• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. PEMBAHASAN. 23 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. PEMBAHASAN. 23 Universitas Kristen Petra"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

4.1. Gambaran Umum Kartu Kredit HSBC 4.1.1. HSBC Bank

Lebih dari 120 tahun, HSBC (yang dahulu dikenal sebagai The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) telah melayani pelanggan Indonesia yang ingin mengembangkan kesempatan dalam hal perdagangan dan investasi.

Bermula dari melayani perdagangan gula, HSBC membuka kantornya yang pertama di Indonesia, di Jakarta pada tahun 1884, yang kemudian memperluas operasinya ke Surabaya pada tahun 1896. Pada tahun 1994, HSBC mengubah agennya di Semarang, yang telah beroperasi sejak 1878, menjadi cabang penuh.

Selama masa-masa penuh perjuangan pasar Indonesia, dimana bank-bank ditutup secara paksa pada Perang Dunia II, dan di pertengahan tahun 1960-an, eksistensi HSBC benar-benar diuji. Setelah berhasil memulai kembali operasi di Indonesia setelah Perang Dunia II dan setelah penutupan serupa pada pertengahan tahun 1960, HSBC mendapatkan ijin perbankan yang baru pada tahun 1968, yang semenjak itu HSBC telah beroperasi secara mantap dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank luar negeri terbesar yang beroperasi di Indonesia.

Saat ini HSBC mempunyai jaringan dari 12(dua belas) kantornya di Indonesia: 6 di Jakarta - cabang utama dan card center di World Trade Center, dan cabang-cabang lainnya di Pondok Indah, Puri Indah Mall, Plaza Senayan, Pluit and Melawai - dan 6 cabang luar Jakarta yaitu di Bandung, Batam, Medan, Semarang, dan 2 kantor di Surabaya.

4.1.2. Kartu Kredit HSBC

Kartu Kredit HSBC adalah kartu pilihan utama bagi Anda yang ingin bebas bertransaksi dimanapun tanpa kesulitan untuk membawa uang tunai dan kesempatan mendapatkan keuntungan bebas biaya bunga hingga 50 hari.

(2)

Kartu Kredit HSBC bukan hanya sekedar kartu kredit namun juga kartu ATM, dan kartu asuransi. Kartu Kredit HSBC adalah segalanya bagi Anda !

Dengan kartu kredit HSBC, dapat melakukan transaksi penarikan tunai melalui mesin ATM berlogo VISA PLUS dan Cirrus atau melalui jaringan ATM HSBC di mana saja, di seluruh dunia. Dengan layanan Global Customer Assistance kami, Anda akan mendapatkan jaminan keamanan 24 jam sehari, sepanjang tahun.

4.1.3. Keuntungan Kartu Kredit HSBC:

Keuntungan-keuntungan dari keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC all sebagai berikut:

1. TAS Anda (Travel Assistant Service)

Dapat menikmati tiket penerbangan dan paket wisata domestik dengan harga spesial dan tanpa dikenai surcharge 3% dari TAS.

2. Home&Away Privilege Programme

Dapat menikmati penawaran dan diskon terbaik untuk makan, belanja, hiburan dan liburan di lebih dari 2,500 outlet di 13 negara di Asia Pasifik.

3. HSBC Rewards

Setiap belanja dengan menggunakan Kartu Kredit HSBC, akan mendapat poin Rewards yang dapat ditukar dengan lebih dari 100 hadiah menarik.

4. Layanan Ponsel Kartu Kredit 24 Jam

Untuk mengetahui informasi saldo, sisa kredit, tanggal jatuh tempo dan pembayaran minimum kartu kredit melalui SMS ponsel .

5. Fasilitas Airport Lounge

Dapatkan fasilitas gratis Airport Lounge di:

a. Kartu Emas: Jakarta, Medan, Semarang dan Surabaya.

b. Kartu Premier MasterCard/Platinum Visa: Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Batam, Denpasar, Makasar, Solo, Pekanbaru dan Yogyakarta.

6. Diterima di seluruh dunia

Kartu Kredit HSBC diterima di lebih dari 18 juta tempat di seluruh dunia yang mencantumkan logo Visa dan MasterCard dan lebih dari 40 000

(3)

7. Layanan Phone Banking HSBC 24 jam

Nikmati layanan informasi atas Kartu Kredit Anda selama 24 jam tanpa perlu menunggu antrian operator.

8. Fleksibilitas Personal

Pembayaran minimum dari total tagihan setiap bulannya hanya sebesar 10% atau Rp 50,000 (mana yang lebih tinggi) dan juga terdapat fasilitas bebas bunga hingga 50 hari*. Dengan nilai bunga ringan per bulannya.

9. Kemudahan Pembayaran

Pembayaran Kartu Kredit HSBC dapat dilakukan di ATM BCA, ATM BII, ATM LippoBank, ATM Bank Niaga, ATM PermataBank, ATM Danamon, ATM BNI, ATM Mandiri, cabang BII, Bank Danamon dan Kantor Pos (ada biaya administrasi). Selain itu kami tawarkan pula layanan pembayaran yang di debit langsung dari rekening Anda di HSBC secara cuma-cuma.

10. Perlindungan Belanja

Mendapatkan perlindungan gratis dengan menggunakan Kartu Kredit HSBC sebagai alat pembayaran, secara otomatis barang yang anda beli akan terlindungi hingga Rp 20 000 000,- (Kartu Emas) dan Rp 50 000 000,- (Kartu Premier MasterCard/Platinum Visa).

11. Gratis Paket Asuransi yang Komprehensif a. Asuransi Kecelakaan Perjalanan

Secara otomatis mendapatkan asuransi kecelakaan perjalanan hingga Rp 10 000 000 000 untuk Kartu Premier MasterCard®, Rp 1 000 000 000 untuk Kartu Platinum Visa Card, Rp 500 000 000 untuk Kartu Emas, dan Rp 250 000 000 untuk Kartu Klasik.

b. Perlindungan Credit Shield Plus

Credit Shield Plus memberikan perlindungan dari tagihan kartu kredit yang tidak terbayarkan karena musibah meninggal dunia karena kecelakaan maupun meninggal dunia karena alasan lain dengan premi bulanan yang kompetitif. Untuk musibah meninggal dunia karena kecelakaan, maksimum perlindungan yang dapat diperoleh adalah Rp. 400 000 000 untuk kartu Platinum, Rp 100

(4)

000 000 untuk kartu Emas dan Rp 32 000 000 untuk kartu Klasik.

Untuk musibah meninggal dunia secara wajar, maksimum perlindungan yang dapat diperoleh adalah Rp 100 000 000 untuk kartu Platinum, Rp 25 000 000 untuk kartu Emas dan Rp 8 000 000 untuk kartu Klasik.

12. Uang Tunai

Kartu Kredit HSBC memungkinkan dapat menarik uang tunai (Cash Advance) di seluruh kantor cabang HSBC di Indonesia dan lebih dari 220 000 cabang bank-bank penerbit kartu kredit Visa dan MasterCard.

13. Aman dan Terjamin

Personalisasikan Kartu Kredit dengan foto untuk melindungi dari kemungkinan pemalsuan dan penyalahgunaan kartu.

14. Pelayanan Pelanggan Global

Pelayanan ini akan membantu Anda dalam keadaan darurat yang berkaitan dengan hukum, kesehatan atau kejadian yang tidak diinginkan dan penggantian kartu.

4.1.4. Point rewards Kartu Kredit HSBC:

Point rewards kartu kredit HSBC sebagaimana disajikan berikut:

Tabel 4.1. Point voucher belanja dari kartu kredit HSBC Point Lokasi 9 000 point = voucher Rp.50 000 Sogo Department Store

9 000 point = voucher Rp.50 000 Debenhams Plaza Indonesia Debenhams Senayan City 11 000 point = voucher Rp.50 000 Ace Hardware

11 000 point = voucher Rp.50 000 Brastagi Supermarket 9 000 point = voucher Rp.50 000 Kelapa Gading Mall 11 000 point = voucher Rp.50 000

Medan Mall Medan Merak Jingga Medan Pulo Brayan Medan Sumber: www.hsbc.co.id

(5)

Tabel 4.2. Point untuk merchandise dari kartu kredit HSBC

Merchandise Point

HSBC Troley Bag 27.000

HSBC Luggage Bag 20 .000

HSBC Black & Grey Backpack with Laptop Bag 13 .000

Grande Photo Frame (8" x 10") 12.500

Petite Photo Frame (8" x 10") 110.000

HSBC Travel Baige Bag 100.000

HSBC Swing Clock 100 .000

HSBC Office Bag 9 .0000

Sumber: www.hsbc.co.id

Tabel 4.3. Point untuk dining dari kartu kredit HSBC

Dining Point

Kafe Excelso/de'Excelso Voucher Rp 50,000 12 000

Pizza Hut Voucher Rp 25 000 6 000

BreadTalk Voucher Rp 25,000 6 000

Popeyes Chicken & Seafood Voucher Rp 20,000 5 000

McDonald's Voucher Rp 10 000 3.500

Sumber: www.hsbc.co.id

Sedangkan untuk poin-poin yang lain sebagai reward program keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC sebagaimana disajikan berikut:

Tabel 4.4. Point untuk shopping dari kartu kredit HSBC

Shopping Point

Carrefour Voucher Rp 100,000 22 000

Frank & Co Voucher Rp 100,000 22 000

The Body Shop Voucher Rp 100,000 22 000

METRO Voucher Rp 50,000 11.500

Electronic City Voucher Rp 50,000 11 000

KiddyCuts Voucher Rp 50,000 11 000

Charles & Keith Voucher Rp 50,000 11 000

Gramedia Voucher Rp 50,000 11 000

Sumber: www.hsbc.co.id

(6)

Tabel 4.5. Point untuk free annual fee dari kartu kredit HSBC

Shopping Point

Free Annual Fee for Platinum Credit Card 90 000

Free Annual Fee for Gold Main Credit Card 36 000

Free Annual Fee for Platinum Supplementary Credit Card 36 000

Free Annual Fee for Classic Credit Card 18.500

Free Annual Fee for Gold Supplementary Credit Card 18 000

Free Annual Fee for Classic Supplementary Credit Card 9 000 Sumber: www.hsbc.co.id

Tabel 4.5. Point untuk visa platinum and premier card dari kartu kredit HSBC

Leisure Point

Aigner, Boss by Hugo Boss, Coccinelle, Dunhill,

Prada, Miu Miu, TOD'S Voucher Rp 1 000 000 157 000 Sumber: www.hsbc.co.id

4.2. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

Uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini tidak menimbulkan salah paham bagi responden, sedangkan uji reliabilitas diarahkan untuk menguji bahwa responden cukup konsisten dalam memberikan jawaban pada setiap item pertanyaan dalam kuesioner.

Kuesioner dinyatakan valid jika tingkat signifikansi < 0.05, dan kuesioner dinyatakan reliabel jika Cronbach alpha yang diperoleh > 0.6. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam tabel berikut:

(7)

Tabel 4.6. Uji validitas dan reliabilitas pertanyaan untuk keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja

No Pertanyaan Korelasi*

1

HSBC selalu tepat memberikan point rewards seperti yang dijanjikan

0,856

2

Layanan yang diberikan HSBC sesuai dengan yang dijanjikan atas keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC

0,841

3

Point rewards HSBC sesuai dengan katalog produk yang diberikan ke nasabah

0,801

4

Semua produk point rewards tersedia sesuai dengan poin yang terkumpul atas keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC

0,774

5

Kesalahan dari pencatatan transaksi point rewards atas keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC sangat rendah

0,729

* Tingkat signifikansi korelasi: 0 000 Cronbach alpha = 0,862

Tabel 4.7. Uji validitas dan reliabilitas pertanyaan untuk accesbility

No Pertanyaan Korelasi*

1

Lokasi-lokasi yang bisa menerima keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC sangat terjangkau

0,654

2

Sangat mudah mendapatkan informasi poin yang telah terkumpul

0,847

3

Sangat mudah untuk menukarkan poin dengan rewards yang telah ditetapkan

0,706

4

Sangat mudah untuk mendapatkan informasi-informasi mengenai perkembangan reward program dari kartu kredit HSBC.

0,775

* Tingkat signifikansi korelasi: 0 000 Cronbach alpha = 0,729

Sumber: lampiran 4

(8)

Tabel 4.8. Uji validitas dan reliabilitas pertanyaan untuk brand image

No Pertanyaan Korelasi*

1 Semua produk reward kartu kredit HSBC berkualitas 0,586 2

Kelipatan point yaitu setiap Rp 1000 pembelanjaan dengan satu point adalah menarik

0,712

3 Point voucher belanja dari kartu kredit HSBC 0,728

4

Jumlah outlet yang bisa menerima point rewards dari keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC cukup banyak sehingga menarik

0,487

5 Point untuk merchandise dari kartu kredit HSBC 0,688 6 Point untuk leisure dari kartu kredit HSBC 0,760 7 Point untuk dining dari kartu kredit HSBC 0,523 8 Point untuk shopping dari kartu kredit HSBC 0,687 9 Point untuk charity dari kartu kredit HSBC 0,668 10 Point untuk free annual fee dari kartu kredit HSBC 0,425

11

Point untuk visa platinum and premier card dari kartu kredit HSBC

0,573

12

Produk-produk point rewards HSBC unik, sehingga sulit didapatkan di toko-toko biasa

0,471

13

Produk-produk point rewards HSBC mudah diingat, sehingga setiap menemukan produk serupa teringat pada point rewards HSBC

0,495

* Tingkat signifikansi korelasi: 0 000 Cronbach alpha = 0,8426

Sumber: lampiran 4

Berdasarkan sajian hasil olah data dengan menggunakan SPSS tersebut, diperoleh nilai rhitung dan cronbach alpha untuk setiap item pertanyaan kuesioner yang lebih tinggi dibandingkan dengan rtabel. Hal ini menunjukkan bahwa semua pertanyaan dalam kuesioner, baik pertanyaan untuk keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja, reliability, accesbility, dan brand image adalah valid dan reliabel.

4.3. Analisa Deskriptif 4.3.1. Statistik Deskriptif

Analisa deskriptif ini menjelaskan mengenai karakteristik responden penelitian. Output dari statistik deskriptif sebagaimana ditunjukkan tabel berikut:

(9)

Tabel 4.9. Statistik Deskriptif Tingkat Keaktifan Responden Menggunakan kartu kredit HSBC

Tingkat keaktifan Frekuensi Persentase

Aktif 115 72.3

Tidak aktif 44 27.7

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

Dari 159 responden penelitian ini ternyata responden yang menyatakan aktif menggunakan kartu kredit jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan responden yang menyatakan tidak aktif. Responden yang aktif sebesar 72,3 persen, sedangkan responden yang tidak aktif sebesar 27,7 persen.

Batasan-batasan untuk nasabah yang dinilai aktif adalah sebagai berikut:

• Pemilik kartu kredit selalu terobsesi untuk mengumpulkan poin dengan berbelanja lebih banyak.

• Pemilik kartu kredit selalu berkeinginan untuk melipatgandakan pembelian sehingga bisa mengumpulkan poin lebih banyak

• Pemilik kartu kredit selalu menghitung jumlah poin yang telah terkumpul dan mempertimbangkan untuk belanja lagi guna melengkapi jumlah poin.

Tabel 4.10. Statistik Deskriptif Pengguna Kartu Kredit HSBC

Pengguna kartu

kredit Frekuensi Persentase

Keluarga 76 47.8

Teman 29 18.2

Kerabat 1 .6

Tidak ada 53 33.3

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

Berdasarkan pada hasik kuesioner ini, didapatkan informasi bahwa ternyata kartu kredit yang dimiliki responden tidak hanya digunakan oleh responden sendiri melainkan juga digunakan untuk orang lain. Sebesar 47,8 persen responden menyatakan yang menggunakan kartu kredit juga untuk keluarga. Sebesar 18,2 responden menyatakan bahwa selain digunakan sendiri, maka kartu kredit juga digunakan untuk teman. Hanya sebesar 0.6 persen yang

(10)

menyatakan kartu kredit yang dimiliki digunakan oleh kerabat. Meskipun demikian, yang menyatakan bahwa kartu kredit yang dimiliki hanya digunakan sendiri juga cukup besar yaitu 33.3 persen.

Tabel 4.10 Statistik Deskriptif Jenis Kartu Kredit HSBC Responden Jenis kartu kredit Frekuensi Persentase

Classic 43 27.0

Gold 95 59.7

Platinum 11 6.9

Premier 10 6.3

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

Terdapat empat jenis kartu kredit HSBC yaitu Classic yang dimiliki oleh 27 persen responden, Gold yang dimiliki oleh 59,7 persen responden, Platinum yang dimiliki oleh 6.9 persen responden, dan Premier yang dimiliki oleh 6.3 responden penelitian. Banyaknya nasabah dnegan kartu kredit HSBC jenia Gold ini menunjukkan bahwa pemilik terbanyak dari kartu kredit HSBC adalah Gold sehingga responden ini dengan mudah bisa ditemui ketika pemberian kuesioner penelitian. Implikasi pada pemasaran bahwa dengan jumlah paling rendah pemegang kartu kredit HSBC jenis Premier, maka sebaiknya point reward untuk penggunaan kartu kredit HSBC jenis Preimer dibaut lebih menarik sehingga semakin banyak pemegang kartu kredit HSBC jenis Premier.

Tabel 4.11. Statistik Deskriptif Tahun Kepemilikan Kartu Kredit HSBC Responden

Tahun kepemilikan Frekuensi Persentase

Tahun 2007 4 2.5

Tahun 2006 37 23.3

Tahun 2005 55 34.6

Tahun 2004 35 22.0

Sebelum 2004 28 17.6

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

(11)

Berdasarkan pada tahun kepemilikan kartu kredit HSBC, jumlah terbanyak responden penelitian ini menyatakan pada tahun 2005 yaitu sebesar 34.6 persen. Jumlah terbanyak kedua adalah responden yang menyatakan mendapatkan kartu kredit HSBC pada tahun 2006. Sebesar 22 persen menyatakan mendapatkan kartu kredit HSBC pada tahun 2004, dan sebesar 17.6 persen menyatakan mendaptakan kartu kredit HSBC sebelum tahun 2004. Hanya sebesar 2.5 persen yang menyatakan mendapatkan kartu kredit HSBC pada tahun 2007. Sedikitnya pertambahan jumlah pemegang kartu kredit HSBC di tahun 2007, maka sebaiknya pr dari kartu kredit HSBC terus ditingkatkan agar semakin banyak pengguna kartu kredit HSBC.

Tabel 4.12. Statistik Deskriptif Umur Responden

Umur Frekuensi Persentase

17 tahun - 22 tahun 34 21.4

23 tahun - 28 tahun 82 51.6

29 tahun - 34 tahun 37 23.2

35 tahun ke atas 6 3.7

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

Dilihat berdasarkan pada umur responden, diketahui bahwa jumlah terbanyak responden penelitian sebagai pemilik kartu kredit HSBC adalah 25 tahun yaitu sebesar 15.1 pesen. Jumlah terbesar kedua adalah responden yang berumur 22 tahun yaitu 13.2 persen. Jumlah terbanyak ketiga adalah 26 tahun yaitu sebesar 10.1 persen. Sebagian besar responden penelitian in berumur 23 tahun - 28 tahun karena pada usia ini, kebnayakan seseorang sudah bekerja, dan kartu kredit merupakan salah satu symbol social. Untuk itu, kepemilikan kartu kredit HSBC sangat mendukung uaha untuk menunjukkan eksistensi nasabah pada umur tersebut.

Tabel 4.13 Statistik Deskriptif Jenis Kelamin Responden Jenis kelamin Frekuensi Persentase

Laki-laki 90 56.6

Perempuan 69 43.4

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

(12)

Berdasarkan jenis kelamin responden, jumlah laki-laki lebih banyk dibandingkan perempuan karena laki-laki sebesar 56.6 persen dan perempuan sebesar 43.4 persen dari keseluruhan responden penelitian ini. Untuk jenis kelamin, dimana lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan karena berdasarkan hasil survey yang banyak ditemukan adalah responden laki-laki.

Tabel 4.14. Statistik Deskriptif Tingkat Pendidikan Responden Pendidikan Frekuensi Persentase

SLTA 38 23.9

S1 111 69.8

S2 10 6.3

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

Berdasarkan pendidikan responden penelitian, responden dengan pendidikan S1 sebesar 69.8 persen, responden dengan pendidikan SLTA sebesar 23.9 presen, dan sebesar 6.3 persen dengan pendidikan S2. Sebagian besar responden penelitian ini dengan pendidikan S1 mengingat dengan latar belakang tingkat pendidikan ini memungkinkan seseorang bisa bekerja dnegan pendapatan di atas UMR (upah minimal regional), dan cenderung lebih tinggi dari batasan tersebut, sehingga memungkinkan untuk memiliki kartu kredit HSBC.

Tabel 4.15. Statistik Deskriptif Pekerjaan Responden Pekerjaan Frekuensi Persentase

Pelajar/mahasiswa 54 34.0

Pegawai negari sipil 5 3.1

Pegawai swasta 51 32.1

Wiraswasta 45 28.3

Lain-lain 4 2.5

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

Berdasarkan pada pekerjaan, ditemukan informasi bahwa sebagian besar responden penelitian ini adalah palajar / mahasiswa yaitu sebesar 34 persen.

Jumlah terbesar kedua dengan pekerjaan pegawai swasta yaitu sebesar 32.1 persen, responden dengan pekerjaan wiraswasta yaitu sebesar 28.3 persen.

(13)

Responden dengan pekerjaan pegawai negeri sipil yang mempunyai kartu kredit HSBC adalah sebesar 3.1 persen. Sebagian besar pemilik kartu kredit HSBC adalah pegawai swasta mengingat pada usia antara 23 tahun - 28 tahun (berdasarkan umur), maka kebanyakan seseorang masih bekerja pada orang lain dengan status karyawan. Setelah umur tersebut, kecenderungannya adalah melakukan usaha sendiri (wiraswasta).

Tabel 4.16. Statistik Deskriptif Tingkat Penghasilan Responden Penghasilan Frekuensi Persentase

< 1 juta 16 10.1

1 juta - 3 juta 68 42.8

3 juta - 5 juta 40 25.2

5 juta - 7 juta 13 8.2

7 juta - 9 juta 20 12.6

Lebih dari 10 juta 2 1.3

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

Jumlah terbanyak responden penelitian ini dilihat dari penghasilan adalah 1 juta – 3 juta yaitu sebesar 42.8 persen. Jumlah terbanyak kedua responden dengan penghasilan sebesar 3 juta – 5 juta yaitu sebesar 25.2 persen. Jumlah terbesar ketiga adalah responden dengan penghasilan sebesar 7 juta – 9 juta.

Jumlah terbanyak responden penelitian ini dengan penghasilan sebesar 1 juta - 3 juta karena pada usia kebnayakan 23 tahun – 28 tahun (berdasarkan umur) gaji mereka pada tingkat tersebut.

Tabel 4.17. Statistik Deskriptif Poin Ditukar Responden Poin ditukar Frekuensi Persentase

0 39 24.53

4.000 – 8.000 7 4.40

9.000 – 12.500 48 30.19

13.000 – 17.000 19 11.95

18.000 – 24.000 32 20.13

25.000 – 50.000 14 8.81

Total 159 100.0

Sumber: Lampiran 2

(14)

Berdasarkan pada jumlah point di tukar, ternyata jumlah responden penelitian ini yaitu sebesar 30.19 persen menyatakan telah menukar poin antara 9.000 – 12.500 point. Jumlah terbesr kedua justru responden yang belum pernah nukarkan point yaitu sebesar 24.53 persen. Jumlah terbesar responden penelitian ini dnegan poin di tukar adalah 9.000 poin – 12.500 poin karena pada umur kebanyakan responden pemegang kartu kredit HSBC masih bersifat konsumtif.

4.3.2. Analisa Crosstabulation

Analisa ini untuk menjelaskan mengenai perilaku penggunaan kartu kredit HSBC berdasarkan pada karakteristik responden penelitian. Berikut disajikan analisa crosstabulation.

Tabel 4.18. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC

Frekuensi Pengguna kartu

kredit Aktif Tidak Aktif Jumlah

Keluarga 59 17 76

Teman 24 5 29

Kerabat 1 0 1

Tidak ada 31 22 53

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 2

Tabel di atas menjelaskan bahwa bagi responden yang menyatakan aktif menggunakan kartu kredit HSBC, responden menyatakan jumlah terbanyak penggunaan kartu kredit HSBC oleh keluarga dan teman. Sedangkan untuk responden yang menyatakan tidak aktif menggunakan kartu kredit HSBC ternyata juga menjawab keluarga sebagai phak yang sering menggunakan kartu kredit HSBC. Banyaknya pengguna kartu kredit HSBC yaitu untuk keluarga, maka sebaiknya terdapat fasilitas reward untuk keluarga, misalnya meja kursi, meja belajar, dan lainnya sehingga lebih menarik minat keluarga untuk menggunakan kartu kredit HSBC.

(15)

Tabel 4.19. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Jenis Kartu Kredit HSBC Frekuensi

Jenis kartu kredit

Aktif Tidak Aktif Jumlah

Classic 22 21 43

Gold 84 11 95

Platinum 8 3 11

Premier 1 9 10

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 3

Tabel di atas menjelaskan bahwa responden yang menyatakan aktif menggunakan kartu kredit HSBC mempunyai kartu kredit HSBC jenis God dan Classic. Demikian halnya dengan responden yang menyatakan tidak aktif juga mempunyai persamaan dilihat dari jenis kartu yang dimiliki. Jumlah pemegang kartu kredit HSBC yang tidak aktif paling tinggi adalah Classic sedangkan untuk responden aktif adalah Gold, hal ini memberikan informasi bahwa responden pemegang gold lebih bersifat konsumeris (suka berbelanja) dibandingkan responden yang tidak aktif.

Tabel 4.20. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Tahun Kepemilikan Kartu Kredit HSBC

Frekuensi Tahun kepemilikan

Aktif Tidak Aktif Jumlah

Tahun 2007 4 0 4

Tahun 2006 22 15 37

Tahun 2005 42 13 55

Tahun 2004 25 10 35

Sebelum 2004 22 6 28

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 3

Berdasarkan pada tahun kepemilikan kartu kredit HSBC, hamper responden yang mendapatkan kartu kredit HSBC mulai tahun sebelum tahun 2004 – 2006 aktif menggunakan kartu kredit HSBC. Sedangkan untuk responden yang menyatakan tidak aktif, ternyata tidak satu pun responden yang mendapatkan kartu kredit HSBC tahun 2007.

(16)

Tabel 4.21. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Umur Responden Frekuensi

Umur

Aktif Tidak Aktif Jumlah

17 tahun - 22 tahun 23 11 34

23 tahun - 28 tahun 61 21 82

29 tahun - 34 tahun 25 12 37

35 tahun ke atas 6 0 6

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 3

Berdasarkan pada umur responden dan tingkat keaktifan menggunakan kartu kredit HSBC, ternyata jumlah terbanyak responden penelitian ini adalah bermur 25 tahun, 23 tahun, dan 22 tahun. Sedangkan jumlah terbanyak responden yang menyatakan tidak aktif menggunakan kartu kredit HSBC berumur 26 tahun, 25 tahun, dan 22 tahun. Hasil penelitian ini ternyata menunjukkan bahwa paling banyak responden aktif dan tidak aktif adalah sama. Mereka berumur 23 tahun - 28 tahun. Kemungkinan hal ini lebih dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik nasabah pemegang kartu kredit HSBC.

Tabel 4.22. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Jenis Kelamin Responden Frekuensi

Jenis kelamin

Aktif Tidak Aktif Jumlah

Laki-laki 67 23 90

Perempuan 48 21 69

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 3

Dilihat dari jenis kelamin responden, diketahui bahwa jumlah terbanayk responden yang aktif maupun tidak aktif menggunakan kartu kredit HSBC ternyata adalah laki-laki. Data di atas menunjukkan bahwa tidak bisa dilihat dari jenis kelamin mengenai tingkat keaktifan responden dalam menggunakan kartu kredit. Hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan pemegang kartu kredit HSBC didorong oleh kebutuhan untuk berbelanja dan eksistensi sehingga antara laki-laki dan perempuan tidak bisa dibedakan berdasarkan tingkat keaktifan keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja.

(17)

Tabel 4.23. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Pendidikan Responden Frekuensi

Pendidikan

Aktif Tidak Aktif Jumlah

SLTA 26 12 38

S1 86 25 111

S2 3 7 10

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 3

Demikian halnya dengan responden dilihat dari pendidikan, ternyata jumlah terbanyak responden penelitian ini yang aktif maupun tidak aktif adalah dengan pendidikan S1. Baik nasabah yang aktif atau tidak aktif kebanyak dengan pendidikan S1 mengingat jumlah terbanyak responden penelitian ini dengan tingkat pendidikan S1.

Tabel 4.24. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Pekerjaan Responden Frekuensi

Pekerjaan

Aktif Tidak Aktif Jumlah

Pelajar/mahasiswa 34 20 54

Pegawai negari sipil 5 0 5

Pegawai swasta 39 12 51

Wiraswasta 37 8 45

Lain-lain 0 4 4

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 3

Responden yang menyatakan aktif menggunakan kartu kredit HSBC ternyata dengan pekerjaan pegawai swasta dan wiraswasta. Sedangkan responden yang menyatakan tidak aktif menggunakan kartu kredit HSBC adalah pelajar/mahasiswa. Jika dilihat dari jumlah terbanyak responden yang tidak aktif adalah mahasiswa karena pada status ini, nasabah belum memiliki penghasilan sendiri sehingga pengeluaran keuangan diatur sekekat mungkin.

(18)

Tabel 4.25. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Tingkat Penghasilan Responden Frekuensi

Penghasilan

Aktif Tidak Aktif Jumlah

< 1 juta 12 4 16

1 juta - 3 juta 49 19 68

3 juta - 5 juta 28 12 40

5 juta - 7 juta 9 4 13

7 juta - 9 juta 15 5 20

Lebih dari 10 juta 2 0 2

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 3

Berdasarkan pada tingkat penghasilan, ternyata responden yang menyatakan aktif menggunakan kartu kredit HSBC adalah 1 juta – 3 juta dan 3 juta – 5 juta. Demikian halnya untuk responden yang menyatakan tidak aktif menggunakan kartu kredit HSBC. Pada tingkat penghasilan yang sama, antara responden aktif dan tidak aktif menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang aktif adalah mereka yang sudah bekerja dengan tipikal suka berbelanja.

Sedangkan responden yang tidak aktif pada penghasilan yang sama juga lebih disebabkan karena faktor tipikal.

Tabel 4.26. Tingkat Keaktifan Berdasarkan Poin Ditukar Frekuensi

Poin ditukar

Aktif Tidak Aktif Jumlah

0 29 10 39

4.000 – 8.000 2 5 7

9.000 – 12.500 29 19 48

13.000 – 17.000 14 5 19

18.000 – 24.000 27 5 32

25.000 – 50.000 14 0 14

Total 115 44 159

Sumber: Lampiran 3

Berdasarkan pada jumlah point yang ditukar, ternyata jumlah terbanyak responden yang menyatakan aktif menggunakan kartu kredit HSBC adalah responden yang pernah menukarkan poin sebanyak 9.000 poin – 12.500 poin dan 18.000 poin– 24.000 poin dan belum pernah menukarkan poin. Meskipun

(19)

demikian, responden yang menyatakan tidak aktif menggunakan kartu kredit HSBC ternyata pernah menukarkan poin kartu kredit HSBC sebesar 9.000 poin – 12.500 pin. Berdasarkan data di atas, menunjukkan bahwa responden yang tidak aktif mampu menukarkan poin mengingat batasan aktif adalah yang selalu menggunakan kartu kredit untuk berbelanja. Jumlah terbanyak responden yang menyatakan tidak aktif dengan penukaran poin sebesar 9.000 – 12.500 poin menunjukkan mereka sbenarnya sering berbelanja sehingga meskipun sering tidak menggunakan kartu kredit tetapi nasaba ini masih mampu mengumpulkan poin yang terhitung banyak untuk ditukarkan.

4.3. Deskripsi Hasil Penelitian

4.3.1. Hasil Persamaan Regresi Linier Berganda

Untuk melihat pengaruh tiga variabel terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja digunakan alat analisa regresi linear berganda, maka persamaan yang berhasil terbentuk atas dasar data jawaban kuesioner dari responden penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 4.27 Nilai Koefisien Persamaan Regresi linear Berganda

Coefficientsa

1.711 .296 5.790 .000

.117 .054 .171 2.158 .032 .274 .171 .159

.053 .064 .070 .839 .403 .232 .067 .062

.286 .089 .267 3.232 .002 .347 .251 .239

(Constant) Reliability Accesbility Brand_image Model

1

B Std. Error Unstandardized

Coefficients

Beta Standardized

Coefficients

t Sig. Zero-order Partial Part

Correlations

Dependent Variable: Penggunaan_kartu a.

Sumber: lampiran 5

Berdasarkan nilai-nilai tersebut dimasukkan dalam persamaan regresi linear berganda dengan rumus sebagai berikut:

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + e

= 1.711 + 0.117 X1 + 0.053 X2 + 0.286 X3

Koefisien regresi reliability (b1)

Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi yang mampu diberikan oleh reliability terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja adalah cenderung kuat, karena nilai koefisien yang positif sehingga setiap kenaikan

(20)

penilaian atas reliability akan mempengaruhi kenaikan keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja.

Koefisien regresi accesbility (b2)

Accesbility mampu memberikan kontribusi positif terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja. Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan atau penurunan penilaian konsumen terhadap accesbility akan mempengaruhi kenaikan atau penurunan keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja.

Koefisien regresi brand image (b3)

Brand image mampu memberikan kontribusi positif sehingga menunjukkan bahwa setiap kenaikan atau penurunan penilaian konsumen terhadap brand image akan mempengaruhi kenaikan atau penurunan keinginan menggunakan kartu kredit. Brand image mempunyai kecenderungan yang lebih kuat dalam mempengaruhi keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja karena nilai koefisien regresi linear berganda lebih tingg dari variabel lainnya.

Berdasarkan persamaan tersebut, dapat dipahami bahwa setiap variabel penelitian ini ternyata mempunyai kontribusi yang positif terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja, dan dari ketiga variabel bebas ini dapat digunakan untuk memprediksikan kenaikan atau penurunan dari keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja. Dari koefisien regresi ini dapat terlihat bahwa kontribusi yang mampu diberikan oleh brand image adalah paling tinggi diantara variabel lainnya.

Korelasi merupakan bentuk keeratan hubungan, dan determinasi adalah pengaruh. Korelasi dan determinasi ini dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu simultan dan parsial. Simultan mengartikan bahwa hubungan yang terjadi antara keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja konsumen pada Kartu kredit HSBC dilihat dari perspektif reliability, accesbility, dan brand image.

Sedangkan parsial dengan melihat keterikatan satu per satu variabel bebas terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja konsumen pada Kartu kredit HSBC.

(21)

1. Hubungan dan determinasi simultan

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS, maka hubungan dan determinasi simultan ini disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.28. Korelasi dan Determinasi Berganda

Model Summary

.395a .156 .139 .40917 .156 9.529 3 155 .000

Model 1

R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

R Square

Change F Change df1 df2 Sig. F Change

Change Statistics

Predictors: (Constant), Brand_image, Reliability, Accesbility a.

Sumber: lampiran 5

Hubungan yang terjadi antara keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja konsumen pada Kartu kredit HSBC dilihat dari perspektif reliability, accesbility, dan brand image adalah sebesar 0.395. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan cukup antara keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja dari perspektif reliability, accesbility, dan brand image karena hubungan yang terjadi diantaranya mendekati angka satu (skor satu adalah hubungan sempurna).

Sedangkan dilihat dari koefisien determinasi terlihat bahwa reliability, accesbility, dan brand image mampu menjelaskan keragaman keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja sebesar 0.156 (15.6%). Sedangkan sisanya yaitu sebesar 84,4% dari keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja dipengaruhi oleh variabel lain (diluar model). Hal ini berarti ketiga variabel ini mempunyai pengaruh yang cukup kecil terhadap keinginan menggunakan kartu kartu kredit HSBC.

Rendahnya pengaruh point reward terhadap keinginan untuk menggunakan kartu kredit HSBC guna mengumpulkan point, menunjukkan bahwa point rewards yangs elama ini diberikan oleh kartu kredit HSBC kurang memberikan daya tark. Untuk itu, sebaiknya point rewards didesain lebih atraktif, misalnya dengan memberikan rewards pada produk-produk yang banyak disukai oleh konsumen. Selain itu, keunikan dari rewrads juga harus dipertimbangkan sehingga merchandise point rewards ini tidak ada bandingan di toko. Hal ini akan

(22)

mampu meningkatkan prestise pemegang kartu kredit HSBC yang mendapatkan rewards.

2. Hubungan dan determinasi parsial

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS, maka hubungan dan determinasi parsial ini disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.29. Korelasi dan Determinasi Parsial

Keterangan Hubungan

parsial (r)

Pengaruh parsial (r2)

Pengaruh Parsial (%) Reliability dan keinginan menggunakan

kartu kredit dalam berbelanja 0.171 0.029 2,9

Accesbility dan keinginan menggunakan

kartu kredit dalam berbelanja 0.067 0.004 0.4

Brand image dan keinginan menggunakan

kartu kredit dalam berbelanja 0.251 0.063 6,3

Sumber: lampiran 5

Berdasarkan sajian tabel di atas, mengenai korelasi dan determinasi parsial, dapat dilihat bahwa:

1. Reliability

(a) Reliability mempunyai hubungan sebesar 0,171 terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja. Hubungan sebesar 0,171 ini tergolong sangat lemah (lampiran). Sifat hubungan positif, hal ini menunjukkan jika penilaian konsumen terhadap reliability meningkat, maka keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja juga akan meningkat, demikian pula sebaliknya.

(b) Reliability mempunyai pengaruh sebesar 2,9%, berarti kenaikan atau penurunan keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC dapat dijelaskan sebesar 2,9% dilihat dari perspektif reliability.

2. Accesbility

(a) Accesbility mempunyai hubungan yang paling tinggi diantara variabel lainnya. Hubungan sebesar 0,067 ini tergolong lemah. Sifat hubungan positif, hal ini menunjukkan jika penilaian konsumen terhadap accesbility meningkat, maka keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja juga akan meningkat, demikian pula sebaliknya.

(23)

(b) Pengaruh dari accesbility terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja adalah 0,4%. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan atau penurunan keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC dapat dijelaskan sebesar 0,4% dilihat dari perspektif accesbility.

3. Brand image

(a) Brand image mempunyai hubungan terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja sebesar 0,251. Hubungan sebesar ini tergolong lemah (lampiran). Sifat hubungan positif, hal ini menunjukkan jika penilaian konsumen terhadap brand image meningkat, maka keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja juga akan meningkat, demikian pula sebaliknya.

(b) Pengaruh dari brand image terhadap keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja adalah 6,3%. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan atau penurunan keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC dapat dijelaskan sebesar 6,3% dilihat dari perspektif brand image.

Atas dasar penjelasan dari determinasi parsial ini, dapat dilihat bahwa brand image mempunyai pengaruh paling besar diantara reliability maupun accesbility dalam mempengaruhi keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC.

Nilai multiple R sebesar 0.395, dapat dipahami bahwa hubungan antara variabel bebas reliability (X1), accesbility (X2) dan brand image (X3) mempunyai hubungan yang tidak cukup kuat dengan keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC. Kriteria penilaian dalam nilai R tersebut bahwa semakin mendekati angka 1 (satu) nilai tersebut semakin kuat.

Nilai R Square (nilai kuadrat dari R), menunjukkan nilai sebesar 0.158.

Hal ini membuktikan bahwa keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC yang dikarenakan pengaruh reliability (X1), accesbility (X2) dan brand image (X3) adalah sebesar 15.8%. Untuk ini, dapat dipahami bahwa kenaikan atau penurunan keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja menggunakan HSBC 15.8% dapat dilihat dari perubahan

(24)

penilaian konsumen pada reliability, accesbility, dan brand image. Pengaruh sebesar 15.8% ini menunjukkan bahwa reliability, accesbility, dan brand image mempunyai kontribusi untuk memunculkan minat menggunakan Kartu kredit HSBC.

Jika dilihat dari perspektif tiap variabel, brand image mempunyai kemampuan untuk menjabarkan tingkat keinginan menggunakan kartu kredit dalam berbelanja yang diindikasikan dengan nilai koefisien variabel ini yang lebih tinggi diantara variabel bebas lain (reliability dan accebility). Hal ini menginformasikan bahwa:

1. Kualitas produk reward kartu kredit HSBC dinilai menarik

2. Kelipatan point yaitu setiap Rp 1000 pembelanjaan dengan satu point dinilai menarik

3. Ketentuan point rewards untuk voucher belanja dari kartu kredit HSBC dinilai menarik:

4. Jumlah outlet yang bisa menerima point rewards dari penggunaan kartu kredit HSBC cukup banyak dinilai menarik

5. Ketentuan point rewards untuk merchandise kartu kredit HSBC dinilai menarik:

6. Ketentuan point rewards untuk leisure kartu kredit HSBC dinilai menarik:

7. Ketentuan point rewards untuk dining dari kartu kredit HSBC dinilai menarik:

8. Ketentuan point rewards untuk shopping dari kartu kredit HSBC dinilai menarik:

9. Ketentuan point rewards untuk charity dari kartu kredit HSBC dinilai menarik:

10. Ketentuan point rewards untuk free annual fee dari kartu kredit HSBC dinilai menarik:

11. Ketentuan point rewards untuk visa platinum and premier card dari kartu kredit HSBC dinilai menarik:

12. Produk-produk point rewards HSBC unik sehingga dinilai menarik

13. Produk-produk point rewards HSBC dinilai mudah diingat, sehingga setiap menemukan produk serupa teringat pada point rewards HSBC

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh faktor fundamental perusahaan terhadap risiko

Konsep akuntabilitas dalam pembangunan tahap II Jembatan Way Sekampung Kresnowidodo-Negara Saka Kabupaten Pesawaran dan juga merujuk pada penelitian terdahulu mengenai

Perbedaam Jumlah Trombosit Cara Manual Pada Pemberian Antikoagulan EDTA Konvensional (Pipet Mikro) Dengan EDTA Vacutainer. Universitas

For telling our intention or plan, we can use be going to + simple form of the verb and would like to +simple form of the verb, and we use the statement form.. For asking, we

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang memiliki psychological well being akan memiliki sikap positif dalam menerima kondisi fisik, terbuka terhadap semua pengalaman,

 Mengetahui ciptaan tuhan  Anak menulis dengan rapi  Anak melengkapi huruf pada kata  Anak menggambar dengan rapi. Mengetahui

Untuk menjelaskan pola asuh, Baumrind (dalam Santrock, 2007) membagi tipe-tipe pola asuh menjadi 3, yaitu: 1) Otoriter, adalah gaya yang membatasi dan menghukum,

some profession compounded with lexicon boy in this case ploughboy. The general ideas of some profession compounded with lexical boy depicted from the reference table are;