• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah HNO3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah HNO3"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ASAM NITRAT (HNO

ASAM NITRAT (HNO

33

))

MAKALAH MAKALAH

disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sintesis Organik Anorganik disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sintesis Organik Anorganik

yang diampu oleh: yang diampu oleh:

Drs. Agustinus Ngatin, M.T. Drs. Agustinus Ngatin, M.T.

Oleh Oleh

Indra Maulana Arifin Indra Maulana Arifin

 NIM 16141103  NIM 1614110399 Selly Cahyani Selly Cahyani  NIM 16141105  NIM 1614110555

PROGRAM STUDI DIII-TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI DIII-TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2017

2017

(2)

BAB 1 BAB 1 PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 1.1 PengertianPengertian

Senyawa kimia asam nitrat (HNO

Senyawa kimia asam nitrat (HNO33) adalah sejenis cairan korosif yang tak) adalah sejenis cairan korosif yang tak

 berwarna,

 berwarna, dan dan merupakan merupakan asam asam beracun beracun yang yang dapat dapat menyebabkan menyebabkan luka luka bakar.bakar. Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam, yaitu asam nitrat asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam, yaitu asam nitrat  berasap putih dan asam nitrat berasap merah. As

 berasap putih dan asam nitrat berasap merah. As am nitrat merupakan larutan asamam nitrat merupakan larutan asam kuat yang mempunyai nilai pKa sebesar -2. Di dalam air, asam ini terdisosiasi kuat yang mempunyai nilai pKa sebesar -2. Di dalam air, asam ini terdisosiasi menjadi ion-ionnya, yaitu ion nitrat NO

menjadi ion-ionnya, yaitu ion nitrat NO33−− dan ion hidronium (H dan ion hidronium (H33OO++). Garam dari). Garam dari

asam nitrat disebut sebagai garam nitrat (contohnya seperti kalsium nitrat atau asam nitrat disebut sebagai garam nitrat (contohnya seperti kalsium nitrat atau  barium

 barium nitrat). nitrat). Dalam Dalam temperatur temperatur ruangan, ruangan, asam asam nitrat nitrat berbentuk berbentuk uap uap berwarnaberwarna merah atau kuning.

merah atau kuning.

1.2

1.2 Sifat FisikSifat Fisik

a.

a. Wujud zat : cairan, jernih-kuningWujud zat : cairan, jernih-kuning  b.

 b. Bau : tajamBau : tajam c.

c. Titik leleh : -42Titik leleh : -42°°CC

d.

d. Titik didih : 86Titik didih : 86°°CC

e. e.  pH (20 pH (2000C) : <1C) : <1 f. f. Densitas (20Densitas (2000C) : 1,51 g/cmC) : 1,51 g/cm33 g. g. BM : 63,0129 g/molBM : 63,0129 g/mol h.

h. Tekanan Uap (20Tekanan Uap (20°°C) : 56 hPaC) : 56 hPa

i.

(3)

1.3

1.3 Sifat KimiaSifat Kimia

a.

a. Pada suhu biasa akan terurai oleh cahaya/sinar:Pada suhu biasa akan terurai oleh cahaya/sinar: 4HNO

4HNO33→ 2H→ 2H22O + 4NOO + 4NO22+ O+ O22

 b.

 b. Dapat bereaksi dengan amoniak membentuk garam amonium nitrat:Dapat bereaksi dengan amoniak membentuk garam amonium nitrat: HNO

HNO33 + NH + NH44OH → NHOH → NH44 NO NO33 + H + H22OO

c.

c. Dapat bereaksi dengan unsur-unsur logam serta dapat melarutkan semuaDapat bereaksi dengan unsur-unsur logam serta dapat melarutkan semua logam kecuali emas (Au) dan platina (Pt).

logam kecuali emas (Au) dan platina (Pt). d.

d. Reaksi oksidasi utamanya terjadi dengan asam pekat, memfavoritkanReaksi oksidasi utamanya terjadi dengan asam pekat, memfavoritkan  pembentukan nitrogen dioksida.

 pembentukan nitrogen dioksida. (NO

(NO22) Cu + 4H) Cu + 4H++ + 2NO + 2NO33-- → Cu→ Cu+2+2 + 2NO + 2NO22 + 2H + 2H22OO

e.

e. Sifat-sifat asam cenderung mendominasi pada asam nitrat encer, diikutiSifat-sifat asam cenderung mendominasi pada asam nitrat encer, diikuti dengan pembentukan nitrogen oksida (NO) yang lebih diutamakan.

dengan pembentukan nitrogen oksida (NO) yang lebih diutamakan. 3Cu + 8HNO

3Cu + 8HNO33→ 3Cu(NO→ 3Cu(NO33))22 + 2NO + 4H + 2NO + 4H22OO

f.

f. Karena asam nitrat merupakan oksidator,Karena asam nitrat merupakan oksidator, hidrogenhidrogen (H(H22) jarang terbentuk.) jarang terbentuk.

Hanya

Hanya magnesiummagnesium (Mg),(Mg), manganmangan (Mn), dan(Mn), dan kalsiumkalsium (Ca) yang bereaksi(Ca) yang bereaksi dengan asam nitrat

dengan asam nitrat dingindingin dan dan encer encer  yang dapat menghasilkan hidrogen: yang dapat menghasilkan hidrogen: Mg

Mg(s)(s) + 2HNO + 2HNO3(aq)3(aq) → Mg(NO→ Mg(NO33))2(aq)2(aq) + H + H2(g)2(g)

g.

g. Dapat bereaksi dengan unsur-unsur non loDapat bereaksi dengan unsur-unsur non logamgam C + 4HNO

C + 4HNO33→ CO→ CO22 + 4NO + 4NO22 + 2H + 2H22OO

atau pun atau pun

3C + 4HNO

3C + 4HNO33→ 3CO→ 3CO22 + 4NO + 2H + 4NO + 2H22OO

h.

h. Ketika asam nitrat bereaksi dengan berbagai unsur non-logam, terkecualiKetika asam nitrat bereaksi dengan berbagai unsur non-logam, terkecuali silikon serta halogen, biasanya ia akan mengoksidasi non-logam tersebut ke silikon serta halogen, biasanya ia akan mengoksidasi non-logam tersebut ke

(4)

keadaan oksidasi tertinggi dengan asam nitrat menjadi nitrogen dioksida keadaan oksidasi tertinggi dengan asam nitrat menjadi nitrogen dioksida untuk asam pekat dan nitrogen monoksida untuk asam encer.

untuk asam pekat dan nitrogen monoksida untuk asam encer. i.

i. Semua nitrat larut dalam air. Ketika nitrat direaksikan dengan asam sulfatSemua nitrat larut dalam air. Ketika nitrat direaksikan dengan asam sulfat  pekat,

 pekat, menghasilkan menghasilkan uap uap nitrogen nitrogen dioksida dioksida yang yang coklat-kemerahan, coklat-kemerahan, disertaidisertai oleh uap asam nitrat yang berbau menusuk dan berasap dalam udara, akan oleh uap asam nitrat yang berbau menusuk dan berasap dalam udara, akan terbentuk ketika nitrat padat dipanaskan pada reagensia. Asam sulfat encer terbentuk ketika nitrat padat dipanaskan pada reagensia. Asam sulfat encer tidak memberi aksi apapun:

tidak memberi aksi apapun: 4NO

4NO33--+ 2H+ 2H22SOSO44→ 4NO→ 4NO22 + O + O22+ 2SO+ 2SO442-2- + H + H22OO

1.4

1.4 KegunaanKegunaan

Adapun manfaat Larutan Asam Nitrat (HNO

Adapun manfaat Larutan Asam Nitrat (HNO33) diantarnya adalah:) diantarnya adalah:

a.

a. Asam nitrat digunakan dalam proses pemurnian Carbon NanotubesAsam nitrat digunakan dalam proses pemurnian Carbon Nanotubes (CNT).

(CNT).  b.

 b. Asam nitrat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk dalam bidangAsam nitrat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk dalam bidang  pertanian.

 pertanian. c.

c. Asam nitrat digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai bahanAsam nitrat digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai bahan  peledak, yaitu Trinitrotoluena (TNT) dan Dinitrotoluena (D

 peledak, yaitu Trinitrotoluena (TNT) dan Dinitrotoluena (DNT).NT). d.

d. Asam nitrat digunakan dalam proses pemurnian logam. Sebagai contohAsam nitrat digunakan dalam proses pemurnian logam. Sebagai contoh  platina, emas dan perak.

 platina, emas dan perak. e.

e. Asam nitrat digunakan dalam proses desain barang-barang berbahanAsam nitrat digunakan dalam proses desain barang-barang berbahan tembaga, perunggu dan kuningan.

tembaga, perunggu dan kuningan. f.

f. Asam nitrat digunakan untuk produksi zat warna, obat-obatan, pestisida,Asam nitrat digunakan untuk produksi zat warna, obat-obatan, pestisida, detergen, pengawetan makan, dan nitrasi selulosa

detergen, pengawetan makan, dan nitrasi selulosa g.

g. Campuran antara asam kloridaCampuran antara asam klorida  pekat  pekat dan dan asam asam nitrat nitrat pekat, pekat, dengandengan  perbandingan

 perbandingan 3:1, 3:1, biasa biasa digunakan digunakan sebagai sebagai pelarut pelarut logam logam mulia, mulia, yaituyaitu emas dan platina. Campuran tersebut biasa disebut dengan Aqua Regia emas dan platina. Campuran tersebut biasa disebut dengan Aqua Regia atau air raja.

(5)

h.

h. Asam nitrat digunakan pula untuk menghilangkan atau membersihkanAsam nitrat digunakan pula untuk menghilangkan atau membersihkan  peralatan

 peralatan laboratorium laboratorium dari dari kerak kerak kalsium kalsium dan dan magnesium magnesium yangyang menempel di dalamnya.

(6)

BAB 2 BAB 2 SINTESIS SINTESIS

2.1

2.1 Bahan Bahan BakuBaku

Bahan baku yang terpenting untuk pembuatan asam nitrat adalah ammonia, Bahan baku yang terpenting untuk pembuatan asam nitrat adalah ammonia, udara, air, dan katalis kasa platina-10% rhodium. Lokasi pabrik biasanya udara, air, dan katalis kasa platina-10% rhodium. Lokasi pabrik biasanya diusahakan agar tidak jauh dari pabrik ammonia. Oleh karena 1 kg atom nitrogen diusahakan agar tidak jauh dari pabrik ammonia. Oleh karena 1 kg atom nitrogen terkandung dalam hanya 17 kg ammonia, tetapi memerlukan 105 kg asam nitrat terkandung dalam hanya 17 kg ammonia, tetapi memerlukan 105 kg asam nitrat 60%, maka biasanya lebih murah bagi para pemakai besar untuk mengangkut 60%, maka biasanya lebih murah bagi para pemakai besar untuk mengangkut ammonia daripada asam nitrat. Untuk menangani larutan asam nitrat diperlukan ammonia daripada asam nitrat. Untuk menangani larutan asam nitrat diperlukan truk dan mobil baja tahan karat.

truk dan mobil baja tahan karat. 2.2

2.2 SintesisSintesis

2.2.1

2.2.1 Proses Ostwald Proses Ostwald 

Asam nitrat dibuat dengan mencampur nitrogen dioksida (NO Asam nitrat dibuat dengan mencampur nitrogen dioksida (NO22))

dengan air. Menghasilkan asam nitrat yang sangat murni biasanya dengan air. Menghasilkan asam nitrat yang sangat murni biasanya melibatkan distilasi dengan asam sulfat, karena asam nitrat membentuk melibatkan distilasi dengan asam sulfat, karena asam nitrat membentuk sebuah azeotrop dengan air dengan komposisi 68% asam nitrat dan 32% sebuah azeotrop dengan air dengan komposisi 68% asam nitrat dan 32% air. Asam nitrat kualitas komersial biasanya memiliki konsentrasi antara air. Asam nitrat kualitas komersial biasanya memiliki konsentrasi antara 52% dan 68% asam nitrat. Produksi komersial dari asam nitrat melalui 52% dan 68% asam nitrat. Produksi komersial dari asam nitrat melalui  proses Ostwald yang ditemukan oleh Wilhelm Ostw

 proses Ostwald yang ditemukan oleh Wilhelm Ostwald.ald.

Proses Ostwald ialah proses kimia untuk pembuatan asam nitrat Proses Ostwald ialah proses kimia untuk pembuatan asam nitrat (HNO

(HNO33). Wilhelm Ostwald mengembangkan proses ini, dan dia). Wilhelm Ostwald mengembangkan proses ini, dan dia

mematenkan proses ini pada tahun 1902. Proses Ostwald process mematenkan proses ini pada tahun 1902. Proses Ostwald process merupakan andalan industri kimia modern, dan proses ini menghasilkan merupakan andalan industri kimia modern, dan proses ini menghasilkan  bahan baku

 bahan baku utama utama untuk untuk kebanyakan tipe kebanyakan tipe umum produksi umum produksi pupuk. Secarapupuk. Secara historis dan secara praktis, proses Ostwald berkaitan erat dengan proses historis dan secara praktis, proses Ostwald berkaitan erat dengan proses Haber, yang menghasilkan bahan baku yang diperlukan, ammonia (NH Haber, yang menghasilkan bahan baku yang diperlukan, ammonia (NH33).).

(7)

Ammonia diubah menjadi asam nitrat dalam dua tahapan. Ammonia Ammonia diubah menjadi asam nitrat dalam dua tahapan. Ammonia dioksidasi (dalam arti “dibakar”) melalui pemanasan dengan oksigen dioksidasi (dalam arti “dibakar”) melalui pemanasan dengan oksigen dengan adanya katalis seperti platinum dengan 10% rhodium, untuk dengan adanya katalis seperti platinum dengan 10% rhodium, untuk membentuk oksida nitrat dan air. Langkah ini sangat

membentuk oksida nitrat dan air. Langkah ini sangat eksotermis, sehinggaeksotermis, sehingga sumber panas berguna sekali untuk dimulai:

sumber panas berguna sekali untuk dimulai:

4 NH

4 NH33 (g)(g) + 5 O + 5 O22 (g)(g)→→ 4 NO 4 NO (g)(g) + 6 H + 6 H22OO (g)(g)(ΔH = −905.2 kJ)(ΔH = −905.2 kJ)

Tahap dua melibatkan dua reaksi dan dilakukan dalam peralatan Tahap dua melibatkan dua reaksi dan dilakukan dalam peralatan absorpsi yang mengandung air. Oksida nitrat awalnya dioksidasi lagi absorpsi yang mengandung air. Oksida nitrat awalnya dioksidasi lagi untuk menghasilkan nitrogen dioksida: Gas ini kemudian mudah diserap untuk menghasilkan nitrogen dioksida: Gas ini kemudian mudah diserap oleh air, menghasilkan produk yang diinginkan (asam nitrat, meskipun oleh air, menghasilkan produk yang diinginkan (asam nitrat, meskipun dalam bentuk encer), sekaligus mengurangi sebagian kembali ke oksida dalam bentuk encer), sekaligus mengurangi sebagian kembali ke oksida nitrat:

nitrat:

2 NO

(8)

3 NO

3 NO22 (g)(g) + H + H22OO (l)(l) →→ 2 HNO 2 HNO33 (aq)(aq) + NO + NO (g)(g)(ΔH = −117 kJ/mol)(ΔH = −117 kJ/mol)

 NO

 NO didaur-ulang, didaur-ulang, dan dan asam asam dipekatkan dipekatkan sampai sampai kekuatan kekuatan yangyang diperlukan melalui penyulingan.

diperlukan melalui penyulingan.

Alternatifnya, bila tahap akhir dilakukan dalam udara: Alternatifnya, bila tahap akhir dilakukan dalam udara:

4 NO

4 NO22 (g)(g) + O + O22 (g)(g) + 2 H + 2 H22OO (l)(l)→ 4 HNO→ 4 HNO33 (aq)(aq)

Kondisi khas untuk tahap pertama, yang berkontribusi pada hasil Kondisi khas untuk tahap pertama, yang berkontribusi pada hasil keseluruhan sekitar 98%, adalah:

keseluruhan sekitar 98%, adalah:

• Tekanan antara 4 dan 10 atmosfer (sekitar 400-1010 kPa atau 60-Tekanan antara 4 dan 10 atmosfer (sekitar 400-1010 kPa atau

60-145 psig). 145 psig).

• Suhu sekitar 500 K (kira-kira 217Suhu sekitar 500 K (kira-kira 217°°C atau 422,6C atau 422,6°°F).F).

Sebuah komplikasi yang perlu dipertimbangkan melibatkan Sebuah komplikasi yang perlu dipertimbangkan melibatkan reaksi-samping pada langkah pertama yang mengalihkan oksida nitrat kembali samping pada langkah pertama yang mengalihkan oksida nitrat kembali ke N

ke N22::

4 NH

4 NH33+ 6 NO → 5 N+ 6 NO → 5 N22 + 6 H + 6 H22OO

Ini adalah sebuah reaksi sekunder yang diminimalisir oleh pengurangan Ini adalah sebuah reaksi sekunder yang diminimalisir oleh pengurangan waktu campuran gas yang berada dalam kontak dengan katalis.

waktu campuran gas yang berada dalam kontak dengan katalis.

2.2.2

2.2.2 Proses Tekanan TunggalProses Tekanan Tunggal

Produksi asam nitrat dewasa ini dikuasai oleh dua macam pabrik Produksi asam nitrat dewasa ini dikuasai oleh dua macam pabrik  bertekanan

 bertekanan tunggal tunggal (biasanya (biasanya dikenal dikenal sebagai sebagai sistem sistem Amerika Amerika atau atau DuDu Pont) dan pabrik tekanan ganda (disebut sistem Eropa).

Pont) dan pabrik tekanan ganda (disebut sistem Eropa).

Sebuah kompresor putar bertahap banyak, yang mempunyai Sebuah kompresor putar bertahap banyak, yang mempunyai  pendingin diantara

 pendingin diantara tahap-tahapnya, tahap-tahapnya, digerakkan digerakkan oleh oleh turbin turbin uap uap dan dan turbinturbin  pemulih

(9)

expander). Pendingin antara tahap diatur sedemikian rupa agar suhu keluar expander). Pendingin antara tahap diatur sedemikian rupa agar suhu keluar adalah sekitar 230

adalah sekitar 230°°C pada 1 MPa.C pada 1 MPa.

Udara keluar dibelah, 85 persen masuk ke dalam converter dan 15 Udara keluar dibelah, 85 persen masuk ke dalam converter dan 15  persen

 persen kedalam kedalam penukar penukar kalor kalor dan dan kolom kolom pemutih. pemutih. Udara Udara tekan tekan yangyang  panas

 panas itu itu dicampur dicampur dengan dengan amonia amonia lewat lewat panas panas dan dan dikirik dikirik ke ke converterconverter yang beroperasi pada tekanan 800 sampai 950 kPa. Campuran udara dan yang beroperasi pada tekanan 800 sampai 950 kPa. Campuran udara dan ammonia, yang mengandung kira-kira 10% ammonia, dilewatkan melalui ammonia, yang mengandung kira-kira 10% ammonia, dilewatkan melalui 30 lapisan kasa 80 mesh yang terbuat dari platina + 10% rhodium. 30 lapisan kasa 80 mesh yang terbuat dari platina + 10% rhodium. Pembakaran berlangsung cepat dengan suhu keluar mencapai 940 Pembakaran berlangsung cepat dengan suhu keluar mencapai 940°°C.C.

Konversi menjadi NO adalah 94 sampai 95 persen dan diperlukan 62 g Konversi menjadi NO adalah 94 sampai 95 persen dan diperlukan 62 g  paduan

 paduan platina platina per per ton ton metric metric kapasitas kapasitas harian harian asam. asam. Suhu Suhu gas gas dandan konsentrasi ammonia yang masuk reactor merupakan dua parameter yang konsentrasi ammonia yang masuk reactor merupakan dua parameter yang sangat menentukan. Pada konsentrasi amonia 11,5% sampai 12% bisa sangat menentukan. Pada konsentrasi amonia 11,5% sampai 12% bisa terjadi ledakan. Gas masuk harus mempunyai suhu sedikitnya 205

terjadi ledakan. Gas masuk harus mempunyai suhu sedikitnya 205°°C danC dan

sebaiknya 230

sebaiknya 230°°C agar lapisan pertama kaca itu tetap berada pada suhuC agar lapisan pertama kaca itu tetap berada pada suhu

reaksi. Tetapi suhu kasa tidak boleh lebih dari 940

reaksi. Tetapi suhu kasa tidak boleh lebih dari 940°°C sebab hal ini akanC sebab hal ini akan

menyebabkan katalis yang hilang terlalu banyak. Pada konsentrasi menyebabkan katalis yang hilang terlalu banyak. Pada konsentrasi ammonia 10% kenaikan suhu adiabatic adalah 710

ammonia 10% kenaikan suhu adiabatic adalah 710°°C, sehinggaC, sehingga

konsentrasi ammonia dibatasi pada 10% konsentrasi ammonia dibatasi pada 10%

Gas keluar dari converter dilewatkan melalui pemanas-lanjut uap, Gas keluar dari converter dilewatkan melalui pemanas-lanjut uap, ketel uap kalor limbah, dan pemanas gas sisa dan keluar pada suhu 200 ketel uap kalor limbah, dan pemanas gas sisa dan keluar pada suhu 200°°C.C.

gas itu kemudian dilewatkan melalui pendingin kondesor yang gas itu kemudian dilewatkan melalui pendingin kondesor yang menghasilkan HNO

menghasilkan HNO33 40% sampai 45% sebagai produk yang mengandung 40% sampai 45% sebagai produk yang mengandung

40% nitrogen terikat. Baik gas keluar yang sudah didinginkan maupun 40% nitrogen terikat. Baik gas keluar yang sudah didinginkan maupun asam nitrat encer, keduanya dilewatkan melalui absorber, masih pada asam nitrat encer, keduanya dilewatkan melalui absorber, masih pada tekanan penuh sebesar 980 kPa. Absorber-reaktor itu adalah suatu kolom tekanan penuh sebesar 980 kPa. Absorber-reaktor itu adalah suatu kolom  piring

 piring tudung-gelembung tudung-gelembung atau atau piring piring tapis tapis dengan dengan gelungan gelungan pendinginpendingin diatas setiap 20 sampai 50 piring. Gas masuk dari bawah, asam nitrat encer diatas setiap 20 sampai 50 piring. Gas masuk dari bawah, asam nitrat encer agak keatas pada kolom dan air dingin masuk dari atas. Suhu gas yang agak keatas pada kolom dan air dingin masuk dari atas. Suhu gas yang keluar bersuhu sekitar 10

keluar bersuhu sekitar 10°°C. Pada kolom ini terdapat duaC. Pada kolom ini terdapat dua titik cekik titik cekik  (pinch (pinch

 point)

(10)

reoksidasi NO cukup lambat karena asam pekat yang disitu menghalangi reoksidasi NO cukup lambat karena asam pekat yang disitu menghalangi absorpsi NO

absorpsi NO22  sehingga tidak dapat berlangsung lambat. Di dekat puncak  sehingga tidak dapat berlangsung lambat. Di dekat puncak

kolom, konsentrasi NOX dan oksigen menjadi sangat rendah sehingga kolom, konsentrasi NOX dan oksigen menjadi sangat rendah sehingga gaya dorong untuk absorbsi itu kecil saja.

(11)

BAB 3 BAB 3

BAHAYA DAN PENANGANAN BAHAYA DAN PENANGANAN

3.1

3.1 Identifikasi Identifikasi BahayaBahaya 1.

1. Potensi Efek Kesehatan AkutPotensi Efek Kesehatan Akut

Sangat berbahaya jika terjadi kontak langsung dengan kulit (korosif, Sangat berbahaya jika terjadi kontak langsung dengan kulit (korosif, iritatif), kontak dengan mata (korosif, iritatif), gangguan pencernaan dan iritatif), kontak dengan mata (korosif, iritatif), gangguan pencernaan dan gangguan pernafasan. Dalam bentuk cairan atau fume bisa menyebabkan gangguan pernafasan. Dalam bentuk cairan atau fume bisa menyebabkan iritasi mata.

iritasi mata. 2.

2. Potensi Efek Kesehatan KronisPotensi Efek Kesehatan Kronis

• Efek karsinogenik: tidak ada.Efek karsinogenik: tidak ada. •

• Efek mutagenik: tidak ada.Efek mutagenik: tidak ada. •

• Efek teratogenik: tidak ada.Efek teratogenik: tidak ada.

Senyawa ini dapat meracuni paru-paru, membran mukosa, sistem Senyawa ini dapat meracuni paru-paru, membran mukosa, sistem  pernafasan bagian

 pernafasan bagian atas, katas, kulit, mata, ulit, mata, dan gigi. Jdan gigi. Jika terlaika terlalu lama lu lama atau berulangatau berulang--ulang terkena, maka dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Jika terlalu ulang terkena, maka dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Jika terlalu lama mengalami kontak dengan uap, maka dapat menimbulkan iritasi mata lama mengalami kontak dengan uap, maka dapat menimbulkan iritasi mata kronis dan menyebabkan beberapa iritasi kulit. Jika terlalu lama atau kronis dan menyebabkan beberapa iritasi kulit. Jika terlalu lama atau  berulang-ulang terkena uap, dapat menyebab

 berulang-ulang terkena uap, dapat menyebabkan infeksi pernafasan.kan infeksi pernafasan. 3.2 Penanganan

3.2 Penanganan 3.2.1

3.2.1 Pertolongan Pertolongan PertamaPertama 1.

1. Kontak MataKontak Mata

Jika kontak dengan mata, basuh mata dengan air paling tidak selama Jika kontak dengan mata, basuh mata dengan air paling tidak selama 15 menit. Gunakan air dingin. Dan segera cari pertolongan medis.

15 menit. Gunakan air dingin. Dan segera cari pertolongan medis. 2.

(12)

Jika kontak, bilas bagian yang terkena asam Nitrat dengan air paling Jika kontak, bilas bagian yang terkena asam Nitrat dengan air paling tidak 15 menit sambil melepas pakaian

tidak 15 menit sambil melepas pakaian yang terkontaminasi. Cuci pakaianyang terkontaminasi. Cuci pakaian yang terkontaminasi sebelum dipakai lagi.

yang terkontaminasi sebelum dipakai lagi. 3.

3. Kontak serius dengan kulitKontak serius dengan kulit

Cuci dengan sabun desinfektan dan oles kulit yang terkontaminasi Cuci dengan sabun desinfektan dan oles kulit yang terkontaminasi dengan krim anti-bakteri. Carilah segera pertolongan medis.

dengan krim anti-bakteri. Carilah segera pertolongan medis. 4.

4. PenghirupanPenghirupan

Jika terhirup, lepaskan ke udara segar. Jika terjadi gangguan Jika terhirup, lepaskan ke udara segar. Jika terjadi gangguan  pernapasan,

 pernapasan, berikan berikan pernapasan pernapasan buatan. buatan. Jika Jika sulit sulit bernapas, bernapas, berikanberikan oksigen. Segera cari pertolongan medis.

oksigen. Segera cari pertolongan medis. 5.

5. Penghirupan SeriusPenghirupan Serius

Evakuasi korban ke daerah yang aman sesegera mungkin. Jika terjadi Evakuasi korban ke daerah yang aman sesegera mungkin. Jika terjadi kesulitan bernafas, longgarkan pakaian korban dan berikan oksigen. Jika kesulitan bernafas, longgarkan pakaian korban dan berikan oksigen. Jika korban tidak bernafas, berikan nafas buatan. Hal ini mungkin berbahaya korban tidak bernafas, berikan nafas buatan. Hal ini mungkin berbahaya  bagi

 bagi orang orang yang yang memberikan memberikan nafas nafas buatan buatan sebab sebab bahan-bahan bahan-bahan beracunberacun dan korosif dapat terhirup. Segera cari pertolongan medis.

dan korosif dapat terhirup. Segera cari pertolongan medis. 6.

6. PencernaanPencernaan

Jika tertelan jangan dimuntahkan kecuali diarahkan oleh ahli medis. Jika tertelan jangan dimuntahkan kecuali diarahkan oleh ahli medis. Jangan memberikan sesuatu pada mulut korban yang tidadk sadar. Jangan memberikan sesuatu pada mulut korban yang tidadk sadar. Loggarkan pakaian korban. Segera cari pertolongan medis.

Loggarkan pakaian korban. Segera cari pertolongan medis.

3.2.2

3.2.2 Menghindari KecelakaanMenghindari Kecelakaan

1.

1. Tumpahan kecilTumpahan kecil

Encerkan dengan air dan diserap dengan kain, atau serap dengan Encerkan dengan air dan diserap dengan kain, atau serap dengan  bahan

 bahan kering kering yang yang inert inert dan dan tempatkan tempatkan dalam dalam wadah wadah pembuanganpembuangan limbah yang sesuai. Jika perlu, netralkan residu dengan larutan Natrium limbah yang sesuai. Jika perlu, netralkan residu dengan larutan Natrium Karbonat encer.

Karbonat encer. 2.

2. Tumpahan banyakTumpahan banyak

Cairan korosif. Bahan pengoksidasi. Cairan

Cairan korosif. Bahan pengoksidasi. Cairan beracun. Tutup kebocoranberacun. Tutup kebocoran  jika

 jika tidak tidak berbahaya. berbahaya. Serap Serap dengan dengan tanah tanah kering, kering, pasir pasir atau atau bahan bahan yangyang tidak mudah terbakar lainnya. Jangan menaruh air di samping wadah. tidak mudah terbakar lainnya. Jangan menaruh air di samping wadah.

(13)

Hindari kontak dengan bahan yang mudah terbakar (kayu, kertas, Hindari kontak dengan bahan yang mudah terbakar (kayu, kertas, minyak, kain, dan lain-lain). Jaga kelembaban dengan menggunakan minyak, kain, dan lain-lain). Jaga kelembaban dengan menggunakan semprotan air. Jangan tumpahkan material. Netralkan residu dengan semprotan air. Jangan tumpahkan material. Netralkan residu dengan larutan Natrium karbonat encer.

larutan Natrium karbonat encer.

3.2.3

3.2.3 Penanganan dan PenyimpananPenanganan dan Penyimpanan

Wadah tetap terkunci, dan kering. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari Wadah tetap terkunci, dan kering. Jauhkan dari panas. Jauhkan dari sumber api dan material yang mudah terbakar. Jangan dimakan. Jangan sumber api dan material yang mudah terbakar. Jangan dimakan. Jangan menghirup gas/asap/ uap. Jangan menambahkan air ke bahan ini. Jika menghirup gas/asap/ uap. Jangan menambahkan air ke bahan ini. Jika ventilasi tidak baik gunakan peralatan pernafasan yang baik. Jika tertelan, ventilasi tidak baik gunakan peralatan pernafasan yang baik. Jika tertelan, segera cari pertolongan medis dan tunjukkan label bahan. Hindari kontak segera cari pertolongan medis dan tunjukkan label bahan. Hindari kontak dengan kulit dan mata, jauhkan dari bahan pereduksi, bahan mudah terbakar, dengan kulit dan mata, jauhkan dari bahan pereduksi, bahan mudah terbakar,  bahan

 bahan organik, organik, logam, logam, asam, asam, alkali, alkali, dan dan panas panas matahari. matahari. Dapat Dapat merusakmerusak  permukaan

 permukaan logam. logam. Simpan Simpan dalam dalam drum drum logam logam atau atau drum drum papan papan fiber fiber yangyang terlapisi menggunakan bagian dalam yang terlapisi polyethylen yang kuat. terlapisi menggunakan bagian dalam yang terlapisi polyethylen yang kuat.

Jaga wadah dalam keadaan tertutup rapat. Tempatkan wadah di ruang Jaga wadah dalam keadaan tertutup rapat. Tempatkan wadah di ruang  berventilasi dan dingin. Pisahkan dari asam, alkali, agen pereduksi, dan bahan  berventilasi dan dingin. Pisahkan dari asam, alkali, agen pereduksi, dan bahan

mudah terbakar. mudah terbakar.

(14)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Aditama, Redi. 2013.

Aditama, Redi. 2013. ““Asam NitratAsam Nitrat””..

http://majalahkimia.blogspot.co.id/2011/06/asam-nitrat.html. [3 Maret 2017] http://majalahkimia.blogspot.co.id/2011/06/asam-nitrat.html. [3 Maret 2017]

Ansari.

Ansari. 2014. “Proses Ostwald dalam Pembuatan Asam Nitrat”.2014. “Proses Ostwald dalam Pembuatan Asam Nitrat”.

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/03/07/proses-ostwald-dalam- pembuatan-asam-nitrat/. [4 Maret 2017]

 pembuatan-asam-nitrat/. [4 Maret 2017]

Austin, George T. 1996.

Austin, George T. 1996. Industri Proses Kimia. Industri Proses Kimia. Diterjemahkan oleh: E. Jasjfi.Diterjemahkan oleh: E. Jasjfi. Jakarta: Erlangga.

Jakarta: Erlangga.

Basri, Muhammad Hasan.

Basri, Muhammad Hasan. 2016. “Asam Nitrat”.2016. “Asam Nitrat”.

http://gembalailmu.blogspot.co.id/2016/04/asam-nitrat.html. [6 Maret 2017] http://gembalailmu.blogspot.co.id/2016/04/asam-nitrat.html. [6 Maret 2017]

Lukman.

Lukman. 2009. “Penggunaan Asam Nitrat (HNO2009. “Penggunaan Asam Nitrat (HNO33) di Bidang Industri”.) di Bidang Industri”.

http://anekailmu.blogspot.co.id/2009/10/penggunaan-asam-nitrat-hno3-pada- bidang.html. [3 Maret 2017]

 bidang.html. [3 Maret 2017]

Winahayati. No Date.

Winahayati. No Date. ““Pengetahuan Bahan KimiaPengetahuan Bahan Kimia””..

http://amakinasyarifah.blogspot.co.id/2011/05/pengetahuan-bahan-kimia.html. http://amakinasyarifah.blogspot.co.id/2011/05/pengetahuan-bahan-kimia.html. [5 Maret 2017]

Referensi

Dokumen terkait

Padatan seng sulfida direaksikan dengan larutan asam nitrat menghasilkan larutan seng sulfat, gas nitrogen monoksida dan air.. Larutan kalium permanganat direaksikan dengan

Getah mangga mengandung komponen minyak dan gula serta bersifat asam menyebabkan terjadinya beberapa kerusakan pada buah, seperti luka bakar, bintik lentisel, penyakit

tambahkan larutan perak nitrat kedalam larutan senyawa sulfat tersebut, Tentukan apakah ada endapan yang terjadi, dan larut dalam asam nitratD. tambahkan larutan barium nitrat

Asam oksalat dapat dibuat dari bahan yang mengandung selulosa dan dengan cara oksidasi menggunakan asam nitrat.. Oksidasi adalah interaksi antara

Dari berbagai konsentrasi larutan asam salisilat tersebut, masing-masing dia mbil sebanyak 5,0 mL dan ditambahkan dengan larutan ferri nitrat 1% dala m asam

K egawatdaruratan yang dapat muncul pada penderita luka bakar salah satunya adalah asidosis metabolik dimana terjadi ketidakseimbangan asam basa yang disebabkan

Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan

Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat, apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih