DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Hasil Wawancara dengan Bapak Royan selaku Koordinator Pemeriksa Pajak Daerah
1. Bagaimanakah sistem pembayaran pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan selama masa pandemi?
Secara online dan offline. Sebetulnya harus online tetapi belum tercover semua karena tidak semua wajib pajak memilik internet, dan manual, jadi tetap dilayani di loket secara offline.
2. Apakah ada hambatan dalam sistem pembayaran pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan selama masa pandemi covid?
Tidak ada hambatan, lancar. Kecuali wajib pajak yang sepi pengunjung diharuskan lapor SPTPD saja.
3. Bagaimana sistem penagihan pajak hotel pajak restoran, dan pajak hiburan selama masa pandemi covid?
Penagihan tetap keliling, Bapenda juga memiliki 5 UPTB (Unit Pelayanan Teknis Badan) yang membantu melayani penagihan, pemungutan, dan pembayaran apjak daerah.
4. Bagaimana cara Bapenda Surabaya dalam menentukan tarif pengenaan pajak kepada wajib pajak selama masa pandemi?
Tarif tetap sesuai aturan yang berlaku.
5. Kapan waktu pemungutan dan pembayaran pajak selama masa pandemi?
Tetap tiap bulan.
6. Apakah terdapat perubahan target penerimaan pajak pada masa pandemi ?
Kalau target tetap naik terus, hanya penerimaan saja ada yang berkurang.
7. Apakah terdapat keringanan untuk wajib pajak pada masa pandemi ? Ada, contohnya penghapusan denda, insentif pajak.
8. Apa upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pajak daerah terutama pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan?
Tetap pengawasan, penagihan, potensi yang ada dimaksimalkan.
9. Dalam tiga tahun terakhir, dari jumlah hotel, restoran, dan tempat hiburan sebagai objek pemungutan pajak, yang mana yang lebih banyak dibangun dan dijadikan sebagai objek pajak baru?
Restoran, perkembangan cepat tetapi bertahannya belum tentu lama. Tidak seperti hotel dan hiburan yang membutuhkan modal cukup besar untuk membangunnya. Stagnan, karena investasinya besar dan bukan coba-coba.
10. UU mana yang digunakan sebagai pedoman pemungutan pajak daerah saat ini?
Masih menggunakan Perda Nomor 04 Tahun 2011 sumbernya UU Nomor 28 Tahun 2009. UU Nomor 1 Tahun 2022 masih dirapatkan karena pajak-pajak daerah itu nanti digabung menjadi satu, jadi kami masih merapatkan bagaimana bentuk laporan keuangannya nanti. Biasanya peraturan baru ini sekitar 2 tahun setelah terbit baru benar-benar berlaku, dan yang lama akan dicabut.
Lampiran 2 Foto Dokumentasi Penelitian di Bapenda
Lampiran 3 Surat Permohonan Penelitian
Lampiran 5 Kartu Bimbingan Skripsi
Lampiran 6 Turnitin