• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 OBJEK PENELITIAN. IKH termuat di dalam Akte Pendirian Perseroan. Akte ini telah disahkan oleh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 OBJEK PENELITIAN. IKH termuat di dalam Akte Pendirian Perseroan. Akte ini telah disahkan oleh"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

33 BAB 3

OBJEK PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian

3.1.1 Sejarah Singkat

PT. IKH didirikan pada tanggal 19 Mei 1997. Anggaran dasar PT.

IKH termuat di dalam Akte Pendirian Perseroan. Akte ini telah disahkan oleh

Menteri Kehakiman Republik Indonesia dan telah dimasukkan di dalam

tambahan Berita Negara RepubliK Indonesia. Anggaran Dasar Perusahaan

telah mengalami beberapa kali perubahan, mengenai Perubahan Maksud dan

Tujuan Perseroan, dimana bidang usaha PT. IKH yang sebelumnya hanya

bidang pengusahaan sumber daya alam hutan, selanjutnya bertambah dengan

usaha-usaha :

a) Budi daya tanaman pertanian dan perkebunan termasuk industri

pengolahan serta pemasaran hasilnya

b) Eksplorasi dan eksploitasi barang tambang termasuk pemasarannya

c) Usaha jasa yang terkait dengan kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan

hutan, budidaya tanaman pertanian dan perkebunan serta eksplorasi dan

eksploitasi barang tambang.

3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan Misi Perusahaan dalam pengelolaan dan pengusahaan hutan

adalah sebagai berikut :

Visi Perusahaan

Menjadikan Perusahaan terpercaya dibidang pemanfaatan sumber

daya hutan dan sumber daya alam lainnya dengan senantiasa memperhatikan

(2)

34 Misi Perusahaan

a. Mengelola hutan dan lahan hutan yang dipercayakan Pemerintah secara

profesional dengan kegitan utama memanfaatkan hasil hutan kayu dan

produk hasil hutan dan sumber daya alam lainnya secara lestari.

b. Memelihara keseimbangan fungsi ekologis melalui penerapan kegiatan

ramah lingkungan, konservasi, perlindungan, pembinaan dan rehabilitasi.

c. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi dengan menerapkan hasil

penelitian sendiri maupun penelitian pihak lain yang kompeten.

d. Mengembangkan partisipasi bdan pembinaan masyarakat sekitar hutan.

e. Berupaya menjadi pengelola hutan yang bersertifikat Pengelolaan Hutan

Alam Produksi Lestari (PHAPL).

3.1.3 Bidang Usaha

a. Pemeliharaan dan Pembinaan Hutan Alam

Pemeliharaan dan Pembinaan Hutan Alam dilaksanakan sesuai dengan

aturan yang tercakup dalam system silvikultur TPTI dan TPTII serta

seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.Pemberdayaan

Masyarakat Desa Hutan (PMDH) Kegiatan PMDH terutama diarahkan

pada usaha ikut membantu mensejahterahkan masyarakat disekitar dan di

dalam areal kerja dengan memberikan berbagai bantuan berupa dana

maupun pembanguanan sarana dan prasarana.

b. Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif (TPTII)

(3)

35 Pengamanan Kawasan begitu penting untuk dilaksanakan dengan

sebaik-baiknya berkenaan dengan terjadinya perubahan sikap masyarakat dan

Pemda setempat berkaitan dengan otonomi daerah.

3.1.4 Tujuan Perusahaan

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PT. IKH, tujuan Perusahaan

adalah turut serta melaksanakan dan menunjang program pembangunan

Nasional dan Pemerintah di dalam bidang pengusahaan sumber daya alam

hutan berdasarkan prinsip Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan

optimalisasi pemanfaatan lahan guna pengembangan kegiatan usaha pertanian

dalam arti yang seluas-luasnya, serta sumber daya alam lainnya yang berupa

barang tambang, guna menunjang peningkatan pendapatan nasional.

3.1.5 Sasaran Usaha

Sasaran Usaha Perusahaan antara lain meliputi hal-hal sebagai

berikut:

a. Telah adanya pola pemanfaatan sumber daya hutan dan lahan hutan agar

dapat didaya gunakan secara optimal.

b. Diterapkannya Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good

Corporate Governance) yang meliputi azas transparansi, akuntabilitas

dan profesionalisme.

c. Mengusahakan agar kondisi Kesehatan Perusahaan minimal dalam

(4)

36 3.1.6 Strategi Usaha

Perusahaan melakukan strategi usaha sebagai berikut :

a. Berusaha untuk mentaati serta memahami semua peraturan dan

perundangan yang berlaku.

b. Membangun jaringan kerja seluas-luasnya, baik dengan regulator bidang

kehutanan maupun Pemerintah Daerah, pelaku ekonomi dan masyarakat

di dalam dan di sekitar areal IUPHHK – HA untuk mempertahankan dan

mengembangkan usaha dalam kerangka otonomi daerah.

c. Meningkatkan kualitas, kemampuan dan keterampilan sumber daya

manusia

(SDM) sesuai dengan bidang kegiatan masing-masing, melalui program

pelatihan (training), seminar dan lain-lain.

3.1.7 Produk-produk

Produk utama yang dihasilkan oleh PT. IKH adalah kayu bulat.

Jenis dari kayu tersebut berupa kelompok miranti dan kelompok rimba

campuran. Untuk meningatkan nilai kayu melalui kegiatan pemuliaan pohon

dan intensifiasi silviultur. Dalam penerapannya kegiatan ini dilakukan secara

bertahap dimulai dengan membangun model dibeberapa unit manajemen

IUPHHK yang dinilai mampu untuk diberi tugas dari Pemerintah untuk

(5)

37 3.1.8 Struktur Organisasi

Gambar 3.1 Struktur Organisasi

Tenaga Kerja ( Sumber Daya Manusia )

Sejalan dengan sistem pengelolaan dan pengusahaan hutan yang

dilakukan oleh perusahaan saat ni, jumlah karyawan sudah diperhitungkan

secara cermat dengan memperhatikan kebutuhan dan struktur organisasi.

Realisasi penyediaan karyawan (tidak termasuk 2 orang direksi), sampai

dengan saat ini berjumlah 52 orang, dengan rincian berdasarkan tingkat

pendidikan adalah sebagai berikut : RUPS Direktur Utama Dewan Komisaris Kepala Cabang Direktur Admin&Keu Direktur Produksi Sekretaris SPI Ass Dir Produksi Ass Dir Adm&Keu Ass Dir Pemasaran

(6)

38 Tabel 3.1

Rincian Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan

NO

Tingkat Pendidikan

Jumlah Orang

1

Strata 2 (S2)

1

2

Strata 1 (S1)

14

3

Akademi (D3)

3

4

Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA, SMEA, SMK, STM)

33

5

Sekolah Lanjutan Tingkat Menengah Pertama (SMP)

1

Jumlah Kryawan

52

Untuk memenuhi ketentuan dari Kementrian Kehutanan mengenai

Tenaga Teknis Kehutanan, Perusahaan telah mengikutkan karyawan untuk

mengikuti pendidikan dan pelatihan dan telah mendapatkan sertifikat dalam

berbagai bidang kegiatan sebagai berikut :

Tabel 3.2

Jumlah Karyawan Pada Bidang Keahlian

NO. BIDANG KEAHLIAN JUMLAH

(Orang)

1. Timber Cruising 3

2. Pembinaan Hutan 5

3. Pengujian Kayu Bulat (Scaler dan Grader) 12

4. Pengamanan dan Perlindungan Hutan 1

(7)

39 Wilayah Kerja dan Luas Areal Kerja

Areal yang dikelola PT. IKH adalah eks. areal Hak Pengusahaan Hutan

( HPH ) PT. KRTP yang telah berakhir ijin pengusahaannya, seluas 325.000

Ha. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan, areal seluas 325.000 Ha

tersebut terdiri atas 3 (tiga) Fungsi Hutan, yaitu Hutan Lindung (HL) seluas

40.710 Ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 102.260 Ha dan Hutan

Produksi Tetap (HP) seluas 182.030 Ha.

PT. IKH mendapatkan SK HPH dari Menteri Kehutanan dan

Perkebunan dengan luas areal + 218.375 Ha, berlaku terhitung sejak tanggal

1 April 1995, untuk jangka 20 tahun ditambah daur tanaman pokok. PT. IKH

diberikan jatah produksi tahunan, meliputi : etat luas tebangan maksimum +

4.867 Ha/tahun, etat volume produksi + 325.680 M3/tahun dan jumlah batang

+ 80.606 batang/tahun. Selanjutnya berdasarkan keputusan Menteri

Kehutanan tanggal 7 Juni 2005 ( merupakan Perubahan Keputusan Menteri

Kehutanan), Pasal I, menjelaskan hal-hal sebagai berikut :

a. Surat Keputusan Menteri Kehutanan berlaku sejak tanggal 1 April 1995,

untuk jangka waktu 45 tahun.

b. PT. IKH wajib melunasi Iuran Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu

( IIUPHHK ) untuk jangka waktu 25 tahun yang terhutang, dalam waktu

paling lambat 2 tahun sejak Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor

160 tersebut diterbitkan.

Berdasarkan RKUPHHK Dalam Hutan Alam Pada Hutan Produksi PT.

IKH periode tahun 2008-2017 yang telah mendapatkan pengesahan dari

Dirjen BPK melalui Direktur Bina Pengembangan Hutan Alam, dengan, areal

(8)

40 77.368 Ha, Hutan Produksi Terbatas ( HPT ) seluas + 132.508 Ha dan Areal

Penggunaan Lain ( APL ) seluas + 8.499 Ha.

PT. IKH ditunjuk oleh Departemen Kehutanan Republik Indonesia

sebagai Model Pembangunan Sistem Silvikultur Intensif ( SILIN ) melalui

Surat Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan.

3.1.9 Kebijakan Perusahaan Pengusahaan Hutan

Kebijaksanaan Perusahaan dalam kegiatan pengusahaan hutan meliputi

hal-hal sebagai berikut :

a. pola pengelolaan pemanfaatan areal IUPHHK-HA agar disamping

potensi hutan juga potensi lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

b. Dengan mengingat bahwa di dalam areal kerja terdapat areal-areal

hutan yang tidak berhutan dan non-produktif, maka terhadap

areal-areal ini akan dijadikan areal-areal produktif dengan penerapan Multisistem

Silvikultur dengan jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis

sekaligus merupakan kegiatan pengembangan usaha. Untuk mengatasi

masalah keterbatasan dana, maka pelaksanaannya akan dilakukan

dengan cara Kerja Sama Operasi (KSO) bersama investor.

c. Melaksanakan pengelolaan hutan sesuai sistem silvikultur yang telah

ada saat ini, yaitu sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) dan

Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif (TPTII) secara konsekuen,

konsisten dan berkesinambungan guna meningkatkan produktivitas

(9)

41 d. Merencanakan pengelolaan hutan, memungut hasil hutan dan membina

hutan bekas tebangan secara efektif berdasarkan azas kelestarian yang

berwawasan lingkungan.

e. Memaksimalkan peralatan produksi dengan tetap memperhatikan

kelestarian hutan serta mengupayakan kerusakan yang minimal.

f. Memenuhi kewajiban-kewajiban teknis kepada Pemerintah yang terjadi

secara optimal sesuai dengan kemampuan dan keuangan perusahaan.

g. Ikut serta meningkatkan taraf hidup masyarakat desa hutan melalui

Program HPH Bina Desa secara konsekuen dan berkesinambungan serta

melibatkan masyarakat dalam kegiatan operasional ( PHA dan

Pemungutan Hasil Hutan ).

h. Menjalin hubungan yang harmonis dengan Pemda dan masyarakat

setempat, khususnya masyarakat sekitar areal HPH, agar kegiatan

pemanfaatan hasil hutan kayu alam dapat berjalan dengan baik.

Pemasaran

a. Mengingat operasional perusahaan menggunakan pola kemitraan dengan

sistem penggantian biaya overhead, maka kayu bulat (log) menjadi milik

mitra kerja sehingga penjualan atas kayu bulat dilaksanakan oleh mitra kerja.

Karena besarnya penggantian biaya overhead yang diterima oleh perusahaan

ada kaitannya/tergantung dengan harga jual kayu bulat, maka Manajemen

akan secara proaktif turut memonitor perkembangan harga pasar / harga jual

kayu bulat yang terjadi.

a. Menjalin kerja sama yang harmonis dengan Industri Pengolahan Kayu

(10)

42 dnegan perusahaan afiliasi maupun perusahaan lain yang dinilai

menguntungkan dan mempunyai kondite baik.

b. Mempercepat perputaran persediaan kayu bulat untuk menjaga

kualitas dan kesegaran hasil produksi yang dijual melalui pemasaran

yang dinamis.

c. Aktif dalam pengawasan pemenuhan kewajiban finansial terhadap

negara oleh pengguna kayu bulat perusahaan yang berupa kewajiban

Dana Reboisasi (DR) dan Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH).

3.2 Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif sehingga

penelitian ini mengumpulkan fakta dan identifikasi data yang membahas

tentang perencanaan pajak dibidang penyusutan dan revaluasi aset tetap

terhadap beban pajak yang ditanggung perusahaan.

3.3 Objek/Subjek Penelitian

Objek penelitian ini PT. IKH merupakan perusahaan yang bergerak

dibidang pengusahaan hutan. Subjek penelitian ini adalah laporan keuangan

(11)

43 3.4 Jenis Data

1. Data Primer

Merupakan jenis data yang dihimpun dari lapangan atau objek yang

diteliti. Data ini dikumpulkan sendiri oleh peneliti dari PT. IKH, yaitu :

Sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan pembagian tugas

karyawan

2. Data Sekunder

Merupakan data yang diperoleh tidak langsung yang merupakan data yang telah

diolah atau data yang dihimpun dalam bentuk sudah jadi.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data terdiri dari beberapa

metode :

a. Observasi ( pengamatan )

Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dimana peneliti

mengadakan pengamatan secara langsung terhadap obyek peneliti.

Observasi atau pengamatan ini dilakukan di PT. IKH

b. Wawancara

Merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti melakukan

wawancara langsung dengan objek yang di teliti. Wawancara juga

(12)

44 a. Dokumentasi

Merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan data-data

yang ada dalam dokumentasi instansi. Dokumentasi data dilakukan di

PT. IKH.

3.6 Teknik Analisis Data

Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif

dengan cara menganalisis data dengan pemikiran yang objektif dan

Gambar

Gambar 3.1  Struktur Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

2015 menyatakan bahwa izin pengusahaan sumber daya air atau izin yang diterbitkan untuk tujuan pelaksanaan kegiatan usaha di bidang sumber daya air permukaan dan izin

Perumusan dan penetapan kebijakan di bidang penyelenggarakan pemantapan kawasan hutan dan lingkungan hidup secara berkelanjutan, Pengelolan konservasi sumber daya alam dan

Pengusahaan sumber daya air yang meliputi satu wilayah sungai hanya dapat dilakukan oleh badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah di bidang pengelolaan sumber daya

Divisi ini bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan perusahaan dalam bidang pemasaran sampai dengan produksi dengan jenis usaha antara lain rumah tapak/

Pengusahaan sumber daya air yang meliputi satu wilayah sungai hanya dapat dilakukan oleh badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah di bidang

Sampel yang diambil adalah modal kerja bersih dan laba usaha yang terdapat dalam neraca dan laporan laba rugi pada PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI, Tbk untuk periode tahunan.

PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. cabang Kolonel Abunjani Jambi adalah perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang usaha perbankan yang berlokasi di Jl. Bank Danamon

Potensi SUMBER DAYA ALAM Indonesia dapat dikelompokkan menjadi sumber daya udara, sumber daya tanah, sumber daya air, sumber daya hutan, sumber daya tambang, dan sumber daya laut..