INTERIOR TRANSPORTASI
INTERIOR TRANSPORTASI
Oleh : Oleh :
Shantiani Okta Sidabutar Shantiani Okta Sidabutar
1603154249 1603154249 DI DI
–
–
39 39–
–
GAB 2 GAB 2PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR
PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR
FAKULTAS INDUSTRI KREATIF
FAKULTAS INDUSTRI KREATIF
UNIVERSITAS TELKOM
UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG
BANDUNG
2018
2018
1. PENGERTIAN TRANSPORTASI
Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dalam waktu tertentu dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia, hewan, maupun mesin.
Menurut Nasution (2008) terdapat unsur-unsur pengangkutan/transportasi meliputi atas:
1. Ada muatan yang diangkut
2. Tersedia kenderaan sebagai alat angkutannya 3. Jalanan/jalur yang dapat dilalui
4. Ada terminal asal dan terminal tujuan
5. Tersedianya sumber daya manusia dan organisasi atau manajemen yang menggerakkan kegiatan transportasi tersebut
Transportasi bukan hanya usaha berupa gerakan manusia dan barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan gerakan secara statis akan tetapi transportasi akan mengalami perkembangan dan kemajuan dari waktu ke waktu baik sarana dan prasaranannya sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Transportasi merupakan salah satu fasilitas bagi suatu daerah untuk maju dan berkembang serta transportasi dapat meningkatkan aksesibilitas atau hubungan suatu daerah
karena aksesibilitas sering dikaitkan dengan daerah. Untuk membangun suatu pedesaan keberadaan prasarana dan sarana transportasi tidak dapat terpisahkan dalam suatu program pembangunan. Kelangsungan proses produksi yang efesien, investasi dan perkembangan teknologi serta terciptanya pasar dan nilai selalu didukung oleh system transportasi yang baik. Transportasi faktor yang sangat penting dan strategis untuk dikembangkan, diantaranya adalah untuk melayani angkutan barang dan manusia dari satu daerah ke daerah lainnya dan menunjang pengembangan kegiatan-kegiatan sektor lain untuk meningkatkan pembangunan nasional di Indonesia.
5 Unsur Pokok Transportasi
A. Manusia
–
yang membutuhkan transportasi B. Barang–
yang diperlukan manusiaC. Kendaraan
–
sebagai sarana transportasi D. Jalan–
sebagai prasarana transportasi E. Organisasi–
sebagai pengelola transportasi2. MANFAAT TRANSPORTASI
1. Manfaat Ekonomi
Kegiatan ekonomi bertujuan memenuhi kebutuhan manusia dengan menciptakan manfaat. Transportasi adalah salah satu jenis kegiatan yang menyangkut peningkatan kebutuhan manusia dengan mengubah letak geografis barang dan orang sehingga akan menimbulkan adanya transaksi.
2. Manfaat Sosial
Transportasi menyediakan berbagai kemudahan, diantaranya : a) pelayanan untuk perorangan atau kelompok,
b) pertukaran atau penyampaian informasi, c) Perjalanan untuk bersantai,
d) Memendekkan jarak, e) Memencarkan penduduk.
3. Manfaat Politis
Transportasi menciptakan persatuan, pelayanan lebih luas, keamanan negara, mengatasi bencana, dll.
4. Manfaat Kewilayahan
Memenuhi kebutuhan penduduk di kota, desa, atau pedalaman.
3. KLASIFIKASI TRANSPORTASI
Klasifikasi menurut macam / jenisnya :
1. Dari segi barang yang diangkut, transportasi meliputi: a. Angkutan penumpang (passanger);
b. Angkutan barang (goods); c. Angkutan pos (mail);
2. Dari sudut geografis, transportasi meliputi;
a. Angkutan antar benua: misalnya dari Asia ke Eropah;
b. Angkutan antar kontinental: misalnya dari Francis ke Swiss dan diseterusnya sampai ke Timur Tengah;
c. Angkutan antar pulau: misalnya dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera; d. Angkutan antar kota: misalnya dari Jakarta ke Bandung;
e. Angkutan antar daerah: misalnya dari Jawa Barat ke Jawa Timur; f. Angkutan di dalam kota: misalnya kota Medan, Surabaya dan lain-lain.
3. Dari sudut teknis dan alat angkutnya, transportasi meliputi :
a. Angkutan jalan raya atau highway transportation (road ransportation), seperti pengangkutan dengan menggunakan truk,bus dan sedan;
b. Pengangkutan rel (rail transportation), yaitu angkutan kereta api, trem listrik dan sebagainya. Pengangkutan jalan raya dan pengangkutan rel kadang-kadang
keduanya digabung dalam golongan yang disebut rail and road transportation atau land transportation (angkutan darat);
c. Pengangkutan melalui air di pedalaman (inland transportati on), seperti pengangkutan sungai, kanal, danau dan sebagainya;
d. Pengangkutan pipa (pipe line transportation), seperti transportasi untuk mengangkut atau mengalirkan minyak tanah,bensin dan air minum;
e. Pengangkutan laut atau samudera (ocean transportation), yaitu angkutan dengan menggunakan kapal laut yang mengarungi samudera;
f. Pengangkutan udara (transportation by air atau air transportation), yaitu pengangkutan dengan menggunakan kapal terbang yang melalui jalan udara.
4. JENIS SARANA TRANSPORTASI
a. Transportasi Darat
Menggunakan alat angkut berupa: manusia, binatang, sepeda, motor. Jalan yang digunakan: jalan setapak, tanah, jalan kerikil dan aspal. Tenaga penggerak: manusia, binatang, uap, diesel, BBM
Merupakan alat angkut yang mutakhir dan tercepat Alat angkut: pesawat udara
Jalan: udara
c. Transportasi Air
Transportasi air pedalaman : Jalan yang dilaluinya adalah sungai, kanal, dan danau.
Mengenai tenaga penggeraknya adalah pendayung, layar, tenaga uap, BBM, dan disel.
Transportasi laut : Jalan yang dilaluinya adalah laut atau samudera dan teluk. Sedangkan
tenaga penggerak yang digunakan antara lain adalah tenaga uap, BBM, dan disel.
5. SARANA TRANSPORTASI DENGAN DESAIN INTERIOR
DESAIN INTERIOR BEBERAPA STASIUN DI KORIDOR BAWAH TANAH
Pengamatan dilakukan dengan cara mengambil posisi sebagai penumpang di dalam gerbong kereta yang memiliki keterbatasan pandang ke arah luar kereta. Apa yang dapat di tangkap oleh indera penglihatan apabila mengabaikan penanda/signage atau notifikasi Desain Interior Persinggahan Transportasi Publik Sebagai Alat Rekognisi Tempat ( Wafirul Aqli) 205 copyright audio ataupun tulisan yang ada, dapat diuraikan sebagai berikut di beberapa sample obyek pengamatan :
1. Stasiun Bugis
Stasiun MRT Bugis terletak di koridor East West Line (beroperasi sejah November 1989). Stasiun ini merupakan stasiun kedua setelah memasuki bawah permukaan tanah di setelah stasiun Lavender. Impresi pertama pengamat tertuju pada elemen pola lantai di stasiun ini, di mana pola yang diolah adalah formasi diagonal dengan warna tile yang dominan abu-abu. Di beberapa area tertentu terdapat variasi warna putih seperti pada bagian bawah kolom-kolom ruang platform dan area di dekat pintu keluar-masuk gerbong kereta.
Pola diagonal pada elemen lantai di Stasiun Bugis dan varian warna putih pada beberapa area seperti di kolom dan dekat akses keluar-masuk gerbong kereta.
2. Stasiun Stadium
Stasiun MRT Stadium berada di koridor Circle Line dan stasiun ini merupakan salah satu stasiun yang didesain dengan maksimal secara estetika (beroperasi sejak April 2010). Stasiun ini berhubungan langsung dengan kompleks Singapore National Stadium, stadion besar yang
berlokasi di daerah Kallang dan masih dalam proses pengembangan menjadi pusat rekreasi olahraga, dengan merenovasi stadion yang ada menjadi National Stadium yang baru. Stadion yang baru tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas Aquatic Centre, stadion indoor serta didukung dengan keberadaan Kallang Leisure Park. Dikarenakan akan diprediksi melayani jumlah besar penumpang yang akan naik-turun di stasiun ini untuk mendatangi berbagai kegiatan di Singapore Sports Hub (nama fasilitas ini setelah dikembangkan), maka stasiun MRT ini diolah serepresentatif mungkin untuk menambah daya tarik pengunjung. Stasiun ini didesain oleh WOHA Architects yang berkedudukan di Singapura. Konsepnya sangat kontekstual dengan tema olah raga, dan elemen-elemen pewarnaan yang diterapkan berkesan dinamis. Kesan interior yang unik dihadirkan melalui elemen pola lantai yang didominasi warna hijau dan biru, diaplikasikan menerus pada area ramp yang tidak accessible di sisi eskalator. Ornamen lampu yang berpendar diterapkan pada panel di atas pintu keluar-masuk kereta. Yang membuat stasiun ini cukup berbeda dari stasiun yang lainnya adalah efek penerangan yang menghadirkan cahaya langsung dari luar stasiun di atas permukaan. Ditambah dengan pengolahan dinding tinggi yang diselesaikan dengan panel be runsur linear menjadikan interior stasiun ini juga berkesan dramatis.
Desain interior stasiun MRT Stadium oleh WOHA Architects
3. Stasiun Orchard
Stasiun MRT Orchard seperti stasiun Raffles Place berada di North South Line berjarak 2 stasiun setelah stasiun interchange Dhoby Ghaut (beroperasi sejak 1987). Stasiun Orchard melayani kawasan pusat wisata belanja yang terkenal dan iconic, Orchard Road. Orchard Road merupakan jalan sepanjang 2,2 kilometer yang menghubungkan pusat belanja dan hiburan di Singapura. Penataan urban di jalan Orchard ini sangat terpadu antara pedestrian dengan tempat-tempat belanja d isekitarnya serta didukung dengan elemen kota dan lansekap yang memberikan kenyamanan bagi pengguna pedestrian di sepanjang jalan ini.
Suasana ruang dalam pada Stasiun MRT Orchard
Tata ruang dalam pada stasiun MRT Orchard terkesan monochrome tanpa banyak elemen penghias selain display grafis berupa iklan-iklan komersial. Interior platform yang hanya memiliki satu tone warna membuat iklan-iklan yang didisplay cukup menonjol keberadaannya. Warna keabu-abuan pada lantai dan bentuk tangga yang masih serta melingkar memberikan kesan eksklusif pada stasiun ini yang mewakili keberadaan pusat belanja berkelas dan terkenal di permukaan atasnya. Iklan yang terdisplay kebanyakan menghias kolom dan railing tangga secara menyeluruh.
Selain sample obyek pengamatan di atas, beberapa yang dapat dideskripsikan sebagai pengolahan desain interior yang menarik sepanjang perjalanan pengamat menyusuri koridor-koridor SMRT adalah beragamnya desain pola lantai dan penyelesaian pada panel di bagian atas pintu keluar-masuk kereta. Di beberapa stasiun antara lain seperti berturutturut stasiun Mountbatten, Dakota, InterchangePaya Lebar, dan Tai Seng serta Bartley di jalur kuning Circle Line, stasiunnya memiliki kesamaan pewarnaan pada elemen lantai namun dengan pola yang bervariasi.
Kesamaan pemilihan warna pada lantai di stasiun-stasiun sepanjang Circle Line namun dengan pola lantai yang berbeda-beda
Pola lantai yang diterapkan di masing-masing stasiun kebanyakan tidak memiliki keterhubungan tema antar stasiun satu dengan stasiun berikutnya, namun ditemukan juga variasi yang masih memiliki hubungan pola dengan stasiun sebelum atau sesudahnya. Misalnya antara stasiun Potong Pasir dengan Boon Keng yang memiliki kemiripan pola lantai namun dengan pengaplikasian warna tile yang ditukar.
Dua desain pola lantai pada stasiun MRT Potong Pasir (Kiri) dan Boon Keng
Selain itu pengamatan pada stasiun-stasiun MRT bawah tanah ini juga menemukan beberapa stasiun dengan desain yang menggunakan elemen artwork yang cukup kontekstual dengan tema kawasan. Contohnya pada kawasan Chinatown dengan nama stasiun yang sama dengan nama kawasan tersebut. Di sini penyelesaian interiornya menerapkan konsep tipografi Cina yang diaplikasikan pada lantai plat form. Konsep ini sangat menandakan bahwa stasiun tersebut berada di kawasan yang tematik dengan salah satu suku budaya yang ada di Singapura.