• Tidak ada hasil yang ditemukan

BULETIN PERTANIAN INFO TEKNOLOGI EDISI TAHUN 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BULETIN PERTANIAN INFO TEKNOLOGI EDISI TAHUN 2021"

Copied!
139
0
0

Teks penuh

(1)BULETIN PERTANIAN INFO TEKNOLOGI EDISI TAHUN 2021. BULETIN PERTANIAN. INFO TEKNOLOGI EDISI TAHUN 2021 Penanggung Jawab Kepala Balitbangtan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh Pemimpin Redaksi Saiful Helmy Sekretaris Redaksi Rizki Ardiansyah Editor Yenni Yusriani M. Ismail Husaini Asis Irvandra Fatmal. Desain Grafis dan Tata Letak Irvandra Fatmal. Penerbit Balitbangtan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh Alamat Redaksi Jl. Panglima Nyak Makam No. 27 Lampineung, Banda Aceh - 23125, Indonesia. Telepon : (0651) 7551811 Faksimile : (0651) 7552077 e-Mail : [email protected]; [email protected] Website : www.nad.litbang.pertanian.go.id. Buletin BPTP Aceh. i.

(2) BULETIN PERTANIAN INFO TEKNOLOGI EDISI TAHUN 2021. Salam Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh merupakan Unit Pelaksana Teknis yang berada di Provinsi Aceh yang bertugas melakukan pendampingan program strategis Kementerian Pertanian dan melaksanakan kegiatan pengkajian untuk mendapatkan teknologi inovasi spesifik lokasi yang dapat didesiminasikan sesuai dengan kebutuhan daerah. Diseminasi inovasi teknologi pertanian merupakan aktivitas komunikasi yang penting dalam mendorong terjadinya proses penyebaran dan penerapan teknologi. Penyampaian informasi melalui Buletin Pertanian Info Teknologi pada kegiatan diseminasi adalah sebagai alat pendukung untuk percepatan transfer inovasi pertanian yang dapat diakses oleh target sasaran yang lebih luas. Buletin pertanian info teknologi merupakan salah satu media publikasi BPTP Aceh untuk menampung karya tulis peneliti, penyuluh dan teknisi litkayasa. Buletin Pertanian Info Teknologi diharapkan dapat mendukung peningkatan jenjang jabatan fungsional peneliti, penyuluh dan teknisi litkayasa. Selain itu, artikel yang terpublikasi melalui Buletin Pertanian Info Teknologi juga merupakan sumbangsih ilmu dan pengalaman yang dapat bermanfaat bagi khalayak pembaca dan pengguna. Buletin Info Teknologi Pertanian edisi tahun 2021 menampilkan berbagai informasi teknologi seputar komoditi pangan, perkebunan dan peternakan di samping informasi lainnya seperti hama dan penyakit dan pasca panen yang cukup relevan dalam mendukung program kementerian pertanian. Pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para peneliti, penyuluh dan teknisi litkayasa yang telah mengirimkan artikelnya. Meskipun sangat terbatas, harapan kami informasi-informasi tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi insan pertanian.. “Indonesia Tangguh” “Indonesia Tumbuh” ii. Buletin BPTP Aceh. BULETIN PERTANIAN INFO TEKNOLOGI ISSN : 2088-5539 DAFTAR ISI PEMBUKA BPTP Mendukung Pengawalan Program Strategis Kementerian Pertanian di Provinsi Aceh (M. Ferizal) ................................................................ 1 TANAMAN PANGAN Menggagas Kampung Pertanian Organik (Basri A. Bakar & Abdul Azis) ............................. 2 Menerapkan Pertanian Presisi Pada Usahatani Padi (Husaini & Muhammad Ismail) .................. 7 Padi VUB Inpari Nutri Zinc Padi Kaya Nutrisi Atasi Stanting (Idawanni) ..................................... 11 Peran Urban Farming Dalam Menciptakan Sistem Pangan Berkelanjutan (Rini Andriani) .. 15 Keragaman Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Fungsional (Idawanni) .................................. 18 HAMA DAN PENYAKIT Pengendalian Agensia Hayati pada tanaman cabai (Ahmad Adriani) ......................... 23 Identifikasi Organisme Penganggu Tanaman (OPT) Pada Jahe Merah (Zingiber Officanale) (Ratnawati) ......................... 26 Perubahan Iklim, Pemicu Ledakan Organisme Pengganggu Tanaman (Ahmad Adriani) ................................................... 30 Beberapa Teknik Pengendalian Penyakit Blas (Pyricularia Oryzae Cav.) Pada Tanaman Padi (M. Amin) ............................ 33 Beberapa Genus Bakteri dan Fungi Yang Berperan Sebagai Agensia Pemacu Pertumbuhan Tanaman (Lamhot Edi Pakpahan) ...................................... 36 PERKEBUNAN Perawatan Kebun Kakao Tingkatkan Pendapatan Petani (Abdul Azis) .......................... 42 Upaya Peningkatan Nilai Tambah Kopi Arabika Gayo (Rini Andriani) ............................................. 44. ii.

(3) BULETIN PERTANIAN INFO TEKNOLOGI EDISI TAHUN 2021. PETERNAKAN Sistem Penggembalaan Dalam Pemanfaatan Pakan Sapi (Yenni Yusriani) .............................................. 52 Pencegahan dan Pengobatan Pink eye pada Ruminantia (Saiful Helmy) ........................................ 57 Peningkatan Produktivitas Sapi Potong Melalui Perbaikan Manajemen Pemeliharaan (Elviwirda) ................................................... 59 Pemanfaatan Teknologi Pengolahan Pakan Kambing (Yenni Yusriani) ...................................... 64 Menilik Potensi Lamtoro untuk Pakan Sapi (Firda Farida Rahmah) ..................................................... 69 Upaya Mengatasi Bau Kotoran Dilingkungan Kandang Ternak Unggas (Fawwa Rahly) ......................................... 72 Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Pakan Ternak Ruminansia (Akram Hamidi) ............................................. 75. PENGELOLAAN LAHAN Peranan Pupuk Hayati Dalam Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan (Elviwirda) ......................... 82 Fenomena Alam Berupa Petir dan Pemberdayaan Lahan (Saiful Helmy) ................................ 86 Kandungan Hara Pada Kompos Jerami padi (Mehran) ...........................................................89 Optimalisasi Lahan Pekarangan Untuk Mendukung Ketahanan Pangan (Ratnawati) ......................................................................... 91 Budidaya Tanaman Jahe Merah (Akram Hamidi) ................................................................. 94. Buletin BPTP Aceh. PASCA PANEN Perilaku Petani Dalam Pemanfaatan Hasil Panen Padi Di Kabupaten Aceh Besar (Eka Fitria) .................................................... 98 Manfaat Dan Cara Pembuatan Kefir (Nurbaiti) ................ 101. LAIN-LAIN Konsepsi Pengembangan Start-Up E-Commerce Produk Pertanian Provinsi Aceh: Solusi Masa Pandemi Covid-19 (Rachman Jaya) ............................................................... 105 Manfaat Asuransi Usahatani Padi Dalam Menanggulangi Kegagalan panen (Cut Hilda Rahmi) ........................................................... 108 Upaya Menarik Minat Generasi Muda Bekerja disektor Pertanian (Eka Fitria) ........................... 112 Aplikasi Perpustakaan Gratis Meningkatkan Minat Baca (Mardhiah) ................................................... 115 Strategi Menjaga Ketahanan Pangan Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19 (Husaini) .......................... 118 Potensi dan Manfaat Bunga Telang (Clitoria Ternatea l.) Bagi Kesehatan (Cut Maisyura) ................................................................ 122 Penanganan Koleksi Jadul di Tengah Kemajuan Teknologi Perpustakaan (Mardhiah) ...................................................................... 125 Varietas lokal Jengkol Abdya Menjadi Varietas Unggul (Mehran) .......................................................................... 127 Pemanfaatan Combine Harvester Dalam Menanggulangi Kehilangan Hasil Panen Padi (Cut Hilda Rahmi) .......................................................... 129. iii.

(4)

(5) PEMBUKA. BPTP ACEH TERUS MENDUKUNG DAN MEMBERIKAN PENGAWALAN PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2021 Fokus Kementerian pertanian pada pemenuhan pangan 270 juta penduduk Indonesia perlu dukungan kita semua. Ditengah turbulensi Covid-19 yang merambah kesegala lini aktifitas kehidupan masyarakat dunia yang hingga kini masih dirasakan dan tak tahu kapan berakhir, sektor pertanian sangat mendominasi sebagai penyelamat. Tahun 2020 sektor pertanian memberi kontribusi positif, oleh karenanya kementerian pertanian terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan terutama peningkatan produksi hasil pertanian meskipun refocusing anggaran tidak dapat dihindari. Terkait pemenuhan kebutuhan pangan bangsa Indonesia diimplementasikan melalui 5 program strategis kementerian pertanian tahun 2021 yaitu: a. Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas; b. Riset dan Inovasi, c. Nilai Tambah dan Daya Saing Industri; d. Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; dan e. Dukungan Manajemen. Pada program ketersediaan, akses dan konsumsi pangan berkualitas diaplikasikan melalui peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai serta pangan lokal termasuk program food estate. Penegasan program ini diaplikasikan dengan target volume yaitu peningkatan produksi padi seluas 2 juta hektar, jagung 1 juta hektar dan kedelai 200 ribu hektar serta pangan lokal seluas 26.100 hektar.. Demikian juga halnya program peningkatan produksi pada komoditi strategis lainnya seperti cabai, bawang merah, daging dan gula. Fokus kementerian pertanian juga tidak terlepas pada pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan petani melalui program padat karya. Badan penelitian dan pengembangan pertanian (Balitbangtan) bertanggung jawab mendukung kegiatan strategis melalui penguatan riset dan inovasi teknologi pertanian. Seperti akselerasi pemanfaatan teknologi inovasi pertanian melalui penguatan kapasitas riset di daerah, penelitian/perakitan/pemurnian varietas tanaman dan galur ternak unggul, dan hilirisasi inovasi. Selain berperan dalam mensukseskan dan mendukung program-program Kementerian Pertanian, BPTP Aceh tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga pengkajian dan diseminasi yang dilaksanakan secara terintegrasi antara peneliti dan penyuluh. Untuk itu, melalui publikasi ini kami menyediakan wadah bagi peneliti dan penyuluhnya berupa majalah info teknologi pertanian sebagai media agar bisa berkarya dalam bentuk tulisan ilmiah popular tentang teknologi pertanian yang sesuai dengan agroekosistem dan sosial budaya di Provinsi Aceh. Harapannya dengan media info teknologi Pertanian ini dapat memberikan informasi dan pengetahuan kepada pembaca secara umum, khususnya untuk tenaga penyuluh pertanian (PPL) dan petani. Selamat berkarya dan salam inovasi pertanian.. Banda Aceh, Oktober 2021 Kepala Balai. M. Ferizal. Buletin BPTP Aceh. 1.

(6) TANAMAN PANGAN. MENGGAGAS KAMPUNG PERTANIAN ORGANIK Oleh : Basri A. Bakar dan Abdul Azis Pendahuluan Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini bisa dikatakan telah menyebar di berbagai belahan dunia, khususnya Indonesia yang memiliki potensi alam yang sangat melimpah. Dengan potensi alam yang sedemikian melimpahnya telah membuat orang-orang berusaha untuk mengolah secara maksimal. Dengan adanya potensi yang begitu melimpahnya diakui dapat membantu memajukan perekonomian negara, tapi di sisi lain keadaan ini dapat membuat pihak-pihak tertentu untuk mengeksploitasinya secara maksimal demi kepentingan pribadi. Inilah yang kita takutkan, akan banyak pengusaha yang bergerak di sektor pengolahan lingkungan yang tidak mengindahkan prinsip pembangunan berkelanjutan. Perkembangan teknologi dalam segala bentuknya yang begitu progresif dan massif sebagai salah satu dinamika yang tidak bisa dihindari di masa kontemporer sudah barang tentu akan berdampak pada lingkungan hidup (MR Akhtar, 1996). Selanjutnya menurut Ilyas (2008), alam dan kehidupan merupakan lingkungan hidup manusia dalam sistem alam semesta dan manusia dapat mengubah alam menjadi suatu sumber kehidupan yang positif (manfaat) maupun negatif (mudarat), dengan sistem nilai dan norma tertentu yang menimbulkan dampak terhadap alam itu sendiri. Penggunaan pupuk dan pestisida secara terusmenerus di lahan pertanian yang sulit dikontrol telah menyebabkan tanah menjadi lebih asam bahkan rusak. Selain itu pemakaian pestisida berlebihan secara nyata telah berdampak buruk terhadap lingkungan. Banyak makhluk lain termasuk predator alami yang ikut musnah sehingga menyebabkan terganggunya ekosistem yang telah berlangsung secara harmoni. Tujuan penggunaan pestisida awalnya dilakukan untuk mengatasi hama penyakit yang mengganggu tanaman. Namun, perlu diketahui bahwa sisa-sisa atau residu pestisida dapat pula mempengaruhi kualitas tanah dan lingkungan. Dari satu segi, benar bahwa pupuk Buletin BPTP Aceh. kimia dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman namun penggunaan pupuk kimia yang terus menerus setiap musim tanam akan membawa dampak yang kurang baik terhadap kesehatan dan kesuburan hara di dalam tanah. Hal ini disebabkan karena penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan mengakibatkan tanah semakin masam yang akan mengganggu kehidupan dan ketersediaan hara di dalam tanah. Penelitian oleh Puslibangtanak 1997, bahwa lahan yang mengalami degradasi (penurunan kualitas) semakin meningkat dari tahun ke tahun, baik dari segi luasan maupun tingkat degradasinya. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha untuk mempercepat laju pemulihan lahan antara lain dengan penerapan sistem pertanian organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Degradasi lahan adalah proses penurunan produktivitas lahan yang sifatnya sementara maupun tetap, dicirikan dengan penurunan sifat fisik, kimia dan biologi. Termasuk degradasi lahan adalah pengaruh manusia terhadap sumberdaya air, penggundulan hutan (deforestration) dan penurunan produktivitas padang penggembalaan (Chrisholn et al. 1987, dalam Wahyunto dan Ai Dariah, 2014). Sementara usaha penanggulangan dan pemulihan lahan terdegradasi belum sepenuhnya berhasil (Kurnia 2007; Utomo 2012). Fakta terjadinya kerusakan alam, menurunnya kesuburan lahan, dan produktivitas produk pertanian yang sudah leveling off telah menyadarkan kita semua untuk lebih bijak dalam mengelola sumber daya alam agar lestari (Imani et al., 2018). Sejak tahun 1990, isu pertanian organik mulai berhembus keras di dunia. Sejak saat itu mulai bermunculan berbagai organisasi dan perusahaan yang memproduksi produk organik. Di Indonesia dideklarasikan Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) tepatnya pada tanggal 1 Februari 2000 di Malang. Dampaknya telah beredar produk pertanian organik dari produksi lokal seperti beras organik, kopi organik, teh organik dan beberapa produk lainnya. Demikian juga ada produk sayuran bebas pestisida yang diproduksi oleh berbagai lembaga baik swasta maupun pemerintah. Walaupun demikian, produk organik yang beredar di pasar Indonesia sangat terbatas. Buletin. 2.

(7)

(8) TANAMAN PANGAN 1. baik jumlah maupun ragamnya. Pengertian Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Menurut Sulaiman (2008), pertanian organik merupakan sistem pertanian terpadu dengan mengoptimalkan produktivitas agro-ekosistem secara alami yang mampu menghasilkan bahan pangan berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu agenda dalam Nawacita adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik, dengan sub agenda peningkatan kedaulatan pangan yang salah satu sasarannya yaitu “1000 desa pertanian organik”. Sebenarnya, petani kita di masa lampau sudah menerapkan sistem pertanian organik dengan cara melakukan daur ulang limbah organik sisa hasil panen sebagai pupuk. Namun dengan diterapkannya kebijakan sistem pertanian kimiawi yang berkembang pesat sejak dicanangkannya Gerakan Revolusi Hijau pada tahun 1970-an, yang lebih mengutamakan penggunaan pestisida dan pupuk kimiawi, menyebabkan semakin luasnya lahan kritis dan marginal di Indonesia. Sistem pertanian organik sebenarnya sudah sejak lama diterapkan di beberapa negara seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Pengembangan pertanian organik di beberapa negara tersebut mengalami kemajuan yang pesat disebabkan oleh kenyataan bahwa hasil pertanian terutama sayur dan buah segar yang ditanam dengan pertanian sistem organik (organic farming system) mempunyai rasa, warna, aroma dan tekstur yang lebih baik dari pada sistem pertanian anorganik. Prinsip dasar pertanian organik mencakup tiga hal, yaitu prinsip lingkungan (biodiversitas), sosial (lapangan kerja dan kesehatan) serta ekonomi (daya saing dan pendapatan). Pentingnya kampung pertanian organik Kampung organik adalah sebutan Buletin BPTP Aceh. untuk kelurahan atau desa yang mengembangkan pengelolaan lingkungan di mana seluruh masyarakatnya mengelola lingkungan dengan menanam tanaman organik. Selain tidak menimbulkan efek negatif, model pertanian organik membuat lingkungan juga menjadi lebih sehat. Selain budidaya tanaman organik, juga termasuk mengelola sampah menjadi pupuk organik. Dengan demikian model pendidikan lingkungan berbasis masyarakat ini diharapkan akan lebih mengena bagi anak-anak usia dini dalam mengelola lingkungan. Model Kampung Organik pada tahap awal akan diperkenalkan di beberapa kampung Kabupaten Aceh Tamiang yang diharapkan menjadi pilot proyek bagi tumbuh kembangnya kampung organik hasil replikasi. Tujuan pembentukan Kampung Organik adalah: a) mengembalikan pertanian alami tanpa bahan kimia melalui kegiatan penyehatan tanah, b) menjadikan kampung model yang berbasis pertanian organik, c) menghasilkan produk organik yang bernilai tambah dan berdaya saing dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengembangan Kampung Pertanian Organik (KPO) sejalan dengan program “go organic” yang dicanangkan Kementerian Pertanian pada tahun 2010. Pengembangan 1000 desa pertanian organik membuka peluang yang baik bagi komitmen jajaran Kementerian Pertanian untuk memperbaiki lahan kritis dan menumbuhkan petani mandiri, mengingat bahwa seluruh bahan input dalam pertanian organik dipenuhi melalui kearifan lokal. Salah satu upaya dalam peningkatan kedaulatan pangan di Indonesia yaitu melalui program pengembangan 1.000 Desa Pertanian Organik (Budi Santoso, 2008). Untuk keberhasilan di lapangan, Dirjen Tanaman Hortikultura ditugaskan untuk mengkoordinir pelaksanaan program Pen gembangan 1.000 Desa Pertanian Organik berbasis hortikultura di 250 desa yang tersebar di Indonesia. Diharapkan tujuan dari program Pengembangan 1.000 Desa Pertanian Organik berbasis hortikultura dapat tercapai dengan kinerja yang baik dari semua pelaksana yaitu Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, fasilitator organik, dan kelompok tani/gabungan kelompok tani, (Dirjen Horti, 2015). 3.

(9) TANAMAN PANGAN. Pengembangan kampung pertanian organik di Aceh dilaksanakan pada kampung (desa) yang mengusahakan komoditi pertanian, peternakan dan perikanan serta kehutanan dengan hasil produk yang dikonsumsi dalam bentuk segar dan olahan yaitu pada pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan serta kehutanan. Dalam pengembangan pertanian organik berbasis desa, tujuan akhir yang akan dicapai adalah tersertifikasinya produk pertanian organik oleh Lembaga Sertifikasi Organik. Beberapa kelebihan pangan organik adalah: produk pangan organik lebih sehat, lebih aman dari bahaya bahan kimia, kandungan gizi dan komponen bioaktif lebih beragam dan untuk beberapa hal lebih tinggi kandungannya, dari segi organoleptik lebih baik, terutama rasa, dan dihasilkan dari sistem pertanian yang sangat bersahabat dengan lingkungan, dengan kata lain sangat memperhatikan ecological, economical, sociological sustainability Bentuk-bentuk kegiatan Beberapa bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan untuk membentuk Kampung Pertanian Organik adalah sebagai berikut: a. Sosialisasi Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan sistem pertanian organik dari hulu sampai hilir kepada masyarakat kampung dan atau kelompok tani binaan yang menjadi lokasi percontohan dan pendampingan Kampung Pertanian Organik (KPO) dari program dimaksud. Selanjutnya dilakukan diskusi/dialog dengan peserta untuk membangun komitmen atas program yang dilaksanakan. Selain tatap muka, sosialisasi pertanian organik dilakukan melalui media sosial (Facebook, Youtube, twitter, dan Instagram) serta media cetak/ elektronik seperti radio dan televisi. Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan tersosialiasikannya Model Pertanian Organik ke masyarakat, sehingga berdampak dalam perubahan perilaku, kebiasaan dan tindakan dalam mengonsumsi pangan yang sehat bagi keluarga. b. Pelatihan pertanian organik Pelatihan merupakan salah Buletin BPTP Aceh. program dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Hal tersebut dapat ditempuh dengan usaha peningkatan kualitas pertanian, produktivitas tanaman pangan dan peningkatan ekonomi rakyat melalui pengembangan sentra-sentra industri ekonomi perdesaan. Peningkatan kualitas pertanian dan produktivitas tanaman pangan diupayakan melalui peningkatan lahan subur yang berkesinambungan. Peningkatan lahan subur berkesinambungan melalui penggunaan pupuk-pupuk organik yang diharapkan terjaganya kualitas unsur hara tanah, yang pada gilirannya kualitas pertanian dan produktivitas tanaman pangan pun akan meningkat. Secara umum, saat ini Aceh justru mengalami permasalahan pengangguran dan kemiskinan. Beberapa faktor yang dapat digambarkan tentang kondisi yang terjadi selama ini antara lain: kurangnya pengetahuan dan keterampilan kaum milenial; kurangnya akses modal bagi usaha di bidang pertanian; tidak stabilnya harga produk pertanian; dan kurangnya sarana dan prasarana pertanian. Upaya penanggulangan pengangguran dapat disinergikan dengan upaya peningkatan kualitas pertanian dan produktivitas tanaman pangan, baik melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dan penumbuhan sentra produksi pupuk organik serta pelatihan lainnya bagi petani dan generasi milenial. c. Demplot Salah satu bentuk kegiatan untuk menarik minat masyarakat atau petani dalam membudidayakan tanaman padi sawah dan sayuran secara organik, maka perlu membuat demplot percontohan bersama penyuluh setempat pada lokasi yang telah ditetapkan. Demplot ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat atau petani dalam bercocok tanam secara organik dan menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil produksi khususnya tanaman padi sawah. Demplot atau demontration plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemonstrasikan.. satu Buletin. 4.

(10) TANAMAN PANGAN 1. Harapan pelaksanaan demplot ini adalah agar apa yang disuluhkannya dimengerti, diterima dan mau diterapkan oleh sasaran. d. Sertifikasi organik INOFICE adalah Lembaga Sertifikasi Organik yang telah diverifikasi oleh Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO) Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2007 dan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tahun 2008 dengan no LSPO-003-IDN. INOFICE telah menjadi anggota IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movements) sejak tahun 2012.. INOFICE didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan kompeten dalam bidang pertanian yang telah mengikuti pertemuan, pelatihan dan seminar organik di dalam dan luar negeri. Dalam melaksanakan sertifikasi, INOFICE bekerja sama dengan laboratorium penguji yang telah terakreditasi KAN. Masa berlaku sertifikat organik adalah selama 3 (tiga) tahun, selama masa tersebut INOFICE akan melakukan survailen setiap tahun, dan pembaharuan sertifikat setiap tahunnya, kunjungan tidak terjadwal atau berdasarkan risiko (pengaduan konsumen, atau kecurigaan) dengan/tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelaku usaha.. Alur proses produk pertanian organik sbb: Sosialisasi Pertanian Organik. Pelatihan. Uji tanah. Budidaya Sistem organik. Pengujian hasil. Sertifikasi. Beras/ Sayuran Organik. Beras Sehat Daftar Pustaka Budi Santoso, Agung. 2008. Analisis FaktorFaktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Wortel Memilih Sistem Pertanian Organik di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor. http://repository.ipb.ac.id (diakses pada tanggal 17 Maret 2021).. Humaniora, Vol.1 No.2, November 2008, 154 – 155. Imani, F., Charina, A., Karyani, T., Mukti, G.W. 2018. Penerapan Sistem Pertanian Organik Di Kelompok Tani Mekar Tani Jaya Desa Cibodas Kabupaten Bandung Barat. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. 4(2):139-152.. Chrisholn A. and Robert Dumsday. 1987. Land Degradation. Problem and Policies. Cambrigde University Press. Trumpington Street, Cambrigde, United Kingdom.. MR Akhtar, Towards an Islamic Approach for Environmental Balance, Journal Islamic Economic Studies 3, No. 2 (1996).. Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. 2015. Pedoman Teknis Pengembangan Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan Tahun 2016.. Kurnia, U., A. Dariah, dan S.H. Tala’ohu. 2007. Penyusunan Bakumutu dan Teknologi Lahan Terdegradasi. Laporan Akhir tahun. Balai Penelitian Tanah. Bogor. Halaman 65.. Ilyas,. Sulaeman, D. 2008. Mengenal Sistem Pangan Organik di Indonesia. Jakarta:. M.M, Lingkungan Pandangan Islam,. Buletin BPTP Aceh. Hidup Jurnal. dalam Sosial. 5.

(11) TANAMAN PANGAN. Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia. Wahyunto dan Ai Dariah, 2014. Degradasi Lahan di Indonesia: Kondisi Existing,. Buletin BPTP Aceh. Buletin. Karakteristik, dan Penyeragaman Definisi Mendukung Gerakan Menuju Satu Peta. Jurnal Sumberdaya Lahan Vol. 8 No. 2 ISSN 1907-0799, Desember 2014; 84-85.. 6.

(12) TANAMAN PANGAN 1. MENERAPKAN PERTANIAN PRESISI PADA USAHATANI PADI Oleh : Husaini dan Muhammad Ismail Pendahuluan Pertanian presisi (Precision Agriculture) merupakan paradigma baru dalam pertanian maju, mandiri dan modern. Pertanian presisi lebih tepatnya adalah pertanian terukur, atau yang lebih dikenal dengan precision farming, yang merupakan konsep pertanian berbasis teknologi yang dalam pendekatannya bertumpu pada observasi dan pengukuran yang menghasilkan data untuk menentukan kegiatan kerja bercocok tanam hingga panen yang efektif dan efisien (Nugroho, 2018). Pertanian presisi merupakan bagian dari upaya yang harus dilakukan pemerintah dan petani dalam rangka mewujudkan ketahanan ekonomi maupun ketahanan melalui peningkatan produksi dan produktivitas sektor pertanian (Renstra Kementan 20202024). Dari perspektif pencapaian tujuan berdasarkan pemahaman “pengelolaan usahatani berbasis kesesuaian lahan dan iklim”, maka pemilihan modifikasi inovasi teknologi spesifik lokasi menjadi mutlak dilakukan. Kementerian Pertanian telah menyusun berbagai komoditas pangan, hortikultura, dan perkebunan yang sesuai dibudidayakan berdasarkan kriteria lahan dan iklim, namun kenyataan di lapangan masih banyak petani yang mengusahakan tanaman budidaya yang tidak sesuai dengan kriteria yang telah disusun tersebut. Secara makro kebijakan ini belum bisa diterapkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, dari dulu hingga sekarang. Memang diakui terlalu banyak faktor penghambat dicapainya kondisi ideal tersebut, diantaranya adalah kesiapan pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana berusahatani dari hulu hingga hilir, kemampuan petani mengakses sarana produksi, alat dan mesin pertanian beserta teknologi yang menyertai alat dan mesin tersebut, perilaku harga dan pasar yang kurang mendukung, musim tanam dan gangguan alam yang sulit diantisipasi, dan lain sebagainya. Pertanian presisi mutlak berbicara tentang data dalam merancang tujuan, hasil, dan upaya yang akan dilakukan dalam pencapaian tujuan dan hasil yang diinginkan Buletin BPTP Aceh. tersebut. Saat ini sistem pemutakhiran data pertanian kita masih dilakukan secara berjenjang dari level desa ke tingkat kecamatan hingga provinsi dan nasional. Pengumpulan data di tingkat desa biasanya dilakukan oleh petugas lapangan dengan cara pengamatan, pengukuran langsung dan observasi. Namun tidak dipungkiri terdapat beberapa data yang hanya dibuat secara spekulatif oleh petugas, akibatnya tidak diperoleh data sebenarnya (real condition). Kesalahan data yang dilaporkan akan menyebabkan kesalahan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah baik di tingkat daerah maupun nasional. Bila hal seperti ini terus terjadi apakah mungkin tercapai pertanian presisi yang ideal? Dalam dua tahun terakhir Kementerian Pertanian telah mengupayakan pengumpulan data real menggunakan citra satelit, salah satunya adalah pengumpulan data luas lahan sawah dan non sawah. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama dengan Kementerian Agraria / Badan Pertanahan Nasional. Hal ini dilakukan pemerintah untuk memperoleh perhitungan realistis kemampuan, kelemahan, potensi, dan peluang pencapaian produksi padi nasional, sehingga diperoleh apa yang harus dilakukan dan disediakan oleh pemerintah di masing-masing subsistem usahatani padi di tiap daerah. Dari data real luas sawah tersebut pemerintah daerah maupun pusat akan mampu menentukan kebijakan yang akan ditempuhnya hingga tujuan produksi pangan (padi) tercapai. Dari perspektif onfarm, untuk mewujudkan program pertanian presisi tersebut Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan alsintan tidak kurang dari 350 ribu unit, yang terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, cooper, cultivator, exavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual. Pada tahun 2015 alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit, pada tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, pada tahun 2017 sebanyak 82.560 unit, dan pada tahun 2018 sebanyak 112.525 unit. Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, UPJA dan brigade alsintan (Dirjen Tanaman Pangan, 2019).. 7.

(13) TANAMAN PANGAN. A. Tujuan dan Manfaat Pertanian Presisi Secara konsep, pertanian presisi bertujuan untuk memberikan input pada lahan berdasarkan lokasi yang tepat, sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Oleh karena itu, penilaian variabilitas merupakan aspek penting dan merupakan tahap awal yang sangat mendasar dalam pertanian presisi karena tahap ini menentukan tahap-tahap berikutnya (Wijayanto, 2013). Mengapa precision farming? karena sumber daya produksi pertanian kita sudah terbatas. Sumber daya air, tanah, pupuk, manusia dan faktor produksi lainnya sudah berkurang baik dari segi kualitas dan kuantitas sehingga optimalisasi untuk mendapatkan hasil produk pertanian yang optimal dan berkualitas tinggi perlu dilakukan. Berbagai faktor yang dianggap bertanggung jawab terhadap penurunan kualitas dan kuantitas antara lain: jumlah penduduk, luas lahan, tindakan pelaksanaan kegiatan, yang semakin bertambah, penggunaan lahan pertanian untuk penggunaan bukan pertanian, erosi dan degradasi lahan, dan berbagai sebab lain yang menjadikan lahan mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Oleh karenanya, kesesuaian pengelolaan berbasis spesifik lokasi menjadi kata kunci dalam berusahatani. B. Prospek Pertanian Presisi di Indonesia Paling tidak, dalam 10 tahun terakhir, kita telah diperkenalkan pertanian presisi oleh Kementerian Pertanian melalui aplikasi Kalender Tanam (Katam) Terpadu. Meskipun, aplikasi itu belum memberikan dengan sempurna kisi-kisi pertanian presisi seperti yang dibayangkan. Dalam kalender digital ini banyak memuat informasi antara lain terkait awal waktu tanam, informasi wilayah rawan kekeringan; rawan banjir; dan serangan OPT, serta informasi rekomendasi varietas; benih; pupuk; dan mekanisasi pertanian yang perlu disiapkan sebelum memasuki musim tanam padi (Kementan, 2019). Fakta yang terjadi adalah adopsi teknologi yang disampaikan dalam aplikasi Katam Terpadu belum semua dipraktikkan oleh pelaku usahatani padi. Bahkan, banyak petani yang belum tahu kalender digital tersebut disusun Kementerian Pertanian untuk membantu mereka dalam menyajikan rekomendasi pengelolaan usahatani. Padahal Buletin BPTP Aceh. secara agribisnis padi, prospek pertanian presisi di Indonesia sangat menjanjikan dikembangkan untuk mewujudkan kesejahteraan petani. 1. Tahapan pra tanam Analisa tanah dengan PUTS, PUTK, PuPS, PHSL Salah satu tujuan inti dari pertanian presisi adalah menjadi solusi untuk mencapai efisiensi produksi dan meningkatkan hasil panen. Di antara teknologi pendukung itu terutama pada tahap pra tanam adalah pemanfaatan perangkat uji tanah sawah (PUTS), perangkat uji tanah kering (PUTK), Perangkat Uji Pemupukan Spesifik (PuPS), dan Perangkat Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL). Keempat perangkat ini sebenarnya memiliki fungsi yang sama yakni sebagai alat bantu untuk mendapatkan rekomendasi pemupukan dengan cara sederhana dan praktis namun sangat membantu petani dalam menambahkan hara tanah sesuai kebutuhan tanaman. PUTS misalnya, sangat praktis digunakan untuk ketersediaan unsur hara Nitrogen, Phospor, Kalium, dan kandungan bahan organik secara cepat dari sampel tanah yang diuji langsung di lapangan hingga diperoleh rekomendasi pemupukan yang tepat. Penggunaan PUTS di lapangan masih sangat minim digunakan oleh petani, bahkan penyuluh akibat berbagai keterbatasan. Jika saja seluruh lahan sawah petani padi konsisten menggunakan PUTS dalam penentuan rekomendasi pemupukan, akan dicapai efisiensi penggunaan pupuk akan dalam berusahatani. Selanjutnya dalam jangka panjang efisiensi pemupukan akan menekan laju degradasi kesuburan tanah dari penggunaan pupuk kimia yang berlebih. Demikian juga penggunaan PUTK pada lahan kering dan PuPS serta PHSL, hanya saja perbedaan beberapa perangkat di atas adalah pada teknis penggunaannya. PuPS, penggunaannya lebih bersifat software dalam bentuk aplikasi dengan mengisi beberapa pertanyaan yang tersedia pada aplikasi tersebut. Bagi sebagian besar petani Indonesia khususnya komoditas padi, penggunaan teknologi sensor yang berbasis big data atau dengan kata lain Internet of Things (IoT) masih sangat jauh dari harapan karena terkendala tingkat pendidikan petani yang di. Buletin. 8.

(14) TANAMAN PANGAN 1. bawah rata-rata (tamatan SMP ke bawah), sehingga relatif sulit diterapkan. Penggunaan RiTx Bertani misalnya, memang sangat membantu petani dalam pencatatan lahan, komoditas, dan aktivitas bertani secara cepat dan tepat, namun alat itu dapat digunakan oleh petani dengan pendidikan di atas ratarata (melek teknologi). 2. Penanaman a. Alat tanam (Transplanter) Menurut International Rice Research Institute (IRRI), biaya produksi padi per kg GKG di Indonesia, tertinggi dibanding Filipina, China, India, Thailand, dan Vietnam (IRRI, 2017). Ini akan menyebabkan Indonesia sulit bersaing pada pasar internasional untuk komoditas padi. Oleh karena itu, solusinya adalah memanfaatkan teknologi mekanisasi dalam proses usahatani termasuk dalam tahap penanaman. Sejalan dengan itu maka dalam tiga tahun terakhir, penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) transplanter di tingkat petani mulai baik meski masih ditemukan beberapa permasalahan dilapangan terutama terkait dengan spesifikasi alat dan mesin, kondisi lahan yang tidak mendukung dan kemauan petani dalam menggunakannya. Penggunaan alat tanam ditujukan untuk memperoleh jumlah optimal rumpun tanam dari luas lahan yang digunakan. Secara perhitungan dengan penggunaan jarak tanam legowo 2:1 (20 cm x 40 cm x 10 cm) akan diperoleh total sebanyak 333.325 rumpun atau lubang tanam padi. Alat tanam Jarwo Transplanter yang diciptakan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan waktu tanam dengan pencapaian jumlah rumpun tanam yang optimal, artinya presisi secara teknis dan ekonomis akan dicapai melalui penggunaan alat tanam tersebut dibandingkan penanaman secara manual. b. Pengendalian OPT Hama dan penyakit menjadi musuh utama petani dalam berusahatani, termasuk tanaman padi. Berbagai cara dapat dilakukan petani untuk mengendalikannya mulai dari pengendalian secara hayati (biologis), pengendalian secara mekanis, dan yang paling umum saat ini adalah pengendalian secara kimia dengan menggunakan pestisida. Sering sekali kita mendengar munculnya jenis hama baru yang disebabkan oleh penggunaan dosis Buletin BPTP Aceh. pestisida yang tidak tepat atau berlebihan oleh petani. Petani melakukannya didasarkan ketidaktahuan atau bahkan kesengajaan untuk memperoleh hasil yang lebih cepat. Tindakan seperti ini juga menghambat pencapaian pertanian presisi di sektor onfarm. c. Penggunaan Bagan Warna Daun (BWD) BWD merupakan perangkat untuk mengukur kadar kehijauan daun pada tanaman padi. Teknologi ini direkayasa untuk mengetahui kebutuhan unsur hara Nitrogen (N) pada tanaman padi dengan cara mengukur daun padi pada umur 28-35 hari setelah tanam (HST) dan pada 40-45 HST. Cara ini dilakukan agar petani tidak perlu memberikan pupuk terutama unsur sekaligus. Hasil uji lapangan menunjukkan penggunaan BWD memberikan rekomendasi pemupukan Nitrogen yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi dan jagung (RLA Abu, et al. 2017; Erythtina, 2016; Wahid AS, 2003). 3. Pasca panen Banyak aplikasi yang telah diciptakan oleh berbagai kalangan, seperti mahasiswa maupun swasta yang bertujuan mempertemukan antara penjual dan pembeli, hal ini juga didasarkan pada upaya memendekkan rantai pemasaran produkproduk pertanian, dengan demikian diharapkan petani selaku penjual akan memperoleh harga yang benih tinggi sekaligus terserap dan tersalurkannya produk usahatani mereka dalam pasar persaingan sempurna yang lebih luas. Daftar Pustaka Abdul Salam Wahid, 2003. Peningkatan Efisiensi Pupuk Nitrogen pada Padi Sawah dengan Metode Bagan Warna Daun. Jurnal Litbang Pertanian, 22(4), 2003. Hal. 156-161. Dirjen Tanaman Pangan, 2019. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2019. Erythrina, 2016. Bagan Warna Daun: Alat untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Nitrogen pada Tanaman Padi. Jurnal Litbang Pertanian Vol. 35 No. 1 Maret 2016: 1-10.. 9.

(15) TANAMAN PANGAN. Kementan, 2019. Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 20202024. Nugroho AP, 2018. Petani Sebagai CoDeveloper pada Sistem Pertanian Presisi yang Inovatif. https://smartfarming.tp.ugm.ac.id/2018/11/18/petan i-sebagai-co-developer-pada-sistempertanian-presisi-yang-inovatif/.. Buletin BPTP Aceh. Rizka Laila Ali Abu, Zainuddin Basri, Usman Made, 2017. Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) terhadap Kebutuhan Nitrogen Menggunakan Bagan Warna Daun. Jurnal Agroland 24 (2):119-127, Agustus 2017 ISSN: 0854-641X EISSN: 2407-7607 . Wijayanto Y, 2013. Kajian Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) Untuk Pertanian Presisi. Fakultas Pertanian Universitas Jember.. Buletin. 10.

(16) TANAMAN PANGAN 1. PADI VUB INPARI NUTRI ZINC PADI KAYA NUTRISI ATASI STANTING Oleh : Idawanni Pendahuluan Makanan atau pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan suatu negara karena ketersediaan dan kemudahan pangan bagi warganya merupakan syarat mutlak agar program pembangunan sukses (Simbolon, 2016; R. Ningsih, 2014). Komoditas pangan utama penduduk Indonesia adalah beras. Peningkatan produksi dan produktivitas padi yang terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun sejalan dengan perkembangan varietas padi unggul yang ada saat ini (Wahyuti et al., 2013). Varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi yang memiliki peran nyata dalam meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian. Diperlukan upaya-upaya khusus untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas padi di Indonesia. Indonesia saat ini mempunyai 473 varietas unggul benih padi, 274 varietas padi ini merupakan temuan peneliti Balitbang Pertanian dan sisanya merupakan temuan dari lembaga swasta dan perguruan tinggi. Varietas padi terbaru yang dirilis adalah Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 34, Inpari 35, Inpari 42 GSR, Inpari 43 GSR, dan Inpari IR Nutri Zinc. Khusus varietas Inpari Nutri Zinc merupakan varietas yang kaya kandungan Zn untuk mengatasi kekerdilan (stunting). Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi salah satunya adalah kurangnya asupan zat besi (zinc). Salah satu upaya mengatasi masalah stunting disektor pertanian yaitu meningkatkan produksi padi dengan menggunakan varietas unggul Inpari IR 46 Nurti Zinc. Padi Inpari IR Nutri Zinc ini sudah dirilis ke masyarakat pada tahun 2018 lalu. Varietas padi yang ada pada umumnya memiliki kandungan Zn (Zinc) yang rendah. Hal ini berdampak masih banyak penduduk Indonesia kekurangan gizi besi, sehingga banyak angka kelahiran bayi dalam kondisi kurang gizi sehingga angka bayi stunting atau lahir dalam kondisi tubuh pendek masih Buletin BPTP Aceh. tinggi. Karena hal tersebut maka Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) melakukan riset untuk menemukan varietas padi yang memiliki kandungan Zn yang tinggi bahkan bisa dua kali lipat dengan padi saat ini, "Akhirnya pada tahun 2018 lalu diluncurkan varietas padi baru kaya kandungan Zn sebagai upaya untuk meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat, maka dilakukan biofortifikasi, yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi. Kementerian Pertanian, dalam hal ini Badan Litbang Pertanian berupaya untuk menanggulangi stunting dengan upaya memenuhi kebutuhan gizi tersebut melalui perakitan varietas.. Gambar 1. Padi Inpari IR Nutri Zinc Kaya Nutrisi.. Manfaat Zick (Zn) Bagi Manusia dan Tanaman Beras sebagai makanan pokok berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi manusia. Salah satu nutrisi esensial bagi manusia adalah zink. Kadar zink dalam tanah merupakan faktor penentu utama ketersediaan zink dalam tanaman, kemudian faktor genetis, dan pupuk (Wissuwa et al., 2009). Alloway (2008) mengemukakan bahwa kadar ideal zink dalam tanah adalah 50 ppm, dan ketersediaannya bagi tanaman sangat tergantung oleh keberadaan unsur hara lain seperti N, P, K, Ca, dan Fe.. Gambar 2. Beras Inpari IR Nutri Zinc.. 11.

(17) TANAMAN PANGAN. Zink (Zn) merupakan salah satu mineral mikro yang penting bagi tubuh. Kandungan zink (Zn) dalam tubuh kira-kira 2 gram yang terdapat dalam rambut, mata, tulang dan kelenjar kelamin pria. Di dalam tubuh zink (Zn) berfungsi sebagai kofaktor untuk enzim tertentu, ada 200 enzim yang membutuhkan zink (Zn) dalam aktivitasnya misalnya enzim karbonat anhidrase dalam sel darah merah, enzim karboksi peptidase dan alkohol dehidrogenase dalam hati (Lehninger, 1982). Penyerapan zink (Zn) dari hasil pencernaan makanan berlangsung di usus halus, kira-kira 25-40 persen zink (Zn) diserap dan ditranspor ke dalam darah. Kebutuhan zink (Zn) untuk orang laki-laki adalah 15 mg/hari dan untuk wanita 12 mg/hari. Asupan zink pada manusia tergantung pada banyaknya kadar zink pada makanan yang dikonsumsi. Hafeez et al. (2012) mengemukakan bahwa zink berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem imun, pertumbuhan, pembentukan jaringan, kedewasaan seksual laki-laki, dan membantu tubuh dalam memerangi infeksi. Kekurangan zink pada manusia menurut Prasad (2007) dapat menyebabkan komplikasi gangguan kesehatan, pertumbuhan fisik terganggu, sistem kekebalan tubuh menurun, risiko infeksi penyakit meningkat, terjadi kerusakan DNA dan dapat menjadi pemicu pertumbuhan kanker. Dosis zink harian yang optimum bagi manusia minimal 34.7-43.4 ppm. Zink juga merupakan salah-satu unsur mikro esensial yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang tepat agar mendapatkan pertumbuhan yang normal dan hasil yang optimal serta kualitas gizi hasil tanaman tersebut (Sadeghzadeh, 2013). Zink juga terlibat dalam sejumlah proses fisiologis dan metabolisme tanaman seperti aktivasi enzim, sintesis protein, metabolisme karbohidrat, lipid, auksin, asam nukleat, ekspresi gen, dan perkembangan alat reproduksi (pembentukan serbuk sari) (Hafeez et al., 2012). Mengenal Varietas Inpari Nutri Zink Inpari IR Nutri Zink merupakan hasil terobosan pemuliaan tanaman padi untuk menyediakan pangan dengan kandungan gizi tertentu, yaitu Zinc. Fungsi Zinc terbilang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. Zinc atau Zn merupakan komponen pembentuk lebih dari 300 enzim Buletin BPTP Aceh. yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai fungsi terkait kesehatan tubuh. Salah satu efek negatif dari kekurangan Zinc atau Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktivitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kekerdilan atau stunting. Adapun stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan pada anak sehingga memiliki ukuran tinggi badan lebih rendah (kerdil) dari standar usianya. Hal tersebut merupakan akibat kekurangan gizi yang kronis terutama pada 1.000 hari pertama hingga usia di bawah tiga tahun (batita). Stunting bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang tentunya sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usiausia produktif. Gejala yang ditimbulkan akibat stunting antara lain anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya dan pertumbuhan tulang yang tertunda. Permasalahan stunting di Indonesia cukup mengkhawatirkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia pada di urutan kelima jumlah anak dengan kondisi stunting di dunia. Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, karena anakanak stunting tidak hanya hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Pencegahan stunting menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini. Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan. Sumber bahan makanan yang mengandung zink (Zn) adalah daging, unggas, ikan laut, telur, keju, dan susu. Kekurangan jumlah mineral zink (Zn) dalam tubuh dapat menyebabkan pertumbuhan menjadi lambat,. Buletin. 12.

(18) TANAMAN PANGAN 1. menurunkan imunitas dan menghambat penyerapan zat besi (Fe) dalam tubuh (Iryani, 2003). Secara umum manfaat zat besi paling utama bagi kesehatan tubuh antara lain : Pembentukan zat Hemoglobin, pembawa oksigen, berperan dalam fungsi Otot, berperan dalam fungsi otak, berperan dalam mengatasi gejala umum anemia, memaksimalkan fungsi imunitas, membantu sistem metabolisme, membantu Menjaga Temperatur Tubuh dan berperan dalam sistem enzim. Kebutuhan zat besi selain dari beras yang berasal dari varietas Inpari IR 46 Nutri Zinc, bisa dipenuhi dari makanan yang kaya akan zat besi di antaranya : kacang-kacangan, daging merah tanpa lemak, hati ayam dan sapi, kacang dan susu kedelai, tahu dan tempe dan beras merah Deskripsi Varietas Inpari Nutri Zinc Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn. Potensi kandungan Zn pada varietas Inpari Nutri Zink sebesar 34,51 ppm sementara kandungan zink pada beras varietas unggul baru (VUB) adalah 23.9 ppm, bahkan kadar zink dalam beras Ciherang 16.5 ppm (Yustisia et al., 2013). Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat.. deskripsi kandungan Zn pada varietas ini dapat mencapai 34,51 ppm, dengan rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm. Inpari IR Nutri Zinc termasuk golongan cere, dengan bentuk tanaman tegak. Umur tanaman tergolong cukup genjah, yaitu dapat dipanen ± 115 hari. Inpari IR Nutri Zinc memiliki bentuk gabah ramping, dan ketika dipanen cukup mudah karena memiliki tingkat kerontokan sedang dan kerebahan sedang. Memiliki tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 16,60%, tekstur ini tentu sangat cocok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak kalah penting adalah potensi hasil cukup tinggi, yaitu dapat mencapai 9,98 ton/hektar, dengan rata-rata hasil yang dapat diperoleh 6,21 ton/hektar. Potensi hasil yang tinggi tentu saja menjadi potensi untuk meningkatkan pendapatan petani. Inpari IR Nutri Zinc agak tahan wereng batang coklat (WBC) biotipe 1, 2, dan agak rentan WBC biotipe 3. Selain itu, agak tahan hawar daun bakteri (HDB) patotipe III, dan rentan HDB patotipe IV dan VIII pada stadia vegetatif, agak tahan HDB patotipe III rentan patotipe IV dan VIII pada stadia generatif, tahan terhadap blas ras 033, 073, 133, namun rentan blas 173, dan agak tahan tungro inakulum Garut dan Purwakarta. Inpari IR Nutri Zinc baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl. Daftar Pustaka Alloway, B.J. 2008. Zinc in Soils and Crop Nutrition. Second Edition. Belgium: International Zinc Association. Hafeez, R., T. Aziz, M. Farooq, A. Wakeel, Z. Rengel. 2012. Zinc nutrition in rice production systems: A review. J. Plant Soil. 361:203-226.. Gambar 3. Padi Varietas Inpari Nutri Zinc.. Data deskripsi Varietas Inpari Nutri Zinc : memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm. Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak. Inpari IR Nutri Zinc dilepas tahun 2019 melalui SK Menteri Pertanian 168/HK.540/C/01/2019/. Data. Buletin BPTP Aceh. Iryani. 2003. Bahan Ajar Kimia Pangan. Jurusan Kimia FMIPA. Padang: Universitas Negeri Padang. Lehninger. 1982. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Ningsih, R. (2014). Penyuluhan Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman, Serta Kualitas Makanan yang Dijajakan Pedagang di Lingkungan SDN Kota Samarinda. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 13.

(19) TANAMAN PANGAN. 64–72. Prasad, A.S. 2007. Zinc: Mechanisms of host defense. J. Nutrient. 137:1345-1349 Sadeghzadeh, B. 2013. A review of zinc nutrition and plant breeding. J. Soil Sci. Plant Nutr. 13: 905-927. Simbolon, F. J. (2016). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Pangan Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Medan Tuntungan. Methodagro, 2(2), 73–81.. Wahyuti, T.B., B.S. Purwoko, A. Junaedi, Sugiyanta, B. Abdullah. 2013. Hubungan karakter daun dengan hasil padi varietas unggul. J. Agron. Indonesia 41: 181-187. Wissuwa, M., A.M. Ismail, R.D. Graham. 2007. Rice grain zinc concentrations as affected by genotype, native soil-zinc, and zinc fertilization. J. Plant Soil 10:107- 114.. Yustisia, Tohari, D. Shiddieq, Subowo. 2012. Pengkayaan Besi (Fe) dan Seng (Zn) dalam beras dan karakter penentu varietas padi sawah efisien pada tanah vertisol dan inseptisol. J. Agric. Sci. 2:67-7.. Buletin BPTP Aceh. Buletin. 14.

(20) TANAMAN PANGAN 1. PERAN URBAN FARMING DALAM MENCIPTAKAN SISTEM PANGAN BERKELANJUTAN Oleh : Rini Andriani Pendahuluan Laju pertumbuhan populasi di perkotaan yang meningkat akan menimbulkan masalah terhadap lingkungan. Jika populasi penduduk lebih besar dibandingkan laju produksi bahan pangan, maka akan terjadi krisis pangan, hal ini akan menimbulkan ketergantungan terhadap kawasan yang memiliki kecukupan pangan. Kondisi inilah yang mendorong pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan pertanian mandiri dengan melakukan urban farming.. Gambar 1. Urban farming di wilayah perkantoran.. Urban farming/pertanian perkotaan adalah kegiatan pertanian yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan perkotaan. Pemanfaatan sumberdaya dan hasil pangan lokal dimanfaatkan untuk pemenuhan pangan masyarakat sekitar (Andiani, et.al. 2019). Urban farming merupakan kegiatan memanfaatkan ruang-ruang terbuka yang tidak produktif seperti lahan pekarangan atau lahan kosong yang tidak terpakai menjadi lahan produktif sehingga dapat menjadi kegiatan alternatif masyarakat kota untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau (Adelinna, et.al. 2019). Urban farming memberikan dampak positif bukan hanya bagi kebutuhan pangan tetapi juga bagi aspek ekologi dan ekonomi (Fauzi, et.al. 2016). Peranan urban farming dari aspek ekonomi berupa penguatan ekonomi lokal, seperti membuka lapangan kerja dan meningkatkan. Buletin BPTP Aceh. penghasilan. Sedangkan dari aspek ekologi manfaat yang diperoleh yaitu perbaikan kualitas udara, menciptakan iklim yang sehat dan memberikan nilai keindahan. Pemerintah sebagai motor penggerak pelaksanaan urban farming dapat berperan melalui pemanfaatan fasilitas yang dimiliki pemerintah untuk percontohan (Dyanasari, 2018). Selain itu dapat menjadi upaya pemerintah untuk menguatkan ketahanan pangan, meningkatkan perekonomian, memperbaiki ekologi kota, dan mempertahankan nilai sosial dan budaya (Parsudi dan Damaijanto, 2019). Urban Farming dan Pertanian Tradisional Urban farming dan pertanian tradisional (non-urban) memiliki kesamaan konsep dalam hal produksi pangan. Perbedaannya adalah penggunaan pupuk, lahan dan pengelolaan yang lebih sederhana. Urban farming dilakukan dari lingkup terkecil rumah tangga dengan memanfaatkan lahan sekitar untuk memproduksi sayur atau buah yang dapat langsung dikonsumsi atau dijual Kembali tanpa harus berbelanja kepasar terlebih dahulu (Kementerian LHK, 2018). Agar urban farming berjalan lancar, ada tiga langkah yang dapat dilakukan yaitu memberikan penyuluhan tentang proses urban farming dengan pemanfaatan sumberdaya yang ada, peningkatan kualitas produk pertanian, dan pemanfaatan konsep urban farming untuk kebutuhan keluarga dan penambahan pendapatan. Manfaat Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Urban farming merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan sistem pangan masyarakat yang berkelanjutan yang jika dijalankan dengan tepat dapat mengatasi masalah rawan pangan. Wahdah dan Maryono (2018) , menyatakan bahwa pengembangan urban farming sebaiknya dilakukan dalam perspektif pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dalam upaya mencapai keberlanjutan produksi pertanian, keberlanjutan ekonomi desa, dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang. Urban farming memiliki manfaat yang cukup besar dalam sistem pangan perkotaan. Beberapa manfaat yang dapat dilihat yaitu:. 15.

(21) TANAMAN PANGAN. Manfaat sosial 1. Edukasi dalam bertani dan sumber pengetahuan 2. Mengubah perilaku masyarakat dalam memanfaatkan sampah 3. Menyediakan kesempatan kerja bagi generasi muda dalam aktivitas pertanian 4. Menciptakan budaya gotong royong dan rasa kebersamaan Dalam lingkup sosial, terdapat relasi yang saling terkait antara agen dan struktur yang terjadi sepanjang waktu dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan lapangan kerja di sektor non formal (Junainah, et.al. 2016).. Daftar Pustaka Adelinna, P.L., Nikman, Y., Nisa, H., Prima, J., dan Albertus. 2019. Pelatihan Urban Farming.. Manfaat Ekonomi 1. Mendapat keuntungan dan keberlanjutan pendapatan 2. Mengurangi biaya dari pengelolaan sampah 3. Memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat Secara ekonomi, urban farming dikelola secara ekonomi dengan aplikasi teknologi yang dapat memberikan tambahan penghasilan karena memproduksi produk pertanian yang berkualitas dan memiliki pasar spesifik (sedana, 2020).. Astuti, F.A., dan Muammar G. 2018. Peran Urban farming Terhadap Ketahanan Pangan di Kampung JLAgran RT 14. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Riset Dalam Dunia Industri Untuk Kemajuan Bangsa. Yogyakarta. Hal. 788-797.. Manfaat Lingkungan 1. Tersedia ruang hijau di perkotaan 2. Menghasilkan udara bersih sehingga meningkatkan kualitas lingkungan kota 3. Menambah nilai estetika kota Urban farming dapat berperan sebagai pondasi ketahanan pangan wilayah. Besar kecilnya peran ditentukan dari besar kecilnya hasil produksi dari urban farming tersebut (Astuti, et.al. 2018). Kesimpulan Urban farming apabila dilakukan dengan tepat dapat mendukung produksi pangan berkelanjutan karena memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. Urban farming dapat dilakukan pada lahan terbatas dan pemanfaatan sumberdaya yang ada untuk tercapainya pertanian yang mandiri.. Buletin BPTP Aceh. Sebagai Solusi Ruang Terbuka Hijau di Lorong Sidodadi Medan Helvetia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol.25 No.1. Hal.1-5. Andiani, A.Fitri, Arifin dan H. Susilo. 2019. Kajian Urban Farming yang Berkelanjutan pada Masyarakat Kota Bogor. https://repository.ipb.ac.id/handle/12345 6789/100916. Diakses 14 Juni 2021.. Dyanasari. 2018. Prospek Urban Farming di Perkotaan. Prosiding Seminar Nasional Agribisnis dan Pengembangan Ekonomi Pedesaan V “Urban Farming dan Pengembangan Lahan Sub-Optimal”. Universitas Trunojoyo, Madura. Fauzi, A.R., Ichniarsyah A.N., dan Agustin, H. 2016. Pertanian Perkotaan: Urgensi, Peranan, dan Paraktik Terbaik. Jurnal Agroteknologi, Vol.10 No.1. Junainah, W., Kanto, S., dan Soenyono. Program Urban Farming Sebagai Model Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat Perkotaan (Studi Kasus di Kelompok Tani Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Jurnal Wacana, Vol.19 No.3. Hal. 148156. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2018. Pedoman Pelaksanaan Pertanian Perkotaan (Urban farming). Jakarta.. Buletin. 16.

(22) TANAMAN PANGAN 1. Parsudi, S., dan Damaijanto. 2019. Model, Motivasi dan Kendala Masyarakat Dalam Melakukan Pertanian Kota (Urban Farming) di Kota Surabaya. Jurnal Berkala Ilmiah Agribisnis Agridevina, Vol.8 No.1. Hal.34-47. Sedana, G. 2020. Urban Farming Sebagai Pertanian Alternatif Dalam Mengatasi Masalah Ekonomi Pada Masa dan Pasca Pandemi Covid-19. Makalah Seminar Nasional Universitas Dwijendra, Denpasar.. Buletin BPTP Aceh. Wahdah, L., dan Maryono. 2018. Peran Pertanian Perkotaan Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan (Studi Kasus: Pertanian Akuaponik Di Kota Semarang). Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi (SNAST), Yogyakarta 15 September. Hal. 195202.. 17.

(23) TANAMAN PANGAN. KERAGAMAN VARIETAS UNGGUL BARU (VUB) PADI FUNGSIONAL Oleh : Idawanni Pendahuluan Varietas padi merupakan salah satu komponen teknologi hasil pemuliaan tanaman handal yang mampu menyumbang peningkatan produktivitas nasional sekitar 56% dan memberikan peran terhadap peningkatan produktivitas dunia (Las 2004; Hasanuddin 2005). Secara umum, peran varietas unggul diarahkan pada peningkatan potensi hasil, perbaikan beragam sifat (ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik), umur genjah, dukungan usahatani dengan masukan rendah, perbaikan mutu gabah dan nasi, peningkatan daya saing komoditas, serta berperan menjamin keberhasilan budidaya tanaman. Bahan pangan pokok utama masyarakat kita adalah beras. Salah satu upaya Badan Litbang Pertanian untuk menjaga asupan pangan dengan fungsi kesehatan yang baik yaitu dengan mengembangkan varietas unggul baru (VUB) fungsional yang ditujukan pada kebutuhan tertentu. Varietas padi fungsional memiliki kekhususan pada beberapa hal seperti aroma, kandungan nutrisi untuk mengatasi atau melengkapi kekurangan zat tertentu dalam tubuh. Varietas ini dapat dikembangkan sesuai dengan manfaatnya untuk kepentingan kesehatan dan kesejahteraan. Konsumsi bahan pangan fungsional dapat meningkatkan sistem imun untuk melawan infeksi berbagai bakteri, virus dan jamur (Mukti. 2020). Apalagi saat ini penyebaran virus Corona (Covid 19) masih sangat mengkhawatirkan masyarakat di seluruh dunia, Indonesia termasuk negara yang sampai saat ini belum dapat mengatasi pandemi. Belum ditemukannya obat yang dapat menyembuhkan sehingga masyarakat harus secara mandiri untuk dapat menghindari dari penyebaran virus ini. Menjaga dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh adalah upaya yang harus dilakukan masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menjaga asupan pangan yang cukup nutrisi dan mengonsumsi makanan yang sehat. Berbagai upaya dilakukan untuk menggali potensi kekayaan alam agar dapat meningkatkan daya tahan Buletin BPTP Aceh. tubuh. Salah satu hal yang dilakukan antara lain pemanfaatan pangan fungsional yang merupakan pangan dengan bahan makanan yang berperan sebagai nutrisi dasar, namun berpengaruh positif terhadap kesehatan, pertahanan tubuh dan meningkatkan imunitas terhadap penyakit dan lebih dikenal dengan makanan kesehatan (BB Pasca Panen, 2020). Kebutuhan pangan fungsional saat ini terus meningkat seiring kesadaran akan pentingnya kesehatan. Beras sebagai pangan fungsional semakin diminati konsumen sebagai pangan sehat, dengan harga terjangkau bagi semua kalangan. Seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, fungsi nasi bukan hanya sebagai sumber karbohidrat, tetapi berperan dalam fungsi kesehatan. Varietas padi fungsional merupakan salah satu inovasi Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Padi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pentingnya pangan sehat. Fungsi Dan Manfaat Padi Fungsional Beras merupakan sumber bahan pangan fungsional, yaitu bahan makanan alami yang mengandung satu atau lebih komponen pembentuk dengan fungsi fungsi fisiologis tertentu dan bermanfaat bagi kesehatan (Widjayanti, 2004). Dari warna dan tektsurnya ada empat jenis beras yang umumnya diketahui, yaitu 1) beras putih, 2) beras merah, 3) beras hitam, dan 4) beras ketan. Varietas beras khusus dikembangkan untuk meningkatkan nilai kandungan nutrisi pada beras dan untuk meningkatkan nilai ekonominya sehingga lebih berdaya saing. Varietas beras khusus yang baru dilepas adalah Inpari IR Nutri Zinc, Baroma, Pamera, Pamelen, Jeliteng, dan Paketih. fungsi masing-masing varietas tersebut terhadap kesehatan : Inpari Nutri Zinc memiliki kandungan Zn tinggi (potensi 34,51 ppm) yang berperan untuk mengatasi stunting pada anak. Inpari IR Nutri Zinc merupakan hasil terobosan pemuliaan tanaman padi untuk menyediakan pangan dengan kandungan gizi tertentu, yaitu Zinc. Fungsi Zinc terbilang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. Zinc atau Zn merupakan komponen pembentuk lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan,. Buletin. 18.

(24) TANAMAN PANGAN 1. sintesa protein, meningkatkan daya tahan tubuh, dan berbagai fungsi terkait kesehatan tubuh. Pamera (Beras Merah Aromatik) permintaan beras merah ini dimasyarakat cukup tinggi karena kandungan nutrisi yang terkandung dalam beras dan Pigmen yang terkandung dapat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung anti-oksidan atau anti inflamasi. Pamelen (Beras Merah Pulen) berupa padi beras merah yang mengandung vitamin B kompleks yang cukup tinggi, asam lemak esensial, serat maupun zat warna anthocyanin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan (Lomboan 2002, Indrasari dan Adnyana 2007). memiliki tekstur nasi pulen (kadar amilosa 18,6%), anthocyanin tinggi, sehingga baik untuk kesehatan. Jeliteng merupakan hasil persilangan Ketan Hitam/Pandan Wangi Cianjur. Permintaan pasar terhadap beras hitam saat ini semakin meningkat karena kandungan nutrisi yang terkandung dalam berasnya. Pigmen dalam beras dapat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung anti-oksidan atau anti inflamasi. Kandungan antioksidan Vitamin E yang tinggi pada beras hitam punya banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari meningkatkan imunitas tubuh, mencegah kerusakan sel, hingga menjaga kesehatan mata dan kulit. Vitamin B, magnesium, dan zat besi adalah penghasil energi agar kamu kuat menjalani aktivitas sehari-hari, zinc adalah mineral yang menjaga sistem imun tubuh, sedangkan fosfor berguna untuk gigi dan tulang. Lengkapnya kandungan antioksidan pada beras berwarna, sehingga konsumsi beras berpigmen, baik beras merah maupun hitam dipercayai dapat bermanfaat untuk kesehatan kulit, menjaga kesehatan jantung, bermanfaat untuk detoksifikasi, melancarkan peredaran darah, membantu program diet, menurunkan resiko diabetes dan obesitas, kaya protein dan bebas gluten sehingga aman dikonsumsi oleh orang yang sensitif gluten. Baroma (basmati beraroma) merupakan beras panjang dan salah satu varietas yang memiliki aroma dan bisa digunakan sebagai substitusi beras Basmati, tekstur nasi pera (kadar amilosa 25,55%). Keunggulan lain padi tipe basmati hasil rakitan BB Padi adalah potensi hasil bisa mencapai 9,1 t/ha. “Selain itu juga mempunyai Buletin BPTP Aceh. indeks glikemik yang relatif rendah dengan tekstur tidak pulen tapi mempunyai aroma harum yang khas dan memiliki kadar amylose cukup tinggi sekitar 26%, Paketih berupa beras hitam yang mengandung pigmen paling baik, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain. Keberadaan beras hitam semakin langka akibat didominasi oleh penanaman padi varietas unggul tipe modern, ideal maupun hibrida warna putih. Beras hitam memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik sehingga menimbulkan selera makan. Beras hitam memiliki khasiat yang lebih baik dibanding beras merah atau beras warna lain. Beras hitam berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, memperbaiki kerusakan sel hati, mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia. Seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan, maka konsumsi beras hitam semakin meningkat (Hermanto, 2008; Suardi dan Ridwan, 2009; Kristamtini dan Purwaningsih, 2009) Deskripsi Padi Fungsional 1. Inpari IR Nutri Zinc Tahun Dilepas : 2019 Golongan : Cere Umur Tanaman : ± 115 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : ± 95 cm Daun Bendera : Tegak Bentuk Gabah : Ramping Warna Gabah : Kuning jerami Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 16,60% Berat 1000 Butir : ± 24,60 gram Rata Rata Hasil : ± 6,21 ton/ha Potensi hasi : ± 9,98 ton/ha Hama : Agak tahan WBC biotipe 1, 2 Agak rentan WBC biotipe 3 Penyakit : • Agak tahan HDB patotipe III, dan rentan HDB patotipe IV dan VIII pada stadia vegetatif • Agak tahan HDB patotipe III rentan patotipe IV dan VIII pada stadia generatif 19.

(25) TANAMAN PANGAN • • •. Tahan blas ras 033, 073, 133 Rentan blas 173 Agak tahan tungro inakulum Garut dan Purwakarta. Sifat Khusus. : Potensi kandungan Zn 34,51 ppm : Rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm Anjuran Tanam : Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl. 2. Pamelen Tahun Dilepas : 2019 SK Menteri Pertanian : 64/HK.540/C/01/2019 Asal Persilangan : IR64*2/0, rofipogon 102186 Golongan : Cere Umur Tanaman : ± 112 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : ± 97 cm Daun Bendera : Tegak Bentuk Gabah : Ramping Warna Gabah : Kuning jerami Kerontokan : Sedang Kerebahan : Toleran Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 18,6% Berat 1000 Butir : ± 26,35 gram Rata Rata Hasil : ± 6,73 ton/ha Potensi Hasil : ± 11,91 ton/ha. 3. Baroma Tahun Dilepas : 2019 SK Menteri Pertanian : 63/HK.540/C/01/2019 Asal Persilangan : B10532E-KN-382LR-B387-3/Pusa Basmati 5 Golongan : Cere Umur Tanaman : ± 113 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : ± 112 cm Daun Bendera : Tegak Bentuk Gabah : Ramping panjang Warna Gabah : Kuning jerami Kerontokan : Sedang Kerebahan : Sedang Tekstur Nasi : Pera Kadar Amilosa : 22,55% Berat 1000 Butir : ± 26,67 gram Rata Rata Hasi : l± 6,01 ton/ha Potensi Hasil : ± 9,18 ton/ha Hama. :. Penyakit. :. Anjuran tanam. Hama. : Agak tahan WBC biotip 1, Agak rentan WBC Biotip 2 dan 3 Penyakit : Agak tahan HDB kelompok III, IV dan VIII, tahan blas ras 133, 037 dan 173, tahan tunggro. Anjuran tanam : Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl. Buletin BPTP Aceh. Buletin. Agak tahan WBC biotipe 1, agak rentan WBC biotipe 2, rentan WBC biotipe 3 Agak tahan HDB kelompok III, tahan HDB IV dan VIII, aga tahan blas ras 033, rentan blas ras 133 dan 073, tahan blas ras 173, agak rentan tunggro. : Baik ditanama untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl.. 20.

(26) TANAMAN PANGAN 1. 4. Jeliteng Tahun Dilepas : 2019 SK Menteri Pertanian :167/HK.540/C/01/2019 Asal Persilangan : Ketan Hitam / Pandan Wangi Cianjur Golongan : Cere Umur Tanaman : ± 113 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : ± 106 cm Daun Bendera : Tegak Bentuk Gabah : Ramping Warna Gabah : Kuning jerami Kerontokan : Sedang Kerebahan : Tahan rebah Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 19,6% Berat 1000 Butir : ± 24,4 gram Rata Rata Hasil : ± 6,18 ton/ha Potensi Hasil : ± 9,87 ton/ha Hama. Bentuk Gabah Warna Gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur Nasi Kadar Amilosa Berat 1000 Butir Rata Rata Hasil Potensi Hasil Hama. : Ramping : Kuning jerami : Sedang : Tahan rebah : Ketan : 4,4% : ± 25,5 gram : ± 6,32 ton/ha : ± 9,46 ton/ha. : Agak tahan WBC biotipe 1, agak rentan WBC biotipe 2 dan 3. Penyakit : tahan HDB kelompok III, IV dan VIII, tahan blas ras 033 dan133, rentan tunggro. Anjuran tanam : baik tanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl. : Agak tahan WBC biotipe 1, agak rentan WBC biotipe 2 dan 3. Penyakit. : Tahan HDB IV, agak tahan HDB III dan VIII, tahan blas ras 033 dan 073, agak tahan blas ras 133 dan 073, rentan tunggro. Anjuran tanam : baik tanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl. 5. Paketih Tahun Dilepas : 2019 SK Menteri Pertanian: 66/HK.540/C/01/2019 Asal Persilangan : Ketan Hitam / Pandan Wangi Cianjur Golongan : Cere Umur Tanaman : ± 112 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : ± 107 cm Daun Bendera : Tegak Buletin BPTP Aceh. 6. Pamera Tahun Dilepas : 2019 SK Menteri Pertanian : 65/HK.540/C/01/2019 Asal Persilangan : Pusa Basmati 4/ HB118 (PN III) // Pusa Basmati 4 / Pandan Wangi Cianjur /// Bahbutong Golongan : Cere Umur Tanaman : ± 113 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : ± 106 cm Daun Bendera : Tegak Bentuk Gabah : Ramping Warna Gabah : Kuning jerami Kerontokan : Sedang Kerebahan : Tahan rebah Tekstur Nasi : Sedang Kadar Amilosa : 21,1% Berat 1000 Butir : ± 27,83 gram Rata Rata Hasil : ± 6,43 ton/ha Potensi Hasil : ± 11,33 ton/ha Hama. : Agak tahan WBC biotipe 1,2 dan 3.. 21.

(27) TANAMAN PANGAN. Penyakit : agak tahan HDB kelompok III dan VIII, agak tahan HDB kelompok IV,tahan blas ras 033 dan173, agak tahan blas 133 dan 073, agak rentan tunggro. Anjuran tanam : baik tanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl.. Daftar Pustaka Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2019. Deskripsi Varietas Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian. 2020. Buku Saku: Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster. Bogor. BB Pasca Panen. Hasanuddin, A. 2005. Peranan proses sosialisasi terhadap adopsi varietas unggul padi tipe baru dan pengelolaannya in Lokakarya Pemuliaan Partisipatif dan Pengembangan Varietas Unggul Tipe Baru (VUTB). Sukamandi: Balai.. Buletin BPTP Aceh. Hermanto,A.2008.Varietas beras organic berdasarkan warna. http://agribisnisganesha. com.p.146. [26 September 2008}. Indrasari, S. D. dan Adnyana. 2006. Preferensi Konsumen terhadap Beras Merah sebagai Sumber Pangan Fungsional. Iptek Tanaman Pangan. Vol 2(2): 227241. Kristamtini dan H Purwaningsih. 2009. Kandungan besi beras merah dan beras hitam lokal Yogjakarta. Proseding. Seminar Nasional Padi 2009. Hal: 10111018. Las, I. 2004. Perkembangan varietas dalam perpadian nasional in Prosiding Seminar Inovasi Pertanian Tanaman Pangan. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Lomboan, N.J. 2002. Tiga Primadona Merah Tahun 2002. Nirmala Edisi Tahunan. Mukti YP. 2020. Peran Pangan Fungsional untuk Meningkatkan Sistem Imun Menghadapi Pandemi Covid 19. Universitas Surabaya. Suardi, D. dan Ridwan, I. 2009. Beras hitam, pangan berkhasiat yang belum populer. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 31(2): 9-10. Widjayanti, E. 2004. Potensi dan prospek pangan fungsional indigenous Indonesia. Seminar Nasional Pangan Fungsional Indegenous Indonesia: Potensi, Regulasi Keamanan, Efikasi dan Peluang Pasar. Bandung, 6-7 Oktober 2004.. Buletin. 22.

(28) Hama dan Penyakit.

(29) HAMA DAN PENYAKIT. PENGENDALIAN AGENSIA HAYATI PADA TANAMAN CABAI Oleh : Ahmad Adriani Pendahuluan Tanaman Cabai merupakan tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan mempunyai prospek pasar yang baik, namun dalam pengelolaannya sering dijumpai banyak kendala. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi hortikultura (cabai) yaitu adanya serangan OPT, perkembangan serangga atau populasi OPT dipicu oleh perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi dan kadang-kadang menyimpang dari pola normalnya (Reijntjes, C., B. Haverkort dan A. Waters-Bayer, 1999). Akibat serangan OPT seringkali menimbulkan kerusakan berat atau bahkan gagal panen (puso). Kondisi tersebut akan berdampak pada timbulnya masalah sosial dan ekonomi masyarakat bahkan menimbulkan terganggunya sistem distribusi dan rawan pangan (Las,I, K. Subagyono dan A. P. Sentiaso, 2006). Pengendalian OPT oleh petani sampai saat ini masih mengandalkan pestisida sintetis bahkan seiring penggunaannya berlebihan, sehingga dikhawatirkan residu pestisida pada cabai yang dipanen masih relatif tinggi dan dapat mencemari lingkungan. Oleh sebab itu pengendalian OPT ramah lingkungan sebagai salah satu dari penerapan Sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang komprehensif pada tanaman cabai perlu ditingkatkan (Salikin, K. A, 2003 dan Susanto R, 2002). Agens hayati Agens hayati merupakan mikroorganisme, baik yang terjadi secara alami seperti bakteri, cendawan, virus, dan protozoa, maupun hasil rekayasa genetik (genetically modified microorganisme) yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Setiap organisme, (spesies, subspecies, varietas, semua jenis serangga, nematode, protozoa, cendawan, bakteri, virus, mikoplasma, serta organisme lainnya) semua tahap perkembangannya dapat digunakan untuk pengendalian OPT (Permentan RI, No. 411, Th. 1995).. Buletin BPTP AcehAceh Buletin BPTP. Gambar 1. Perbanyakan agens hayati di laboratorium.. Agens hayati terdiri dari: ➢ Predator (musuh alami) yaitu binatang atau organisme yang memakan binatang/organisme lainnya untuk mempertahankan hidupnya dan dilakukan secara berulang-ulang. Contoh: Coccinelide, Belalang Sembah, Ohioanea, dan laba-laba. ➢ Parasitoid yaitu: organisme yang menghabiskan separuh hidupnya atau seluruh hidupnya di suatu inang dan menghabiskan inang tersebut, contohnya Trichagramma. ➢ Patogen yaitu: organisme/mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit atau infeksi pada serangga hama sehingga menyebabkan kematian. Contoh: Beaveria, Metarhizium, bakteri merah, bakteri putih, dan NPV. ➢ Antagonis Yaitu : Mikroorganisme yang digunakan untuk menekan perkembangan Penyakit, contoh: Trichoderma Sp, Pseudomas flurescen. 1. Perbanyakan Jamur Trichoderma Sp Bahan dan alat yang digunakan adalah: inokulum beras, Trichoderma Sp, alkohol, kompor, dandang, sendok, sarung tangan, kotak plastik, baskom, masker, spidol dan lain23.

(30) HAMA DAN PENYAKIT. lain. Digunakan perbandingan 1 kg beras dengan 2,5 kg bibit Trichoderma Sp. Berikut langkah kerjanya: Cuci beras sampai bersih, masukkan ke dalam dandang, kukus sampai 1/3 matang Angkat, dinginkan dalam nampan sampai betul-betul dingin Masukkan inokulum Trichoderma ke dalam nasi yang sudah dingin tadi dengan perbandingan 1:40 secara merata Masukkan ke dalam kotak plastik transparan secukupnya, ujung kotak plastik dirapatkan dengan klip Simpan di rak, 1 minggu kemudian jamur Trichoderma sudah siap diaplikasikan ke lapangan. OPT sasaran antara lain: layu fusarium, keriting daun, antraknose, dan rebah kecambah.. Pembuatan media Bahan: Air bersih 20 liter + terasi tanpa bahan pengawet 100 gr + dedak halus 0,5 kg + gula pasir 200 gr + kapur sirih 1 sendok makan. Cara pembuatan : - Panaskan air hingga mendidih, kemudian masukkan bahan satu persatu dan aduk hingga merata, setelah masak lalu didinginkan sampai suhu larutan sama dengan suhu kamar. - Saring untuk mendapatkan larutan yang siap digunakan sebagai media tumbuh. - Masukkan bahan sumber bakteri ke dalam larutan media tumbuh bakteri. Masukkan 2,5 gelas air rendaman per 20 liter media. Aduk hingga merata - Lakukan pengadukan setiap hari, atau gunakan aerator.. 2. Perbanyakan bakteri Pseudomonas Fluerescens (Pf) Bahan dan Alat yang digunakan adalah: susu bubuk full cream 20 gr, aquades, inokulum PF, alcohol, kompor, dandang, baskom, masker, jirigen, saringan, corong, super pump, spidol dan lain-lain. Cara Kerja : - Masukkan susu bubuk full cream ke dalam dandang yang sudah diisi air (perbandingan 1: 20 : 20 gram) yaitu 1 liter air, 20 cc inokulum dan 20 gram susu bubuk. - Masak sampai mendidih, kemudian dinginkan sampai betul-betul dingin - Setelah dingin, masukkan ke dalam jirigen dengan menggunakan corong - Tambahkan 20 cc inokulum PF ke dalam jirigen tadi - Kemudian pasang super pump selama 3 hari - Setelah 1 minggu bakteri Pseudomonas tersebut siap diaplikasikan ke lapangan.. a. Aplikasi agens hayati ke lapangan Cara pencampuran Trichoderma dengan pupuk kandang: - Campurkan 1 kg Trichoderma dengan 50 kg pupuk kandang, diaduk rata, dan tutup dengan plastik hitam. - Setelah 2 atau 3 hari diaduk kembali sampai rata lalu tutup kembali. - Setelah 10 hari plastik dibuka dan siap digunakan untuk pupuk.. 3. Pembuatan/perbanyakan PGPR Bakteri dapat diperoleh sendiri dari alam, misalkan dengan cara: - Cari rumput liar atau rumput gajah yang sehat, atau seresah di bawah rumpun bambu - Cabut dan rontokkan tanah di akar, tetapi jangan bersih betul - Potong akarnya dan rendam dalam air masak yang sudah didinginkan selama 2-4 hari. - Air rendaman dapat digunakan sebagai bahan sumber bakteri.. Buletin BPTP Aceh. Cara aplikasi di lapangan: Ambil campuran pupuk di atas dan diberikan pada lubang tanam kira-kira lebih kurang satu genggam tangan per lubang tanam cabai. Setelah diisi ke lubang tanam sebaiknya ditanam bibit cabai yang bebas penyakit. b. Cara pencampuran Pseudomonas Flurescens dengan air - Campur PF dengan air dengan perbandingan 1 : 20 bubuhkan dalam wadah - Benih cabai direndam lebih kurang 15 menit dalam wadah (larutan PF), kemudian - Benih cabai disemai dalam polibag sampai tingginya lebih kurang 5 cm atau sudah keluar 3 daun. - Kemudian baru dipindahkan ke bedengan yang telah dibubuhi dengan Trichoderma. Daftar Pustaka Las, I. K. Subagyono, dan A.P. Setiyanto, 2006. Isu dan Pengelolaan Lingkungan dalam Revitalisasi Pertanian. Jurnal Penelitian dan Pengembangan 24.

Referensi

Dokumen terkait

Buletin Konstruksi | Edisi 4 Vol.1 | 2021.. Salah satu teknologi konstruksi layang yang berkembang dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas pelaksanaan pekerjaan

Besarnya serapan radiasi tersebut sebanding dengan banyaknya molekul analit yang mengabsorpsi sehingga dapat digunakan untuk analisis kuantitatif (Satiadarma, 2004).. Gugus

Kompresi citra merupakan aplikasi data yang dilakukan terhadap citra digital dengan tujuan untuk mengurangi redudansi dari data-data yang terdapat dalam citra sehingga dapat

Hasil ini jauh lebih kecil dibandingkan penelitan yang dilakukan oleh Sist dan Saridan (1998) di KHDTK Labanan, Kabupaten Berau dalam bentuk petak ukur permanen sebanyak 12 plot

Adanya korelasi positif antara kedua variabel tersebut menunjukan bahwa anggota gerakan pemuda hijrah mampu mengatur tingkah lakunya sesuai dengan yang diperintahkan

Data-data pada Aplikasi Pusat Data merupakan pengembangan dari Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD) yang kemudian kami kelompokan menjadi Data: Indikator Kinerja Pemerintah

Apabila spesifikasi khusus tersebut berupa teknologi yang baru dan tidak menambahkan atau terkait dengan seksi pekerjaan yang telah ada, maka nomor seksi pekerjaan

Pada proses ekstraksi silika dari kaolin yang dipelajari oleh Bakri [4] dilakukan teknik refluk pada temperatur 100 0 C selama 4 jam menggunakan akuaregia, sedangkan Affandi