Kata Pengantar
Segala puji dan syukur kami haturkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat dan petunjuk dari-Nya kami dapat menyelesaikan penulisan buku ini
sebagai tugas dari mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi.
Kami mengangkat tema peran perempuan (khususnya ibu rumah tangga)
dalam merintis dan menjalankan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Kami mengangkat tema tersebut karena menurut kami semua orang, profesi
apapun, berhak dan pantas untuk mulai berwirausaha. Khususnya bagi ibu rumah
tangga, untuk membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangganya. Jadi
kami berharap agar perempuan (khususnya ibu rumah tangga) mulai melirik
wirausaha sebagai upaya menambah penghasilan rumah tangga.
Kami sadar, dalam buku ini tentu saja banyak kesalahan-kesalahan yang
kami buat. Maka kami berharap agar pembaca memaafkan kesalahan-kesalahan
tersebut dan berkenan memberikan kritik dan saran terhadap buku kami.
Akhir kata, semoga buku ini menambah pengetahuan dan dapat
memotivasi pembaca untuk mulai berwirausaha.
Jatinangor, 15 Desember 2016
DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN ... 1
II. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENYOKONG PEREKONOMIAN KELUARGA ... 2
III. PERAN PENTING PEREMPUAN DALAM KEWIRAUSAHAAN ... 7
IV. TELAAH LEBIH DALAM USAHA KECIL MENENGAH ... 18
V. IBU RUMAH TANGGA DAN WIRAUSAHA
Kerupuk RODA-RODA Ibu Yasnita ... 21
Usaha Bed-Cover Wuland collection ... 23
1
I.
PENDAHULUAN
Latar belakang
Wanita adalah makhluk terbanyak di muka bumi. Perbandingan antara
wanita dan pria adalah satu banding dua lebih. Oleh sebab itu dengan
memberdayakan wanita maka sumber daya manusia akan bertambah tiga kali lipat.
Dan mengingat bahwa wanita juga merupakan agen exchange yang dapat
merubah tatanan dunia jika wanita tersebut menjadi manusia yang sangat luar
biasa. Wanita adalah sosok yang luar biasa jika dapat menguasai cara main
permainan politik maupun ekonomi. Karena wanita memiliki banyak
keistimewaan dan multitalent. Oleh sebab itu wajib bagi penulis untuk
mengembangkan apa yang menjadi potensi besar dalam memajukan tatanan dunia
ini.
Dalam pembahasan penelitian ini, kami akan membahas mengenai tips
and trik untuk menjadi wanita super yang dapat berdaya dan dapat mengerti
mengenai taktik ekonomi. Sebelum itu kita juga akan menyajikan tentang
keistimewaan-keistimewaan wanita sebagaimana kami katakan sebelumnya bahwa
wanita adalah orang yang memiliki potensi besar dalam perubahan tatanan dunia.
Selain itu kita akan menyajiakn studi kasus dari orang-urang yang benar
berkecimpunyan di dalam dunia prekonomian yang tengah mengusahakan
perjalanan UMKM nya.
Permasalahan yang sangat kerap terjadi di Indonesia adalah kemiskinan
dan pengangguran. Banyak wanita-wanita yang mejadi ibu rumah tangga, bekerja
2
tidak dapat dimiliki oleh semua orang. Oleh sebab itu, butuh adanya arahan dari
orang-orang yang mempunyai ilmu guna memberikan bantuan kepada wanita.
Kelebihan dalam memilih UMKM sebagai alternative yang tepat untuk usaha
yang menunjang perekonomian adalah dikarenakan wanita memiliki peran utama
sebagai ibu rumah tangga yang bertanggung jawab untuk memberikan perhatian
terhadap anak dan kepaa rumah tangga. Oleh karena itu peran kedua untuk
mencari nafkah dalam rangka membenatu perekonomian tidak harus mengganggu
peran utama wanita. Dalam menjalankan UMKM dapat dilakukan di rumah
sebagai kerja sambilan, dan pemantauan terhadapa rumah juga masih dapat
dijangkau. Berbeda dengan bekerja di luar sebagai karyawan atau buruh.
II. PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENYOKONG
PEREKONOMIAN KELUARGA
Manusia adalah kekayaan bangsa yang sesungguhnya. Tujuan utama dari
pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi
rakyatnya untuk menikmati umur panjang, sehat dan menjalankan kehidupan yang
produktif. Hal ini tampaknya merupakan suatu kenyataan sesederhana tetapi
sering terlupakan oleh berbagai kesibukan jangka pendek mengumpulkan harta
dan uang (Laporan Pembangunan Manusia, 1999). Pembangunan pemberdayaan
perempuan dilakukan untuk menunjang dan mempercepat tercapainya kualitas
hidup dan mitra kesejajaran laki-laki dan perempuan, dilaksanakan melalui
3
bergerak dalam seluruh bidang atau sektor. Kaum perempuan sudah saatnya
memanfaatkan ruang yang ada dengan sebaik-baiknya.
Upaya pemberdayaan harus dimulai dengan ketika proses belum
dikembangkan sekalipun. Pemberdayaan perempuan tidak dapat dipisahkan dari
konsep keadilan gender. Gender yang terbentuk dalam bentuk relasi sosial yang
tidak setara antara laki-laki dan perempuan, diakui atau tidak disebabkan oleh
arus nilai budaya patriarkhi (sebuah sistem nilai yang mengunggulkan
dan mempertahankan posisi kaum laki-laki di atas perempuan dalam masyarakat.
Pembangunan sosial sebagai upaya dalam mencapai peningkatan kualitas hidup
manusia, baik laki-laki dan perempuan, merupakan suatu proses yang
membutuhkan keterlibatan aktif keduanya. Pemberdayaan perempuan menjadi
suatu hal yang krusial untuk mencapai kesetaraan gender sebagai salah satu
indikator kualitas hidup manusia. Pemberdayaan perempuan yang dilakukan
dalam pembangunan sosial semestinya adalah pemberdayaan yang bersifat
mendorong kesadaran perempuan akan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.
Perempuan harus memposisikan diri sebagai agen perubahan sosial dengan
meningkatkan partisipasi dalam pembuatan keputusan, baik di tingkat individu,
keluarga, komunitas, organisasi, dan negara.
4
dasar, perluasan akses, munculnya kesadaran kritis, sehingga perempuan
kemudian terlibat dalam pergerakan/aksi, dan memiliki kontrol atas sumber daya
dan pengambilan keputusan. Sehingga, strategi pemberdayaan perempuan yang
dapat diterapkan dalam pembangunan sosial adalah sebagaimana yang dijelaskan
dalam konsep di atas, yaitu tidak hanya pada pemenuhan
kebutuhan dasar, dan keterbukaan akses, namun sampai dengan timbulnya
kesadarn kritis, aksi mobilisasi, serta memegang kontrol atas kehidupannya sendiri
dan sumber daya yang ada.
Perekonomian negara ditunjang salah satunya dari kaum perempuan. Apalagi
dengan semakin majunya tingkat pendidikan kaum wanita saat ini akan
membantu membangun perekonomian negara. Motivasi dalam menumbuhkan
hasrat berwirausaha memang pada dasarnya sangat sulit, apalagi mengingat peran
perempuan dalam keluarga sangat rumit. Dalam aspek lain, dalam melakukan
kegiatan berwirausaha dapat di dorong oleh keluarga dan kebutuhan yang
semakin hari semakin meningkat.
Lingkungan keluarga menjadi role model yang berpengaruh dalam
menumbuhkan minat berwirausaha dalam diri seseorang. Role models ini
5
sangat berpengaruh terhadap semangat individu dalam membuka usaha, karena
kita dapat berdiskusi dan berbagi cerita. Dibandingkan dengan orang lain, teman
bisa memberikan dorongan, pengertian, perhatian, bahkan bantuan, tidak perlu
takut terhadap kritikan.
Perempuan mempunyai peran ganda sebagai pencari nafkah bila mempunyai
suami yang tidak mampu memberikan pemenuhan kebutuhan secara baik.
Menurut Nursyahbani (2009) wanita di dorong untuk berpartisipasi di dalam
sektor publik, sekaligus menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga.
Keberadaan wanita sebagai penyokong kebutuhan ekonomi rumah tangga sebagai
penopang dalam membantu perekonomian keluarga sangatlah membantu dalam
proses pencapaian kesejahteraan hidup.
Menurut Sugeng Haryanto (2008), peningkatan partisipasi wanita dalam
kegiatan ekonomi karena: Pertama, adanya perubahan pandangan dan sikap
masyarakat tentang sama pentingnya pendidikan bagi kaum wanita dan pria, serta
makin disadari perlunya kaum wanita ikut berpartisipasi dalam pembangunan.
Kedua, adanya kemauan wanita untuk bermandiri dalam bidang ekonomi yaitu
berusaha membiayai kebutuhan hidupnya dari kebutuhan hidup dari orang-orang
6
Dalam model rumah tangga (Kaufman & Hotchkiss, 1999), dapat disimpulkan
bahwa:
Wanita menikah mempunyai waktu alternatif yang dapat dihabiskan dalam pasar
kerja, waktu luang, sekaligus kegiatan nonpasar (mengasuh anak atau mengurus
rumah), sedangkan pria dewasa cenderung menghabiskan sebagian besar
waktunya untuk bekerja. Dan dalam model ini dijelaskan juga adanya keputusan
bersama dalam rumah tangga dalam mengalokasikan waktu untuk bekerja dan
untuk waktu luang.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Wanita.
1. Upah/ Pendapatan
2. Pendapatan Kepala Keluarga (Suami)
3. Usia
4. Tingkat Pendidikan
5. Jumlah Anak Balita
7
III. PERAN PENTING PEREMPUAN DALAM KEWIRAUSAHAAN
Wirausaha perempuan telah menunjukkan geliatnya dalam pembangunan
ekonomi Indonesia. Wirausaha perempuan merupakan kelompok yang proaktif
dalam peningkatan kesejahteraan paling tidak di keluarganya. Mereka merupakan
kelompok yang aktif karena berani mengambil inisiatif dalam pengembangan
ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan keluarga. Selain itu, wirausaha
perempuan cenderung lebih profesional.
Perempuan wirausaha juga dinilai lebih bertanggung jawab dan profesional dalam
mengelola keuangan. Pemerintah maupun perbankan pun telah mendukung para
wirausahawan dan wirausahawati melalui pemberian akses keuangan. Akses
tersebut diharapkan dapat memberi kesempatan bagi para wirausaha dalam
mengembangkan usahanya. Pemerintah juga mendorong perluasan kesempatan
kerja bagi perempuan terutama wirausaha karena mayoritas pelaku UKM saat ini
adalah perempuan. Pemerintah terus mendorong perkembangan wirausaha yang
dikelola kaum perempuan karena mempunyai nilai strategis dalam mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan dan kesempatan
kerja baru serta menopang perekonomian negara. Apalagi, sekitar 60% UMKM
adalah perempuan sehingga peranan perempuan sebagai pelaku wirausaha harus
8
Pemberdayaan perempuan juga dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Kemenakertrans). Menakertrans, Muhaimin Iskandar,
mengungkapkan bentuk dukungan itu antara lain dengan melakukan
penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) tentang Perluasan
Kesempatan Kerja dan Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Kerja Melalui Gerakan
Perempuan Mandiri di Negeri Sendiri dengan dua kementerian lain yaitu
Kementerian KUKM serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak.
Berwirausaha juga mendorong kaum hawa untuk mewujudkan cita-cita
kesetaraan gender. Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh
perempuan. Lihat, banyak jenis pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan yang
bermotivasi tinggi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ada perempuan yang
menjadi sopir bus, kondektur, tukang parkir, tukang tambal ban, dan lain-lain.
Bahkan, petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) yang semula
didominasi laki-laki, saat ini melibatkan perempuan sebagai operator.
Jumlah perempuan yang menjadi pemilik usaha pun beberapa tahun
9
baik swasta maupun pemerintah, yang aktif memberikan penghargaan bagi para
perempuan wirausaha.
Perkembangan kewirausahaan tidak dapat lepas dari peran perempuan.
Perempuan berpotensi melakukan berbagai kegiatan produktif sebagai katup
penyelamat bagi perekonomian keluarga, bahkan negara.
Perempuan mempunyai kontribusi menambah jumlah wirausaha, memajukan
bangsa ini. Sosiolog David McClelland menyebutkan salah satu syarat bangsa
yang maju adalah minimum 2% dari jumlah penduduknya menjadi
wirausahawan. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM),
saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia baru 1,65% dari jumlah penduduk,
sedangkan Singapura 7%, Malaysia 5%, dan Thailand 3%. Data Ikatan Wanita
Pengusaha Indonesia (Iwapi) menunjukkan dari jumlah wirausahawan di sektor
UKM sekitar 54 juta, 60% di antaranya perempuan. Angka itu membuktikan
peran penting kaum perempuan dalam kewirausahaan, terutama di sektor UKM
sudah signifikan dan perlu terus ditingkatkan.
Perempuan lebih memilih bisnis yang berada pada lingkup keseharian,
menggunakan perasaan, cenderung personal, bahkan melakukan aktivitas usaha
10
perempuan berbisnis bukan untuk memperkaya diri, melainkan kesenangan hati
dan minat pribadi. Pola pikir perempuan itu mengacu pada konsep suka
bersosialisasi, serta lebih dominan perasaan daripada rasional. Secara psikologis,
perempuan yang berwirausaha akan memiliki intuisi atau naluri yang lebih
cermat, pandai mengantisipasi masa depan, menjaga keharmonisan, terampil
mengatur waktu, dan memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam rumah
tangga. Kondisi itu tentu bisa menjadi potensi yang positif atau negatif bagi
perempuan.
Dibutuhkan kemampuan dan kecerdasan mental untuk mampu mengelola diri
dalam berwirausaha. Wirausaha bisa menjadi sarana bagi perempuan untuk
memperbaiki diri, mental, dan pola pikir. Dapat disimpulkan, berwirausaha
memberi peluang kepada perempuan untuk melakukan banyak perbuatan baik
bagi dirinya, keluarga, maupun orang di sekitarnya. Tidak mengherankan,
perempuan memilih jenis usaha yang bisa disambi. Di sela-sela waktu mengurus
anak dan suami, ibu rumah tangga menghasilkan pendapatan yang sangat berarti,
baik bagi dirinya sendiri maupun keluarga. Perempuan yang berwirausaha juga
bisa menjadi contoh positif bagi anak-anaknya mengenai aktualisasi diri,
11
berwirausaha juga menunjukkan aktualisasi diri positif sebagai pendamping suami
yang mampu mengelola keseimbangan antara peran sebagai istri dan pebisnis.
Jadi, perempuan sudah seharusnya membekali diri dengan semangat untuk
terus belajar. Mengikuti perkembangan teknologi, meningkatkan pendidikan, baik
formal maupun nonformal, serta menambah pengetahuan dan keterampilan
supaya mampu menjalankan peran ganda tersebut.
a. Faktor yang menunjang wanita Wirausaha yaitu:
1. Naluri kewanitaan yang bekerja lebih cermat, pandai mengantisipasi masa
depan, menjaga keharmonisan, kerja sama dalam rumah tangga dapat
diterapkan dalam kehidupan usaha.
2. Mendidik anggota keluarga agar berhasil dikemudian hari, dapat
dikembangkan dalam personel Manajement Perusahaan.
3. Faktor adat istiadat, contohnya di bali dan sumatra barat, dimana wanita
memegang peranandalam mengatur ekonomi rumah tangga.
4. Lingkungan kebutuhan hidup seperti jahit menjahit, menyulam, membuat
kue, aneka masakan, kosmetika, mendorong lahirnya wanita pengusaha
12
5. Majunya dunia pendidikan wanita sangat mendorong perkembangan
wanita karir, menjadi pegawai, atau membuka usaha sendiri dalam
berbagai bidang usaha.
b. Faktor yang menghambat wanita Wirausaha yaitu:
- Faktor kewanitaan, dimana sebagai ibu rumah tangga ada masa
hamil, menyusui, tentu agak menganggu jalanya bisnis. Hal ini
dapat diatasi dengan dengan mendelegasikan wewenang atau
tugas kepada karyawan lain. Tentunya pendelegasian ini
mempunyai keuntungan dan kerugian.jalannya perusahaan tidak
akan persis sama bila dipimpin oleh pemilik sendiri, jadi ada dua
kemungkinan, lebih baek atau lebih buruk.
- Faktor sosial budaya, adat istiadat, wanita sebagai ibu rumah
tangga bertanggung jawab penuh dalam urusan rumah tangga,
bila anak atau suami sakit, ia harus memberi perhatian penuh,
dan ini akan mengganggu aktivitas usahanya. Jalannya bisnis yang
dilakukan oleh wanita tidak sebebas yang dilakukan oleh laki laki.
- Faktor emosional yang dimiliki wanita, disamping menguntungkan
13
karena ada faktor emosional, maka keputusan yang diambil akan
kehilangan rasionalitasnya. Juga dalam memimpin karyawan,
muncul elemen2x emosional yang mempengaruhi hubungan
dengan karyawan pria atau wanita yang tidak rasional lagi.
- Sifat pandai, cekatan, hemat dalam mengatur keuangan rumah
tangga, akan mempengaruhi terhadap keuangan perusahaan.
Kadang kadang wanita pengusaha agak sulit dalam mengeluarkan
uang, dan harga – harga dipasang agak tinggi. Kebiasaan kaum
ibu ialah bila mau membeli ia menawar rendah skali tapi bila
menjual ingin tinggi.
c. Perbadaan Wanita Wirausaha dan Pria Wirausaha
1. Wanita Pengusaha dimotivasi untuk membuka bisnis karena ingin
berprestasi dan adanya frustasi dalam pekerjaan sebelumnya, dia
merasa terkekang karna tidak dapat menampilkan kebolehannya dan
mengembangkan bakat2x yang ada pada dirinya
2. Dalam hal permodalan bisnis pria pengusaha lebih leluasa
memperoleh sumber modal sedangkan wanita memperoleh modal dari
14
wanita pengusaha memperoleh pinjaman perbankan dibandingan
kaum pria.
3. Mengenai karakteristik kepribadian wanita pengusaha mempunyai sifat
toleransi dan flexible, realistic dan kreatif, antusias dan enerjik dan
mampu berhubungan dengan lingkungan masyarakat dan memiliki
medium level of self confidence, kaum pria self confidence-nya lebih
tinggi dari kebanyakan wanita.
4. Usia memulai usaha pria rata-rata umur 25-35, sedangkan wanita di
berusia 35-45.
5. Kerabat yang menunjang pada pengusaha wanita adalah keluarganya,
suami, organisasi wanita dan kelompok kelompok sepergaulannya.
6. Bentuk bisnis yang dibuka pada pria pengusaha lebih banyak
ragamnya akan tetapi pada wanita pengusaha kebanyakan
berhubungan bisnis jasa, pendidikan, konsultan, dan public relation.
d. Sifat–sifat yang perlu dimiliki Wirausaha
1. Kepercayaan :
Keteguhan
15
Optimisme
2. Berorientasikan tugas dan hasil:
Kebutuhan atau haus akan prestasi
Berorientasi laba atau hasil
Tekun dan tabah
Tekad, kerja keras, motivasi
Energik dan penuh inisiatif
3. Pengambil resiko:
Mampu mengambil resiko
Suka pada tantangan
4. Kepemimpinan:
Mampu memimpin
Dapat bergaul dengan orang lain
Menanggapi saran dan kritik
16
Inovatif (Pembaharu)
Kreatif
Fleksibel
Banyak Sumber
Serba bisa
6. Berorientasi ke masa depan
Pandangan ke depan
17
Beberapa Kelemahan Wirausaha Indonesia
7. Sifat mentalitet yang meremehkan mutu
8. Sifat mentalitet yang suka menerabas
9. Sifat tak percaya pada diri sendiri
10. Sifat tak berdisiplin murni
11. Sifat mentalitet yang suka mengabaikan tanggung jawab yang
kokoh
12. Sifat mentalitet yang diungkapkan diatas sudah banyak kita
saksikan dalam praktik pembangunan dinegara ini, SD impress yang
roboh sebelu waktunya, jalan dan jembatan yang kembali rusak hanya
dalam beberapa waktu sesudah di perbaiki dan sebagainya adalah
18
IV. TELAAH LEBIH DALAM USAHA KECIL MENENGAH
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang
mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp
200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang
berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian
Usaha Kecil adalah: ‚Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang
usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi
untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. UKM adalah singkatan
dari usaha kecil dan menengah. Ukm adalah salah satu bagian penting dari
perekonomian suatu negara maupun daerah, begitu juga dengan negara indonesia
ukm ini sangat memiliki peranan penting dalam lajunya perekonomian
masyarakat. Ukm ini juga sangat membantu negara/pemerintah dalam hal
penciptaan lapangan kerja baru dan lewat ukm juga banyak tercipta unit unit
kerja baru yang menggunakan tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung
pendapatan rumah tangga. Selain dari itu ukm juga memiliki fleksibilitas yang
tinggi jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas lebih besar. Ukm ini
perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh informasi yang akurat, agar
terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dan menengah dengan
elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar. Terdapat dua aspek yang harus
dikembangkan untuk membangun jaringan pasar, aspek tersebut adalah:
1. Membangun Sistem Promosi untuk Penetrasi Pasar
2. Merawat Jaringan Pasar untuk Mempertahankan Pangsa Pasar
Kinerja nyata yang dihadapi oleh sebagian besar usaha terutama mikro,
kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia yang paling menonjol adalah
rendahnya tingkat produktivitas, rendahnya nilai tambah, dan rendahnya kualitas
19
besar pekerja di Indonesia , tetapi kontribusi dalam output nasional di katagorikan
rendah. Hal ini dikarenakan UMKM, khususnya usaha mikro dan sektor pertanian
(yang banyak menyerap tenaga kerja), mempunyai produktivitas yang sangat
rendah. Bila upah dijadikan produktivitas, upah rata-rata di usaha mikro dan kecil
umumnya berada dibawah upah minimum. Kondisi ini merefleksikan produktivitas
sektor mikro dan kecil yang rendah bila di bandingkan dengan usaha yang lebih
besar.
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995adalah sebagai berikut
memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200.000.000,-( (Dua Ratus
Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000- (Satu
Miliar Rupiah)
Milik Warga Negara Indonesia
Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung
maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan
hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi
Di antara berbagai faktor penyebabnya, rendahnya tingkat penguasaan
teknologi dan kemampuan wirausaha di kalangan UMKM menjadi isue yang
mengemuka saat ini. Pengembangan UMKM secara parsial selama ini tidak
banyak memberikan hasil yang maksimal terhadap peningkatan kinerja UMKM,
perkembangan ekonomi secara lebih luas mengakibatkan tingkat daya saing kita
tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita seperti misalnya
Malaysia. Karena itu kebijakan bagi UMKM bukan karena ukurannya yang kecil,
20
akan berdampak luas pada perbaikan kesejahteraan rakyat karena UMKM adalah
tempat dimana banyak orang menggantungkan sumber kehidupannya. Salah satu
alternatif dalam meningkatkan produktivitas UMKM adalah dengan melakukan
modernisasi sistem usaha dan perangkat kebijakannya yang sistemik sehingga akan
memberikan dampak yang lebih luas lagi dalam meningkatkan daya saing daerah.
Untuk meningkatkan daya saing UMKM diperlukan langkah bersama
untuk mengangkat kemampuan teknologi dan daya inovasinnya. Dalam hal ini
inovasi berarti sesuatu yang baru bagi si penerima yaitu komunitas UMKM yang
bersangkutan. Kemajuan ekonomi terkait dengan tingkat perkembangan ‘technical change’ yang berarti tahap penguasaan teknologi. ‚Technical change‛ sebagian terbesar bersifat ‚tacit‛ atau tidak terkodifikasi dan dibangun di atas pengalaman.
Juga bersifat kumulatif (terbentuk secara ‘incremental’ dan dalam waktu yang
21
V. IBU RUMAH TANGGA DAN WIRAUSAHA
Kerupuk RODA-RODA Ibu Yasnita
Ibu Yasnita yang saat ini berusia 49 tahun merupakan seorang ibu rumah
tangga. Ibu Yasnita memiliki dua orang anak, anak pertamanya perempuan
dan sedang menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran. Sedangkan anak kedua
seorang perempuan juga dan sedang duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar.
Ibu Yasnita membuat usaha kecil-kecilan di rumah, yaitu membuat makanan
‘Roda-Roda’ (sejenis kerupuk berbahan dasar singkong yang diparut, diberi bumbu, dicetak berbentuk roda dan digoreng).
Awalnya Ibu Yasnita memulai usaha ini didorong oleh keinginan Ibu
Yasnita menambah pendapatan rumah tangga. Penghasilan suami hanya
cukup untuk membayar sewa rumah dan makan sehari-hari, sedangkan
memiliki dua orang anak yang sangat membutuhkan dana untuk pendidikan
mereka. Sebelumnya Ibu Yasnita bekerja di sebuah rumah makan milik
seorang kenalan. Namun 6 bulan bekerja, rumah makan tersebut tutup karena
kekurangan modal dan Ibu Yasnita pun menganggur.
Memasuki tahun 2014, Ibu Yasnita ingat bahwa dulu Ibu Yasnita pernah
melihat saudara Ibu Yasnita membuat kerupuk ‘Roda-Roda’. Berbekal ingatan tersebut, Ibu Yasnita mulai mencoba membuatnya sendiri. Mengapa Ibu
Yasnita memilih untuk membuat makanan ini? Karena Ibu Yasnita lihat
makanan ini jarang berada di pasaran, dan banyaknya perantau dari Ranah
Minang yang pasti rindu dengan makanan ini. Berbekal keyakinan tersebut
22
Awalnya Ibu Yasnita tawarkan kepada tetangga dan teman-teman suami.
Karena tanggapannya cukup positif, Ibu Yasnita mencoba untuk membuatnya
lebih banyak dan memasarkannya dengan cara menjajakannya ke pasar.
Ternyata respons pasar menggembirakan. Selain menjajakan sendiri, Ibu
Yasnita juga menitipkan kerupuk yang Ibu Yasnita produksi ini ke
warung-warung, para penjual lontong sayur dan penjual sate Padang.
Seiring berjalannya waktu, permintaan pasar meluas. Dalam satu hari Ibu
Yasnita dapat membuat 250-300 buah kerupuk ‘Roda-Roda’ dan semuanya
Ibu Yasnita kerjakan sendiri, sesekali ditolong suami. Tidak hanya kerupuk
‘Roda-Roda’, banyak yang meminta Ibu Yasnita untuk membuat jenis makanan ringan khas Minang lainnya. Namun Ibu Yasnita belum bisa memenuhi
permintaan tersebut karena Ibu Yasnita kekurangan modal. Awalnya Ibu
Yasnita memiliki omzet 2-2,5 juta per bulan. Dengan ini Ibu Yasnita dapat
memenuhi kebutuhan anak-anak Ibu Yasnita secara patut.
Memasuki tahun 2016, usaha Ibu Yasnita mengalami cobaan. Harga-harga
bahan pokok mulai melambung, termasuk singkong, minyak goring, dan
bahan baku lainnya. Kenaikan harga ini menyebabkan Ibu Yasnita dilema. Di
satu sisi, menaikkan harga makanan akan membuat antusiasme pembeli
menurun. Di sisi lain, harga yang tetap (tidak dinaikkan) menyebabkan Ibu
Yasnita untung sedikit.
Ibu Yasnita berpesan kepada para peerempuan, khususnya ibu-ibu rumah
tangga agar mau menggali potensi yang ada dalam dirinya untuk menambah
penghasilan rumah tangga. Jangan mau hanya menerima uang dari suami,
23
menyenangkan. Ibu Yasnita juga menghimbau ibu-ibu agar tidak berputus asa
jika mendapatkan rintangan dalam berusaha, jangan menyerah, pasti aka nada
jalan. Lalu, cintai apapun yang kita lakukan. Niatkan pekerjaan yang kita
lakukan saat ini adalah untuk mencari ridha dari Allah SWT.
Usaha Bed-Cover Wuland collection
Wahyu Wulandari yang akrab dipanggil Wulan adalah nama pemilik
usaha bed cover yang berdomisili di kota Solo. Ibu Wulan yang lahir di Kediri
pada tanggal 16 Agustus 1971 ini telah memulai bisnis bed covernya
semenjak tahun 2007. Dalam menjalankan bisnisnya, Ibu Wulan dibantu oleh
dua orang pegawai yang bekerja di kediaman Ibu Wulan tepatnya di Perum
Taman Paulan Indah No 13 Rt 01 Rw 09 Sanggir Colomadu. Awalnya Ibu
Wulan memang memiliki hobi dan mampu membuat berd cover dan seprei
dengan jaitan yang rapi, pertama-tama Ibu Wulan memproduksi seprei dan
bed cover hanya untuk digunakan scara pribadi, namun lama-kelaman banyak
teman Ibu Wulan yang tertarik dengan produk seprei dan bed cover Ibu
Wulan sehingga mereka mulai meminta dibuatkan seprei dan Bed cover pada
Ibu Wulan. Pada mulanya hanya teman Ibu Wulan saja yang memesan,
namun lama-kelamaan orang-orang mendapat informasi dari mulut ke mulut
tentang kualitas produk Ibu Wulan ini sehingga bisnis Ibu Wulan mulai
berkembang menjadi besar.
Dalam pikiran Ibu Wulan sebelumnya tidak pernah menyangka bahwa
hobi Ibu Wulan akan menjadi sebuah bisnis yang dapat menguntungkan tente,
24
melatarbelakangi Ibu Wulan untuk memulai bisnis ini. Ibu Wulan hanya
melakukan kegiatan ini karena hobi bukan dengan motif apapun. Dengan Ibu
Wulan menjalankan bisnis ini pada akhirnya dapat membantu perekonomian
keluarga dan Ibu Wulan pun tidak perlu lagimeminta uang dari suaminya jika
membutuhkan sesuatu yang bersifat pribadi. Dan alhamdulillah saat Ibu
Wulan menjalankan bisnis ini tidak ada pertentangan dari keluarga Ibu Wulan,
semuanya mendukung usaha Ibu Wulan.
Usaha Ibu Wulan yang memiliki nama Wuland Collection ini biasanya
dipublikasikan melalui sosial media yaitu lewat blackberry Messanger dan
What’s App. Konsumen yang tertarik dengan produk Wuland collection dapat memesannya terlebih dahulu atau dapat memilih langsung produk yang sudah
disediakan Ibu Wulan. Dalam menjalankan usaha Wuland collection, ibu
dengan satu anak ini tidak menemukan kesulitan sama sekali selama prses
berjalannya bisnis ini karena beliau mengerjakannya dengan sepenuh hati dan
memang bisnis ini sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. Dan ketika Ibu
Wulan merasa lelah dan jenuh dengan bisnisnya, biasanya Ibu Wulan
memilih untuk refreshing dengan berjalan-jalan sejenak keluar dari
rutinitasnya. Meskipun bisnis ini bukan merupakan penghasilan utama
keluarga Ibu Wulan, tetapi Ibu Wulan tetap berharap bahwa bisnis ini dapat
berkembang pesat dan dapat bertahan di tengah kondisi persaingan yang
sangat ketat. Bagi Ibu Wulan, hal yang paling berkesan saat menjalankan
bisnisnya adalah ketika mengetahui kepuasan pelanggan akan produk yang
25
Selain menceritakan kisahnya dalam berbisnis, Ibu Wulan juga berbagi
pendapatnya mengenai fenomena ibu rumah tangga yang berperan ganda
dalam mencri penghasilan ataupun sekadar membantu perekonomian keluarga.
Menurut Ibu Wulan dengan berkembangnya jaman persamaan hak antara pria
dan wanita merupakan tuntutan hidup, hal itu tidak bisa dihindari, wanita
boleh berkarir dengan tidak keluar dari kodratnya sebagai ibu rumah tangga.
Peran wanita sebagai ibu rumah tangga sangat penting dalam keluarganya,
sebgai ibu kita harus mendidik anak kita untuk mempersiapkan masa
depannya. Sebagai istri kita harus bisa mendampingi suami dan menjaga
kehormatan keluarganya. Dan untuk para ibu rumah tangga yang ingin
memulai usaha bisnis kecil-kecilan, jangan ragu untk memulai, asalkan kita
punya niat dan semangat dalam menjalankannya dan tekun serta telaten
jangan mudah putus asa dalam berusaha dan yang paling penting adalah
26
VI. TIPS DAN TRIK
Tips Ketika Akan Memulai Bisnis
Setiap orang pasti menginkan sukses membuka bisnis UKM hingga
akhirnya nanti bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Seiring dengan
perkembangan jaman dan kecanggihan tehnologi, manusia saat ini memang
dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan satu peluang baru. Dengan
membuka satu usaha bisnis baru diharapkan akan memberikan pendapatan dan
mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
Berikut ini adalah tips sukses membuka bisnis UKM
1. Siap mental
Tips sukses menjalankan bisnis UKM yang pertama adalah mempersiapkan mental. Ketatnya persaingan di dunia bisnis, mau tidak mau kita
sebagai pelaku bisnis UKM yang baru anda harus mempersiapkan mental sejak
dini. Menjaga mental sebagai pengusaha juga menjadi hal penting yang harus
anda perhatikan. Siapkan diri anda untuk terus berinvestasi agar usaha anda
nantinya menjadi satu bisnis yang luar biasa.
2. Memilih bidang usaha
Menentukan bidang usaha yang akan kita jalani untuk bisnis UKM
anda adalah faktor penting. Pastikan bahwa bidang usaha yang anda pilih telah
sesuai dengan kompetensi anda. selain itu anda juga harus pinta rmencari celah
dengan menciptakan satu bidang usaha baru. Atau kalau anda ingin
mengembangkan bidang bisnis yang sudah ada, maka produk anda nantinya harus
27
3. Modal usaha
Modal usaha memang merupa dua hal; yaitu materiil dan non materiil. Kedua modal tersebut adalah dua hal yang saman-sama penting. Pastikan bahwa
anda telah menyiapkan kedua modal tersebut dengan matang terutama modal
yang berupa materi. Jumlah modal yang diperlukan tentunya disesuaikan dengan
jenis bisnis UKM yang anda pilih.
4. Lokasi usaha
Setiap kegiatan bisnis tentu tidak akan bisa lepas dengan yang namanya
lokasi. Sebenarnya lokasi tidak selalu berdampak pada kesuksesan suatu bisnis
tapi juga juga bukan satu hal yang bisa anda sepelekan. Pemilihan lokasi nantinya
juga akan dipengaruhi oleh jenis usaha yang anda pilih. jika suatu usaha tersebut
mengharapkan dikunjungi oleh pembeli maka sebaiknya lokasi harus bisa
ditempuh dengan menggunakan mobil atau motor.
5. Fokus pada satu bisnis tententu
Bagi para pebisnis baru sebaiknya fokus dulu terhadap satu bidang
bisnis sampai anda benar-benar berhasil. Jangan mudah tergoda untuk
memulai peluang bisnis lain jika anda belum sukses karena hal ini bisa
memecahkan konsentrasi anda dengan mengurus bisnis yang lain. Bahkan bisa
jadi semua usaha anda akan gagal jika anda memaksakan diri.
6. Aktif dalam berpromosi
Promosi merupakan tahapan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis
untuk mendapatkan pelanggan. Promosi itu sendiri adalah faktor penting yang
harus dilakukan agar sukses membuka bisnis ukm mengingat konsumen adalah
28
langkah ini diantaranya adalah dengan memasang iklan di tempat umum,
promosi lewat radio, pasang pamphlet atau mungkin melalui brosur.
Apapun bisnis UKM yang ingin anda tekuni saat ini, semoga artikel tips sukses
membuka bisnis ukm ini menjadi motivasi anda untuk menjadi pengusaha yang sukses.
Beberapa hal yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan dalam menjalankan
bisnis adalah beberapa hal berikut :
1. Networking
Perempuan memiliki keunggulan dalam hal networking. Perempuan memiliki
keunggulan dalam segi jaringan pemasaran, karena memiliki pergaulan yang luas.
Hal ini disebabkan perempuan memiliki kemampuan sosial dan mudah bergaul,
sehingga lebih mudah untuk bisa menjaring konsumen. Misalnya saja melalui
arisan.
2. Kreatif
Perempuan dinilai lebih jeli melihat peluang usaha, dan pandai melihat celah
usaha dibandingkan dengan pria. Terkadang hal yang terpikirkan oleh para pria
dan dinilai merupakan langkah bisnis sepele, justru bisa mendatangkan
keuntungan dan kesuksesan bila dilakukan oleh kaum perempuan.
29
Perempuan lebih teliti dalam menjalankan bisnis. Hal-hal detail dalam bisnis
seperti urusan packaging, labeling, atau hal kecil lainnya, sangat dipikirkan oleh
perempuan sehingga membuat produknya menjadi lebih menarik, dan memiliki
daya jual yang tinggi.
4. Tidak mudah putus asa
Dalam berbisnis, perempuan dinilai lebih tangguh dan tidak mudah putus asa
ketika mengalami kegagalan. Perempuan itu ibarat akar tumbuhan yang terus
mencari cara untuk tumbuh dan sukses.Ketika menghadapi kegagalan, perempuan
memiliki daya juang yang tinggi dan lebih sabar untuk memulai segala sesuatunya
dari bawah.
5. Lebih giat
Perempuan mendapatkan streotip ‘rajin’ , ‘tekun’ , ‘giat’. Maka, jangan sia-siakan
!!! kesempatan sudah ada, maka tugas perempuan adalah mengembangkan
usahanya lebih giat lagi.
6. Lebih supel
Karena kaum perempuan mayoritas ‘ceriwis’ dan mudah berbaur, maka
30
kesupelannya, perempuan dapat menambah jaringan (networking) untuk
mengembangkan usahanya.
7. Pintar membangun hubungan
Dorongan alami perempuan untuk membangun hubungan yang besar sangat
berpotensi membuatnya sukses, asalkan ia belajar untuk fokus pada hubungan
yang positif.
8. Perempuan lebih kolaboratif
Tempat kerja sekarang memungkinkan setiap orang mengakses alat dan
teknologi menjadiide, pengetahuan, dan energi yang lebih baik.
9. Membawa keseimbangan ke tempat kerja
"Setiap perusahaan yang cerdas pasti tahu bahwa perlu ada dua jenis
kelamin dalam perusahaannya jika mau berhasil," kata Milazzo. Ia menunjukkan
sebuah artikel (2011) diHarvard Business Review yang menyatakan bahwa
jika dalam satu kelompok ada perempuan, maka kecerdasan
kolektif akan meningkat secara keseluruhan.
31
Dalam bukunya, Milazzo mendorong perempuan untuk lebih memanfaatkan
kecerdasan intuitif mereka untuk mengambil tindakan cepat.
11.Berpikir besar
Perempuan memiliki kesempatan untuk mencapai lebih tinggi setiap hari dan
tidak membatasi diri di tempat mereka saat ini dalam karier mereka. Baginya,
bekerja setiap hari adalahsebuah audisi.
12.Berani mengambil keputusan dan risiko
Perempuan itu dalam berwirausaha kuat dalam prinsip tidak mudah terpengaruh
dengan orang lain,lingkungan dan situasi apapun.Wanita itu tetap berusaha
maksmal dengan menerima konsekuensi dari keputusan yang dia ambil.
13.Menggali potensi diri lebih dalam lagi
Perempuan yang berwirausaha pasti memiliki kreativitas dan inisiatifdalam dirinya
untuk dikembangkan.
14.Mengembangkan keterampilan yang belum terlalu dikuasai
Jadi perempuan wirausaha itu berusaha untuk menekuni keterampilan yang belum
ia kuasai , dan pada akhirnya akan berkembang.
32
Bisa melihat peluang-peluang yang dikembangkan dengan mempertimbangkan
lingkungan alam dan sosial ,sehingga usaha yang dijalankan akan terfokus pada
33
Daftar Pustaka
http://economy.okezone.com/read/2011/07/27/320/484884/ukm-jangan-ditarik-pajakunit,
http://finance.detik.com/read/2011/12/05/160638/1783039/5/52-juta-umk-di-
indonesia-60-dijalankan-
perempuanhttp://economy.okezone.com/read/2011/07/27/320/484884/ukm-jangan-ditarik-pajakunit
Nadia, (2012). Analisis Penawaran Tenaga Kerja Wanita Menikah Dan Faktor
Yang Mempengaruhinya Di Kabupaten Brebes. Skripsi S1, Program Sarjana