• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan K means Untuk Mengklaster Nega

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penerapan K means Untuk Mengklaster Nega"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak – G-20 merupakan G-20 atau Kelompok 20 secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses yang meningkatkan aspek kehidupan masyarakat. Aspek terpenting kehidupan ini dilihat dari usia yang panjang dan hidup sehat, tingkat pendidikan yang memadai, dan standar hidup yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengklaster negara anggota G-20 dari sudut pandang indeks pembangunan manusia dengan bantuan software SPSS.

Kata kunci : G-20, pembangunan manusia, klaster

I. PENDAHULUAN

erdebatan tentang indikator pembangunan sosial-ekonomi sudah sejak lama terjadi. Pendapatan per kapita sebagai indikator pembangunan telah digugat oleh kalangan ekonomi maupun non-ekonomi yang melihat ketidakakuratan indikator tersebut,yang kemudian memunculkan beberapa indikator baru. Indikator baru secara umum berfokus pada pembangunan manusia. Morris (1979) membangun the

Physical Qualityof Life Index (PQLI), sedangkan United Nation Development Program (UNDP) membangun Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan mengelompokkan objek observasi berdasarkan karakteristik yang dimilikinya. Objek yang memiliki kemiripan dengan objek lain dikelompokkan dalam satu kelompok. Pada akhirnya, objek dalam satu kelompok bersifat homogen sebaliknya, antar kelompok akan bersifat heterogen. Ada dua metode analisis klaster, yaitu hirarki –jumlah kelompok tidak

ditentukan sebelumnya– dan tak hirarki –jumlah kelompok sudah ditentukan sebelumnya. Dalam makalah ini, kami menggunakan metode hirarki, yakni K-means. Untuk menyatakan suatu observasi atau variabel menpunyai sifat yang lebih dekat dengan observasi tertentu daripada dengan observasi yang lain digunakan fungsi yang disebut jarak (distance). Suatu fungsi disebut jarak jika mempunyai sifat :

a. Tak negatif dij 0dan dij 0jika i=j

Berikut yang kami pakai adalah rumus penentuan jarak yang bernama Squared Eucliedan Distance.

2

Pada makalah ini kami menggunakan software SPSS untuk mengolah data-data negara anggota G-20 berupa angka harapan hidup, tingkat melek huruf, dan pendapatan perkapita yang kami ambil dari data publik CIA (Central Intelegent of America).

B. Langkah-langkah analisis

Dalam teknik pengujian signifikansi faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah debu yang jatuh dengan metode OLS pada regresi linier berganda, langkah-langkah analisis secara umum terbagi menjadi empat, yakni membuat analisis regresi linier pada perangkat lunak Minitab 16, memeriksa asumsi pada grafik, menguji signifikansi model regresi linier berganda dengan metode OLS, dan menginterpretasi model regresi linier berganda. Namun, dalam laporan ini kami rinci sebagai berikut.

 Memasukkan data pada worksheet Minitab.

Penerapan

K-means

Untuk Mengklaster Negara Anggota G-20

Dari Sudut Pandang Indeks Pembangunan Manusia dengan

Bantuan

Software

SPSS

Jennie Yuwono, Edwin Fahrur Rozy, Luqman Raharjo 3613100060, 3613100054, 3613100067

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 [email protected]

(2)

 Mengolah data pada worksheet dengan regresi linier

yang dapat dilakukan dari

StatRegressionRegression dengan pengaturan 4 grafik dalam 1 jendela, tampilan vif (variance inflation factor), dan menyimpan residual, fits, dan Rmatrix.  Mememeriksa asumsi pada grafik

 Menguji signifikansi model regresi linier berganda secara serentak dengan metode OLS

 Menguji signifikansi model regresi linier berganda secara individu dengan metode OLS

 Menginterpretasi model regresi linier berganda

IV. KESIMPULAN

Setelah analisis regresi linier dengan metode ordinary least square dalam menguji faktor-faktor yang mempengaruhi bangkitan debu jatuh pada tanah Grumosol kami lakukan, hanya ada satu dari tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap bangkitan debu jatuh, yakni kadar air tanah.

V. UCAPAN TERIMA KASIH

Kami, J.Y., mengucapkan terima kasih kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kami kehidupan dan ilmu sehingga kami mampu memahami tugas ini. Tak lupa kami mengucakpan terima kasih kepada dosen mata kuliah Statistika kami, Bu Santi, yang telah memberikan pengajaran mata kuliah Statistika kepada kami dengan penuh kesabaran sehingga laporan ini dapat kami selesaikan.

VI. DAFTAR PUSTAKA

Hakim, Abdul, April 2013, Jurnal Economia, Volume 9 No.1.

Referensi

Dokumen terkait

bahwa dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dibidang lingkungan hidup, khususnya pelayanan perizinan usaha dan kegiatan pengelolaan

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, standar kerja, keterampilan, pelatihan, kewaspadaan universal, dan ketersediaan sarana prasarana

Penelitian ini meliputi proses dekstruksi kering kemudian analisis kuantitatif kobalt, molibdenum, kalium dan natrium dilakukan dengan menggunakan metode Inductively Coupled

Penelitian ini meliputi proses dekstruksi kering kemudian analisis kuantitatif kobalt, molibdenum, kalium dan natrium dilakukan dengan menggunakan metode Inductively Coupled Plasma

3 penelitian.Penelitian dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan berbagai kondisi, berbagai situasi dan variabel yang timbul (Burhan, 2004). Lokasi penelitian ini

Peserta pelatihan terdiri dari pemuda pemudi yang berasal dari seluruh Indonesia yang dikirim ke Yayasan Karang Widya untuk dilatih dalam beberapa bidang Teknologi Informasi

Panitia Pendiri mengadakan pendekatan dengan Yayasan Pendidikan PGRI Daerah XVI Kalimantan Timur, dan bersepakat untuk merealisasikan rencana tersebut maka ditetapkan

Model pengembangan kurikulum PAI sistem Fullday School di Lembaga Pendidikan Islam.. Model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam di