Multiple Myeloma.
The term multiple myeloma is considered to be synonymous with myeloma, plasma cell myeloma, active and symptomatic myeloma.
The intent is to positively identify patients with
CLINICAL MANIFESTATION
• CRAB . The four major areas of dysfunction are:
[C], Calcium Elevation [R], Renal Insufficiency [A], Anemia
Solitary plasmacytoma of Bone.
Patients with early stage
• myeloma must also be distinguished from those with an isolated or solitary
• plasmacytoma. Imaging must reveal only a single lesion wich is a biopsy
• proven plasmacytoma. Routine bone marrow biopsy is normal (<10% plasma cells) and
DIAGNOSTIC CRITERIA: ALL 3 REQUIRED
1. Monoclonal plasma cells in the bone marrow > 10% and/or presence of a biopsy-proven plasmacytoma 2. Monoclonal protein present in the serum and/or
urine
3. Myeloma-related organ dysfunction (1 or more)
• [C] Calcium elevation in the blood {S. Calcium >10.5 mg/l or upper limit of normal}
• [R] Renal insufficiency {S. Creatinine > 2 mg/dl}
Solitary Plasmacytoma of bone
DIAGNOSTIC CRITERIA: ALL 3 REQUIRED
• 1. Biopsy proven monoclonal plasmacytoma of bone in a single site only. X-rays and MRI
and/or FDG PET imaging (if done) must be negative outside the primary site. The
primary lesion may be associated with a low* serum and/or urine M-component.
• 2. The bone marrow contains < 10% monoclonal plasma cells.
Required Testing for Possible Myeloma
• History and physical examination
• Complete blood count with differential and peripheral blood smear review
• Chemistry panel including calcium and creatinine
• Serum protein electrophoresis, immunofixation
• Nephelometric quantitation of immunoglobulins
• Routine urinalysis, 24-hour urine collection for
Required Testing for Possible Myeloma
• History and physical examination
• Complete blood count with differential and peripheral blood smear review
• Chemistry panel including calcium and creatinine
• Serum protein electrophoresis, immunofixation
• Nephelometric quantitation of immunoglobulins
• Routine urinalysis, 24-hour urine collection for
• Bone marrow aspirate and trephine biopsy
• Bone survey including spine, pelvis, skull, humeri, and femurs. MRI of the axial skeleton is very informative if available/feasible but is not required. Whole body
• FDG/PET imaging is also not required, but can be used to confirm MGUS or exclude unsuspected and/or
extramedullary myeloma, infection and/or an associated second malignancy.
• β2 microglobulin, C-reactive protein, and lactate dehydrogenase
DURIE AND SALMON STAGING SYSTEM
• Stage I (low cell mass)
• All of the following:
• Hemoglobin value > 10 g/dl
• Serum calcium value normal or < 10.5 mg/dl
• Bone x-ray, normal bone structure (scale 0),
or solitary bone plasmacytoma only • Low M-component production rates:
- IgG value < 5.0 g/dl - IgA value < 3.0 g/dl
• Stage II
Fitting neither stage I nor stage III.
• Stage III (high cell mass) > 1,200 billion One or more of the following:
Hemoglobin value < 8.5 g/dl
Serum calcium value > 12 mg/dl
Advanced lytic bone lesions (scale 3)
High M-component production rates - IgG value > 7.0 g/dl
- IgA value > 5.0 g/dl
SERUM ß2 MICROGLOBULIN (β M ) AND
• SERUM ALBUMIN (S. Alb) STAGING
• SWOG STAGING SYSTEM* PROPOSED IPI SYSTEM
• Stage I β M < .5 mg/dl β M < .5; S. Alb>
3.5
• Stage II β M > .5 < 5.5 mg/dl
β M < .5; S. Alb < .5 or β M 3.5 – 5.5
• Stage III β M > 5.5 mg/dl. S. Alb > 3.0 g/dl
• Stage IV β M > 5.5 mg/dl NO STAGE IV
FRONTLINE THERAPY
Options Comments
• 1. Melphalan/Prednisone Still an option, especially for elderly patients
• 2. Cytoxan alone or in combination Can be useful alone or in combination with less stem cell injury than melphalan
• 3. Alkylating agent combinations Really only an option if stem cell transplant is not planned
• 4. VAD regimen Still a major frontline approach; all can ave significant disadvantages
• 5. Dexamethasone or other steroids A one A valid option, especially with renal insufficiency and/or reduced blood count values
PARASITOLOGI
OLEH:
DEFINISI
PARASITOLOGI
ialah ilmu yang mempelajari tentang jasad hidup untuk
sementara atau menetap
pada/ di dalam jasad hidup lain dengan maksud mengambil
sebagian atau seluruh
makanan dari jasad tersebut. (parasitos= jasad yang
Berbagai Istilah dan
Definisi
Hubungan organisme yang hidup bersama:
– Komensalisme
– Mutualisme
– Simbiosis
– Parasitisme
Hospes
Hospes definitif
Hospes perantara Hospes reservoir Hospes paratenik Vektor
Pembagian Parasit
Menurut tempat hidup:
– Ektoparasit
– Endoparasit
Menurut kebutuhan akan hospes
– Parasit obligat
Menurut jumlah spesies
hospes yg dapat dihinggapi:
– Monoksen
– Poliksen
Menurut lamanya menetap pada hospes
– Parasit permanen
Penggolongan Parasit
1. Zooparasit
1. Protozoa protozoologi kedokteran
2. Metazoa
1. Helminthes helmintologi kedokteran
2. Arthropoda entomologi kedokteran
2. Fitoparasit
1. Bakteri
2. Fungus (jamur)
Taksonomi parasit
Filum – subfilum – kelas – ordo – famili –
genus - spesies – varietas(strain)
Ruang Lingkup
Parasitologi Kedokteran meliputi :
1. Helmintologi Kedokteran 2. Protozoologi Kedokteran 3. Entomologi Kedokteran 4. Immunologi dan
Penyakit parasit yang
menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia:
1. Malaria
2. Toksoplasmosis
3. “Soil transmitted helminths”
4. Filariasis
Enterobius vermicularis
(=
Oxyuris vermicularis
)
Hospes : Manusia Penyakit :
Enterobiasis=oksiuriasis Penyebaran Geografik :
– daerah dingin > daerah panas
– anak- anak usia<12 thn
Morfologi dan Daur
hidup
Habitat : colon transversum dan descendens
dan rectum. Cacing betina :
– Ukuran 8-13 mm x 0,3-0,6 mm
– Ekor lurus seperti jarum
– Uterus penuh dengan telur
Cacing jantan :
– 2-5 mm x 0,2 mm.
– Ekor melingkar dgn satu spikulum
Telur :
– oval asimetris dengan satu sisi datar.
– Dinding tebal, jernih
Cara infeksi :
– Tertelan telur infektif
– Autoinfeksi
Patologi dan Gejala
Klinis
Sebagian besar tanpa gejala. Gejala klinik utama : pruritus ani/vaginae
Diagnosis
Pengobatan
Piperazin
Pirvinium pamoat Tiabendazol
Epidemiologi
Penyebaran lebih luas dari pada cacing lain
Penularan dapat terjadi antar keluarga atau
Trichinella spiralis
Hospes : Manusia, babi, tikus, beruang,
kucing, anjing, babi hutan, dll.
Penyakit :
trikinosis=trikinelosis=trikinelias is.
Penyebaran Geografik : kosmopolit, tapi
Morfologi
Hidup di mukosa vilus usus halus dari duodenum sampai sekum.
Cacing betina :
– vivipar ,
– mengeluarkan 1500 larva.
– Ukuran 3 mm x 36 μ
Cacing jantan :
– Ukuran 1,5 mm x 36 μ
– Ekor melengkung dengan 2 bh papel.
Patologi dan Gejala
Klinis
Larva yang menginvasi sel-sel otot bergaris Nurse cell
formation.
Perkembangan larva dalam
cell nurse membentuk nurse cell-larva complex..
Gejala klinis tergantung
beratnya infeksi oleh stadium dewasa dan larva.
Larva tersebar di otot kira-kira 7-28 hari sesudah infeksi
dengan gejala myalgia,
myositis disertai demam dan hipereosino-filia.
Infeksi berat (5000 ekor larva/kg.bb) dapat
Diagnosis
Diagnosa definitif :
menemukan nurse
cell-parasite complex pada biopsi otot secara mikroskopik.
Deteksi Trichinella specific DNA dgn PCR.
Pengobatan
Simtomatis
Spesifik : tiabendazol, 25
Epidemiologi
Babi dan tikus memelihara infeksi di alam
PETANDA TUMOR
(Tumor marker)
ELLYZA NASRUL
• COMPLEMENT
• CYTOKINES
• PHAGOCYTES
• NK CELLS
INNATE IMMUNITY
CELLULAR HUMORAL
• ANTIBODIES
• CYTOKINES
• T CELLS
• B CELLS
ADAPTIVE IMMUNITY
CELLULAR HUMORAL
CELL MEDIATED IMMUNITY
FUNGSI SISTEM IMUN
Adalah protektif:
1. Mengenal dan menghancurkan sel abnormal sebelum berkembang me-njadi tumor
2. Eliminasi kalau tumor itu sudah tumbuh
Peran sistem imun ini disebut:
IMMUNE SURVEILLANCE
Konsep : - Mencegah dan membatasi pertumbuhan tumor
Sel efektor hrs mampu mengenal dan mem-perantarai/menyebabkan kematian sel tumor
Teori yg mendukung:
1.Indifidu dg imunodefisiensi lebih peka thd pertumbuhan tumor
2. Ada infiltrasi limfosit
Imunogenisitas tumor
Komponen Sistem imun
Mekanisme efektor Sistem imun
Pertumbuhan/ Proteksi/
Penolakan tumor?
- Populasi sel dg sifat pertumbuhan yg tdk terkendali ciri dari sel kanker
disebabkan oleh:
1. Amplifikasi onkogen
2. Inaktivasi gen supresor
DISREGULASI GENETIK
Menyebabkan:
1. Perubahan ekspresi berbagai molekul permukaan
Difinisi
Petanda tumor adalah suatu molekul yang
dapat diukur di dalam : - serum - plasma
- cairan tubuh lainnya - ekstrak jaringan
KEGUNAAN
1. Identifikasi adanya tumor
2. Untuk prognosis
3. Untuk memonitor respon
terhadap pengobatan dalam hal
meningkatkan penanganan
Petanda tumor pada diagnosis bertujuan :
1. Untuk mengetahui adanya petanda tumor yang disekresikan kedalam darah akibat perubahan sel yg mengalami keganasan
I. Kanker Payudara
CA 15-3 atau CA 27-29 DAN MUC-1 :
-1. Berguna utk deteksi awal pd penderita
kanker payu darah std II dan III yg telah diobati, apakah terjadi kekambuhan kembali yg
secara klinis sdh sembuh
3.Konsentrasi yg menurun di dalam
darah Pengobatan berhasil.
4.Persisten atau peningkatan dari CA
15-3 penyakit yg progresif dan
II.KANKER OVARIUM
CA 125
- Tidak digunakan utk sekerining
- Kadar CA 125 diperiksa setiap 6 bulan utk deteksi dini bagi seseorang yg
- Kadar CA 125 diperiksa pd wanita yg memp
adanya massa di pelvis utk membedakan antara jinak dg yg ganas
- Pemeriksaan CA 125 dilakukan selama
mendapat terapi primer utk memprediksi prognosis.
III.KANKER PROSTAT
- Tumor ganas terbanyak kedua bagi pria setelah tumor ganas paru.
- Suatu saat kanker prostat mencapai stadium lanjut dan menjadi resisten thd terapi hormon
PSA:
-
Kadar PSA < 4 ng/ml hrs diobati
dan tidak dianjurkan utk biopsi .
-
Kadar PSA berkisar 4-10 ng/ml dan
pemeriksaan melalui rektal negatif
IV. Kanker kolorektal
- Kebanyakan kasus baru terdeteksi
setelah terjadi metastase dan pe-ngobatan tidak memungkinkan
- Utk skrining tdk berguna ok kurang
spesifik.
- Berguna utk : -prediksi rekuren
CEA
CARCINOMA EMBRYONIC ANTIGEN
- Tidak direkomendasikan utk skrining
- Untuk derajat dan perencanaan utk terapi - Pemeriksaan tidak segera sesudah operasi
mengacaukan interpretasi hasil.
CEA diperiksa :
-
Selama pengobatan untuk
V. KANKER PARU
Merupakan prognosis yg buruk
Kurang efektif terhadap
pengo-batan
Pemeriksaan petanda tumor
membantu utk memonitor thd
pengobatan apakah berhasil
Petanda tumor yg sering dipakai :
1.NSE ( Neuron Specific Enolase )
utk Small Cell Lung Cancer (SCLC)
2.CEA utk NSCLC
3.CYFRA 21-1 ( Cytokeratin fragments )
utk Non Small Cell Lung Cancer
VI.KANKER PANKREAS
Ca19.9: Diekspresikan kanker pankreas
VII. CHORIOCARCINOMA Jenis petandanya adalah hormon:
- Beta-HCG
VIII. KANKER TIROID
Nasrul Zubir
Imunomodulator/imunostimulan
Imunomodulator / imunostimulan/imunopotensial
adalah cara memperbaiki fungsi sistem imun dengan
menggunakan imunostimulan /imunomodulator ,
JENIS IMUNOMODULATOR
A. COMPOUNDS DERIVED FROM BACTERIA
B. COMPOUNDS DERIVED FROM EUKARYOTIOC ORGANISM :
1. THYMIC HORMONES 2. CYTOKINES :
1. INTERFERON 2. INTERLEUKINS
3. COLONY STIMULATING FACTORS 4. CELL-SURFACE MOLECULES
3. CYTOKINE ANTAGONIST
4. MONOCLONAL ANTIBODIES
1.
HORMON TIMUS
Sel epitel timus memproduksi jenis hormon yang
berfungsi pada pematangan sel T dan modulasi sel T yang sudah matang
4 jenis hormon timus :
1. timosin alfa
2. timostimulin
3. timopoetin
4. faktor humoral timus
Hormon ini meningkatkan jumlah ,fungsi dan reseptor selT dan beberapa aspek imunitas seluler
2. Interleukin (IL)
Diproduksi oleh limfosit yangv telah diaktifkan yang
mempeunyai peran penting pada respons imun seluler.
Contoh ; MAF, MGF, T-sell GF (IL-2),CSF , IFN-γ
.TNF-α dan IL-2 yang diproduksi makrofag ,telah
3. Interferon
Ada 3 jenis interferon , IFN-Ʉ , beta dan gama
IFN-Ʉ diproduksi oleh lekosit , IFN-Ʌ diproduksi fibroblas dan IFN-γ oleh limfosit.
Semua interferon dapat menghambat replikasi virus DNA dan RNA , sel normal, sel ganas serta memodulasi sistem imun.
IFN dalam dosis tinggi menhambat proliferasi selB dan selT sehingga menurunkan respon imun seluler dan humoral
4. Antibodi monoklonal
diperoleh dari fusi 2 sel yang membentuk antibodi dan sel yang dapat hidup terus menerus dalam biakan sehingga antibodi
dapat diproduksi dalam jumlah besar
Antibodi monoklonal dapat mengikat komplemen, membunuh sel tumor
5. Transfer factor (TF) ,
+?+ekstrak lekosit yaitu dialyzed leuvocyte extract , yang telah dipakai pada imunomodulator penyakit : kandidiasis, tbc, lepra dsbnya
6. Lymphokine activated liller cells (LAK)
Imunoterapi keganasan , adalah selT sitotoksisk sinergik yang dihasilkan secara in-vitro dengan menambahkan IL-2 .
7. Asal Bakteri
1. Bacillus calmette Guerin (BCG)
2. Korinebakterium parvum
3. Klebsiela dan brusela
4. Bordetela pertusis 5. Endotoksin
8 .Asal jamur
1
TUMOR
2
Pertumbuhan :
- Merupakan sifat esensial kehidupan
- Berlangsung menurut aturan
- Pd dewasa normal : tdk tumbuh
lagi
sel baru & sel
seimbang.
- Bila terjadi kerusakan jar
dapat
terjadi pertumbuhan lokal.
- Pada tumor
terjadi gangguan
3
Tumor (Neoplasma)
*
Pertumbuhan abnormal sel yg
bersifat otonom/ relatif otonom,
menetap walau rangsangan
penyebabnya dihilangkan.
* Merupakan hasil transformasi sel2
berinti tunggal yg disebut dg stem cell
(sel induk) & pada mutasi gen sel
4
Tumor bisa jinak dan bisa ganas.
Pada neoplasma biasanya kita
dapatkan suatu massa yg dapat diraba.
Pada lekemia
pembengkakan (-)
5
Sifat Jinak Ganas
1. Kapsul
2. Batas
3. Cara tumbuh
4. Kecepatan tumbuh
5. Kemiripan dg jar N
6. Bentuk inti
7. Invasi, metastasis
8. Nekrosis
9. Diferensiasi sel
10.Mitosis 11.Ulserasi + Jelas Ekspansif Lambat Baik Sering N -Jarang Tinggi Sedikit Jarang -Tak teratur Infiltratif Cepat Buruk Hiperkhromatik, pleomorfik + Sering
Sedang sp buruk Banyak
6
Struktur Tumor
* Terdiri atas : - sel2 tumor
- stroma
* Sel tumor (neoplastik) memproduksi
macam2 bentuk pertumbuhan &
aktivitas sintesis sel & berfungsi sama
dg jar asal.
* Stroma
Merupakan anyaman jar ikat diantara
sel2 tumor yg memberi nutrisi sel2
7
Stroma dibentuk dari reaksi
desmoplastik
mungkin ok induksi
proliferasi jar ikat yg tumbuh sekitar
sel tumor.
Pd stroma ditemui pembuluh darah
yg berproliferasi.
* Pd stroma sering ditemui kelompok
limfosit
merupakan rx tubuh
8
Macam-Macam Pertumbuhan Tumor
Tonjolan datar
Polip (bertangkai)
Berpapil
Berbenjol
Ulserasi
9
Klasifikasi
I. Sifat/Perangai
a. Jinak
- terlokalisir
- pertumbuhan lambat
- berkapsul
jar ikat
- invasi (-)
- batas jelas/tegas
10
Kadang-kadang tumor jinak dpt
menimbulkan kesulitan klinis ok :
- menekan jar sekitar
- obstruksi saluran/pembuluh
- memproduksi hormon
11
b. Ganas
- invasif
- tumbuh cepat
- batas tidak tegas
- mikr :tdk/sedikit mirip sel/jar
asal
12
Mortalitas & morbiditas tumor
ganas terjadi ok :
- penekanan & nekrosis jar sekitar
- metastasis
- bila terjd ulserasi
darah hilang
>>
- obstruksi
13
II.
Histogenetik
Berdasarkan asal sel yg spesifik
tiap tumor
jenis tumor
1. dari sel epitel
2. dari jar ikat
3. dari organ limfoid
14
III. Diferensiasi sel
Merupakan tingkat kemiripan secara histologik dg sel/jar asal.
Kaadaan ini dihubungkan untuk tumor ganas diferensiasi disini penting utk klinis ok punya korelasi kuat dg prognosis & terapi.
Dibagi atas : * grade I (diff baik)
15
IV. Berdasarkan nama orang yg I x
menelitinya = Eponimous
mis : * Wilm’s Tumor
* Grawit’s Tumor
* Brenner
* Ewing,
* Burkitt
V. Anatominya
16
Nomenklatur
-
Dipakai akhiran “OMA” dg beberapa
pengecualian :
melanoma
ganas
limfoma
di+ maligna
- Tumor jinak epitel
* papilloma
17
-Tumor ganas epitel
* karsinoma skuamosa
transisional * adenokarsinoma
- Karsinoma insitu
Merupakan tumor epitel dg bentuk sel
ganas, tapi blm menembus membran basalis.
Program skrining penting menemukan
tumor ganas dlm stadium sangat dini
eksisi memberi hasil penyembuhan baik.
19
Tumor jar ikat & mesenkimal lain
Jinak : - lipoma
- mioma
- osteoma
- fibroma
20
Tumor Miselaneus
Bbrp tumor dg nama pengecualian : - teratoma
ditemui ke 3 lapisan sel benih : * ektoderm
* endoderm
* mesoderm
- jinak : sel berdiferensiasi baik
- ganas : sel berdiferensiasi buruk
- teratoma sering ditemui pd sel gonad pd ovarium sering jinak
21
Tumor Embrional Blastoma
Tumor dg bentuk mirip sel/jar
embrionik pd usia muda
< 5 th
- Retinoblastoma
22
Mixed Tumor
- Kombinasi bbrp jenis sel * Pleomorfik adenoma
* Fibroadenoma
* Karsinosarkoma
Keadaan ini bisa karena : - keadaan embriologinya
mis : pd trak genital ♀ karsinosarkoma
- proses metaplasia
mis : kars transisional vesika urinaria ok
23
Tumor jinak & ganas dibedakan :
Berdasarkan Biologis
Jinak Ganas
1. Tumbuh
2. Cara tumbuh
3. Gerakan
4. Eksterpasi
5. Residif
6. Metastasis
7. Transplantasi ke binatang percobaan
8. Ke an
24
Tanda-tanda anaplasi sel 1. Besar sel : bervariasi
2. Bentuk sel : bervariasi (pleomorphic) 3. Sitoplasma : bervakuola
4. Inti : - inti besar, sitoplasma sedikit
- bisa giant cell
- bentuk bervariasi
- kromatin berkelompok
- ada vakuol
25
Beda Karsinoma & Sarkoma
Karsinoma Sarkoma
1. Jar asal
2. Usia
3. Insiden
4. Metastasis
5. Keganasan
6. Tumbuh (sel)
7. Pertumbuhan Epitelial Umumnya>40 th Sering Limfogen Kurang Berkelompok Lambat Mesenkimal
Semua umur tu muda Lebih jarang
Hematogen Lebih ganas
26
Kista
rongga dilapisi epitel, berisi cairan
bisa : * neoplasma : cystadenoma ovarii * kongenital : kista brankial
* parasitik : kista hidatid
* retensi : kista epidermoid * implantasi : pd operasi
Hamartoma
lesi mirip tumorHampir selalu jinak, mengandung 2/lebih jenis sel dewasa normal.
27 Etiologi = Onkogenesis
* Yg pasti : belum diketahui
* Merupakan satu sel (sel induk = stem cell) yg mengalami transformasi faktor ini
dis dg fakt endogen bersifat mutagen. * Faktor lingkungan (Faktor eksogen) =
faktor karsinogen(esis) faktor ini jg
bekerja dlm genom bersifat mutagen. Utk trasformasi satu sel dibutuhkan
beberap mutasi.
28 Faktor endogen (faktor host)
1. Umur
- insiden kanker sesuai usia
- adanya akumulasi lesi genetik (proses
mutasi) sel yg sudah tua lebih sensitif pd pengaruh karsinogenik.
2. Suku/ras
- sering sama dg perbedaan tempat tinggal, jenis makanan, kebiasaan.
29 * kanker rongga mulut sering pd orang
India, Asia Tenggara dihub dg
kebiasaan mengunyah tembakau (sirih), merokok dg api masuk mulut.
* kanker lambung relatif jarang di Afrika, tp keturunan Negro Afrika yg berada di Amerika utara resiko hampir sama dg kulit putih.
3. Diet/makanan
Hal ini mungkin ok :
30 - mkn yg tdk mengandung fakt pelindung. - saat transit mkn di usus dpt mengubah
jejas pd mukosa usus terhdp karsinogen dlm mkn.
- mkn berlemak punya resiko utk kanker payudara, kolorektal.
- alkohol kanker payudara
- bila diet rendah protein melindungi dr karsinogen kimia.
31 4. Konstitusional
termasuk jenis kelamin, resiko bawaan Resiko bawaan :
- kanker payudara bila ibu/satu saudara
♀ kena punya resiko 50%.
sdh diidentifikasi gen BRCA -1 pd kromosom 17 yg diturunkan.
- poliposis kolon predisposisi autosomal dominan yg diturunkan. Terjadinya polip adenomatosa multipel usus besar
32
- retinoblastoma pd anak
pd 1/3kasus familial, bilateral (sering). Jenis kelamin
- kanker payudara 200x > pd ♀
mungkin ok : - epitel payudara >>
- hormon estrogen
KARSINOGENESIS
Merupakan proses dg hasil transformasi sel
normal jadi sel neoplastik yg berlangsung lama ok perlu banyak pembelahan sel
33
Pembelahan sel dapat terjadi 5-10 th,
proses transformasi sel dapat
berlangsung lama ok dlm sel kanker
harus berakumulasi banyak mutasi.
Karsinogenesis meliputi banyak sebab2
yang bekerja untuk semua jenis tumor
terutama tumor ganas.
34
Karsinogen dapat diidentifikasi dari :
- studi epidemiologi
- resiko pekerjaan
- paparan kejadian langsung
- efek pd binatang percobaan
- efek transformasi pd kultur sel
- tes mutagenik pd bakteri
Faktor karsinogen meliputi agensia :
- kimia
- faktor fisik
sinar pengion35
Karsinogen kimia
Bahan kimia yg sudah teridentifikasi :
* polisiklik aromatik hidrokarbon
mis : 3-4 benzypirin
kanker parukanker kulit
* aromatik amin : kanker vesica urinaria
* nitrosamin : kanker usus
* pewarna azo : kanker vesica urinaria, hati * agen alkilating : leukemia
* vinil klorida : angiosarkoma hati
36
Beberapa bahan dapat bekerja
langsung/ harus ada konversi metabolik
untuk menjadi karsinogen aktif.
Faktor Fisik
Sinar pengion (radiasi) pd dosis tinggi
terjd efek karsinogenik.
Pd dosis rendah dpt terjd eritem, dermatitis,
aplasi sumsum tulang. Contoh :
37
- sinar ultraviolet kanker kulit
- sinar RÖ kanker kulit lekemia
- sinar radioaktif : kanker tulang, paru
Virus Onkogenik
Beberapa virus sudah dibuktikan sebagai penyebab neoplasma pd binatang.
Pada manusia sedikit virus yg bersifat
onkogenik :
* HPV : papiloma jinak, regresi spontan
38
*V. Hepatitis B : karsinoma hati
* RNA Retrovirus : lekemia
Jepang,
Karibia
Hormonal
Merupakan ko-faktor dlm karsinogenesis.
Mis :- estrogen merangsang karsinoma payudara,
endometrium
- steroid androgenik & anabolik
39
Mikotoksin
Merupakan substansi toksik dari jamur.
mis : Aflatoksin
karsinoma hati
Parasit
- Schistosoma
karsinoma v urinaria
- Clonorchis sinensis
adenokars
40
Beberapa faktor yg menimbulkan
ransang ekstrinsik secara berulang2 :
1. faktor kebiasaan
- banyak merokok
kanker paru- mengunyah sirih kanker mulut - free sex kanker servik
2. pekerjaan
- kerja dg mesin2 yg diminyaki kanker kulit
- sinar RÖ lekemia
41 3. lingkungan
- kanker paru banyak di kota yg
mempunyai pabrik2 dg mengeluarkan > asap.
- kanker kulit > orang kulit putih yg tinggal di tempat panas (tropik).
4. faktor makanan
- kanker hati aflatoksin
- kanker GI Trakt > orang yg
menggunakan pencahar, makanan banyak lemak.
42
Invasi Tumor & Metastasis
Penting diketahui ok keadaan ini dpt
menentukan :
- kematian
- terapi
- prognosis
invasi
penyebaran tumor secara43
Kemampuan invasi ditentukan oleh sifat
sel tumor.
Faktor yg mempengaruhi :
1. Abnormalitas/ meningkatnya
motilitas sel
sel dapat berpindah.2. Sekresi enzim proteolitik enzim
disekresi sel tumor ganas jaringan ikat di sekitarnya akan dicerna.
44 Invasi merupakan kriteria keganasan.
- pada tumor epitel invasi dilihat dg sel2 tumor menembus membran basalis epitel. - pada tumor jar penyambung invasi
lebih sulit dikenal .
Metastasis penyebaran tumor ganas (tumor primer) & membentuk tumor lain di organ lain (tumor sekunder).
45
Klinis bisa terlihat dg :
- fraktur
metastasis ke tulang- limfadenopati metastasis ke limfe
Jalur metastasis :
1. Hematogen
Metastasis terjd ke organ2 yg menerima darah melalui pembuluh tempat asal
tumor.
2. Limfogen :
46
3. Transcoelemic
metastasis ke rongga pleura,
perikardial, peritoneal terjd efusi neoplastik.
4. Implantasi
secara tidak sengaja, mis : pd operasi
sel tumor lepas & menempel di tempat lain.
Karsinoma Limfatik
47
Kekecualian : karsinoma bisa pula
hematogen
* karsinoma paru, payudara, ginjal, tiroid prostat secara hematogen sampai ke prostat.
* organ hati, otak, paru sering merupakan
tempat metastasis hematogen.
Tumor metastase biasanya multipel.
* otot skeletal, limpa jarang jd tempat
metastasis.
48
Pd metastasis transcoelemic
terjdefusi cairan ke rongga coelemic. Cairan terdiri atas :
- eksudat kaya protein - fibrin
- sel tumor
penting sitologi
Efusi peritoneal bisa dr tumor-tumor
peritoneum, terutama ovarium.
49
Efek Klinis Tumor
Tergantung : - asal sel - lokasi - sifat * Lokal
- menekan/mendesak jar sekitar - mengganti jar sekitar
- destruksi jar sekitar
Tumor ganas efeknya lebih banyak &
50
- Tumor ganas dipermukaan mukosa
ulkus bisa anemia ok darah keluar terus.
* Metabolik, bisa :
a. spesifik
pd tumor dg diferensiasi sel baik dpt memberi efek jumlah sel berlebihan.
mis:-pd adenoma tiroid tirotoksikosis -adenoma adenokortikal sindroma
Cushing(obesitas, hirsutisme,hipertiroid)
51
b. non spesifik
bila tumor ganas meluas :
- BB ggn metabolisme protein
- cachexia tubuh lemah
- neuropati & miopati pada tumor paru
- trombosis (vena) adenokarsinoma
dg produk musin.
52
Faktor Protektif
1. Imunitas
Tubuh bisa membentuk imunitas thdp sel kanker.
mis : - residif/metastasis baru terjd stlh bertahun2.
- adanya zat anti dlm serum pend tumor Burkitt, karsinoma lambung. - adanya sebukan limfosit pd tumor
primer (seminoma) atau histiosit (pd sinus histiositosis).
53
2. Nutrisional
- tinggi lemak kanker payudara, kolorektal.
- rendah protein melindungi terhadap
karsinogenesis zat kimia tertentu.
- tinggi serat melindungi dr karsinoma kolorektal.
- vit riboflavin mencegah kanker hati.
3. Kebersihan / Sosioekonomi
- kanker penis & kanker leher rahim
pd mereka yg tdk menjaga
54
4. Infeksi virus
Bbrp virus sudah dibuktikan - HPV kanker servik
- V. Epstein-Barr limfoma Burkitt
- V. Epstein-Barr kars nasofaring - V. Hepatitis B karsinoma hati
55
Prognosis
Diagnosis penting dijelaskan :
- jenis tumor
asal tumor
- grade/ diferensiasi
tingkat
keganasan
- stadium/ luas penyebaran
T,N,M
56
Deteksi Dini Kanker
Penderita kanker biasanya datang dlm stadium lanjut t u saat keluhan sudah berat.
Hal ini berarti tumor sudah meluas jauh &
penanganannya sudah sulit serta membutuhkan biaya banyak.
Penemuan dini penting, dimana :
- tumor blm lama - tumor masih kecil
- masih terbatas - kerusakan blm banyak - belum ada metastasis
57
Untuk itu perlu pemeriksaan rutin 1 X 1 thn (American Cancer Society).
Penting diperhatikan : WASPADA
1. Waktu BAB/BAK ada perubahan
* obstipasi/spt pita / darah bisa pd :
- kanker kolon/rektum
* oliguri, anuria bisa :
- kanker prostat/kandung kencing/penis
58 3=7. Sukar menelan/alat pencernaan ada
gangguan.
bisa : kanker lambung/ hati /esofagus / tiroid.
4. Payudara ada pembengkakan / tempat lain.
bisa : kanker payudara/ hati /testis
5. Andeng2 berubah sifat tambah besar /tambah hitam /gatal / mudah berdarah / ada tukak.
59
7=3. Suara serak / batuk2 kronis
- kanker paru - kanker laring - kanker tiroid
* Periksa Dini lain :
SADARI perikSA payuDAra sendiRI
dianjurkan untuk : - ♀ 35 th / lebih
- 2 minggu sesudah haid setiap bulan
* PAP SMEAR
Pengambilan sekret vagina pd ♀ yg sdh menikah utk kanker dini rahim
60
Daerah ini dis skuamo-kolumnar junction.
Bila terjadi kelainan maka epitel disini yg pertamakali berubah.
Perubahan dimulai dgn displasia ringan sedang berat insitu invasif.
Dr displasia ringan berat butuh waktu
lama (sampai 10 tahun)
keadaan ini dpt dipakai utk pengobatan
yg baik & efektif.
61