• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Pedoman Pemantauan Sampah PantaiA5 09112017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Buku Pedoman Pemantauan Sampah PantaiA5 09112017"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

Pedoman Pemantauan

Pedoman Pemantauan

Sampah pantai

Sampah pantai

Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut

Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut

Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

K E M E N T E R I A N L I N G K U N G A N H I D U P D A N K E H U T A N A N

(2)
(3)
(4)

PEDOMAN

PEDOMAN

PEMANTAUAN

PEMANTAUAN

SAMPAH PANTAI

SAMPAH PANTAI

Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan LautLaut Direktorat Jenderal

(5)

ii ii

Kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan

Kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan

Yang

Yang Maha

Maha Esa,

Esa,

atas

atas karunia

karunia yang

yang dilimpahkan-Nya

dilimpahkan-Nya

sehingga buku

sehingga buku Pedoman

Pedoman (Metode) Survei

(Metode) Survei Sampah Pantai

Sampah Pantai ini

ini

bisa tersusun dengan baik.

bisa tersusun dengan baik.

Kita ketahui bersama bahwa saat ini persoalan pencemaran

Kita ketahui bersama bahwa saat ini persoalan pencemaran

sampah laut (

sampah laut (marine litter 

marine litter ), termasuk sampah laut di area

), termasuk sampah laut di area

pantai, telah menjadi perhatian masyarakat dunia dan

pantai, telah menjadi perhatian masyarakat dunia dan

mer

merupa

upakan

kan sal

salah sa

ah satu isu u

tu isu utam

tama terk

a terkait p

ait perm

ermasa

asalah

lahan

an

lin

lingku

gkunga

ngan

n pes

pesis

isir

ir dan

dan lau

lautt di

di Ind

Indone

onesia

sia. . Da

Dalam

lam dek

dekade

ade

terakhir ini kegiatan penelitian dan pemantauan terkait

terakhir ini kegiatan penelitian dan pemantauan terkait

samp

sampah lau

ah laut, termas

t, termasuk di dala

uk di dalamnya sa

mnya sampah pl

mpah plastik

astik,, telah

telah

mendapatkan perhatian penting di negara-negara maju di

mendapatkan perhatian penting di negara-negara maju di

dunia. Namun, kegiatan penelitian ataupun pemantauan

dunia. Namun, kegiatan penelitian ataupun pemantauan

terkait sampah laut tersebut belum banyak dilakukan di

terkait sampah laut tersebut belum banyak dilakukan di

Indonesia. Ol

Indonesia. Oleh karen

eh karena itu,

a itu, kami mema

kami memandang penting

ndang penting dan

dan

urgen

urgen untuk

untuk membuat

membuat buku

buku Pedoman

Pedoman (Metode)

(Metode) Survei

Survei

Sampah Pantai ini. Besar harapan kami, buku pedoman ini

Sampah Pantai ini. Besar harapan kami, buku pedoman ini

semoga dapat menjadi acuan untuk kegiatan survei dan

semoga dapat menjadi acuan untuk kegiatan survei dan

pemantauan sampah pantai bagi para pemangku

pemantauan sampah pantai bagi para pemangku

kepentingan (pemerintah dan pemerintah daerah, serta

kepentingan (pemerintah dan pemerintah daerah, serta

perguruan tinggi dan lembaga penelitiannnya lainnya).

perguruan tinggi dan lembaga penelitiannnya lainnya).

Kata Pengantar

(6)

Kami

Kami menya

menyadari

dari masi

masih ad

h adanya

anya kekura

kekurangan

ngan dala

dalam b

m buku

uku

pedoman

pedoman ini. Untuk

ini. Untuk itu saran

itu saran dan masukan-mas

dan masukan-masukan sangat

ukan sangat

diharapkan

diharapkan guna

guna

penyempurnaan

penyempurnaan buku

buku pedoman

pedoman ini.

ini.

Terimakasih.

Terimakasih.

 Jakarta,

 Jakarta, November 2017November 2017

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut

Kerusakan Pesisir dan Laut Kement

Kementerian erian LingkLingkungaungan Hidn Hidupup dandan Kehutanan

Kehutanan

M.R. Karliansyah M.R. Karliansyah

(7)

iv

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi... iv

Daftar Tabel...v

Daftar Gambar ... vi

Daftar Lampiran... vii I Pendahuluan... I-1 1.1 Latar Belakang ... I-1 1.2 Tujuan ... I-2 1.3 Definisi... I-2 II Metodologi...II-4 2.1 Pemilihan Lokasi ...II-4 2.2 Penentuan Unit Sampel...II-5 2.3 Penggunaan Aplikasi Berbasis Spasial dalam Kegiatan

Identifikasi Sampah Laut ...II-5 2.4 Alat dan Bahan ... II-10 2.5 Pelaksanaan Sampling... II-11

2.5.1 Penentuan lokasi transek... II-11

2.5.2 Pembuatan garis transek ... II-11

2.5.3 Pengumpulan dan Klasifikasi Sampah ... II-14

2.6 Kuantifikasi Sampah... II-33 2.7 Input Data dan Pelaporan... II-34 2.7.1 Input Data... II-34 2.7.2 Pelaporan... II-35 Daftar Pustaka...II-37 Lampiran ...II-38

(8)

Tabel II-1. Sistem Klasifikasi Sampah UNEP untuk Semua

Survei Sampah yang Dikumpulkan atau

Diidentifikasi Secara In Situ... II-26 Tabel II-2. Remote Location Class (RLC) pengelompokan

sampah didasarkan pada asal kegiatan ... II-31 Tabel II-3. Contoh rekapitulasi perhitungan identifikasi

hasil sampling sampah...II-33

(9)

vi

Gambar II-1. Lokasi sampling sampah yang tepat...II-5 Gambar II-2. Lokasi sampling sampah yang tidak tepat...II-5 Gambar II-3. Menu add placemark untuk menentukan

koordinat lokasi...II-6 Gambar II-4. Sub menu properties placemark ...II-7 Gambar II-5. Mengatur satuan yang akan digunakan ...II-7 Gambar II-6. Menu ruler di Google Earth... II-7 Gambar II-7. Jendela ruler di Google Earth ...II-8 Gambar II-8. Menghitung jarak dua titik menggunakan

menu line di Google Earth ...II-8

Gambar II-9. Menghitung rentang jarak lintasan

menggunakan menu path di Google Earth ... II-8 Gambar II-10. Menghitung luas area menggunakan menu

polygon di Google Earth ... II-9 Gambar II-11. Contoh Gambaran penggunaan lahan pada

pesisir Kota Labuhan Bajo ... II-9 Gambar II-12. Pembuatan garis transek dan petak transek

di lapangan...II-12 Gambar II-13. Pembuatan petak sampling dalam petak

transek dengan membuat petak 1 x 1 m2 sejumlah

5 yang ditrentukan secara acak...II-12 Gambar II-14. Gambaran garis transek ...II-13 Gambar II-15. Contoh Jenis Sampah Laut Berdasarkan

NOAA... II-15

(10)

Lampiran 1. Informasi Pantai ... II-38 Lampiran 2. Informasi Sampah Berdasar Sumber...II-39 Lampiran 3. Pelaksanaan Survei ... II-40 Lampiran 4. Data sampah ... II-41 Lampiran 5. Perhitungan Data Sampah...II-42

(11)

I-1

 I PENDAHULUAN 

1.1 L ATAR B ELAKANG

Wilayah Indonesia yang dua pertiganya berupa laut, menyimpan kekayaan sumberdaya alam hayati dan non hayati yang melimpah. Relief Indonesia yang sangat kaya akan pulau menjadikan Indonesia memiliki garis pantai yang panjang, melebihi 99 ribu km (BIG, 2013). Sayangnya di beberapa tempat, baik laut maupun pantai kondisinya begitu memprihatinkan. Jika diabaikan, maka berbagai jasa ekosistem pesisir dan laut akan terus menurun.

Salah satu ancaman serius adalah sampah. Sampah-sampah tersebut berasal dari berbagai aktivitas antropogenik dan berbagai penggunaan lahan. Berton-ton sampah bisa diangkut dalam satu event ‘Bersih-bersih Pantai’. Puntung rokok, berbagai jenis plastik, kaca, karet, berbagai jenis botol, kemasan makanan, kayu, tekstil, maupun logam dengan mudah kita jumpai. Sampah-sampah tersebut bisa mengapung di laut (floating litter), terjerat di dasar laut (benthic litter) maupun terdampar di pantai(beach litter). Sampah di ekosistem pesisir dan laut tidak saja menjadi ancaman langsung bagi biota di ekosistem tersebut,tetapi juga menurunkan kualitas perairan yang dapat berujung pada menurunnya status lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan 70% sampah laut hingga 2025. Salah satu dukungan terhadap

(12)

kebijakan tersebut adalah melalui upaya penentuan tingkat

pencemaran sampah laut, khususnya sampah yang

terdeposisi ke pantai. Informasi ini akan sangat bermanfaat

dalam pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan

lingkungan hidup di wilayah pesisir dan laut, khususnya akibat sampah.

1.2 T  UJUAN 

Pedoman ini digunakan untuk acuan dalam melakukan sampling sampah di kawasan pantai yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik timbulan sampah pantai, baik sampah yang berukuran sedang (meso debris (0.5-2.5 cm)) maupun yang berukuran besar (macro debris (>2.5 cm)). Beberapa informasi yang dapat ditentukan di antaranya:

a. Menentukan komposisi sampah pantai berdasarkan  jenisnya

b. Mengetahui berat dan kepadatan sampah pantai

1.3 D EFINISI 

Beberapa definisi yang digunakan dalam pedoman ini yaitu sebagai berikut.

a. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.

b. Sampah laut adalah segala jenis material padat di laut yang berasal dari sisa aktivitas manusia, baik disengaja maupun tidak disengaja dibuang ke lingkungan laut, yang terdiri dari sampah laut yang tengggelam di

(13)

I-3

dasar, terapung dan/atau terdampar di pantai (UNEP, 2009).

c. Sampah pantai adalah sampah laut yang terdapat di area pantai pada zona antara pasang dan surut (zona intertidal).

d. Kepadatan sampah per meter persegi yaitu jumlah  jenis sampah yang ditemukan setiap meter persegi.

e. Berat sampah per meter persegi yaitu kuantitas

sampah dalam satuan berat (kilogram) yang dijumpai dalam setiap meter persegi.

f. Komposisi sampah adalah distribusi jenis-jenis sampah dalam satuan berat (kilogram) yang dijumpai dalam setiap meter persegi. Dapat dinyatakan dalam persentase

(14)

 II METODOLOGI 

 2.1 P EMILIHAN  LOKASI 

Pengambilan sampel lingkungan memegang peran penting dalam memberikan informasi yang tepat mengenai kondisi lingkungan, demikian juga dalam hal pengambilan sampah. Oleh karena itu diperlukan pengambilan sampah pada lokasi yang mewakili.

Pada pantai yang panjang, diperlukan lokasi yang memenuhi sejumlah kriteria, sehingga informasi tidak rancu. Kriteria segmen pantai untuk sampling sampah adalah sebagai berikut.

a) Dapat diakses sepanjang tahun atau musiman (untuk kesinambungan pemantauan)

b) Berpasir atau berkerikil

c) Tidak terdapat pemecah ombak,  jetties, dermaga atau bangunan-bangunan lainnya

d) Minimum sepanjang 100 m , dan dapat diperpanjang hingga 1000 m sejajar dengan tepi air

e) Kemiringan landai-moderat (low-moderate 15⁰- 45⁰)

f) Tidak ada aktivitas clean up (‘bersih-bersih pantai’) pada saat yang berdekatan dengan waktu sampling

g) Tidak ada pengelolaan sampah di lokasi tersebut

h) Bukan merupakan habitat sensitive, atau tidak terdapat spesies yang terancam yang mungkin terganggu akibat sampling ini; informasi ini dapat ditanyakan kepada pihak yg berkompeten dalam bidang konservasi.

Kriteria utama di atas dapat disesuaikan lagi dengan kondisi lokal.

(15)

II-5

Gambar II-1. Lokasi sampling sampah yang

tepat

Gambar II-2. Lokasi sampling sampah yang tidak tepat

 2.2 P ENENTUAN U  NIT S AMPEL

Sampling unit diletakkan pada area lokasi dengan kriteria di atas, sepanjang 100 meter – 1000 m garis pantai hingga ke bagian belakang pantai. Luasan unit sampling disesuaikan dengan sumberdaya yang ada (waktu dan jumlah petugas). Tempatkan unit sampling minimum sepanjang 100 m. Pada area tertentu, bisa saja sampah yang ditemukan sangat sedikit, sehingga unit sampling harus diperbesar, misalnya sepanjang 500 atau bahkan hingga 1000 m garis pantai.

 2.3 P ENGGUNAAN  A PLIKASI B ERBASIS S PASIAL DALAM 

 K  EGIATAN  I  DENTIFIKASI S AMPAH  L AUT 

Saat ini penggunaan aplikasi berbasis spasial tidak berbayar

sudah sangat mudah didapatkan dan diaplikasikan dalam

berbagai hal, termasuk pula dalam menunjang kegiatan identifikasi sampah laut. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah Google Earth Pro. aplikasi Google Earth Pro, yang dapat di

(16)

unduh secara gratis, melalui alamat situs https://www.google.com/earth/download/gep/agree.html. Beberapa menu yang bisa diaplikasikan dalam kegiatan identifikasi sampah laut antara lain:

1. Menentukan koordinat titik sampling:

Langkah awal dengan memilih menu add placemark dengan meng klik tanda pin. Lalu akan keluar jendela placemark, selain meng edit tipe simbol dan nama, kita juga dapat menentukan titik dengan menggeser posisi titik, secara otomatis koordinat akan menyesuaikan posisi titik yang akan ditentukan.

Gambar II-3. Menu add placemark untuk menentukan koordinat lokasi

Pastikan sitem koordinat telah ditentukan sistemnya sesuai kebutuhan kita, dengan mengaktifkan menu : Tool>>Options bagian sub menu show lat/long, demikian pula dengan satuan ukur di sub menu Unit of Measurement.

(17)

II-7

Untuk melihat kembali koordinat lokasi placemark yang sudah disimpan, dengan cara klik kanan pada titik yang sudah disimpan dan pilih sub menu properties.

Gambar II-4. Sub menu properties placemark

Gambar II-5. Mengatur satuan yang akan digunakan

2. Melakukan perhitungan jarak dan luas cakupan area kegiatan.

Langkah pertama dengan mengaktifkan menu ruler (gambar mistar penggaris)

Gambar II-6. Menu ruler di Google Earth

(18)

Gambar II-7. Jendela ruler di Google Earth

4. Pilih line untuk menghitung jarak antara dua titik, path untuk menghitung panjang vektor yang akan dihitung  jaraknya, dan polygon untuk menghitung luas area

sekaligus panjang keliling area sampling

Gambar II-8. Menghitung jarak dua titik menggunakan menu line di Google Earth

Gambar II-9. Menghitung rentang jarak lintasan menggunakan menu path di Google Earth

(19)

II-9

Gambar II-10. Menghitung luas area menggunakan menu polygon di Google Earth

Menu circle untuk menghitung luas radius, pastikan satuan dalam metrik (kilometer atau meter) dan clear untuk membersihkan atau mengulang perhitungan.

Pemilihan unit sampel ada baiknya mendasarkan pada

karakteristik penggunaan lahan. Pada contoh gambar dibawah

dapat lihat pertimbangan penentuan lokasi berdasarkan

karakteristik penggunaan lahan.

Gambar II-11. Contoh Gambaran penggunaan lahan pada pesisir Kota Labuhan Bajo

Pelabuhan Permukiman Hutan  pantai terjal Lokasi Transek

(20)

 2.4 A LAT DAN B AHAN 

Alat yang dipergunakan dalam kegiatan ini antara lain:

1. BS (beach slope) meter/klinometer/hagameter untuk mengukur kemiringan pantai;

2. Timbangan 3. Kamera 4. Kalkulator 5. GPS 6. Kaca pembesar/loop 7. Meteran gulung 8. Meteran roda 9. Serokan

10. Saringan/ayakan sampah (0,5cm dan 2,5 cm) 11. Tongkat penjepit sampah

12. Gunting

13. Cutter/Pisau Lipat

Bahan-bahan yang digunakan antara lain: 1. Sarung tangan

2. masker

3. Karung ukuran 50-100 kg 4. Terpal

5. Bendera/tongkat pembatas

6. Alat tulis (pensil, clip board, spidol permanen, spidol 7. Tali (tambang, rafia)

(21)

II-11

 2.5 P ELAKSANAAN S AMPLING

2.5.1 Penentuan lokasi transek

Tentukan area transek pada minimal sepanjang 100 m sejajar

garis pantai dengan lebar mengikuti batas belakang pantai (lebar sangat tergantung kondisi lapangan)

2.5.2 Pembuatan garis transek

Bagi 100 meter area tersebut menjadi 5 bagian, dengan masing-masing berjarak 20m. Selanjutnya buat kotak minimal 5mx5m di dalam setiap lajur 20m tersebut. Letakkan area sedemikian rupa sehingga titik tersebut mewakili area transek (lihat gambar II-12). Catat koordinat area sampling.

(22)

Gambar II-12. Pembuatan garis transek dan petak transek di lapangan

Gambar II-13. Pembuatan petak sampling dalam petak transek dengan membuat petak 1 x 1 m2 sejumlah 5 yang ditentukan

(23)

II-13

(24)

2.5.3 Pengumpulan dan Klasifikasi Sampah

Bagian terpenting dalam pelaksanaan sampling adalah pengumpulan dan klasifikasi sampah. Setelah transek telah ditentukan maka kegiatan berikutnya meliputi:

1. Pencatatan koordinat lokasi pengambilan sampel di masing-masing transek menggunakan GPS atau dapat pula memplotkannya pada aplikasi Google Earth;

2. Mengumpulkan sampah didalam area transek sesuai Gambar II-12;

3. Menyaring sampah menggunakan saringan sampah diameter pori 0,5 cm;

4. Mengeringkan dan membersihkan sampah dari air dan pasir;

5. Memilah sampah berdasarkan klasifikasi sampah, di tiap transek;

6. Identifikasi sampah sesuai Tabel II-2;

7. Hitung dan timbang sampah perjenis - pertransek; 8. Hitung sampah menggunakan format tabel yang ada

dalam lampiran;

9. Lakukan untuk masing-masing kelompak ukuran sampah (Makro dan Meso).

Pengklasifikasian sampah ditentukan berdasarkan Gambar II-12 dan Tabel-1.

(25)

II-15

Gambar II-15. Contoh Jenis Sampah Laut Berdasarkan NOAA

 Jenis Sampah Keterangan PLASTIK

Serpihan Plastik

Plastik Keras

Masih memiliki tekstur yang mirip dengan kondisi aslinya, tetapi dapat pula hancur karena pengaruh lingkungan. Polystyrene (PS) baik yang padat maupun berbentuk busa. Serpihan plastik film dapat dijumpai dalam bentuk lembaran atau helaian.

Plastik Busa

Plastik Film

Kemasan Makanan Berasal dari kemasan makanan yang dapat berbahan plypropylene (PP), polysturene (PS), polyethylene (PE). Kemasan makananan ini dibedakan dengan plastik film berdasarkan keterangan label.

Botol Minuman (PL 02) Berasal dari minuman ringan, jus, minuman

(26)

 Jenis Sampah Keterangan

energi, dan bir. Kemasan dalam berbagai ukuran dan berwarna yang tembus cahaya. Biasanya berbahan polyethylene terephthalate (PET/PETE)

Gayung, ember, botol, jerigen, atau kemasan plastik lainnya (PL  03)

Berasal dari berbagai tipe kemasan yang umumnya berasal dari jerigen susu, wadah makanan, botol minyak pelumas, botol larutan pembersih, ember 5 gallon. Umumnya terbuat dari polyethylene.

 Tutup wadah dan botol (PL 01) Berasal dari berbagai kemasan minuman dengan variasoi ukuran dan warna. Umumnya terbuat dari bahan polypropylen (PP), high density polyethylene (HDPE), tutup wadah dapat terbuat dari bahan low density polythylene (LDPE), atau linear LDPE (LLDPE) Filter Cerutu (PL 01) Berasal dari sisa cerutu,

termasuk filter sekali pakainya.

(27)

II-17

 Jenis Sampah Keterangan

Filter Puntung Rokok (PL 011) Berasal dari sisa puntung rokok, berupa padatan atau serat yang terbuat dari synthetic polymer-cellulose acetate. Beberapa rokok tidak menggunakan filter.

Korek Gas Sekali Pakai (PL 10) Berupa sisa kemasan plastik sisa korek

Kantong Plastik Berasal dari kantung atau tas plastik. Umumnya terbuat dari bahan HDPE atau LDPE

 Tali Plastik dan Sisa Jaring Bekas Merupakan bahan serat sintetis yang tedak termasuk didalamnya kain. Potongan jaring kadang bisa

(28)

 Jenis Sampah Keterangan

dibedakan dengan tali deilihat dari sisa simpulnya. Umumnya terbay=ut dari polypropylene dan/atau nilon.

Pelampung Umumnya berasosiasi dengan keberadaan nelayan dan perahu. Ada dua macam type pelampung  yaitu Buoys dan floats, dimana buoys berfungsi sebagai pelampung permukaan yang ditambatkan ke dasar air, sedang floats/bobbers berfungsi melampungkan sesuatu dalam berbagai kedalaman. Umumnya terbuat dari HDPE, seangkan tali pelampung umumnya terbuat dari compression molded polyvynyl chloride (PVC), adakalanya terbuat dari polystyrene kaku (PS – busa plastik)

(29)

II-19

 Jenis Sampah Keterangan

pada jenis ikan yang ditangkap. Dapat berupa plastik atau dengan tambahan unsur logam didalamnya. Tali senar umumnya terbuat dari monofilament, braided, dan fluorocarbon. Adakalanya  juga terbuat dari nilon atau PET/PETE. Monofilament  yang paling umum dijumpai.

Gelas Plastik (PL 05) Gelas plastik umumny   terbuat dari PP atau busa plastik/PS, termasuk didalamnya polystyrene. Saat ini kadang gelas plastik terbuat juga dari HDPE dan PET, serta gelas kertas yang dilapisi plastik film.

Sedotan/Pipet Plastik (PL 04) Sedotan yang dijumpai di pantai atau terapung di air umumnya terbuat dari polypropylene (PP)

Balon (Balon Mylar) Terbuat dari lapisan logam (foil) yang dilapis plastik seperti polyethylene atau nilon.

(30)

 Jenis Sampah Keterangan

Produk Keperluan Pribadi Termasuk didalamnya adalah peralatan kecantikan, kemasan alat kecantikan, termasuk didalamnya sisir dan sikat gigi. Pada umumnya terbuat dari polypropylene dan polyethylenes (termasuk HDPE)

Bijih plastik (PL 23) (Dalam penggunaan analisa sampah terapung dan sampah micro) Bijih resin  yang berasal dari material plastik, yang berasal dari berbagai variasi ukuran, bentuk, warna. Pengaruh terpapar di lingkungan kadangkala merubah warna material dari aslinya.

LOGAM

Kaleng Timah/Aluminium (ME 03)

Umumnya digunakan untuk kemasan minuman bersoda,  jus, bir, serta makanan awetan. Umumnya material ini akan rusak karena terpapar di lingkungan, pada umumnya ia akan tenggelam sebelum terpapar di pantai. Keberadaannya biasanya berasosiasi dengan sampah permukiman.

Kaleng Aerosol Berbahan aluminium atau besi, dan bahan logam campuran. Beberapa material yang menyertainya

(31)

II-21

 Jenis Sampah Keterangan

(tutup dan katup semprotan)

Serpihan Logam (ME 08) Berbagai macam serpihan material berbahan logam

KACA

Botol Minuman Pada umumnya digunakan untuk kemasan minuman bersoda, air mineral, minuman keras, bir, dan anggur.

 Toples (GC 02) Pada umumnya merupakan kemasan bumbu dan aneka makanan awetan. Keberadaan berasosiasi dengan sampah permukiman. Tutup toples umumnya terbuat dari logam atau plastik. Apabila dijumpai tanpa tutup umumnya diketemukan tenggelam.

Pecahan Kaca (GC 07) Perlu kehati-hatian dalam mengumpulkan pecahan kaca.

KARET 

(32)

 Jenis Sampah Keterangan

Sarung Tangan Karet (RB 03) Sarung tangan karet untuk kegiatan nelayan umumnya terbuat dari karet alam (latex), Nitrille (synthrtic rubber compound), Neoprene (Polychloroprene), Polyvinyl Alcohol (PVA), Polyvinyl Chloride (PVC), Polyurethane (PUR), atau Butyl Rubber (syntethic). Ban (RB 04)

Serpihan Karet (RB 08) Serpihan karet merupakan hasil degradasi dari berbagai

(33)

II-23

 Jenis Sampah Keterangan

Balon (RB 01) Pada umumnya berbahan baku karet alam (latex)

KERTAS

Kardus Karton Kardus karton makain lama terekspose di lingkungan akan cepat hancur karena sifatnya yang menyerap kelembaban.

Kardus Kertas (PC 01) Material ini umumnya adalah kardus kemasan berbahan baku kertas, termasuk didalam golongan ini antara lain majalah, koran, dan buku. Semakin lama material ini terpapar di Lingkungan maka makin cepat hancur.

 Tas/kantong Kertas (PC 03) Umumnya dihasilkan dari sampah konsumsi makanan disekitar pantai.

(34)

 Jenis Sampah Keterangan

Sampah Sisa Bahan Bangunan Berasal dari material sisa kegiatan kontruksi. Material ini antara lain serpihan kayu dan plywood, pipa PVC (polyvinyl chloride), (logam) dan isolasi polystyrene.

KAIN

Pakaian (CL 01) Umumnya pakaian yang terbawa air hingga ke pantai atau pakaian dari masyarakat nelayan. Biasanya pakaian bekas ditemukan terendap didasar air.

Sarung Tangan Kain (tidak berbahan karet)

Adalah jenis sarung tangan  yang berbahan kain yang umumnya digunakan dalam kegiatan nelayan.

(35)

II-25

 Jenis Sampah Keterangan

Handuk/Kain Lap/Pel (CL 01) Bahan ini biasa digunakan di perahu atau aktifitas di permukiman yang terbawa air ke laut.

 Tali Tambang (CL 04) Tambang adakalanya terbuat dari serat alam, kadangkala juga terbuat dari serat sintetis. Pengecekan dapat dilakukan dengan cara menyulutnya dengan korek api. Serat sintetis umumnya akan mencair sebelum terbakar saat terkena api, sedang serat alam akan terbakar.

Potongan Kain (CL 06) Kadangkala potongan kain tidak dapat diidentifikasi dari bahan aslinya karena lapuk. Kadangkala kain  yang ditemukan akan

(36)

Tabel II-1. Sistem Klasifikasi Sampah UNEP untuk Semua Survei Sampah yang Dikumpulkan atau Diidentifikasi Secara

In Situ No. Jenis Bahan Kode Sampah Klasifikasi Sampah Klasifikasi Sampah RLC 1 Plastik PL01 Bottle caps & 

lids 

 Tutup Botol RL01 2 Plastik PL02 Bottles < 2 L  Botol < 2 L RL02 3 Plastik PL03 Bottles,

drums,

 jerrycans &  buckets > 2 L 

Botol, drum, jerigen, dan ember > 2L 

RL03

4 Plastik PL04 Knives, forks, spoons,

straws, stirrers, (cutlery) 

Pisau, garpu, sendok, sedotan, pengaduk, dan peralatan masak

RL26 5 Plastik PL05 Drink   package  rings, six-   pack rings, ring carriers  Paket peralatan Minuman Wadah makanan (makanan cepat saji, cangkir, kotak makan siang & sejenisnya) RL11 6 Plastik PL06 Food  containers  (fast food, cups, lunch  boxes &  similar)  Wadah makanan (makanan cepat saji, cangkir, kotak makan siang & sejenisnya)

RL09

7 Plastik PL07 Plastic bags  (opaque &  clear) 

Kantong plastik (buram atau bening)

RL15

8 Plastik PL08 Toys & party   poppers 

Mainan & perlengkapan pesta

RL27 9 Plastik PL09 Gloves  Sarung Tangan RL25 10 Plastik PL10 Cigarette 

lighters 

Korek Rokok RL20 11 Plastik PL11 Cigarettes,

butts & filters 

Rokok, puntung & filter

(37)

II-27 No. Jenis Bahan Kode Sampah Klasifikasi Sampah Klasifikasi Sampah RLC 13 Plastik PL13 Baskets, crates &  trays 

Keranjang, krat & nampan

RL06

14 Plastik PL14 Plastic buoys  Pelampung tambat plastik (buoy)

RL04 15 Plastik PL15 Mesh bags 

(vegetable, oyster nets &  mussel bags) 

 Tas Jaring (sayuran,  jaring tiram & tas

kerang) RL25 16 Plastik PL16 Sheeting  (tarpaulin or  other woven   plastic bags,  palette wrap) 

 Terpal (terpal atau kantong plastik anyaman lainnya, bungkus palet)

RL16

17 Plastik PL17 Fishing gear  (lures, traps  & pots) 

Peralatan memancing (umpan, perangkap & pot)

RL06

18 Plastik PL18 Monofilament  line 

Senar monofilamen RL07 19 Plastik PL19 Rope   Tali Tambang RL08 20 Plastik PL20 Fishing net   Jaring Ikan RL05 21 Plastik PL21 Strapping   Tali pita plastik RL17 22 Plastik PL22 Fibreglass 

 fragments 

Serpihan Fibreglass RL23 23 Plastik PL23 Resin pellets  Bijih plastik RL23 24 Plastik PL24 Other 

(specify) 

Bahan plastik lainnya RL23 25 Busa

Plastik

FP01 Foam sponge  Busa Spon RL13 26 Busa

Plastik

FP02 Cups & food   packs 

Gelas & wadah paket makanan

RL09 27 Busa

Plastik

FP03 Foam buoys  Pelampung tambat gabus RL04 28 Busa Plastik FP04 Foam  (insulation &   packaging)  Gabus (insulasi pendingin dan pengepakan) RL13 29 Busa Plastik FP05 Other  (specify) 

(38)

No. Jenis Bahan Kode Sampah Klasifikasi Sampah Klasifikasi Sampah RLC 30 Kain CL01 Clothing,

shoes, hats &  towels 

Pakaian, sepatu, topi, handuk

RL25

31 Kain CL02 Backpacks &  bags 

 Tas dan ransel RL25 32 Kain CL03 Canvas,

sailcloth &  sacking 

(hessian) 

Kanvas RL25

33 Kain CL04 Rope & string   Tali dan Tambang Kanvas

RL08 34 Kain CL05 Carpet & 

 furnishing 

Karpet dan

perlengkapan furnishing

RL25

35 Kain CL06 Other cloth  (including  rags) 

Kategori kain lainnya (termasuk di dalamnya kain lap dan serbet) RL25 36 Kaca dan Keramik GC01 Construction  material  (brick, cement,  pipes)  Material bangunan (Bata, semen, pipa)

RL23

37 Kaca dan

Keramik

GC02 Bottles & jars  Botol dan Toples RL02

38 Kaca dan Keramik GC03 Tableware  (plates &  cups)  Peralatan makan (Piring dan gelas)

RL26 39 Kaca dan Keramik GC04 Light  globes/bulbs  Bohlam RL22 40 Kaca dan Keramik GC05 Fluorescent  light tubes 

Lampu TL dan Lampu hemat energi

RL21

41 Kaca dan

Keramik

GC06 Glass buoys  Pelampung/buoy  kaca

RL04

(39)

II-29 No. Jenis Bahan Kode Sampah Klasifikasi Sampah Klasifikasi Sampah RLC 43 Kaca dan Keramik GC08 Other  (specify) 

Kategori kaca dan keramik lainnya

RL23

44 Logam ME01 Tableware  (plates, cups  & cutlery) 

Peralatan makan (Piring dan gelas)

RL26

45 Logam ME02 Bottle caps, lids & pull  tabs 

 Tutup botol RL01

46 Logam ME03 Aluminium  drink cans 

Kaleng aluminium RL10 47 Logam ME04 Other cans (<

4 L) 

Kaleng lainnya (< 4 L) RL10 48 Logam ME05 Gas bottles,

drums &  buckets ( > 4  L) 

 Tanung gas, drums, dan ember (>4 L)

RL03

49 Logam ME06 Foil 

wrappers 

Bungkus foil RL09 50 Logam ME07 Fishing 

related  (sinkers,

lures, hooks, traps & pots) 

Peralatan Pancing (Bandul, umpan buatan, pancing, bubu, rumpon

RL06

51 Logam ME08 Fragments  Serpihan Logam RL23 52 Logam ME09 Wire, wire 

mesh &  barbed wire 

Kawat, jaring kawat, kawat berduri

RL29

53 Logam ME10 Other  (specify), including  appliances  Kategori logam lainnya termasuk di dalamnya peralatan bekas RL23 54 Kertas dan Kardus PC01 Paper  (including  newspapers  & magazines)  Kertas (Koran, Majalah, Buku) RL14 55 Kertas dan Kardus PC02 Cardboard  boxes &   fragments 

Kotak kardus berikut serpihannya

(40)

No. Jenis Bahan Kode Sampah Klasifikasi Sampah Klasifikasi Sampah RLC 56 Kertas dan Kardus PC03 Cups, food  trays, food  wrappers, cigarette   packs, drink  containers  Cangkir, nampan makanan, bungkus makanan, bungkus rokok, wadah minuman yang terbuat dari kertas

RL09 57 Kertas dan Kardus PC04 Tubes for   fireworks  Selongsong bekas kembang api RL27 58 Kertas dan Kardus PC05 Other  (specify)  Kategori kertas lainnya RL23 59 Karet RB01 Balloons, balls & toys 

Balon, Bola, dan mainan

RL27 60 Karet RB02 Footwear 

(flip-flops) 

Sol sandal - sepatu RL25 61 Karet RB03 Gloves  Sarung tangan RL25

62 Karet RB04 Tyres  Ban RL28

63 Karet RB05 Inner-tubes  and rubber  sheet 

Ban dalam dan lembaran karet

RL28

64 Karet RB06 Rubber  bands 

Karet gelang RL23

65 Karet RB07 Condoms  Kondom RL18

66 Karet RB08 Other  (specify) 

Kategori karet lainnya RL23

67 Kayu WD01 Corks  Gabus kayu RL23

68 Kayu WD02 Fishing traps  and pots 

Rumpon dan pot kayu RL06 69 Kayu WD03 Ice-cream 

sticks, chip   forks,

chopsticks &  toothpicks 

Stik es krim, sendok garpu kayu, sumpit, tusuk gigi, dan tusuk sate

RL12

70 Kayu WD04 Processed  timber and 

Krat palet kayu dan perkakas kayu

(41)

II-31 No. Jenis Bahan Kode Sampah Klasifikasi Sampah Klasifikasi Sampah RLC 71 Kayu WD05 Matches & 

 fireworks 

Batang korek kayu dan lidi kembang api

RL12 72 Kayu WD06 Other 

(specify) 

Kategori kayu lainnya RL23 73 Bahan

Lainnya

OT01 Paraffin or  wax 

Lilin dan parafin RL23 74 Bahan Lainnya OT02 Sanitary  (nappies, cotton buds, tampon  applicators, toothbrushes)  Alat kebersihan (popok, cotton buds,

tampon dan

pembalut, sikat gigi)

RL18

75 Bahan Lainnya

OT03 Appliances &  Electronics  Peralatan dan elektronik RL23 76 Bahan Lainnya OT04 Batteries  (torch type)  Batu baterai RL23 77 Bahan Lainnya OT05 Other  (specify)  Bahan-bahan lainnya RL23

Tabel II-2. Remote Location Class (RLC) pengelompokan sampah didasarkan pada asal kegiatan

Klasifikasi berdasarkan kegunaan Kode RLC  Jenis Sampah dan contohnya

 Jenis Sampah dan contohnya

Wadah

RL01 Bottle caps, lids  & pull tabs 

 Tutup botol dan toples RL02 Bottles < 2 L  Botol ukuran < 2L  RL03 Bottles, drums & 

buckets > 2 L 

Botol, drum, dan embar ukuran > 2 L 

Nelayan dan Perahu

RL04 Buoys  Pelampung tambat (buoy) RL05 Fishing net   Jaring Ikan

RL06 Fishing related  (sinkers, lures, hooks, traps,  pots & 

baskets/trays) 

Peralatan yang berkaitsan dengan kegiatan nelayan (bandul (pemberat), umpan, kait, perangkap, pot dan keranjang / baki)

(42)

Klasifikasi berdasarkan kegunaan Kode RLC  Jenis Sampah dan contohnya

 Jenis Sampah dan contohnya

RL07 Monofilament  line  Senar monofilamen RL08 Rope   Tambang Makanan dan Minuman

RL09 Cups, food trays,  fast food 

wrappers &  cardboard drink  containers 

Cangkir, nampan makanan, bungkus makanan cepat saji dan wadah minum kardus

RL10 Drink cans  Kaleng minuman RL11 Drink package 

rings 

Krat pak minuman RL12 Ice-cream sticks, chip forks, chopsticks, toothpicks, matches &   fireworks 

Stik es krim, garpu kayu, sumpit, tusuk gigi, tusuk sate, korek api dan kembang api

Kemasan

RL13 Foam (insulation  & packaging) 

Gabus (insulasi pendingin dan pengepakan)

RL14 Paper &  cardboard 

Kertas dan kardus RL15 Plastic bags 

(opaque & clear) 

Kantong plastik (buram atau bening)

RL16 Plastic sheet or   plastic tarpaulin 

Lapisan plastik atau terpal plastik

RL17 Strapping   Tali pita

Saniter RL18 Sanitary  (nappies, tampon  applicators, cotton buds, condoms, etc) 

Alat kebersihan (popok, cotton buds, tampon dan pembalut, kondom dan lain-lain)

Rokok

RL19 Cigarette butts  Filter cerutu RL20 Cigarette lighters  Korek api RL21 Fluorescent light  Lampu TL 

(43)

II-33 Klasifikasi berdasarkan kegunaan Kode RLC  Jenis Sampah dan contohnya

 Jenis Sampah dan contohnya

RL23 Other (specify)  Bahan lainnya

RL24 Processed timber  Bahan olahan kayu RL25 Rags, clothing,

shoes, hats &  towels 

Lap pakaian, sepatu, topi dan handuk

RL26 Tableware  Perkakas dapur

RL27 Toys  Permainan

RL28 Tyres & Inner-  tubes 

Ban dan ban dalam RL29 Wire, wire mesh 

& barbed wire 

Kawat, jaring kawat, kawat berduri

 2.6 K UANTIFIKASI S AMPAH 

Tabel II-3. Contoh rekapitulasi perhitungan identifikasi hasil sampling sampah

Item code  (standard 

list) 

Description  Deskripsi Jumlah (per jenis) Berat (kg) Persentase PL02 Plastic bottles  small  Botol plastik kecil 20 0.86 PL03 Large bottles, 2 stroke oil  containers  Botol besar, wadah oli 2 tak 5 0.67

GC04 Light globes  Bohlam lampu

4 0.2

PC04 Paper trays  Nampan kertas 10 0.35 PL19.1 Vegetable  bags   Tas sayuran 3 18

(44)

 2.7 I  NPUT D ATA DAN  P ELAPORAN 

2.7.1 Input Data

Data kondisi lapangan dan hasil sampling setelah diklasifikasikan dan diidentifikasi diinput dalam format tabel yang telah disediakan (dalam lampiran). Hasil rekapitulasi data sampah pantai meliputi:

a. Komposisi sampah pantai dihitung persentase, yaitu berat sampah per jenis per keseluruhan sampah dalam area survei % 100 (%) 1  

 n i i  x  x  persentase

x = berat sampah per jenis

b. Kepadatan sampah (K) dihitung dari jumlah sampah per  jenis per m² Kepadatan adalah: lebar   panjang  jenis K   

Panjang dan lebar diukur dalam meter

Perhitungan dibedakan untuk sampah ukuran meso (0,5cm-2,5cm) dan makro (>2,5cm)

(45)

II-35

2.7.2 Pelaporan

Hal-hal yang perlu disajikan dalam laporan mencakup:

a. Nama pantai, akses menuju lokasi sampling(kendaraan,

pejalan kaki dan/atau kapal)

b. Biofisik pantai, termasuk substrat, tebing, dsb.

c. Koordinat maupun tanda-tanda lainnya untuk

digunakan sebagai patokan survei periode berikutnya d. Waktu dan jarak pasang surut

e. Kemiringan pantai

f. Kegiatan maupun penggunaan lahan di sekitar lokasi; g. Habitat atau biota yang sensitif, atau kawasan

konservasi di sekitar lokasi

h. Musim, waktu badai, gelombang atau informasi cuaca lainnya yang dianggap penting.

i. Peruntukan pantai (misalnya rekreasi-berenang,

memancing, nelayan, selancar, akses kapal, dll), lengkapi pula dengan estimasi jumlah pengunjung per tahun

 j. Estimasi sumber atau pencetus sampah, apakah ada desa dan sungai terdekat.

k. Kegiatan pembersihan sampah yang mungkin ada sebelumnya

(46)

l. Data Sampah

Perhitungan sampah pergunakan format excel yang ada Nama Pantai: Nama Daerah/Kota Kode  Jenis Persentase (%) Kepadatan (Jml/m²) meso makro meso makro

(47)

II-37

Anthony Cheshire and Ellik Adler, 2009, UNEP/IOC Guidelines on Survey and Monitoring of Marine Litter,

UNEP, Regional Seas Reports and Studies No. 186, IOC Technical Series No. 83.

NOAA, 2013, Marine Debris Monitoring and Assessment: Recommendations for Monitoring Debris Trends in the Marine Environment, NOAA Marine

Debris Program National Oceanic and

Atmospheric Administration U.S. Department of Commerce Technical Memorandum NOS-OR&R-46.

(48)

Formulir Lapangan

(per pantai yang disurvei)

Lampiran 1. Informasi Pantai Informasi Pantai Pelaksana Survey  Instansi  Tanggal Survey  Nama Pantai Daerah

Koordinat per transek

Karakteristik Pantai

Panjang area pantai yang disurvei (misal: a x 100m) Slope garis pantai

 Tipe (berpasir, berbatu,dll)

Mayoritas tipe dasar (kalau bisa dalam %)

Pasang surut maksimum dan minimum (meter)  Jarak pasang surut(meter) (informasi dari masyarakat setempat/data dari pushidros)

Batas pantai (bangunan, vegetasi, tebing, dll)

Arah pantai (timur, tenggara, selatan...dsb)

(49)

II-39

Lampiran 2. Informasi Sampah Berdasar Sumber

Lokasi dan Peruntukan (pilih salah satu)

Urban

Pinggiran kota Pedesaan

Akses (dapat diakses menggunakan kendaraan atau  jalan atau daerah terpencil perlu

perahu?)

Nama Desa terdekat  Jarak desa terdekat (km)

Arah desa terdekat Nama Sungai terdekat  Jarak sungai terdekat (km)

Arah sungai terdekat

Apakah ada sungai atau badan air yang masuk ke laut

Ada (sebutkan) Tidak Apakah ada pipa yang masuk ke

laut

Ada (sebutkan) Tidak Catatan

(50)

Lampiran 3. Pelaksanaan Survei Informasi Pantai Pelaksana Survey Instansi Tanggal Survey Nama Pantai

Transek dan foto

Koordinat per transek Tanggal Survey

Lebar pantai

Waktu Survey (mulai dan selesai)

mulai selesai

Musim

Tanggal terakhir pantai dibersihkan

Informasi jika pernah ada badai

 Jumlah personil yang mengumulkan sampah

Panjang wilayah survei (sepanjang pantai)

Foto

Lebar pantai yang disurvei ADA TIDAK

 Jaminan Mutu

(51)

II-41

Lampiran 4. Data sampah

Sampah Laut

Ukuran Besar (yang tidak bisa dipindahkan) Pelaksana Survey Instansi Tanggal Survey Tanggal Daerah

Identitas Lokasi (Kode) Koordinat

Kode

(52)

Lampiran 5. Perhitungan Data Sampah

Kode Jenis

 Jumlah (kg) Jumlah (buah)   Jumlah per Jenis Berat (kg) Persentase (%) Kepadatan (Jumlah/m²) I II III IV V I II III IV V  JUMLAH

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah dimaksudkan

Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah tidak digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang

Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai ± 10%, harus dibuang

Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink (1996), sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum

Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah dimaksudkan

Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan (manusia) yang berwujud padat (baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak

Sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan lagi, tidak disenangi atau dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Di lokasi penelitian, yaitu

Menurut Kementerian Negara Lingkungan Hidup, sekitar 59,91% sampah dibuang ke TPA, sisa sebesar 40,09% dikelola dengan dtimbun (7,54%), dijadikan kompos dan dimanfaatkan