• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imunologi Semester III.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Imunologi Semester III."

Copied!
138
0
0

Teks penuh

(1)

Multiple Myeloma.

The term multiple myeloma is considered to be synonymous with myeloma, plasma cell myeloma, active and symptomatic myeloma.

The intent is to positively identify patients with

(2)

CLINICAL MANIFESTATION

CRAB . The four major areas of dysfunction are:

[C], Calcium Elevation [R], Renal Insufficiency [A], Anemia

(3)

Solitary plasmacytoma of Bone.

Patients with early stage

• myeloma must also be distinguished from those with an isolated or solitary

• plasmacytoma. Imaging must reveal only a single lesion wich is a biopsy

• proven plasmacytoma. Routine bone marrow biopsy is normal (<10% plasma cells) and

(4)

DIAGNOSTIC CRITERIA: ALL 3 REQUIRED

1. Monoclonal plasma cells in the bone marrow > 10% and/or presence of a biopsy-proven plasmacytoma 2. Monoclonal protein present in the serum and/or

urine

3. Myeloma-related organ dysfunction (1 or more)

[C] Calcium elevation in the blood {S. Calcium >10.5 mg/l or upper limit of normal}

[R] Renal insufficiency {S. Creatinine > 2 mg/dl}

(5)

Solitary Plasmacytoma of bone

DIAGNOSTIC CRITERIA: ALL 3 REQUIRED

1. Biopsy proven monoclonal plasmacytoma of bone in a single site only. X-rays and MRI

and/or FDG PET imaging (if done) must be negative outside the primary site. The

primary lesion may be associated with a low* serum and/or urine M-component.

2. The bone marrow contains < 10% monoclonal plasma cells.

(6)

Required Testing for Possible Myeloma

• ฀ History and physical examination

• ฀ Complete blood count with differential and peripheral blood smear review

• ฀ Chemistry panel including calcium and creatinine

• ฀ Serum protein electrophoresis, immunofixation

• ฀ Nephelometric quantitation of immunoglobulins

• ฀ Routine urinalysis, 24-hour urine collection for

(7)

Required Testing for Possible Myeloma

• ฀ History and physical examination

• ฀ Complete blood count with differential and peripheral blood smear review

• ฀ Chemistry panel including calcium and creatinine

• ฀ Serum protein electrophoresis, immunofixation

• ฀ Nephelometric quantitation of immunoglobulins

• ฀ Routine urinalysis, 24-hour urine collection for

(8)

• Bone marrow aspirate and trephine biopsy

• Bone survey including spine, pelvis, skull, humeri, and femurs. MRI of the axial skeleton is very informative if available/feasible but is not required. Whole body

• FDG/PET imaging is also not required, but can be used to confirm MGUS or exclude unsuspected and/or

extramedullary myeloma, infection and/or an associated second malignancy.

• β2 microglobulin, C-reactive protein, and lactate dehydrogenase

(9)

DURIE AND SALMON STAGING SYSTEM

Stage I (low cell mass)

• All of the following:

• ฀ Hemoglobin value > 10 g/dl

• ฀ Serum calcium value normal or < 10.5 mg/dl

• ฀ Bone x-ray, normal bone structure (scale 0),

or solitary bone plasmacytoma only • ฀ Low M-component production rates:

- IgG value < 5.0 g/dl - IgA value < 3.0 g/dl

(10)

Stage II

Fitting neither stage I nor stage III.

Stage III (high cell mass) > 1,200 billion One or more of the following:

฀ Hemoglobin value < 8.5 g/dl

฀ Serum calcium value > 12 mg/dl

฀ Advanced lytic bone lesions (scale 3)

฀ High M-component production rates - IgG value > 7.0 g/dl

- IgA value > 5.0 g/dl

(11)

SERUM ß2 MICROGLOBULIN (β M ) AND

SERUM ALBUMIN (S. Alb) STAGING

SWOG STAGING SYSTEM* PROPOSED IPI SYSTEM

Stage I β M < .5 mg/dl β M < .5; S. Alb>

3.5

Stage II β M > .5 < 5.5 mg/dl

β M < .5; S. Alb < .5 or β M 3.5 – 5.5

Stage III β M > 5.5 mg/dl. S. Alb > 3.0 g/dl

Stage IV β M > 5.5 mg/dl NO STAGE IV

(12)

FRONTLINE THERAPY

Options Comments

1. Melphalan/Prednisone Still an option, especially for elderly patients

2. Cytoxan alone or in combination Can be useful alone or in combination with less stem cell injury than melphalan

3. Alkylating agent combinations Really only an option if stem cell transplant is not planned

4. VAD regimen Still a major frontline approach; all can ave significant disadvantages

5. Dexamethasone or other steroids A one A valid option, especially with renal insufficiency and/or reduced blood count values

(13)

PARASITOLOGI

OLEH:

(14)

DEFINISI

PARASITOLOGI

ialah ilmu yang mempelajari tentang jasad hidup untuk

sementara atau menetap

pada/ di dalam jasad hidup lain dengan maksud mengambil

sebagian atau seluruh

makanan dari jasad tersebut. (parasitos= jasad yang

(15)

Berbagai Istilah dan

Definisi

Hubungan organisme yang hidup bersama:

– Komensalisme

– Mutualisme

– Simbiosis

– Parasitisme

(16)

Hospes

Hospes definitif

Hospes perantara Hospes reservoir Hospes paratenik Vektor

(17)

Pembagian Parasit

Menurut tempat hidup:

– Ektoparasit

– Endoparasit

Menurut kebutuhan akan hospes

– Parasit obligat

(18)

Menurut jumlah spesies

hospes yg dapat dihinggapi:

– Monoksen

– Poliksen

Menurut lamanya menetap pada hospes

– Parasit permanen

(19)

Penggolongan Parasit

1. Zooparasit

1. Protozoa protozoologi kedokteran

2. Metazoa

1. Helminthes helmintologi kedokteran

2. Arthropoda  entomologi kedokteran

2. Fitoparasit

1. Bakteri

2. Fungus (jamur)

(20)

Taksonomi parasit

Filum – subfilum – kelas – ordo – famili –

genus - spesies – varietas(strain)

(21)

Ruang Lingkup

Parasitologi Kedokteran meliputi :

1. Helmintologi Kedokteran 2. Protozoologi Kedokteran 3. Entomologi Kedokteran 4. Immunologi dan

(22)

Penyakit parasit yang

menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia:

1. Malaria

2. Toksoplasmosis

3. “Soil transmitted helminths”

4. Filariasis

(23)

Enterobius vermicularis

(=

Oxyuris vermicularis

)

Hospes : Manusia Penyakit :

Enterobiasis=oksiuriasis Penyebaran Geografik :

– daerah dingin > daerah panas

– anak- anak usia<12 thn

(24)

Morfologi dan Daur

hidup

Habitat : colon transversum dan descendens

dan rectum. Cacing betina :

– Ukuran 8-13 mm x 0,3-0,6 mm

– Ekor lurus seperti jarum

– Uterus penuh dengan telur

(25)

Cacing jantan :

– 2-5 mm x 0,2 mm.

– Ekor melingkar dgn satu spikulum

Telur :

– oval asimetris dengan satu sisi datar.

– Dinding tebal, jernih

(26)

Cara infeksi :

– Tertelan telur infektif

– Autoinfeksi

(27)

Patologi dan Gejala

Klinis

Sebagian besar tanpa gejala. Gejala klinik utama : pruritus ani/vaginae

(28)

Diagnosis

(29)

Pengobatan

Piperazin

Pirvinium pamoat Tiabendazol

(30)

Epidemiologi

Penyebaran lebih luas dari pada cacing lain

Penularan dapat terjadi antar keluarga atau

(31)

Trichinella spiralis

Hospes : Manusia, babi, tikus, beruang,

kucing, anjing, babi hutan, dll.

Penyakit :

trikinosis=trikinelosis=trikinelias is.

Penyebaran Geografik : kosmopolit, tapi

(32)

Morfologi

Hidup di mukosa vilus usus halus dari duodenum sampai sekum.

Cacing betina :

– vivipar ,

– mengeluarkan 1500 larva.

– Ukuran 3 mm x 36 μ

(33)

Cacing jantan :

– Ukuran 1,5 mm x 36 μ

– Ekor melengkung dengan 2 bh papel.

(34)

Patologi dan Gejala

Klinis

Larva yang menginvasi sel-sel otot bergaris  Nurse cell

formation.

Perkembangan larva dalam

cell nurse  membentuk nurse cell-larva complex..

Gejala klinis tergantung

beratnya infeksi oleh stadium dewasa dan larva.

(35)

Larva tersebar di otot kira-kira 7-28 hari sesudah infeksi

dengan gejala myalgia,

myositis disertai demam dan hipereosino-filia.

Infeksi berat (5000 ekor larva/kg.bb) dapat

(36)

Diagnosis

Diagnosa definitif :

menemukan nurse

cell-parasite complex pada biopsi otot secara mikroskopik.

Deteksi Trichinella specific DNA dgn PCR.

(37)

Pengobatan

Simtomatis

Spesifik : tiabendazol, 25

(38)

Epidemiologi

Babi dan tikus memelihara infeksi di alam

(39)

PETANDA TUMOR

(Tumor marker)

ELLYZA NASRUL

(40)
(41)
(42)

• COMPLEMENT

• CYTOKINES

• PHAGOCYTES

• NK CELLS

INNATE IMMUNITY

CELLULAR HUMORAL

(43)

• ANTIBODIES

• CYTOKINES

• T CELLS

• B CELLS

ADAPTIVE IMMUNITY

CELLULAR HUMORAL

CELL MEDIATED IMMUNITY

(44)
(45)

FUNGSI SISTEM IMUN

Adalah protektif:

1. Mengenal dan menghancurkan sel abnormal sebelum berkembang me-njadi tumor

2. Eliminasi kalau tumor itu sudah tumbuh

Peran sistem imun ini disebut:

(46)

IMMUNE SURVEILLANCE

Konsep : - Mencegah dan membatasi pertumbuhan tumor

Sel efektor hrs mampu mengenal dan mem-perantarai/menyebabkan kematian sel tumor

Teori yg mendukung:

1.Indifidu dg imunodefisiensi lebih peka thd pertumbuhan tumor

2. Ada infiltrasi limfosit

(47)

Imunogenisitas tumor

Komponen Sistem imun

Mekanisme efektor Sistem imun

Pertumbuhan/ Proteksi/

Penolakan tumor?

(48)

- Populasi sel dg sifat pertumbuhan yg tdk terkendali ciri dari sel kanker

disebabkan oleh:

1. Amplifikasi onkogen

2. Inaktivasi gen supresor

(49)

DISREGULASI GENETIK

Menyebabkan:

1. Perubahan ekspresi berbagai molekul permukaan

(50)
(51)
(52)

Difinisi

Petanda tumor adalah suatu molekul yang

dapat diukur di dalam : - serum - plasma

- cairan tubuh lainnya - ekstrak jaringan

(53)

KEGUNAAN

1. Identifikasi adanya tumor

2. Untuk prognosis

3. Untuk memonitor respon

terhadap pengobatan dalam hal

meningkatkan penanganan

(54)

Petanda tumor pada diagnosis bertujuan :

1. Untuk mengetahui adanya petanda tumor yang disekresikan kedalam darah akibat perubahan sel yg mengalami keganasan

(55)

I. Kanker Payudara

CA 15-3 atau CA 27-29 DAN MUC-1 :

-1. Berguna utk deteksi awal pd penderita

kanker payu darah std II dan III yg telah diobati, apakah terjadi kekambuhan kembali yg

secara klinis sdh sembuh

(56)

3.Konsentrasi yg menurun di dalam

darahPengobatan berhasil.

4.Persisten atau peningkatan dari CA

15-3 penyakit yg progresif dan

(57)

II.KANKER OVARIUM

CA 125

- Tidak digunakan utk sekerining

- Kadar CA 125 diperiksa setiap 6 bulan utk deteksi dini bagi seseorang yg

(58)

- Kadar CA 125 diperiksa pd wanita yg memp

adanya massa di pelvis utk membedakan antara jinak dg yg ganas

- Pemeriksaan CA 125 dilakukan selama

mendapat terapi primer utk memprediksi prognosis.

(59)

III.KANKER PROSTAT

- Tumor ganas terbanyak kedua bagi pria setelah tumor ganas paru.

- Suatu saat kanker prostat mencapai stadium lanjut dan menjadi resisten thd terapi hormon

PSA:

(60)

-

Kadar PSA < 4 ng/ml hrs diobati

dan tidak dianjurkan utk biopsi .

-

Kadar PSA berkisar 4-10 ng/ml dan

pemeriksaan melalui rektal negatif

(61)

IV. Kanker kolorektal

- Kebanyakan kasus baru terdeteksi

setelah terjadi metastase dan pe-ngobatan tidak memungkinkan

- Utk skrining tdk berguna ok kurang

spesifik.

- Berguna utk : -prediksi rekuren

(62)

CEA

CARCINOMA EMBRYONIC ANTIGEN

- Tidak direkomendasikan utk skrining

- Untuk derajat dan perencanaan utk terapi - Pemeriksaan tidak segera sesudah operasi

mengacaukan interpretasi hasil.

(63)

CEA diperiksa :

 -

Selama pengobatan untuk

(64)

V. KANKER PARU

Merupakan prognosis yg buruk

Kurang efektif terhadap

pengo-batan

Pemeriksaan petanda tumor

membantu utk memonitor thd

pengobatan apakah berhasil

(65)

Petanda tumor yg sering dipakai :

1.NSE ( Neuron Specific Enolase )

utk Small Cell Lung Cancer (SCLC)

2.CEA utk NSCLC

3.CYFRA 21-1 ( Cytokeratin fragments )

  utk Non Small Cell Lung Cancer

(66)

VI.KANKER PANKREAS

Ca19.9: Diekspresikan kanker pankreas

VII. CHORIOCARCINOMAJenis petandanya adalah hormon:

- Beta-HCG

VIII. KANKER TIROID

(67)
(68)

Nasrul Zubir

(69)

Imunomodulator/imunostimulan

 Imunomodulator / imunostimulan/imunopotensial

 adalah cara memperbaiki fungsi sistem imun dengan

 menggunakan imunostimulan /imunomodulator ,

(70)
(71)

JENIS IMUNOMODULATOR

 A. COMPOUNDS DERIVED FROM BACTERIA

 B. COMPOUNDS DERIVED FROM EUKARYOTIOC ORGANISM :

1. THYMIC HORMONES 2. CYTOKINES :

1. INTERFERON 2. INTERLEUKINS

3. COLONY STIMULATING FACTORS 4. CELL-SURFACE MOLECULES

3. CYTOKINE ANTAGONIST

4. MONOCLONAL ANTIBODIES

(72)

1.

HORMON TIMUS

 Sel epitel timus memproduksi jenis hormon yang

berfungsi pada pematangan sel T dan modulasi sel T yang sudah matang

 4 jenis hormon timus :

 1. timosin alfa

 2. timostimulin

 3. timopoetin

 4. faktor humoral timus

 Hormon ini meningkatkan jumlah ,fungsi dan reseptor selT dan beberapa aspek imunitas seluler

(73)

2. Interleukin (IL)

Diproduksi oleh limfosit yangv telah diaktifkan yang

mempeunyai peran penting pada respons imun seluler.

Contoh ; MAF, MGF, T-sell GF (IL-2),CSF , IFN-γ

.TNF-α dan IL-2 yang diproduksi makrofag ,telah

(74)
(75)

3. Interferon

Ada 3 jenis interferon , IFN-Ʉ , beta dan gama

IFN-Ʉ diproduksi oleh lekosit , IFN-Ʌ diproduksi fibroblas dan IFN-γ oleh limfosit.

Semua interferon dapat menghambat replikasi virus DNA dan RNA , sel normal, sel ganas serta memodulasi sistem imun.

IFN dalam dosis tinggi menhambat proliferasi selB dan selT sehingga menurunkan respon imun seluler dan humoral

(76)

 4. Antibodi monoklonal

 diperoleh dari fusi 2 sel yang membentuk antibodi dan sel yang dapat hidup terus menerus dalam biakan sehingga antibodi

dapat diproduksi dalam jumlah besar

 Antibodi monoklonal dapat mengikat komplemen, membunuh sel tumor

 5. Transfer factor (TF) ,

 +?+ekstrak lekosit yaitu dialyzed leuvocyte extract , yang telah dipakai pada imunomodulator penyakit : kandidiasis, tbc, lepra dsbnya

6. Lymphokine activated liller cells (LAK)

 Imunoterapi keganasan , adalah selT sitotoksisk sinergik yang dihasilkan secara in-vitro dengan menambahkan IL-2 .

(77)

7. Asal Bakteri

 1. Bacillus calmette Guerin (BCG)

 2. Korinebakterium parvum

 3. Klebsiela dan brusela

4. Bordetela pertusis5. Endotoksin

8 .Asal jamur

(78)

1

TUMOR

(79)

2

Pertumbuhan :

- Merupakan sifat esensial kehidupan

- Berlangsung menurut aturan

- Pd dewasa normal : tdk tumbuh

lagi

sel baru & sel

seimbang.

- Bila terjadi kerusakan jar

dapat

terjadi pertumbuhan lokal.

- Pada tumor

terjadi gangguan

(80)

3

Tumor (Neoplasma)

*

Pertumbuhan abnormal sel yg

bersifat otonom/ relatif otonom,

menetap walau rangsangan

penyebabnya dihilangkan.

* Merupakan hasil transformasi sel2

berinti tunggal yg disebut dg stem cell

(sel induk) & pada mutasi gen sel

(81)

4

Tumor bisa jinak dan bisa ganas.

Pada neoplasma biasanya kita

dapatkan suatu massa yg dapat diraba.

Pada lekemia

pembengkakan (-)

(82)

5

Sifat Jinak Ganas

1. Kapsul

2. Batas

3. Cara tumbuh

4. Kecepatan tumbuh

5. Kemiripan dg jar N

6. Bentuk inti

7. Invasi, metastasis

8. Nekrosis

9. Diferensiasi sel

10.Mitosis 11.Ulserasi + Jelas Ekspansif Lambat Baik Sering N -Jarang Tinggi Sedikit Jarang -Tak teratur Infiltratif Cepat Buruk Hiperkhromatik, pleomorfik + Sering

Sedang sp buruk Banyak

(83)

6

Struktur Tumor

* Terdiri atas : - sel2 tumor

- stroma

* Sel tumor (neoplastik) memproduksi

macam2 bentuk pertumbuhan &

aktivitas sintesis sel & berfungsi sama

dg jar asal.

* Stroma

Merupakan anyaman jar ikat diantara

sel2 tumor yg memberi nutrisi sel2

(84)

7

Stroma dibentuk dari reaksi

desmoplastik

mungkin ok induksi

proliferasi jar ikat yg tumbuh sekitar

sel tumor.

Pd stroma ditemui pembuluh darah

yg berproliferasi.

* Pd stroma sering ditemui kelompok

limfosit

merupakan rx tubuh

(85)

8

Macam-Macam Pertumbuhan Tumor

Tonjolan datar

Polip (bertangkai)

Berpapil

Berbenjol

Ulserasi

(86)

9

Klasifikasi

I. Sifat/Perangai

a. Jinak

- terlokalisir

- pertumbuhan lambat

- berkapsul

jar ikat

- invasi (-)

- batas jelas/tegas

(87)

10

Kadang-kadang tumor jinak dpt

menimbulkan kesulitan klinis ok :

- menekan jar sekitar

- obstruksi saluran/pembuluh

- memproduksi hormon

(88)

11

b. Ganas

- invasif

- tumbuh cepat

- batas tidak tegas

- mikr :tdk/sedikit mirip sel/jar

asal

(89)

12

Mortalitas & morbiditas tumor

ganas terjadi ok :

- penekanan & nekrosis jar sekitar

- metastasis

- bila terjd ulserasi

darah hilang

>>

- obstruksi

(90)

13

II.

Histogenetik

Berdasarkan asal sel yg spesifik

tiap tumor

jenis tumor

1. dari sel epitel

2. dari jar ikat

3. dari organ limfoid

(91)

14

III. Diferensiasi sel

Merupakan tingkat kemiripan secara histologik dg sel/jar asal.

Kaadaan ini dihubungkan untuk tumor ganas diferensiasi disini penting utk klinis ok punya korelasi kuat dg prognosis & terapi.

Dibagi atas : * grade I (diff baik)

(92)

15

IV. Berdasarkan nama orang yg I x

menelitinya = Eponimous

mis : * Wilm’s Tumor

* Grawit’s Tumor

* Brenner

* Ewing,

* Burkitt

V. Anatominya

(93)

16

Nomenklatur

-

Dipakai akhiran “OMA” dg beberapa

pengecualian :

melanoma

ganas

limfoma

di+ maligna

- Tumor jinak epitel

* papilloma

(94)

17

-Tumor ganas epitel

* karsinoma skuamosa

transisional * adenokarsinoma

- Karsinoma insitu

Merupakan tumor epitel dg bentuk sel

ganas, tapi blm menembus membran basalis.

Program skrining penting menemukan

tumor ganas dlm stadium sangat dini

eksisi memberi hasil penyembuhan baik.

(95)
(96)

19

Tumor jar ikat & mesenkimal lain

Jinak : - lipoma

- mioma

- osteoma

- fibroma

(97)

20

Tumor Miselaneus

Bbrp tumor dg nama pengecualian : - teratoma

ditemui ke 3 lapisan sel benih : * ektoderm

* endoderm

* mesoderm

- jinak : sel berdiferensiasi baik

- ganas : sel berdiferensiasi buruk

- teratoma sering ditemui pd sel gonad pd ovarium sering jinak

(98)

21

Tumor Embrional Blastoma

Tumor dg bentuk mirip sel/jar

embrionik pd usia muda

< 5 th

- Retinoblastoma

(99)

22

Mixed Tumor

- Kombinasi bbrp jenis sel * Pleomorfik adenoma

* Fibroadenoma

* Karsinosarkoma

Keadaan ini bisa karena : - keadaan embriologinya

mis : pd trak genital ♀ karsinosarkoma

- proses metaplasia

mis : kars transisional vesika urinaria ok

(100)

23

Tumor jinak & ganas dibedakan :

Berdasarkan Biologis

Jinak Ganas

1. Tumbuh

2. Cara tumbuh

3. Gerakan

4. Eksterpasi

5. Residif

6. Metastasis

7. Transplantasi ke binatang percobaan

8. Ke  an

(101)

24

Tanda-tanda anaplasi sel 1. Besar sel : bervariasi

2. Bentuk sel : bervariasi (pleomorphic) 3. Sitoplasma : bervakuola

4. Inti : - inti besar, sitoplasma sedikit

- bisa giant cell

- bentuk bervariasi

- kromatin berkelompok

- ada vakuol

(102)

25

Beda Karsinoma & Sarkoma

Karsinoma Sarkoma

1. Jar asal

2. Usia

3. Insiden

4. Metastasis

5. Keganasan

6. Tumbuh (sel)

7. Pertumbuhan Epitelial Umumnya>40 th Sering Limfogen Kurang Berkelompok Lambat Mesenkimal

Semua umur tu muda Lebih jarang

Hematogen Lebih ganas

(103)

26

Kista

rongga dilapisi epitel, berisi cairan

bisa : * neoplasma : cystadenoma ovarii * kongenital : kista brankial

* parasitik : kista hidatid

* retensi : kista epidermoid * implantasi : pd operasi

Hamartoma

lesi mirip tumor

Hampir selalu jinak, mengandung 2/lebih jenis sel dewasa normal.

(104)

27 Etiologi = Onkogenesis

* Yg pasti : belum diketahui

* Merupakan satu sel (sel induk = stem cell) yg mengalami transformasi faktor ini

dis dg fakt endogen bersifat mutagen. * Faktor lingkungan (Faktor eksogen) =

faktor karsinogen(esis) faktor ini jg

bekerja dlm genom bersifat mutagen. Utk trasformasi satu sel dibutuhkan

beberap mutasi.

(105)

28 Faktor endogen (faktor host)

1. Umur

- insiden kanker  sesuai usia

- adanya akumulasi lesi genetik (proses

mutasi) sel yg sudah tua lebih sensitif pd pengaruh karsinogenik.

2. Suku/ras

- sering sama dg perbedaan tempat tinggal, jenis makanan, kebiasaan.

(106)

29 * kanker rongga mulut sering pd orang

India, Asia Tenggara dihub dg

kebiasaan mengunyah tembakau (sirih), merokok dg api masuk mulut.

* kanker lambung relatif jarang di Afrika, tp keturunan Negro Afrika yg berada di Amerika utara resiko hampir sama dg kulit putih.

3. Diet/makanan

Hal ini mungkin ok :

(107)

30 - mkn yg tdk mengandung fakt pelindung. - saat transit mkn di usus dpt mengubah

jejas pd mukosa usus terhdp karsinogen dlm mkn.

- mkn berlemak punya resiko utk kanker payudara, kolorektal.

- alkohol kanker payudara

- bila diet rendah protein melindungi dr karsinogen kimia.

(108)

31 4. Konstitusional

termasuk jenis kelamin, resiko bawaan Resiko bawaan :

- kanker payudara bila ibu/satu saudara

♀ kena punya resiko 50%.

sdh diidentifikasi gen BRCA -1 pd kromosom 17 yg diturunkan.

- poliposis kolon predisposisi autosomal dominan yg diturunkan. Terjadinya polip adenomatosa multipel usus besar

(109)

32

- retinoblastoma pd anak

pd 1/3

kasus familial, bilateral (sering). Jenis kelamin

- kanker payudara 200x > pd ♀

mungkin ok : - epitel payudara >>

- hormon estrogen

KARSINOGENESIS

Merupakan proses dg hasil transformasi sel

normal jadi sel neoplastik yg berlangsung lama ok perlu banyak pembelahan sel

(110)

33

Pembelahan sel dapat terjadi 5-10 th,

proses transformasi sel dapat

berlangsung lama ok dlm sel kanker

harus berakumulasi banyak mutasi.

Karsinogenesis meliputi banyak sebab2

yang bekerja untuk semua jenis tumor

terutama tumor ganas.

(111)

34

Karsinogen dapat diidentifikasi dari :

- studi epidemiologi

- resiko pekerjaan

- paparan kejadian langsung

- efek pd binatang percobaan

- efek transformasi pd kultur sel

- tes mutagenik pd bakteri

Faktor karsinogen meliputi agensia :

- kimia

- faktor fisik

sinar pengion
(112)

35

Karsinogen kimia

Bahan kimia yg sudah teridentifikasi :

* polisiklik aromatik hidrokarbon

mis : 3-4 benzypirin

kanker paru

kanker kulit

* aromatik amin : kanker vesica urinaria

* nitrosamin : kanker usus

* pewarna azo : kanker vesica urinaria, hati * agen alkilating : leukemia

* vinil klorida : angiosarkoma hati

(113)

36

Beberapa bahan dapat bekerja

langsung/ harus ada konversi metabolik

untuk menjadi karsinogen aktif.

Faktor Fisik

Sinar pengion (radiasi) pd dosis tinggi

terjd efek karsinogenik.

Pd dosis rendah dpt terjd eritem, dermatitis,

aplasi sumsum tulang. Contoh :

(114)

37

- sinar ultraviolet kanker kulit

- sinar RÖ kanker kulit lekemia

- sinar radioaktif : kanker tulang, paru

Virus Onkogenik

Beberapa virus sudah dibuktikan sebagai penyebab neoplasma pd binatang.

Pada manusia sedikit virus yg bersifat

onkogenik :

* HPV : papiloma jinak, regresi spontan

(115)

38

*V. Hepatitis B : karsinoma hati

* RNA Retrovirus : lekemia

Jepang,

Karibia

Hormonal

Merupakan ko-faktor dlm karsinogenesis.

Mis :- estrogen merangsang karsinoma payudara,

endometrium

- steroid androgenik & anabolik

(116)

39

Mikotoksin

Merupakan substansi toksik dari jamur.

mis : Aflatoksin

karsinoma hati

Parasit

- Schistosoma

karsinoma v urinaria

- Clonorchis sinensis

adenokars

(117)

40

Beberapa faktor yg menimbulkan

ransang ekstrinsik secara berulang2 :

1. faktor kebiasaan

- banyak merokok

kanker paru

- mengunyah sirih kanker mulut - free sex kanker servik

2. pekerjaan

- kerja dg mesin2 yg diminyaki kanker kulit

- sinar RÖ lekemia

(118)

41 3. lingkungan

- kanker paru banyak di kota yg

mempunyai pabrik2 dg mengeluarkan > asap.

- kanker kulit > orang kulit putih yg tinggal di tempat panas (tropik).

4. faktor makanan

- kanker hati aflatoksin

- kanker GI Trakt > orang yg

menggunakan pencahar, makanan banyak lemak.

(119)

42

Invasi Tumor & Metastasis

Penting diketahui ok keadaan ini dpt

menentukan :

- kematian

- terapi

- prognosis

invasi

penyebaran tumor secara
(120)

43

Kemampuan invasi ditentukan oleh sifat

sel tumor.

Faktor yg mempengaruhi :

1. Abnormalitas/ meningkatnya

motilitas sel

sel dapat berpindah.

2. Sekresi enzim proteolitik enzim

disekresi sel tumor ganas jaringan ikat di sekitarnya akan dicerna.

(121)

44 Invasi merupakan kriteria keganasan.

- pada tumor epitel invasi dilihat dg sel2 tumor menembus membran basalis epitel. - pada tumor jar penyambung invasi

lebih sulit dikenal .

Metastasis penyebaran tumor ganas (tumor primer) & membentuk tumor lain di organ lain (tumor sekunder).

(122)

45

Klinis bisa terlihat dg :

- fraktur

metastasis ke tulang

- limfadenopati metastasis ke limfe

Jalur metastasis :

1. Hematogen

Metastasis terjd ke organ2 yg menerima darah melalui pembuluh tempat asal

tumor.

2. Limfogen :

(123)

46

3. Transcoelemic

metastasis ke rongga pleura,

perikardial, peritoneal terjd efusi neoplastik.

4. Implantasi

secara tidak sengaja, mis : pd operasi

sel tumor lepas & menempel di tempat lain.

Karsinoma Limfatik

(124)

47

Kekecualian : karsinoma bisa pula

hematogen

* karsinoma paru, payudara, ginjal, tiroid prostat secara hematogen sampai ke prostat.

* organ hati, otak, paru sering merupakan

tempat metastasis hematogen.

Tumor metastase biasanya multipel.

* otot skeletal, limpa jarang jd tempat

metastasis.

(125)

48

Pd metastasis transcoelemic

terjd

efusi cairan ke rongga coelemic. Cairan terdiri atas :

- eksudat kaya protein - fibrin

- sel tumor

penting sitologi

Efusi peritoneal bisa dr tumor-tumor

peritoneum, terutama ovarium.

(126)

49

Efek Klinis Tumor

Tergantung : - asal sel - lokasi - sifat * Lokal

- menekan/mendesak jar sekitar - mengganti jar sekitar

- destruksi jar sekitar

Tumor ganas efeknya lebih banyak &

(127)

50

- Tumor ganas dipermukaan mukosa

ulkus bisa anemia ok darah keluar terus.

* Metabolik, bisa :

a. spesifik

pd tumor dg diferensiasi sel baik dpt memberi efek jumlah sel berlebihan.

mis:-pd adenoma tiroid tirotoksikosis -adenoma adenokortikal sindroma

Cushing(obesitas, hirsutisme,hipertiroid)

(128)

51

b. non spesifik

bila tumor ganas meluas :

- BB ggn metabolisme protein

- cachexia tubuh lemah

- neuropati & miopati pada tumor paru

- trombosis (vena) adenokarsinoma

dg produk musin.

(129)

52

Faktor Protektif

1. Imunitas

Tubuh bisa membentuk imunitas thdp sel kanker.

mis : - residif/metastasis baru terjd stlh bertahun2.

- adanya zat anti dlm serum pend tumor Burkitt, karsinoma lambung. - adanya sebukan limfosit pd tumor

primer (seminoma) atau histiosit (pd sinus histiositosis).

(130)

53

2. Nutrisional

- tinggi lemak kanker payudara, kolorektal.

- rendah protein melindungi terhadap

karsinogenesis zat kimia tertentu.

- tinggi serat melindungi dr karsinoma kolorektal.

- vit riboflavin mencegah kanker hati.

3. Kebersihan / Sosioekonomi

- kanker penis & kanker leher rahim

 pd mereka yg tdk menjaga

(131)

54

4. Infeksi virus

Bbrp virus sudah dibuktikan - HPV kanker servik

- V. Epstein-Barr limfoma Burkitt

- V. Epstein-Barr kars nasofaring - V. Hepatitis B karsinoma hati

(132)

55

Prognosis

Diagnosis penting dijelaskan :

- jenis tumor

asal tumor

- grade/ diferensiasi

tingkat

keganasan

- stadium/ luas penyebaran

T,N,M

(133)

56

Deteksi Dini Kanker

Penderita kanker biasanya datang dlm stadium lanjut t u saat keluhan sudah berat.

Hal ini berarti tumor sudah meluas jauh &

penanganannya sudah sulit serta membutuhkan biaya banyak.

Penemuan dini penting, dimana :

- tumor blm lama - tumor masih kecil

- masih terbatas - kerusakan blm banyak - belum ada metastasis

(134)

57

Untuk itu perlu pemeriksaan rutin 1 X 1 thn (American Cancer Society).

Penting diperhatikan : WASPADA

1. Waktu BAB/BAK ada perubahan

* obstipasi/spt pita / darah bisa pd :

- kanker kolon/rektum

* oliguri, anuria bisa :

- kanker prostat/kandung kencing/penis

(135)

58 3=7. Sukar menelan/alat pencernaan ada

gangguan.

bisa : kanker lambung/ hati /esofagus / tiroid.

4. Payudara ada pembengkakan / tempat lain.

bisa : kanker payudara/ hati /testis

5. Andeng2 berubah sifat tambah besar /tambah hitam /gatal / mudah berdarah / ada tukak.

(136)

59

7=3. Suara serak / batuk2 kronis

- kanker paru - kanker laring - kanker tiroid

* Periksa Dini lain :

SADARI perikSA payuDAra sendiRI

dianjurkan untuk : - ♀ 35 th / lebih

- 2 minggu sesudah haid setiap bulan

* PAP SMEAR

Pengambilan sekret vagina pd ♀ yg sdh menikah utk kanker dini rahim

(137)

60

Daerah ini dis skuamo-kolumnar junction.

Bila terjadi kelainan maka epitel disini yg pertamakali berubah.

Perubahan dimulai dgn displasia ringan sedang berat insitu invasif.

Dr displasia ringan berat butuh waktu

lama (sampai 10 tahun)

keadaan ini dpt dipakai utk pengobatan

yg baik & efektif.

(138)

61

Referensi

Dokumen terkait

Insidensi neoplasma tulang bila dibandingkan dengan neoplasma jaringan lain adalah jarang, akan tetapi osteosarkoma merupakan tumor ganas primer tulang yang paling sering

Tumor ganas otak yang paling sering terjadi merupakan penyebaran dari kanker yang berasal dari bagian tubuh yang lain.. Kanker payudara dan kanker paru-paru, melanoma maligna

15 Pada kasus efusi pleura bila tidak ditemukan sel ganas pada cairan atau hasil biopsi pleura tetapi ditemukan kanker primer di paru atau organ lain,

Rancangan pemecahan masalah pada penelitian ini yaitu setelah data berhasil dikumpulkan baik data primer yang didapat dari penyebaran kuesioner dan data sekunder yang

Dasril Daud, Sp.A (K)) Gambaran Radiologi pada Anemia &amp; Penyakit Perdarahan (dr. Sp.Rad) Zat Gizi yang Berkaitan dengan Anemia (Dept. Yasmin Syauki, SpGK,M.Sc) Zat Gizi

Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung atau diperoleh dari sumber lain sebagai data pendukung atau penguat dari data primer seperti

Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen, foto-foto, video, film, benda-benda dan lain-lain dimana, hal tersebut dapat memperkaya data primer.6

Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber data untuk melengkapi data primer seperti situs internet, referensi, buku, jurnal, artikel, dan lain sebagainya yang mana harus