40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

40

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Desain Penelitian

Metodologi penelitian merupakan suatu ilmu yang membicarakan tentang jalan atau cara untuk mencapai tujuan. Misalnya untuk menguji serangkaian hipotesa yaitu dengan menggunakan teknik dan alat-alat tertentu. Menurut Sutrisno Hadi metodologi penelitian adalah jalan atau cara yang akan ditempuh didalam suatu penyelidikan untuk mencari dan mengumpulkan data secara sistematis.

3.2Subjek dan Tempat Penelitian

Penelitian Pengembangan Digitalisasi Perangkat Pembelajaran Mapel Fisika Kompetensi Dasar Melakukan Operasi Vektor Di SMA Negeri 1 Kayen. Adapun yang menjadi subjek adalah responden kelas X tahun ajaran 2010 – 2011 semester genap. Kelas X terdiri dari 9 kelas paralel. Untuk ujicoba dilakukan 1 kelas experimen dan 1 kelas kontrol. Setiap kelas terdiri dari 36 responden.

Tempat penelitian di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kayen. Alamat Jl. Kayen – Sukolilo Km 2, Kabupaten Pati Jawa Tengah.

3.3Instrumen Penelitian

3.3.1 Lembar Validasi Perangkat pembelajaran

Lembar validasi perangkat pembelajaran berupa angket. Angket dipergunakan oleh validator mevalidasi perangkat pembelajaran digital interaktif yaitu:

a. Silabus

(2)

c. Bahan Ajar d. Komponen Media

Komponen instrumen diskor dengan skala likert 1 sampai dengan 4. 3.3.2 Angket Tanggapan Responden terhadap Media

Tes tanggapan responden terhadap media pembelajaran ini digunakan untuk meneliti seberapa tinggi kelayakan pengembangan digitalisasi perangkat pembelajaran Mapel Fisika kompetensi dasar melakukan operasi vektor sebagai media pembelajaran. Penyekoran dengan skala Likert.

3.3.3ObservasiAktivitas Responden

Observasiaktivitas digunakan untuk meneliti responden terkait dengan aktivitas belajar responden terhadap proses pembelajaran. Penyekoran dengan skala Likert.

3.3.4 Tes Kompetensi Responden

Untuk mengetahui ketercapaian kompetensi responden dalam menguasai kompetensi dasar melakukan operasi vektor.Responden diberikan tes tertulis tentang operasi vektor. 3.4Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan meliputi kegiatan klasifikasi data, penyajian data, dan penilaian keberhasilan tindakan. Kegiatan klasifikasi ini meliputi memilah-milah data yang telah dikelompokkan sesuai dengan jenis datanya.

(3)

3.4.1 Analisis Penyekoran

Penyekoran terhadap pengamatan, angket , dan tes sebagai berikut: 3.4.1.1 Kuantifikasi Skor Angket Validasi Pakar

(a) pilihan jawaban a (sangat setuju) dinilai 5 (b) pilihan jawaban b (setuju) dinilai 4

(c) pilihan jawaban c (tidak tahu / netral) dinilai 3 (d) pilihan jawaban d (tidak setuju) dinilai 2 (e) pilihan jawaban e (sangat tidak setuju) dinilai 1

3.4.1.2 Kuantifikasi Skor Angket Tanggapan Responden Terhadap Media (a) pilihan jawaban a (sangat setuju) dinilai 5

(b) pilihan jawaban b (setuju) dinilai 4

(c) pilihan jawaban c (tidak tahu / netral) dinilai 3 (d) pilihan jawaban d (tidak setuju) dinilai 2 (e) pilihan jawaban e (sangat tidak setuju) dinilai 1

3.4.1.3Kuantifikasi Skor Pengamatan Aktivitas Responden Terhadap Penggunaan Media (a) Sangat aktif dinilai 4

(b) Aktivitas sedang dinilai 3

(c) Tidak ada perubahan aktivitas yang berarti dinilai 2 (d) Tidak mau menggunakanmedia dinilai 1

3.4.1.4 Kuantifikasi Skor TesKompetensiRespondenPencapaian Tes dilakukan dengan soal pilihan ganda.

(4)

3.4.2 Validasi Pakar

Para ahli adalah validator yang berkompetenuntuk media dan memberi masukan atau saran untuk menyempurnakan media yang telah dibuat. Penilaian para ahli meliputi:

3.4.2.1Aspek format

(a) Kejelasan petunjuk pengunaan (b) Kesesuaian menu media

(c) Kesesuaian menu media dengan kompetensi dasar. 3.4.2.2 Aspek isi

(a) Penyusunan materi pada program komputer.

(b) Kesesuaian antara materi dengan program komputer.

(c) Keserasian warna, tulisan dan gambar pada program komputer. (d) Kesuaian warna, tampilan gambar dan tulisan pada materi. (e) Kesesuaian tampilan gambar dan tulisan pada latihan soal.

(f) Peranan media pembelajaran berbantuan komputer untuk memudahkan responden mengerjakan.

3.4.2.3 Aspek bahasa

(a) Kebakuan bahasa yang digunakan

(b) Kemudahan responden dalam memahami bahasa yang digunakan. 3.4.2.4Aspek Efektif

Media pembelajaran berbantuan komputer dikatakan efektif jika memenuhi indikator:

(5)

(b) Adanya respon positif responden yang ditunjukkanmelalui angket yang diberikan 3.4.3 Analisis kevalidan media pembelajaran

Penilaian 3 validator yang terdiri dari dua dosen pembelajaran fisika dari PPs UNNES , dan satu dosen luar PPs UNNES terhadap kevalidan media pembelajaran meliputi aspek-aspek yaitu format, isi, bahasa, kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, keseimbangan, bentuk dan warna. Kegiatan yang dilakukan untuk menganalisis data ini adalah :

(a). Membuat dan menganalisis tabel tersebut.

(b). Mencari rata-rata tiap kriteria dari ketiga validator dengan rumus:

= (Khabibah, 2006)

Keterangan:

KI = rerata kriteria ke-i

Vhi = skor hasil penilaian validator ke h untuk kriteria ke-i

I = kriteria H = validator

Hasil yang diperoleh dimasukkan di kolomrata-rata pada lembar validasi media pembelajaran.

(c ) Mencari rata-rata ketiga aspek dengan rumus:

= (Khabibah, 2006)

Keterangan:

Ai = rata-rata aspek ke-i

(6)

j = kriteria

ij = aspek ke-i kriteria ke-j

Hasil yang diperoleh dimasukkan ke kolom rata-rata tiap aspek pada lembar validasi media pembelajaran.

(d) Mencari rata-rata total validasi ketiga aspek dengan rumus:

= (Khabibah, 2006)

RTVTK = rata-rata total validitas lembar kerja responden Ai = rata-rata aspek ke- i

i = aspek

Hasil yang diperoleh dituliskan pada baris rata-rata total

(e) Mencocokkan rata-rata total dengan kriteria kevalidan, (Khabibah, 2006: 90) yaitu: 3 < RTVTK< 4 dikatakan Valid

2 < RTVTK< 3 dikatakan Cukup Valid 1 < RTVTK< 2 dikatakan Tidak Valid 3.4.4 Analisis Keefektifan Media

Media pembelajaran berbasis ICT dikatakan efektif jika memenuhi indikator:

(a) Skor tes hasil belajar siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan media pembelajaran berbantuan komputer tuntas. Media pembelajaran berbantuan komputer yang dikembangkan dapat dikatakan efektif jika >70% dari seluruh subyek uji coba memenuhi ketuntasan belajar.

(b) Adanya respon positif siswa yang ditunjukkan dari angket.

(7)

= 100% (Iftiana, 2007, 34)

Keterangan:

RS = Persentase siswa dengan kriteria tertentu

f = Banyak siswa yang menjawab setuju n = Jumlah seluruh siswa

(2) Menentukan rata-rata dari respon positif siswa, kemudian menentukan kategori respon atau tanggapan yang diberikan siswa terhadap suatu kriteria dengan cara mencocokkan hasil presentase dengan kriteria positif menurut Khabibah (2006: 97) yaitu:

85% RS = sangat positif 70% RS < 85% = positif

50% RS < 70% = kurang positif RS < 50% = Tidak Positif RS = respon siswa terhadap kriteria tertentu 3.4.5 Analisis Aktivitas Responden

Langkah-langkah untuk menganalisis lembar pengamatan aktivitas responden adalah: (a) Membuat tabel dan menganalis tabel tentang masalah responden yang berkaitan dengan

penggunaan media pembelajaran dan materi.

(b) Mencari rata-rata dari persentase siswa yang bertanya tentang penggunaan media pembelajaran:

= ℎ "#$%&'(#' ) '* +#", ')ℎ %#", ') ' #(- 100%

Keterangan:

ASi = Persentase siswa yang bertanya dengan pertanyaan ke-i

(8)

(c) Mencari rata-rata dari persentase responden yang bertanya tentang materi operasi vektor dengan rumus

. = ℎ %#", ') ' &%#" $- /#0,&" 100%

-Keterangan:

ASMi = Persentase siswa yang bertanya dengan pertanyaan ke-i

i = Pertanyaan tentang media pembelajaran

(d) Mencari rata-rata persentase pertanyaan penggunaan media pembelajaran dan materi operasi vektor

= - + .2

Keterangan:

AST = rerata prosentasi pertanyaan siswa

AS = rerata Persentase siswa tentang media pembelajaran

ASM = rerata Persentase siswa tentang materi operasi vektor 85% RS : Sangat Positif

70% RS < 85% : Positif

50% RS < 70% : Kurang Positif RS < 50% : Tidak Positif RS = respon siswa terhadap kriteria tertentu 3.4.6 Analisis Keberhasilan Media Pembelajaran

(9)

jika hasil belajar siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan media pembelajaran berbantuan komputer tuntas. Media pembelajaran yang dikembangkan dapat dikatakan efektif jika >70% dari seluruh subyek uji coba memenuhi ketuntasan belajar dan adanya respon positif siswa yang ditunjukkan dari angket.

3.4.7 Analisis Tes Kompetensi 3.4.7.1 Validitas soal

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsimi Arikunto, 1998:160). Untuk menghitung validitas item soal digunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut.

"34 = ' ) − 6 76 )7

89' :− 6 7:;9' ):− 6 )7:;

(Suharsimi Arikunto, 2005:72) Keterangan :

"34 : koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y ' : jumlah responden

: jumlah skor item nomor

) : jumlah skor total

) : jumlah hasil perkalian antara x dan y

Kemudian hasil "34 yang didapat dari perhitungan dibandingkan dengan harga tabel r

product moment. Harga "<=>?@ dihitung dengan taraf signifikansi 5% dan n sesuai dengan jumlah

(10)

3.4.7.2 Reliabilitas

Reliabilitas adalah keajegan atau ketetapan. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap (Suharsimi Arikunto, 2003:86).

Rumus yang digunakan adalah :

"AA = B0 − 1C D0 . 60 − .70. , F

Keterangan :

"AA = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir soal atau butir pertanyaan M = skor rata-rata

Vt = varians total, besarnya dicari dengan rumus

< =

G: 6 H7I J K

Dengan :

G: = jumlah skor kuadrat

( Y)² = kuadrat jumlah skor N = jumlah peserta tes

Hasil perhitungan "AA dikonsultasikan ke tabel r product moment dengan N adalah jumlah responden peserta test uji coba dan tarif nyata 5%. Bila "AAdihitung lebih besar dari

"<=>?@, maka dapat dikatakan bahwa perangkat tes adalah reliabel.

3.4.7.3 Daya Pembeda

(11)

rendah). Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi, disingkat D. Indeks diskriminasi ini berkisar antara 0,00 – 1,00 (Suharsimi Arikunto, 2003:211). Rumus yang digunakan untuk menentukandaya pembeda soal adalah:

LM = N − NO

Keterangan :

DP = Daya Pembeda

N = Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok atas

NO = Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok bawah = Banyaknya responden pada kelompok atas

Klasifikasi untuk daya pembeda adalah sebagai berikut : DP = 0,00 adalah soal sangat jelek

0,00 < DP 0,20 adalah soal jelek 0,20 < DP 0,40 adalah soal cukup 0,40 < DP 0,70 adalah soal baik 0,70 < DP 1,00 adalah soal sangat baik (Suharsimi Arikunto, 1999 : 112)

3.4.7.4 Tingkat Kesukaran

Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Rumus yang digunakan :

M = PQO

Keterangan :

P : Indeks kesukaran

(12)

JS : Jumlah total responden

Klasifikasi atau ketentuan yang digunakan adalah : IK = 0,00 adalah soal terlalu sukar

0,00 < IK atau ketentuan yang digunakan adalah : IK = 0,00 adalah soal terlalu sukar

0,00 < IK 0,30 adalah soal sukar 0,30 < IK 0,70 adalah soal sedang 0,70 < IK 1,00 adalah soal mudah (Suharman, 1990 : 112)

3.4.8 Analisis Metode Theil Untuk Regresi Linier Sederhana

Misalkan ada n pasangan pengamatan, katakan (X1,Y1 ), (X2,Y2), ... ,(Xn,Yn), persamaan regresi linier sederhana adalah :

Yi= o X1+ εi

dengan

0 adalah intercept (titik potong)

1 adalah slope (kemiringan) dari garis tersebut

Xi adalah variabel bebas

Yi adalah nilai teramati dari peubah Y (Hines dan Montgomery, 1990).

Koefisien kemiringan (slope) garis regresi sebagai median kemiringan dari seluruh pasangan garis dari titik-titik dengan nilai X yang berbeda, selanjutnya disebut dengan metode Theil. Untuk satu pasangan (Xi ,Yi ) dan (Xj ,Yj ) koefisien kemiringannya adalah :

+R =TU − T-GRSG

untuk i < j dan Xi, Xj .

(13)

sedangkan penduga bagi 0adalah 0 0= med (Yi) - 1 med (Xi)

med(Xi) adalah median dari seluruh pengamatan dan med(Yi) adalah pasangan nilai

pengamatan untuk med(Xi) (Sprent,1991).

Pengujian Koefisien Regresi Secara Overall:

Hipotesis yang digunakan untuk menguji keberartian model regresi adalah : Ho: o = 0 ≈ tidak terdapat hubungan antara variable X dan Y

Ho: o 0 ≈ terdapat hubungan antara variable X dan Y Kriteria uji

Tolak Ho jika pz < α /2, terima dalam hal lain

3.4.9 Analisis Tahap Akhir

Uji kesamaan dan perbedaan dua rata-rata post test kelompok eksperimen dan kontrol. Hipotesis yang kedua dapat uji kesamaan rata-rata dengan uji pihak kanan yaitu sebagai berikut.

VW ∶ YA = YW

VA ∶ YA> YW

Keterangan :

(14)

Uji kesamaan rata-rata dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

, = [ − Y\ W ]

(Sudjana, 1996 :227)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...