leptospirosis

29 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

P

Penyakit zoonosis enyakit zoonosis yg diseyg disebabkanbabkan LeptospiraLeptospira

interrogans interrogans

Definisi

Definisi

Manifestasi klinis: Manifestasi klinis:

-- ringan (fringan (flu liklu like syndrom, myale syndrom, myalgia, sakit kgia, sakit kepala)epala)

-- berat (iberat (ikterukterus, gangguan fus, gangguan fungsi ginjngsi ginjal, haemoal, haemorhagirhagicc diathese

(2)

P

Penyakit zoonosis enyakit zoonosis yg diseyg disebabkanbabkan LeptospiraLeptospira

interrogans interrogans

Definisi

Definisi

Manifestasi klinis: Manifestasi klinis:

-- ringan (fringan (flu liklu like syndrom, myale syndrom, myalgia, sakit kgia, sakit kepala)epala)

-- berat (iberat (ikterukterus, gangguan fus, gangguan fungsi ginjngsi ginjal, haemoal, haemorhagirhagicc diathese

(3)

Leptospira

Leptospira  ordoordo Spirochaeta Spirochaeta ,, family Trepanometaceae.

family Trepanometaceae.

Genus Leptospira tdd 2 spesies: Genus Leptospira tdd 2 spesies:

L. interrogans (patogen)

L. interrogans (patogen)

.

.

Bentuk spiral, tipis,bergerak aktif, di Bentuk spiral, tipis,bergerak aktif, di ujung memp kait,memp 2

ujung memp kait,memp 2 periplasmik flagella.

periplasmik flagella.

Pjg 6-20 nm,diameter 0,1 nm. Pjg 6-20 nm,diameter 0,1 nm.

Aerobik 

Aerobik dan dapat dilihat dgdan dapat dilihat dg

pem.dark field secara mikroskopis. pem.dark field secara mikroskopis. T

Terdapat 250 erdapat 250 serovars serovars dan 26dan 26 serogrup.

(4)
(5)

Tersebar diseluruh dunia, angka kejadian tertinggi di daerah tropis: Asia Tenggara, Amerika Latin.

Laki laki > perempuan, insiden menurun di musim gugur dan semi Barat musim hu an tro is .

Air  sumber inf.tertinggi, krn Leptospira  urin  di air tahan berbulan.

Leptospirosis mengenai paling tidak 160 spesies mammalia terutama tikus.

Di Cina 500 rb kasus dilaporkan pd 1999,Case Fatality rate 0,9-7,9 %,Brazil 28 rb kasus di thn yg sama.USA 40-120 kasus/thn.

(6)

Penularan dari binatang kepada manusia melalui air/tanah yg terkontaminasi. Lebih jarang lewat kontak langsung dg

urin,darah,jar.binatang yg terinfeksi.

Orang yg bekerja ditempat dimana banyak terdapat tikus/ternak terinfeksi cenderung ter ena n e s .

Contoh : petani, pekerja pekerbunan, pekerja tambang/selokan, pekerja rumah potong

hewan, militer

Di UK & USA gambaran epidemiologi berubah,dr pemaparan di tpt kerja ke

pemaparan di tpt rekreasi dan kontak binatang di rumah.

Kuman masuk ke tubuh lewat lesi kulit maupun permukaan mukosa mata

(7)
(8)

Salah satu re-emerging disease

Kasus pertama di Indonesia yang dilaporkan 1964 Kasus KLB 1986 di Riau

,

kematian 21%pada kasus yang di rawat di RS Leptospirosis di Indonesia: Jabar,Jateng,DIY,

Lampung, Sumsel, Bengkulu, Riau, Sumbar, Sumut, Bali, NTB, Sulsel, Sulut, Kaltim, Kalbar

(9)

Kuman  kulit yg luka/mukosa konjunctiva atau mulut darah (leptospiremia) , kuman bermultiplikasi di darah dan  jaringan.

Kuman merusak dinding pbl darah kecil  vaskulitis dg .

patogen leptospira terpenting adalah adhesi thd permukaan sel dan cellular toxicity.

Vaskulitis bertanggung jawab thd manifestasi penyakit.

Leptospira terutama menginfeksi ginjal dan hati, tetapi organ lain  juga dapat terlibat.

(10)
(11)

Ginjal

Leptospira migrasi ke interstitium,renal tubules,tubuler lumen  interstitial nefritis dan tubular nekrosis. Hipovolemia akibat dehidrasi perubahan permeabilitas kapiler berperan dalam timbulnya gagal ginjal  penyebab 

Paru

Dijumpai hemoragik pneumonitis dg perdarahan intraalveolar masif tanpa inflamasi

Otot skeletal

Edem, vakuolisasi miofibril dan fokal nekrosis akibat invasi leptospira.

Jantung

(12)

Meningen

Leptospiremia kuman masuk ke CSF

Gejala meningitis bersamaan dgn timbulnya ab dan hilangnya kuman dr darah dan CSF, diduga karena proses imunologi. Perubahan patologis minimal/normal,prognosa baik.

Uveitis muncul setelah bbrp minggu/ bulan setelah onset penyakit.

Hati

Sentrilobular nekrosis dapat dijumpai dengan proliferasi sel Kupffer

Darah

Koagulopati dan trombositopenia. Kerusakan endotelial akibat toxin.

(13)

Masa inkubasi : 1-2 mgg.

Banyak penderita yg asimptomatik.

Simptomatik

ringan — berat.

> 90% ter

g tanpa men ng t s.

5-10 % kasus berkembang menjadi berat

dengan ikterus hebat

Weill’s 

(14)

Gejala muncul tiba tiba :

ILIdemam tinggi, sakit kepala,mual muntah,mialgia.

Nyeri otot : betis, paha, lumbosakral, abdomen

Sakit kepala: frontal dan retroorbital,kadang fotopobia sa umpa gangguan esa aran.

Batuk,nyeri dada kadang batuk darah

Pemerisaan Fisik:

Demam dg conjuntival injection.

Nyeri otot,limfadenopati,pharyngeal injection. Hepatomegali,splenomegali.

Rash : makula,papula,eritematous,urtikaria,hemorhage. Ikterus ringan.

(15)

Copyright ©2009 American Academy of Pediatrics

Red Book Online Visual Library, 2009.

(16)

Phase Imun

 Beberapa hari - minggu

 Demam dan mialgia lebih ringan

 ,

pleositosis. Gejala hilang dlm bbrp hr - bbrp mgg.

 Aseptik meningitis lebih sering terjadi pd anak

 Komplikasi lambat : mata  iritis, iridosiklitis, uveitis,

chorioretinitis dpt hilang pd mgg ke3 kadang bertahan bbrp bln

(17)

Karakteristik:

Ikterus. Gangguan fgs ginjal. Manifestasi perdarahan. . Ikterus  timbul hr ke 5-6. Direk > indirek Alkalin fosfatase ↑ Aminotransferase jarang > 4xN. Protrombin time ↑ Hepatomegali

Pd pasien yg sembuh tdk dijumpai gangguan fungsi hati.

(18)

Kelainan ginjal

Terjadi pd mgg ke2 (bisa hr ke 3-4) Anuria /oligouria.

dalam timbulnya akut tubular nekrosis dg anuri dan oligouria.

Anuria menunjukkan prognosa jelek.

Anoreksia,mual,pusing,kebingungan pd awalnya dpt dijumpai,berkembang menjadi kejang,stupor dan koma pada kasus yg berat.

(19)

Paru

Organ paru sering terlibat, gejala berupa batuk, sesak nafas,nyeri dada dan kadang batuk darah

. Manifestasi perdarahan 

Perdarahan konjungtiva + ikterus + konjungtiva injektion  (patognomonis).

Purpura, ptechiae, epistaxis, perdarahan gusi 

manifestasi paling sering.

(20)

Leptospirosis berat

Dijumpai rabdomiolisis, hemolisis, miokarditis,

gagal jantung, shok kardiogenik, ARDS,

pankreatitis dan multi organ failure.

Pada

anak

sering

hipertensi,

kolesistitis,

pankreatitis dan kelainan kulit (deskuama,atau

gangren)

(21)
(22)

WHO Guidelines (Faine Criteria)

 Presumtif diagnosa Leptospirosis adalah apabila

skor menca ai 26 atau lebih

 Skor part A, B dan C (TOTAL) : 26 atau lebih  Skor Part A atau Part A + Part B : 26 atau lebih  Saran diagnosa untuk skor antara 20 dan 25

(23)

Darah rutin

Leukositosis 15000-30000/mm3. LED ↑

Trombositopenia ringan

Fungsi hati

Bilirubin &alkaline fosfatase ↑ Transaminase sedikit me ↑

Protombin time ↑

CPK meningkat pada lebih dari 50 % kasus.

CSF

PMN leukositosis ↑

Protein

(24)

Klinis + Laboratorium Klinis + Laboratorium Klinis + Laboratorium Klinis + Laboratorium

Pemeriksaan Serologis 

Mikroskopik Aglutinasi Test(MAT) Titer + 1/200-1/800 atau

peningkatan 4x. ELISA

Isolasi kuman dari darah/urine baik dg dark field mikroskopik

maupun kultur (tumbuh setelah 2-4 minggu).

PCR  bahan dari darah, CSF, urine.

(25)

Influensa.

Apendisitis.

Gastro enteritis.

epat t s

DHF.

Malaria.

Demam Tifoid.

Scrub tifus.

(26)
(27)

Suportif terapi

Pemberian cairan Menjaga keseimbangan elektrolit. Gagal ginjal  dialisis.

Perdarahan paru ventilator.

Leptospirosis ringan :

Doksisiklin 100 mg 2x sehari. Ampisilin 500-750 mg 4x sehari. Amoksisilin 500 mg 4x sehari.

Lama pemberian obat selama 7 hari.

Profilaksis : 

Doksisiklin 200 mg/minggu untuk orang yang terpapar dalam jangka pendek.

Leptospirosis sedang/berat :

Penisilin G 1,5 jt unit IV/6 jam Ampisilin 1 g/ 6 jam (IV)

Ceftriakson 1 g/hr (IV) Cefotaksim 1 g/6jam (IV)

(28)

KASUS TERSANGKA :Demam akut < 9 hari, nyeri kepala mendadak, myalgia, conjunctiva suffosion

IKTERUS

Ya Tidak

Leukositosis, trombositopenia ringan, albuminuria, Hematuria, UR, CR, OT/PT, serologi elisa positif

Kasus leptospirosis Kasus probable leptospirosis Leptospirosis berat

Puskesmas RS

Leptospirosis ringan

Spesimen darah ,Puskesmas

Leukositosis, trombositopenia ringan, albuminuria, hematuria, serologi positif

(29)

DD : DD :

KASUS TERSANGKA :Demam akut < 9 hari, nyeri kepala mendadak, myalgia, conjunctiva suffosion

IKTERUS

Ya Tidak

ep osp ros s era , epa s, ma ar a era faktor resiko : pekerjaan,akivitas,bepergian daerah endemis

ep osp ros s r ngan, engue, c ungunya, an aan faktor resiko : pekerjaan,akivitas,bepergian

daerah endemis

Penyelidikan epidemiologi : pencarian kasus lainnya,pengobatan

selektif, pengambilan serum darah tersangka,penyuluhan

KLB Non-KLB

Diobati di Puskesmas

RS

Kasus leptospirosis MAT, isolasi leptospira

Leukositosis,trombositopenia ringan,albuminuria, Hematuria, UR, CR, OT/PT, serologi elisa positif

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :