• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upaya Peningkatan Ekspor Nasional dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Upaya Peningkatan Ekspor Nasional dengan"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Upaya Peningkatan Ekspor Nasional dengan Negara Maju Dunia

melalui Diplomasi Ekonomi Untuk Memperbaiki Posisi Neraca

Perdagangan Indonesia

Tugas Perekonomian Indonesia

Disusun Oleh

Veronika Lipat Ola NIM 041311133100

Maulana Arief W NIM 041311133108

Rahmaniah Halim NIM 041311133111

Titah Rahayu Pangestuti NIM 041411131001

Ilham Maulana NIM 041411131002

Anita Lucky Kurniasari NIM 041411131003

Program Studi Ekonomi Pembangunan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Airlangga

Surabaya

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Peningkatan ekspor produk Indonesia di pasar internasional menjadi program kerja utama kementerian perdagangan Indonesia pada pemerintahan saat ini. Nilai ekspor Indonesia periode Januari hingga September 2016 mencapai US$ 104.360.5 juta dollar atau menurun 9% dari nilai ekspor periode yang sama pada tahun 2015 sebesar US$ 115.205.3 juta dollar. Jika dilihat dari sektornya, industri nonmigas Indonesia pada tahun 2016 lebih mengusai pasar internasional dibandingkan sektor dari migas.

Nilai impor Indonesia periode Januari hingga September 2016 mencapai angka US$ 986.934 juta dollar. Sedangkan pada tahun 2015 dengan periode yang sama mencapai angka US$ 1079891 juta dollar, angka ini menurun 8% dari periode sebelumnya.

Meskipun pada neraca perdagangan Indonesia tetap pada posisi surplus tetapi net ekspor Indonesia mengalami penurunan US$ 15491 juta dollar. Perlu adanya upaya untuk mendorong ekspor dan meningkatkan net ekspor Indonesia.

Era globalisasi telah terbentuk dan dirasakan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Terbukanya pasar dunia telah menyebabkan berubahnya peta persaingan di kawasan. Keunggulan kompetitif suatu negara tercermin dari penguasaan pasar yang makin meningkat di mancanegera.

Daya saing produk nasional menjadi perhatian ketika pemerintah menginginkan adanya peningkatan angka ekspor. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki daya saing khususnya terhadap barang ekspor. Perbaikan telah dilakukan oleh pemerintah untuk membenahi daya saing seperti penciptaan iklim usaha yang kondusif, melengkapi sarana dan prasarana serta perbaikan jalur perizinan merupakan hal pendukung dalam perbaikan daya saing tersebut.

Perbaikan daya saing telah diperoleh dengan adanya peringkat daya saing yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Angka peringkat daya saing nasional merupakan hal yang sangat menggembirakan, karena menunjukkan telah terjadinya reformasi baik dari kalangan investor dan juga dari pihak pemerintah sebagai penyedia jasa layanan publik.Peringkat daya saing merupakan cerminan kemampuan bersaing secara umum bagi semua industri di negeri ini.

(3)

domestiknya. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi daya saing ekspor Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan suatu analisa tentang kebijakan impor di beberapa negara tujuan ekspor Indonesia untuk lebih mengamankan akses pasar ekspor Indonesia.

Selain Analisa kebijakan impor dibeberapa negara tujuan ekspor Indonesia kita memerlukan deplomasi ekonomi untuk memperkenalkan produk-produk nasional Indonesia di dunia. Diplomasi ekonomi ini sangat membantu perkenalan produk domestic dan dapat menilai kualitas produk ekspor Indonesia di mancanegara.

1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Bagaimana posisi neraca perdagangan Indonesia?

1.2.2. Bagaimana kondisi umum negara-negara importir utama produk yang dihasilkan Indonesia?

1.2.3. Bagaimana hambatan dan kendala bagi industri dalam memenuhi standard kualitas dan persyaratan teknis atau lingkungan yang ditetapkan oleh negara-negara importir utama?

1.2.4. Bagaimana cara meningkatkan angka ekspor nasional untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia?

1.3. Tujuan Penulisan

1.3.1. Mengetahui posisi neraca perdagangan Indonesia

1.3.2. Memahami kondisi umum negara importi utama produk yang dihasilkan Indonesia

1.3.3. Mengetahui hambatan dan kendala bagi Industri dalam memenuhi standard kualitas dan persyaratan teknis atau lingkungan yang ditetapkan oleh negara-negara imporir utama

1.3.4. Menemukan cara yang tepat untuk meningkatkan angka ekspor nasional untuk memperbaiki neraca perdagangan Indonesia

1.4. Manfaat

1.4.1. Bagi Penulis

 Sebagai bahan pembelajaran dan penelitian terkait topic yang diambil, sehingga dapat meningkatkan wawasan dan pegetahuan penulis.

 Dapat mengetahui bagaimana keadaan neraca perdagangan Indonesia  Dapat menganalisa cara peningkatan ekspor Indonesia.

1.4.2. Bagi Pembaca

 Dapat menambah wawasan dan ilmu terkait pentingnya diplomasi ekonomi untuk meningkatkan ekspor Indonesia dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia

 Menambah daya kritis pembaca sehingga bisa dilanjutkan dan diperbaiki oleh penelitian selanjutnya.

1.4.3. Bagi pemerintah

(4)
(5)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan selisih antara ekspor dan impor. Neraca perdagangan bisa disebut dengan ekspor netto. Neraca perdagangan yang positif berarti negara tersebut mengalami ekspor yang nilai moneternya melebihi impor yg bisa disebut surplus perdagangan. Perdagangan internasional melibatkan berbagai transaksi ekonomi antara satu negara dengan negara lain. Transaksi ekonomi tersebut kemudain dicatat dalam bentuk neraca. Neraca perdagangan internasional merupakan salah satu komponen penting dalam neraca pembayaran internasional.

Dalam perdagangan internasional, suatu negara akan berupaya untuk mencapai neraca perdagangan surplus dengan mengekspor produk sebesar-besarnya dan membatasi impor dengan maksud untuk memperoleh devisa sebesar-besarnya yang merupakan salah satu tolak ukur kesejahteraan suatu negara (Basri & Munandar, 2010).

Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi neraca perdagangan, diantara lain:

 Biaya produksi (tanah, tenaga kerja, modal, pajak, insentif, dll) ekspor dalam perekonomian mereka dalam perekonomian impor.

 Biaya dan ketersediaan bahan baku, barang setengah jadi dan input lainnya.  Bursa pergerakan nilai.

 Multilateral, bilateral dan unilateral pajak atau pembatasan perdagangan.  Hambatan non-tarif seperti linghkungan, kesehatan atau standar keselamatan.  Ketersediaan devisa yang memadai yang dapat digunakan untuk membayar

impor.

 Harga pokok produksi di rumah (dipengaruhi oleh respon dari pasokan). 2.2. Diplomasi Ekonomi

Diplomasi ekonomi adalah diplomasi yang dikaitkan dengan faktor-faktor ekonomi, yang dapat juga dimaknai sebagai formulation and advancing policies relating to production, movement or exchange of goods, services, labor and investment in other countries (Bayu, 2011). Pengertian lain menyebut diplomasi ekonomi sebagai segala upaya untuk menjalin, meningkatkan, dan memanfaatkan hubungan atau kerjasama untuk mencapai tujuan – tujuan ekonomi. Cara kerja diplomasi ekonomi adalah sebagai berikut :

(6)

kawasan yang terdekat , provil investasi asing , dan sebagainya . Beberapa diplomat dituntut melakukan tur orientasi di negaranya sendiri sebelum menempati posisi baru di negara lain.

2. Menyusun catatan perdagangan negara yang meliputi kepentingan memahami profil ekonomi mendasar negaranya , indikator utamanya , organisasi ekonomi , pajak , tarif , kebijakan bea cukai , perbankan dan struktur , nama – nama perusahaan ekspor impor . Panduan ini berguna untuk menjawab permintaan komersial umum dari negara asal . Catatan yang ada bisa dibandingkan dengan informasi dari kedubes negara lain

3. Membuat jaringan keluar ; melibatkan kerjasama dengan mitra ekonomi , sperti usahawan lokal yang terkait aktivitas perdagngan bilateral dan investasi .

4. Membangun kerjasama termasuk pekerjaan intenal

5. Mengirimkan utusan dagang

Djelantik (2008) menyatakan bahwa ada empat hal yang menjadi pilar dalam kegiatan diplomasi ekonomi: promosi perdagangan, promosi peluang investasi, menarik masuknya tekonologi yang memadai, dan pengelolaan bantuan ekonomi. Promosi negara menjadi sebuah usaha untuk membangun citra negara. Pada saaat ekonomi nasional menjadi penting maka peranan diplomasi ekonomi jelas meningkat.

Menurut Aleksius (2015), asumsi utama bagi para pendukung promosi diplomasi ekonomi adalah bahwa negara berkembang seperti Indonesia sepatutnya memprioritaskan kepentingan ekonomi daripada kepentingan politik karena dengan ekonomi yang kuat pada gilirannya mampu membiayai pertahanan dan keamanan yang kuat dan meningkatkan bargaining power serta relative power.

2.3 Hukum Perdagangan Internasional 1. Definisi Schmitthoff

Hukum perdagangan internasional adalah sekumpulan aturan yang mengatur hubungan-hubungan komersial yang sifatnya perdata. Aturan-aturan hukum tersebut mengatur transaksi-transaksi yang berbeda negara.

(7)

yang mengatur tingkah laku atau perilaku negara-negara dalam mengatur perilaku perdagangan yang mempengaruhi wilayahnya.

2. Definisi M. Rafiqul Islam

Dalam upayanya memberi batasan atau definisi hukum perdagangan internasional, beliau menekankan keterkaitan erat antara perdagangan internasional dan hubungan keuangan.

Adanya keterkaitan erat antara perdagangan internasional dan hubungan keuangan , beliau mendefinisikan hukum perdagangan dan keuangan sebagai suatu kumpulan aturan, prinsip, norma, dan praktik yang menciptakan suatu pengaturan untuk transaksi-transaksi perdagangan internasional dan sistem pembayarannya, yang memiliki dampak terhadap perilaku komersial lembaga-lembaga perdagangan.

3. Definisi Michelle Sanson

(8)

BAB III

Total Ekspor Indonesia Tahun 2011-2016 Dalam (Juta US$)

Sumber data: Kementrian Perdagangan RI, dengan pengolahan Grafik 1.1

Data Total Ekspor Indonesia Tahun 2011-2016 (Dalam Juta US$)

Tabel 1.1 Data Ekspor Indonesia Tahun 2016 Periode Januari-Agustus (Dalam Juta US$)

Tahun

Ekspor

Total Oil andGas and GasNon Oil

Sektor

s 12.748,35 1.138,62 11.609,72 560,39 9.339,99 1.705,99 3,34

Juli 9.530,76 998,64 8.532,12 302,7 6.974,98 1.251,97 2,48

Juni 12.974,45 1.187,37 11.787,08 486,74 9.754,00 1.543,01 3,34

(9)

2 9 98 82

April 11.475,85 891,74 10.584,11 394,36 9.020,14 1.165,94 3,67

Maret 11.810,03 1.239,31 10.570,72 403,63 8.792,40 1.370,77 3,93

Februa

ri 11.312,04 1.113,29 10.198,75 379,95 8.537,74 1.277,63 3,43

Januari 10.480,58 1.108,03 9.372,56 391,97 7.666,02 1.306,62 7,95

Sumber data: Badan Pusat Statistik, dengan pengolahan

Dari data perkembangan total ekspor Indonesia bulanan, yaitu mulai tahun 2011-Agustus 2016 dapat kita lihat bahwa total ekspor Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, meskipun pada data tahun 2012 pada awal bulan mengalami peningkatan total ekspor, tetapi secara rata-rata atau keseluruhan total ekspor Indonesia terus mengalami penurunan mulai dari tahun 2011 sampai 2016.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada awal tahun 2016 angka ekspor dimulai dari angka 10.4 juta US$ dan terus mengalami peningkatan sampai bulan maret ekspor dan tren ekspor ini kembali turun pada bulan mei dan terus bertahan pada posisi yang sama yaitu 11.5 juta US$ sebelum mengalami peningkatan kembali pada bulan Juni dan kembali turun pada bulan Juli sebelum naik 3 juta US$ atau pada posisis 12.7 juta US$ pada bulan Agustus.

Total Impor Indonesia Tahun 2011-20016 Dalam (Juta US$)

(10)

Indonesia adalah sektor industry yang menyumbang , yaitu sekitar 9.3 juta US$ pada periode agustus 2016. Selanjutnya penyumbang ekspor kedua adalah dari pertambangan yang memberikan konstribusi sekitar 1,7 juta US$.

Sumber data: Kementrian Perdagangan Ri, dengan pengolahan

Grafik 1.2

Data Total Impor Indonesia Tahun 2011-2016 (Dalam Juta US$)

Tabel 1.2 Data Impor Indonesia Tahun 2016 Periode Januari-Agustus (Dalam Juta US$)

Year

Import

Total ConsumptionGoods Raw MaterialSupport CapitalGoods

Agustus 12.385,15 1.174,83 9.145,03 2.065,30

Juli 9.017,17 729,27 6.825,25 1.462,65

Juni 12.095,22 1.141,63 8.957,12 1.996,47

Mei 11.140,69 999,26 8.496,80 1.644,63

April 10.813,63 865,48 8.177,60 1.770,54

Maret 11.301,70 986,78 8.614,93 1.699,99

Februari 10.175,63 1.005,19 7.376,48 1.793,96

Januari 10.467,01 1.160,81 7.496,77 1.809,42

Sumber data: Badan Pusat Statistik, dengan pengolahan

Daripada pada data ekspor, grafik data impor Indoneia lebih berfluktuatif dari tahun ke tahunnya. Pada data impor tahun 2012 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya, 2011. Untuk data impor tahun 2013 lebih bervariasi, rata-rata impor Indonesia tahun 2013 ini mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan 2% setiap bulannya, walupun pada bulan januari, maret dan juli impor tahun 2013 mengalami peningkatan. Pada tahun-tahun selanjutnya impor Indonesia mengalami penurunan pada tren total impor. Di tahun 2016 periode januari sampai bulan agustus impor Indonesia mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, 2015.

(11)

signifikan selama periode januari-agustus ini, yaitu sebesar 12,7 juta US$ atau naik 3,7 millar US$ dari yang sebelumnya hanya 9 juta US$.

Ada 3 katagori impor yang dilakukan Indonesia berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik ini, yaitu barang konsumsi, barang mentah dan barang modal. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa selama 5 tahun ini impor terbesar adalah barang mentah untuk industri, selanjutnya adalah barang modal dan diposisi terakhir adalah barang konsumsi. Ada gap yang cukup besar antara barang mentah dan barang modal serta konsumsi, sedangkan untuk barang konsumsi dan modal perbedaannya tidak terlalu jauh.

Pada bulan Agustus impor barang mentah mencapai angka 9,1 juta US$ atau naik 2,3 juta US$ dari data bulan juli yang hanya 6,8 juta US$. Selain barang mentah kenaikan impor juga terjadi pada barang konsumsi dan barang modal yang naik masing-masing 445 dan 603 juta US$, dari yang sebelumnya hanya 729 juta US$ menjadi 1.174 juta US$ dan 1.462 menjadi 2.065 juta US$

Tabel 1.3 Neraca Perdagangan Indonesia Tahun 2011- 2016 (Dalam Juta US$)

N

O Uraian 2011 2012 2013 2014 2015 2015Jan-Sep*2016

I

E X P O R T 20349

6.6 190020.3 182551.8 175980.0 150366.3 1152053 1043605

- OIL & GAS 41477 36977.

3 32633 30018.8 18574.4 143983 96964 - NON OIL &

GAS 162019.6 153043 149918.8 145961.2 131791.9 100807 946641

II

GAS 136734 149125.3 141362.3 134718.9 118082.4 885775 84949

III

TOTAL 38093

2.2 381709.7 369180.5 354158.8 293061.9 2231944 2030539

- OIL & GAS 82178.

6 79541.4 77899.4 73478.7 43187.5 338099 234408 - NON OIL &

GAS 298753.6 302168.3 291281.1 280680.1 249874.3 1893845 1796131

IV

GAS 25285.5 3917.7 8556.4 11242.3 13709.5 122295 97151

(12)

Dari data neraca perdagangan Indonesia tahun 2011 sampai 2016 kita tahu bahwa kondisi dari neraca perdagangan Indonesia sangat fluktuatif dimana pada tahun 2011 Indonesia mengalami surplus hingga 26 juta US$ dan selanjutnya terjadi penurunan yang sangat besar hingga menyebabkan defisit pada neraca perdagangan Indonesia, penurunan ini terjadi karna adanya peninkatan nilai impor sedangan ekspor Indonesia mengalami penurunan, hingga dua tahun berikutnya Indonesia masih mengaalami defisit walaupun pada tahun 2014 ada kenaikan net ekspor dan pada tahun 2015 Indonesia kembali mengalami surplus sebesar 7.2 juta US$. Untuk data tahun 2016 periode januari hingga september, net ekspor mengalami penurunan sebesar 15 juta US$ dari 72 juta dollar pada tahun 2015 di periode yang sama.

Penurunan pada ekspor dan impor secara bersama-sama sejak beberapa tahun ini memerlukan perhatian yang cukup. Dari data-data pada tabel 1.3 dan tabel sebelumnya impor Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ketahun, ini adalah hal yang baik mengingat penurun pada angka impor akan meningkatkan angka net ekspor. Tapi hal ini bukanlah pertanda baik untuk perekonomian Indonesia, karna kontribusi terbesar impor Indonesia adalah barang mentah yang digunakan sebagai bahan dasar dalam industri. Disisi lain pada tabel ekspor Indonesia dapat lihat bahwa angka ekspor terbesar untuk ekpor di Indonesia adalah industri. Disini dapat disimpulkan bahwa penurunan pada angka impor di Indonesia akan menurunkan permintaan akan barah mentah dalam proses produksi dan hal ini menyebabkan output yang dihasilkan oleh produsen berkurang dan akan mengurangi

supply produk domestik di pasar internasional.

Tapi hal ini dibantah oleh pemerintah Indonesia bahwa penurunan dari ekspor produk domestik disebabkan oleh adanya krisis ekonomi global, yang menyebabkan penurunan permintaan global dan menurunnya konsumsi domestik.

(13)

20110 2012 2013 2014 2015 5000000

10000000 15000000 20000000 25000000 30000000 35000000 40000000

Total Ekspor Indonesia ke 5 Neraga Maju

Amerika Serikat Jepang RRC Korea Selatan Jerman

Ada 5 negara maju yang akan dibahas lebih lanjut dalam makalah ini, kelima negara ini adalah negara-negara pengimpor utama produk Indonesia.

Sumber data: Kementrian Perdagangan Ri, dengan pengolahan

Grafik 1.3

Data Total Ekspor Indonesia ke 5 Negara Maju Tahun 2011-2015 (Dalam Juta US$)

Dari grafik 1.3 dapat kita lihat bahwa Jepang adalah negara tujuan ekpor Indonesia tertinggi dari kelima negara maju yang mengimpor produk dari Indonesia. Dapat kita lihat bahwa sejak tahun 2011 hingga tahun 2015 terjadi tren yang menurunan pada seluruh total ekspor dikelima negara maju tersebut, selain Amerika serikat karna mulai tahun 2013 tren pertumbuan ekspor Indoensia dan Amerika Serikat menunjukan tren yang positif, tren pertumbuhan ekspor Amerika pada tahun 2015 berada pada titik terendah penurunan ekspor negara Jepang, atau dengan kata lain peningkatan tren ekspor Indonesia ke Amerika masih lebih rendah dari tingkat ekspor Indonesia dan Jepang.

(14)

20110 2012 2013 2014 2015 5000000

10000000 15000000 20000000 25000000 30000000 35000000

Total Impor Indonesia dari 5 Negara Maju

Amerika Serikat Jepang RRC Korea Selatan Jerman

Sumber data: Kementrian Perdagangan Ri, dengan pengolahan

Grafik 1.4

Data Total Impor Indonesia ke 5 Negara Maju Tahun 2011-2015 (Dalam Juta US$)

Dari data impor Indonesia dengan 5 negara maju , mayoritas transaksi impor Indonesia terjadi dengan Republik Rakyat China dengan tren grafik yang terus meningkat dari tahun 2011 hingga tahun 2014, lalu menurun pada tahun 2015. Dari keseluruhan tren grafik impor dari ke lima negara tersebut semuanya mengalami tren yang negatif atau semakin menurun, grafik impor Indonesia dan Jepang menunjukkan penurunan sejak tahun 2012 dan terus menurun hingga tahun 2015.

(15)

2011 2012 2013 2014 2015

Net Ekspor Indonesia dan 5 Negara Maju

Amerika Serikat Jepang RRC Korea Selatan Jerman

Sumber data: Kementrian Perdagangan Ri, dengan pengolahan

Grafik 1.5

Data Net Ekspor Indonesia dan 5 Negara Maju Tahun 2011-2015 (Dalam Juta US$)

Dari grafik 1.5 kita dapat mengetahui posisi neraca perdagngan secara kasar antara Indonesia dan kelima negara maju yang menjadi pembahasan dalam makalah ini. Dari net ekspor yang ditunjukkan oleh grafik 1.5 dapat dilihat bahwa Indonesiaa dalam defisit perdagangan dengan Republik Rakyat Cina

1. Amerika Serikat

Tabel 1.4 Data Ekspor-Impor Indonesia-Amerika Serikat (Dalam Juta US$)

2011 2012 2013 2014 2015 Jan-Agu

2015 2016

EKSPOR 16.459.

13 14.874.3 15.691.7 16.530.1 16.240.7 10.985.1 10.527.3

IMPOR 10.813.

20 11.602.6 9.065.6 8.170.1 7.593.2 5.022.8 4.705.8

Sumber data: Kementerian Perdagangan RI, dengan pengolahan

Produk unggulan Indonesia yang di ekpor ke Amerika serikat antara lain adalah tekstil dan produk tekstil, elektronik, karet dan produk karet, sawit, alas kaki, otomotif, kakao, kopi

Adapun peraturan perdagangan yang diterapkan Amerika terhadap barang-barang yang akan diimpornya dari Negara-negara lain adalah menetapkan Overall trade Restrictive Index (OTRI) yang lebih tinggi pada produk pertanian, yaitu sebedar 21%, sementara produk manufaktur sebesar 7%. Sehingga dapat dikatakan bahwa Amerika Serikat memberlakukan hammbatan yang besar pada komoditas pertanian 2. Jepang

(16)

2011 2012 2013 2014 2015 Jan-Agu

2015 2016

EKSPOR 33.714.

6 30.135.1 27.086.2 23.117.4 18.020.8 12.132.0 10.389.1

IMPOR 19.436.

6 22.767.8 19.284.5 17.007.5 13.263.5 9.174.1 8.466.8

Sumber data: Kementerian Perdagangan RI, dengan pengolahan

Produk Unggulan Indonesia yang diekspor ke Jepang antara lain tekstil dan produk tekstil, elektronik, alas kaki, otomotif, udang, kakao, kopi

Adapun peraturan yang diberlakukan Jepang terhadap produk yang akan diimpor dari Negara-negara lain adalah melakukan hambatan non tariff berupa: 1. Sistem standar kualitas produk yang tinggi.

2. Karantina produk sayur dan buah-buahan dengan waktu yang lama.

3. Pemberian izin yang sangat selektif terhadap investasi komoditi dan usaha jual 3. Republik Rakyat Cina

Tabel 1.6 Data Ekspor-Impor Indonesia-Republik Rakyat Cina (Dalam Juta US$)

2011 2012 2013 2014 2015 Jan-Agu

2015 2016

EKSPOR 22.941.

0 21.659.5 22.601.4 17.605.9 15.046.4 10.002.5 9.546.1

IMPOR 26.212.

1 29.385.7 29.849.4 30.624.3 29.410.8 19.163.1 19.521.2

Sumber data: Kementerian Perdagangan RI, dengan pengolahan

Produk Unggulan Indonesia yang di ekspor ke Republik Rakyat Cina antara lain elektronik, karet dan produk karet, sawit, produk hasil hutan, alas kaki, otomotif, udang, kakao.

Ada beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh Republik Rakyat Cina untuk barang-barang yang diimpor-nya, kebijakan itu antara lain:

 Perusahaan yang akan melakukan kegiatan impor perlu mendaftarkan perusahaannya ke Kementerian Perdagangan RRC atau kantor setempat sesuai Foreign Trade Law and the Measures on Filing and Registration of Foreign Trade Operators in 2004

 Komoditas impor yang masuk ke RRC harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh General Administration of Quality Supervision, Inspection, and Quarantine (AQSIQ). AQSIQ akan mengeluarkan ijin masuknya produk tertentu ke RRT, sementara CNCA mengeluarkan ijin bagi perusahaan eksportir.

4. Korea Selatan

Tabel 1.7 Data Ekspor-Impor Indonesia-Korea Selatan (Dalam Juta US$)

(17)

2015 2016

EKSPOR 16.388.

8 15.049.8 11.422.4 10.601.0 7.664.4 5.427.1 4.559.1

IMPOR 12.999.

Sumber data: Kementerian Perdagangan RI, dengan pengolahan

Produk Unggulan Indonesia yang di ekspor ke Korea Selatan antara lain adalah tekstil dan produk tekstil, elektronik, karet dan produk karet, otomotif, kakao.

Ada beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh Korea Selatan untuk barang-barang yang diimpor-nya, kebijakan itu antara lain:

 Buah-buahan

Menteri Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Korea melalui Plant Protection Act No.10018, Feb. 4,2010 menetapkan dan menerapkan rencana komprehensif untuk pengembangan teknologi untuk phytosanitary, termasuk metode pencegahan, diagnosis dan disinfeksi hama.

 Agriculutural products, Processing foods, food additives, utensils, containers and packages and health fungtional foods

Pemerintah Korea Selatan telah menerbitkan beberapa peraturan terkait agricultural products, Processing foods, food additives, utensils, containers and packages and health fungtional foods antara lain:

- Provision on standards, etc for authorization of foreign official laboratory

- Major Policy KFDA - Foods import report guides

- Standard and specification for each product..

Peraturan import makanan di Korea Selatan sangat ketat terutama pada agriculutural products , Processing foods, food additives, utensils, containers and packages dan health. Regulasi ini terbit dikarenakan seringnya terjadi masalah di kepabeanan. Sehingga dilakukan kebijakan untuk inspeksi selama tahap manufaktur dan pengolahan.

 Tekstil dan Produk Tekstil

(18)

- ISO (International Standardization Organization)

- IEC (International Electrotechnical Commission)

- ASTM (American Society of Testing Materials)

- EN (European Norm)

- DIN (Deusche Industrie Norm)

- NF (Normes Francaises)

5. Jerman

Tabel 1.8 Data Ekspor-Impor Indonesia-Jerman (Dalam Juta US$)

2011 2012 2013 2014 2015 Jan-Agu

2015 2016

EKSPOR 3.304.6 3.074.9 2.883.

4 2.821.5 2.664.1 1.800.2 1.697.4

IMPOR 3.393.8 4.188.5 4.426.

3 4.091.1 3.471.6 2.339.9 2.005.1

Sumber data: Kementerian Perdagangan RI, dengan pengolahan

Produk Unggulan Indonesia yang di ekspor ke Jerman antara lain adalah tekstil dan produk tekstil, karet dan produk karet, sawit, alas kaki, otomotif, udang, kakao, kopi.

Ada beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh Jerman untuk barang-barang yang diimpor-nya, kebijakan itu antara lain:

 Food and feed safety , Animal health, Plant health, Public health Otoritas European union (EU) telah menerbitkan beberapa peraturan yang mengatur bahwa produk yang diimpor oleh Uni Eropa harus memenuhi persayaratan Sanitary dan Phytosanitary untuk melindungi kesehatan manusia dan hewan.

 Chemicals; Ozone depleting substance (ODS); Fluorinated greenhouse gases; Endangered species; Waste

Otoritas European union (EU) telah menerbitkan beberapa peraturan terkait Produk Chemicals; Ozone depleting substance (ODS), Fluorinated greenhouse gases, Endangered species, dan Waste yang diimpor oleh Uni Eropa harus memenuhi persyaratan lingkungan untuk melindungi konsumen dan lingkungan.

 Product safety; Technical standardisation; Packaging; Labelling

(19)

 Marketing standards for agricultural and fishery products; Products from organic production

Otoritas European union(EU) melalui Commision Regulation (EC) No 376/2008 mengatur bahwa produk pertanian, perikanan dan produk organik yang diimpor oleh Uni Eropa harus memenuhi persyaratan standar yang spesifik khusus untuk kualitas tertentu.

 Agricultural Products; Textiles; Iron and Steel Products

Impor untuk beberapa produk-produk pertanian, tekstil dan steel products harus disertakan import license dan memiliki tujuan agar otoritas di EU dapat memonitor trade flows dan manajemen tariff kuota dan tindakan safeguard.

3.3. Hambatan Ekspor di Negara Tujuan 3.3.1. Hambatan Internal

1. Permasalahan Standarisasi

Standar produk yang diterapkan suatu Negara terhadap barang impor bertujuan untuk memastikan kualitas, dan mencapai keinginam public. Permasalahan standar dan mutu akan terkait dengan banyak faktor antara lain masih lemahnya kinerja lembaga pengujian mutu barang produk ekspor, kapasitas dan kelembagaan laboratorium uji produk ekspor dan impor yang masih rendah (infrastruktur dan laboratorium yang terbatas).

Oleh karena itu, diperlukan suatu kerjasama berbagai stakeholders untuk menciptakan produk-produk industri nasional yang memiliki mutu dan daya saing tinggi sesuai ketentuan standar internasional maupun nasional. Tercapainya standar mutu produk tersebut dapat direfleksikan dengan tersedianya sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga penilaian kesesuaian (conformity assessment) yang memenuhi persyaratan internasional maupun nasional. Sertifikat yang dimaksud meliputi sertifikat pengujian, sertifikat inspeksi, sertifikat sistem manajemen dan sertifikat produk

2. Kurangnya Daya Saing Manufaktur untuk Melakukan Kegiatan

Ekspor

(20)

produk pertanian. Sehingga pemerintah perlu menggenjot sektor ekspor di bidang manufaktur. Adapun faktor rendahnya daya saing industri manufaktur di Indonesa, adalah sebagai berikut:

1. Kandungan impor sangat tinggi. Tingginya kandungan impor ini mengakibatkan rentannya biaya produksi terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan kecilnya nilai tambah yang mengalir pada perekonomian domestik. Hal ini mengakibatkan daya saing produk rendah terhadap pasar Internasional.

2. Lemahnya penguasaan dan penerapan teknologi, hal ini menyebabkan industri kurang efisen dan kompetitif dalam memproduksi barang sehingga nilai tambah industri nasional relatif rendah

3. Sistem Birokrasi Ekspor Indonesia yang berbelit

Salah satu permasalahan internal yang menghambat ekspor Indonesia adalah birokrasi ekspor yang berbelit. Kemenperin menklaim bahwa proses birokrasi yang lama dan berbelit ini membuat pengusaha eksportir mengalami kerugian, hingga membuat ekspor Indonesia menurun Birokrasi ekspor ini meliputi;

1. Status badan hukum perusahaan

2. Adanya izin usaha (SIUP) serta izin ekspor maupun impor (APE,APES, API, APIS, APIT)

3. Kemapuan menyiapkan persyaratan-persyaratan lain seperti dokumen pengapalan, realisasi pengapalan serta kejujuran dan kesungguhan berusaha termasuk itikad baik

3.3.2. Hambatan Eksternal

1. Kepercayaan antara Eksportir Importir

Kepercayaan antara eksportir dan importir ini mengacu

kepada dua Negara yang saling memberlakukan perdagangan Internasional. Kepercayaan ini tidak hanya meliputi

kepercayaan terhadap pemenuhan perjanjian perdagangan atau kontrak, tapi juga meliputi kepercayaan berupa kualitas produk yang bagus dan sesuai dengan standar importir.

(21)

 Tuduhan dumping dan subsidi atas produk Certain Uncoated Paper yang diinisiasi oleh negara Amerika Serikat

 Pemerintah RRC melarang masuknya buah manggis dan salak asal Indonesia atas tudingan masih terdapatnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada buah yang diekspor tersebut

 Ada beberapa pos HS produks tekstil yang diberikan kuota impor oleh pemerintah RRC untuk melindungi pelaku dalam negeri, contoh utamanya adalah bahan baku katun yang dapat diberikan tarif tambahan impor hingga 40%

Kasus tuduhan dumping produk Monosodium Glutamate (MSG) oleh UE : Pada tanggal 30 Januari 2015 Komisi Eropa telah mengeluarkan definitive measures dengan besaran BMAD untuk perusahaan Indonesia sebesar 7,8% s/d 28,4%.

3.4. Diplomasi Ekonomi untuk meningkatkan Ekspor

Diplomasi memiliki implakasi yang sangat penting dalam hubungannya politik dengan ekonomi dalam lingkup internasional. Diplomasi sendiri merupakan suatu aktivitas yang pada dilakukan oleh pihak tertentu ( secara resmi oleh pejabat pemerintah; diplomat) yang mewakili negaranya yang berkunjuing atau melakukan pertemuan dengan negara lain dengan tujuan mencapai kepentingan nasional. Dalam bidang ekonomi sendiri, diplomasi memiliki peran untuk mendorong laju perekonomian dengan strateginya melalui menjaga hubungan pasar, proteksi, dan pengawasan.

Pemerintah sendiri melalui ditjen perdagangan dalam melakukan diplomasi ekonomi dapat menerapkan beberapa program kerja untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Program kerja ditjen perdagangan sendiri antara lain pengembangan SDM ekspor, pengembangan informasi ekspor, pengembangan produk ekspor, pengembangan pasar ekspor, promosi ekspor, penguatan kelembagaan ekspor, perumusan kebijakan pengembangan ekspor nasional, dan new initiatives.

Pengembangan SDM Ekspor dengan menerapkan Program Pengembangan Diklat Ekspor, meliputi pembuatan kurikulum dan silabus pengembangan ekspor, konsultasi dan pengembangan kurikulum dan silabus, penyusunan makalah standar untuk pelatihan yang tersertifikasi ISO, perekrutan dan presentasi fasilitator baru, pembinaan fasilitator dan narasumber, peningkatan kompetensi fasilitator, identifikasi dan analisa kebutuhan diklat di daerah, pembuatan buku istilah, pembuatan database kurikulum dan pembuatan sistem simulasi ekspor impor on line. Coaching Program adalah program pendampingan pengembangan ekspor, meliputi pendampingan dalam preparing business, market development, dan market entry.

(22)

umumnya berupa penyediaan informasi yang terkait dengan ekspor, konsultasi bisnis, dan memfasilitasi pertemuan antara eksportir dengan pembeli luar negeri. Permanent Trade Display Merupakan salah satu fasilitas CSC yang diberikan kepada produsen/eksportir untuk dapat menampilkan produk/contoh yang dihasilkan untuk mempermudah visualisasi pada saat kunjungan buyer dalam rangka pembelian produk Indonesia. Membership Services & Publikasi ekspor Dimaksudkan untuk membangun komunikasi dua arah sekaligus memberi manfaat lebih kepada anggota yang adalah pelaku usaha maupun stakeholder DJPEN secara elektronik (berbasis online).

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengembangakan ekspor produk domestik, diantarannya:

 Designer Dispatch Service (DDS)

Peningkatan daya saing dan nilai tambah produk melalui pengembangan desain dengan mempertemukan desainer dengan pelaku usaha yang berorientasi ekspor -Penciptaan prototype yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar tujuan ekspor melalui pengembangan potensi lokal - TA 2016 Program DDS fokus pada Produk Homedecor, Furniture dan Handicraft yang melibatkan UKM dari NTT, Palangkaraya, Bogor, Solo, Purwakarta, Jambi, Medan, Cilacap, Madura, Surabaya dan Gorontalo 3 Pengembangan Produk Ekspor 10

 Adaptasi Produk Seminar dan kunjungan perusahaan dalam rangka meng-update informasi perkembangan produk di pasar ekspor, dari hasil Pengamatan Produk Pasar Ekspor meliputi : 1. Selera dan Permintaan Konsumen; 2. Trend produk, life style, isu lingkungan, standardisasi; 3. Persyaratan impor di negara tujuan ekspor;  Rebranding UKM Meningkatnya daya saing produk Indonesia melalui

pengembangan merek, dengan mengembangkan Brand positioning; Brand personality; Brand Identity; dan Rekomendasi komunikasi Merek.

 Fasilitasi HKI Pemberian fasilitasi HKI, dengan tujuan: - Meningkatan kesadaran akan pentingnya HKI ;

- Perlindungan hukum terhadap produk ekspor/potensial ekspor Indonesia

Selain meningkatkan net ekspor dengan mengembangakan produk domestik yang akan diekspor kita juga dapat meningkatkan net ekspor Indonesia dnegan mengembangkan pasar ekpor Indonesia. Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan pasar ekspor Indonesia

 Analisa Pengembangan Pasar Tujuan Ekspor Penyusunan analisa pengembangan pasar di 5 negara tujuan ekspor. Berdasarkan hasil desk study dan survey lapangan untuk tiap wilayah pasar tujuan ekspor 4 Pengembangan Pasar Ekspor 11

(23)

memberikan informasi terkini mengenai kondisi pasar negara tujuan ekspor untuk produk tertentu

(24)

BAB IV PENUTUP

4.1. Simpulan

Dari data perkembangan total ekspor Indonesia bulanan, yaitu mulai tahun 2011 - Agustus 2016 dapat kita lihat bahwa total ekspor Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ada 3 katagori impor yang dilakukan Indonesia yaitu barang konsumsi, barang mentah dan barang modal. Diketahui bahwa selama 5 tahun ini impor terbesar adalah barang mentah untuk industri. Sehingga neraca perdagangan Indonesia tahun 2011 sampai 2016 sangat fluktuatif. Penurunan ini menjadi hal yang tidak baik bagi perdagangan ekspor – impor di Indonesia karena kontribusi terbesar impor Indonesia adalah barang mentah yang digunakan sebagai bahan dasar dalam industri. Disini dapat disimpulkan bahwa penurunan pada angka impor di Indonesia akan menurunkan permintaan akan barah mentah dalam proses produksi dan hal ini menyebabkan output yang dihasilkan oleh produsen berkurang dan akan mengurangi

supply produk domestik di pasar internasional. Dan juga penurunan dari ekspor produk domestik disebabkan oleh adanya krisis ekonomi global, yang menyebabkan penurunan permintaan global dan menurunnya konsumsi domestik.

Terdapat 5 negara maju yang memiliki jumlah perdagangan internasiona ekspor – impor terbesar dengan Indonesia, Negara tersebut adalah Amerika, RRC, Jepang, Korea Selatan dan Jerman. Beberapa kebijakan yang diterapkan negara-negara maju tersebut yaitu penetapan standart Internasional yang perlu dipatuhi seperti ISO, IEC, ASTM, EN, DIN, serta NF. Maka dari itu produk – produk unggulan ekspor Indonesia harus bisa memenuhi standart yang diterapkan oleh para Negara maju agar aktivitas ekspor Indonesia bisa terjaga dan meningkat.

Sedangkan hambatan internal dari sisi Indonesia adalah permasalahan standarisasi yang masih belum memenuhi standarisasi \internasional, kurangnya daya saing pada sektor manufaktur dan sistem birokrasi yan berbelit sehingga menghambat laju ekspor Indonesia.

Diplomasi memiliki implakasi yang sangat penting dalam hubungannya politik dengan ekonomi dalam lingkup internasional. . Dalam bidang ekonomi sendiri, diplomasi memiliki peran untuk mendorong laju perekonomian dengan strateginya melalui menjaga hubungan pasar, proteksi, dan pengawasan.

(25)

Adapun yang dapat dilakukan pemerintah untuk meningkatkan ekspor yang bertujuan untuk memperbaiki posisi neraca perdagangan, antara lain:

1. Pemerintah sendiri melalui ditjen perdagangan dalam melakukan diplomasi ekonomi dapat menerapkan beberapa program kerja untuk meningkatkan ekspor Indonesia

2. Pengembangan SDM Ekspor dengan menerapkan Program Pengembangan Diklat Ekspor

(26)

DAFTAR PUSTAKA

AA. Bayu, Perwita. Optimasi Diplomasi Ekonomi Untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional, dalam Tabloid Diplomasi Deplu No. 40 Tahun IV, 15 Februari – 14 Maret 2011 Adolf, Huala., Hukum Perdagangan Internasional (Prinsip-prinsip dan Konsepsi Dasar),

Bandung, 2004.

Amanda Jakobsson. Trade Openness and Income Inequality. School of Economic and Management Lund University

Ana Cecilia Fieler. Quality Differentiation in Trade: Theory and Evidence. Pennsylvania: Department of Economics, University of Pennsylvania

Basri, F., dan Munandar, H. 2010. Dasar-Dasar Ekonomi Internasional: Pengenalan dan Aplikasi Metode Kuantitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Jemadu, A. 2015. Diplomasi Ekonomi Indonesia: Menuju Solusi yang lebih Komprehensif,

Jurnal Hubungan Luar Negeri, Edisi Januari-Juni, Vol. 30, No.2, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta.

Michaela, Mc Pherson, dkk. International trade and developing countries: an empirical investigation of the Linder hypothesis. Texas: Department of Economics, University of North Texas

Rr. Eko Setyowati R. Diplomasi Ekonomi Kadin Jawa Tengah dalam Meningkatkan Perdagngan Luar Negeri 2011 – 2012, Prosiding Seminar Nasional Indocompac, Universitas Bakrie, Jakarta. 2-3 Mei 2016

Sukawarsini, Djelantik. 2008. Diplomasi Antara Teori dan Praktek. Yogyakarta: Graha Ilmu Syed Adnan, Mohsin Hassnain, dkk. An Empirical Analysis of the Linder Theory of

International Trade for South Asian Countries. Pakistan: The Pakistan Development Review

Sumber Data

www.bps.go.id

www.ditjendaglu.kemendag.go.id/

Gambar

Tabel 1.1 Data Ekspor Indonesia Tahun 2016 Periode Januari-Agustus (Dalam Juta US$)
Tabel 1.2 Data Impor Indonesia Tahun 2016 Periode Januari-Agustus (Dalam Juta US$)Import
Tabel 1.3 Neraca Perdagangan Indonesia Tahun 2011- 2016 (Dalam Juta US$)
Grafik 1.3 Data Total Ekspor Indonesia ke 5 Negara Maju
+5

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) reksa dana campuran di Indonesia mencatatkan kinerja yang fluktuatif di tahun 2011 hingga tahun 2013 berdasarkan nilai

Sebelum berlakunya ACFTA dengan adanya tarif, pertumbuhan ekspor di Indonesia lebih kecil dari pertumbuhan importnya, kondisi tersebut akan mempengaruhi neraca perdagangan

Gambar tersebut menjelaskan kondisi inflasi dan suku bunga di Indonesia, yang menjelaskan bahwa kondisi suku bunga dari tahun ke tahun mengalami fluktuatif dan

Secara umum, meskipun neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2014 masih melanjutkan tren pertumbuhan yang negatif, tetapi secara keseluruhan kinerja perdagangan luar

Bagi kelompok Oilseed , semua skenario yang dicoba menurunkan neraca perdagangan Indonesia dengan Filipina, antara US$ -0,01 juta sampai US$ -1,45 juta, sedangkan

• Penguatan IHSG hari ini masih didorong dari sentimen domestik yaitu rilis data neraca perdagangan Indonesia bulan Januari 2021 yang mencatatkan aktivitas ekspor yang mengalami

Hubungan perdagangan Nigeria dan Indonesia sangat baik dengan nilai total perdagangan yang terus meningkat dari tahun ke tahun serta harmonisnya hubungan antara

Sepanjang tahun 1950-an sampai dengan dekade pertama abad ke- 21, ketika usaha batik nasional berada dalam kondisi fluktuatif dan di daerah lain mengalami