PERAWATAN DAN PERBAIKAN SISTEM PENGISIAN SERTA PENGAPIAN PADA MOBIL
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI Di Prima Motor Cianjur
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mengikuti Sidang Prakerin Tahun Ajaran 2016-2017
Oleh: Asep Junaidi
1516040149
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK MANDALA PUTRA I
Kp. Kutalaksana RT 02 RW 02 Desa Mandalawangi Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat 40754
PENGESAHAN I
Laporan prakerin ini telah disahkan oleh kepala Sekolah dan Penguji guna memenuhi syarat dalam menempuh Ujian Sekolah dan Ujian Nasional
Tahun Pelajaran 2016/2017
Perawatan dan Perbaikan Sistem Pengisian serta Pengapian Pada Mobil
Asep Junaidi 1516040149 XII TKR
Teknik Kendaraan Ringan
Cipatat, Agustus 2016
Ketua Program, Pembimbing,
Ayi Supiandi Wawan Setiawan, S.Pd.
Mengetahui
Kepala SMK Mandala Putra 1
Muhammad Yunus, S.Pd.I.
PENGESAHAN I
Tahun Pelajaran 2016/2017
Perawatan dan Perbaikan Sistem Pengisian serta Pengapian Pada Mobil
Asep Junaidi 1516040149 XII TKR
Teknik Kendaraan Ringan
Cipatat, Agustus 2016
Mekanik, Prima Motor Technical Advisor,
Aep. Daesuki.
Alamat siswa
Telepon/ Hp Sekolah
a. Sekolah
b. Alamat sekolah
c. Status
:
:
: :
:
Kp.Mandalawangi RT 03RW 03 Desa/Kelurahan Mandalawangi Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat
SMK Mandala Putra 1
Kp. Kutalaksana RT 02/RW 02 Desa Mandalawangi Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat
Terakreditasi B
KATA PENGANTAR
Makna dan tujuan dari penulis laporan ini adalah untuk melengkapi syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) di SMK Mandala Putra I tahun pelajaran 2016/2017
Laporan ini tersusun berkat bantuan pihak, baik bantuan materil maupun langsung ataupun tidak langsung. Pada kesempatan yang baik ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1. Kedua Orang Tua, yang selalu memberikan do’a dan kasih sayangnya. 2. Bapak Muhamad Yunus,S.PdI, selaku Kepala Sekolah SMK Mandala
5. SMK Mandala Putra
6. Bapak Toni Wijaya Selaku Pimpinan Prima Motor Cianjur
7. Bapak Daisuki selaku Nissan Tecnichal Advisor Prima Motor Cianjur 8. Para Mekanik, Karyawan, beserta Staf Tata Usaha di Prima Motor Cianjur 9. Teman-teman yang telah memberi inspirasi dan motivasi.
Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan berguna sebagaimana mestinya dan menjadi saran pembelajaran kita semua demi kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Semoga segala bentuk bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak bernilai amal ibadah dan mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Aamiin
Penulis 2017
MOTTO
Hidup tak berguna bila tanpa ilmu
Carilah ilmu sepanjang hidupmu
Jagalah isi hati temanmu, jangan sampai terluka
Ilmu adalah jendela kebersihan
Hidup tak berguna bila tidak memiliki teman
Karna hidup adalah perjuangan
Manfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya
Jangan tinggalkan kewajiban seorang muslim
Berikan yang terbaik yang kita bias
Jangan cepatlah merasa puas, karena diatas langit masih ada langit lagi
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN SEKOLAH HALAMAN PENGESAHAN BENGKEL KATA PENGANTAR
MOTTO DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN
E. Tujuan
BAB II KAJIAN TEORI A. Pengertian B. Prinsip Kerja C. Klasifikasi
BAB III PELAKSANAAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA A. Sejarah Perusahaan
B. Struktur Organisasi C. Tata Tertib
D. Jam Kerja E. Denah Lokasi F. Denah bengkel BAB IV PEMBAHASAN
A. Alternator
B. Komponen Alternator C. Pembongkaran Alternator D. Pemeriksaan Regulator E. Pemasangan Alternator BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan B. Saran
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pemeliharaan sistem pengisian pada baterai sangatlah penting di dalam kendaraan bermotor, maka dari itu penulis ingin mempelajari lebih dlam lagi tentang pemeliharaan sistem pengisian pada baterai. Penulis ingin semua pemilik kendaraan atau semua orang bias paham tentang sistem pengisian baterai agar dalam berkendara menjadi lebih nyaman dan tidak terganggu.
Sistem pengisian baterai sangat butuh pemeliharaan agar dapat bekerja dengan baik selain itu baterai kadang – kadang disepelekan karena mudahnya dalam perawatan.Komponen-komponen sistem pengisian perlu diperhatikan karena mudah rusak komponennya.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas dapat kita sampaikan beberapa masalah yang kita sering terjadi pada sistem pengisian sebagai berikut:
1. Terminal baterai sering rusak akibat kerosi 2. Fan rusak
3. Stator tidak bekerja
4. Platina tidak bisa bekerja lagi 5. Elektrolit kurang
6. Regulator tidak bekerja dengan baik 7. Alternator rusak
8. Kebocoran baterai
11. Kumparan dynamo terbakar 12. Sel mengembang
13. Armature tidak dapat berkembang 14. Ventilasi udara tertutup
15. Rusaknya separator C. Batasan Masalah
Mengingat banyaknya bantuk dan teknik dalam perawatan kendaraan serta keterbatasan waktu dan biaya yang tidak memungkinkan penulis menguraikan secara keseluruhan, maka dalam penulisan laporan ini penulis hanya dapat membahas tentang pemeliharaan sistem pengisian.
D. Rumusan Masalah
1. Apa yang menyebabkan terminal baterai sering rusak ? 2. Apa penyebab fan bisa rusak ?
3. Mengapa stator tidak bekerja ? 4. Apa penyebab plating tidak bekerja?
5. Apa yang menyebabkan elektrolit berkurang ? 6. Mengapa regulator tidak bekerja dengan baik ? 7. Apa penyebab alternator rusak ?
8. Apa penyebab alternator rusak ?
9. Apa penyebab kabel-kabel input ke baterai putus ? 10. Mengapa klem terminal baterai kotor ?
11. Apa penyebab kumparan dynamo terbakar ? 12. Apa penyebab sel bisa mengembang ?
13. Apa penyebab armature tidak dapat berputar ? 14. Apa penyebab ventilasi udara tertutup ? 15. Apa penyebab rusaknya separator ? E. Tujuan
A. Tujuan umum pembuatan laporan ini adalah untuk membantu pemilik kendaraan khususnya mobil agar dapat menangani gangguan pada kendaraan.
BAB II KAJIAN TEORI
A. Pengertian
Sistem pengisian merupakan sistem yang mempunyai fungsi menyediakan atau menghasilkan arus listrik yang nantinya akan dimanfaatkan oleh komponen kelistrikan pada kendaraan dam sekaligus mengisi ulang arus pada baterai.
ada suatu sistem yang dapat mengisi ulang muatan.Nah sistem pengisian inilah yang dapat mempunyai fungsi tersebut. Sistem pengisian berkerja pabila mesin dalam keadaan berputar selam mesin hidup sistem pengisian yang akan mempunyai arus listrik bagi semua komponen kelistrikan yang ada.
B. Prinsip Kerja
Bila kunci kontak dalam posisi on, arus dari baterai akan mengalir ke rotor dan merangsang rotor coil, pada waktu yang sama arus baterai juga mengalir ke lampu pengisian (CHG) dan akibatnya lampu menjadi menyala on.
C. Klasifikasi
Sistem pengisian dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. Putaran lambat
a. Tegangan netral
b. Tegangan yang keluar (out put voltage) c. Tegangan yang menuju ke rotor coil d. Tegangan ke baterai
2. Putaran sedang a. Tegangan netral
b. Tegangan yang keluar (out put voltage) c. Tegangan yang menuju ke rotor coil d. Tegangan ke baterai
3. Putaran cepat a. Tegangan netral b. Tegangan yang keluar
BAB III
PROFIL PERUSAHAAN
A. VISI DAN MISI PERUSAHAAN VISI
Untuk menjadi bengkel mobil terbaik, yang mengutamakan kepuasan para pelanggan dan dengan didukung alat-alat & tenaga ahli yang berkopeten dibidangnya, dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggan.
MISI
Membangun bengkel yang terpercaya dalam memberikan jasa kepada para pelanggan dengan kejujuran dan keadilan.
Memberikan solusi tepat & cepat untuk mempebaiki kendaraan para pelanggan
Menciptakan interaksi kerja yang paling mendukung & lingkungan kerja yang kondusif.
Menjamin kesejahteraan pegawai.
Membuka lapangan pekerjaan yang layak, dan berkopeten dibidangnya.
B. SEJARAH BERDIRINYA PERUSAHAAN
asalnya bengkel kecil milik orang lain setelah bengkel itu bangkrut, bengkel itu pun di beli oleh Bapak Tonny. Bengkel ini pun di bangun tahun 2005, atas nama Tonny Wijaya dan selesai pada tahun 2007.
Pada Januari tahun 2008 bengkel Prima motor resmi di buka, di bengkel ini melakukan dua hal yaitu, service dan Steam mobil. Pada saat itu karyawan hanya , M Dasuki, Usoy, Sandi, Bagja, Daya. Montir pertama yaitu, M Dasuki dan yang lainnya sebagai pegawai steam.
C. Struktur Organisasi Perusahaan/Divisi dan Fungsi.
E. Peraturan/Kebijakan Perusahaan.
Mematuhi peraturan dan tata tertib yang berlaku di perusahaan . Memegang teguh kerahasiaan sekolah dan perusahaan .
Hadir di tempat Prakerin sekurang-kurangnya 15 menit sebelum jam kerja dimulai Bersikap sopan, santun, jujur, bertanggung jawab, disiplin, terampil, berinsiatif dan kreatif dalam melaksanakan tugas yang diberikan pada saat Prakerin .
Berpakaian seragam sekolah lengkap (kecuali perusahaan menentukan seragam khusus/seragam lain yang boleh digunakan saat Prakerin), selalu bersih dan rapi . Memberitahukan pada waktu datang dan mohon diri pada saat akan pulang setelah selesai melaksanakan tugas.
Segera bermusyawarah dengan ketua kelompok, guru pembimbing atau instruktur perusahaan jika menemui kesulitan.
Menaati peraturan/tata tertib dalam menggunakan peralatan dan bahan di tempat Prakerin, dan segera melaporkan kepada instruktur jika terjadi salah dalam menggunakan peralatan atau bahan .
Membersihkan/mengatur kembali peralatan setelah digunakan secara rapi dan bersih.
F. Jam Kerja
A. Alternator
Alternator adalah suatu komponen dari mesin yang biasa disebut sebagai dinamocas. Alternator berguna menstabilkan arus baterai agar penyediaan arus oleh baterai bisa menyuplai kesegala komponen yang membutuhkan energy listrik.
Alternator menghasilkan arus bolak balik.Alternator menyuplai kebutuhan listrik sewaktu mesin hidup, tetapi apabila jumlah pemakaian listrik sewaktu mesin hidup, tetapi apabila jumlah pemakaian listrik lebih besar dari pada yang dihasilkan alternator maka baterai ikut memakai beban kelistrikan tersebut.
B. Komponen Pully
Pully berfungsi meneruskan putaran mesin ke alternator dan membuat perbandingan putaran antara putaran mesin dan alternator
Startor
Startor berfungsi untuk membangkitkan tegangan bolak-balik. Startor terdiri dari startor core (inti) dan kemampuan startor dan diletakan pada frame depan dan belakang, startor core dibuat dari beberapa lapis plat besi tipis dan mempunyai alur pada bagian dalamnya untuk mendapatkan kumparan starter.
Rotor
Rectifier
Rectifier berfungsi untuk menyearahkan arus listrik, terdiri dari 6 dan 8 diode.Diode hanya dapat dialiri arus listrik secara satu arah saja.Prinsip diode inilah yang digunakan untuk mengubah arus AC yang dibangkitkan di kumparan startor menjadi arus DC.
Fan
Fan berfungsi untuk mendinginkan seluruh komponen-komponen bagian dalam alternator.
Bearing
Bearing berfungsi untuk memperhalus putaran rotor sehingga rotor lebih tahan lama digunakan.
Rotor Coil
Rotor Coil berfungsi untuk membangkitkan pengapian Kutub
Kutub berfungsi sebagai kutub magnet Slip Ring
Slip Ring terletak di dalam rotor.Slip ring ada dua yaitu slip ring negatif dan slip ring positif.Slip ring berfungsi sebagai terminal kumparan rotor.
Carbon Brush berfungsi sebagai penyuplai arus ke listrik ke rotor untuk menghasilkan kemagnetan dan mengalirkan arus ke kumparan rotor melalui slip ring.
C. Pembongkaran Alternator
1. Beka baut tutup cover belakang alternator 2. Buka baut pengikat bagian depan dan belakang 3. Pisahkan bagian depan dan belakang
4. Buka baut regulator
5. Buka regulator dan carbon brush 6. Buka startor dan cover belakang 7. Buka baut pully
8. Buka pully, fan, bearing dan rotor dari cover depan D. Pemeriksaan Alternator Regulator
1. Lepaskan penutup alternator regulator
2. Periksa permukaan titik kontak apabila ada pencemaran bersihkan permukaan 3. Apabila titik kontak tidak ada kerusakan, lepaskan regulator
4. Periksa resistansi antar terminal, pastikan restansi
5. Periksa hubungan tiap terminal batrai menggunakan Avometer. E. Pemasangan Alternator
1. Solder gulungan startor dengan diode-diode sesuai rangkaian kemudian masukan startor pada rumah belakang dan pasang plat diode-diode. Jaga gulungan startor dari benturan benda keras.
2. Control isolasi plat diode positif dengan lampu control dan bersihkan sisa-sisa timah penyolderan.
3. Pasang bantalan pada rotor dengan di press mengunakan alat khusus (beri oli supaya pengoprasian mudah dan pasang bantalan dengan rotor pada rumah depan)
4. Tahan sikat-sikat dengan batang khusus (kawat las) supaya tidak patah saat unit rumah depan dengan unit rumah belakang di rakit.
6. Langkah terakhir control kondisi mekanis alternator, tidak boleh ada suara berisik, macet atau longgar.Berikut akan dijelaskan mengenai prinsip kerja sistem pengapian konvensional.
7. Prinsip kerja sistem pengapian konvensional ada dua kondisi yaitu kondisi saat kunci kontak ON platina menutup dan Aliran arus listrik pada saat platina membuka.
Gambar 4.1 Aliran Arus Listrik Saat Konci Kontak On, Platina Menutup Aliran arusnya adalah sebagai berikut:
Baterai —-> Kunci kontak —-> Primer koil —-> Platina —-> Massa. Akibat aliran listrik pada primer koil, maka inti koil menjadi magnet. 2) Saat platina membuka
Gam bar 4.2 Aliran Arus Saat Platina Terbuka
Saat platina membuka, arus listrik melalui primer koil terputus, terjadi induksi tegangan tinggi pada sekunder koil, sehingga arus akan mengalir seperti dibawah ini:
Sekunder koil —-> Kabel tegangan tinggi —-> Tutup distributor —-> Rotor —-> Kabel tegangan tinggi (kabel busi) —-> Busi —-> Massa.
Akibat aliran listrik tegangan tinggi dari sekunder koil, mampu meloncati tahanan udara antara elektroda tengah dengan elektroda massa pada busi dan menimbulkan percikan bunga api.
Sistem pengapian konvensional terdiri dari beberapa komponen. Berikut akan dijelaskan apa saja komponen sistem pengapian beserta dengan fungsi masing-masing komponen sistem pengapian.
1. Baterai
Baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik. 2.Kunci Kontak
Kunci kontak berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan listrik pada rangkaian atau mematikan dan menghidupkan sistem. Kunci kontak pada kendaraan memiliki 3 atau lebih terminal.
Terminal utama pada kontak adalah terminal B atau AM dihubungkan ke baterai, Terminal IG dihubungkan ke (+) koil pengapian dan beban lain yang membutuhkan, terminal ST dihubungkan ke selenoid starter. Jika kunci kontak tersebut memiliki 4 terminal maka terminal yang ke 4 yaitu terminal ACC yang dihubungkan ke accesoris kendaraan, seperti: radio, tape dan lain-lainnya.
2. Koil Pengapian
Gambar 4.3 Hubungan terminal Pada Kunci Kontak
Gambar 4.4 Konstruksi Koil Pengapian
3. Distributor
pemutus arus, centrifugal advancer, vacum advancer, rotor distributor dan tutup distributor.
MERAWAT SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
Kinerja sistem pengapian sangat besar pengaruhnya terhadap kesempurnaan proses pembakaran di dalam silinder, dengan sistem pengapian yang baik akan diperoleh performa mesin optimal dan pemakaian bahan bakar yang hemat. Agar kinerja sistem pengapian selalu dalam kondisi baik maka sistem ini perlu dirawat dengan baik. Perawatan sistem pengapian dengan cara membersihkan, melumasi dan menyetel komponen atau mesin.
Gambar 4.5 Sistem Pengapian Konvensional Sistem Pengapian Konvensional
Komponen sistem pengapian yang cepat kotor adalah busi, platina, ujung rotor dan terminal pada tutup distributor. Bagian tersebut diatas perlu diperiksa dan dibersihkan kotorannya menggunakan amplas.
Penyetelan sistem pengapian meliputi penyetelan celah busi, celah platina atau besar sudut dwell, dan penyetelan saat pengapian.
Bagi pemilik kendaraan perawatan dapat dilakukan sendiri dengan alat yang terdapat pada kelengkapan kendaraan, alat dan bahan yang diperlukan, yaitu:
Bahan : Grease (pelumas); amplas.
Alat : Kunci busi; kunci ring nomor 10, 12, 19; obeng (+); obeng (-); feeler gauge; lampu 12 volt dengan dua kabel; multimeter.
Selain alat diatas pada bengkel yang baik menggunakan beberapa alat, diantaranya:
Spark plug cleaner and tester, merupakan alat untuk membersihkan dan memeriksa busi.
Spark plug gauge, untuk mengukur dan menyetel celah busi. Tune up tester, untuk mengukur putaran dan sudut dweel. Timing tester, untuk mengetahui saat pengapian.
Condensor tester, berfungsi untuk memeriksa kapasitas kondensor. Langkah kerja dalam merawat sistem pengapian adalah sebagai berikut:
1. Memeriksa secara visual kelainan pada komponen dan rangkaian sistem pengapian.
7. Memeriksa, membersihkan dan menyetel celah platina atau menyetel sudut dwell.
JENIS-JENIS GANGGUAN PADA SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
Kinerja sistem pengapian sangat besar pengaruhnya terhadap kesempurnaan proses pembakaran di dalam silinder, dengan sistem pengapian yang baik akan diperoleh performa mesin optimal dan pemakaian bahan bakar yang hemat. Gangguan sistem pengapian konvensional pada motor bensin paling sering terjadi dibandingkan sistem lain.
Berikut akan diuraikan mengenai gejala dari gangguan pada sistem pengapian konvensional beserta dengan kemungkinan penyebab dan cara mengatasi gangguan yang terjadi pada sistem pengapian konvensional.
No. GEJALA
KEMUNGKINAN PENYEBAB
CARA MENGATASI 1 Mesin tidak dapat hidup
(tidak ada percikan api di busi)
Busi mati atau deposit berlebihan.
Ganti busi atau bersihkan. Kabel tegangan tinggi bocor
berlebihan.
Ganti kabel tegangan tinggi.
Rotor tidak terpasang. Pasang rotor. Urutan pengapian tidak
benar.
Perbaiki urutan pengapian.
Platina terganjal kotoran Bersihkan kotorannya. Platina menutup terus atau
membuka terus.
Setel celah platina atau sudut dwell
Koil mati Ganti koil
yang lepas
Kabel putus Ganti atau perbaiki kabel yang putus Kontak rusak Ganti kontak
2
Mesin sulit hidup (percikan api dibusi kecil)
Deposit (penumpukan kerak) dibusi berlebihan.
Bersihkan atau ganti busi.
Kabel tegangan tinggi bocor.
Ganti kabel tegangan tinggi.
Tutup distributor kotor.
Bersihkan terminal ditutup distributor. Karbon ditutup distributor
hilang.
Pasang karbon atau ganti tutup distributor. Tutup distributor retak. Ganti tutup distributor. Urutan pengapian tidak
benar.
Perbaiki urutan pengapian. Kontak platina kotor.
Bersihkan kontak atau ganti.
Setelan celah platina tidak tepat.
Setel celah platina atau sudut dwell.
Saat pengapian tidak tepat. Saat setel pengapian Koil rusak. Ganti koil.
Kondensor rusak. Ganti kondensor. Konektor kabel kotor.
Bersihkan terminal konektor kabel.
3 Terjadi ledakan di knalpot
Busi kotor.
Bersihkan busi atau ganti busi
Platina kotor. Bersihkan platina atau ganti.
Saat pengapian terlalu mundur.
No. GEJALA
KEMUNGKINAN PENYEBAB
CARA MENGATASI
4
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas dilepas
Kerja vacum advancer kurang sempurna.
Perbaiki mekanisme vacum advancer.
5
Terjadi ledakan di knalpot saat pedal gas ditekan
Kerja centrifugal advancer kurang sempurna.
Perbaiki mekanisme centrifugal advancer.
6 Busi cepat kotor
Pemakaian busi yang tidak tepat
Ganti busi dengan tingkat panas yang tepat.
Platina kotor.
Bersihkan atau ganti platina.
Saat pengapian tidak tepat. Stel saat pengapian.
7
Elektroda busi meleleh
Pemakaian tingkat busi yang terlalu panas.
Ganti busi dengan tingkat panas busi yang lebih dingin.
Posisi Platina Hasil Pengukuran Keterangan
Membuka
12 volt Baik 0 volt
Platina hubung singkat Kabel platina hubung singkat Tidak ada arus ke koil pengapian Menutup
0 volt Baik
BAB V PENUTUP
Semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan bagi penulis dan pembaca yang budiman dan apabila masih ada kekurangan ataupun kegagalan dari laporan ini penulis sangat mengharapkan maaf dan saran pembaca.
A. Kesimpulan
Dari data-data dan informasi yang dikumpulkan oleh penulis yang kemudian diuraikan dalam bentuk bab demi bab maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut.
1. Dengan cara mengikuti praktek Industri para siswa dapat membandingkan antara teori sekolah dan bengkel.
2. Pengendara menjadi tidak nyaman apabila suatu sistem pengisian baterai salah satunya tidak bekerja dengan baik
3. Tujuan praktek kerja Industri adalah menambahkan wawasan kreatifitas dan menambahkan potensi siswa di bidang perotomotifan, serta menambah disiplin siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah. Juga menerapkan bentuk siswa yang memiliki etos kerja yang tinggi.
B. Saran
Dengan selesainya seluruh rangkaian kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) penulis memberikan beberapa saran, yaitu :
4. Agar kompetensi siswa pendidikan dan pelatihan (siswa) semakin baik. Sebaliknya waktu pelaksanaan Praktek Kerja Industri (prakerin) diperpanjang
DAFTAR PUSTAKA