• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N. Nomor : 212/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N. Nomor : 212/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N

Nomor : 212/PID/2012/PT-MDN.

“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan

mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

Nama Lengkap : BENNY SIREGAR.

Tempat lahir : Purba Bangun.

Umur/Tanggal lahir : 50 tahun/ 15 Agustus 1961.

Jenis kelamin : Laki - laki.

Kebangsaan : Indonesia.

Tempat tinggal : Dusun IV Desa Tanjung Alam Kec. Sei Dadap

Kab. Asahan.

Agama : Islam.

Pekerjaan : PNS.

Terdakwa ditahan di Rumah Tahanan Negara berdasarkan surat perintah penahanan oleh:

1. Penyidik tidak dilakukan penahanan;

2. Penuntut Umum sejak tanggal 28 Desember 2011 s/d 16 Januari 2012;

3. Hakim Pengadilan Negeri Kisaran, sejak tanggal 09 Januari 2012 s/d 07

Pebruari 2012;

4. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Kisaran sejak tanggal 08 Pebruari

2012 s/d 07 April 2012 ;

5. Hakim Pengadilan Tinggi Medan sejak tanggal 03 April 2012 s/d 02 Mei

2012 ;

6. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan sejak tanggal 03 Mei 2012 s/d 01 Juli

2012 ;

PENGADILAN TINGGI TERSEBUT

(2)

I. Surat Dakwaan Jaksa Penuntut No : PDM-105/Kisar/Ep.1/12/2011 tertanggal 28 Desember 2011 yang mendakwa Terdakwa dengan dakwaan sebagai berikut :

Kesatu:

Bahwa ia Terdakwa BENNY SIREGAR pada hari dan tanggal yang tidak dapat dipastikan lagi namun pada tanggal 05 Juli 2007 atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu dalam bulan Juli tahun 2007, bertempat di Jl. Abdi Satya Bhakti Komplek Graha Asahan Indah Blok C No. 54 Kisaran Kab. Asahan, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kisaran, dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang, yang dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut :

- Bahwa Terdakwa dan istrinya bernama Rindo Kastry Alias Linda memiliki

sebidang tanah seluas 150 meter persegi yang terletak di Jl. Sei Gambus Gg. Satria Kec. Kota Kisaran Barat Kab. Asahan, lalu pada tahun 2001 Terdakwa menjual sebidang tanah tersebut kepada Saidan Sidik dengan harga Rp. 20.000.000,- dengan kesepakatan pembayaran atas pembelian sebidang tanah tersebut dilakukan oleh Saidan Sidik dengan cara mencicil sebanyak 3 kali, dan atas pembelian sebidang tanah tersebut, istri Terdakwa bernama Rindo Kastry Alias Unda telah menerima pembayaran dari Saidan Sidik sebanyak 2 kali, yaitu pertama sebesar Rp. 6.000.000,- dan yang kedua sebesar Rp. 8.000.000,-, sedangkan pembayaran yang ketiga belum dilakukan oleh Saidan Sidik sehingga surat ganti rugi antara Terdakwa dengan Saidan Sidik belum dikeluarkan, namun demikian Saidan Sidik telah menguasai tanah tersebut dan kemudian mendirikan bangunan rumah di atas tanah tersebut.

- Bahwa tanah tersebut kemudian oleh Terdakwa dijual kembali kepada alm.

Semanga Barus, namun alm. Semangat Barus tidak mengetahui apabila pertapakan tanah seluas 150 meter persegi yang terletak di Jl. Sei Gambus Gg. Satria Kec Kota Kisaran Barat Kab. Asahan tersebut sebenarnya telah dijual oleh Terdakwa kepada Saidan Sidik, sehingga atas tawaran Terdakwa

(3)

dan istrinya tersebut alm. Semangat Barus menerimanya dan untuk meyakinkan alm. Semangat Barus, Terdakwa kemudian mengurus surat pernyataan melepaskan hak tanah yang diketahui oleh Lurah Sendang Sari. Setelah surat pernyataan melepaskan hak tanah tersebut selesai dibuat, Terdakwa kemudian membujuk Suranatan Barus untuk segera membeli pertapakan tanah tersebut dengan mengatakan “Gimana ini Tan, kami perlu uang secepatnya, kalau gak ada uangnya biar kami gade aja sama orang lain", lalu Suranatan Barus menjawab “Janganlah bang…” lalu Terdakwa kembali mengatakan "Kalau begitu secepatnya usahakanlah biar uangmu selamat”, dan untuk lebih meyakinkan alm. Semangat Barus, Terdakwa membuat kesepakatan dengan alm. Semangat Barus yang kemudian kesepakatan tersebut dituangkan dalam Akta Jual Beli dan Pengoperan Hak yang dibuat dihadapan notaris Timbang Laut, SH., Mkn. pada tanggal 05 Juli 2007, yang pada pokoknya Terdakwa sebagai pihak pertama telah menjual dan mengoperkan kepada pihak kedua (alm.Semangat Barus) sebuah rumah semi permanen dilengkapi aliran listrik dan air bersih serta hak-hak atas langganannya berikut tanah tapak dan pekarangannya yang dikuasai oleh negara (belum mempunyai sertifikat) seluas kurang lebih 150 meter persegi, yang terletak di Jl. Sei Gambus Gang Satria Lingkungan II Kelurahan Sendang Sari Kecamatan kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan, dengan syarat-syarat dan ketentuan antara lain dalam pasal 1 : Apa yang dijual dan dioperkan dengan akta ini terhitung mulai hari dan tanggal akta ini berpindah menjadi hak dan kepunyaan pihak kedua dan dengan demikian segala apa yang terjadi di alasnya mulai hari dan tanggal akta ini berpindah menjadi hak dan tanggungan pihak kedua, lalu dalam Pasal 2 : Pihak pertama dengan ini menjamin dan menanggung pihak kedua bahwa apa yang dijual dan diserahkannya dengan akta ini benar-benar adalah haknya sendiri dan sebelumnya tidak pernah dijual atau dioperkan kepada pihak lain dan juga bebas dari segala macam sitaan dan agunan;

- Bahwa dengan dibuatnya kesepakatan yang dituangkan dalam akta Jual

beli dan pengoperan hak tersebut alm. Semangat Barus menjadi semakin yakin kepada Terdakwa dan kemudian memberikan uang sebesar Rp.

(4)

20.000.000,- kepada Terdakwa sebagai uang pembayaran atas jual beli pertapakan tanah berikut bangunan di atasnya tersebut.

- Bahwa setelah terjadi kesepakatan jual beli pertapakan tanah dan dengan

telah diterimanya uang sebesar Rp. 20.000.000,- sebagai uang pembayaran atas jual beli pertapakan tanah berikut bangunan di atasnya oleh Terdakwa dari alm. Semangat barus, seharusnya pertapakan berikut bangunan diatasnya diserahkan kepada alm. Semangat barus atau kepada Agatha Sri Ulina maupun Suranatan Barus selaku ahli waris alm. Semangat Barus, namun pertapakan tanah berikut bangunan rumah yang ada di atas pertapakan tanah tersebut ternyata dikuasai oleh Saidan Sidik hingga sekarang dengan alasan Saidan Sidik telah membeli pertapakan tanah tersebut dari Terdakwa sejak tahun 2001.

- Bahwa atas perbuatan Terdakwa tersebut Agatha Sri Ulina dan Suranatan

Barus selaku ahli waris alm. Semangat Barus meras tertipu karena sebelum tanah tersebut dijual kepada alm. Semangat Barus, trnyata Terdakwa telah terlebih dahulu menjual tanah tersebut kepada Saidan Sidik, dan akibatnya Agatha Sri Ulina rnaupun Suranatan Barus menderita kerugian sebesar Rp. 70.000.000,-

Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasl 378 KUHPidana; Atau

Kedua Primair :

Bahwa ia Terdakwa BENNY SIREGAR pada hari dan tanggal yang tidak dapat dipastikan lagi namun pada tanggal 05 Juli 2007 atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu dalam bulan Juli tahun 2007, bertempat di Jl. Abdi Satya Bhakti Komplek Graha Asahan Indah Blok C No. 54 Kisaran Kab. Asahan, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kisaran, dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, menjual, menukar atau menjadikan sebagai tanggungan hutang sesuatu hak milik atas tanah Negara atau tanah partikelir ataupun sesuatu gedung, bangunan, tanaman atau persemaian di atas tanah hak milik, yang diketahuinya bahwa orang lain mempunyai hak atau turut mempunyai hak atas benda-benda tersebut, yang dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut:

(5)

- Bahwa Terdakwa dan istrinya bernama Rindo Kastry Alias Linda memiliki sebidang tanah seluas 150 meter persegi yang terletak di Jl. Sei Gambus Gg. Satria Kec. Kota Kisaran Barat Kab. Asahan, lalu pada tahun 2001 Terdakwa menjual sebidang tanah tersebut kepada Saidan Sidik dengan harga Rp. 20.000.000,- dengan kesepakatan pembayaran atas pembelian sebidang tanah tersebut dilakukan oleh Saidan Sidik dengan cara mencicil sebanyak 3 kali, dan atas pembelian sebidang tanah tersebut, istri Terdakwa bernama Rindo Kastry Alias Unda telah menerima pembayaran dari Saidan Sidik sebanyak 2 kali, yaitu pertama sebesar Rp. 6.000.000,- dan yang kedua sebesar Rp. 8.000.000,-, sedangkan pembayaran yang ketiga belum dilakukan oleh Saidan Sidik sehingga surat ganti rugi antara Terdakwa dengan Saidan Sidik belum dikeluarkan, namun demikian Saidan Sidik telah menguasai tanah tersebut dan kemudian mendirikan bangunan rumah di atas tanah tersebut;

- Bahwa kemudian pada tahun 2007 Saidan Sidik dengan Alm. Semangat

Barus menjalin hubungan kerjasama, dimana selama kerja sama tersebut Saidin Sidik telah menggunakan uang Alm. Semangat Barus sebesar Rp.20.000.000,-namun uang yang telah dipakai Saidan Sidik tersebut tidak kembali, sehingga Alm.Semangat Barus memutuskan hubungan kerjasama dengan Saidan sidik dan hal itu diketahui oleh Suranatan Barus sehingga Suranatan Barus kemudian memberitahukan hal tersebut kepada istri Terdakwa. Mengetahui hal tersebut Terdakwa dan istrinya bermaksud mengambil keuntungan dari Alm. Semangat Barus , lalu tanpa sepengetahuan dan tanpa seizin dari Saidin Sidik, dan tanpa memberitahukan kepada Alm. Semangat Barus maupun Suranatan Barus bahwasannya pertapakan tanah tersebut telah dijual kepada Saidin Sidik, Terdakwa menjual pertapakan tanah seluas 150 meter persegi berikut bangunan rumah yang ada di atasnya yang terletak di Jl.Sei Gambus Gg.Satria Kec. Kota Kisaran Barat Kab. Asahan yang sebelumnya telah dijual kepada Saidin Sidik tersebut dengan harga Rp.40.000.000,- dan atas penjualan pertapakan tanah tersebut Terdakwa membuat surat pernyataan melepaskan hak tanah yang diketahui oleh Lurah Sendang sari dan membuat Akta Jual Beli dan Pengoperan Hak dihadapan Notaris Timbang

(6)

Laut,SH.,M.Kn. pada tanggal 05 Juli 2007, padahal Terdakwa sendiri menyadari Saidan Sidik mempunyai hak atas tanah tersebut.

Perbuatan Terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 385 ke-1 KUHPidana;

Subsidair:

Bahwa ia Terdakwa BENNY SIREGAR pada hari dan tanggal yang tidak dapat dipastikan lagi namun pada tanggal 05 Juli 2007 atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu dalam bulan Juli tahun 2007, bertempat di Jl. Abdi Satya Bhakti Komplek Graha Asahan Indah Blok C No. 54 Kisaran Kab. Asahan, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kisaran, dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak , menjual, menukar atau menjadikan sebagai tanggungan hutang sesuatu hak milik atas tanah Negara atau tanah partikelir yang telah dijadikan tanggungan hutang ataupun gedung, bangunan, tanaman atau persemaian di atas tanah hak milik, yang telah dijadikan tanggungan hutang tanpa memberitahukan kepada pihak yang lain tentang adanya perjanjian hutang piutang tersebut , yang dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut:

- Bahwa Terdakwa dan istrinya bernama Rindo Kastry Alias Linda memiliki

sebidang tanah seluas 150 meter persegi yang terletak di Jl. Sei Gambus Gg. Satria Kec. Kota Kisaran Barat Kab. Asahan, lalu pada tahun 2001 Terdakwa menjual sebidang tanah tersebut kepada Saidan Sidik dengan harga Rp. 20.000.000,- dengan kesepakatan pembayaran atas pembelian sebidang tanah tersebut dilakukan oleh Saidan Sidik dengan cara mencicil sebanyak 3 kali, dan atas pembelian sebidang tanah tersebut, istri Terdakwa bernama Rindo Kastry Alias Unda telah menerima pembayaran dari Saidan Sidik sebanyak 2 kali, yaitu pertama sebesar Rp. 6.000.000,- dan yang kedua sebesar Rp. 8.000.000,-, sedangkan pembayaran yang ketiga belum dilakukan oleh Saidan Sidik sehingga surat ganti rugi antara Terdakwa dengan Saidan Sidik belum dikeluarkan, namun demikian Saidan Sidik telah menguasai tanah tersebut dan kemudian mendirikan bangunan rumah di atas tanah tersebut;

- Bahwa kemudian pada tahun 2007 Saidan Sidik dengan Alm. Semangat

Barus menjalin hubungan kerjasama, dimana selama kerja sama tersebut Saidin Sidik telah menggunakan uang Alm. Semangat Barus sebesar

(7)

Rp.20.000.000,-namun uang yang telah dipakai Saidan Sidik tersebut tidak kembali, sehingga Alm.Semangat Barus memutuskan hubungan kerjasama dengan Saidan sidik dan hal itu diketahui oleh Suranatan Barus sehingga Suranatan Barus kemudian memberitahukan hal tersebut kepada istri Terdakwa. Mengetahui hal tersebut Terdakwa dan istrinya bermaksud mengambil keuntungan dari Alm. Semangat Barus , lalu tanpa sepengetahuan dan tanpa seizin dari Saidin Sidik, dan tanpa memberitahukan kepada Alm. Semangat Barus maupun Suranatan Barus bahwasannya pertapakan tanah tersebut telah dijual kepada Saidin Sidik, Terdakwa menjual pertapakan tanah seluas 150 meter persegi berikut bangunan rumah yang ada di atasnya yang terletak di Jl.Sei Gambus Gg.Satria Kec. Kota Kisaran Barat Kab. Asahan yang sebelumnya telah dijual kepada Saidin Sidik tersebut dengan harga Rp.40.000.000,- dan atas penjualan pertapakan tanah tersebut Terdakwa membuat surat pernyataan melepaskan hak tanah yang diketahui oleh Lurah Sendang sari dan membuat Akta Jual Beli dan Pengoperan Hak dihadapan Notaris Timbang Laut,SH.,M.Kn. pada tanggal 05 Juli 2007, padahal Terdakwa sendiri menyadari Saidan Sidik mempunyai hak atas tanah tersebut.

Perbuatan Terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 385 ke-2 KUHPidana;

II. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum tertanggal 20 Maret 2012, Nomor :

PDM-105/Kisar/Ep.1/12/2011 yang menuntut Terdakwa sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa BENNY SIREGAR, telah terbukti secara sah dan

meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Penipuan”

sebagaimana didakwakan kepada dirir Terdakwa dalam Dakwaan Pasal 378 KUHPidana;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa BENNY SIREGAR dengan

pidana penjara selama 1 (satu) tahun dikurangi dengan masa tahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa;

3. Menetapkan agar Terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar

(8)

III. Putusan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 29 Maret 2012, No.05/Pid.B/2012/PN-Kis, yang amarnya berbunyi sebagai berikutnya :

1. Menyatakan Terdakwa BENNY SIREGAR telah terbukti secara sah dan

meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ PENIPUAN “;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa BENNY SIREGAR oleh karena

itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun;

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalankan oleh Terdakwa

dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;

4. Menetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam Rumah Tahanan

Negara di Pulau Simardan Tanjung Balai;

5. Menetapkan barang bukti berupa : 1 (satu) rangkap Foto Copy Sertifikat

tanah No.1767 atas nama pemegang hak Agatha Sri Ulina, 1 (satu) rangkap Foto Copy Akta Notaris jual beli dan pengoperan hak dari Benny Siregar kepada Semangat Barus atas sebidang tanah dan sebuah rumah tertanggal 05-07-2007 tetap terlampir dalam berkas;

6. Membebankan Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar

Rp.1.000,- (seribu rupiah);

IV. Akta Permintaan Banding yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri

Kisaran pada hari Selasa tanggal 03 April 2012, No.09/Akta.Pid/2012/PN-Kis, yang menerangkan bahwa pada tanggal 03 April 2012 Penasehat Hukum Terdakwa telah mengajukan permintaan banding atas Putusan Pengadilan Negeri tersebut, permintaan banding mana telah sempurna diberitahukan kepada Jaksa Penuntut Umum pada hari Senin tanggal 09 April 2012;

V. Momori Banding yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa tertanggal

16 April 2012, yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kisaran pada tanggal 04 Mei 2012, Momori Banding mana telah diberitahukan dan diserahkan dengan sempurna kepada Jaksa Penuntut Umum pada hari Selasa tanggal 08 Mei 2012;

VI. Relaas Pemberitahuan Mempelajari Berkas Perkara tanggal 24 April 2012,

No.W2.U.11/387/HN.04.10/IV/2012 yang disampaikan kepada Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa, dimana terhitung 7 (tujuh) hari kerja setelah

(9)

tanggal Pemberitahuan Relaas tersebut para pihak diberi kesempatan untuk mempelajari berkas perkara No.05/Pid.B/2012/PN-Kis, sejak tanggal 16 April 2012 s/d 24 April 2012 sebelum berkas dikirim ke Pengadilan Tinggi Medan;

Menimbang, bahwa oleh karena permintaan banding dari Penasehat Hukum Terdakwa telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara-cara serta memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang, maka permintaan banding tersebut secara formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa setelah membaca, meneliti dan mempelajari dengan seksama keseluruhan berkas perkara dan surat-surat yang berkaitan dengan perkara ini, salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 29 Maret 2012, No.05/Pid.B/2012/PN-Kis, Berita Acara Persidangan serta Memori Banding dari Penasehat Hukum Terdakwa tanggal 16 April 2012, pertimbangan Majelis adalah sebagai berikut :

Menimbang, bahwa Penasehat Hukum Terdakwa dalam memori bandingnya pada dasarnya menolak putusan Pengadilan Negeri Kisaran karena telah terjadi kekeliruan yang dapat disimpulkan sebagai berikut :

- Bahwa perkara ini terjadi atas perjanjian dalam kesepakatan kedua belah

pihak diantara Terdakwa yang menjual tanah dan rumah kepada almarhum SEMANGAT BARUS dan telah dibuatkan akta jual beli di hadapan Notaris TIMBANG LAUT, SH. MKn dengan harga Rp.40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) yang saat transaksi jual beli almarhum SEMANGAT BARUS menyerahkan uang sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) sehingga dalam pembayaran pembelian sebidang tanah dan bangunan diatasnya masih terdapat kekurangan pembayaran sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) maka antara Terdakwa dan almarhum SEMANGAT BARUS membuat surat perjanjian hutang piutang sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) dengan jaminan surat keterangan tanah tersebut;

- Bahwa Penjualan tanah dan bangunan tersebut sebenarnya sudah ada yang

(10)

kesepakatan jual beli dengan SEMANGAT BARUS dengan adanya kekurangan pembayaran jual beli sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) yang kemudian diberitahukan almarhum SEMANGAT BARUS bahwa SAIDAN SIDIK ada berhutang kepadanya sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) yang ternyata setelah ditanyakan tidak ada hutang piutang antara almarhum SEMANGAT BARUS dengan SAIDAN SIDIK;

- Kekurangan pembayaran inilah yang menjadi alasan Terdakwa belum

menyerahkan rumah yang dijual kepada pihak almarhum SEMANGAT BARUS;

Menimbang, bahwa Majelis tidak menemukan surat perjanjian hutang piutang antara Terdakwa dengan almarhum SEMANGAT BARUS tanggal 15 Maret 2007 namun Manjelis dalam berkas menemukan surat pengakuan hutang dengan pemberian jaminan tertanggal 24 Oktober 2008, apabila yang dimaksud Penasehat Hukum Terdakwa surat bukti tersebut, ternyata surat bukti tersebut merupakan akta dibawah tangan yang tanpa didukung oleh alat bukti lain sehingga surat bukti tersebut tidak mempunyai nilai pembuktian;

Menimbang, bahwa dari fakta dipersidangan tiada satu buktipun yang menerangkan atau menjelaskan bahwa jual beli tanah antara Terdakwa dengan almarhum SEMANGAT BARUS dengan harga Rp.40.000.000,- (empat puluh juta rupiah);

Menimbang, bahwa petimbangan Majelis Hakim tingkat pertama yang mempertimbangkan unsur ketiga yang merupakan unsur esensial dari pasal 378 KUHP dengan mendasarkan akta autentik yang dibuat oleh Notaris TIMBANG LAUT, SH. MKn telah tepat;

Menimbang, bahwa disamping itu sesuai keterangan saksi SURANATAN BARUS yang menerangkan bahwa Terdakwa dan isterinya meminta kepada almarhum SEMANGAT BARUS agar pak SAIDAN SIDIK tinggal disitu dulu selama 14 (empat belas) bulan dan setelah itu akan dikosongkan sedangkan saksi A de Charge MURNIATI SARAGIH menerangkan bahwa Terdakwa meminta agar rumah tersebut ditempati dulu oleh mertuanya, sebentar lagi SAIDAN SIDIK akan pergi jadi akan segera kosong, sehingga almarhum SEMANGAT BARUS tidak ragu lagi mengadakan transaksi jual beli dengan Terdakwa namun pada

(11)

kenyataannya kemudian pihak dari almarhum SEMANGAT BARUS tidak dapat menguasai rumah dimaksud;

Menimbang, bahwa dari fakta tersebut telah dapat membuktikan bahwa terdakw telah melakukan rangkaian kebohongan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis sependapat dengan pertimbangan Majelis Hakim tingkat pertama dalam putusannya dan petimbangan hukum tersebut diambil alih oleh Majelis Hakim tingkat banding dalam memutus perkara ini ditingkat banding;

Menimbang, bahwa namun Majelis Hakim tingkat banding tidak sependapat dengan lamanya pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim tingkat pertama dalam putusannya, maka lamanaya pidana yang dijatuhkan sebgaimana amar dibawah ini telah sesuai rasa keadilan;

Menimbang, bahwa atas dasar petimbangan sebagaimana tersebut diatas

maka putusan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 29 Maret 2012

No.05/Pid.B/2012/PN-Kis haruslah diubah sekedar mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan menjadi sebagaimana amar dibawah ini;

Menimbang, bahwa oleh karena selama ini Terdakwa ditahan, maka lamanya Terdakwa berada dalam tahan dikurangkan sepenuhnya dengan pidana yang akan dijalani dan beralasan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dinyatakan tetap bersalah dan dipidana, maka dibebani untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan ini;

Mengingat, dan memperhatikan akan ketentuan pasal 378 KUHP, Undang-Undang No.8 Tahun 1981 tentang KUHAP serta peraturan perundang undangan yang bersangkutan dengan perkara ini;

M E N G A D I L I :

Menerima permintaan banding dari Penasehat Hukum Terdakwa;

Mengubah putusan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 29 Maret 2012 No.05/Pid.B/2012/PN-Kis, sekedar mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan;

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan;

(12)

Memerintahkan lamanya Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan sepenuhnya dengan pidana yang akan dijalani;

Memerintahkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan; Menguatkan putusan tersebut untuk selebihnya;

Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam kedua tingkat peradilan, yang ditingkat banding sebesar Rp 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah).

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim

Pengadilan Tinggi Medan pada hari Jum’at tanggal 08 Juni 2012 oleh Kami :

MARGONO, SH. MH Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Medan sebagai

Hakim Ketua Majelis, dan ELANG PRAKOSO WIBOWO, SH. MH., dan H. M.

HATTA, SH MH. masing-masing sebagai Hakim-Hakim Anggota, yang ditunjuk untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut dalam peradilan tingkat banding, berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 02 Mei 2012 Nomor : 212/PID/2012/PT-MDN, putusan tersebut telah diucapkan dalam

sidang terbuka untuk umum pada hari Senin tanggal 11 Juni 2012 oleh Hakim

Ketua Majelis tersebut dengan dihadiri Hakim-Hakim Anggota tersebut diatas

serta dibantu oleh HAMONANGAN RAMBE, SH. MH. sebagai Panitera

Pengganti pada Pengadilan Tinggi Medan, akan tetapi tanpa dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa.

Hakim-Hakim Anggota, Hakim Ketua Majelis,

ttd ttd

ELANG PRAKOSO WIBOWO, SH. MH. MARGONO, SH. MH.

ttd

H. M. HATTA, SH. MH.

Panitera Pengganti, ttd

Referensi

Dokumen terkait

Meningkatkan hasil belajar pada aspek kognitif tingkat C.2 (pemahaman) dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan metode problem based learning pada siswa kelas IV

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor gaya hidup, faktor psikografis, dan faktor pengaruh lingkungan sosial dan fisik terhadap perilaku konsumen

Kekayaan sumberdaya alam mangrove yang terdiri dari struktur dan sifat yang kompleks terwujud dalam vegetasi yang unik, satwa serta asosiasi yang terdapat di

Berdasarkan uraian di atas dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pelumuran pasta kunyit pada permukaan daging sapi terhadap total bakteri proteolitik, pH, kadar

Sejarah pembentukan konstitusi bangsa Indonesia, mulai pada saat proses pembahasan UUD 1945, menunjukkan bahwa UUD 1945 yang menjadi konstitusi bangsa Indonesia

Kelompok yang berfungsi efektif dalam lingkungan sosial menurut Sumardjo (2003), mempunyai gejala-gejala sebagai berikut (1) keanggotaan dan aktivitas kelompok lebih

RINCIAN JUMLAH PEROLEHAN SUARA PARTAI POLITIK PARTAI PARTAI DAERAH PEMILIHAN DAERAH PEMILIHAN MODELDB-1 MODELDB-1 DPR DPR.. ANI RUKM UKMINI, M

Retribusi izin gangguan yang selanjutnya disebut retribusi adalah pembayaran atas pemberian izin tempat usaha kepada orang atau badan di lokasi tertentu yang menimbulkan