Jurnal Pendidikan ”Jendela Pengetahuan” Vol ke-4, Cetakan ke-9 19 Abstrak: Model pembelajaran student
facilitator and explaining merupakan model pembelajaran dengan pemanfaatan siswa yang mempunyai keistimewaan, kepandaian, dan kecakapan di dalam kelas untuk membantu, memberi penjelasan, bimbingan, dan arahan kepada siswa yang kurang atau lambat dalam menerima pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining dapat dikatakan efektif dalam mencapai kompetensi belajar siswa.
Kata-kata kunci: Model
pembelajaran, student
facilitator and explaining,
kompetensi belajar.
PENDAHULUAN
Pembelajaran yang
menyenangkan adalah pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan dan karakt
eristik siswa dan membimbing aktivitas siswa, artinya janganlah hanya guru yang aktif/memonopoli aktivitas kelas. Dalam pembelajaran yang berorientasi
pada kemampuan siswa, guru
diharapkan dapat meningkatkan
profesionalisme guna meningkatkan
kompetensi anak didiknya.
Seorang guru diharapkan
memiliki kemampuan untuk mengolah situasi dan kondisi belajar mengajar agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Dalam hal ini guru harus
dapat menggunakan model
pembelajaran yang dapat mendorong
siswa aktif membangun
pengetahuannya baik secara
perorangan maupun secara bersama-sama.
Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan kondisi belajar mengajar agar dapat berlagsung secara efektif dan efisien adalah model pembelajaran student facilitator and
explaining. Dalam uraian singkat ini
akan dijelaskan efektivitas model
pembelajaran student facilitator and
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND
EXPLAINING DALAM MENCAPAI KOMPETENSI BELAJAR SISWA
Oleh
Heppy Sapulete
Jurnal Pendidikan ”Jendela Pengetahuan” Vol ke-4, Cetakan ke-9 20 explaining dalam mencapai kompetensi
belajar siswa. Penerapan model ini siswa diajar untuk mandiri, dewasa, dan punya rasa setia kawan yang tinggi, selain itu dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan memotivasi siswa
untuk saling berinteraksi dan
berkomunikasi antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.
PEMBAHASAN
Model Pembelajaran Student
Facilitator And Explaining
Belajar yang paling baik adalah mengajarkan kepada orang lain, karena jika seorang siswa diberi tanggung jawab untuk mengajarkan suatu materi kepada siswa lain maka dengan
sendirinya siswa tersebut selalu
mengingat dan memahami materi
tesebut (Suyitno, 2004:36). Dalam penerapannya pada proses belajar mengajar di kelas, model pembelajaran
Student Facilitator And Explaining
merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa yang pandai memberikan bantuan belajar kepada siswa yang kurang pandai. Bantuan tersebut dapat diberikan baik dalam sekolah maupun di luar sekolah. Mengingat bahwa siswa
merupakan elemen pokok dalam
pengajaran yang pada akhirnya dapat mengubah tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan.
Model pembelajaran Student
Facilitator And Explaining adalah
seseorang atau beberapa orang yang
ditunjuk dan ditugaskan untuk
membantu siswa-siswa tertentu yang mengalami kesulitan belajar (Suryo,
1992:51). Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran
student facilitator and explaining
merupakan model pembelajaran
dengan pemanfaatan siswa yang
mempunyai keistimewaan, kepandaian, dan kecakapan di dalam kelas untuk
membantu, memberi penjelasan,
bimbingan, dan arahan kepada siswa
yang kurang atau lambat dalam
menerima pelajaran.
Peran teman sebaya dapat
menumbuhkan dan membangkitkan
persaingan prestasi belajar secara sehat karena siswa yang dijadikan pengajar eksistensinya diakui oleh teman sebaya. Untuk menentukan siapa yang dijadikan fasilitator dan guru
sebaya diperlukan
pertimbangan-pertimbangan sendiri, diantaranya
sebagai berikut:
1. Memiliki kepandaian lebih unggul dari pada siswa lain.
2. Memiliki kecakapan dalam
menerima pelajaran yang
disampaikan oleh guru
3. Mempunyai kesadaran untuk
membantu teman lain
4. Tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesame teman
Jurnal Pendidikan ”Jendela Pengetahuan” Vol ke-4, Cetakan ke-9 21
Kelebihan dari model
pembelajaran Student Facilitator And
Explaining adalah sebagai berikut:
1. Dalam penerapannya siswa-siswa diajarkan untuk mandiri, dewasa dan punya rasa setia kawan.
2. Adanya suasana hubungan yang lebih dekat dan akrab antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. 3. Dapat meningkatkan rasa tanggung
jawab dan percaya diri.
Model pembelajaran Student
Facilitator And Explaining merupakan
model pembelajaran yang dapat
membantu siswa-siswa untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi serta membangkitkan minat belajar siswa
untuk menyampaikan ide-ide atau
gagasan-gagasan mereka.
Sintaks Model Pembelajaran Student
Facilitator And Explaining
Fase-Fase Perilaku Guru
Jurnal Pendidikan ”Jendela Pengetahuan” Vol ke-4, Cetakan ke-9 22 Teori-Teori Belajar Yang Mendukung
Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining.
1. Teori Belajar Piaget
Pendapat piaget mengenai
perkembangan proses belajar pada anak-anak adalah sebagai berikut:
a) Anak mempunyai struktur mental yang berbeda dengan orang dewasa.
b) Perkembangan mental pada
anak melalui tahap-tahap
tertentu, menurut suatu urutan yang sama bagi semua anak.
c) Walaupun berlangsungnya
tahap-tahap perkembangan itu melalui suatu urutan tertentu, tetapi jangka waktu untuk berlatih dari satu tahap ke tahap yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak.
d) Perkembangan mental anak
dipengaruhi oleh beberapa
factor, seperti: pengalaman,
interaksi social, equilibration
(proses dari factor-faktor di atas
bersama-sama untuk
membangun dan memperbaiki struktur mental).
e) Ada tiga tahap perkembangan, yaitu:
1) berpikir secara intuitif ± 4 tahun.
2) beroperasi secara konkret ± 7 tahun.
3) beroperasi secara formal ± 11 tahun
2. Teori Belajar Gestalt
Prinsip belajar menurut Gestalt: a) Belajar berdasarkan keseluruhan
(menghubungkan suatu pelajaran
dengan pelajaran yang lain
sebanyak mungkin)
b) Belajar adalah suatu proses perkembangan (manusia sebagai
suatu organism yang
berkembang, kesediaan
mempelajari sesuatu tidak hanya ditentukan oleh kematangan jiwa
batiniah, tetapi juga
pekembangan karena lingkungan dan pengalaman)
c) Siswa sebagai organism
keseluruhan (siswa belajar tak hanya inteleknya saja, tetapi juga emosional dan jasmaniahnya) d) Terjadi transfer (jika dalam suatu
kemampuan telah dikuasai maka
dapat dipindahkan untuk
kemampuan yang lain)
e) Belajar adalah reorganisasi
pengalaman (pengalaman adalah suatu interaksi antara seseorang dengan lingkungannya)
f) Belajar harus dengan insight
(saat dalam proses belajar
dimana seseorang melihat
Jurnal Pendidikan ”Jendela Pengetahuan” Vol ke-4, Cetakan ke-9 23
g) Belajar lebih berhasil bila
berhubungan dengan minat,
keinginan dan tujuan siswa.
h) Belajar berlangsung
terus-menerus.
(slameto, 2010:9)
Hasil penelitian dengan
menerapkan Model Pembelajaran
Student Facilitator And Explaining pada
siswa kelas XI SMU Persiapan Passo yang diteliti oleh Vanath. D di tahun 2009 memperoleh hasil sebagai berikut:
Kualifikasi presentase pencapaian siswa pada tes awal
Interv al Frekue nsi Presenta se (%) Kualifikasi 85% - 100% 75% - 84% 65% - 74% <65% - - 3 22 - - 12 88 Sangat baik Baik Cukup Kurang/ga gal
Kualifikasi presentase pencapaian siswa pada tes formatif
Interv al Frekue nsi Presenta se (%) Kualifikasi 85% - 100% 75% - 84% 65% - 74% <65% 14 10 - 1 56 40 - 4 Sangat baik Baik Cukup Kurang/ga gal
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kualifikasi presentase
pencapaian siswa pada tes awal dimana belum dilaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator
and explaining berada pada kualifikasi
cukup (12%) dan kurang/ gagal (88%). Setelah dilaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan model pembelajaran student facilitator and
explaining maka diperoleh kualifikasi
Jurnal Pendidikan ”Jendela Pengetahuan” Vol ke-4, Cetakan ke-9 24
akhir/formatif berada pada kualifikasi sangat baik (56%), baik (40%) dan kurang/gagal (4%).
Efektif tidaknya suatu proses pembelajaran dapat ditentukan dengan uji-t. dalam penelitian yang dilakukan oleh Vanath. D diperoleh nilai thitung = 15,61 > ttabel =2,060 dengan taraf signifikan 5%. Karena thitung nilainya positif jauh lebih besar dari ttabel maka
dapat disimpulkan bahwa ada
perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes formatif. Dengan demikian
kegiatan belajar mengajar dengan
menggunakan model pembelajaran
student facilitator and explaining dapat
dikatakan efektif dalam mencapai
kompetensi belajar siswa.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan
pembahasan, maka beberapa
kesimpulan dapat dikemukakan sebagai berikut.
(1) Model pembelajaran Student
Facilitator And Explaining
merupakan model pembelajaran
yang dapat membantu siswa-siswa
untuk saling berinteraksi dan
berkomunikasi serta membangkitkan
minat belajar siswa untuk
menyampaikan ide-ide atau
gagasan-gagasan mereka.
(2) Langkah-langkah pembelajaran
pada model student facilitator and
explaining membuat siswa merasa
bertanggung jawab untuk
mengerti/memahami materi, juga bertanggung jawab sebagai tutor untuk temannya dalam menjelaskan materi. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Driver dan Oldan (Suparno, 1997:69) bahwa
siswa dibantu untuk
mengungkapkan ide/gagasan
dengan cara berinteraksi antar
sesama teman dalam proses belajar
mengajar akan menghasilkan
ide/gagasan baru yang dapat
menambah pengetahuan dan
pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
(3) Berdasarkan hasil penelitian
diperoleh bahwa kegiatan belajar
mengajar dengan menggunakan
model pembelajaran student
facilitator and explaining dapat dikatakan efektif dalam mencapai kompetensi belajar siswa.
SUMBER RUJUKAN
Slameto. 2010. Belajar dan
Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Suparno, P. 1997. Fisalfat
Konstruktivisme Dalam Pendidikan. Bandung: Sinar
Jurnal Pendidikan ”Jendela Pengetahuan” Vol ke-4, Cetakan ke-9 25
Vanath. D. 2009. Efektivitas
Penggunaan model
pembelajaran student facilitator
and explaining Untuk Mencapai
Kompetensi Fisika Materi
Hukum I Termodinamika Dan Siklus Carnot Pada Siswa
Kelas XI SMU Persiapan
Passo. Skripsi Pada Prodi
Pend. Fisika-FKIP Unpatti