Insulin Secretory Dysfunction and

Independent Predictors of Worsening

of Glucose Tolerance during Each

Stage of Type 2 Diabetes

Development. Diabetes Care. Vol. 24

(1): 89-94.

(17)
(18)
(19)
(20)

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian yang akan di gunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah metode penelitian Deskrptif kuanitatif, Dengan metode deskriptif kuanitatif

[r]

Pada penelitian ini dirancang suatu sistem prediksi kebutuhan bandwidth pada jaringan komputer dengan metode jaringan saraf tiruan Elman Recurrent

Menurut Anonim (2013), Pada proses pengeringan Fluidized Bed, udara panas dipaksa melalui partikel-partikel produk dengan kecepatan yang cukup tinggi agar melebihi

Hal ini mengindikasikan bahwa kelima variabel tersebut tidak termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang literate (paham dan mampu) dalam mengelola keuangan bagi

Hal ini menunjukkan bahwa persepsi keadilan PMK 203/PMK.04/2017, biaya kepatuhan, dan tarif pajak dapat mempengaruhi niat membayar bea masuk dan pajak barang

Kerja kelompok campuran dibagi menjadi kelompok-kelompok yang disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa. Dalam kelompok ini siswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan

Handout ini dibuat dengan tujuan memberikan informasi terkait pengaruh pemberian berbagai konsentrasi hormon auksin pada media kultur jaringan anggrek terhadap pertumbuhan