Mega Aulia S. ~140054 Bintang Ikhsan P
Arina Shafa
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 2
BAB I
SITUASI MASALAH
1.1 Data/Fakta Umum
Data/Fakta umum merupakan rangkaian-rangkaian kejadian yang terdapat pada lingkup internal maupun eksternal yang dialami oleh PT MODEL TI. Hal-hal tersebut meliputi;
1. Produk PT MODEL TI a. Oscilloscope (O) b. Voltmeter (V)
2. Stasiun Kerja PT MODEL TI a. SK Circuit Board (CB) b. SK Chasis (CH)
c. SK Final Assembly (Ass) 3. Tahapan Proses Produksi
B C A
dengan melakukan inspeksi 100% yang dilakukan setelah stasiun kerja Ass dan juga pengujian di laboratorium terhadap produk O dan V dilakukan dengan mengambil sampel setiap satu jam produksi.
4. Biaya outsorcing chasis perunit
Tabel 1.1 Biaya Outsourcing chasis per unit
Produk Harga (rupiah)
O 50000
V 25000
5. Kapasitas jam kerja
Tabel 1.2 Kapasitas Jam Kerja
Stasiun kerja Jam kerja reguler per minggu
Chasis 750
Circuit Board 1500
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 3
Dengan jam kerja lembur tersedia sebesar maksimum 50% dari jam kerja reguler. Ongkos tenaga kerja pada jam kerja lembur adalah Rp. 6000
6. Data ongkos produksi dan harga jual
Tabel 1.3 Data Ongkos Produksi Dan Harga Jual
Uraian Produk O Produk V
Harga Jual 410.000 175000
Ongkos B. Baku 150000*) 50000**)
Ongkos Tenaga kerja 5000 5000
Overhead 9500 9500
Dengan data sebagai berikut;
a. Terdapat gudang untuk menyimpan hasil produksi selama satu minggu dari produk O dan V
b. Ongkos inventory perminggu sebesar 0,5% dari harga barang
c. Persediaan awal produk minggu pertama adalah O sebanyak 450 unit dan V 750 unit.
d. Rata-rata inventory adalah 700-1500 unit produk O serta 500-2000 unit produk V.
e. Presentase produk cacat antara 0,5-2%
f. Harga bahan baku dan komponen mengalami kenaikan sebesar 5-15% biaya perbulan.
g. Proyeksi permintaan produk-minggu ke 1 s/d minggu ke 3 Tabel 1.4 Rekap Permintaan
Jenis Produk Minggu ke 1 Minggu ke 2 Minggu ke 3 Minggu ke 4
Produk O 2100 1600 1850 900
Produk V 2750 3250 3500 2600
h. Pangsa pasar perusahaan sebesar 57,3%
i. Permintaan yang tidak dapat dipenuhi sebesar 5% perminggu. Tujuan perusahaan:
1. Mampu memenuhi demand/perimantaan pasar
2. Meningkatkan kualitas untuk meningkatkan keuntungan yang terus tumbuh dan berkembang
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 4
Kebijakan Perusahaan:
1. Manajer produksi akan merencanakan produksi yang dihitung selama 4 minggu ke depan
2. Manajer pemasaraan menekankan perlunya memaksimasi layanan kepada konsumen, permintaan pada tiap minggu harus terpenuhi pada minggu tersebut agar dapat mempertahankan pangsa pasar
3. Direksi perusahaan menetapkan program cost reduction untuk memelihara dan meningkatkan keuntungan, harga produk tergantung kondisi persaingan 4. Sasaran: Pengurangan ongkos produksi, inventory dan overhead sebesar
10%
5. Perusahaan menggalakkan program perbaikan proses secara berkelanjutan untuk seluruh proses bisnis perusahaan
6. Program intensif menarik bagi individu, gugus mutu untuk menurunkan ongkos. Sejak 5 tahun ini belum memberikan hasil signifikan
7. Meminimumkan terjadi penjualan dan menurunkan ongkos harga 8. Menggunakan outsourcing jika kapasitas tidak terpenuhi
9. Sub Kontrak dengan jumlah pemesanan minimal 100 unit, kelipatan 50 unit. 10.Ongkos pengerjaan per unit 85 % dari ongkos PT MODEL TI
11.Karena inspeksi 100% maka ongkos produksi mencapai 0,95 kali ongkos produksi PT MODEL TI dengan bahan baku disediakan sendiri dengan bahan baku disediakan oleh PT MODEL TI
12.Memasok Chasis dan Circuit Board dari luar perusahaan dengan kerja sama jangka panjang dengan beberapa industry kecil elektronik. Program
collaborative relationships ini membutuhkan waktu 2 minggu untuk merealisasikannya.
13.Divisi CB dan CH ditutup dipindahkan ke divisi Assembly dan QC sehingga kapasitas assembly bertambah menjadi 1,5-2 kali
14.Harga komponen lebih murah jika dapat disediakan sendiri
15.Pemindahan divisi diperlukan proses training dengan biaya 25 juta rupiah, sehingga dapat menyebabkan production lost karena tata ulang pabrik pada hari Sabtu Minggu
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 5
16.Melakukan kolaboasi dengan 3 distributor produk O dan V, sehingga mendapatkan akses tentang data persediaan dan data penjualan dari tiap distributor
1.2 Interest Stakeholders
1. Pemegang saham: merupakan orang yang memiliki saham sehingga mempunyai hak dalam menetapkan kebijakan perusahaan
2. Direktur Utama: Orang yang memberikan kebijakan dan berkewenangan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan internal
3. Direktur Produksi : merupakan orang yang bertanggung jawab pada semua lini/kegiatan produksi
4. Manager : Para orang yang mengkontrol tiap departemen yang dinaungi dan merupakan jaringan tertinggi pada departemen tersebut
5. Staff dan Operator : Orang yang terjun langsung ke lapangan dalam mengerjakan tugasnya. Pada kasus ini orang-orang dalam stasiun kerja Chasis
dan Circuit Board dipindahkan ke stasiun kerja Assembly
6. Distributor : Perusahaan yang menghantarkan produk dari perusahaan produsen sehingga sampai pada konsumen
7. Perusahaan Sub Kontrak : Perusahaan yang akan berkerjasama apabila PT MODEL TI tidak memenuhi permintaan yang ada, disini perusahaan Sub Kontrak dalam pemenuhan Chasis dan Circuit Board
8. Konsumen : Pelanggan yang menggunakan produk dari PT MODEL TI
1.3 Deskripsi Celah (Gap)
Tabel 1.5 Deskripsi Celah
KONDISI SAAT INI KONDISI YANG DIHARAPKAN
- Biaya bahan baku dan komponen naik 5- 15% per minggu
- Presentase produk cacat sebesar 0,5-2%
-Biaya keseluruhan diharapkan dapat dikurangi dalam proses produksi O dan V dengan mempertimbangkan untuk meminimumkan biaya
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 6
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 7
BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH
2.1 Penemuan Masalah
PT Model TI tidak dapat memenuhi permintaan sebesar 5 % per minggu. Yang mengakibatkan tidak hanya kehilangan keuntungan per unit tetapi juga reputasi (besarnya kehilangan diperkirakan setara dengan 3-4 kali dari keuntungan per unit). Disamping itu terdapat perusahaan pesaing yang menawarkan produk dengan harga lebih murah.
2.2 Formulasi Masalah
Merencanakan pengoptimalan produksi dengan meminimasi biaya produksi untuk mencapai keuntungan yang maksimum dengan memenuhi seluruh permintaan pasar yang ada
2.3 Wider System; Narrow System
Sistem yang paling luas (wider system) adalah perusahaan secara keseluruhan (PT Model 2006) dengan subsistem perusahaan distributor. Didalam sistem lantai pabrik LOD, bagian produksi mengendalikan satu subsistem yang merupakan sistem yang lebih sempit (narrow system).
2.4 Problem Owner; Problem User
Problem Owner
Di dalam PT Model TI ini yang bertindak sebagai problem owner / pemilik masalah adalah Manajer Produksi yang pekerjaan maupun tugasnya langsung berkaitan mengenai permasalahan kapasitas produksi. Mengenai problem owner atau pemilik masalah sendiri dapat dijelaskan sebagai seorang individu ataupun kelompok yang memiliki keterkaitan langsung terhadap suatu permasalahan tersebut
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 8
Problem User
Pada kasus di dalam PT Model TI yang menjadi problem user adalah para karyawan PT Model TI yang khususnya ada pada karyawan bagian produksi. Mengenai
problem user sendiri adalah baik seorang individu ataupun kelompok yang dijadikan sebagai suatu objek atas penerapan dari pemecahan masalah yang telah disetujui.
2.5 Problem Customer; Problem Solver
Problem Customer
Yang menjadi problem customer disini adalah tak lain dan tak bukan merupakan para konsumen ataupun para pembeli produk dari PT Model TI. Perihal problem customer sendiri dapat berupa seorang individu ataupun kelompok yang merasakan akibat atau efek dari permasalahan-permasalahan yang telah ada. Yang dimaksudkan akibat atau efek tersebut tak selamanya bersifat negatif.
Problem Solver
Problem solver dari permasalahan diatas adalah para konsultan. Dengan adanya konsultan tersebut dapat membantu PT Model TI dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Mengenai problem solver yaitu berupa pihak yang melakukan tugas analisa serta memberikan output berupa solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang sedang terjadi di dalam suatu sistem.
2.6 Tujuan Studi, Ukuran Performansi, Alternatif Tindakan/Variabel Keputusan Terkait tujuan dari PT Model TI ini adalah untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai market leader melalui cara terus memenuhi permintaan pasar dengan harga dan memiliki kualitas produk yang bersaing. Dilakukannya hal ini bertujukan untuk meningkatkan profit perusahaan. Sehingga PT Model TI dapat terus tumbuh dan lebih berkembang lagi.
Dari segi ukuran performansi sendiri yakni yang dapat dijadikan patokan pasti tentunya adalah keuntungan yang diperoleh oleh PT Model TI setelah diterapkannya kebijakan cost reduction,
Sedangkan untuk tindakan alternatif ini yakni ditujukan untuk memenuhi semua permintaan konsumen namun dengan ongkos yang dikeluarkan dapat seminimal
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 9
mungkin. Ongkos yang dimaksudkan disini adalah tak hanya ongkos produk dan inventori, namun ada juga ongkos yang dapat terjadi karena kehilangan penjualan. Contoh penerapan ini adalah dengan adanya kegiatan outsourcing, subkontrak, dan juga memasok chasis serta circuit board dari perusahaan lain atau bisa dikatakan sebagai
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 10
BAB II
SISTEM RELEVAN
3.1 Pendekatan untuk Menjelaskan Sistem Relevan, Lingkungan; I/O; Komponen Tabel 3.1 Identifikasi input-output komponen
Aspek Aturan yang
digunakan
identifikasi
Data biaya produksi 1 Input
Presentase produk cacat
1 Input
Kapasitas jam kerja 1 Input
Biaya outsourcing chasis per unit
1 Input
Kenaikan harga baku dan komponen
1 Input
Data biaya produksi perusahaan pemasok
1 Input (uncontrollable)
Biaya pelatihan 1 Input
Harga produk per unit
2 Output
Keuntungan perusahaan
2 Output
Total biaya produksi 2 Output
Proyeksi permintaan produk 3 Komponen Kesalahan forecasting permintaan 3 Komponen
Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro 11 3.2 Influence Diagram Harga Bahan baku O Harga Bahan baku v Biaya bahan baku O Biaya bahan baku V Total Biaya Bahan Baku Total waktu memenuhi demand Harga jual Pendapatan Total kapasitas jam kerja (reguler) Kapasitas lembur Biaya lembur Biaya tenaga kerja (reguler) Total biaya reguler Total biaya lembur Total biaya kapasitas terpenuhi Total demand yang tidak terpenuhi Biaya subkontrak Total biaya subkontrak Total biaya Outsourching Biaya Outsourching Biaya total kapasitas tidak
terpenuhi Biaya tenaga kerja Biaya produksi Total biaya PT. Model Keuntungan Biaya training
Biaya tata letak
Total Biaya LR Biaya overhead Biaya inventory Total Biaya Inventory Total Demand Demand O Demand V
Gambar 3.1 Influence Diagram
3.3 Horison Waktu
Horison waktu pada PT. Model TI adalah sebuah jangka panjang yang telah dilalui oleh perusahaan sejak didirikan. Horison waktu juga mencakup kegiatan produksi seperti peramalan (forecasting), pembelian atau pengadaan spare parts, proses produksi
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 12
hingga sampai menjadi produk jadi dan siap dipasarkan Semakin lama horison waktu maka akan semakin mahal pula biaya produksinya begitu juga sebaliknya. Semakin cepat horizon waktu maka akan semakin murah biaya produksi. Untuk memenuhi
demand yang ada, Manajer Produksi PT Model TI merencanakan produksi pabriknya untuk 4 minggu ke depan. Dalam kasus PT Model TI diketahui model horizon waktunya sebesar 750 jam per minggu. Keputusan dari Manajer Produksi tersebut ialah berasumsi agar dapat mencapai target produksi yang telah direncanakan sebelumnya berdasarkan perhitungan dari permintaan pasar dan data masa lalu. Jika target produksi tercapai maka pelayanan kepada pelanggan akan berjalan baik. Hal itu bisa mempengaruhi kepercayaan konsumen kepada PT Model TI. Dengan diperolehnya kepercayaan konsumen tentunya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan serta perusahaan akan berkembang.
3.4 White / Black Box
Sistem yang ada di PT. Model TI memiliki karakteristik white box, dimana tidak hanya input dan outputnya saja yang diketahui, namun juga hal - hal yang terjadi didalam sistem tersebut. Hal ini ditunjukkan melalui alat dan data statistik yang ditampilkan sehingga dapat menjadi alat bantu dalam memprediksikan fenomena yang berhubungan.
3.5 Statis / Dinamis
Model sistem statis merupakan model sistem yang tetap atau tidak akan berubah-ubah walaupun lingkungan yang ada berberubah-ubah. Sedangkan model sistem dinamis adalah model sistem yang bisa berubah menyesuaikan dari lingkungan yang ada. Pada PT Model TI sistem yang digunakan adalah model sistem dinamis. Hal ini dikarenakan perusahaan ini melakukan sistem yang berubah sesuai dengan lingkungan yang ada. Perubahan sistem ini dapat dilihat dari awal mula nya produksi Chasis dan Circuit
Board dilakukan sendiri oleh perusahaan ini tetapi karena perusahan ini menginginkan semua permintaan terpenuhi dan memperkecil biaya produksi maka menerapkan sistem Sub Kontrak. Sub Kontrak ini dilakukan pada komponen Chasis dan Circuit Board
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 13
sehingga Divisi dari komponen tersebut ditutup dan tenaga kerja dipindahkan ke Divisi
Final Assembly dan Quality Control.
3.6 Model Sistem Diskrit/kontinyu
Sistem diskrit adalah sistem yang memiliki keadaan dimana variable-variabel keadaan hanya berubah pada suatu waktu tertentu. Sedangkan sistem kontinyu memiliki variable-variabel berubah secara berkelanjutan seiring perkembangan jaman. PT Model TI ini memiliki karakteristik sistem kontinu, hal ini dikarenakan berbagai variable yang ada dalam sistemnya berubah secara berkelanjutan. Dinamika perusahaan yang juga berubah dengan cepat. Variabel-variabel yang ada akan berubah sesuai dengan waktu. Misalnya saja pada Harga bahan baku kenaikan 5-15% dari biaya perbulan, permintaan pasar yang berubah-ubah perbulan.ini bisa dilihat dari seringnya instruksi atasan kepada bawahan apabila ada perubahan hal tertentu. Sehingga pada perusahaan harus membuat sistem untuk menyesuaikan perubahan variabel yang ada.
3.7 Deterministik/probabilistic
Model sistem deterministik adalah model sistem dengan variabel yang ada pasti dengan hasil yang didaptkan juga akan pasti. Sedangkan model sistem
probabilistic(acak/kemungkinan) yaitu model sistem yang variabel acak dengan hasil yang acak pula. Dari PT model TI ini menggunakan model sistem deterministik. Hal ini dikarenakan segala kegiatan pada sistem produksi telah ditentukan dengan baik dan lengkap. Ini bisa dilihat dari biaya inventory, biaya bahan baku, kapasitas jam kerja, ongkos jual dan harga jual, bahkan PT model TI juga memprediksikan tingkah laku para karyawannya agar dapat dilakukan pelatihan skiil tertentu kepada karyawannya. Sehingga kepastian masa depan pabrik tercapai.
3.8 Open/closed
Suatu sistem dapat dikategorikan sebagai sebuah sistem terbuka atau sistem tertutup. Sistem tertutup adalah sebuah sistem yang tidak menerima apapun dari lingkungannya, dan tidak memberikan apapun kepada lingkungannya. Sistem jenis ini tidak memiliki input maupun output. Dalam kehidupan nyata, tidak benar-benar ada
Program Studi Teknik Industri
Universitas Diponegoro 14
yang disebut sistem tertutup. Sistem nyata manapun memiliki sebuah lingkungan dimana ia berinteraksi dengannya, sekalipun hanya dalam porsi yang sangat kecil.
Pada PT Model TI ini memggunakan model sistem Open karena sistem pada perusahaan ini dapat terbuka terhadap lingkungan-lingkungan yang ada. Ini bisa dilihat dari banyaknya kebijakan dari atasan untuk melakukan perubahan dan pembaruan agar sistem semakin membaik dari hari ke hari dan ini merupakan pengaruh dari lingkungan sekitar. Dimulai lingkungan internal perusahaan seperti banyak karyawan untuk memproduksi, kemampuan perusahaan dalam meproduksi untuk memenuhi permintaan, kebijakan-kebijakan perusahaan. Dan lingkungan eksternal seperti harga bahan baku, jumlah permintaan, persaingan pada perusahaan lain dengan harga yang lebih murah. Dari pengaruh lingkungan tersebut akan menghasilkan sistem yang saat ini telah dibuat PT Model TI.