BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Profil Perusahaan
Table 2.1: Profil Perusahaan
1. Nama Perusahaan Keripik Kentang “Lezath”
2. Bidang Usaha Produk Keripik Kentang
3. Jenis Produk/Jasa Makanan Ringan Sehat
4. Alamat Perusahaan Jl. Jamin Ginting Gg. Paten No. 4 Medan
5. Nomor Telepon 087868746898
6. Alamat Email [email protected]
2.2 Biodata Pemilik/Pengurus
Table 2.2: Bidata Pemilik Perusahaan
1. Nama Fredy A Ginting
2. Jabatan Pimpinan
3. Tempat dan Tgl. Lahir Perbulan, 12 Januari 1990
4. Alamat Rumah Jl. Jamin Ginting Gg. Paten No. 4 Medan
5. Nomor Telepon/HP 087868746898
6. Alamat Email [email protected]
7. Pendidikan Terakhir D-III Keuangan
1. Nama Enny Maitira
2. Jabatan Anggota
3. Tempat dan Tgl. Lahir Brastagi, 26 Juni 1990
4. Alamat Rumah Jl. Jamin Ginting Gg. Kamboja No. 41 Medan
5. Nomor Telepon/HP 087868369117
6. Alamat Email [email protected]
1. Nama Ismulyadi
2. Jabatan Anggota
3. Tempat dan Tgl. Lahir Medan, 26 Juni 1991
4. Alamat Rumah Jl. Jamin Ginting Gg. Paten No.4 Medan
5. Nomor Telepon/HP 087869735344
6. Alamat Email [email protected]
7. Pendidikan Terakhir SMA
2.3 STRUKTUR ORGANISASI
Gambar 2.3 Struktur Organisasi Keripik Kentang
Struktur organisasi yang baik sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi.
Karena dengan struktur organisasi kita dapat memahami bagian dan kerja
masing-masing setiap anggota. Selain itu juga struktur organisasi mencerminkan sikap
Fredy A Ginting
Pimpinan
Ismulyadi
Anggota
Enny Maitira
profesionalisme suatu perusahaan atau organisasi, juga untuk mengetahui sejauh
mana struktur organisasi yang baik mempengaruhi perkembangan perusahaan
tersebut.
Dalam tahap awal struktur organisasi kami hanya masih 3 orang termasuk
penulis yang terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis keripik kentang ini.
Kedepannya diharapkan akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang akan diserap.
Penulis yakin ketika usaha ini nantinya telah berjalan akan menjadi usaha yang
berkembang dan menjadi perusahaan yang besar dan menjadi salah satu usaha
yang baik untuk di contoh oleh pebisnis pemula.
2.4 ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
2.4.1 Produk yang Dihasilkan
Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama
pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:
A.Dimensi Produk
Dimensi produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi
bentuk, ukuran, warna serta fungsinya. Produk yang berbahan baku kentang
disajikan dalam bentuk keripik (gorengan) yang disediakan dengan berbagai
Gambar 2.4 Gambar Keripik Kentang Manis
Gambar 2.5 Gambar Keripik Kentang Asin
Gambar 2.6 Gambar Keripik Kentang Pedas B.Nilai/Manfaat Produk
Produk Keripik Kentang yang ditawarkan memiliki manfaat yang positif
bagi kesehatan konsumen. Inilah manfaat inti dari produk Keripik
bagi kesehatan karena mengadung kalori yang cukup dan kandungan kolesterol
yang rendah. Selain itu baik untuk dikonsumsi setiap hari karena tidak
mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
C.Kegunaan/Fungsi Produk
Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen
akhir. Produk Keripik Kentang merupakan Shopping goods, yaitu produk-produk
yang dibedakan oleh konsumen berdasarkan kualitas, harga, tren dan gaya. Karena
harga yang cukup terjangkau dan rasa yang lezat membuatkeripik kentang
berfungsi juga sebagai cemilan sehat keluarga.
2.4.2 Keunggulan produk
Keunggulan kompetitif produk kami antara lain :
1. Tim Inti terdiri dari manajemen dan produksi dengan latar belakang
pendidikan yang mendukung.
2. Pemahaman terhadap minat dan daya beli konsumen terhadap produk yang
kami tawarkan.
3. Produk keripik kentang kami memiliki berbagai rasa yang lezat dan
menarik untuk dicoba.
4. Perancangan produk yang secara terus-menerus dikembangkan dengan
inovasi dan desain-desain baru yang menarik.
5. Penguasaan teknologi produksi sehingga mampu menghasilkan produk
dengan kwalitas tinggi.
2.4.3 Gambaran Pasar
Ditinjau dari jumlah konsumen, daya beli dan minat konsumen terhadap
makanan ringan, khususnya makanan ringan yang mengenyangkan, sehat, enak,
aman dan tentu saja harga yang terjangkau oleh semua konsumen, Maka saya
optimis bahwa keripik kentang yang dipasarkan akan terjual. Apabila pembelian
makanan ringan saat ini adalah salah satu investasi yang diharapkan oleh
konsumen akan meningkat di masa yang akan datang.
2.4.4 Target atau Sekmen Pasar yang Dituju
Dalam suatu perusahaan pasti akan memiliki target atau segmentasi pasar
yang akan dituju oleh pebisnis untuk mengembangkan usaha yang diproduksi oleh
perusahaan. Untuk itu penulis juga memiliki target atau segmen pasar yang akan
dituju adalah penduduk kota medan khususnya penduduk sekitar pasar satu
Padang Bulan dan sekitarnya. Namun, karena usaha yang akan dibuka di Pasar
satu, yang masih satu area dengan Universitas Sumatera Utara maka, target yang
jelas dituju adalah masyarakat, mahasiswa, serta pelajar di sekitar daerah tersebut.
2.4.5 Trend Perkembangan Pasar
Masyarakat Indonesia sangat mengikuti trend suatu produk di pasar saat
ini. Penulis sangat yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan
yang dapat berkembang cepat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi perekonomian
Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat untuk mencoba suatu produk
Melalui analisis perkembangan pasar yang penulis lakukan pertumbuhan
ekonomi, inflasi dan tingkat suku bunga sangat mempengaruhi dari trend
perkembangan pasar ini. Dari segi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa
tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik tentu saja ini akan
mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena
apabila tingkat pendapatan masyarakat baik maka tingkat konsumsi dari
masyarakat juga akan mangalami peningkatan. Keinginan masyarakat untuk
mengkonsumsi suatu produk maka akan tinggi pula hasrat masyarakat untuk
mengkonsumsi produk dari usaha penulis.
Di lihat dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan
usaha penulis, dikarenakan ketika inflasi tinggi maka akan berimbas pada bahan
baku penolong usaha ini antara lain cabai dan gula. Dengan tingginya inflasi maka
tinggi pula harga bahan baku penolong yang akan berimbas pada harga produk
usaha penulis. Namun, ketika inflasi turun maka bahan baku penolong juga akan
turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha penulis tersebut.
2.4.6 Proyeksi Penjualan
Perencanaan kapasitas produksi dilakukan untuk semua mesin, peralatan,
dan faktor produksi lainnya sesuai dengan rencana jumlah produk akhir yang akan
dihasilkan. Dengan sendirinya, kapasitas produksi sampai dengan tingkatan yang
rinci semuanya akan mengacu pada hasil dari perhitungan peluang pasar atas
produk yang bersangkutan. Kapasitas produksi biasa dinyatakan dalam unit per
strategis, proyeksi kapasitas penjualan dilakukan dalam jangka minimal 5 tahun
ke depan, sesuai dengan rencana produksinya.
2.4.7 Analisis Pesaing
Strategi Pemasaran Perusahaan dilakukan berdasarkan analisa 7 P dengan alat analisis SWOT menurut Kottler (1997 : 399) yang terdiri atas :
1. Produk (Product)
Menurut Tjibtono Strategi mengenai bagaimana produk usaha kita dapat
menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk yang ditawarkan merupakan
produk keripik kentang yang memiliki kualitas terbaik dengan kadar gizi yang
tinggi dan menyehatkan dan sekaligus berkhasiat sebagai obat kesehatan kulit.
Sebagai makanan vegetarian.
Kentang ini memberi manfaat kesehatan karena kentang mengandung
asam amino nyaris setara dengan telur ayam, mengandung protein 2% dari setiap
bobotnya, mengandung zat-zat mineral magnesium, potassium, besi, selain itu
mangandung vitamin B1, B3, dan B6 juga C yang mampu melawan penyakit
kudis. Selain karbohidrat, kandungan kentang lainnya adalah serat, air, dan
untuk dihidangkan dalam sajian masakkan keluarga.
2. Harga (Price)
Tjiptono berpendapat Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih
lebih tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah namun tetap sehat
dan rasa yang enak. Pricing menurut Corey adalah ekspresi nilai yang
menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan
promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi, dan layanan yang
menyertainya. Sehingga pricing bukan semata-mata biaya produksi ditambah
dengan marjin keuntungan yang akan kita ambil.
Melainkan sebuah nilai yang mencerminkan value proposition. Dalam
menentukan harga keripik kentang, kita mempertimbangkan hal-hal yang seperti,
harga yang tepat akan memiliki ikatan yang erat antara pembeli dan produsen.
Harga produk tidak lebih murah dari pada produk pesaing, karena harga tersebut
merupakan harga yang sudah sesuai dengan ongkos produksi yaitu Rp 5000.
Namun, ada potongan 10% bagi pelanggan yang membeli keripik kentang dalam
jumlah yang banyak.
3. Promosi (Promotion)
Humphrey berpendapat Strategi mengenai bagaimana produk kita dapat
dikenal oleh konsumen melalui cara Personal Selling yaitu promosi melalui
penjualan langsung ke tempat konsumen berada dengan menawarkan dan
mencoba produk langsung keripik kentang yang kita jual. Hal ini dilakukan agar
konsumen lebih mudah dan cepat mengenal keripik kentang yang kita tawarkan.
4. Sistem Distribusi (Placement)
Sistem Distribusi Merupakan cara untuk mendistribusikan produk keripik
secara langsung ke konsumen. Tanpa perantara atau menitipkan keripik kentang
tersebut di kios-kios yang ada disekitar tempat jualan. Hal ini dilakukan untuk
menjaga keamanan dan kesegaran keripik tersebut.
5. Orang (People)
Orang Merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat
meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak
langsung. Direncanakan, usaha ini dilaksanakan oleh pemilik sendiri sebagai
pemilik aktif. Maka sedapat mungkin pemilik mengutamakan pelayanan dengan
sikap yang ramah, sopan dan bersahabat.
6. Proses (Process)
Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk
membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti proses produksi yang baik
ataupun proses pelayanan terhadap konsumen. Dalam proses, pelanggan dapat
melihat secara langsung proses pembuatannya. Disini operasional usaha dituntut
untuk menjaga kualitas produksi seperti mengutamakan kebersihan, langkah kerja
yang efektif dan tangkas menanggapi permintaan.
7. Bentuk Fisik (Physical Evidence)
Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual
produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Kemasan produk berisi nama
lingkungan. Ini akan menghemat ongkos produksi serta menjadi indikator
kepedulian terhadap lingkungan.
Dari analisis pasar dan pesaing yang penulis lihat bahwa, pesaing dari
usaha keripik kentang ini bukan dari produk yang sejenis melainkan pesaing yang
bersifat subtitusi yakni usaha kue-kue basah dan usaha pisang goreng krispi. Ada
pun keunggulan dan kelemahan dari produk yang kami tawarkan dan kompetitor
sebagai berikut :
Tabel 2.7 Produk Pesaing Usaha Keripik Kentang
PESAING KEUNGGULAN KELEMAHAN
Usaha
Kue-Kue Basah
1. Lebih ekonomis dari
segi harga
2. Lebih
mengenyangkan.
1. Kurang menyehatkan
2. Kurang higienisnya produk
yang dihasilkan
1. Kesegaran yang kurang
dijamin dari pisang yang di
goreng.
2. Kurangnya unsur kesehatan
dalam pisang
2.5 ASPEK PRODUKSI
2.5.1 Proses Produksi
Perencanaan proses produksi pada dasarnya menjelaskan tahapan-tahapan
proses yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau output yang dimaksud.
Bentuk proses biasa digambarkan dalam bentuk keterangan dari awal pemilihan
bahan-bahan baku sampai keripik siap untuk di bungkus. Setelah itu keripik
kentang siap untuk di jual ke konsumen. Prosesnya sebagai berikut :
1. Bahan Keripik Kentang Rasa Pedas :
1 kg kentang tess, kupas, dan serut dengan tebal 1 mm
1 liter air dingin.
1 sdm air kapur sirih.
1 sdm garam.
700 ml minyak goreng.
2. Taburan Untuk Keripik Kentang rasa Pedas :
2 sdt garam halus.
1 sdt gula bubuk.
1 sdt cabai bubuk.
1 sdt paprika bubuk.
1 sdm ebi, rendam, tiriskan, sangrai, haluskan.
1 sdt oregano bubuk.
3. Cara Membuat Keripik Kentang Rasa Pedas :
1 Larutkan air kapur sirih dan garam dalam air. Rendam irisan kentang
selama 12 jam. Tiriskan.
2 Jemur kentang di bawah terik matahari hingga kering
3 Panaskan minyak, goreng keripik kentang hingga kuning keemasan.
Angkat dan tiriskan.
4 Masukkan campuran taburan dalam kantung plastik, masukkan gorengan
kentang, kocok-kocok hingga seluruh permukaan kentang terselimuti
taburan.
5 Simpan dalam wadah yang kedap udara atau stoples.
Tips :
1. Untuk mendapatkan keripik kentang yang renyah, gunakan pisau yang
tajam atau alat khusus pemotong kentang.
2. Rendam kentang dalam air dingin. Setelah ditiriskan harus dilap atau
dijemur hingga benar-benar kering.
3. Goreng kentang hingga terendam dalam minyak dan panaskan dengan
1. Skema Produksi keripik Kentang
Bahan mentah yang diperoleh dari pasar
Gambar 2.8 Bahan Mentah di Pasar
Proses Penggorengan Keripik Kentang
Keripik Kentang yang Sudah Digoreng
Gambar 2.10 Keripik Kentang yang Sudah di Goreng
Pengemasan Keripik Kentang
Pemasaran Keripik Kentang
Gambar 2.12 Pemasaran Keripik Kentang
Keripik Kentang yang sedang di Konsumsi Konsumen
Gambar 2.13 Konsumen sedang Mengonsumsi Keripik kentang 2.5.2 Bahan Baku dan Bahan Penolong
Perencanaan bahan baku dan bahan penolong merupakan bagian utama
suplier, kuantitas, harga beli, persyaratan pembelian, ketersediaan, dan persediaan.
Bahan baku yang digunakan adalah (dihitung berdasarkan kebutuhan per hari):
2. Bahan Baku Pembuatan keripik Kentang
Tabel 2.14 Bahan Baku Pembuatan Keripik Kentang
No. Uraian Banyak @ JumlahHarga
1 Kentang 20 kg 6.000 120.000
2 Air Kapur Sirih 1 Bungkus 2.000 2.000
3 Gula 2 kg 11.000 22.000
4 Merica Bubuk 1 ons 4.000 4.000
5 Paprika bubuk 1 kg 12.000 12.000
6 Minyak Goreng 4 kg 12.000 48.000
7 Cabai 0,5 kg 20.000 10.000
8 Keju parmesan bubuk 1 kg 10.000 10.000
9 Garam 1 Bungkus 2.000 2.000
3. Bahan Penolong Untuk 1 Bulan
Tabel 2.15 Bahan Tambahan untuk 1 bulan
Nama bahan
Kemasan Plastik 30 Bungkus 8.000 240.000
Plastik Pembungkus 30 Bungkus 8.000 240.000
Total 480.000
4. Biaya Bahan Baku Penggunaan 1 Bungkus Keripik Kentang Tabel 2.16 Biaya Bahan Baku Penggunaan 1 Bungkus Keripik Kentang
Biaya Perkiraan 1 Bungkus Keripik Kentang
a. Modal 1 Bungkus Keripik Kentang = Rp. 2.280
b. Harga Jual 1 Bungkus Keripik Kentang = Rp. 4.000
c. Keuntungan 1 Bungkus Keipik Kentang = Rp. 1.720
2.5.3 Peralatan yang Dibutuhkan
Baik untuk skenario pembelian ataupun sewa, daftar mesin dan peralatan
juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu
Tabel 2.17 Biaya Peralatan Investasi Usaha Keripik Kentang
Nama Peralatan @ Unit Harga @ Harga
1. Kompor Gas 1 200.000 200.000
2. Tabung Gas 1 150.000 150.000
3. Gas 3kg (Isi) 1 15.000 15.000
4. Nampan 1 15.000 15.000
5. Saringan Gorengan 2 10.000 20.000
6. Kuali 1 100.000 100.000
7. Sendok Goreng 2 20.000 40.000
8. Toples 10 50.000 500.000
9. Pemotong Kentang 2 100.000 200.000
10.Steling 1 500.000 500.000
11.Meja 2 50.000 100.000
12.Kursi 2 25.000 50.000
Peralatan termasuk kedalam aktiva tetap dimana seiring berjalannya
waktu, aktiva tetap ini akan kehilangan kemampuannya dalam memberikan
manfaat untuk membantu proses produksi. Hal ini akan menjadi beban yang
disebut dengan beban penyusutan.
Penulis menggunakan metode garis lurus dalam menghitung penyusutan
peralatan dimana estimasi nilai sisa peralatan adalah Rp. 400.000. Dan umur
peralatan selama 5 tahun. Maka penyusutan peralatan adalah sebagai berikut :
Penyusutan biaya selama 5 tahun
Penyusutan
=
estimasi umur
biaya perolehan – estimasi nilai sisa
=
Rp.5
1.890.000 - Rp. 400.000.
= Rp
= dibulatkan menjadi Rp. 28.800
2.5.4 Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang
termasuk dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi
Tabel 2.18 Sarana Penunjang
Jenis Biaya Jumlah Biaya
1. Listrik Rp 30.000,-
2. Air Rp 20.000,-
3. Bensin Rp 27.000,-
Total Biaya Sarana Penunjang : Rp 77.000,-
2.6 ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Pekerja tetap yang dibutuhkan oleh Perusahaan Keripik Kentang adalah 3
orang yang terdiri dari Pimpinan, Staf Produksi, Staf Pemasaran. Karena dalam
usaha ini pemilik juga merupakan investor aktif yang berarti pemilik juga
menjalankan pekerjaan operasional, maka system penggajian tidak dihitung secara
spesifik melainkan menerima pembagian dari laba yang didapatkan. Pemilik
usaha sangat membutuhkan para pekerja yang jujur, ramah dan baik agar dapat
menarik konsumen lebih banyak lagi untuk membeli keripik kentang tersebut
2.7 RENCANA PENGEMBANGAN PASAR 2.7.1 Strategi Produksi
Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan
kuantitas dari Keripik Kentang yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan
lagi konsumen dan mempertahankan konsumen tersebut agar tidak lari membeli
jenis keripik lain.
2.7.2 Strategi Organisasi dan SDM
Pemilik usaha juga harus menerapkan strategi organisasi dan SDM yang
baik karena strategi organisasi dan SDM termasuk penting untuk diperhatikan
karena organisasi dan SDM mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi
yang diterapkan antara lain adalah dengan memberikan motivasi dan melakukan
pelatihan cara memasarkan keripik kentang kepada konsumen. Selain itu pemilik
juga wajib untuk memberikan bonus kepada karyawan yang berhasil menjual
keripik dalam jumlah yang banyak.
2.7.3 Strategi Pemasaran
Pemasaran juga mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang
marketing yang akan dilakukan untuk sementara ini adalah dengan lebih
memasarkan usaha ini dengan membuat brosur dan menbagikannya kepada
masyarakat umum. Agar keripik kentang yang dihasilkan lebih di kenal dan
diminati oleh masyarakat umum.
2.7.4 Strategi Keuangan
Jika pemilik usaha ingin usaha yang dijalankan berhasil dan mendapatkan
keuntungan maka pemilik usaha perlu juga menerapkan Strategi Keuangan yang
baik. Salah satunya pemilik akan menambah armada untuk mengembangkan
usaha dengan modal sendiri yang telah didapat dari keuntungan yang selama ini
berjalan dengan lancar, untuk menambah operasional pemilik usaha berencana
akan meminjam kepada pihak lain seperti bank BRI, BNI dan MANDIRI dengan
bunga pinjaman yang rendah.
2.8 ANALISIS KEUANGAN
Salah satu komponen yang mendukung pembangunan nasional adalah
tersedianya lembaga intermediasi yang mempunyai fungsi menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya. Lembaga intermediasi yang ada dibedakan dalam 3
kategori yakni :
a. Berbentuk Bank tunduk pada Undang-Undang Pokok Perbankan
b. Berbentuk Koperasi Simpan Pinjam tunduk pada Undang-Undang
Koperasi
c. Lembaga Keuangan Mikro lainnya yang belum diatur undang-undang
Lembaga keuangan mikro yang membantu mengembangkan iklim
wirausaha di Indonesia diatur dalam Surat Edaran Menteri Keuangan No.
SE-31/MK/2000 tanggal 5 Mei 2000 tentang Pelaksanaan Program PUKK. Dalam hal
ini Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi mengacu kepada Surat Keputusan
Menteri Keuangan No. 316/KMK. 016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang
menggantikan Surat Keputusan Menteri BUMN/Kepala Badan Pembina BUMN
No. Kep. 216/M-PBUMN/1999 tanggal 28 September 1999. Sumber pendanaan
dari Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) berasal dari
Koperasi (PUKK) tahun-tahun sebelumnya yang merupakan sumber pendanaan
utama dalam merealisir terwujudnya pemerataan kehidupan perekonomian
masyarakat melalui kemitraan dengan para pengusaha kecil dan koperasi serta
lingkungan masyarakat sekitarnya.
Pelaksanaan Program Pembinaan Usaha Kecil Koperasi (PUKK) dan Bina
Lingkungan dilaksanakan di dalam lingkup masyarakat yang bertujuan untuk
mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi rakyat, melalui pemerataan di
sector ekonomi dimana anggota masyarakat golongan pengusaha kecil dan
koperasi di beri kesempatan untuk melakukan perluasan usahanya, berdasarkan
bantuan pinjaman untuk modal kerja/pinjaman lunak yang berasal dari penyisihan
laba BUMN. Namun untuk bisnis Keripik Kentang ini, kami menggunakan dana
dari kami sendiri, agar tanggungjawab dan pembagian hasil nantinya jauh lebih
mudah, adapun bila membutuhkan pengembangan usaha, salah satu cara
pendanaan yang tertera diatas bisa menjadi bahan pertimbangan kami, umtuk
lebih mengembangkan usaha ini.
2.8.1 Proyeksi Keuangan
Aspek finansial dari proposal bisnis dapat memperlihatkan potensi dana
yang dimiliki, kebutuhan dana eksternal, perhitungan kelayakan usaha, termasuk
di dalamnya 3 performa laporan keuangan: neraca, rugi-laba, dan cash flow.
Secara ringkas, dapat diberikan format sederhana perhitungan kelayakan usaha
2.8.2 Proyeksi Penjualan
Proyeksi penjualan Keripik Kentang Per hari:
Tabel 2.19 Proyeksi Penjualan Per Hari Usaha Keripik Kentang
NO NAMA MENU
BANYAK
(UNIT)
HARGA
PER
BUNGKUS
JUMLAH
HARGA (Rp)
1. Keripik Kentang 100 4000 400.000
Dengan proyeksi penjualan seperti tabel di atas maka dapat disimpulkan
usaha bisnis Keripik Kentang dapat menjual sebanyak kurang lebih 100 Bungkus
dalam sehari dalam menu yang tersedia.
Berikut proyeksi keuntungan dari penjualan Keripik Kentang per hari:
Keuntungan per hari = Pendapatan penjualan per hari – Biaya bahan baku per hari
= Rp. 400.000 – Rp.230.000
Tabel 2.20 Kebutuhan Pembiayaan/Modal Investasi
Uraian Jumlah
A. Sewa Bangunan Rp. 0
B . Peralatan Rp. 1.890.000
Jumlah Rp. 1.890.000
Pembelian Bahan Baku dan Penolong =
Biaya bahan baku + Biaya Tambahan
Pembelian bahan baku per hari Rp. 230.000 x 26 hari = Rp. 5.980.000
Biaya bahan Tambahan perbulan Rp. 480.000
= Rp. 5.980.000 + Rp. 480.000
= Rp. 6.460.000
Tabel 2.21 Penggunaan Dana Untuk Modal Kerja
Penggunaan Dana Jumlah
Pembelian Bahan Baku + Bahan Penolong Rp. 6.460.000
Gaji Pimpinan Rp. 600.000
Gaji Karyawan ( 2 orang ) Rp. 1.000.000
Tabel 2.22 Sumber Pendanaan
Berikut adalah Laporan Cash Inflow usaha Keripik Kentang dalam satu
tahun kedepan, penjualan akan naik 1% setiap bulannya.
Tabel 2.23 Proyeksi Penjualan Per Bulan Usaha Keripik Kentang
NO BULAN KE- PENJUALAN (Rp) JUMLAH (Rp)
Tabel 2.24 Perkiraan Bahan Baku 1 Bulan Keripik Kentang
BULAN KE-
Bahan baku x h.1
Bungkus Hasil penjumlahan(Rp)
I
TOTAL PENJUALAN 75.181.841
Proyeksi penjualan Keripik Kentang dalam 5 tahun kedepan yang
diperkirakan akan tumbuh 2% pertahun. Berikut adalah proyeksi penjualan 5
Tabel 2.25 Proyeksi Penjualan 5 Tahun Ke Depan Usaha Keripik Kentang
TOTAL PENJUALAN 686.400.441
Tabel 2.26 Perkiraan Bahan Baku dan Bahan Penolong
2.8.3 ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP)
Break Event Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa
lama modal yang dikeluarkan akan kembali.
Untuk mengetahui berapa lama modal usaha Keripik Kentang ini akan
kembali maka perhitungan BEP nya adalah :
Rumusnya:
Total pendapatan = Total Pengeluaran
(Harga Jual x Qty ) = (Biaya tetap + biaya variabel)
Estimasi dalam 1 bulan:
Tabel 2.27 : Cash Outflow
9210409 9670929 10154475 11195307 11755072
Total B.Bahan Baku 6653800 9210409 9210409 9670929 10154475 11195307 11755072
2.10 PEMANFAATAN IT
Dalam meningkatkan produk keripik kentang pemilik usaha juga perlu
memperhatikan pemanfaatan IT. Hal ini dilakukan agar keripik kentang dapat
berkembang dengan cepat dan dapat mempertahankan produknya di lingkungan
masyarakat. Dalam persaingan dunia bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT
memegang peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi acuan adalah
sejauh mana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis mengenai
teknologi sehingga memberi dampak terhadap strategi bisnis dan selalu terlibat dalam
berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis.
Dalam pemanfaatan IT, kedepannya Keripik Kentang “Lezath” akan
menggunakan jaringan internet.Termasuk didalamnya situs jejaring sosial seperti
facebook, Twitter dan brosur. Selain itu IT juga mempermudah dalam penyusunan
2.11 ANALISIS RESIKO USAHA 2.11.1 Analisis Resiko Usaha
− Mendapatkan kentang yang kurang baik seperti: busuk atau ukuran yang kecil.
− Ketidakpastian alam yang tidak kita ketahui akan datangnya suatu bencana
alam seperti gempa dan banjir dan menganggu para petani kentang.
− Perubahan selera pasar terhadap jenis cemilan lain selain keripik kentang.
− Penurunan daya beli konsumen terhadap keripik kentang.
Gambar 2.29 Analisis Resiko Usaha
2.11.2 Antisipasi Resiko Usaha
− Membuat perjanjian dengan petani kentang agar berlangganan dan
menjualkan kentang pilihan yang terbaik.
− Pemilik usaha membuat persediaan kentang yang cukup.
− Membuat riset terhadap konsumen apakah ada keluhan terhadap keripik
kentang yang dibelinya.
− Membuat inovasi baru terhadap keripik kentang baik rasa maupun bentuk
kemasan.