ALSINTAN (UPJA)
DINAS PERTANIAN TANAMAN
UPJA merupakan Unit Pelayanan Jasa Alsintan yang berfungsi
sebagai pemecahan masalah petani akan kelangkaan alat dan mesin
pertanian di tingkat petani. Mahalnya alat dan mesin pertanian
mengakibatkan tidak semua petani mampu memiliki alat dan mesin
pertanian untuk usaha taninya. Keberadaan UPJA belakangan ini sudah
cukup dikenal oleh masyarakat terbukti dengan telah banyaknya Unit-unit
Pelayanan Jasa Alsintan yang tumbuh tidak hanya karena fasilitasi
pemerintah tapi juga dari swadaya petani sendiri.
Perkembangan UPJA masih menemui hambatan dan halangan
terutama banyaknya masalah yang ditemui oleh pengelola UPJA seperti
alat yang masih kurang sehingga tidak mampu melayani kebutuhan petani
akan alsintan dan masih rendahnya SDM pengelola UPJA sehingga masih
kesulitan jika alsintan yang dimiliki membutuhkan perbaikan. Kondisi ini
diharapkan menjadi perhatian bagi pihak-pihak yang berkepentingan
seperti pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan perkembangan
UPJA di daerahnya.
Buku Profil UPJA ini disusun untuk menggambarkan UPJA yang
berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat sangat
menentukan keberhasilan dan keberlanjutan dari UPJA yang telah ada.
Penghargaan dan ucapan terimakasih disampaikan kepada
berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku profil
UPJA ini. Saran dan kritik sangat dihargai demi kesempurnaan profil ini.
Akhir kata, kami berharap agar Buku Profil Unit Pelayanan Jasa
Alsintan (UPJA) di Sumatera Barat Tahun 2013 ini dapat menjadi salah
satu bahan pertimbangan dalam melaksanakan program/kegiatan
pembangunan pertanian di Sumatera Barat.
Padang, Desember 2013 Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan
Provinsi Sumatera Barat
Ir. DJONI
Pembina Utama Madya NIP. 19550815 198203 1 012
tus Lingkungan Hi Daera h (
SLHbupaten Solok ini bertujua
an Hidup Daerah (SLH
D) adalah (1) Tergambarkannya secara jelas kondisi lingkktor lingkungan terhadap kebijakan pemer
Hal
KATA PENGANTAR ………...……….. i
DAFTAR ISI ……… iii
I. PENDAHULUAN ……… 1
I.1 Latar belakang ….………....……..………… 3
I.2 Tujuan ………..……….. 4
I.3 Sasaran .……….………..……… 4
I.4 Indikator Keberhasilan ..………..…….. 5
II. DUKUNGAN PEMERINTAH ………..………..…… 6
III. PERKEMBANGAN UPJA ……… 11
IV. PROFIL UPJA 15
1.1 Latar Belakang
Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional khususnya
dalam mencapai empat sukses pembangunan pertanian dan target surplus
10 juta ton beras tahun 2014 maka diperlukan dukungan inovasi
teknologi mekanisasi pertanian secara lebih tepat, selektif, komprehensif
dan progresif. Akan tetapi adopsi inovasi teknologi mekanisasi pertanian
oleh petani masih dirasa lamban dan bantuan asintan di tingkat petani
masih belum dimanfaatkan secara optimal. Disisi lain, pada saat ini telah
terjadi lompatan proses adopsi teknologi mekanisasi dari tradisional ke
arah teknologi maju akibat dari perubahan kebutuhan yang sangat
dinamis.
Oleh karena itu strategi pengembangan dan penerapan
mekanisasi pertanian diarahkan kepada : (1) percepatan penambahan dan
kepemilikan alat dan mesin pertanian (Alsintan) sesuai dengan kebutuhan
spesifik lokasi dengan didukung pengembangan SDM dibidang
mekanisasi yang memadai, (2) pemberian bantuan alsintan harus
berorientasi pada kemitraan dan partisipatif salah satunya melalui
pengembangan dan revitalisasi kelembagaan Usaha Pelayanan Jasa
Alsintan (UPJA) diikuti dengan pendampingan dan pelatihan untuk
petugas dinas, manajer UPJA, operator maupun mekanik Alsintan.
Usaha Pelayanan Jasa Alsintan yang untuk selanjutnya disebut
UPJA adalah salah satu unit usaha Keltan/Gapoktan yang bergerak
dibidang pelayanan jasa dalam rangka mengoptimalkan penggunaan alat
dan mesin pertanian. Dari pengertian di atas maka UPJA memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
a. Sebuah lembaga ekonomi pedesaan
Sebagai sebuah lembaga UPJA memiliki struktur organisasi.
Struktur organisasi UPJA yang lengkap terdiri dari Manajer, petugas
administrasi, teknisi dan operator.
b. Bergerak di bidang pelayanan jasa alsintan
Alsintan yang dikelola oleh UPJA meliputi alsintan pra panen, panen
dan pasca panen. Alsintan yang lebih banyak dikelola UPJA antara
lain pompa air, traktor, threser dan RMU.
c. Mencari keuntungan usaha
UPJA bertujuan untuk mencari keuntungan usaha. Keuntungan yang
diperoleh merupakan selisih dari harga sewa alsintan dengan biaya
operasional alsintan. Biaya operasional alsintan terdiri dari upah
operator, bahan bakar, oli dan perawatan alat. Keuntungan usaha
tersebut dapat digunakan untuk penambahan alsintan atau
d. Berada di dalam atau diluar kelompok tani/gapoktan
Keberadaan UPJA bisa di dalam kelompok tani/ gapoktan atau di
luar kelompok tani/gapoktan (berdiri sendiri).
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2008,
strategi pengembangan alsintan dalam rangka pemanfaatan inovasi dan
teknologi mekanisasi pertanian dengan menumbuh dan mengembangkan
sistem kelembagaan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), dengan
pertimbangan :
a. Kemampuan petani dalam mengolah lahan usahatani terbatas (0,5
ha/MT);
b. Pengelolaan Alsintan secara perorangan kurang efisien;
c. Tingkat pendidikan dan keterampilan petani yang rendah;
d. Kemampuan permodalan usahatani yang lemah;
e. Pengelolaan usahatani yang tidak efisien.
Dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian No.
25/Permentan/PL.130/5/2008 bahwa legal konsep UPJA adalah
lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa
dalam rangka optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian untuk
mendapatkan keuntungan usaha baik di dalam maupun di luar kelompok
tani/gapoktan. Dari pengertian tersebut, ada empat hal yang mendasari
dijabarkan sebagai berikut :
a. Alsintan mempunyai peranan penting dan strategis dalam mencapai
tujuan dari sistem pembangunan pertanian mulai pada proses
budidaya, panen, pasca panen sampai pengolahan hasil pertanian.
b. Keterkaitan yang signifikan antara target pencapaian pembangunan
pertanian dengan Pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan
Mesin Pertanian (UPJA).
c. Perlunya tata kelola yang baik (good governance) dan pengelolaan
(management) penumbuhan dan pengembangan UPJA.
d. Asas desentralisasi dan otonomi penumbuhan dan pengembangan
UPJA yang disesuaikan dengan karakteristik kondisi wilayah.
Lebih lanjut, hal ini akan mempengaruhi model pengembangan
UPJA.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penyusunan Profil Unit Pelayanan Jasa Alsintan
(UPJA) ini antara lain :
a. Menginventarisir dan menyediakan data beberapa Kelompok UPJA
yang ada di Sumatera Barat.
b. Sebagai bahan perkiraan daya dukung (potensi) alsintan untuk
mencapai target percepatan pengolahan tanah hingga pasca panen
1.3 Sasaran
Sasaran dari penyusunan Profil Unit Pelayanan Jasa Alsintan
(UPJA) ini meliputi :
a. Kelompok tani sebagai pelaku budidaya pertanian yang
memanfaatkan alat mesin pertanian untuk budidaya dan proses
pasca panen
b. Stake holder terkait seperti bengkel pengrajin alsintan
1.4 Indikator Keberhasilan
1. Meningkat dan berkembangnya penggunaan alsintan
2. Bertambahnya jumlah alsintan yang dimiliki kelompok UPJA
3. Bertambahnya luas wilayah kerja Keltan/UPJA atau lembaga
lain yang menggunakan alsintan
4. Meningkatnya Intensitas Pertanaman (IP) dan produktivitas
lahan
5. Berkembangnya jumlah tabungan Keltan/UPJA
6. lembaga lain yang menggunakan alsintan
Paradigma pembangunan pertanian mengindikasikan terjadinya
perubahan pola pembangunan berbasis pada komoditi menjadi agribisnis
yang difokuskan pada kemampuan dalam meningkatkan produksi.
Sebagai konsekuensinya, agribisnis harus dilihat sebagai suatu sistem
yang utuh dan terintegrasi, mulai dari proses produksi sampai pada
pemenuhan kebutuhan konsumen, baik dari sisi kuantitas maupun
kualitas. Dalam rangkaian proses tersebut, alat dan mesin pertanian
(alsintan) merupakan salah satu komponen input sistem agribisnis yang
memiliki peran signifikan dalam kaitannya dengan produktivitas,
efisiensi dan peningkatan mutu produk.
Di sisi lain, peran strategis alsintan dalam sistem agribisnis
belum dapat berjalan secara optimal di aras operasional di lapangan, baik
ditinjau dari aspek teknis maupun aspek sosial-ekonominya.
Permasalahan yang cukup mendasar tidak hanya pada kemampuan
penggunaan alsintan oleh petani, tetapi juga pada kemampuan dalam
pengadaan (rendahnya daya beli) serta kemampuan dalam mengelola dan
memeliharanya (management dan maintenance).
Sampai saat ini, salah satu solusi alternatif untuk meningkatkan
kemampuan petani dalam mengoptimalkan fungsi dan peran alsintan
pada sistem produksi pertanian telah dikembangkan adalah Usaha
Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA). Namun demikian,
untuk dapat tercapainya tujuan yang diharapkan dalam UPJA, hal yang
perlu mendapatkan perhatian bersama adalah sekali lagi, alsintan
merupakan aset dalam sistem agribisnis, oleh karena itu diperlukan
pendekatan sistem managemen aset yang tepat, mulai dari perencanaan
(pengadaan dan pemilihan), penggunaan sampai pada monitoring dan
evaluasi pemanfaatan aset tersebut.
Untuk mensukseskan pengembangan alat mesin pertanian di
Sumatera Barat, Pemerintah Pusat, Provinsi dan kabupaten/kota telah
memberikan dukungan yang sangat besar. Berbagai bentuk dukungan
telah diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, baik berupa bantuan
teknis maupun sarana prasarana bagi petani dan masyarakat. Fasilitasi
pemerintah antara lain berupa Bantuan Uang Muka Alsintan (BUMA)
yakni memberikan bantuan kepada kelompok tani untuk membayar uang
muka pembelian alsintan (traktor roda 2), Bantuan Kepemilikan Alsintan
(BAKAL) yang ditujukan untuk pembelian peralatan bengkel alsintan
untuk menunjang UPJA, bantuan alsintan langsung kepada
keltan/gapoktan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi
teknis baik yang diadakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan maupun
Dinas terkait di kabupaten/kota.
Pemerintah memberikan pembinaan secara rutin guna
meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengelola UPJA.
Peningkatan sumber daya manusia dalam pengelolaan UPJA tersebut
dilakukan melalui pelatihan dan Bimbingan Teknis bagi manajer /
pengelola UPJA, disamping pelatihan untuk operator maupun teknisi
UPJA. Dengan meningkatnya kemampuan pengelola UPJA tidak saja
secara teknis maupun administratif diharapkan akan mampu
mengembangkan UPJA yang dikelolanya dan pada akhirnya dapat
meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Dukungan pemerintah juga ditunjukkan melalui kegiatan
Penguatan Kelembagaan UPJA dengan pemberian biaya untuk
pembenahan administrasi UPJA sehingga kelompok UPJA menjadi unit
usaha yang mempunyai adminstrasi yang terkelola dengan baik dan
profesional.
Peranan pemerintah dalam memberikan layanan untuk perbaikan
alsintan yang terdapat di kelompok-kelompok UPJA maupun yang
dimiliki oleh kelompok tani melalui bengkel keliling sebagaimana yang
dikelola oleh UPTD BMP-TPH Bukittinggi sangat membantu
pengembangan alsintan di Sumatera Barat. Kendala dalam mengatasi
kebanyakan kelompok UPJA maupun kelompok tani belum mempunyai
bengkel dan teknisi yang handal. Prosedur permintaan pelayanan oleh
bengkel keliling yang sederhana dan tersedianya jadwal kunjungan
bengkel keliling sangat memudahkan bagi kelompok UPJA maupun
kelompok tani menerima layanan perbaikan alsintan. Apalagi bengkel
keliling dalam memberikan layanan tidak menarik biaya kecuali jika
terdapat penggantian alat/spare part yang rusak.
Terbatasnya UPJA yang terdapat di Sumatera Barat, mendorong
Pemerintah Pusat memberi bantuan Brigade Tanam agar pengolahan
tanah dapat dilakukan lebih cepat dan penanaman dapat dilakukan serempak. Pelaksanaan gerakan tanam serempak telah membuktikan
dapat mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
sehingga pertanaman padi dapat dipanen dengan baik dan berproduksi sesuai yang diharapkan.
Keberhasilan gerakan tanam serempak dan percepatan tanam
memerlukan berbagai dukungan, diantaranya tersedianya traktor roda 2 dalam jumlah yang cukup dan kondisi siap pakai dalam mempersiapkan
lahan sampai kondisi siap tanam. Penggunaan traktor roda 2 sangat
efisien dalam percepatan tanam dan penerapan tanam serempak. Namun saat ini, ketersediaan alat tersebut di daerah masih terbatas mengingat
harganya yang cukup mahal sementara kondisi permodalan
petani/kelompok tani juga terbatas dan akses ke lembaga keuangan masih
Dalam rangka mendorong percepatan pengolahan tanah dan gerakan tanam serentak tersebut, Kementerian Pertanian telah
memberikan bantuan traktor roda 2 sebanyak 50 unit ke Pemerintahan Propinsi Sumatera Barat yang dialokasikan pada Dinas Pertanian
Untuk percepatan perkembangan UPJA tersebut pemerintah
Propinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan secara
rutin dan intensif melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi
terhadap kelompok UPJA. Bimbingan dilakukan agar UPJA berkembang
menjadi UPJA mandiri dan mampu menjadi salah satu unit usaha dari
keltan/gapoktan yang maju serta “bankable”. Untuk itu peningkatan kapasitas SDM pengelola melalui pelatihan, bimbingan teknis juga telah
dilaksanakan.
Di Sumatera Barat, terdapat 239 UPJA yang tersebar di seluruh
kabupaten/kota. UPJA yang telah terdata umumnya masih pada kelas
Pemula, hal ini disebabkan karena UPJA dibentuk semata-mata hanya
untuk memenuhi persyaratan administrasi saat akan menerima bantuan
Alsintan baik dari BUMA, BAKAL, APBD Provinsi dan Daerah maupun
Alsintan bantuan dari instansi lainnya serta bantuan luar negeri. Dari
jumlah tersebut hanya 26 UPJA kelas Berkembang dan 8 UPJA kelas
Profesional serta 1 UPJA Center yang terletak di Kabupaten Tanah Datar.
Persyaratan dan penetapan kelas UPJA (Pemula, Berkembang
dan Profesional) oleh Pemerintah Kabupaten/Kota pada umumnya belum
sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 25 Tahun 2008.
Kelompok yang didaftar sebagai kelompok UPJA sebagian besar belum
mempunyai ketetapan sesuai dengan peraturan dimana penetapan kelas
UPJA dilakukan melalui Surat Keputusan Bupati/Walikota. Hanya
sebagian kecil kelompok UPJA yang telah ditetapkan dengan SK
Bupati/Walikota.
Sampai akhir tahun 2012, tercatat 239 UPJA yang telah
terbentuk. Kebanyakan UPJA belum dibentuk berdasarkan keinginan
atau kebutuhan, namun kebanyakan didorong oleh keinginan untuk
mengelola bantuan alsintan dari Pemeritah dengan baik. Pengelolaan
alsintan bantuan pemerintah masih banyak yang belum terkelola dengan
baik kadangkala menimbulkan polemik di tingkat kelompok tani, karena
terdapat asumsi bahwa bantuan tersebut dapat digunakan oleh semua
anggota yang membutuhkan tanpa aturan yang jelas sehingga seringkali
setelah alat digunakan, petani pengguna tidak membayarkan jasa dan
operator kurang merawat alsintan (kurang rasa tanggung jawab) karena
merasa alsintan milik bersama dan tanggung jawab bersama termasuk
merawatnya.
Untuk mengembangkan UPJA, telah melakukan pembinaan
sehingga kelompok UPJA dapat mengalami kemajuan, masih ada yang
kurang berkembang karena berbagai penyebab dan kendala. Salah satu
kelompok tani, sehingga peralatan yang dimiliki UPJA tidak terkelola
dengan baik.
Setelah diverifikasi ulang, beberapa UPJA sudah kurang
berfungsi sebagaimana mestinya. Peralihan UPJA menjadi KSO karena
kebijakan pemerintah kabupaten/kota, atau pun alsintan yang akhirnya
dikuasai secara perorangan serta tidak adanya transparansi dalam hal
administrasi oleh sesama pengurus UPJA mengakibatkan UPJA dalam
keadaan kurang aktif.
Kendala lain dalam pengembangan UPJA adalah belum
terlatihnya pengelola UPJA baik mengenai teknis maupun administrasi.
Manajer UPJA belum mengikuti pelatihan manajemen dan
pengadministrasian, dan operator serta teknisi belum mengikuti pelatihan
terkait. Hal ini menyebabkan pengelolaan UPJA kurang terkelola dengan
baik. Apabila kelompok tani mempunyai beberapa unit usaha, maka
pengurus kelompok mengalami kesulitan menentukan biaya operasional
dan keuntungan setiap bidang usaha.
Hal tersebut diatas menggambarkan kurangnya pemahaman
petani dan petugas menyangkut peran penting UPJA. Apabila alsintan
dikelola secara perorangan menjadi tidak efisien. UPJA merupakan solusi
dalam mengatasi kelangkaan tenaga kerja terutama di perdesaan, serta
UPJA mempunyai peran strategis dalam menggerakkan perekonomian
pengelolaan lahan, kekurangan tenaga kerja di bidang pertanian dan
peningkatan kesejahteraan petani akan dapat diatasi.
Meski ada yang mengalami kemunduran, beberapa kelompok
UPJA malah mengalami kemajuan yang sangat pesat sehingga telah
mampu secara mandiri mengelola UPJA dan bahkan menjadi lokasi study
banding bagi kelompok lain. Kemajuan tersebut ditunjukkan dengan
peningkatan nilai asset kelompok baik jumlah maupun jenis alat
pengembangan usaha ke bidang lain. Perkembangan tersebut tidak lepas
dari peran berbagai pihak terutama kemauan dan semangat
petani/kelompok tani untuk maju, dukungan pemerintah serta stakeholder
terkait lainnya untuk pengembangan usaha.omendasi terhkualitas
Ome
ndasi terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Taruna Tani
Kelas UPJA : Profesional
Alamat : Desa Kumango Kec. Sei. Tarab
Kabupaten Tanah Datar
Badan Hukum : Akta Notaris
Tahun Pembentukan UPJA : 2009
Sejarah ringkas : UPJA Sinar Mandiri diawali dengan
IV. PROFIL UPJA
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
SINAR MANDIRI
kegiatan kelompok tani Taruna Tani yang membeli hand traktor sebanyak 2 unit. Selanjutnya pada tahun 2006, kelompok mendapat Usaha Modal Kelompok dari Dinas Pertanian Kab. Tanah Datar sebesar Rp. 30.000.000,- yang digunakan untuk membeli alsintan berupa :
a. Mesin potong rumput 1 unit b. Hand traktor 1 unit
c. Blower 2 unit d. Lumbo 3 unit
Pada tahun 2009, dibentuk UPJA Sinar Mandiri dan memenangkan lomba UPJA tingkat nasional dengan meraih hadiah UPJA Center berupa dana sebesar Rp. 210.000.000,-. Hadiah ini digunakan untuk membeli : a. Hand traktor 1 unit
b. Transplanter 1 unit
c. Threser 2 unit (pedal dan multiguna)
d. APPO
Gudang : Ada
Bengkel : Ada
Jumlah Anggota : 12 orang
Luas areal garapan : 200 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 200 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
7. Threser multiguna 2010/Hadiah 1
Pendapatan dari sewa alsintan per
tahun
: Rp. 90.000.000,- (hand traktor)
Sistem sewa alat antara operator
dengan kelompok adalah bagi
hasil dengan perbandingan 60 : 40
Biaya operasional alsintan per
tahun
: Rp. 72.000.000,- (hand traktor)
Pelatihan yang pernah diikuti : Manajemen UPJA
Permasalahan / kendala : - Kurangnya kesadaran
operator dalam perawatan
alat
- Terdapat alsintan (seperti
transplanter dan power
Threser) kurang efektif
besar sehingga susah untuk
mobilisasi di lapangan
Kontak Person : Ronny Nasputra
HP. 085274478181
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
KELOK BANDA
endasi terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Ganto Suri
Kelas UPJA : Berkembang (SK Kepala Dipernakbunhut Kota Padang No 08/KTKB/VI/2012 tanggal 12 Januari 2012)
Alamat : Kelurahan Piai Tangah Kecamatan Pauh Kota Padang
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 17 Januari 2009
Sejarah ringkas : UPJA didirikan oleh kelompok tani Kelok Banda yang diawali dengan menyediakan alsintan secara swadaya.
Pengurus UPJA :
Manajer : Fathuriza, SE
Sekretaris : Risnawati
Bendahara : Delinar
3. Yogi
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 150 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jmlh
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Handtraktor/Yanmar 2007/Swadaya 1 Baik
Handtraktor/Yanmar 2008/Swadaya 1 baik
Handtraktor/Yanmar 2009/Swadaya 1 Baik
2 Hand sprayer 2009-2010 / bantuan APBN
10 baik
3 Tong perontok 2007/Swadaya 5 Baik
4 Solder 2009/Swadaya 5 Baik
5 Paddy mower 2013/bantuan 1 Baik
6 Mesin kompos 2011 dan 2012 2 baik
Biaya operasional alsintan : Rp. 3.000.000,-/tahun
Sistem sewa alat antara operator
dengan kelompok adalah bagi
hasil dengan perbandingan 60 :
40 untuk hand traktor, sedangkan
untuk Threser, kelompok
menerima upah dalam bentuk
gabah.
Pelatihan yang pernah diikuti : a. Manajemen UPJA
b. Mekanik UPJA
Permasalahan / kendala : a. Operator cadangan tidak ada
sehingga jika operator yang
telah ditunjuk tidak berada di
tempat, alat tidak beroperasi
meski ada permintaan.
b. Paddy mower kurang efektif
untuk pemanenan sehingga
lebih sering berfungsi sebagai
pemotong rumput
Kontak Person : Candra (081363779790)
A
s lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Sumedang Jaya
Kelas UPJA : Berkembang
Alamat : Kampung Sumedang Nagari Nyiur Melambai Kecamatan ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 25 April 2010
Sejarah ringkas : UPJA didirikan oleh kelompok tani Sumedang Jaya secara swadaya bertitik tolak dari kebutuhan anggota kelompok serta petani sekitar.
Pengurus UPJA :
Manajer : Fahdilus
Sekretaris : Armen
Operator : 1. Basril, Eriwandianto, Sukardi, Syaipul, Salman, Awal, Yusmardi, Nasrul B (Hand traktor)
2. Yusmardi, Jusuprianto, Syapril, Usmawardi (Power Threser) 3. Awal, Linun, Sukardi, Icun
(Lumbo)
4. Armen, Julsuprianto (pompa air) 5. Martius (mesin las)
Teknisi : Martius
Gudang : Ada
Bengkel : Ada
Jumlah Anggota : 35 orang
Luas areal garapan : 61 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 61 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jmlh
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Hand traktor 2005/swadaya 1 baik
2007/swadaya & BUMA
Pendapatan dari sewa alsintan
sampai dengan akhir
Threser, kelompok menerima upah
dalam bentuk gabah.
Pelatihan yang pernah diikuti : Manajemen UPJA
Permasalahan / kendala : a. Sistem pengairan yang rusak
akibat banjir menyebabkan lahan
tidak ditanami sehingga wilayah
kerja UPJA berkurang
b. Administrasi kegiatan UPJA
belum tertata dengan baik
sehingga sangat dibutuhkan
pembinaan berkelanjutan.
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
PADANG BARIANG
Kelompok Tani : Padang Bariang
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Jorong Jambu Lipo Nagari Lubuk Tarok Kecamatan Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung
Badan Hukum : Koperasi Tani Padang Bariang No : 60/BH/KDK-38/IX-2000 Tahun Pembentukan UPJA : 2009
Sejarah ringkas : Sebelum mendirikan UPJA, kelompok tani Padang Bariang menyewa alsintan untuk pengolahan sawah anggota. Pada tahun 2009, Kelompok ini mendapatkan bantuan BUMA (Bantuan Uang Muka Alsintan) sebesar Rp. 12.000.000,- untuk pembelian 1 unit hand traktor. Kekurangan dana dari pembelian alsintan sebesar Rp. 6.600.000,- dipinjam dari Koptan.
Pengurus UPJA :
Manajer : Sardi
Bendahara : Tarmizi
Operator : 1. Udin 2. Siro
3. Syafri Elnadi 4. Yanto Teknisi : 1. Amir
2. Neka Gudang : Ada
Bengkel : Tidak ada
Jumlah Anggota : 60 orang
Luas areal garapan : 58 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 58 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Pendapatan dari sewa
alsintan hingga bulan April
2013
: Rp. 44.413.750,-
Sistem sewa alat antara operator
dengan kelompok adalah bagi hasil
dengan perbandingan 50 : 50 untuk
hand traktor, sedangkan untuk
Threser, kelompok menerima upah
dalam bentuk gabah.
Pelatihan yang pernah
diikuti
Permasalahan / kendala : a. Belum semua operator mengikuti
pelatihan
b. Kemampuan manager masih
rendah dalam pengelolaan
organisasi
c. Kemitraan belum berkembang
endasi thkualitas ling
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
KAMPUNG SURAU
secara jelas ko
Gabungan kelompok tani : Kampung Surau
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Jorong Kampung Surau Nagari Gunung Selasih Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 21 Mei 2009
Sejarah ringkas : UPJA didirikan atas keinginan dari Gapoktan kampung Surau untuk menunjang kegiatan usaha tani khususnya tanaman padi
Pengurus UPJA :
Ketua : Yasri
Sekretaris : Syefri Yuneldi
Bendahara : Riri
Jumlah Anggota : 150 orang
Luas areal garapan : 260 ha
Gudang : ada
Bengkel : Tidak ada
Peruntukan areal garapan
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Threser Bantuan 3 Baik
2. Hand traktor BUMA, bantuan 5 baik
3. Lumbo bantuan 2 Baik
4. Pompa air Bantuan 1 baik
5. RMU mini bantuan 1 baik
Pendapatan dari sewa
alsintan/tahun
: -
Permasalahan / kendala : -
ndasi terhkualitas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Ipuh Nan Sati
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Sijangek Nagari Simpuruik Kec. Sei. Tarab
Kabupaten Tanah Datar Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2011
Sejarah ringkas : UPJA diawali dengan dimanfaatkannya 2 unit hand traktor
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
IPUH NAN SATI
yang dimiliki sejak tahun 2007 oleh kelompok untuk membantu petani yang terdapat di sekitar kelompok Ipuh Nan Sati yang kesulitan dalam pengolahan tanah karena permasalahan terbatasnya tenaga kerja.
Pengurus UPJA :
Manajer : Azwardi Ras
Sekretaris : Lismawati
Operator : Azwardi Ras
Teknisi : Azwardi Ras
Jumlah Anggota : 10 orang
Luas areal garapan : 400 ha meliputi 3 nagari di Kecamatan Sei. Tarab, termasuk areal kelompok seluas 43 ha.
Peruntukan areal garapan 400 ha
a. Tanaman Pangan : 400 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan : -
Alsintan yang disewakan :
(unit) Kerja
1. Hand traktor 2007/swadaya 3 Baik 8 jam/hr
2011/Bantuan 1 Baik
2. Threser 2012/bantuan 10 Baik
3. Paddy mower 2012/bantuan 2 Baik
Pendapatan dari sewa
alsintan/tahun
: Rp.168.000.000,- (hand traktor)
Sewa hand traktor : Rp. 1.400.000,-/ha
Biaya operasional alsintan
per tahun
: Rp. 74.400.000,- (hand traktor)
Pelatihan yang pernah diikuti : Manajemen UPJA
Permasalahan / kendala : a. Belum terlayani permintaan dari
petani/keltan karena jumlah alat
yang masih terbatas terutama
hand traktor
b. Threser dan paddy mower kurang
diminati karena kurang praktis
dan menyebabkan kehilangan
c. Terdapat alsintan (seperti
transplanter dan power Threser)
kurang efektif karena terlalu berat
dan besar sehingga susah untuk
mobilisasi di lapangan
omendasi terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Sinar Pagi
Kelas UPJA : Berkembang
Alamat : Jorong Taratak Latang Nagari Latang Kecamatan Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung
Badan Hukum : Akta Notaris (2011)
Tahun Pembentukan UPJA : 26 Agustus 2006
Sejarah ringkas : UPJA Sinar Pagi merupakan satu dari 9 unit usaha yang dimiliki oleh Keltan Sinar Pagi. Hal ini disebabkan karena kebutuhan petani yang terdapat di jorong tersebut yang sangat
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
SINAR PAGI
membutuhkan dukungan alsintan dalam kegiatan usaha tani. Diawali dengan membeli hand traktor secara swadaya dan disewakan kepada petani sekitar.
Pengurus UPJA :
Manajer : Syafri
Sekretaris : Ritosman
Bendahara : Dasman
Operator : 1. Mus Efendi, Dusmardi, Umar, Jusriadi, Deriman, Apendi (operator traktor)
2. Amrin (operator pompa air)
3. Dusmardi, Mus Efendi (operator padi mower)
4. David Karmadi, Dasman, Apendi, Dekriman (operator Threser) 5. Anjas Asmara & Sepanus Siri
(operator RMU)
6. Ristosman (operator APPO) Teknisi : 1. Mus Efendi
a. Tanaman Pangan : 930 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan :
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber Jumla
h (unit)
Kondisi Kapasitas
Pendapatan dari sewa
alsintan/tahun
: Dari kegiatan UPJA, kelompok tani
Sinar Pagi telah mempunyai aset
senilai + Rp. 500.000.000,-
Pendapatan dari alsintan Rp.
12.000.000,/tahun
Biaya operasional alsintan
per tahun
: Rp. 6.000.000,-/tahun
Pelayanan yang dilakukan oleh UPJA
Sinar Pagi terhadap anggota adalah
melakukan pembayaran jasa alsintan
secara kredit dengan sistem bayar
setelah panen untuk penggunaan
hand traktor.
Upah untuk penggunaan Threser
dibayarkan berupa gabah sebanyak
10 % dari gabah yang diperoleh.
RMU yang dikelola UPJA Sinar Pagi
sistem antar jemput sehingga petani
yang membutuhkan layanan tidak
perlu mengeluarkan ongkos
transportasi.
Pelatihan yang pernah diikuti : a. Manajemen UPJA
b. Operator
Permasalahan / kendala : a. Belum tersedia teknisi alsintan
b. Sistem administrasi masih
belum tertata dengan baik
sehingga belum bisa dipisahkan
keuntungan yang diperoleh dari
setiap unit usaha yang dikelola
oleh kelompok tani
c. Banyaknya alsintan bantuan
yang diberikan kepada
kelompok-kelompok tani
menyebabkan berkurangnya
si terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Limo Suku
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Padang Air Dingin Kecamatan Sangir
Jujuan Kabupaten Solok Selatan
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2013
Sejarah ringkas : UPJA dibentuk karena sudah banyak bantuan alsintan yang diterima kelompok, dan agar bantuan tersebut
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
PUSAKO JAYA
dapat terkelola dengan baik. Ketua Kelompok Tani : Sulhairis
Pengurus UPJA :
Manajer : -
Sekretaris : Hamul Asri
Bendahara : Buyung L
Operator : Mawardi
Teknisi : Hawendri
Gudang : Ada, milik kelompok
Bengkel : Tidak ada
Jumlah Anggota : 16 orang
Luas areal garapan : 300,5 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 250 ha
b. Tanaman Hortikultura : 0,5 ha
c. Tanaman Perkebunan : 50 ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1 Threser Bansos/2012 2 Baik
2. Reaper Bansos/2012 2 Baik
3. Paddy mower Bansos/2012 2 Baik
4. Hand traktor Swadaya 1 Baik
5. Lumbo Swadaya 2 Baik
Pendapatan dari sewa alsintan : Rp. 8.000.000,-/tahun
Biaya operasional : Rp. 4.000.000,-/tahun
Pelatihan yang diikuti : -
Permasalahan : Kurangnya SDM pengurus dan
dasi terhktas lings
ara jelas ko
Kelompok Tani : Semoga Jaya
Kelas UPJA : Berkembang
Alamat : Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sei. Geringging Kabupaten Padang Pariaman
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2011
Sejarah ringkas : UPJA Semoga Jaya didirikan setelah kelompok tani Semoga Jaya memperoleh bantuan BUMA dari Departemen Pertanian pada tahun 2011.
Ketua Kelompok tani : Drs. Muslim SM-IQ
Pengurus UPJA :
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
SEMOGA JAYA
Jumlah Anggota : 39 orang
Luas areal garapan : 120,6 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 60,6 ha
b. Tanaman Hortikultura : 5 ha
c. Tanaman Perkebunan : 55 ha
d. Peternakan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Hand traktor WVI/2011 1 Baik
APBN/2013 1 Baik
2 Threser APBN/2013 1 Baik
3 Peralatan bengkel APBN/2013 1 Baik
4 Hand sprayer Swadaya/2011 1 Baik
5 Mesin ptg rumput Swadaya/2011 1 Baik
Pendapatan dari sewa
alsintan/tahun
: Rp. 91.330.000,-
Biaya operasional alsintan/tahun : Rp. 65.375.000,-
Jumlah keuntungan UPJA/tahun : Rp. 25.955.000,-
Pelatihan yang pernah diikuti : a. Manajemen UPJA
b. Operator
Permasalahan / kendala a. Belum lengkap sarana
perbengkelan yang dimilki
UPJA, dan yang dibutuhkan
dalam waktu dekat adalah mesin
bubut
b. Belum adanya asosiasi UPJA
sebagai wadah untuk menjalin
kemitraan antar UPJA
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
GUGUK HARAPAN
Kelompok Tani : Guguk Harapan
Kelas UPJA : -
Alamat : Batu Menjulur Timur Kab. Sijunjung
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2011
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Ervida
Sekretaris : Ervida
Operator : Heri Yusman
Teknisi : Heri Yusman
Jumlah Anggota : 102 orang
Luas areal garapan : 150 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 125 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan : -
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
Pendapatan dari sewa
alsintan/tahun
: Rp. 3.821.700,-
Biaya operasional
alsintan/tahun
: Rp. 3.821.700,-
Pelatihan yang pernah diikuti : Teknisi alsintan
Permasalahan / kendala a. Tidak terlayani anggota karena
turun kesawah serentak
b. Antara petakan sawah tinggi
sehingga hand traktor kurang
cocok, yang cocok hand traktor
mini
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
JANJANG BENDERA
Kelompok Tani : Janjang Bendera
Kelas UPJA : Berkembang
Alamat : Kurao Pagang Kec. Nanggalo Kota Padang
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2008
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Jumlisman
Sekretaris : Elvi
Bendahara : -
Operator : Mahyudin
Teknisi : Joni
Jumlah Anggota : 30 orang
Luas areal garapan : 30 ha
Peruntukan areal garapan
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan : 0,25 Ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Traktor Yanmar APBN/ 2010 1 Baik 8 jam
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 4.620.000,-
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 2.640.000,-
Pelatihan yang pernah diikuti : a. Pelatihan Operator
b. Pelatihan administrasi
kelembagaan UPJA
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Usaha lain yang dikelola UPJA : -
Permasalahan / kendala : Anggota kelompok tidak yakin dengan handtraktor milik kelompok
Kelompok Tani : Taluak Ikan Ameh
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Desa Cubadak Air Utara Kec. Pariaman Utara Kota Pariaman
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2010
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Burhanuddin
Sekretaris : Abdullah
Bendahara : Erman
Operator : Erman
Teknisi : -
Jumlah Anggota : 38 orang
Luas areal garapan : 107 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 42 ha
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
TALUAK IKAN AMEH
b. Tanaman Hortikultura : 5 ha
c. Tanaman Perkebunan : 45 ha
d. Peternakan : 15 Ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Hidrotiller APBN/ 2007 1 Baik 6 jam
2. Handtraktor APBN/ 2010 1 Baik 6 jam
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 8.500.000,-
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 3.500.000,-
Permasalahan / kendala : a. Tidak adanya gudang
alsintan untuk
menyimpan alat sehingga
keamanan tidak terjamin
b. Belum adanya bengkel
alsintan untuk menunjang
perawatan alat.
Kelompok Tani : Bujang Juaro
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Jl. Jamal Jamil Surau Gadang Kec. Nanggalo Kota Padang
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2009
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Muslim
Sekretaris : Suci Rahmanita
Operator : Wazir, Zubir
Teknisi : Iswandi
Jumlah Anggota : 25 orang
Luas areal garapan : 45 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 44,5 ha
b. Tanaman Hortikultura : 0,5 ha
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Traktor Yanmar
8.5 PK
Basda 2010 dan
APBN 2010
2 Baik 8 jam
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 750.000,-
Pelatihan yang pernah diikuti : a. Pelatihan Operator
b. Pelatihan administrasi
kelembagaan UPJA
Permasalahan / kendala : a. Biaya sewa alat kecil
sehingga sulit untuk
mengembangkan UPJA
dengan dana terbatas
b. Tidak adanya gudang
alsintan untuk
menyimpan alat sehingga
keamanan tidak terjamin
c. Belum adanya bengkel
alsintan untuk menunjang
perawatan alat.
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
JATI SAIYO
Kelompok Tani : Jati Saiyo
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Desa Jati Hilir Kec. Pariaman Tengah
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2012
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Syukri
Sekretaris : Zulhadi
Bendahara : Taufik
Operator : Hendrizal
Teknisi :
Jumlah Anggota : 30 orang
Luas areal garapan : 40 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 40 ha
b. Tanaman Hortikultura : 2 ha
c. Tanaman Perkebunan : 10 ha
Alsintan yang disewakan :
N
o
Jenis Alsintan Sumber/
tahun
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 5.000.000,-
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 1.000.000,-
Pelatihan yang pernah diikuti : a. Pelatihan Operator
b. Pelatihan administrasi
kelembagaan UPJA
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Usaha lain yang dikelola UPJA : -
Permasalahan / kendala : a. Biaya sewa alat kecil
sehingga sulit untuk
mengembangkan UPJA
dengan dana terbatas
b. Tidak adanya gudang
menyimpan alat sehingga
keamanan tidak terjamin
c. Belum adanya bengkel
alsintan untuk menunjang
perawatan alat.
Keterangan lainnya :
Kelompok Tani : Tampunik
Kelas UPJA : Pemula
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
TAMPUNIK
Alamat : Desa Cubadak Air Kec. Pariaman Utara
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2006
Sejarah ringkas : Alsintan yang dimiliki oleh kelompok sering digunakan untuk mengolah lahan anggota kelompok dan kelompok tani lain yang terdapat di sekitar. Hal ini mendorong kelompok untuk memfokuskan kegiatan untuk melayani permintaan pelayanan jasa alsintan.
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 35 ha
c. Tanaman Perkebunan : 3 ha
d. Peternakan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis
Alsintan
Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Traktor 2006 1 Baik 6 jam
2. Threser 2006 1 Baik 6 jam
3. Traktor 2012 1 Baik 6 jam
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 7.250.000,-
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 2.500.000,-
Pelatihan yang pernah diikuti :
Pelatihan yang dibutuhkan :
Usaha lain yang dikelola UPJA :
Permasalahan / kendala : a. Biaya sewa alat kecil
sehingga sulit untuk
dengan dana terbatas
b. Tidak adanya gudang
alsintan untuk
menyimpan alat sehingga
keamanan tidak terjamin
c. Belum adanya bengkel
alsintan untuk menunjang
perawatan alat.
Keterangan lainnya :
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
TIMBALUN SAIYO
Kelompok Tani : Timbalun Saiyo
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : RT. 3 RW VII Kelurahan Bungus Timur Kec. Bungus Teluk Kabung Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2011
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Zulfahmi (HP. 082389228899)
Sekretaris : Syafri Joni
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 30 ha
b. Tanaman Hortikultura : 3 ha
c. Tanaman Perkebunan : 2 ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Hand Traktor
Yanmar TF 105
ml
LSM Work
Vision / 2010
1 Baik 8 jam
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 15.000.000,- (sewa alat
Rp 350.000,- per hari)
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 12.500.000,-
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Usaha lain yang dikelola UPJA : -
Permasalahan / kendala : - Partisipasi anggota masih
kurang / semangat
kebersamaan dalam
kelompok masih kurang
Keterangan lainnya : -
Kelompok Tani : Janjang Bakiak
Kelas UPJA : Pemula
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
JANJANG BAKIAK
Alamat : Kurao Pagang Kec. Nanggalo Kota Padang
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2011
Sejarah ringkas : -
Pengurus UPJA :
Manajer : Amir
Administrator : Ermi
Bendahara : -
Operator : Gusman
Teknisi : -
Jumlah Anggota : 30 orang
Luas areal garapan : 23 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 23 ha
b. Tanaman Hortikultura : 0.25 ha
c. Tanaman Perkebunan : - ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Yanmar 8.5 PK APBN/ 2012 1 Baik 6 jam
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp 2.000.000,-
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp 750.000,-
Pelatihan yang pernah diikuti : -
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Usaha lain yang dikelola UPJA : -
Permasalahan / kendala : -
Kelompok Tani : Tunas Harapan
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Nagari Tanjung Lolo Kecamatan Tanjung Gadang
Badan Hukum : -
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
HARAPAN
Tahun Pembentukan UPJA : 2004
Sejarah ringkas : -
Pengurus UPJA :
Manajer : Alius Dt. Mudo
Sekretaris : Yusman Abdullah
Bendahara : -
Operator : Ardianto
Teknisi : Sugeng
Jumlah Anggota : 25 orang
Luas areal garapan : 45 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 20 ha
b. Tanaman Hortikultura : - ha
c. Tanaman Perkebunan : 25
d. Peternakan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 3.000.000,- sewa Rp
30.000/jam)
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 1.300.000,-
Pelatihan yang pernah diikuti : -
Pelatihan yang dibutuhkan : - SDM / teknisi karena
SDM pengurus dirasa
sangat kurang
Usaha lain yang dikelola UPJA : -
Permasalahan / kendala : Karena handtraktor 1 dalam
kondisi rusak maka tidak
dapat melayani petani yang
akan memakai jasa alsintan
Kelompok Tani : Jati Saiyo
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Desa Jati Hilir Kec. Pariaman Tengah
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2012
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Syukri
Sekretaris : Zulhadi
Bendahara : Taufik
Operator : Hendrizal
Teknisi : -
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
JATI SAIYO
Jumlah Anggota : 30 orang
Luas areal garapan : 40 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 40 ha
b. Tanaman Hortikultura : 2 ha
c. Tanaman Perkebunan : 10 ha
d. Peternakan : 2 ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/
tahun
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 5.000.000,-
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 1000.000,-
Pelatihan yang pernah diikuti : a. Pelatihan Operator
b. Pelatihan administrasi
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Usaha lain yang dikelola UPJA : -
Permasalahan / kendala : a. Biaya sewa alat kecil
sehingga sulit untuk
mengembangkan UPJA
dengan dana terbatas
b. Tidak adanya gudang
alsintan untuk menyimpan
alat sehingga keamanan
tidak terjamin
c. Belum adanya bengkel
alsintan untuk menunjang
perawatan alat.
Kelompok Tani : Budi Sepakat
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Kelurahan Lubuk Minturun Kec. Koto Tangah Kota Padang
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2013 SK. Lurah Lubuk Minturun
Nomor : 624.07/LMSL/2/2013 tanggal
28 Februari 2013.
Sejarah ringkas : UPJA dibentuk karena adanya Bantuan Uang Muka Alsintan (BUMA) dari pemerintah pusat. Saat ini UPJA telah memiliki gudang alsin dalam kondisi baik tapi masih hak pakai karena hak milik ketua UPJA.
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
BUDI SEPAKAT
Pengurus UPJA :
Manajer : Muslim Agung (HP. 081277832079)
Sekretaris : Suardi Tanjung
Bendahara : Nurcaya
Operator : Rahmat
Teknisi : Bujang
Jumlah Anggota : 30 orang
Luas areal garapan : 82 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 27 ha
b. Tanaman Hortikultura : 55
c. Tanaman Perkebunan : 3 ha
d. Peternakan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/
tahun
alat Rp 350.000,- / hari)
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 1.000.000,-/tahun
Pelatihan yang pernah diikuti : Operator
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Permasalahan / kendala : Kondisi mesin sudah tua
sehingga kerja kurang
maksimal
Keterangan lainnya : Administrasi pencatatan
UPJA ada.
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
SOPIANG INDAH
Kelompok Tani : Sopiang Indah
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Muaro Bodi Kab. Sijunjung
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2009
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Z. Dt. Malintang Bumi
Sekretaris : Teti Roslita
Operator : Sariman
Teknisi : Suhartono
Jumlah Anggota : 9 orang
Luas areal garapan : 25 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 25 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja 1. Traktor / Quick
1000
2010 1 Baik
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 2.000.000,- / masa tanam
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 1.500.000,- / masa tanam
Pelatihan yang pernah diikuti :
Pelatihan yang dibutuhkan :
Permasalahan / kendala : a. Kelompok tidak solid b. Penambahan modal
Keterangan lainnya :
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
KARYA SEJAHTERA
omendasi terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Karya Makmur
Kelas UPJA : Berkembang
Alamat : Bujurahayu Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat
Badan Hukum : Koperasi
Tahun Pembentukan UPJA : 2011
Sejarah ringkas : UPJA didirikan karena banyaknya bantuan alsintan sehingga kelompok berkeinginan untuk mengelola alat-alat tersebut agar pemanfaatannya maksimal.
Gudang : Ada, milik ketua kelompok tani
Bengkel : Tidak ada
Jumlah Anggota : 282 orang
Luas areal garapan : 80 ha
Peruntukan areal garapan
b. Tanaman Hortikultura : 20 ha
c. Tanaman Perkebunan : 60 ha
d. Peternakan : 5 ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jmlh
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Hand traktor 2011-2012 11 Baik
2. Coper 2012 6 baik
3. Threser 2012 2 Baik
4. Semprot mesin 2012 5 Baik
Sewa alat mesin pertanian yang digunakan oleh pengguna jasa adalah
sebagai berikut :
No Jenis alat Sewa/hari (Rp.)
1. Hand traktor 30.000,-
2. Threser 30.000,-
4. Chopper 30.000,-
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 5.000.000,-/tahun
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 2.000.000,-/tahun
Pelatihan yang pernah diikuti : -
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Permasalahan / kendala : Sulit mencari suku cadang
jika alat mengalami
kerusakan dan harus diganti.
Keterangan lainnya : -
omendasi terhktas lingsecara jel
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
TERATAI INDAH
23
as ko
Kelompok Tani : Teratai Indah
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Kelurahan Bungo Pasang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2009
Sejarah ringkas : UPJA didirikan karena adanya bantuan alsintan untuk kelompok tani. Ketua kelompok tani : Dasni
Pengurus UPJA :
Manajer : Mansari
Sekretaris : Nurlaili
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 36 ha
b. Tanaman Hortikultura : 3,5 ha
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan : 2
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jmlh
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Handtraktor 2013/bantuan 1 Baik
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 100.000,-/tahun
Pelatihan yang pernah diikuti : -
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Permasalahan / kendala : a. Belum tersedia pembukuan
terkait pengelolaan UPJA
di kelompok
b. Pengelola UPJA belum
memahami tugas dan
fungsinya.
Keterangan lainnya : Pengelola UPJA belum
pernah menerima pelatihan
terkait dengan UPJA
omendasi terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Tapi Aie
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Kampung Gadang Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
TAPI AIE
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2009
Sejarah ringkas : UPJA didirikan ketika setelah menerima bantuan alsintan
Ketua kelompok tani : Nasrudin
Pengurus UPJA :
Gudang : Ada, tetapi dalam kondisi rusak
Bengkel : Tidak ada
Jumlah Anggota : 55 orang
Luas areal garapan : 50 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 50 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : -
d. Peternakan : -
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jmlh
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1 Hand traktor APBN/2001 1 Rusak
Kontingensi/2012 1 Baik
2 Hidrotiller Swadaya/2009 1 Baik
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 8.500.000,-/tahun
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 3.500.000,-/tahun
Pelatihan yang pernah diikuti : -
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Permasalahan / kendala : a. Operator belum bisa
bekerja secara optimal
karena belum
berpengalaman
b. Administrasi UPJA
belum tertata karena
belum pernah mengikuti
pelatihan
Keterangan lainnya : Pengelola UPJA belum
pernah menerima pelatihan
omendasi terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Taluak Kuantan
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Sintuk Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2011
Sejarah ringkas : UPJA dibentuk karena adanya bantuan alsintan ke kelompok tani sehingga
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
TALUAK KUANTAN
pengurus kelompok merasa perlu mengelola alsintan yang diterima dengan baik dan dapat dijadikan
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 36 ha
b. Tanaman Hortikultura : 2 ha
c. Tanaman Perkebunan : 5 ha
d. Peternakan : 1 ha
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jmlh
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 9.500.000,-/tahun
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 3.500.000,-/tahun
Pelatihan yang pernah diikuti : -
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Permasalahan / kendala : a. Operator belum maksimal
dalam menjalankan tugas
karena belum pernah
mengikuti pelatiha
b. Administrasi UPJA belum
tertata sehingga perlu
pembinaan
Keterangan lainnya : Pengelola UPJA belum
pernah menerima pelatihan
mendasi terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Kassal
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2008
Sejarah ringkas : UPJA didirikan oleh kelompok tani karena adanya bantuan alsintan dari pemerintah
Ketua kelompok Tani : Ausyaruddin
Pengurus UPJA :
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
KASSAL
Manajer : Ausyaruddin
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 30 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : 30 ha
d. Peternakan : 2
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jmlh
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 5.000.000,-/tahun
Biaya operasional alsintan per tahun : Rp. 1.700.000,-/tahun
Pelatihan yang pernah diikuti : -
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Permasalahan / kendala : -
Omendasi
terhktas lingsecara jelas ko
Kelompok Tani : Saiyo Sakato
Kelas UPJA : Berkembang
Alamat : Sei. Kasai Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2010
Latar belakang pendirian UPJA
: UPJA didirikan karena adanya bantuan alsintan dari pemerintah Ketua Kelompok Tani : Rasyidin
Pengurus UPJA :
Manajer : Awaluddin
Sekretaris : -
Bendahara : Awaluddin
Operator : Rasyidin
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
SAIYO SAKATO
Teknisi : Rasyidin
Gudang : -
Bengkel : -
Jumlah Anggota : 60 orang
Luas areal garapan : 110 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 60 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : 40 ha
d. Peternakan : 10 ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jmlh
(unit) Kondisi
Kontingensi/2012 1 Baik
Pendapatan dari sewa alsintan/tahun : Rp. 12.000.000,-/tahun
Pelatihan yang pernah diikuti : -
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Permasalahan / kendala : a. Administrasi/pencatatan
belum lengkap
b. Belum tersedia teknisi
yang dapat menangani
kerusakan ringan
Kelompok Tani : Hamparan Kasiek
Kelas UPJA : Pengembangan
Alamat : Nagari Kandang Baru Kec. Sijunjung Kabupaten Sijunjung
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2008
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Nasrial
Sekretaris : Sisus
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
BUKIT CATI HARAPAN
Operator : Adrisal
Teknisi : Adrisal
Jumlah Anggota : 28 orang
Luas areal garapan : 25 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 25 ha
b. Tanaman Hortikultura : -
c. Tanaman Perkebunan : 5 ha
d. Peternakan : 3 ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Pendapatan dari sewa
alsintan/tahun
: Rp.2.400.000,-
Biaya operasional alsintan per
tahun
: Rp. 900.000,-
Pelatihan yang dibutuhkan : -
Permasalahan / kendala : a. Pengembalian pinjaman tidak
lancar
b. Pembayaran upah tidak lancar
c. Alat Threser kurang sesuai
dengan tradisi masyarakat
setempat
Keterangan lainnya : -
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
KAMI SAIYO
Kelompok Tani : Kami Saiyo
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Tanjun Pulo, Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 2011
Sejarah ringkas : Bantuan alsintan yang diterima kelompok merupakan pendorong didirikannya UPJA untuk
Pengurus UPJA :
Manajer : Jurmanidar
Sekretaris : Desmawardi
Operator : Ardi
Jumlah Anggota : 25 orang
Luas areal garapan : 74 ha
Peruntukan areal garapan
a. Tanaman Pangan : 35 ha
b. Tanaman Hortikultura : 4 ha
c. Tanaman Perkebunan : 20 ha
d. Peternakan : 15 ha
Alsintan yang disewakan :
No Jenis Alsintan Sumber/ tahun Jumlah
(unit) Kondisi
Kapasitas Kerja
1. Hand traktor APBN 2011 2 Baik 8 jam /
hari
2. Threser APBN 2011 1 Baik
Pendapatan dari sewa
alsintan/tahun
: Rp.3.000.000,-
tahun
Pelatihan yang pernah diikuti : Teknisi
Pelatihan yang dibutuhkan : Pembinaan SDM
Permasalahan / kendala : a. Gudang tempat mesin tidak
ada
b. Dana untuk operasional
c. Alat yang ada kurang cocok
dengan potensi daerah
Keterangan lainnya : a. Rp 30.000,- disewakan kepada anggota kelompok
b. 10% dari hasil yang didapat untuk Threser
UNIT PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
BUDI MULIA
Kelompok Tani : Serumpun Jaya
Kelas UPJA : Pemula
Alamat : Batung Taba Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang
Badan Hukum : -
Tahun Pembentukan UPJA : 1990
Sejarah ringkas :
Pengurus UPJA :
Manajer : Erhan
Sekretaris : Asni Syarif
Operator : Syafrudin
Teknisi : Emiral
Jumlah Anggota : 18 orang
Luas areal garapan : 20ha
Peruntukan areal garapan