• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KAJIAN PUTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB II

KAJIAN PUTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Review Penelitian Terdahulu

Suryandani (2018) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, dan keputusan investasi pada nilai perusahaan. Objek penelitian adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014 – 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan; ukuran perusahaan tidak mempengaruhi nilai perusahaan, sedangkan variabel keputusan investasi tidak mempengaruhi nilai perusahaan.

Dewi dan Abundanti (2019) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, likuiditas, kepemilikan institusional, dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada sektor properti dan real estate yang terdaftar pada BEI periode 2014 – 2017. Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa profitabilitas dan kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan likuiditas dan kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.

Dewi dan Henny (2020) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas yang diukur dengan current ratio (CR) dan rasio profitabilitas yang diukur dengan return on equity (ROE) terhadap nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia periode 2016- 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel profitabilitas (ROE) berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dan likuiditas (CR) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.

(2)

7 B. Teori dan Kajian Pustaka

1. Teori Sinyal

Hubungan teori sinyal ini muncul ketika pihak perusahaan memberikan informasi laporan keuangannya kepada pihak luar, termasuk investor. Melalui laporan keuangan ini diharapkan investor dapat mengetahui keadaan perusahaan saat ini dan prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Dengan adanya teori ini diharapkan dapat memperluas penawaran saham yang membuat investor tertarik untuk melakukan investasi ke perusahaan sehingga permintaan pasar saham naik diikuti dengan naiknya harga saham dan meningkatnya nilai perusaahaan.

2. Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan merupakan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan yang mempengaruhi nilai saham perusahaan, jika keuntungan yang didapatkan besar maka nilai perusahaan meningkat dan jika perusahaan mengalami kerugian nilai perusahaan juga akan menurun (Kasmir, 2016).

Pengukuran Nilai Perusahaan a) PER (Price Earning Ratio)

Rasio ini digunakan untuk menunjukkan naik turunnya harga saham terhadap laba yang dihasilkan. Apabila harga per lembar saham meningkat maka Price Earning Ratio meningkat dan akan meningkatkan nilai perusahaan. cara mengukur Price Earning Ratio Yaitu :

𝑃𝐸𝑅 = 𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑒𝑟 𝑆ℎ𝑎𝑟𝑒 b) Tobin’s Q

Tobin’s Q merupakan alat ukur ratio yang mendefinisikan nilai perusahaan sebagai bentuk nilai aset berwujud dan aset tidak berwujud. Tobin’s Q juga dapat menggambarkan efektif dan efisiennya perusahaan dalam memanfaatkan aset yang dimiliki

(3)

8 perusahaan (Dzahabiyya et al., 2020). cara mengukur Tobin’s Q Yaitu :

𝑄 = 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑃𝑎𝑠𝑎𝑟 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 + 𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑇𝐴

c) PBV (Price Book Value)

Price Book Value merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja harga saham (Weston & Brigham, 2001). Atau bisa dikatakan bahwa katika PBV tinggi maka tingkat kepercayan pasar terhadap prospek perusahaan juga akan tinggi sehingga investor tertarik untuk berinvestasi ke perusahaan dan mendorong harga saham yang naik dan nilai perusahaan juga akan meningkat.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan PBV karena dengan perhitungan menggunakan rasio ini dapat memberikan gambaran pergerakan suatu saham.

𝑃𝑟𝑖𝑐𝑒 𝐵𝑜𝑜𝑘 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒 = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝐵𝑜𝑜𝑘 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒 (𝐵𝑉) 3. Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan dalam mengelola aset. (Kasmir S.E., 2010).

a) Profit Margin (Profit Margin on Sales).

Profit Margin on Sales atau Rasio Profit Margin atau Margin Laba Atas Penjualan merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan. (Kasmir S.E., 2010). Cara mengukur Profit Margin yaitu menggunakan rumus :

𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ − 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠

(4)

9 b) Return on Invested (ROI)

ROI atau juga disebut Pengembalian atas modal yang Dinvestasikan yaitu hasil pengembalian aset yang menunjukan produktivitas dari dana berupa modal yang dikeluarkan perusahaan.

Rasio yang baik adalah rasio yang menghasilkan hasil yang tinggi (Kasmir S.E., 2019). Cara mengukur ROI yaitu menggunakan rumus :

𝑅𝑂𝐼 = 𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝐴𝑓𝑡𝑒𝑟 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡 𝑎𝑛𝑑 𝑇𝑎𝑥 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠

c) Return on Equity (ROE)

Return on Equity atau disebut dengan Hasil Pengembalian Ekuitas merupakan rasio untuk mengukur seberapa besar ekuitas yang dimiliki perusahaan yang dijadikan sebagai modal sehingga menghasilkan laba yang tinggi. Cara mengukur ROE yaitu menggunakan rumus :

𝑅𝑂𝐸 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑁𝑒𝑡𝑜 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝐵𝑖𝑎𝑠𝑎 d) Pengembalian Atas Total Aset (ROA)

Return on total assets (ROA) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan didalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimiliki. Return on assets (ROA) yang positif menunjukkan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi, perusahaan mampu memberikan laba bagi perusahaan.

𝑅𝑂𝐴 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑁𝑒𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡

e) Laba Per Lembar Saham Biasa (Earning per Share of Common Stock)

Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan pemegang saham, ketika hasil rasio ini rendah maka berarti bahwa menajemen

(5)

10 belum bisa membuat pemegang saham puas. Cara mengukur Profit Margin yaitu menggunakan rumus :

𝐸𝑃𝑆 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟

4. Rasio Likuiditas

Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek Kasmir S.E. (2010). Rasio likuiditas ini juga merupakan aset yang diputar untuk menghasilkan laba yang lebih dan dapat dicairkan dengan cepat menjadi kas ketika dibutuhkan (Brigham dan Houston, 2018).

Rasio Likuiditas yang umum digunakan adalah : a) Rasio cepat (Quick Ratio)

Merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory). Hal ini dilakukan karena sediaan dianggap memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan, apabila perusahaan membutuhkan dana cepat untuk membayar kewajibannya dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya (Kasmir S.E., 2010). Rumus untuk mengukur rasio cepat yaitu :

𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝐶𝑒𝑝𝑎𝑡 = 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 − 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

b) Rasio Lancar (current ratio)

Current Ratio atau Rasio Lancar merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan membandingkan seberapa banyak aset lancar yang digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo.

(6)

11 Jadi semakin tinggi nilai rasio likuiditas perusahaan berarti perusahaan dinilai mampu mengelola aset perusahaan dan semakin kecil pula risiko gagal bayar perusahaan tersebut, sehingga perusahaan dinilai mampu memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Rumus untuk mengukur rasio lancar yaitu :

𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 = 𝐴𝑠𝑒𝑡 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 5. Ukuran Perusahaan

Ukuran Perusahaan adalah total kekayaan yang dimiliki perusahaan (Normalita, 2011). Perusahaan yang lebih besar banyak diminati investor. Menurut Pratiwi dan Amanah (2017) semakin besar aktiva perusahaan maka akan semakin banyak modal yang ditanam, karena perputaran asetnya dapat menghasilkan penjualan yang lebih banyak. Sehingga kapitalisasi pasar juga meningkat yang berdampak bagi perusahaan untuk dikenal lebih oleh masyaraka. Rumus untuk mengukur ukuran perusahaan yaitu :

Ukuran Perusahaan = Ln Total Aset C. Rumusan Hipotesis

1. Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan

Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi (Kasmir S.E., 2010). Profitabilitas digunakan untuk mengukur kinerja keuangan yang memiliki pengaruh dalam nilai perusahaan karena dengan profit naik maka akan membuat laba naik lalu investor tertarik untuk melakukan investasi ke perusahaan yang membuat permintaan pasar saham naik diikuti dengan naiknya harga saham yang memengaruhi Nilai Perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Mayogi dan Fidiana (2016), Suwardika dan Mustanda (2017) Esomar dan Titioka (2020), (Sudandana, Endiana (2020), Prasetya dan Cipta (2021)

(7)

12 Tentang pengaruh Profitabilitas terhadap nilai perusahaan menyatakan bahwa variabel tersebut berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Sehingga diperoleh hipotesis sebagai berikut :

H1 : Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan

2. Pengaruh Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan

Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek.

Artinya apabila perusahaan ditagih, maka akan mampu memenuhi utang (membayar) terutama utang yang sudah jatuh tempo (Kasmir S.E., 2010). Likuiditas sendiri berhubungan dengan investor, dan Price Book Value juga berhubungan dengan saham jadi likuiditas ini berhubungan secara tidak langsung karena akan dimasukkan ke laporan Laba/Rugi dan hutang jangka pendek sendiri akan berpengaruh ke laporan laba rugi periode tersebut. karena kurang dari 1 tahun maka akan dihapus dalam hutang jangka pendek dan beban pembayaran hutangnya termasuk masuk ke laba/rugi, setelah itu maka akan berpengaruh terhadap laba ditahan kemudian akan berpengaruh terhadap EPS (Earning Per Share), EPS ini digunakan untuk melihat profit yang dihasilkan sehingga berpengaruh terhadap naiknya harga saham perusahaan, karena jika perusahaan mampu menghasilkan tingkat laba yang tinggi per lembar sahamnya maka berarti memiliki lebih banyak uang yang dapat diinvestasikan kembali sehingga nilai perusahaan akan meningkat.

Penelitian yang dilakukan oleh Uttari dan Yadnya (2018) Nugraha (2020) Esomar dan Titioka (2020), Suardana et al. (2020), Prasetya dan

(8)

13 Cipta (2021) Putri dan Miftah (2021) Tentang pengaruh Likuiditas terhadap nilai perusahaan menyatakan bahwa variabel tersebut berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan,

H2 : Likuiditas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

3. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan

Ukuran Perusahaan merupakan gambaran besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan pada total aktiva, karena ukuran perusahaan sendiri dinilai dari Total Aktiva yang dimiliki perusahaan untuk melakukan kegiatan operasionalnya, sehingga dana yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiataan operasionalnya itu tinggi dan berarti bahwa perusahaan tersebut mempunyai ukuran perusahaan yang besar. Total aktiva juga digunakan untuk jaminan memperoleh hutang.

Hutang yang meningkat ini berarti bahwa Semakin besar ukuran perusahaan tersebut dan diharapakan dapat membuat perusahaan memiliki pengembalian aset yang lebih besar. Penelitian yang dilakukan oleh (Ernawati, 2015), (Rudangga dan Sudiarta, 2016) (Putra dan Lestari, 2016) Sanulika (2018) Suardana et al. (2020), Tentang pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan menyatakan bahwa variabel tersebut berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. dengan demikian hipotesis yang dapat dibuat adalah : H3 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan

(9)

14 D. Kerangka Pemikiran

Gambar 2.1 Profitabilitas

X1

Likuiditas X2

Ukuran Perusahaan X3

Nilai Perusahaan (Y) H1

H2

H3

Referensi

Dokumen terkait

Pada sisi lain, de Broglie mengatakan bahwa benda yang bergerak memiliki momentum dan panjang gelombang yang dihubungkan oleh p = h/λ.. Momentum benda bergerak dihubungkan dengan

Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotic (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotic dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi

Data / informasi tentang pelaku usaha tersebut digunakan oleh bagian Komunitas dari majalah Femina, khusus nya pada bidang wanita wirausaha untuk mengadakan

Anggapan bahwa anak atau keturunan merupakan bagian yang sangat penting dari tujuan sebuah pernikahan tersebut menimbulkan pendapat dalam masyarakat, bahwa citra sebuah keluarga

Perbedaan lain dengan anova adalah uji beda rerata hanya membandingkan dua Perbedaan lain dengan anova adalah uji beda rerata hanya membandingkan dua rerata populasi yang

Oleh karena itu, penggunaan variasi dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB fraksi air pada kondisi hewan hiperkolesterol-diabetes tidak mampu menurunkan kadar kolesterol

Adapun yang menjadi pencipta dan yang membudayakan tradisi pembacaan senandung munajat ini adalah tuan guru pertama yang juga merupakan pendiri Tarekat

Mustika Mahbubi, Sp.JP FIHA sebagai dokter Rumah Sakit dengan Rincian Kewenangan Klinis terlampir dan menjadi kesatuan dalam Surat Keputusan ini.. Kewenangan