8
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN BIRO BINA SOSIAL
2.1 TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI BIRO BINA SOSIAL Pelayanan yang diberikan oleh Biro Bina Sosial sebagai SKPD yang dibawahi Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, pada pelaksanaannya berpedoman pada Tugas Pokok dan Fungsi Biro sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Barat serta berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 37 Tahun 2012 tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat.
Biro Bina Sosial yang merupakan salah satu dari Biro dibawah Sekretariat Daerah mempunyai tugas pokok menyelenggarakan perumusan bahan kebijakan umum dan koordinasi, fasilitasi, pelaporan serta evaluasi kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan generasi muda, dan agama.
Sedangkan fungsinya adalah sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan perumusan bahan kebijakan umum kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan generasi muda, dan agama;
2. Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan generasi muda, dan agama;
3. Penyelenggaraan pelaporan dan evaluasi kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan generasi muda, dan agama.
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut Kepala Biro Bina Sosial didukung oleh unit organisasi yang terdiri dari :
1. Bagian Kesejahteraan Masyarakat, terdiri dari :
9
b. Sub Bagian Rehabilitasi Sosial dan Penanggulangan Bencana c. Sub Bagian Penanganan Masalah Sosial
Tugas Pokok Bagian Kesejahteraan Masyarakat adalah menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan umum dan koordinasi, fasilitasi, pelaporan serta evaluasi kesejahteraan sosial, rehabilitasi sosial dan penanggulangan bencana, dan penanganan masalah sosial. Sedangkan fungsinya adalah sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan umum kesejahteraan masyarakat;
2. Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi kesejahteraan masyarakat; dan
3. Penyelenggaraan pelaporan dan evaluasi kesejahteraan masyarakat.
2. Bagian Kebudayaan, terdiri dari :
a. Sub Bagian Pemberdayaan Organisasi b. Sub Bagian Pelestarian Nilai
c. Sub Bagian Kerjasama Lintas Budaya
Tugas Pokok Bagian Kebudayaan adalah menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan umum dan, fasilitasi, pelaporan serta evaluasi kebudayaan.
Sedangkan fungsinya adalah sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan umum, koordinasi, fasilitasi, pemantauan serta evaluasi kebudayaan;
2. Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi kebudayaan; dan 3. Penyelenggaraan pelaporan dan evaluasi kebudayaan.
3. Bagian Pembinaan Generasi Muda, terdiri dari :
a. Sub Bagian Tata Usaha Biro
b. Sub Bagian Kepemudaan dan Olahraga c. Sub Bagian Pendidikan
Tugas Pokok Bagian Pembinaan Generasi Muda adalah menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan umum dan koordinasi, fasilitasi, pelaporan serta evaluasi pembinaan generasi muda.
10
Sedangkan fungsinya adalah sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan umum koordinasi, fasilitasi, pemantauan serta evaluasi pembinaan generasi muda; 2. Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi pembinaan generasi
muda; dan
3. Penyelenggaraan pelaporan dan evaluasi pembinaan generasi muda.
4. Bagian Agama, yang terdiri dari :
a. Sub Bagian Pendidikan Non Formal Keagamaan b. Sub Bagian Kehidupan Sosial dan Agama c. Sub Bagian Kerukunan Umat
Tugas Pokok Bagian Agama adalah menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan umum dan koordinasi, fasilitasi, pelaporan serta evaluasi pendidikan non formal keagamaan, kehidupan sosial dan agama, dan kerukunan umat.
Sedangkan fungsinya adalah sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan umum pendidikan non formal keagamaan, kehidupan sosial dan agama, kerukunan umat;
2. Penyelenggaraan koordinasi dan fasilitasi pendidikan non formal keagamaan, kehidupan sosial dan agama, dan kerukunan umat; dan
3. Penyelenggaraan pelaporan dan evaluasi pendidikan non formal keagamaan, kehidupan sosial dan agama, dan kerukunan umat. Sebagai ilustrasi dapat ditampilkan bagan struktur organisasi Biro Bina Sosial secara lengkap seperti gambar 2.1 berikut :
11
BAGAN 2.1
STRUKTUR ORGANISASI BIRO BINA SOSIAL SEKRETARIAT DAERA PROVINSI SUMATERA BARAT
2.2 SUMBER DAYA BIRO BINA SOSIAL
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi harus didukung oleh bagaimana kesiapan kondisi Biro Bina Sosial di dalam, yang dapat berupa unsur-unsur seperti sarana dan prasarana, potensi atau SDM personil yang ada, juga kebijakan yang dilahirkan. Pada intinya unsur atau komponen tersebut saling sinergi satu sama lain untuk mencapai tujuan dan sasaran.
Berikut disampaikan data sumber daya dan aset Biro Bina Sosial saat ini :
BIRO
BINA SOSIAL
BAGIAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SUB BAGIAN PENANGANAN MASALAH SOSIALSUB BAGIAN KERJASAMA LINTAS BUDAYA SUB BAGIAN KESEJAHTERAAN SOSIAL SUB BAGIAN REHABILITASI SOSIAL DAN PENANGGULANGAN BENCANA SUB BAGIAN PEBERDAYAAN ORGANISASI SUB BAGIAN PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA BAGIAN KEBUDAYAAN SUB BAGIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SUB BAGIAN PENDIDIKAN SUB BAGIAN TATA USAHA BIRO
BAGIAN PEMBINAAN GENERASI MUDA SUB BAGIAN KEHIDUPAN SOSIAL DAN AGAMA SUB BAGIAN KERUKUNAN UMAT SUB BAGIAN PENDIDIKAN NON FORMAL KEAGAMAAN BAGIAN AGAMA
12
2.2.1 Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia yang dimiliki Biro Bina Sosial terdiri dari Pegawai Negeri Sipil sebanyak 61 orang. Rincian menurut Golongan dan Pendidikan dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut ini:
TABEL 2.2.1
RINCIAN PNS BIRO BINA SOSIAL SETDA PROV. SUMBAR
GOLONGAN PENDIDIKAN JUMLAH
S2 S1 D3 SMA SMP SD 1 2 3 4 5 6 7 8 IV 10 1 - - - - 11 III 2 19 3 16 - - 40 II - 1 3 6 - - 10 I - - - - Jumlah 12 21 6 22 - - 61 2.2.2 ASET
Aset yang dimiliki untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Biro Bina Sosial merupakan peralatan dan perlengkapan kantor yang dapat dilihat pada tabel 2.2.2 beriku ini :
TABEL 2.2.2
DAFTAR SARANA DAN PRASARANA BIRO BINA SOSIAL
NO NAMA/JENIS BARANG SATUAN KEADAAN BARANG JUMLAH KET UNIT HARGA (Rp)
1 Mesin Tik Unit Baik 1 374.000
2 Mesin Tik Unit Baik 1 374.000
3 Mesin Tik Unit Baik 2 749.000
4 Lemari TV Unit Baik 1 760.000
5 Filling Cabinet Unit Baik 1 406.000
6 Filling Cabinet Unit Baik 5 9.592.000
7 AC Split Unit Baik 1 5.616.000
13
9 AC/Alat Pendingin
Unit Baik 4 29.400.000
10 Genset Unit Baik 1 89.700.000
11 Komputer/PC Unit Baik 1 6.950.000
12 Komputer/PC Unit Baik 1 8.518.000
13 Komputer/PC Unit Baik 1 7.487.000
14 Komputer/PC Unit Baik 1 3.743.000
15 Komputer/PC Unit Baik 1 7.000.000
16 Komputer/PC Unit Baik 2 26.400.000
17 Komputer Notebook Unit Baik 1 14.300.000 18 Komputer Notebook Unit Kurang Baik 1 9.950.000 19 Komputer Notebook Unit Baik 1 10.550.000 20 Komputer Notebook Unit Baik 1 16.500.000 21 Komputer Notebook Unit Baik 1 15.500.000 22 Komputer Notebook Unit Baik 1 7.500.000 23 Komputer Notebook Unit Baik 1 8.680.000 24 Komputer Notebook Unit Baik 1 7.000.000 25 Komputer Notebook Unit Baik 1 8.250.000 26 Komputer Notebook Unit Baik 2 32.700.000 27 Komputer Notebook Unit Baik 5 47.300.000
14
28 Printer Unit Baik 1 950.000
29 Printer Unit Baik 3 2.812.500
30 Printer Unit Baik 1 1.050.000
31 Printer Unit Baik 1 950.000
32 Printer Unit Baik 1 1.200.000
33 Printer Unit Baik 1 495.000
34 Printer Unit Baik 1 4.380.000
35 Printer Unit Baik 2 3.000.000
36 Hardisk External
Unit Baik 3 2.812.500
37 Meja Tulis Unit Baik 10 3.932.000
38 Meja Kerja Eselon IV
Unit Baik 1 749.00
39 Meja Kerja Unit Baik 3 243.600
40 Meja Kerja Unit Baik 1 2.311.000
41 Meja Kerja Unit Baik 1 406.000
42 Meja Kerja Eselon IV
Unit Baik 2 154.000
43 Meja Kerja Unit Baik 1 439.000
44 Meja Kerja Unit Baik 3 1.156.000
45 Meja Kerja Eselon
Unit Baik 9 49.153.500
46 Kursi Lipat Besi (Rapat)
Unit Baik 5 2.172.500
47 Handycam Unit Baik 1 8.500.000
48 Proyektor Unit Baik 1 22.600.000
49 Infocus Unit Baik 1 24.090.000
50 Televisi Unit Baik 1 2.822.000
51 Billboard / Baliho
15
2.2.3 KINERJA PELAYANAN BIRO BINA SOSIAL
Biro Bina Sosial, selain melaksanakan tugas dan fungsinya (Tupoksi) sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan, juga urusan lain yang menunjang kebijakan Gubernur dalam bidang kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan pemuda dan olahraga serta agama.
Implementasi dan aplikasi dari Tupoksi tersebut diwujudkan kedalam program dan kegiatan yang secara umum berorientasi kepada tercapainya target realisasi kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan pemuda dan olahraga serta agama.
Menuju arah yang diinginkan tersebut di atas, Biro Bina Sosial melaksanakan koordinasi, interaksi dengan SKPD dan Stakeholders terkait. Koordinasi dan interaksi dapat berupa pelayanan dalam bentuk melakukan pembinaan, pengendalian dan memfasilitasi jalannya kegiatan yang dikelola oleh Stakeholders tersebut. Selain itu program dan kegiatan yang dikelola SKPD dan Stakeholders terkait agar mencapai sasaran, Biro Bina Sosial juga melaksanakan pelaporan dan evaluasi sebagai bentuk tanggungjawab kepada Gubenur.
Mencapai hal tersebut di atas perlu didukung oleh kondisi internal Biro Bina Sosial yang solit, hal ini mengingat adanya faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja personil dalam penyelenggaraan tugas selain faktor yang berasal dari dalam sendiri. Untuk itu Biro Bina Sosial akan lebih memperhatikan efisiensi dan efektifitas serta disiplin kerja untuk menuju keberhasilan pencapaian kinerja. Selain itu juga perlu didukung oleh :
1. Peningkatan kualitas Sumbedaya Manusia;
2. Membentuk pola pikir dan budaya kerja pada organisasi;
3. Perlu adanya komitmen yang kuat dengan SKPD dan Stakeholders dalam pelaksanaan kegiatan yang saling bersinergi;
16
2.2.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN BIRO
BINA SOSIAL
Sesuai tugas pokok dang fungsi Biro Bina Sosial, banyak hal dapat diaplikasikan untuk melakukan pengendalian, pembinaan serta pengawasan terhadap pelaksanaan penyelenggaraan kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan pemuda dan olahraga serta agama. Namun di dalam pelaksanaannya untuk mencapai keberhasilan pembangunan secara optimal tidaklah mudah, ada banyak tantangan yang mesti dihadapi, baik dengan SKPD pelaksana kegiatan, juga berasal dari masyarakat.
Dari tantangan yang ada, sebagai perpanjangan tangan Kepala Daerah (Gubernur), Biro Bina Sosial tidak akan terpaku hanya pada tantangan belaka, tapi tetap eksis dengan membuka peluang melakukan pengembangan pelayanan.
Adapun tantangan dan peluang pengembangan pelayanan dari organisasi adalah sebagai berikut :
Tantangan
1. Besarnya tuntutan masyarakat akan peran pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah-masalah kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan pemuda dan olahraga serta agama yang belum diikuti dengan peningkatan kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan dan pelayanan secara optimal, disebabkan oleh berbagai kendala dan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah, baik dari segi pembiayaan, sarana dan prasarana maupun sumberdaya manusia.
2. Penanganan terhadap berbagai masalah kesejahteraan masyarakat, kebudayaan, pembinaan pemuda dan olahraga serta agama yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, perlu diselenggarakan secara konprehensif, melalui sinergi
17
berbagai program pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat aktif.
3. Memfasilitasi untuk mencari solusi permasalahan yang ada antara SKPD dengan SKPD di Provinsi, antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota, antara SKPD dengan masyarakat;
Peluang Pengembangan Pelayanan
1. Meningkatkan kompetensi organisasi dengan menyertakan para personil mengikuti pelatihan teknis dan fungsional serta pelatihan khusus yang mendukung tupoksi organisasi.
2. Meningkatkan koordinasi dan konsultasi program/kegiatan baik dalam lingkup Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota maupun dengan Pemerintah Pusat.
3. Melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan program/kegiatan yang sangat diprioritaskan bagi masyarakat dan sangat berpotensi terjadinya permasalahan.