• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM Koagulasi Dan Flokulasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM Koagulasi Dan Flokulasi"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

http://ichakks.blogspot.com/2014/04/acara-2-analisa-koagulasi-dan-flokulasi.html http://ichakks.blogspot.com/2014/04/acara-2-analisa-koagulasi-dan-flokulasi.html LAPORA PRA"#$"%& LAPORA PRA"#$"%& P'(')AL$A L$&*A+ $)%,#R$ P'(')AL$A L$&*A+ $)%,#R$ AARA $$ AARA $$

AAL$,A "OA(%LA,$ )A LO"%LA,$ AAL$,A "OA(%LA,$ )A LO"%LA,$

#A+% AARA 201/2014 #A+% AARA 201/2014 )$,%,% OL'+: )$,%,% OL'+:  Nama  Nama  NIM  NIM Hari/Tanggal Hari/Tanggal Kelompok  Kelompok  Asisten Asisten

: Nurul Hadiqah As-Sa’adah : Nurul Hadiqah As-Sa’adah : 11/1!"#$/T%/1$&$$

: 11/1!"#$/T%/1$&$$ : Selasa' $1 April &$1( : Selasa' $1 April &$1( : )1

: )1

: *udi Santoso : *udi Santoso

LA*ORA#

LA*ORA#OR$%& OR$%& R'"A $)%,#R$ R'"A $)%,#R$ )A)A P'(')AL$A PRO)%" ,A&P$( P'(')AL$A PRO)%" ,A&P$( %R%,A #'"OLO($

%R%,A #'"OLO($ $)%,#R$ P'R#A$A$)%,#R$ P'R#A$A A"%L

A"%L##A, #'"A, #'"OLO($ OLO($ P'R#AP'R#A$A$A %$'R,$#A

%$'R,$#A, , (A)A+ &A)A(A)A+ &A)A O(A"AR#A O(A"AR#A  2014  2014 *A* $ *A* $ P')A+%L%A P')A+%L%A A.

A. udul Praktikumudul Praktikum

Analisa Koagulasi dan +lokulasi Analisa Koagulasi dan +lokulasi

(2)

*.

*. #u#u3uan 3uan PraktikumPraktikum 1,

1, Mahasisa dapat mengetahui metode dan Mahasisa dapat mengetahui metode dan proses koagulasi dan .lokulasi,proses koagulasi dan .lokulasi, &,

&, Menentukan pemerian dosis koagulan 0ang optimum pada sampel limah air,Menentukan pemerian dosis koagulan 0ang optimum pada sampel limah air,

.

. &anfaat Praktikum&anfaat Praktikum 1,

1, MetMetode ode dan dan proproses ses koagkoagulaulasi si serserta ta .lo.lokulkulasi asi dapdapat at dikdiketaetahui hui sehsehingingga ga mamahashasisisa a dapadapatt melakukan analisa dengan tepat,

melakukan analisa dengan tepat, &,

&, )o)osisis s koakoagugulalan n 0a0ang ng opoptitimumum m ununtutuk k lilimmah ah dadapapat t didikeketatahui hui sesehihingngga ga nanantntinin0a 0a dadapatpat diaplikasikan dalam skala 0ang leih esar,

(3)

*A* $$ )A,AR #'OR$

%roses pengendapan erkaitan dengan proses koagulasi dan .lokulasi, Koagulasiadalah  peristia pementukan ataupenggumpulan partikel-partikel keil menggunakan 2at koagulan, +lokulasi adalahperistia pengumpulan partikel-partikel keilhasil koagulasi men3adi .lok 0ang leih esarsehingga epat mengendap, Taas dan kapurmerupakan 2at koagulan dan .lokulan 0angtelah an0ak digunakan dalam proses koagulasi 4%utra' &$$"5,

%engolahan kon6ensional 0ang erasis pada teknologi kon6ensional seperti koagulasi-.lokulasi' sedimentasi dan .iltrasi sering kali kurang e.ekti. atau gagal untuk mengolah dengan hasil sesuai dengan aku mutu 0ang diharapkan, 7ntuk itu diperlukan teknologi alternati. untuk  mengolah air aku terseut, Memran 7ltra.iltrasi diduga mampu menurunkan parameter seperti 2at organik dan kekeruhanmenggunakan memran ultra.iltrasi untuk men0isihkan konsentrasi sen0aa organik dalam air gamut 4Notodarmo3o' &$$(5,

*eerapa .aktor 0ang mempengaruhi proses koagulasi dan .lokulasi antara lain seagai  erikut 4Manurung' &$1&5 :

1, Suhu

Suhu erkaitan dengan pH optimal airan' di mana proses koagulasi din0atakan dapat er3alan  aik 3ika pH air aku olahan 4A*85 erkisar !-1$, 9ika A*8 tidak dalam kisaran terseut maka  penamahan koagulan ke dalam A*8 tidak ekonomis karena koagulan tidak eker3a optimal, &, *entuk koagulan

Seara ekonomis' la3u penampuran akan leih e.ekti. 3ika koagulan dierikan pada keadaan air  diandingkan dalam entuk padat,

, Tingkat kekeruhan

%ada tingkat kekeruhan rendah' destailisasi sulit ter3adi, 9adi akan leih mudah 3ika koagulasi dilakukan pada tingkat kekeruhan 0ang tinggi,

(, Keepatan pengadukan

%engadukan ertu3uan untuk memperepat kontak antara kandungan suspensi 4koloid5 dalam A*8 dengan koagulan 0ang ditamahkan, 9ika pengadukan lamat' pengikatan akan  erlangsung tepat sasaran sehingga .lok 0ang terentuk 3uga sedikit dan akiatn0a proses  pen3ernihan tidak maksimal, )emikian haln0a 3ika pengadukan erlangsung terlalu epat' maka

(4)

%engadukan ampuran diagi men3adi & erdasarkan keepatan pengadukann0a 0aitu  pengadukan epat dengan keepatan 1&$ rpm dan pengadukan lamat dengan keepatan ($ rpm, %engadukan epat dilakukan selama & menit 0ang dihitung se3ak penamahan koagulan, %engadukan epat ini ertu3uan untuk menghasilkan dispersi 0ang seragam dari partikel-partikel koloid dan untuk meningkatkan kesempatan partikel untuk kontak dan ertumukan satu sama lain, Sedangkan pengadukan lamat dilakukan dengan aktu pengadukan 0ang di6ariasikan mulai dari  hingga & menit' 0ang dimulai tepat setelah pengadukan epat selesai, %engadukan lamat ini eru3uan untuk menggumpalkan partikel-partikel terkoagulasi erukuran mikro men3adi partikel-partikel .lok 0ang leih esar, +lok-.lok ini kemudian akan eragregasi dengan  partikel-partikel tersuspensi lainn0a, %engadukan pelan akan memperpendek 3arak antar partikel

sehingga ga0a tarik menarik antar partikel men3adi leih esar dan dominan dianding ga0a tolakn0a' 0ang menghasilkan kontak dan tumukan antar partikel 0ang leih an0ak dan leih sering, Kontak inilah 0ang menggumpalkan partikel-partikel padat terlarut terkoagulasi  erukuran mikro men3adi partikel .lok 0ang leih esar, Ketika pertumuhan .lok sudah ukup maksimal massa dan ukurann0a .lok-.lok ini akan mengendap ke dasar reser6oir sehingga terentuk & lapisan 0aitu lapisan air 3ernih pada agian atas reser6oir dan lapisan endapan .lok  0ang men0erupai lumpur pada dasar reser6oir 4Karamah' &$1(5,

Koagulasi adalah proses penamahan 2at kimia 4koagulan5 0ang memiliki kemampuan untuk men3adikan partikel kolid tidak stail sehingga partikel siap mementuk .lok 4gaungan  partikel-partikel keil5, +lokulasi adalah proses pementukan dan penggaungan .lok dari  partikel-partikel terseut 0ang men3adikan ukuran dan eratn0a leih esar sehingga mudah mengendap, %roses koagulasi dan .lokulasi pada skala laoratorium dilakukan dengan peralatan  3ar test, *eerapa sen0aa koagulan 0ang iasa digunakan adalah taas' sen0aa esi' %A;

4poli alumunium klorida5 dan lain-lain 4<agiman' &$1(5,

Koagulasi adalah penurunan da0a larut molekul-molekul protein atau peruahan entuk  dan airan 4sol5 men3adi entuk padat atau semi padat 4gel5, Koagulasi dapat diseakan oleh  panas' pengookan' garam' asam' asa' dan pereaksi lain seperti urea 4%uraningsih' &$$=5,

Koagulasi merupakan proses penggumpalan melalui reaksi kimia, >eaksi koagulasi dapat  er3alan dengan memutuhkan 2at pereaksi 4koagulan5 sesuai dengan 2at 0ang terlarut, Koagulan 0ang an0ak digunakan adalah taas' kapur' dan kaporit, )ari hasil reaksi koagulan itu selan3utn0a endapan dipisahkan melalui .iltrasi atau sedimentasi, *an0akn0a koagulan

(5)

tergantung pada 3enis dan konsentrasi ion-ion 0ang larut dalam air olahan serta konsentrasi 0ang diharapkan sesuai dengan standar aku, 7ntuk memperepat proses koagulasi dalam air limah maka dilakukan pengadukan dengan stati mi?er maupun rapid mi?er 4Kusnaedi' &$1$5,

Koagulasi adalah metode untuk menghilangkan ahan-ahan limah dalam entuk koloid' dengan menamahkan koagulan, )engan koagulasi' partikel-partikel koloid akan saling menarik  dan menggumpal mementuk .lok, +lokulasi ter3adi setelah koagulasi dan erupa pengadukan  pelan pada air limah, )engan mengendapn0a koloid' diharapkan la3u .ouling 0ang ter3adi pada memran akan erkurang sehingga penggunaan mikro.iltrasi dalam proses pengolahan air ersih men3adi la0ak untuk dilakukan 4Karamah' &$1(5,

%roses koagulasi tidak ereda dengan proses mekanis' tetapi pada proses ini ditamahkan koagulan' 0aitu ahan kimia 0ang dapat memperepat proses pengendapan partikel dan menurunkan kadar karonat dalam air, %roses koagulasi merupakan proses penggumpalan  partikel 0ang larut dalam air 4Suarnas' &$$=5,

Koagulasi terhadap air dilaksanakan karena eerapa alasan, Alasan utama adalah untuk  menghilangkan 4Manurung' &$1&5:

1, Kekeruhan' ahan organik dan anorganik  &, <arna

, *akteri

(, Algae dan organisme lain seagai plankton , >asa dan ahan-ahan pen0ea rasa

#, +os.at' seagai sumer makanan agi algae

Koagulasi dapat ter3adi karena pengaruh pemanasan' pendinginan' penamahan elektrolit'  pemusukan' penampuran koloid 0ang ereda muatan' atau karena elektro.oresis,

@lektro.oresis dapat men0eakan koagulasi karena endapan pada salah satu elektrode semakin lama semakin pekat dan akhirn0a mementuk gumpalan, *eerapa proses koagulasi 0ang senga3a dilakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain pereusan telur' pemuatan 0oghurt'  pemuatan tahu' pemuatan lateks' dan pen3ernihan air sungai 4Sutresna' &$$=5,

Mekanisme ter3adin0a koagulasi dikelompokkan atas teori kimia dan teori .isika, Teori kimia men0atakan aha koloid memperoleh muatan listrik pada permukaann0a oleh ionisasi gugus kimia dan koagulasi ter3adi karena interaksi kimia di antara partikel koloid dan koagulan, Muatan partikel-partikel koloid pen0ea kekeruhan di dalam air adalah se3enis' oleh karena itu  3ika kekuatan ionik di dalam air rendah' maka koloid akan tetap stail, Stailitas merupakan da0a

(6)

.isika menekankan terutama terhadap .aktor .isik seagai lapisan listrik ganda dan adsorsi ounter ion di mana koagulasi ter3adi melalui pengurangan ga0a seagaimana haln0a eda  potensial, %artikel koloid men0erap ion-ion positi.' ion-ion ini kemudian men0erap ion negati. 

tetapi 3umlahn0a 0ang diserap leih sedikit dari ion positi. 0ang ada sehingga ter3adi lapisan listrik ganda, Antara permukaan partikel koloid dan larutan ter3adi eda potensial elektrokinetik  sedangkan ion-ion positi. dan negati. di luar lapisan listrik ganda dapat ergerak eas di dalam larutan 4Manurung' &$1&5,

Koagulan 0ang sering digunakan untuk mengendapkan limah adalah alum' .eri sul.at' .eri klorida' dan kapur, Alum akan ereaksi dengan ahan 0ang ersi.at asa dan mementuk  alumunium hidroksida 0ang tidak dapat larut dan mengkoagulasi partikel koloid, Kapur akan  ereaksi dengan ikaronat dan mementuk kalsium karonat 0ang akan mengendap, Kalsium

karonat 0ang tidak larut akan terentuk pada pH di atas "', aram-garam .eri digunakan untuk  meningkatkan da0a endap dari .eri hidroksida 0ang akan mementuk endapan dalam limah dan meningkatkan la3u sedimentasi dari partikel lainn0a 0ang ada dalam limah terseut, %enggunaan koagulan untuk mengendapkan .os.at pada limah peternakan menun3ukkan hasil 0ang la0ak seara teknis dan ekonomis, %ada limah-limah peternakan setiap penamahan  padatan tersuspensi antara $'-1'$ mg/B akan meningkatkan keutuhan ahan kimia koagulan 1

mg/B 49enie' 1""5,

*ahan kimia 0ang dapat mengendapkan diseut koagulan, *ahan ini dapat mengendapkan  partikel-partikel koloid, )engan penamahan koagulan' partikel-partikel koloid 0ang seelumn0a mela0ang-la0ang dalam air akan diikat men3adi partikel esar 0ang diseut .lok, )engan ukuran partikeln0a 0ang esar' .lok dapat mengendap karena ga0a gra6itasi, )alam  pemakaian ahan kimia koagulan diseut 3uga .lokulan, *eerapa koagulan anorganik 0ang  an0ak digunakan dalam pengolahan air atau limah air di antaran0a alumunium sul.at 4alum5'  polialumunium klorida 4%A;5' esi sul.at 4II5' esi klorida 4II5' dan lain-lain, Selain koagulan anorganik' tersedia pula alternati. lokal seagai koagulan organik alami dari tanaman 0ang mudah diperoleh, Koagulan alami ini iodegradale dan aman agi kesehatan manusia, *i3i kelor  telah dilaporkan e.ekti. seagai koagulan untuk menurunkan kekeruhan pada limah air kelapa sait, *i3i kelor 3uga tidak mengandung sen0aa toksik sehingga aman agi kesehatan, %eman.aatan ahan-ahan koagulan alami seperti i3i kelor dimungkinkan dapat menggantikan

(7)

 ahan koagulan sintetis seperti alum sehingga permasalahan 0ang dihadapi oleh mas0arakat dan industri dapat teratasi 4Manurung' &$1&5,

Koagulan digunakan untuk menggumpalkan ahan-ahan 0ang ada dalam air limah men3adi .lok 0ang mudah untukdipisahkan 0aitu dengan ara diendapkan' diapungkan dan disaring, %ada eerapa parikara ini dilan3utkan dengan meleatkan air limah melalui Ceolit 4suatu atuan alam5 danarang akti. 4karon akti.5, ;ara koagulasi umumn0a erhasil menurunkan kadar ahanorganik 4;8)'*8)5 sean0ak' ($-=$ D Ceolit dapat menurunkan nilai ;8) 1$-($D'dan karon akti. dapat menurunkan nilai ;8) 1$-#$ D 4>isdianto' &$$=5,

%ada an0ak koloid' partikel mempun0ai muatan ersih positi. atau negati. pada  permukaann0a' diimangi oleh muatan ion laann0a dalam larutan, %emisahan koloid semaam ini diperepat oleh pelarutan garam dalam larutan itu, %roses terseut dinamakan .lokulasi 48?to0' &$$15,

%roses .lokulasi adalah agregasi atau erkumpuln0a partikel-partikel keil dalam seuah suspensi' men3adi partikel-partikel 0ang leih esar 0ang diseut .lok, +lokulasi diseakan oleh adan0a penamahan se3umlah keil ahan kimia 0ang diseut seagai .lokulan, +lokulan dapat dikategorikan men3adi & 3enis 0aitu .lokulan organik dan .lokulan anorganik, )i antara .lokulan-.lokulan anorganik' garam-garam dari eragai logam seperti alumunium dan esi telah an0ak  digunakan, +lokulan organik dapat diagi lagi men3adi & 3enis 0aitu sintetik dan alami, +lokulan sintetik umumn0a merupakan polimer linear 0ang larut dalam air seperti pol0ar0lamide'  pol04ar0li aid5' pol04diall0l dimethil ammonium hloride5' pol04st0reni sul.oni aid5' dan seagain0a, )i sisi lain' pati' selulosa' algini aid' guar gum' adalah polimer alami 0ang sangat sering digunakan seagai .lokulan,

Tu3uan dari .lokulasi adalah untuk meniptakan partikel 0ang leih esar 0ang kompatiel dengan proses selan3utn0a seperti menetap atau .lotasi, +lokulasi o3ekti.' seagai proses unit  pengolahan air' adalah untuk men0eakan tarakan antara partikel keil, Setelah pendinginan'  premis adalah aha partikel akan menempel satu sama lain dan dengan demikian menggumpal' tumuh eerapa ukuran 0ang diinginkan dan men3adi .lok, %roses aglomerasi diseut .lokulasi, %ada prinsipn0a' .lokulasi merupakan kasus khusus penampuran, %ada risiko eerapa redundansi' .lokulasi dianggap di sini seagai topik 0ang terpisah untuk men0alahkan identitas itu sendiri 4Hendriks' &$$#5,

(8)

)alam proses pemurnian air atau puri.ikasi dengan metode sand .ilter' terdapat eerapa tahapan salah satun0a adalah koagulasi dan .lokulasi, )alam proses koagulasi' air sungai 0ang telah disedot dieri 2at koagulasi kimia' misaln0a alum dengan dosis er6ariasi antara -($ mg/B  ergantung pada turiditas' arna' suhu' dan pH airn0a, )i dalam ak .lokulasi' air 0ang telah  erampur dengan alum diputar pelan-pelan selama $ menit untuk mengendapkan alumunium

hidroksida 0ang erentuk enda erarna putih dalam air 4;handra' &$1$5,

%emekatan terhadap sampel limah dilakukan dengan eerapa 3enis .lokulan 0aitu AB&4S8(5' I!H&8' ;a48H5&' dan +eS8(, I!H&8 dalam suasana asa akan mementuk .lok   erarna putih dari Al48H5 0ang ersi.at elektropositi. 4Sudi0ati' &$1(5,

Keepatan pengendapan dipengaruhi oleh erat 3enis partikel' erat 3enis airan' gra6itasi' konstanta' dan 6iskositas, %engaruh ini din0atakan dalam .ormula seagai erikut:

)i mana E F keepatan pengendapan' F erat 3enis partikel' F erat 3enis airan' K F

konstanta' dan F 6iskositas 4Anggreini' &$$!5,

9ar test telah digunakan selama puluhan tahun oleh operator parik pengolahan air untuk  mengemangkan in.ormasi tentang dosis kimia 0ang harus digunakan untuk ahe6e koagulasi 0ang e.ekti. dan sedimentasi, *an0ak utilitas air dengan menggunakan 3ar test telah mengemangkan modi.ikasi atau 6ariasi untuk eradaptasi prosedur ini dengan kondisi spesi.ik  0ang dihadapi di parik mereka, *agian dasar peralatan 0ang diutuhkan untuk 3ar test adalah multi-plae stirrer, 9enis stirrer termasuk da0ung persegi pan3ang dipasang pada poros pan3ang dan didorong dari atas taung dengan mekanisme roda gigi' dan da0ung persegi pan3ang dipasang pada erdiri dalam taung u3i dan diputar oleh magnet terletak di mekanisme dri6er di mana taung ditempatkan 4Bogsdon' &$$&5,

Operator dengan prosedur jar test yang sukses biasanyamenggunakan parameter teoritis sebagai titik awal dan kemudian membuat sedikit penyesuaian dengan trial and error sampai hasil skala penuh secara akurat disimulasikan oleh jar test. Meskipun jar test sering dilakukan sebagai bagian dari "enhanced coagulation" persyaratan. Dalam hal ini, tidak ada usaha

(9)

yang dibuat untuk mensimulasikan kondisi pabrik skala penuh. Jar test “enhanced coagulation” ini harus dilakukan dalam kondisi standar tertentu dan digunakan untuk menentukan alternati total kebutuhan karbon organik !O#$ remo%al untuk tanaman tertentu !&''&, ())*$.

(10)

*A* $$$

&'#O)OLO($ PRA"#$"%&

A. Alat dan *ahan Alat:

1, Seperangkat alat 3ar test &, *uret dan stati. 

, elas eaker 1$$$ ml ( uah

(, elas eaker $$ ml & uah untuk adah Na8H saat titrasi , elas ukur 1$$ ml ! uah untuk adah Na8H dan taas #, %ipet ukuran 1$ ml dan pipet iasa

=, Kertas indikator pH !, Ku6et ( uah

", Tissue

1$, Spektro.otometer 

*ahan:

1, Barutan koagulan: )ilarutkan 1$ gram koagulan taas di dalam 1 liter aquadest &,  Na8H $'1 N

, Indikator %%

(, Sampel limah air 

*. ara "r3a

PRO,')%R +A,$L

a. Pngaturan p+ sampl sblum 3ar tst.

1, Taas eker3a optimum pada pH #-!,

&, 1$$ ml sampel dituangkan ke dalam gelas eaker &$ ml,

Sampel 0ang digunakan memiliki pH #-!,

, Terdapat 1$$ ml sampel dalam gelas  eaker &$ ml,

 pH larutan diketahui ersi.at asam,

Barutan tidak dititrasi dengan H;l karena tidak ersi.at asa,

(11)

,  pH larutan diukur dengan indikator 

 pH,

(, 9ika larutan ersi.at asa 4pHG=5'

larutan dititrasi dengan menggunakan  uret dengan larutan H;l $'1 N sampai  pH =, 9umlah titran diatat,

, 9ika larutan ersi.at asam 4pH=5' larutan dititrasi dengan menggunakan  uret dengan larutan Na8H $'1 N

sampai pH =, 9umlah titran diatat,

#, 7ntuk sampel dalam 3ar test sean0ak  #$$$ ml' 3umlah titran dikalikan #,

b. Prcobaan 3ar tst.

1, ( uah gelas eaker erukuran 1$$$

ml disiapkan dan ditempatkan pada alat  3ar test,

Barutan dititrasi dan 6olume Na8H 0ang digunakan terukur sean0ak &$ ml,

9umlah Na8H 4titran5 0ang digunakan adalah &$?# F 1&$ ml,

( uah gelas eaker 1$$$ ml telah siap digunakan,

)alam masing-masing gelas eaker  terdapat #$$ ml sampel limah air  tahu,

Stopath siap digunakan untuk  melakukan pengukuran aktu,

Alat 3ar test telah men0ala dan siap digunakan,

Alat 3ar test tidak akan eroperasi leih dari 1# menit,

9ar test siap digunakan dalam keepatan 1$$ rpm,

(12)

&, Sampel limah air dimasukkan ke dalam masing-masing gelas eaker  sean0ak #$$ ml,

, Stopath disiapkan,

(, Alat 3ar test din0alakan dengan menekan tomol %8<@>,

, %engatur aktu pada alat 3ar test

diputar pada angka 1# menit,

#, Keepatan putaran diset pada 1$$

rpm,

 erada dalam pH optimum 0aitu #-!,

Ketiga gelas sampel 40ang 1 adalah kontrol sehingga tidak dieri taas5 telah erampur taas dengan 6olume 0ang ereda dan mengalami  pengadukan 1$$ rpm selama 1 menit,

Sampel mengalami pengadukan lamat &$ rpm selama 1 menit dan mulai terentuk .lok,

+lok mulai mengendap di dasar gelas  eaker,

( uah ku6et terisi dengan ( 3enis sampel dari ( gelas eaker 0ang  ereda 0ang erupa air 3ernih tanpa

endapan,

 Nilai TSS diketahui seagai erikut: Sampel kontrol F G1$$$ mg/B

Sampel dengan 1$ ml taas F !$1 mg/B

Sampel dengan &$ ml taas F =!# mg/B

Sampel dengan $ ml taas F G1$$$ mg/B

(13)

=, Barutan Na8H/H;l 0ang diutuhkan kemudian dimasukkan supa0a sampel  erada pada pH optimum untuk taas

0aitu #-! 4sesuai peroaan pH5,

!, Koagulan taas 1$ &$ dan $ ml dimasukkan ke dalam  eaker seara  ersamaan' lalu stopath dihidupkan, ;ampuran diaduk dengan keepatan 1$$ rpm selama 1 menit,

", )ilan3utkan pengadukan lamat

dengan keepatan &$ rpm selama 1 menit, )iamati pementukan .lok 0ang ter3adi,

1$, Setelah 1 menit' alat dihentikan dan

.lok diiarkan mengendap selama $ menit,

(14)

11, ;airan 0ang ening diamil dan

diukur TSS n0a dengan menggunakan  portale spektro.otometer,

(15)

*A* $ +A,$L )A P'&*A+A,A

A. +asil  O   ,A&P'L OL%& ' #$#RA 5aO+6 5ml6 OL% &' #A7A, 5ml6 #,, 5mg/L6 Ambang *atas #,, 5mg/L6 1 Bimah air tahu #$$ ml &= $ G1$$$ 1$$ & Bimah air tahu #$$ ml &= 1$ !$1 1$$  Bimah air tahu #$$ ml &= &$ =!# 1$$ ( Bimah air tahu #$$ ml &= $ G1$$$ 1$$

*. Pmbahasan

%raktikum %engendalian Bimah Industri aara  ini er3udul Analisa Koagulasi dan +lokukasi, Tu3uan dari praktikum ini adalah agar mahasisa dapat mengetahui metode dan  proses koagulasi dan .lokulas' serta menentukan pemerian dosis koagulan 0ang optimum pada

sampel limah air,

%engolahan kon6ensional 0ang erasis pada teknologi kon6ensional seperti koagulasi-.lokulasi' sedimentasi dan .iltrasi sering kali kurang e.ekti. atau gagal untuk mengolah dengan hasil sesuai dengan aku mutu 0ang diharapkan, 7ntuk itu diperlukan teknologi alternati. untuk  mengolah air aku terseut, Memran 7ltra.iltrasi diduga mampu menurunkan parameter seperti 2at organik dan kekeruhanmenggunakan memran ultra.iltrasi untuk men0isihkan konsentrasi sen0aa organik dalam air gamut,

*eerapa .aktor 0ang mempengaruhi proses koagulasi dan .lokulasi antara lain seagai  erikut :

1, Suhu

Suhu erkaitan dengan pH optimal airan' di mana proses koagulasi din0atakan dapat er3alan  aik 3ika pH air aku olahan 4A*85 erkisar !-1$, 9ika A*8 tidak dalam kisaran terseut maka  penamahan koagulan ke dalam A*8 tidak ekonomis karena koagulan tidak eker3a optimal, &, *entuk koagulan

Seara ekonomis' la3u penampuran akan leih e.ekti. 3ika koagulan dierikan pada keadaan air  diandingkan dalam entuk padat,

(16)

, Tingkat kekeruhan

%ada tingkat kekeruhan rendah' destailisasi sulit ter3adi, 9adi akan leih mudah 3ika koagulasi dilakukan pada tingkat kekeruhan 0ang tinggi,

(, Keepatan pengadukan

%engadukan ertu3uan untuk memperepat kontak antara kandungan suspensi 4koloid5 dalam A*8 dengan koagulan 0ang ditamahkan, 9ika pengadukan lamat' pengikatan akan  erlangsung tepat sasaran sehingga .lok 0ang terentuk 3uga sedikit dan akiatn0a proses  pen3ernihan tidak maksimal, )emikian haln0a 3ika pengadukan erlangsung terlalu epat' maka

kemungkinan .lok 0ang terentuk akan terurai kemali,

%engadukan ampuran diagi men3adi & erdasarkan keepatan pengadukann0a 0aitu  pengadukan epat dan pengadukan lamat, )alam praktikum ini' pengadukan epat dilakukan dengan keepatan 1$$ rpm selama 1 menit sa3a sedangkan pengadukan lamat dilakukan dengan keepatan &$ rpm selama 1 menit' sehingga total aktu pengadukan adalah 1# menit, %engadukan lamat ini eru3uan untuk menggumpalkan partikel-partikel terkoagulasi erukuran mikro men3adi partikel-partikel .lok 0ang leih esar, +lok-.lok ini kemudian akan eragregasi dengan partikel-partikel tersuspensi lainn0a, %engadukan pelan akan memperpendek 3arak antar   partikel sehingga ga0a tarik menarik antar partikel men3adi leih esar dan dominan dianding

ga0a tolakn0a' 0ang menghasilkan kontak dan tumukan antar partikel 0ang leih an0ak dan leih sering, Kontak inilah 0ang menggumpalkan partikel-partikel padat terlarut terkoagulasi  erukuran mikro men3adi partikel .lok 0ang leih esar, Ketika pertumuhan .lok sudah ukup

maksimal massa dan ukurann0a .lok-.lok ini akan mengendap ke dasar reser6oir sehingga terentuk & lapisan 0aitu lapisan air 3ernih pada agian atas reser6oir dan lapisan endapan .lok  0ang men0erupai lumpur pada dasar reser6oir,

Koagulasi adalah proses penamahan 2at kimia 4koagulan5 0ang memiliki kemampuan untuk men3adikan partikel kolid tidak stail sehingga partikel siap mementuk .lok 4gaungan  partikel-partikel keil5, +lokulasi adalah proses pementukan dan penggaungan .lok dari  partikel-partikel terseut 0ang men3adikan ukuran dan eratn0a leih esar sehingga mudah mengendap, %roses koagulasi dan .lokulasi pada skala laoratorium dilakukan dengan peralatan  3ar test,

Koagulasi merupakan proses penggumpalan melalui reaksi kimia, >eaksi koagulasi dapat  er3alan dengan memutuhkan 2at pereaksi 4koagulan5 sesuai dengan 2at 0ang terlarut, Koagulan 0ang an0ak digunakan adalah taas' kapur' dan kaporit, )ari hasil reaksi koagulan itu

(17)

selan3utn0a endapan dipisahkan melalui .iltrasi atau sedimentasi, *an0akn0a koagulan tergantung pada 3enis dan konsentrasi ion-ion 0ang larut dalam air olahan serta konsentrasi 0ang diharapkan sesuai dengan standar aku, 7ntuk memperepat proses koagulasi dalam air limah maka dilakukan pengadukan dengan stati mi?er maupun rapid mi?er ,

Koagulan 0ang sering digunakan untuk mengendapkan limah adalah alum' .eri sul.at' .eri klorida' dan kapur, Alum akan ereaksi dengan ahan 0ang ersi.at asa dan mementuk  alumunium hidroksida 0ang tidak dapat larut dan mengkoagulasi partikel koloid, Kapur akan  ereaksi dengan ikaronat dan mementuk kalsium karonat 0ang akan mengendap, Kalsium

karonat 0ang tidak larut akan terentuk pada pH di atas "', aram-garam .eri digunakan untuk  meningkatkan da0a endap dari .eri hidroksida 0ang akan mementuk endapan dalam limah dan meningkatkan la3u sedimentasi dari partikel lainn0a 0ang ada dalam limah terseut, %enggunaan koagulan untuk mengendapkan .os.at pada limah peternakan menun3ukkan hasil 0ang la0ak seara teknis dan ekonomis, %ada limah-limah peternakan setiap penamahan  padatan tersuspensi antara $'-1'$ mg/B akan meningkatkan keutuhan ahan kimia koagulan 1

mg/B,

%roses .lokulasi adalah agregasi atau erkumpuln0a partikel-partikel keil dalam seuah suspensi' men3adi partikel-partikel 0ang leih esar 0ang diseut .lok, +lokulasi diseakan oleh adan0a penamahan se3umlah keil ahan kimia 0ang diseut seagai .lokulan, +lokulan dapat dikategorikan men3adi & 3enis 0aitu .lokulan organik dan .lokulan anorganik, )i antara .lokulan-.lokulan anorganik' garam-garam dari eragai logam seperti alumunium dan esi telah an0ak  digunakan, +lokulan organik dapat diagi lagi men3adi & 3enis 0aitu sintetik dan alami, +lokulan sintetik umumn0a merupakan polimer linear 0ang larut dalam air seperti pol0ar0lamide'  pol04ar0li aid5' pol04diall0l dimethil ammonium hloride5' pol04st0reni sul.oni aid5' dan seagain0a, )i sisi lain' pati' selulosa' algini aid' guar gum' adalah polimer alami 0ang sangat sering digunakan seagai .lokulan,

%ol0ar0lamide 4%AM5' pol0 alumunium hloride 4%A;5' dan kopolimern0a merupakan  polimer 0ang aik untuk pengolahan limah air industri, %A; adalah .lokulan anorganik 0ang

sering dipakai dalam pemurnian air limah industri serta memiliki kemampuan dalam memurnikan limah industri peretakan dan pearnaan, Kelompok %A;' %AM' dan kopolimern0a merupakan polimer 0ang sering digunakan dalam eragai aplikasi, 7mumn0a

(18)

digunakan seagai .lokulan untuk men3ernihkan air minum dan pengolahan air limah, )alam  praktikum ini' digunakan koagulan erupa taas,

Tu3uan dari .lokulasi adalah untuk meniptakan partikel 0ang leih esar 0ang kompatiel dengan proses selan3utn0a seperti menetap atau .lotasi, +lokulasi o3ekti.' seagai proses unit  pengolahan air' adalah untuk men0eakan tarakan antara partikel keil, Setelah pendinginan'  premis adalah aha partikel akan menempel satu sama lain dan dengan demikian menggumpal' tumuh eerapa ukuran 0ang diinginkan dan men3adi .lok, %roses aglomerasi diseut .lokulasi, %ada prinsipn0a' .lokulasi merupakan kasus khusus penampuran, %ada risiko eerapa redundansi' .lokulasi dianggap di sini seagai topik 0ang terpisah untuk men0alahkan identitas itu sendiri,

Keepatan pengendapan dipengaruhi oleh erat 3enis partikel' erat 3enis airan' gra6itasi' konstanta' dan 6iskositas, %engaruh ini din0atakan dalam .ormula seagai erikut:

)i mana E F keepatan pengendapan' F erat 3enis partikel' F erat 3enis airan' K F

konstanta' dan F 6iskositas 4Anggreini' &$$!5,

 Jar test telah digunakan selama puluhan tahun oleh operator pabrik pengolahan air untuk mengembangkan inormasi tentang dosis kimia yang harus digunakan untuk ache%e koagulasi yang eekti dan sedimentasi. +anyak utilitas air dengan menggunakan jar test telah mengembangkan modikasi atau %ariasi untuk beradaptasi prosedur ini dengan kondisi spesik yang dihadapi di pabrik mereka. +agian dasar peralatan yang dibutuhkan untuk jar test adalah multi-place stirrer. Jenis stirrer termasuk dayung persegi panjang dipasang pada poros panjang dan didorong dari atas tabung dengan mekanisme roda gigi, dan dayung persegi panjang dipasang pada berdiri dalam tabung uji dan diputar oleh magnet terletak di mekanisme dri%er di mana tabung ditempatkan.

ada praktikum ini yang pertama dilakukan adalah menyiapkan /00 ml sampel dalam 1 buah gelas beaker yang diberi label sampel (, *, 2, dan 1.

(19)

3elanjutnya adalah mengecek p4 dari sampel sebanyak /00 ml, tujuannya adalah mendapakan p4 yang optimum agar tawas dapat bekerja dengan optimal. p4 optimum untuk tawas adalah /-5. 3etelah dicek dengan kertas indikator p4 diketahui bahwa sampel bersiat asam sehingga untuk mendapatkan p4 optimum perlu diberi tambahan 6at yang bersiat basa agar p4nya naik. 7arutan yang digunakan adalah 8aO4. 9ntuk mengetahui %olume 8aO4 yang tepat perlu dilakukan titrasi. 3ampel yang dititrasi cukup sebanyak (00 ml saja untuk menyingkat waktu menghemat 8aO4 yang digunakan. 8antinya akan digunakan perbandingan %olume untuk mengetahui berapa %olume 8aO4 yang harus digunakan untuk /00 ml sampel.

rosedur berikutnya adalah melakukan titrasi pada sampel sebanyak (00 ml. 3ampel ditambahi indikator  agar diketahui perubahan warna saat 8aO4 mencapai %olume optimalnya untuk menaikkan p4 sampel. 3etelah proses titrasi didapat %olume 8aO4 untuk menetralkan (00 ml sampel adalah sebanyak *0 ml. 4al itu berarti bahwa untuk menetralkan /00 ml sampel dibutuhkan %olume 8aO4 sebanyak *0:/ ; (*0 ml. 3etelah itu, (*0 ml 8aO4 tersebut dituangkan ke dalam 1 buah gelas beaker berisi sampel limbah tahu.

3elanjutnya tawas disiapkan dalam 2 buah gelas ukur. <elas ukur pertama diisi (0 ml, gelas kedua *0 ml, dan gelas ketiga 20 ml. 3ampel yang nantinya diberi tawas hanya sampel *-2 saja karena sampel ( akan digunakan sebagai kontrol. 3etelah gelas sampel yang sudah tercampur 8aO4 dan gelas ukur berisi tawas siap, maka alat jar test disiapkan dan diatur kecepatan putarannya serta lama waktu pengadukannya. =ang dilakukan lebih dulu adalah mengatur waktu total pengadukan yaitu (/ menit !( menit pengadukan cepat dan (> menit pengadukan lambat$. ?arena yang pertama dilakukan adalah pengadukan cepat, maka kecepatan putaran diatur pada angka (00 rpm.

<elas-gelas sampel kemudian diletakkan pada tempatnya di alat jar test, kemudian pengaduk diturunkan. 3etelah siap, alat jar test dinyalakan

(20)

bersamaan dengan penuangan tawas sesuai ketentuan dan bersamaan dengan dinyalakannya stopwatch untuk mengukur waktu. 'alaupun pada alat jar test sudah ada pengatur waktu, namun lebih akurat jika dilakukan pengukuran manual dengan menggunakan stopwatch. 3etelah ( menit, maka kecepatan putaran diganti ke *0 rpm. 3elanjutnya adalah menunggu selama (> menit sampai pengadukan lambat berakhir. 3etelah pengadukan berakhir, maka sampel didiamkan selama 20 menit untuk menunggu endapan terbentuk dan tenggelam di dasar gelas.

7angkah selanjutnya adalah mengukur 33 dalam sampel dengan menggunakan spektrootometer. ?eempat sampel yang didiamkan selama 20 menit tadi kemudian menjadi terpisah antara endapan dan air jernih. &ir  jernih yang berada di bagian atas gelas inilah yang diambil sebagai sampel untuk diukur 33nya. Dari masing-masing gelas sampel diambil (0 ml air dan dimasukkan ke dalam ku%et. ?emudian dengan metode standar spektrootometri, nilai 33 dari keempat sampel diukur dan dicatat.

4asil dari praktikum ini adalah berupa nilai 33 yang menunjukkan seberapa banyak partikel padat yang mengendap di dalam cairan sampel. 8ilai 33 untuk sampel ( atau sampel kontrol yang tidak diberi tawas menunjukkan kondisi o%errange yang berarti bahwa nilai 33 melebihi (000 mg@7. 3ampel * yang ditambahi tawas sebanyak (0 ml menunjukkan nilai  33 sebesar 50( mg@7, sampel 2 dengan tawas sebanyak *0 ml memiliki

nilai 33 sebesar A5/ mg@7, sedangkan sampel 1 yang ditambah tawas

sebanyak 20 ml menunjukkan hasil o6errange 0ang erarti aha kandungan TSS n0a

meleihi 1$$$ mg/B, %eraturan amang atas TSS untuk %ro6insi )IJ adalah ($$ mg/B' sehingga keempat sampel ini dikatakan tidak memenuhi aku mutu 0ang ada karena meleihi amang atas 0ang ditetapkan,

Hasil TSS 0ang didapat seenarn0a tidak sesuai dengan teori, Eolume koagulan 0ang ditamahkan seharusn0a eranding lurus dengan nilai TSS' karena dengan an0akn0a koagulan 0ang dierikan' maka pengendapan semakin erlangsung optimal 4makin an0ak endapan 0ang terentuk karena pemisahan ter3adi seara optimal5, Semakin esar nilai TSS 0ang didapat menun3ukkan aha pengendapan erlangsung dengan optimal, Namun pada hasil praktikum

(21)

ini' didapat nilai TSS kontrol G1$$$ mg/B padahal sampel kontrol ini tidak dieri taas sama sekali, Selain itu' ketidaksesuaian 3uga ter3adi pada sampel & dan ' di mana sampel  0ang dieri taas leih an0ak malah memiliki nilai TSS leih keil dari sampel &, Kesalahan ini mungkin diseakan oleh eerapa .aktor 0aitu:

1, %engamilan air sampel 0ang kurang hati-hati sehingga men0eakan partikel padat ikut teramil ke dalam ku6et dan meningkatkan nilai TSS,

&, *otol ku6et tidak ersih sehingga ada erak 0ang di dinding luarn0a 0ang kenudian terhitung seagai asoren dan meningkatkan pemaaan nilai TSS,

, Alat spektro.otometer 0ang digunakan sedikit sudah rusak sehingga diragukan ke6alidann0a, )ari hasil 0ang didapat apa adan0a' disimpulkan aha dosis optimum koagulan taas untuk sampel limah tahu ini adalah $ ml karena menghasilkan nilai TSS paling esar, Sampel kontrol tidak diperhitungkan karena alaupun nilai TSSn0a meleihi 1$$$ mg/B namun diketahui aha tidak ada penamahan taas sama sekali ke dalamn0a,

Terlepas dari kesalahan terseut' nilai TSS 0ang didapat semuan0a meleihi amang atas 0ang ditetapkan pemerintah )IJ sehingga sudah 3elas limah ini tidak isa digunakan untuk  konsumsi iasa' selain itu limah ini 3uga tidak isa langsung diuang ke lingkungan, Bimah ini harus melalui proses pemisahan terleih dulu karena penanganan limah air dengan padat tentu  ereda aran0a' sehingga dengan dilakukan pemisahan akan didapat & .ase 2at 0ang ereda

0aitu padat dan air 0ang kemudian akan ditangani seara ereda, )engan mengetahui TSS 0ang tern0ata meleihi amang atas ini 3uga dapat dilakukan pengolahan leih lan3ut erupa  peman.aatan padatan 0ang mengendap men3adi pupuk atau hal lain 0ang masih isa memiliki

(22)

*A* 

"',$&P%LA )A ,ARA

A. "simpulan

1, Metode untuk melakukan koagulasi dan .lokulasi ini adalah dengan metode 3ar test 0ang terdiri dari  tahapan esar 0aitu titrasi untuk penetralan pH' penamahan koagulan' pengadukan epat dan lamat' dan pengukuran TSS seara spektro.otometri, Koagulasi erlangsung setelah  penamahan koagulan erupa taas dilakukan dan disertai dengan pengadukan epat, +lokukasi  erlangsung setelah dilakukan pengadukan lamat dan akhirn0a mengendap di dasar gelas

setelah didiamkan selama $ menit,

&, )osis koagulan 0ang optimum untuk sampel limah air tahu ini adalah $ ml dengan nilai TSS seesar G1$$$ mg/B

*. ,aran

Alat spektro.otometer seaikn0a diperaiki atau diganti supa0a proses pemaaan nilai 0ang tertera di monitorn0a tidak sulit,

(23)

)A#AR P%,#A"A

Anonim, &$1, Analisa 9ar Test dalam Air, )alam http://goelan2sa,logspot,om/&$1/$&/3art-test/ diakses pada >au & April &$1( pukul 1,$ <I*,

Anonim &, &$1(, %roses %engolahan Air dengan Metoda Koagulasi dan +iltrasi, )alam http://ardra,i2/sain-teknologi/ilmu-dan-teknologi-terapan/pengolahan-air-limah-ara-kimia-koagulasi/ diakses pada >au & April &$1( pukul 1,1& <I*,

Anonim , &$1&, Koagulasi-+lokulasi-Sedimentasi untuk %engolahan Bimah Kimia, )alam

https://3u3uandung,ordpress,om/&$1&/$"/$(/koagulasi-.lokulasi-sedimentasi-untuk- pengolahan-limah-kimia/ diakses pada >au & April &$1( pukul 1,1( <I*,

Anonim (, &$1(, Koagulasi dan +lokulasi, )alam http://ali.enter,ordpress,om/ategor0/unategori2ed/ diakses pada >au & April &$1( pukul 1,1! <I*,

Anggreini' Nora, &$$!, %engaruh )osis +lokulan Terhadap *erat 9enis @ndapan %ada %roses %emurnian Nira Mentah, >epositor0 7ni6ersitas Sumatera 7tara, Medan,

A<<A, &$1&, 8perational ;ontrol o. ;oagulation and +iltration %roesses rd @dition, Amerian <ater <orks Assoiation,

*angun' >omel Sagel, &$1, 9enis Koagulan dan +lokulan, )alam http://angunromel,logspot,om/&$1/$(/3enis-koagulan-dan-.lokulan/ diakses pada >au & April &$1( pukul 1,$= <I*,

;handra' *udiman, &$$#, %engantar Kesehatan Bingkungan, 9akarta: %enerit *uku Kedokteran @;, Hai' Muhammad, &$1&, Koagulasi, )alam http://haiarsenal,logspot,om/&$1&1$$1arhi6e/

diakses pada >au & April &$1( pukul 1,& <I*,

Hendriks' )a6id <, &$$#, <ater Treatment 7nit %roess: %h0sial and ;hemial, ;>; %ress, +lorida, 9enie' *ett0 Sri Baksmie' dan <iniati %ud3i >aha0u, 1"", %enanganan Bimah Industri %angan,

Jog0akarta: Kanisius,

Karamah' @6a +athul' dan Andrie 8kta.au2an Buis, &$$=, %ralakuan Koagulasi )alam %roses %engolahan Air )engan Memran: %engaruh <aktu %engadukan %elan Koagulan Alumunium Sul.at Terhadap Kiner3a Memran, %rogram Studi Teknik Kimia )epartemen Teknik  asL%etrokimia, 7ni6ersitas Indonesia, )epok,

(24)

Bogsdon' ar0 S, &$$&, +ilter Maintenane and 8perations uidane Manual, Amerian <ater <orks Assoiation, <ashington,

Manurung' Tamak' dkk, &$1&, @.ekti6itas *i3i Kelor 4Moringa olei.era5 %ada %engolahan Air Sumur  Teremar Bimah )omestik, )alam 9urnal Ilmiah +akultas Teknik BIMIT’s, Eol !' No,1: =-(1, Muhammad' usti, &$$", +lokulator 4Air *ersih5, )alam

http://gusti-muhammadh,logspot,om/&$1&/$/.lokulator-air-ersih,html/ diakses pada >au & April &$1(  pukul 1(,(1 <I*,

 Notodarmo3o' Suprihanto' dan Anne )eni6a, &$$(, %enurunan Cat 8rganik dan Kekeruhan Menggunakan Teknologi Memran 7ltra.iltrasi dengan Sistem Aliran )ead-@nd 4Studi Kasus : <aduk Saguling' %adalarang5, )alam 9urnal Sains L Tek, Eol, # A No, 1: #-!&,

8?to0' )a6id <, &$$1, %riniples 8. Modern ;hemistr0, 9akarta: @rlangga,

%uraningsih' @ko, &$$=, ;ara %emuatan Tahu dan Man.aat Kedelai, *andung: anea @?at,

%utra' Sugili' dkk, &$$", 8ptimasi Taas )an Kapur 7ntuk Koagulasi Air Keruh )engan %enanda I-11, )alam %>8SI)IN S@MINA> NASI8NAB E S)M T@KN8B8I N7KBI> ISSN 1"=!-$1=#, Jog0akarta,

Sindhuati' Titi, &$1&, 9ar Test, )alam http://titi-sindhuati,logspot,om/&$1&/$#/3ar-test/ diakses  pada >au & April &$1( pukul 1,1# <I*,

Suarnas' Nandang, &$$=, Terampil *erkreasi, 9akarta: ra.indo Media %ratama,

Sudi0ati dan Sutoto, &$$=, %enggunaan +lokulan Al&4S8(5' I!H&8' dan ;a48H5&  )alam %emekatan >adionuklida ;s-1= dan ;o-#$, )alam %rosiding Seminar Nasional Teknologi %engolahan Bimah EI, %usat Teknologi Bimah >adioakti.-*ATAN,

Sundus' Maria, &$$", Si.at-si.at Koloid, )alam http://kimia-as0ik,logspot,om/&$$"/11/si.at-si.at-koloid/ diakses pada >au & April &$1( pukul 1,1# <I*,

Sutresna' Nana, &$$=, ;erdas *ela3ar Kimia untuk Kelas I SMA, 9akarta: ra.indo Media %ratama, <agiman, &$1(, Modul %raktikum %engendalian Bimah Industri %rogram Studi Strata I 9urusan

Referensi

Dokumen terkait

Koagulasi secara umum didefinisikan sebagai penambahan zat kimia (koagulan) ke dalam air baku dengan maksud mengurangi gaya tolak-menolak antar partikel koloid,

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat dua zat atau lebih partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi atau atau lebih

Pengendapan material koloid dan solid tersuspensi terjadi melalui adanya penambahan koagulan, biasanya digunakan untuk mengendapkan flok-flok kimia setelah proses

Koagulan adalah bahan kimia yang dibutuhkan pada air untuk membantu proses pengendapan partikel-partikel kecil yang tak dapat mengendapkan dengan sendirinya.. Unit ini

Koloid atau dispersi koloid (sistem koloid) adalah sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari laritan tapi lebih kecil dari suspensi, dengan ukuran partikel

Koagulasi: proses di mana campuran koloid terdestabilkan dengan adanya penambahan zat kimia (koagulan) sehingga partikel koloid mengalami aglomerasi dan membentuk

t'j'an penam+ahan air %alam pem+'atan sosis a%alah a!ar sosis

2.1.6 Bahan Kimia Koagulan Koagulan berfungsi sebagai penggumpal partikel padat tersuspensi, zat warna, koloid untuk membentuk gumpalan yang lebih besar atau disebut dengan flok,