• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keuangan Negara dan Daerah pajak parkir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Keuangan Negara dan Daerah pajak parkir"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Keuangan Negara dan Daerah

“Pajak Parkir dan Retribusi Parkir di Kota Padang Serta Mana yang Perlu di Dorong Pemda”

Suci Wulandari (1610532018)

Program StudiAkuntansi FakultasEkonomi UniversitasAndalas

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan

pertolongannya, hidayah daninayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas paper sebagai bahan untuk memenuhi tugas individu mata kuliah Keuangan Negara Dan Daerah, yang dibimbing oleh Bapak Afridan Wirahadi Ahmad SE, M.Sc, Ak, CA. Paper ini membahas tentang Pajak Parkir dan Retribusi Parkir di Kota Padang Serta Mana yang Perlu di Dorong Pemda.

Kami menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kata sempurna, karena masih banyak kekurangan kami dalam membuat paper ini. Namun demikian, kami telah berusaha semaksimal mungkin dengan seluruh kemampuan yang kami miliki untuk menyelesaikan paper inidengan sempurna.

Oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan kami dalam membuat paper dikemudian hari.Akhir kata, semoga paper ini bermanfaat dan dapat memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan bagi para pembaca umumnyadan kami penulis khususnya.

Padang, 2 Oktober 2017

(3)

A. Pengertian Pajak Parkir

Pajak parkir merupakan pajak yang dikenakan penyelenggaraan tempat parkir diluar badan jalan oleh orang pribadi atau badan baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha termasuk penyediaan penitipan kendaraan

bermotor dan garansi kendaraan bermotor yang meggunakan bayaran. Pembayaran pajak parkir tidak mutlak ada pada seluruh daerah Kabupaten atau Kota yang ada di Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan kewenangan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten atau Kota untuk mengenakan atau tidak mengenakan suatu jenis pajak Kabupaten/Kota untuk dapat dipungut pada suatu daerah Kabupaten/Kota.

Objek pajak parkir merupakan penyelenggaraan tempat parkir diluar badan jalan, baik yang disediakan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk tempat penitipan kendaraan bermotor dan garasi kendaraan bermotor yang memungut bayaran.

Subjek pajak parker merupakan orang pribadi atau badan yang melaksanakan

pembayaran atas tempat parkir. Pajak parkir dibayar oleh pengusaha yang menyediakan tempat parkir dengan pungut bayaran. Pengusaha tersebut secara otomatis ditetapkan sebagai wajib pajak yang harus membayar pajak parkir yang terutang. Konsumen yang menggunakan tempat parkir merupakan subjek pajak yang membayar (menanggung) pajak sedangkan pengusaha yang menyediakan tempat parkir dengan dipungut bayaran bertindak sebagai wajib pajak yang diberi kewenangan untuk memungut pajak dari konsumen.

Klasifikasi tempat parkir diluar badan jalan yang dikenakan pajak parkir adalah :

1. Gedung Parkir 2. Peralatan Parkir

3. Garasi kendaraan bermotor yang memungut bayaran 4. Tempat penitipan kendaraan bermotor

5. Bukan objek pajak parker

(4)

1. Penyelenggaraan tempat parkir oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah

penyelenggaraan tempat parkir oleh BUMN dan BUMD tidak dikecualikan sebagai objek pajak parkir.

2. Penyelenggaraan tempat parkir oleh kendaraan, konsulat, perwakilan negara asing, dan perwakilan lembaga internasional dengan asas timbal balik.

3. Penyelenggaraan tempat parkir lainnya yang diatur dengan peralatan daerah, antara lain penyelenggaraan tempat parkir ditempat peribadatan dan sekolah dan tempat-tempat lainnya yang diatur lebih lanjut oleh Bupati dan Walikota.

B. Retribusi Parkir

Retribusi parkir merupakan salah satu bagian dari retribusi jasa umum, yakni retribusi atas jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. Objek retribusi umum adalah pelayanan yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan

kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orangpribadi atau badan.

Tarif parkir merupakan retribusi atas penggunaan lahan parkir dipinggir jalan yang besarannya ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota berdasarkan UU tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang selanjutnya ditetapkan di tingkat

(5)

C. Pajak Parkir dan Retribusi Parkir di Kota Padang yang Perlu di Dorong Pemda Setiap tahun pendapatan pajak dan retribusi parkir di Kota Padang mengalami fluktuasi. Tetapi pada beberapa tahun belakangan ini cenderung mengalami penurunan. Untuk tahun ini menurut Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Iswanto Kwara menilai bahwa terjadi kebocoran pendapatan di sektor perparkiran. Setiap hari kendaraan terus bertambah, namun pendapatan parkir tersebut justru menurun. Selain itu, menurut data yang ada terdapat 284 titik parkir yang di kontrakkan. Sangat tidak masuk akal mengingat

pendapatan parkir yang terus menurun dengan perbandingan jumlah kendaraan yang semakin hari semakin bertambah.

Berikut beberapa permasalahan yang mungkin menjadi penyebab :  Adanya indikasi pungli

 Adanya permainan dari oknum tertentu, seperti mafia parkir  Tidak adanya bukti retribusi yang diberikan

(6)

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Pajak_parkir

http://bprd.jakarta.go.id/pajak-parkir/

Referensi

Dokumen terkait

Angka Sementara Hasil Sensus Penduduk 2010 Kabupaten Jayapura 04 Angka Sementara Hasil Sensus Penduduk 2010 Kabupaten Jayapura 13 Luas Wilayah terbesar terdapat pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi pemecahan masalah subjek pada tahap: Pertama yaitu Memahami masalah, subjek kategori tinggi dan sedang mampu menentukan apa yang

Hal ini berarti bahwa semakin meningkat citra merek maka akan semakin meningkat pula perpindahan merek Produk Oppo Smartphone A37begitu juga sebaliknya apabila

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran yang meliputi kesahihan (validitas), keterlaksanaan pembelajaran, keterampilan proses sains

Jackson menjelaskan bahwa kegiatan kunci yang merupakan bagian dari rekrutmen adalah (Nuryanta, 2008) menentukan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang

Hasil pengukuran terhadap panjang kerang simping yang ditemukan di Perairan Genuk Semarang dapat dikelompokkan menjadi 7 kelas ukuran yang mengacu pada hasil

Berdasarkan respon guru IPS SMP Islam Saadatul Islamiyah Tembeng Putik terhadap media pembelajaran berbasis AutoPlay Media Studio 8.5 dinyatakan Baik dengan

Penggunaan obat yang rasional yaitu pasien menerima pengobatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan klinis, dalam dosis yang memenuhi kebutuhan individual mereka sendiri,