ISBN: 978-602-72412-0-6
Manfaat Pemberian Berbagai Macam Bahan Alam terhadap Waktu
Penyembuhan Luka Luar pada Tubuh Mencit
Fajar Jaharia Sari, Ria Wahyuningsih, Fatikhatul Yuli Munawaroh
Universitas Ahmad Dahlan
J l. Prof. Dr. Soepomo, S.H., Janturan, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta 55164
Abstrak
Berbagai macam bahan alam dapat menyembuhkan luka luar pada tubuh mencit. Tujuan penulisan artikel ini untuk memberikan informasi pengaruh pemberian bahan alam terhadap penyembuhan luka luar pada tubuh mencit dengan menggunakan bahan alam antara lain: ekstrak daun muda Carica papaya, madu khaula, getah jarak cina (Jatropha multifida L.), ekstrak batang pohon pisang ambon, dan gel lidah buaya (Aloe vera L.). Artikel ini mengkaji penelitian-penelitian tentang penggunaan berbagai bahan tersebut. Berdasarkan data penelitian-penelitian menunjukkan hasil bahwa regenerasi epidermis paling tebal dan waktu paling cepat dalam proses penyembuahan luka menggunakan bahan alam yaitu Aloe vera. Waktu yang paling cepat untuk penyembuhan luka terdapat pada Jatropha multifida L. Reepitalisasi epidermis pada bahan alam batang pohon pisang ambon memiliki hasil yang relatif sama dengan obat komersial.
Kata kunci : luka luar, mencit, bahan alam, waktu penyembuhan luka
I. PENDAHULUAN
Indonesia memiliki jutaan spesies tanaman yang memiliki khasiat yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik. Penggunaan tanaman maupun bahan alami sebagai obat tradisional telah lama dilakukan dan merupakan tradisi yang diturunkan turun temurun dari nenek moyang suatu bangsa. Penggunaan bahan alami atau herbal, baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat terlebih dengan adanya semangat back to nature dari kalangan masyarakat sendiri. Obat herbal atau disebut juga obat tradisional banyak digunakan masyarakat saat ini dikarenakan tumbuhan herbal atau obat dapat diperoleh disekitar rumah. Masyarakat sekarang beranggapan bahwa penggunaan tanaman obat herbal relatif lebih aman dan murah dibandingkan dengan obat dipasaran.
ekstrak daun muda Carica papaya, madu khaula, getah jarak cina (Jatropha multifida L.), dan ekstrak batang pohon pisang ambon. Berdasarkan latar belakang diatas, review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi pengaruh pemberian berbagai macam bahan alam terhadap regenerasi epidermis, waktu penutupan luka sempurna dan reepitalisasi epidermis pada penyembuhan luka luar pada mencit.
II.HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Atik dan Januarsih (2007) menggunakan Aloe vera dan pada tahun 2010 menggunakan madu khaula, ALEC 10% dan Gel solcoseryl (perlakuan kontrol) dapat dilihat perbandingan regenerasi epitel pada diagram batang dibawah ini :
Gambar 1. Diagram batang perbedaan rata-rata regenerasi epidermis
Diagram batang di atas dapat dilihat bahwa Aloe vera memiliki ketebalan yang paling tebal. Penelitian yang dilakukan menggunakan Aloe vera selama 5 hari menghasilkan ketebalan epidermis 11,17 (𝜇𝑚), sedangkan pada madu khaula, ALEC 10% dan gel solsocoseryl dilakukan selama 10 hari menghasilkan ketebalan epidermis berturut-turut yaitu : 2,67; 2,19; dan 1,96 (𝜇𝑚). Dilihat dari hari pengamatan dan ketebalan epidermis pada perlakuan Aloe vera, hari yang dibutuhkan lebih cepat dan memiliki ketebalan yang paling banyak. Hal ini dapat dikaitkan dengan kandungan yang terdapat pada Aloe vera yaitu mengandung banyak zat-zat aktif yang sangat bermanfaat dalam mempercepat penyembuhan luka karena mengandung glukomanan, lignin, vitamin A, vitamin c dan asam amino yang sangat penting untuk regenerasi sel-sel. Aloe vera memiliki kandungan glikoprotein G1G1M1DI2 yang menstimulasi poliferasi keratinosit, migrasi, dan pembentukkan epidermis yang berlanjut ke penyembuhan luka, dan menstimulasi
0 2 4 6 8 10 12
ISBN: 978-602-72412-0-6
factor pertumbuhan epidermis, meningkatkan fungsi fibroblast dan pembentukkan pembuluh darah baru sehingga dapat mempercepat penyembuhan dan penutupan luka.
Pada keempat bahan alam yang digunakan dapat menyembuhan luka luar pada mencit, tetapi presentase keberhasilan berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan karena kandungan yang terdapat pada keempat bahan alam. Madu khaula memiliki kandungan glukosa, enzim glukosa oksidase, antioksidan (katalase dan falfonoid), serta efek hiperosmotik alami dari madu dapat mempercepat penyembuhan luka sayat pada mencit. ALEC 10% merupakan ekstrak dari daun muda Carica papaya yang dibuat menjadi gel dengan menggunakan air dengan perbandingan 1:20. Carica papaya memiliki kandungan yang penting bagi tubuh antara lain vitamin C dan vitamin E serta betakaroten yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas hasil fagositosis neotrofil terhadap debris dan bakteri pada proses penyembuhan luka. Gel selcoseryl sebagai control mempercepat penyembuhan luka dengan cara memperbaiki jaringan melalui penggunaan oksigen secara optimal.
Pada penelitian yang dilakukan Dewiyanti dkk (2009) menggunakan getah jarak cina
(Jatropha multifida L.) terhadap penyembuhan luka dapat dilihat pada diagram dibawah ini :
Gambar 2. Diagram Lingkaran rerata waktu (hari) penutupan luka dengan sempurna
Berdasarkan diagram diatas menunjukkan hasil rerata waktu penutupan luka dengan sempurna pada kontrol negatif, povidone iodine 10%, dan Jatropha multifida L. berturut-turut yaitu : 6,80; 6,83; 5,83. Jatropha multifida L. menunjukkan rerata waktu paling efektif dibandingkan perlakuan control negative dan povidone iodine.
Povidone iodine 10% memberikan hasil yang lebih lama dari pada kelompok kontrol negatif dan Jatropha multifida L. Hal ini disebabkan pada kelompok povidone iodine 10% terdapat 1 ekor mencit yang penyembuhan lukanya paling lama yaitu 9 hari, karena beberapa faktor antara lain : infeksi, kurangnya suplay darah ke daerah luka dan terlalu banyak pergerakan pada bagian tubuh yang mengalami luka. Perlakuan pada kontrol negatif yaitu mencit tidak diberi perlakuan apapun, luka dibiarkan sembuh dengan sendirinya dengan waktu yang
Diagram Lingkaran
Kontrol negatif
Povidone iodine 10%
Jatropha multifida L. 5,83
6,80
saponin, flafonoid, dan tannin. Saponin adalah senyawa yang terkandung di dalam getah dari tanaman Jatropha multifida yang berkhasiat untuk memacu pembentukan kolagen, yaitu protein struktur yang berperan dalam proses 3 penyembuhan luka. Saponin juga mempunyai kemampuan sebagai pembersih sehingga efektif untuk penyembuh luka terbuka.
Pada penelitian Prasetyo dkk (2010) tentang gel ekstrak batang pohon pisang ambon dalam proses penyambuhan luka pada mencit dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 1. Nilai rata-rata persentase re-epitelisasi
Pada tabel diatas dapat dilihat perbedaan yang mencolok antara kelompok perlakuan (kelompok yang diberi obat komersil dan gel ekstrak batang pisang pohon pisang ambon) dengan kontrol terlihat pada hari ke-7. Hal ini memperlihatkan bahwa gel ekstrak batang pisang mempunyai kemampuan yang relatif sama dengan obat komersial untuk meningkatkan reepitalisasi epidermis, sehingga luka luar lebih cepat tertutup. Penyembuhan luka sangat dipngaruhi oleh reepitalisasi, karena semakin cepat proses reepitalisasi semakin cepat pula luka tertutup sehingga semakin cepat penyembuhan luka. Kecepatan penyembuhan luka dapat dipengaruhi dari zat-zat yang terdapat dalam obat yang diberikan, jika obat tersebut mempunyai kemampuan untuk meningkatkan penyembuhan dengan cara merangsang lebih cepat pertumbuhan sel-sel baru pada kulit.
Batang pohon pisang ambon memiliki bahan aktif diantaranya saponin, antrakuinon, kuinon yang dapat menghilangkan rasa sakit, merangsang pembentukkan sel-sel baru pada kulit. Kandungan lignin pada batang pisang ambon membantu peresapan senyawa pada kulit sehingga dapat digunakan untuk mengobati luka memar, luka bakar, bekas gigitan serangga, dan sebagai anti radang.
III. KESIMPULAN
ISBN: 978-602-72412-0-6
IV. DAFTAR PUSTAKA
Atik, Nur dan Januarsih Iwan A. R.2009. “Perbedaan Efek Pemberian Topikal Gel Lidah Buaya (Aloe vera L.) dengan Solusio Povidone Iodine Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Kulit Mencit (Mus musculus)”. Vol. No. 188. Bandung : Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.
Dewiyanti, Alvina, Hana Ratnawati dan Sugiarto Uradisastra. 2009. “Perbandingan Pengaruh Ozon, Getah Jarak Cina (Jatropha multifida L.), dan Pavidone Iodine 10% Terhadap Waktu Penyembuhan Luka pada Mencit Betina Galur Swiss Webster”. Vol. 8 No. 2. Bandung : Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha.
Januarsih, Iwan A. R. dan Nur Atik. 2010. “Perbandingan Pemberian Topikal Aqueous Leaf Extrac of
Carica Papaya (ALEC) dan Madu Khaula Terhadap Percepatan Penyembuhan Luka Sayat pada Kulit Mencit (Mus musculus)”. Vol. 42. No. 2. Bandung : Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.
Prasetyo, Bayu Febram, Ietje Wientarsih dan Bambang Pontjo Priosoeryanto. 2010. “Aktivitas Sediaan Gel Ekstrak Batang Pohon Pisang Ambon dalam Proses Penyembuhan Luka pada Mencit”.
Jurnal Veternier. Vol. 11. No. 2. Bogor : Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.