• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gangguan citra tubuh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gangguan citra tubuh"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP DASAR GANGGUAN CITRA TUBUH KONSEP DASAR GANGGUAN CITRA TUBUH

A.

A. KonKonsep sep ganggangguaguan cin citra tra tubutubu !

!.. PPeennggererttiaiann

Ci

Citrtra a tutububuh h adadalalah ah kokompmpononen en dadari ri kokonsnsep ep didiri ri yayang ng didipepengngararuhuhi i ololeheh  pertumbuhan

 pertumbuhan kognitif kognitif dan dan perkembangan perkembangan fisik. fisik. Citra Citra tubuh tubuh adalah adalah kumpulan kumpulan daridari sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya, termasuk persepsi sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya, termasuk persepsi masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang bentuk, ukuran, fungsi, penampilan masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang bentuk, ukuran, fungsi, penampilan dan potensi. Gangguan citra tubuh adalah perasaan tidak puas terhadap perubahan dan potensi. Gangguan citra tubuh adalah perasaan tidak puas terhadap perubahan  bentuk, struktur dan fungsi tubuh karena tidak sesuai dengan yang diinginkan.

 bentuk, struktur dan fungsi tubuh karena tidak sesuai dengan yang diinginkan.

"

".. PPeenn##eebbaabb

Beberapa penyebab gangguan citra tubuh adalah tindakan invasif (pemasangan Beberapa penyebab gangguan citra tubuh adalah tindakan invasif (pemasangan infuse, cateter, mag slang, oksigen), operasi, perubahan fungsi (lumpuh, sesak nafas, infuse, cateter, mag slang, oksigen), operasi, perubahan fungsi (lumpuh, sesak nafas,  buta dan tuli).

 buta dan tuli).

Faktor predisposisi gangguan citra tubuh menurut Su

Faktor predisposisi gangguan citra tubuh menurut Su lisati, (!""#) adalah$lisati, (!""#) adalah$ a.

a. %ehila%ehilangan&kngan&kerusakerusakan ban bagian agian tubuh tubuh (anato(anatomi mi dan dan fungsifungsi))  b.

 b. 'erubahan 'erubahan ukuran, ukuran, bentuk, bentuk, dan dan penampilan penampilan tubuh tubuh (akibat (akibat pertumbuhan pertumbuhan dandan  perkembangan atau penyakit)

 perkembangan atau penyakit) c.

c. 'roses 'roses patolpatologik penyogik penyakit dan akit dan dampaknydampaknya terhaa terhadap strdap struktur muktur maupun funaupun fungsi tgsi tubuh.ubuh. d.

d. 'engobat'engobatan san seperteperti ri radiasiadiasi, kem, kemoteraoterapi, tpi, transplransplantasantasii..

$.

$. TTaan%n%a %a %an an gege&a&a'a'a

a

anda dan geala yang nda dan geala yang dapat diobservasi pada gangguan dapat diobservasi pada gangguan citra tubuh adalah$citra tubuh adalah$ a.

a. *i*ilalangnngnya ya babagigian an tutubuhbuh  b.

 b. 'erubahan anggota tubuh baik bentuk maupun fungsi'erubahan anggota tubuh baik bentuk maupun fungsi c.

c. +enyem+enyembunyikabunyikan atan atau mu memameremamerkan bkan bagian agian tubuh tubuh yang tyang tergaerganggunggu d.

d. +e+enolnolak meak melilihahat bagt bagiaian tubn tubuhuh e.

e. +e+enolnolak meak menynyententuh bauh bagigian tuan tububuhh f.

f. ktktivivititas as sososisial al memenunururunn

-iyadi dan 'uranto, (!"") mengemukakan ciri/ciri gangguan citra tubuh -iyadi dan 'uranto, (!"") mengemukakan ciri/ciri gangguan citra tubuh adalah$

adalah$

a.

a. +enol+enolak melak melihat ihat dan mdan menyentuenyentuh bagih bagian tuban tubuh yauh yang telng telah berah berubahubah  b.

 b. idak menerima perubahan tubuh yang telah teradi atau akan teradiidak menerima perubahan tubuh yang telah teradi atau akan teradi c.

c. +en+enolaolak pek penenelaslasan an perperubaubahan han tubtubuhuh d.

d. 'er'ersepsepsi si neganegatitif tf terherhadap adap tubtubuhuh e.

e. 're'reokupokupasi dasi dengaengan bagn bagian tian tubuh ubuh yang yang hilhilangang f.

f. +en+engungungkapgkapkan kan kepukeputustusasaasaan an dan dan ketketakutakutanan

B.

B. AsuAsuan Kepan Keperaera(ata(atan ganggn gangguan cituan citra tubura tubu !

(2)

0ata obektif yang dapat diobservasi pada gangguan citra tubuh, adalah sebagai  berikut$

a. 'erubahan dan kehilangan anggota tubuh, baik struktur, bentuk, maupun fungsi  b. 'asien menyembunyikan atau memamerkan bagian tubuh yang terganggu

c. 'asien menolak melihat bagian tubuh d. ktivitas sosial pasien berkurang

0ata subektif untuk gangguan citra tubuh adalah sebagai berikut$ ) 'asien mengungkapkan penokakan terhadap$

a) 'erubahan anggota tubuh saat ini, misalnya tidak puas dengan hasil operasi

 b) nggota tubuh yang tidak berfungsi c) 1nteraksi dengan orang lain

!) 'asien mengungkapkan perasaan tidak berdaya, tidak berharga, dan keputusasaan.

2) 'asien mengungkapkan keinginan yang terlalu tinggi terhadap bagian tubuh yang terganggu

3) 'asien sering mengulang/ulang mengatakan kehilangan yang teradi #) 'asien merasa asing terhadap bagian tubuh yang hilang.

". Diagnosa Kepera(atan

0iagnosa keperaatan yang dapat ditegakkan$ gangguan citra tubuh.

$. Inter*ensi Kepera(atan

No. Tu&uan U+u+ %an Inter*ensi Kepera(atan A. Asuan )epera(atan pa%a )'ien

(3)

Tu&uan U+u+,%lien mampu$

) +engidentifikasi gangguan citra tubuhnya$ penyebab, tanda dan geala serta akibatnya. !) +engidentifikasi potensi (aspek positif) tubuh dan yang terganggu

2) +engetahui cara untuk meningkatkan citra tubuh

3) +elakukan cara/cara untuk meningkatkan citra tubuh pada bagian tubuh yang tidak  terganggu

#) +elakukan cara/cara meningkatkan citra tubuh bagian tubuh yang terganggu 4) +elakukan sosialisasi dengan orang lain tanpa terganggu

Tin%a)an Kepera(atan

)+endiskusikan citra tubuh (gangguan dan potensi) dan menerima keadaan tubuh saat ini !)+endiskusikan tanda dan geala gangguan citra tubuh dan akibatnya pada pasien

2)5atih cara mempertahankan citra tubuh yag potensial 3)5atihan memulihkan citra tubuh yang terganggu Strategi Pe'a)sanaan -SP

SP ! Pasien , ssesment dan menerima citra tubuh dan latihan meningkatkan citra tubuh ) Bina hubungan saling percaya

a) +engucapkan salam terapeutik, memperkenalkan diri, panggil pasien sesuai nama  panggilan yang disukai

 b) +enelaskan tuuan interaksi $ melatih penerimaaan citra tubuh dan meningkatkan citra tubuh agar proses penyembuhan lebih cepat.

!) +embuat kontrak (informed consent ) dua kali pertemuan latihan pengendalian gangguan citra tubuh

2) Bantu pasien mengenal gangguan citra tubuhnya$

a) Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan menguraikan perasaannya  b) Bantu pasien mengenal penyebab gangguan citra tubuh

c) Bantu pasien menyadari gangguan citra tubuhnya

3) 0iskusikan persepsi pasien tentang$ citra tubuhnya yang terganggu dan bagian tubuh yang masih potensial dan harapan

#) Bantu pasien untuk meningkatkan fungsi bagian tubuh yang terganggu$ melihat, menyentuh, melatih.

4) Bantu menggunakan bagian tubuh yang masih sehat dan potensial

SP " Pasien,6valuasi citra tubuh dan latihan peningkatan citra tubuh dan sosialisasi ) 'ertahankan rasa percaya pasien

a) +engucapkan salam dan memberi motivasi

 b) sessmen ulang citra tubuh dan hasil latihan peningkatan citra tubuh !) +embuat kontrak ulang$ latihan peningkatan citra tubuh dan sosialisasi

2) +otivasi pasien untuk melakukan aktivitas yang mengarah pada pembentukan tubuh ideal$  bagian tubuh yang terganggu dan bagian tubuh yang sehat

3) arkan pasien meningkatkan citra tubuh dengan cara$

a) Gunakan protese, ig, kosmetik atau yang lainnya sesegera mungkin, gunakan pakaian yang baru (sesuaikan dengan kebutuhan pasien)

 b) +otivasi pasien untuk melihat menyentuh, meraat bagian tubuh yang hilang dan diganti secara bertahap.

#) 5akukan interaksi secara bertahap dengan cara$ a) Susun adal kegiatan sehari/hari

(4)

sosial

c) 0orong untuk mengunungi teman atau orang lain yang berarti&mempunyai peran  penting baginya

d) Beri puian terhadap keberhasilan pasien melakukan interaksi B. Asuan )epera(atan pa%a )e'uarga Tu&uan u+u+,%eluarga mampu

) +engenal masalah gangguan citra tubuh pada anggota keluarga !) +eraat anggota keluarga yang mengalami gangguan citra tubuh

2) +elakukan follo up anggota keluarga yang mengalami gangguan citra tubuh Tin%a)an Kepera(atan,

) +endiskusikan kondisi pasien gangguan citra tubuh, penyebab, proses teradi, tanda dan geala, serta akibat

!) +elatih keluarga meraat gangguan citra tubuh pasien$ a) Berikan puian terhadap bagian tubuh yang sehat  b) Bicarakan harapan dan perasaan tentang tubuhnya

c) Bicarakan bagian tubuh yang masih bisa digunakan

d) +engaarkan cara untuk meningkatkan penampilan tubuh$ alat bantu, kosmetik dan  pakaian yang baru

e) idak mengabaikan penderita

f) 5ibatkan klien dalam tondakan rumah tangga, sosial, masyarakat sesuai dengan kemampuan.

g) +emberi puian setiap keberhasilan dalam melakukan kegiatan h) +enyediakan alat bantu bagi penderita untuk melakukan kegiatan. 2) +elatih keluarga melakukan follo up

Sp ! Pasien, /e+bina ubungan sa'ing perca#a0 +en%is)usi)an tentang citra tubu0 peneri+aan tera%ap citra tubu0 aspe) positi10 %an cara +ening)at)an citra tubu

(5)

ORIENTASI

7Selamat pagi. 'erkenalkan, nama saya Fitri -achmaati, panggil saa saya Fitri. Saya mahasisi profesi 'S1% 8- yang sedang dinas di -9 4 ini. Saya datang untuk meraat bpk.  :amanya siapa; Senang dipanggil apa; Bagaimana perasaannya hari ini; Bagaimana pak apakah  bagian tubuh yang mengalami kelemahan masih belum bisa digerakkan pak; Bagaimana kalau kita berbincang/bincang tentang perasaan terhadap bagian tubuh bpk yang mengalami gangguan;< ('erhatikan data/data tentang gangguan citra tubuh). 7+au berapa lama; bagaimana kalau 2" menit; +au di mana kita berbincang/bincang; 0i ruang tamu;<

KER2A

7Bagaimanaa perasaan bpk terhadap bagian tubuh yang masih sulit untuk digerakkan; pa harapannya untuk penyembuhan ini; Bagus sekali, bpk sudah mengungkapkan perasaan dan harapan. +ulai sekarang bpk dapat mencoba melatih menggerakkan bagian tangan dan kaki yang masih sulit digerakkan. Baik, bagaimana kalau kita membicarakan bagian tubuh lainnya yang masih dapat digunakan; +ari kita mulai.< (Boleh mulai dari uung rambut sampai uung kaki). 7:ah, tangan dan kaki bapak sebelah kanan masih bagus ya. Bagus. Bagaimana dengan mata  bpk, dan bagian tubuh lainnya; 7(buat daftar potensi tubuh yang masih prima). 79ah, ternyata  banyak sekali bagian tubuh bpk yang masih berfungsi dengan baik yang perlu disyukuri.<

TER/INASI

7Bagaimana perasaan bpk setelah kita berbincang/bincang; 9ah, banyak sekali bagian tubuh  bpk yang masih berfungsi dengan baik.< (sebutkan beberapa bagian tubuh yang masih  berfungsi). 7Bagaimana kalau kita buat adal kegiatan untuk menggunakan anggota tubuh yang masih berfungsi dengan baik<. (+asukkan adal kegiatan). 7 Baiklah, besok kita bertemu untuk  membicarakan cara meningkatkan citra tubuh bpk. +au am berapa; Baik, sampai umpa.<

Sp " Pasien, /enge*a'uasi )egiatan #ang su%a %i'a)u)an0 +engi%enti1i)asi %an +e'a)u)an cara +ening)at)an citra tubu0 +e'ati intera)si secara bertaap

(6)

ORIENTASI

7Selamat pagi bpk. Bagaimana perasaannya pagi ini; pakah sudah mencoba kegiatan sesuai  adal; Bagaimana perasaan bpk setelah mencoba; Baik, bagaimana kalau kita berbincang/  bincang tentang cara meningkatkan fungsi tangan dan kaki kiri yang lemah; +au berapa lama;

Bagaimana kalau 2" menit; +au berbicara dimana; Baiklah, kita bicara diruang tamu.<

KER2A

7Bpk selama ini apa yang telah dilakukan agar tangan dan kaki bpk bisa berfungsi kembali; pa yang bpk lakukan untuk mengurangi rasa malu;< (beri puian ika aaban pasien positif).7 Baiklah bpk, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu bapak harus melatih bagian tangan dan kaki yang masih sulit digerakkan untuk digerakkan dengan sesering mungkin, ini melatih agar otot/otot bpk tidak kaku.<

7Selain itu, bpk dapat bersosialisasi dengan keluarga dan teman/teman lain melalui berbagai aktivitas mengunungi teman atau saudara yang dekat dengan bpk. Bpk kan mempunyai kursi roda, nah kursi rodanya digunakan ketika bpk akan mengunungi orang lain. Bpk dapat memasukkan kegiatan tersebut dalam adal yang ada.<

TER/INASI

7Bagaimana perasaan bpk setelah kita berbincang/bincang; Berapa cara yang dapat dicoba; Bagus. :ah, silakan coba untuk melatih menggerakkan bagian tangan dan kaki yang lemah. Bisa kan bpk; Baik, besok kita bertemu. %ita akan berbicara tentang cara bercakap/cakap dengan orang lain. Sampai umpa.<

Sp ! )e'uarga, /en%is)usi)an +asa'a #ang %ia%api )e'uarga0 +en&e'as)an gangguan citra tubu %an cara +engatasin#a.

(7)

7Selamat pagi. 'erkenalkan, nama saya Fitri -achmaati, panggil saa saya Fitri. Saya mahasisi profesi 'S1% 8- yang sedang dinas di -9 4 ini. :ama ibu siapa; 'anggilannya; Bagaimana perasaan ibu pada hari ini; Bagaimana kalau kita berbincang/bincang selama 2" menit tentang masalah kesehatan bpk; %ita mau duduk dimana; Bagaimana kalau di ruang tamu;<

KER2A

7pa yang ibu rasakan selama pemulihan tangan dan kaki bpk; ibu sendiri bagaimana  perasaannya melihat kondisi bpk; 1ya, benar, bpk menghadapi dua masalah, yang pertama bagian tubuh yang mengalami kelemahan. =ang kedua, perasaan bpk yang masih sukar menerima kenyataan baha bagian tubuhnya tidak berfungsi dan masih malu bertemu dengan orang lain. 8ntuk itu, ada beberapa cara yang ibu dapat lakukan agar bpk dapat menerima keadaan ini yaitu selalu memberi puian terhadap setiap kegiatan yang bpk dapat lakukan, membantu bpk  memberikan perhatian yang lebih pada bagian tubuh yang masih berfungsi dengan baik. da  beberapa cara untuk memulihkan fungsi kaki bpk, yaitu melakukan latihan menggerakkan bagian

tangan dan kaki yang lemah agar ototnya tidak semakin kaku.<

78ntuk mengurangi rasa malu berikan motivasi kepada bpk, libatkan bpk dalam kegiatan rumah tangga, libatkan bpk dalam bersosialisasi dengan keluarga, tetangga, dll. 1bu dapat membantu  bpk menerima bagian tubuh dengan cara melihatnya dan angan menghina kecacatan tersebut.

Cara mana yang kira/kira dapat ibu lakukan segera; Bagus sekali.<

TER/INASI

 7Bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang/bincang; Coba ibu sebutkan cara meraat  bpk; Bagus sekali. Coba ibu buat adal untuk bergantian memperhatikan bpk. Baiklah, besok 

saya datang lagi. %ita akan membicarakan hal/hal yang telah ibu lakukan serta mencoba  berbincang/bincang langsung dengan bpk. Sampai umpa.<

Sp " )e'uarga, /e'ati cara +era(at pasien %an +en#usun rencana tin%a)an

(8)

7Selamat pagi, ibu. 0apatkah kita berbincang/bincang; Baik, bagaimana keadaan bpk; Sudah ibu coba cara yang kita diskusikan kemaren; Bagaimana hasilnya; 1bu, bagaimana kalau kita  berbincang/bincang tentang kegiatan yang masih dapat bpk lakukan tanpa terganggu dengan  bagian tubuh yang sakit; Berapa lama kita bicara; Baik kita bicara selama 2" menit. 0i ruang

tamu saa ya;<

KER2A

7+ari ibu kita temui bpk. Bpk sedang apa; Bagaimana kalau kita berbincang/bincang; pa saa kegiatan yang sudah dilakukan; Bagus sekali. 9ah, bpk hebat dong. Bagaimana perasaan bpk  setelah melakukan kegiatan tadi; Sudah dulu ya. Saya berbincang/bincang dulu dengan ibu. Bagaimana ibu sudah lihat cara yang kita lakukan tadi; pa saa yang sudah dapat dilakukan ibu; Bagus. Baiklah ibu, dari beberapa cara yang telah dilakukan, ibu dapat memilih kegiatan tersebut dan dapat memasukkannya kedalam adal yang telah bpk punya. 7

TER/INASI

7Bagaimana perasaan ibu; apalagi yang perlu dilakukan untuk bpk; %apan ibu mau melakukannya; Bagus. Baiklah besok saya kembali. :anti kita bicarakan harapan bpk yang kemungkinan masih dapat diuudkan. Sampai umpa.<

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengatasi gangguan citra tubuh pada pasien stroke, dapat dilakukan dengan cara : mendiskusikan persepsi pasien tentang citra tubuhnya yang dulu dan saat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara penyimpanan garam yang digunakan ibu pada umumnya adalah disimpan dalam keadaan baik (tertutup) sebanyak 97.1% dan kurang

”Coba bapak dan ibu sebutkan lagi cara tersebut”Baik, mari sama-sama kita temani A, sampai keinginan bunuh dirinya hilang... Isyarat Bunuh Diri dengan diagnosa harga diri rendah

19 Pada kasus ini usia kehamilan sudah cukup bulan, keadaan ibu baik dengan hipertensi dalam kehamilan serta pasien sudah inpartu sehingga dipilih cara terminasi

Berdasarkan data awal yang didapatkan dari 7 siswa SMAN 4 Maros, 3 siswa memiliki citra tubuh positif yang dimana siswa tersebut memiliki rasa puas dengan keadaan bentuk tubuh yang

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,