• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Dengan Pupuk Hayati Pada Perbedaan Volume Media Tanam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Dengan Pupuk Hayati Pada Perbedaan Volume Media Tanam"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

4

ABSTRAK

EKA SETYA WULANDARI : Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Dengan Pupuk

Hayati Pada Perbedaan Volume Media Tanam. Dibimbing oleh CHAIRANI HANUM dan JONIS GINTING .

Perluasan perkebunan kelapa sawit yang pesat berbanding lurus dengan kuantitas kebutuhan bibit yang baik namun tetap ramah lingkungan. Pertumbuhan awal bibit memegang peranan penting dalam menunjang intensifikasi dan produktivitas. Tantangan dan masalah yang dihadapi para pelaku sawit baik smallholder dan perusahaan adalah penyakit dan iklim. Penggunaan pupuk hayati diharapkan mampu memperbaiki dan meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman, demi terciptanya standar budidaya yang diusung oleh RSPO (Roundtable on Suistainable Palm Oil). Volume media tanam yang digunakan

juga menjadi faktor keberhasilan pindah tanam bibit hingga siap ditanam ke lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara dengan ketinggian tempat ± 32 meter dpl dari bulan Mei sampai September 2016, menggunakan Rancangan Acak Kelompok

dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk hayati dengan

3 jenis yaitu tanpa pupuk hayati (H0); FMA + Azotobacter crooccum (H1); FMA + Pseudomonas flourescens (H2) dan faktor kedua yaitu perbedaan volume

media tanam dengan 4 taraf yaitu 0.5 kg/polibek (V1); 1 kg/polibek (V2); 1.5 kg/polibek (V3); 2 kg/polibek (V4). Parameter yang diamati adalah tinggi

bibit, lilit batang, jumlah daun, total luas daun, bobot basah akar, bobot basah tajuk, bobot kering akar, bobot kering tajuk, dan derajat infeksi akar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati berpengaruh

nyata terhadap semua parameter tinggi bibit, lilit batang, jumlah daun, total luas daun, bobot basah akar, bobot basah tajuk, bobot kering akar, bobot

kering tajuk, dan derajat infeksi akar. Interaksi antara perlakuan pupuk hayati dengan perbedaan volume media tanam berpengaruh nyata terhadap lilit batang 14-18 MST, total luas daun, bobot kering akar, dan derajat infeksi akar.

Kata Kunci : pupuk hayati, volume media tanam, kelapa sawit

(2)

5

ABSTRACT

EKA SETYA WULANDARI: The Growth of Oil Palm Seedlings of Biofertizer on the

Difference of Planting Media Volume . Supervised by CHAIRANI HANUM and

JONIS GINTING.

The expansion of oil palm plantation was equal with the quantity of good seedling need yet it is enviromentally friendly.The early growth held vital role in encouraging intensification and productivity. The challenge and problem that faced by oil palm offender either smallholders and company were disease and climate. The use of biofertilizer is expected to repairing and increase soil and plant fertility in order to create the standart cultivation which carried by RSPO (Roundtable on Suistanable Palm Oil). The volume of planting media which was used also became the factor of success seedling planting switch until it was ready to be planted on the field. This research was conducted in Agriculture Faculty, Sumatera Utara University with altitude ± 32 meters above sea surface began from Mei to September 2016. This research used factorial randomized block design with two factors. The first factor was biofertilizer is without biofertiliizer

(H0);FMA + Azotobacter crooccum (H1); FMA + Pseudomonas flourescens (H2) and the second factor was difference of planting media volume with four degree is 0.5 kg/polybag (V1); 1 kg/polybag (V2);1.5 kg/polybag (V3); 2 kg/polybag (V4). Parameter observed was seddling’s height; steem’s girth;

number of leaf; total leaf area; wet root weight; wet shoot weight; dry root weight; dry shoot weight and degree root infection.

The result of this research showed that biofertilizer were significantly effect to seedling’s height, steem’s girth, number of leaf, total leaf area, wet root weight, wet shoot weight, dry root weight, dry shoot weight and degree root infection. Interaction of biofertilizer and difference of planting media volume significantly effect to steem’s girth 14-18 WAP, total leaf area, dry root weight and degree root infection.

Key words : Biofertilizer, Planting Media Volume, Palm Oil

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati biokom berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada 9-17 MST, bobot basah tajuk dan bobot kering tajuk.. Kata kunci :

Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, serapan P tanaman dan kandungan

Perlakuan media tanam yang menggunakan biochar berpengaruh positif terhadap peningkatan bobot kering batang dan daun, bobot kering akar, bobot segar batang dan

Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, total luas daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar,

Azotobacter chroococcum selain dalam menambat nitrogen, bakteri ini juga menghasilkan sejenis hormon yang kurang lebih sama dengan hormon pertumbuhan tanaman dan

Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Terhadap Pemberian Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) dan tandan Kososng Kelapa Sawit (TKKS) di Pre Nursery.. Universitas

Perlakuan media tanam yang menggunakan biochar berpengaruh positif terhadap peningkatan bobot kering batang dan daun, bobot kering akar, bobot segar batang dan

Perlakuan media tanam yang menggunakan biochar berpengaruh positif terhadap peningkatan bobot kering batang dan daun, bobot kering akar, bobot segar batang dan