• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Fungsionalisme

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Psikologi Fungsionalisme"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

Psikologi Fungsionalisme

Tokoh dan perebedaan dengan strukturalisme

Ainul Mardiah, M.Sc

Psikologi

(2)

Sejarah Aliran Fungsionalisme

Fungsionalisme adalah aliran psikologi yang

tumbuh di Amerika Serikat yang dipelopori

oleh William James.

Sesuai dengan namanya, aliran ini hendak

mempelajari fungsi dari tingkah laku atau

proses mental, jadi bukan hanya mempelajari

strukturnya.

(3)

Sejarah Aliran Fungsionalisme

• Untuk dapat memepelajari fungsi tingkah laku, kaum fungsionalis mengembangkan metode eksperimen di samping metode introspeksi yang tetap dipakai

meskipun dengan banyak kritik.

Metode yang sering dipakai adalah metode observasi tingkah laku yang terdiri dari dua, yaitu fisiologis dan

(4)

Sejarah Aliran Fungsionalisme

Metode fisiologis adalah menguraikan tingkahlaku

dari sudut anatomi dan ilmu faal. Jadi tingkah laku “melihat” diterangkan dengan cara mempelajari bagian-bagian badan dan syaraf-syaraf mana yang

tersangkut dalam tingkah laku itu dan juga proses faal yang terjadi.

• Untuk tingkahlaku yang sudah mengandung unsur psikologis maka digunakan metode kedua yaitu:

(5)

Sejarah Aliran Fungsionalisme

• Dalam metode ini kondisi, stimulus atau rangsang terhadap seorang percobaan divariasi atau diubah-ubah. Kemudian diamati reaksi-reaksi yang timbul dari tiap-tiap perubahan kondisi itu.

• Disamping metode observasi tingkah laku, aliran fungsionalisme masih menggunakan metode

instospeksi, namun hanyalah sebagai pelengkap saja untuk mempelajari hal-hal yang belum dapat diteliti dengan kedua metode lainnya.

(6)

Sejarah Aliran Fungsionalisme

• Menurut aliran fungsionalisme, metode introspeksi terlalu bersifat subjektif sehingga sulit disistematikan dan sulit dikuantitatifkan. Orang percobaan dalam

metode introspeksi mempunya kecenderungan untuk mengemukakan hasil introspeksi yang hanya

menguntungkan dirinya sendiri atau yang kira-kira bisa menyenangkan hati peneliti.

(7)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- W. James

William James (1842-1910)

James adalah pelopor psikologi Amerika yang

disejajarkan dengan Wundt. Bersama dengan

John Dewey, James mendirikan aliran

fungsionalisme dan ia juga merupakan

pendukung teori evolusionisme.

(8)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- W. James

• Cara berpikir James yang berusaha sedekat mungkin dengan kenyataan membuatnya menjadi ekstrem

dalam mengemukakan pendapatnya. Contohnya pada teori emosi, yang berusaha menjelaskan hubungan

antara perubahan fisiologis dengan keadaan-keadaaan emosional.

Menurutnya emosi adalah hasil persepsi seeorang terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada

tubuh sebagi respon terhadap rangsangan-ransangana yang datang dari luar. seseorang menjadi takut karena lari, bukan lari karena takut. James membantah bahwa emosilah yang menyebabkan perubahan tubuh.

(9)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- W. James

• Di antar sumbangan teorinya dalam dunia psikologi adalah tentang kesadaran konsep diri (self). Ia melihat kesadaran sebagai adaptasi manusia dalam usahanya mempertahankan jenis dan dirinya (teori evolusi). Kesadaran ini tidak merupakan sesuatu yang statis, melainkan suatu proses yang terus menerus,

sehingga hakikat psikologi pada manusia adalah dinamis.

(10)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- W. James

• Tentang “diri”, james membedakan dua aspek yang berbeda tidak terpisahkan yaitu “Aku” (I) dan “ Aku sosial” (social me). “Aku” adalah bagian diri sebagai yang mengetahui sesuatu. “Aku sosial” adalah diri

sebagai sesuatu yang diketahui secara material, sosial maupun spiritual.

(11)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- John Dewey

John Dewey (1859- 1952)

• Ia adalah seorang guru besar di Universitas Chicago yang pada tahun 1886 menulis buku berjudul

psychology.

• Dalam buku ini ia memperkenalkan cara orang Amerika memperlajari psikologi, yaitu cara yang mengutamakan pragmatisme.

(12)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- John Dewey

• Karena pragmatisme itu, sarjana-sarjana pskologi AS kurang tertarik pada pertanyaan tentang “Apakah

jiwa itu?”, tetapi yang penting buat mereka adalah pertanyaan apakah kegunaan jiwa itu (tingkah laku). Karena itulah berdiri aliran fungsionalisme.

• Hal ini termanifestasikan dalam ilmu pendidikan, Dewey mengajukan teori “learning by doing.

(13)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- John Dewey

• Sikap yang pragmatis dari Dewey itu didasari oleh pemikiran filsafatnya “thinking men usually think

about change” (manusia berpikir selalu tentang

perubahan).

• Ia tidak percaya bahwa ada orang yang berpikir hanya untuk berpikir saja (think as they are). Segala sesuatu mesti ada tujuannya dan tujuan itu adalah

perubahan. Berdasarkan hal tersebut Dewey

menentang teori elementisme, ia menyatakan bahwa tingkah laku itu satu kesatuan antara aksi dan reaksi

(14)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- James

Rowland Angell

James Rowland Angell (1869-1949)

ia terkenal dengan papernya yang berjudul

“The Province of Funcitonal Psyhcology” dalam

papernya ia mengemukakan 3 macam

(15)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- James

Rowland Angell

1. Fungsionalisme adalah psikologi tentang “mental

operation” (aktivitas bekerjanya jiwa), sebagai lawan

terhadap psikologi tentang elemen-elemen mental 2.Fungsionalisme adalah psikologi tentang

kegunaan-kegunaan dasar dari kesadaran, di mana jiwa (mind)

merupakan perantara antar lingkungan dan kebutuhan-kebutuhan organisme.

3. Fungsioanlisme adalah psikofisi, yaitu psikologi tentang keseluruhan organisme yang terdiri dari badan dan

jiwa. Ia memperlajari juga hal-hal yang di luar

kesadaran, misalnya kebiasaan (habit) dan setengah sadar (half consciousness)

(16)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- James

McKeen Cattell

James McKeen Cattell (1860-1944)

• Tokoh aliran fungsionalisme yang berpusat di

Columbia yang berpusat di sebuah institut keguruan, yaitu Teacher’s College of Columbia. Ciri khas dari

aliran ini adalah “kebebasan dalam mempelajari tingkah laku” yang dicerminkan dalam dua

(17)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- James

McKeen Cattell

1. Fungsionalisme tidak perlu menganut paham dualisme, karena manusia dianggap sebagai keseluruhan yang merupakan kesatuan.

2. Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam

mempelajari tingkah laku, karena yang penting

adalah fungsi tingkah laku, jadi yang harus dipelajari adalah hubungan (korelasi) antara satu tingkah laku dengan tingkah laku lainnya, atau antara suatu

tingkah laku dengan suatu hal yang terjadi di lingkungan.

(18)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- James

McKeen Cattell

• Karena kebebasannya ini, maka fungsionalisme cepat berkembang, tidak saja di Amerika Serikat, tetapi juga di Eropa karena sifatnya yang praktis dan pragmatis. Sehingga merangsang tumbuhnya cabang-cabang

ilmu psikologi yang baru seperti: psikologi fisiologi, psikologi abnorml, psikologi klinis, psikologi industri, psikologi pendidikan dna sebagainya.

(19)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- James

McKeen Cattell

• Di Leipzig, Catell mendapatkan perbedaan individual dapat dipelajari tanpa menggunakan metode

introspeksi. Tentu saja hal ini tidak disetujui oleh gurunya yang sangat fanatik dengan metode

introspeksi. Wundt melarang Cattell menggunakan laboratoriumnya untuk percobaan-percobaannya sendiri.

(20)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- James McKeen Cattell

• Sekembalinya ke Amerika, ia melanjutkan

percobaannya dengan menemukan apa yang dinamakan kapasitas mental. Atas dasar

penemuannya tentang kapasitas individu inilah

kemudian Cattell menciptakan ala-alat pengukuran kapasitas dan kemampuan individual, yang kelak dikenal sebagai Psikotes atau Mental test.

(21)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- Thorndike

Edward Lee Thorndike (1874-1949)

• Thorndike lahir di Williamsburg pada tanggal 31

Agustus 1874 dan meninggal di Montrose, New York, pada tanggal 10 Agustus 1949.

• Pada tahun 1898, Thorndike menerbitkan bukunya yang berjudul Animal Intelligence, An Experimental

Study of Association Process in Animal. Buku ini yang

merupakan hasil penelitian Thorndike terhadap tingkah laku beberapa jenis hewan seperti kucing, anjing dan burung

(22)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- Thorndike

Mencerminkan prinsip dasar dari belajar (learning), Suatu stimulus (S), akan menumbulkan suatu

response (R) tertentu. Teori ini disebut sebagi S-R. Dalam teori S-R dikatakan bahwa dalam proses

belajar pertama kali organisme (hewan, orang) belajar dengan cara coba-coba (trial and error).

(23)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- Thorndike

• Dalam proses elajar yang mengikuti prinsip coba-salah ini, ada beberapa hukum yang dikemukakan Thorndike:

1. Hukum Efek (The Law of Effect): intensitas hubungan antara

S dan R akan meningkat apabila hubungan itu diikuti oleh

keadaan yang menyenangkan.

2. Hukum latihan (The Law of Exercise): hubungan antara S-R juga dapat ditimbulkan atau didorong melalui latihan yang berulang-ulang. Dengan demikian, ini berarti pula, hubungan S-R dapat melemah kalau tidak dilatih atau dilakukan

(24)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- Thorndike

• Thorndike sampai pada penyelidikan tentang “transfer of training”.

• Thorndike mengemukakan bahwa apa yang telah dipelajari terdahulu akan mempengaruhi apa yang dipelajari kemudian.

• Prinsip megenai transfer ini kemudian diamalkannya ke dalam dunia pendidikan dan ditulisnya dalam buku

(25)

Tokoh Aliran Fungsionalisme- R.S. Woodworth

Robert Sessions Woodworth (1869-1962)

• Woodworth merasa tidak cukup mempelajari

hubungan S-R saja, melainkan lebih penting dari itu, ia merasa harus mempelajari pula dinamika

hubungan S-R. Bagaimana terjadinya hubungan itu, bagaimana perkembangan hubungan itu dalam

situasi yang terus berubah, itu semua harus dipelajari kalau kita hendak mengenali tingkah laku manusia

(26)

• Woodworth berpendirian bahwa metode introspeksi tidak mesti harus dibuang demikian saja dalam

penelitian psikologi. Bahkan untuk mempelajari

morivasi, yaitu suatu yang mendasari tingkah laku, seorang peneliti harus menggunakan metode

(27)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

• Jadi psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.. • Obyek psikologi adalah

• Jadi psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. • Obyek psikologi adalah

kita telah lihat yang psikologi ialah satu disiplin yang mengkaji tingkah laku serta proses-.. proses jiwa

Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku

Setelah mempelajari tingkah laku manusia dalam dunia kerja, baik tingkah laku tenaga kerja dan konsumen; secara perorangan maupun secara kelompok maka

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungan-

Adanya pengaruh kelompok seperti kebiasaan, intuisi, dan tingkah laku sosial terhadap kepribadian individu menyebabkan individu yang bersangkutan memiliki tingkah

Psikologi adalah kajian tentang tingkah laku individu yang berguna untuk memberikan pemahaman tentang tingkah laku klien dalam layanan bimbingan dan