ARTIKEL ILMIAH
PENGGUNAAN ALAT – ALAT PRAKTIKUM
SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
OLEH: KASIM, S.Pd
KEPALA SDN 04 PAMUTIH KECAMATAN ULUJAMI, PEMALANG
PENGGUNAAN ALAT – ALAT PRAKTIKUM
SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Kasim
SD Negeri 04 Pamutih Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang E-mail: [email protected]
Abstract
A lot of student assuming that subject IPA is boring and difficult lesson, so that student often find difficulties in concept domination. This matter is proven from lowering value which they obtain;get the this research target is to improve the result learn the student of subject IPA specially at sub conception the nutrious foot. Method used that is with the use of physic appliance as its instruction media. Result of research of cycle I obtained a mean assess 5,21 and cycle of II mean assess 6,88 so that have matching with expected that is mean asses more than 6,00. This research conclude that use of physic appliance as media learn the IPA can improve the result learn the student at sub conception the nutious food.
Keyword: Physic Appliance as instruction media, result of learning PENDAHULUAN
pembelajaran agar siswa benar-benar dapat menguasai konsep yang diajarkan guru.
Penggunaan alat – alat praktikum sebagai salah satu media pembelajaran untuk menjelaskan sub konsep makanan bergizi diharapkan dapat memudahkan siswa dalam mengingat dan memahami materi yang diajarkan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Ada beberapa alasan, mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa (Sudjana, 1989). Pertama berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain yaitu pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat lebih dipahami siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik. Kedua berkenaan dengan taraf berpikir siswa. Taraf berpikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berpikir kongkret menuju ke berpikir abstrak, dimulai dari berikir sederhana menuju ke perpikir kompleks. Penggunaan media pengajaran erat kaitannya dengan tahapan berpikir tersebut sebab melalui media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikongkretkan dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan.
makanan dan kesehatan dengan sub konseb makanan bergizi karena sangat sesuai dengan materi yang kami ajarkan. Dengan penggunaan alat – alat praktikum tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar.
METODE
Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 02 Ketapang Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang semester I tahun pelajaran 2004/2005 dengan jumlah siswa 33 anak. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi.
setiap siklusnya sampai tujuan yang ingin diharapkan tercapai yaitu meningkatkan hasil belajar siswa.
Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi kegiatan saat kegiatan belajar mengajar dan lembar soal sebagai alat penilaian. Data yang dianalisis yaitu hasil tes siswa dengan perhitungan kuantitatif.
Penggunaan alat – alat praktikum sebagai media pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 02 Ketapang Ulujami Pemalang tahun pelajaran 2004/2005 untuk sub konsep makanan bergizi dengan rata-rata nilai lebih dari 6,00.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian diperoleh data tentang hasil belajar siswa. Dari hasil evaluasi siklus I dari 33 siswa diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 1. Frekuensi hasil belajar pada siklus I
Rata-rata nilai pada siklus I masih belum sesuai dengan yang diharapkan dalam indikator keberhasilan. Untuk itu dilanjutkan pengajaran untuk siklus II.
Hasil evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Frekuensi hasil belajar siklus II
Nilai (x) Frekuensi (f) F(x)
Rata-rata nilai sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu lebih dari 6,00. Jadi penelitian hanya berhenti pada siklus II.
Dari data pada tabel 1 dan tabel 2 dapat dibuat data kesimpulan perolehan nilai sebagai berikut:
Tabel 3. Rekapitulasi hasil evaluasi
Pada siklus I terlihat bahwa siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 6,00 ada 18 siswa dan yang mendapat mendapatkan nilai 6,00 ke atas ada 15 siswa, sehingga rata-rata nilai masih rendah yaitu 5,21 dan belum sesuai dengan yang diharapkan peneliti. Tetapi pada siklus II jelas sekali terlihat kanaikannya. Semua siswa sudah mendapatkan nilai 6,00 ke atas dan rata-rata nilai sudah mencapai lebih dari 6,00 yaitu 6,88.
Pembahasan
Kegiatan pembelajaran pada siklus I, anak sangat fasif, motifasi belajar sangat kurang sehingga hasil tes di akhir siklus I menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Hal ini terlihat dari persentase siswa yang belum menguasai konsep dengan baik ada 54,55% atau dapat dikatakan ada 18 siswa (dari 33 siswa) yang masih memperoleh nilai kuarang dari 6,00. Ketidakberhasilan tersebut karena penggunaan metode demonstrasi yang kurang sempurna, siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran dan juga motivasi belajar siswa masih kurang. Contohnya pada saat guru mengajar banyak siswa yang bicara sendiri, ramai membicarakan hal – hal lain, bahkan ada yang bermain dengan alat permainannya sendiri.
sangat siknifikan yaitu mencapai rata-rata 6,88. Jadi sudah sesuai dengan rata-rata nilai yang diharapkan. Keberhasilan pembelajaran ini dikarenakan aktifitas siswa yang sudah meningkat dan motivasi belajar siswa yang sangat besar seperti gambaran di atas. Ternyata penggunaan alat –alat praktikum, bahan penguji, dan bahan – bahan yang diuji pada pembelajaran tersebut mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap semangat belajar anak dan hasil belajar anak.
Gambaran mengenai suasana kelas selama siklus I dan siklus II berdasarkan hasil penelitian observer menunjukkan perbedaan yang sangat terasa. Pada sikus I pembelajaran tidak berlangsung secara maksimal dikarenakan alat peraga praktikum yang belum memadai, sehingga pengajaran kurang memuaskan. Tetapi pada siklus II terjadi peningkatan yang sangat baik antara lain kegiatan belajar mengajar lebih hidup sehingga aktivitas siswa lebih agresif.
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menyimpulkan bahwa penggunaan alat peraga sebagai media pembelajaran IPA dapat meningkatakan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 02 Ketapang Ulujami Pemalang tahun pelajaran 2004/2005 pada sub konsep makanan bergizi.
Saran
Karena ketepatan pemilihan media pembelajaran sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran itu sendiri, meskipun tidak mutlak. Tetapi media pembelajaran tersebut sangat mempengaruhi semangat dan hasil akhir dari sebuah pembelajaran. Disamping itu pembelajaran tidak bersifat verbalisme lagi dan mengarah pada praktisisme yang berorientasi pada logika yang masuk diakal pikiran manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Hadiat. 1997. Alam Sekitar Kita 3. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Haryanto. 2000. Ilmu Pengetahuan Alam untuk Sekolah Dasar Kelas V. Jakarta: Erlangga.
Wilarso, Joko.2002. Biologi. Surakarta: PT. Pabelan.
PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG UNIT PENGELOLA PENDIDIKAN KEC. ULUJAMI
SD NEGERI 01 MOJO
SURAT KETERANGAN Nomor : 421.1 / 32 / 2011
Kepala SD Negeri 01 Mojo Kec. Ulujami, Kab Pemalang menerangkan bahwa :
Nama : KASIM,S.Pd.SD
NIP : 19690403 199903 1 004 Tempat Tanggal lahir : Boyolali, 3 April 1969. Pangkat, Golongan Ruang : Penata, III/C
Jabatan : Guru Kelas VI SDN 01 Mojo.
Alamat : Desa Mojo RT/RW : 01 / 004 Ulujami Pemalang 52371.
Telah membuat Artikel Ilmiah Konseptual yang diselenggarakan oleh MGMP Fisika SMP se Kabupaten Pemalang di SMPN 2 Pemalang pada tanggal 15 – 29 Juli 2011 guna meningkatkan profesionalitas guru dalam bidang jurnalistik, dengan judul :
PENGGUNAAN ALAT – ALAT PRAKTIKUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Demikian Surat Keterangan ini kami buat dengan sesungguhnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Mojo, 29 Juli 2011 Kepala Sekolah,