• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS THD PUTUSAN PN NO. 1751/PID.B/2012/PN.JKT.PST TTG PENERAPAN KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI VERBALISAN THD KET PSL112 JO. PSL114 UU NO.35 THN2009 DIKAITKAN DGN PRINSIP UNUS TESTIS NULLUS TESTIS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI KASUS THD PUTUSAN PN NO. 1751/PID.B/2012/PN.JKT.PST TTG PENERAPAN KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI VERBALISAN THD KET PSL112 JO. PSL114 UU NO.35 THN2009 DIKAITKAN DGN PRINSIP UNUS TESTIS NULLUS TESTIS."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan alat bukti petunjuk oleh hakim didasarkan pada Pasal 188 ayat (2) KUHAP yaitu alat bukti petunjuk hanya dapat diperoleh dari keterangan saksi, surat dan

pasal 1 angka 27 KUHAP adalah suatu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan

5 (lima) macam alat bukti yang sah menurut undang-undang yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.Oleh karena rekam medis

Perihal batasan keterangan saksi secara eksplisit Pasal 1 angka 27 KUHAP menentukan, bahwa keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang

1) Pengaturan alat bukti dalam hukum positif diatur pada Pasal 184 Undang- Undang Nomor 8 tahun 1981 Tentang Kitab Hukum Acara Pidana yaitu keterangan saksi, keterangan

Visum Et Repertum termasuk alat bukti surat, sebab merupakan keterangan ahli yang diberikan secara tertulis, sebagaimana diatur dalam Pasal 187 KUHAP butir c yang berbunyi “Surat