KEPALA Bmo I/PERMUSYAWARAT.AN I. DRS. GONDOSUTOJO I
R A N
C
A N G A NUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN
TENTANG
PENGESAHAN PERJANJIAN
ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN MALAYSIA
TENTANG REJIM HUKUM NEGARA NUSANTARA DAN HAK-HAK
MALAYSIA DI LAUT TERITORIAL DAN PERAIRAN NUSANTARA SERTA RUANG UDARA DI ATAS LAUT TERITORIAL, PERAIRAN NUSANTARA DAN WILAYAH REPUBLIK
INDONESIA YANG TERLETAK DI ANTAR~ MALAYSIA TIMUR DAN M.~LAYSIA BARAT
Menimbartg
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
a. bahwa dalam rangka memar!tapkan kedudukan negara Re- publik Indonesia s~bagai Negara Nusantara, telah di adakan suatu Memorandum Pengertian Bersama antara Republik Indonesia dan Malaysia tentang asas·Negara Nusantara dan telah ditandatangani di Jakarta ·pada tanggal 27 Juli 1976;
b. bahwa sesuai dengan isi ketentuan-ketentuan sebaga~
mana tercantum dalam Memorandwn Pengertian Bersama antara Republik Indonesia dan Malaysia tersebut pa- da huruf a di atas perlu diadakan perjanjian antar~
kedua negara;
c. bahwa Perjanjian antara Republik Indonesia can Ma- laysia tentang Rejim Hukum Negara Nusantara dan Hak hak Malaysia di Laut Teritorial dan Perairan Nusan~
tara serta Ruang Odara di atas Laut Teritorial,Per- airan Nusantara dan Wilayah Republik Indonesia yarig
terletak ...
Mengingat
Menetapkan
terletak diantara Malaysia Timur dan Malaysia Barat telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 25 Pe- bruari 1982;
d. bahwa Pemerintah Republik Indonesia memandang perlu mengesahkan Parjanjian tersebut pada huruf c di atas dengan Undang-undang;
1. Pasal S ayat (1), Pasal 11 dan Pasal 20 ayat (1) Un- dang-Undang Dasar 1945;
2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik In donesia Nornor IV/MPR/1978 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara;
Dengan persetujuan
DEWAN PER~TAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
M E M U T U S K A N :
UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN PERJANJIAN ANTARA RE- PUBLIK INDONESIA DAN l'1ALAYSIA TENTANG REJIM HUKUM NEGA- RA NUSANTARA DAN HAK-HAK MALAYSIA DI LAUT TERITORIAL DAN PERAIRAN NUSANTARA SERTA RUANG UDARA DI ATAS LAUT TERITORIAL, PER~IRAN NUSANTARA DAN WILAYAH REPUBLIK IN- DOt--TESIA Y.~NG TERLETAK DI ANTARA MALAYSIA TIMUR DAN MA- LAYSIA BARAT.
Pasal 1
Mengesahkan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Malaysia tentang Rejim Hukurn Negara Nusantara dan Hak- hak Malaysia di Laut Teritorial dan Perairan Nusantara serta Ruang Udara di atas Laut Teritorial, Perairan
Nusantara . . .
Nusantara dan Wilayah Republik Indonesia yang terletak di antara Malaysia Timur dan Malaysia Barat,yang salin- an naskah aslinya dilampirkan pada tJndanq-unrJranrJ in1.
Pasal 2
Undang - undang ini mulai berlaku pada_tangqal diundang- kan.
Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintah- kan penqundanqan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Diundanqkan di Jakarta pada tangqal
MENTERI/SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,
SUDHARMONO, S,H,
Disahkan di Jakarta pada tangqal
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
SOEHARTO
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN NOMOR
PENJELASAN'
PENJELA;iAN ATAS
UNDANG~UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR TAHUN
TENT ANG
PE:NGESAHAN ~E.RJANJU\N ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN MALAYSIA. TENTANG REJIM HUKUM NEGARA NUSANTARA DAN
HAK--EAK Ml\LA.YSIA. DI LA.UT TERITORIAL DAN PERAIRAN NUSANTARA SERTA
RUANG UDARA DI ATAS· LAUT TERITORIAL, PERAIRAN NUSANTARA DAN WILAYAH EPURLIK INDONESIA. YA.NG TE·RLETAK DI ANTARA MALAYSIA TIMUR DAN MALAYSIA BARAT
,·UM·UM
Dalam rangka memantapk.an kedudukan negara Republik Indonesia
seb~gai Negara Nusantara dan memperhatik.an kebijaksanaan Pemerintah Re- publik Indonesia klmsusnya dalam menjaga se.rta melaksanakan hubungan be.rtetangga baik, maka Pernerintah Republik Indonesia dan Malaysia pada
tanggal 27 Juli 1~76 telah menandatangani Memorandum Pengertian Bersama tentang Negara Nusantara, Memorandum pengertian Bersama tersebut inti- nya rnemuat kesepak.at.an antara kedua negara, yang mengandung ketentuan oahwa pihak Malaysia mengakui dan menyokong rejim hukurn negara nusanta- ra dan sebagc.ti imbalannya, pihak Indonesia me._ngakui hak-hak tradisional dan kepentingan-kepentingan yang sah Malay·sia di laut teritorial dan
~ perairan nusantara Indones·ia yang terletak di antara Malaysia Timur dan Malaysia Barat. Disarnping itu Memorandum Pengertian Bersama telah mene- .tapkan pula agar Indonesia dan Malaysia mengadakan suatu Perjanjian
yang memuat penjabaran lebih lanjut isi ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum dalam Memorandum Pengertian Bersama tersebut dan hendaknya perjanjian termaksud sudah dapat selesai dan ditandatangani sebelum Kon ve.nsi tentang Hukum Laut dihasilkan oleh Konperensi PBB tentang Hukwn-
Laut ke-III.
Ketentuan- . . .
Ketentuan-ketentuan umum sebagaimana tercantum dalarn Memo- randum Pengertian Bersama tersebut pada hakekatnya adalah sesuai dengan perumusan pasal 47 ayat 7 Konvensi Hukum Laut yang dihasil kan oleh Konperensi P.B.B. tentang Hukum Laut ke-III yang rnenen- tukan bahwa : "Apabila suatu bagian tertentu dari perairan kepu- lauan suatu negara kepulauan terletak di antara dua bagian dari suatu negara tetangga dekat, maka hak-hak dan kepentingan-kepen- tingan sah yang dimiliki oleh negara tersebut belakangan dan yang telah dimilikinya secara tradisional dalam perairan demikian ser- ta segala hak yang ditetapkan dalarn suatu perjanjian antara nega- ra-negara demik.ian harus tetap berlaku dan dihormati."
Sebagaimana dirnaklumi, sebagian laut yang terletak dianta- ra Malaysia Timur dan Malaysia Barat, yang sekarang termasuk ke- daulatan teritorial Republik Indonesia berdasarkan Pengumuman Pe- mer intah mengenai Wilayah Perairan Negara Republik Indonesia pada tanggal 13 Desember 1957 yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda dan yang selanjut.nya telah dikukuh.kan dengan Undang-undang No.4/Prp tahun 1960 tentang Perairan ~ndonesia, sernula adalah la- ut bebas ..
Yang di.maksudkan dengan h.ak-h.ak tradisional dan kepentingan-kepen tingan yang sah Malaysia yang telah ada di wilayah laut tersebut pada pokoknya mel.iputi hak akses dan komunikasi baik di laut mau- pun di udara bagi kapal~kapal dan pesawat udara Malaysia untuk tu- juan dagang, sipil dan militer dan t~k perikanan tradisional Ma- laysia di ternpat-te.i."Tlpat terte.r.tu di wilayah laut, tennasuk hak me- masang kabel telekornunikasi dan pipa-pipa bawah laut.
Dengan adanya Perjanjian antara ~epublik Indonesia dan Ma- laysia yang telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 25 Pebrua- ri 1982, Rejim Hukum Negara Nusantara telah mendapatkan pengakuan yang sah oleh Malaysia .. Hal ini pe~ting artinya di dalam situasi di mana Konvensi Hukurn Laut yang baru belum ditandatangani dan mempu-
nyai dampak baik di bidang politik maupun di bidang hukum internasional,
terlebih lagi
- 44 -
terlebih lagi karena pengakuan secara hukwn telah diberikan oleh suatu negara tetangga Indonesia dan yang letaknya terdekat di lingkungan ASEAN (Association of South East Asian Nations).
Sebagaimana diketahui dengan disahkannya perjanjian ini dengan Undang-undang, maka isi perjanjian tersebut menjadi bagian daripada tata hukum/perundang-undangan nasional dan untuk itu ki-
ranya perlu diadakan penyesuaian terhadap peraturan perundang-un- dangan nasional Republik Indone3ia sepanjang yang menyangkut pe- laksanaan isi ketentuan perjanjian ini.
I I •. PASAL. DEMr PASAL
Pa.sal l
Cukup jelas.
Pasal 2
Cukup jelas.
TAMBAHAN LE..l\!BARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR
Rancan9an Undang-unda~g .Republik Indonesia tentang Penge··
sahan Perjanjian Antara Republik Indonesia Dan Malaysia Tentang Reji.m Hukum Negara Nusantara dan Hak-hak Malaysia_Di Laut Terito-
rial
Dan Perairan Nusantara serta Rua~g Udara Di Atas Laut Teri- torial, Perairan Nusantara Dan Wilayah Republik Indonesia yang Terletak Di An.tara Malaysia Timur Dan Malaysia Barat tersebut di atas bese.rta penjelasannya telah mendapat persetujuan dalam Rapat Paripurna Terbuka ke-12 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada tanggal 23 Pebruari 1983 untuk disahkan menjadi Undang-undang.Jakarta, 23 Pebruari 1983.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA WAKIL KETUA,
M.KHARIS Sl)HUD
KETUA s
KETUA : Demikianlah isi keseluruhan naskah dari rancangan undang-undang itii yang telah dibacakan Saudara Kepala Biro I, untuk itu kami sampaikan teri~a kasih.
Sidang yang terhormat, untuk lebih meyakinkan kita semua, maka kepada Sidang yang te1·horma t kam{ tanyakan t apakah Rancangan Undang-undnng tentang Pengesahan Perjan-
jian antara Republik Indonesia dan Malay~ia ini dapat di- setujui untuk disahkan menjadi undang-undang?
( Rapat : Setuju )
-.
Terima kasih.
Dengan demikian, maka dAngan mufakat bulat Rancangan Undnng-un<lang tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Malaysia tentang Rejim Hukum Negara ::~usantara
dan Hak-hak Malaysia di Laut Teritorial dan Perairan Nusan- tara sert~ Ruang Udare di atas Laut Teritorial Perairan Nusantara dan Wilayah Republik Indonesia yang terletak diantara M~laysia Timur dan Malaysia Barat telah diterima oleh Dewan untuk disahkan menjadi undang-Wldang.
Sidang yang terhormat, pada kesempatan ini pula kami ingin memberikan kesempatan dan ingin mempersilakan kepada Wakil Pemerintah dalam hal ini Saudara Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan kata sambutannya.
Kami persilakan.
MENTER! LUAR NEGERI, ••••••
- 46 -
MENTER! LUAR NEGERI, PROF. DR. MOCHTAR KUSUMAATMADJA, SH : Sau- dara Ketua dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indo- nesia yang terhormat, pada hari ·ini telah disetujui oleh Sidang Pa- ripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Rancangan Undang Undang tentang Pengesahan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Malaysia tentang Rejim Hukum Negara Nusantara dan Hak-hak Malaysia di Laut Teritorial dan Perairan Nusantara ser~a Ruang Udara di atas Laut Teritorial, Perairan Nusantara dan Wilayah Republik Indonesia yang terletak di antara Malaysia Timur dan Malaysia Barat.
Sehubungan dengan itu, perkenankanlah saya atas nama Pemerintah menyatakan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama yang baik serta pengertian yang mendalam dari Saudara-saudara sekalian yang terhormat, sehingga tugas kita bersama dapat diselesaikan le- bih cepat dari waktu yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini adalab karena adanya titik tolak yang sama antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengenai pentingnya Perjanjian antara Republik Indonesia dan Malaysia tersebut, sehingga memperoleh prioritas uta- ma dalam agenda Sidang Dewan Perwakilan Rakyat kali ini.
Rancangan Unctang Undang yang·Saudara-saudara setujui ~ei·s~but selanJuLnya akan mendapa~k~n pengesahan Bapak Presiden Republik Indonesia dan pada tahap berikutnya Perjanjian ini akan mulai ber-
·1aku papa tanggal pertukaran piagam-piagam pengesahannya.
Perlu kami tegaskan sekali lagi, bahwa melalui Perjanjian ini Malaysia merupakan negara yang pertama yang secara explicit meng- akui Rejim Hukum Negara Nusantara seb~lum Konvensi Hukum Laut yang
b~ru yang antara lain memuat ketentuan mengenai Rejim Hukum tersebut diterima oleh masyarakat internasional. Dengan pengakuan Malaysia itu akan lebih mantaplah kedudukaµ negara Republik Indonesia seba- gai Negara Kepulauan. Disamping_itu, Perjanjian ini lebih memper- kokoh lagi hubungan persahabatan antara Republik Indonesia dan Ma•
laysia yang telah terbina selama ini.
Saudara h.etua dan ·para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang terhorma t, sebagaiinana telah ¥~mi kemu_kakan dalam P~njelasar,t.
Pemerintah ...
- 47-
Pemerintah di muka Sidang Paripurna beberapa waktu yang lalu, Per- janjian ini ditandatangani sebelum Hukum Laut yang baru diterima dalam suatu konvensi internasional, sehingga paling tidak azas Ne- gara Kepulauan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara kita itu telah mendapat pengakuan dari negara tetangga terdekat, seltalipun belum mendapat pengakuan internasional secara umum.
Syukur Alhamdulillah, pada akhirnya Konvensi Hukum Laut yang baru telah diterima oleh masyarakat internasional dengan ditandatangani- nya Konvensi tersebut oleh 119 negara pada tanggal 10 Desember 1982 yang lalu di Montego Bay, Jama~ca, sehingga diletakkan dasar bagi pengakuan universal daripada azas negara kepulauan.
Indonesia sebagai salah satu negara penandatangan Konvensi pada J
waktunya akan melaksanakan kewajibannya untuk meratifikasi Konvensi tersebut. Dengan berlakunya Konvensi Hukum Laut tersebut kelak, maka akan timbul hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi Indonesia se- bagai Negara Kepulauan, disamping hak-hak dan kewajiban-kewajiban Indonesia terbadap ketentuan-ketentuan Konvensi lainnya.
Al{hirnya, perkenankanlah saya sekali lagi at as nama Pemerintah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama dan pengertian Saudara-saudara sekalian yang terhormat.
'1udah-mudahan kerjasama dan pengertian yang baik ini akan tetap ter- pelihara 0an berkembang terus dimasa-masa yang akan datang.
KETUA
- 48 -
KETUA : Terimakasih kam·i sampaikan kepada yang ter- . hormat Saudara Menteri Luar Negeri yang telah menyamp~iÂ
kan sambutan Pemerintah atas persetujuan Dewan Perwaki1an Rakyat terhadap Rancangan Undang-undang tsntang Pengesah- an Perjanjian antara Republik Indonesia dan Malaysia un- tuk d4~~hkan menjadi undang-undang.
Sidang yang terhormat, pada kesempatan ini perkenan- kanlah kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingg~Â
n~~ Kep20~ yang terhormat Saudara Menteri Luar Negeri be- serta Staf~ dan kepada yang terhormat Saudara-saudara Pimpinan ~nggota Komisi I beser•a Staf yang telah secara tekun dan sungguh-sungguh dengan mencurahkan tenaga dan pikirar .i·tsertai semangat kerjasama yang baik dalam pem- bahasan rancangan uridang-undang ini, sehingga rancangan undang-undang ini telah dapat disetujui oleh DPE untuk disahkan menjadi· undang-undang.
Saudara Men~eri Luar Negeri dan para Anggota Dewan yang kami hormati, dengan demikian maka selesailah sudah acara kita yang pertama dalam rapat Paripurna hari ini.
Dan segera kita akan memasuki acara yang kedua. Tetapi sebelum itu memperhatikan bahwa mungkin yang terhormat Saudara Menteri Luar Negeri masih mempunyai acara lain, maka rapat Paripurna ini akan kami skors selama 5 menit untuk memberi kesempatan kepada yang terhormat Saudara Menteri Luar Negeri untuk meninggalkan ruangan sidang inj.
Dengan ini rapat Paripurna, kami skors selama 5 menit.
Rapat ••••••••••••
pukul 10.55).
KETUA: Saudara-saudara Anggota Dewan yang terhormat, rapat Paripurna kami buka kembali.
Acara kedua dari rapat Paripurna hari ini yaitu Lapor- an RKSAP tentang Delegasi DPR ke Konperensi IPU di ~oma,
September 1982,ke Sidang Umum PBB bulan Nopember 1982f dan ke Sidang Pertemuan AIPO Parlemen Eropa di Strassburg bulan Nopember 1982 yang lalu. Di meja Pimpinan telah disampaikan nama-nama pelapor sebagai berikut:
1. Laporab Deleeasi DPR ke Konperensi IPU di ~oma bulan September 1982 akan disampaikan oleh pelapor Anggota yanB' terhormat Saudari ~yonya Ida Ayu Utami Pidada.
2. Lat>oran Delega.si D:PR ke Sidang Umum PBB bulan Nopember 1982 akan disampaikan oleh pelapor ~nggota yang terhor- mat Saudara Ir. Usman Hasan.
J.
Laporan Delegasi DPP ke AIPO Parlemen E~opa di Strass- burg bulan Nopember 1982 akan disampaikan oleh pelapor Anggota yang terhormat Saudara Ir. Marconi Ismail.Untuk itu kami persilakan Anggot~ yang terhormat Saudari r-::yinya Ida .Ayu Utami Pidada menyampaikan Laporan Delegasi DPR ke Konperensi IPU di Roma.
Kami persilakan.
NYONYA IDA AYU UTAMI PIDADA: ••••••••••••
•
•
- .so -
NYONY). IDA ~\YU UT.:'~~II PIDADA.: Pimpina?l Sidang yang ter- hormat serta Rapak-bapak dan Ibu-ibu Anggota DPn-RI yang saya hormati, sehelum saya menyampaikan ·laporan Badan Ker- ja Sama Antar P~rlemen tentang Delegasi DPR-RI ke Konpe-
rensi IPU di Roma, Itaiia, perkenankanlah lebih dahulu saya~
menyampaikan bahwa tugas dar~pada delegasi tersebut dilak- sanakan pada bagian akhir dari lembaga DPR-RI periode 1977/
1982 dimana pada bagian akhir dari rnasa persidangan terse- but sudah tidak dimungkinkan lagi adanya waktu untuk me- nyampaikan hasil tugas dari delegasi tersebut kehadapan
sirlane Pleno dari lembaga DPH pada periode tersebut. Badan Kerja Sarna ~ntar Parlemen yang terbentuk kemudian rnengang- gap bahwa hal ini penting untuk dite~uskan kepada ~irlang
Umum yang.dikukuhkan atau dilantik pada bulan September 1982 untuk petigetahuan atau untuk perbendaharaan dari lem- baga DPR-~I yang sekarang ini.
Dengan demikian perkenanka.nlah sekarang saya melanjut- kan membacakan laporan dari delegasi DPR-RI ke Konperensi IPU di Roma, Italia, yang berlangsune pada tanggal 14 sam- pai dengan 22 September 1982 •
I. PENDAHULUAN •
I.
PEIJD~WLU.AN -- - :Pengiriman Delegasi DPR7RI ke - X:onperensi IPU di Roma 7~-Italia
~ ini adalah merupakan kelanjutan dari pad.a tugas Delegasi DPR:-RI ke
Ipu Spring
Meeting diLagos7Nigeria
yaI'..gtelah_ berlan.gsung dari tang:-
.. -ga112 s/d 17 April 1982:-
Dasar
hukum-da:ri
pad.apengirirnan Delegaai·ini ialah
KeputusanPresiden
R~I~ No-.J55/LN
Tahun 1982~ ta.ngga114
September1982
( lihat
lampiran
I):~·II. SlJSURAl! DELEGASI :
,.
Berdasarkan Ke:putusan Presiden R.I:~ tersebut diatas maka. susu.n7 an Delegasi DPR7RI ke I:onperensi IPU di Roma ini adalah sebagai
berikut :
1~
Ibu Ida
A::fuUtami Pidada dari Fraksi :carya Pembangun.an
sebagai2;~ Sdr.
3.
Sdr.4:' sa.r::
Xetua Delegas1:·
Ir. Soma
Suherman dari Fraksi
'.[arya Pembanguan sebagai Anggota Delegasi:_Drs. Ua.derma.n dari Fraksi :ra.:t-yaPembangu.nan
sebagai Anggota Delegasi.~Marzuki Darusman S.H. dari
Fraksi :taryaPembangunan
sebagai AnggotaDelegasi.
5:.- Sdr. H~ lld~ Tholid S.R.- d.ari Frakai A.BRI sebagai Anggota--Delegaaf.
6-~ Sdr-. Drs·.- MA·. Gani M.A: dari Fraksi }\ersatua.n Pemba.ngunan sebagai Anggota Delegasi. - 7·. Sdr. Paulus Weto dari Sekreta.riat Jenderal DPR~RI seba.gai
Sekretaris Delegaai.
Selain dari susunan Delegasi
tersebut
diataa-~ :juia, :diperban- _ tukan i"s~ora.ng Pejab~~t dari Depn.r.temen Lu~.r Ne~eri. RI (Sdr. Drs.Yuwono)·
sebagai
penasehat deleg~si.nr. .ANALISA
• • • • • • • • • • •- _'52 -
!II. l17-4LISA SITiJASI Y.AlTG AU:rr DIHAD.API :
Analisa si tu~~i ini berlandaskan 2 sumber yai tu hasil:'hasil I:onperensi IPU sebelumnya dan hasil !1'U Spring Meeting di Lagos:.
' j '
Salah satu da:r,:~ Dr~t Resolusi yang dihasilkan oleh IPU
Spring Meeting
di;c"Lagosbulan
Auril1982
berjudul :'!;,,'1-' -
" Elimination
ot
c~lonialism and combatingof
neo~colo11ialism,and particularly the need to take .measu.res for the immediate _ and strict implementation of the UN Plan for Namibia n~· .
Da;l.am
p:ream.bular
paragraph 18 dan operative paragraphs24 dan 25
. dari Draft -- Resolusi Lagos ini berbunyi : -.(18)~Concerned
at the
aggravation·o£the
situation inEast
TimorWhose people is not
onlyprevented from acceding to self
dete~mination and independence but is also a vict~m of geno:
cide.
(24)
7
. - Reaff~.rms the right of East Timor to self"'."determination a.~d independence\
and therefore
condemns the .use o~ force toprevent
the people of East Timer from exercisingthat
right.{25)~
Calls upon
a11parties concerned to reach a
~irmand
!i~a1settlement
o:fthe situation
of thepeople
of EastTimer*:
- Dengan Draft Resolusi Lagos
yangsedemikian itu telah dapat d.isimpul.kan keadaan yang
ak~ndihadapi
diIPU Conference
d.1-Roma.
iniakan jauh lebih berat dibandingkan
deng~nkeadaan konpe rensi-konperensi IPU sebelumnya.
Dari beberapa Draft Resolusi
L'? .. gos,· maka deleg~siIndonesia meriyadari bahwa Draft Resolusi yang men:yl\Ilgkut masala.h Tim-Tim
inila.h yang akan palingberat dihadapi
Deleg~si RI, seb~.b akan• lebih sulit untuk
menghilangkan
suatu dra:ft yangsudah d.iputuskan dari pada mencega.hn:Ya..
Menyadari akan ha.l itu maka dalam
rap~t-rapatpersiapan sebelum bertngkat, delegasi Indonesia
tel~h menetapkan ~ stra-tegi dasar ialah :
1.Delegasi •••
!II. JJ·~ALISA SI~UASI YAHG ll.JJ~ DIHAD.Al'I :
Analisa.
si
tu~si iniberlandaskan 2 su.mber
yaitu hasil:-hasil
Konperensi IPU sebelumnya da.n hasil !PO Spring Meeting di Lagos:.'J ...
Salah
satu d~~Draft Resolusi
yangdihasilka.n oleh IPU .
Spring Meeting di>"~.~os bula.n April 1982 berjctdul :" Elimination of cglor:.ialism and combating of neo"'.'9colo11ialism,
and
particularlythe
need to takemeasures
for theimmediate _ a...'ld
strict implementationot the UN Plan :for
Namibia n~· .Dal.am prea.mbul;ar paragraph 18 dan operative paragraphs 24 dan 25 dari Draft Resolusi Lagos ini berbunyi :
.. -- -.
(18):concerned at the aggravation of the situation
inEast
TimorWhose people is not only prevented from acceding to sel;t
dete~mination
and independence but is also a
vict~mof geno=
cid.e.
( 24) ".- Reaff~..rms the :t•i[i;ht of East Timor to self-:-determination-
and independence\
andtherefore condemns the use of force to prevent the people of East Timer
fromexercising
that right.(25)~
Ca1ls upon all parties concerned to reach a
~irmand
!i~a1 settlement of the situation of thepeople ot East Timar:- - Dengan Draft Resolusi Lagos
yangsedemikia.n itu telah dapat
d.isimpulkan keadaan yang ak~n diha.dapi di IPU
Conferenc,e
di-Roma. ini akan jauh lebih berat diband.ingkan dengan keadaan
konpe rensi-konperensi IPU sebelumnya.Da,ri beberapa Draft Resolusi L~gos,- maka. deJ.egasi Indonesia menyadari bahwa Draft
Resolusi
yang me!lYllllgkut mas~lahTim-Tim
inilah yang a.kan pa.ling berat dihadapi Deleg~si RI, sebR.b akanlebih su1it untuk menghila.ngkan suatu dra..ft
ya.ngsudah diputuskan dari pad.a.
mencega.hnYa.Menyadari aka.n hal
itu
maka dalam rapat-rapat persiapan sebelum bert:n gkat, delega.si Indonesia telah menetB.pka.n4
stra-tegi dasar
ialah : ,1.Delegasi •••
- 5.3 -
1.
Deleg~siakan mengajukan amandemen untulc mengeluarkan preambular paragraph 18
d.anoperative paragraph 24 &:tn
25
d~.riDraft Resolusi.
2. Jik~.
usul amandemen
initidak berba.sil maka
deleg~sia.kan berusa.ha melemahkan bunyi paragraph-paragraph tersebut melalui jasa-jasa
baikda.ri
beberapanegara sahabat dengan jala.n mengajuka.n usul
sub-amandemenuntuk
menghila.ngkan ltata-katakasar yang terdapat da- lam Draft.
3. Memperkruit lobbying da.n menjelaskan kepada
deleg~siÂdeleg~si
Parlemen negara lain tentang kead.aan Tim-
Timyang sebenarnya dewasa
ini.4. Ketua.
Deleg~siakan menyampaikan pid.ato/statement . yang menyerang Portugal seba.gai bekas
penjajahdi Timor-Timur, dengan segala akibatnya bagi rakyat
Ti-mar Timur.
Masalah lain yang menyangkut kepentinga.n nasiona1
I~doÂnesia ialah
mas~lahta.ha.nan politik yaitu Ny. Sundari. Abdurach-
man.
M~.salah inimerupakan masala.h lama
d.ima.napiru:tk In?-onesia menganggap bahwa masalah in1 sudah selesai dengan telah diadili dan
dijatuhi ~ukum~nkepada Ny.
Sund.a.riAbdurachman
oleh Penga- dilan y~ngberwenang.
Nqmun IPUtetap
memintakepad.a
P~.rlemenIndonesia untult menghimbau pemerintah agar Ny.
Sund.~riAbdurach man
dPp~tdikurA.ngi
hukumannya ataudibebaskan da.ri penjara
menging~t usi~.ny~_ Y!:!ng tel~h
lanjut.
Sel~in 1ari
masa.lah Timor Timur dan
Ny. Sun:i~ri Abdu-~~ 8:-mi~n deleg~si
telah pula menetapkan untuk turut berpartisi-
p~si p~da
topic
mengen~iperlucutan senjata, pangan dunia
d~n lingkung~n hidup. c~Lrany~ ialah dengan jal.an menyampaik.an pi-dato
pa~ pem.~nd.angan uJnum r~pat-rapatKomisi mengenai masing-
m"1sing
item.
-·-
!V. PER.SIA.PAN ••
IV. PERS I AX JJ.T D:rLEG-.A~I
Sebel~ meninggalkan tanah air, delecasi telah me7
nr:aclcl:a.n .__. . nersin.~Jal'l-uersiuna.:1
-
... .;- -
ar1tara la.in :1. 1Iel:::;adakan rapat7rc:.pat dan .menentul:a!l per:b;:;..:;ian tugas diantara delecasi sebacai beri~ut
. .
a. !:y. Ida A:yu L7t20i Pidada, Sdr. Ea.rzuJrj Da=us02...!l
S .-E. da.n Sdr. D:rs.
Yuwono -
nenp·2rsiapka.n pidato/statement l:etua. delegasi, .menccnai IJ2.salah Tio.or_
Timur, a.ma..D.demen dan. sub7amandenen paraGrap7para7
grap dari Draft Resolusi
LaGOS me~senaiTimer
Tinu.r.b. Sdx. H.Gi. l:holid S.H. dan Sdr. Drs. ~.A.Gani
I.:.A. - .me.o:oe~sianka...'1 nidato m.en::-c.nai I:on.isi
l. - .-.. .... -
Politik, ~ea.::a.na.n da.n Perlucut211 Senjata.
c. Sdr. I~. Sona Sulle:=man 7 menpersiapl:0,.;.~ pidato mc!lcenai n.astlah pa...'1._can.
d. Sdr. Drs. l:Z.derrnan 7 nempersipkan pidato nence-:-
2. ~e.::c;C"..da.l:an perte.o.ua.n l:onsul tusi ~1tu1: ne::.[:'unpull:_an data, ird'oroasi dan petunjuk denean beberaua Een-
- l
teri,
PejabatTinsgi dan Pinpine.n DPR-RI serta
I:etua3-ZS.AP.
L_uar Hegeri
. .
-Dalam nertemuan konsultasi den.gan lCei:teri Luar
~.
-
!Jegeri tclah diberil:an.in.formasi mencenai situ-:-
asi u;:ium politik dunia, ret;ional maupun nasional
l:hususnya.82..salah Tinor
Tir.ri.r.De~teri Luar Negeri
menyarankan
kepada delegasi untuk lebih m.eninGkatkanlobby
denga!l delegasi necara-ne27ar2. lain guna memperoleh dukw.'!gansuara apahila delegasi Indonesia mengajukan aoaridemen terhadap
Draft
Resolusi Lagos yang .rn.e::ya..11c;l..-utTino!:'
Timur.Untuk oaksud
itu .llenteri
Luar ITec;eri telah menu...11juk seorang Pe jabat dariDireL~orat ••••••••
- 55 -
Direl:torat
Or;;Cl.!."1isasi I.r:ter1:.asionalDepartemen Luar l1egeri
.. yai tu Sdr. Drs. Yuuono, seba.:;ai Penasihat Delegasi.
Menbenai rcnca.na Indonesia menjadi Host
~onperensi IPIT~::enteri menyata.kan bah'tra da:ri se[;i p·oli tis tidak ada oasalah.
Dari seei secv_ri
tyda::
bud~tlienteri nenyara:.'1.kan kepada DPR
u.ntt.:J.: nenc;konsul tasika.n.r..yade11r;an
pLi.ak EAJ.;~1.: dan B.APPEITAS.b. Den~an
Henteri Perta.nian :
Lienteri memberika.n ga:ibaran tentane situasi pangan dunia dan peranan
yangcliba\"Takan. oleh
Indonesia dalam .forum-:-forruninter-:- nasional dimana Indonesia senantiasa
~crpihakkepada kepentincan
negarR-negara sedang berke.mbang·.Indonesia
senantiasa
berusahaQ.gar negara7negara ma.ju.
selalu memberikan ba.ntuan berupa dana, tel::nolo!P- danasistensi
kepadanegara-nec;ara berkembang untuk pening,atan produksi pangan.
c .l)en~an Menteri Negara P.PLH ·: I ]
I
liengenai Lingkungan Hido.p Menteri me4erikan iil.for.masi sebagai
Iberilcut : I
!
Perlu. ditingkatkannya kampanye
pel~sanaanDekla:rasi Stock7
t• I
holm m.engenai Lingku.ngan
Hidup·. I
. I
- Ma.salah Lingkungan. Hidup dan.
pence.makannya
ha.ruslfili dianggq.p~~
sebagai m&Salaa·:kita bersama-,.d • .1LJDeJijadit~gu.nJ;''·janab. tit~.
bersama pa.la, sebab . jika salab .. satu · 1ba.gian dari bu.mi illi me.D.dapat pencemaran;:, maka dampalcnya
.'akan
turut clirasakan :pula oleh . bagian bumi yang l.aillf;__ __ - '---..- Parle.men hendak:nya 1ebih keras menyu.arakan kepentingan negara:
negara berkembang
yang
membelimesu..-.mesill iAdustri dari
nega.ra7nega.ra indu.stri._
yang
menyebabkan terjadinya. _pencemaran lili_gku.ngan bagi negara-negara berkembang;. Pence.ma.ran ling- _ .. .kungan
yangdisebabka.n oleh mesin7mesin
industri inihendak::
nya menjadi ta.Q.geung jawab dari pa.a.a negara"7"nega.ra yang
menprodusirnya~
d-. De.g.ga:n l i . ~AITfilA~Il:TEL :
M@ngenai masalah Timor Timu~ dan Ny.Sundari, Wakil Kepala BAKIN mengatakan, bahwa bagi Indon~sia kedua hal i~i tidak ada yang disebut masRlah lagi. Indon-esia ti(~~,:~ ;:r:.:;_-6'DBnd:-ki ~dFlnya
campur ••••
campur tangan dari lu~r terh~d~p urusan d'1lam negeri kit~.
- Mengenai
ma.salah Indonesia menjadi hostcolllltry
IPU Wa- kil KABAKIN
menyataka.ntidak ad.a
masalah.e. Deng~ Ketua DPR-RI
dan
KetuaB-KSAP.
Dari Ketua. DPR-RI dan Ketua B-KSAP Delegasi
telah memperoleh
petunjuk-petunjuk mengenaimasalah
TimorTimur, Ny.
Sundari dan renc~na Indonesi~ menjadi hostcolUltry
Konperensi IPUt~hun
1984.
Khusus mengenai rencana Indonesia menjad.i host Country IPU ini d.iberi petunjuk bahwa delegasi janga~ dulu memberikan jawaban yang pasti mengingat bahwa DPR periode sekarang ini akan ha.bis masatugasnya
padabulan Oktober.Y~ng berwenang untulc memutuskan hal ini adalah DPR-RI ~sil
pemilihan umum tahun
1982.
V.SASARAN Y ",NG HENDAK DIC!iPAI :
1.
M~salah Timor-Timu.r:S~saran yang hendak dicapai
mengenai masalah
Tim-Tim ialah : a .• Mengl1ilangka.n3
paragraph mengenai masal~ih Timar Timuryang
tercantum dalam Draft
Resolusi.b. Jik~
usaha.
ini tidak berhasil maka akan diusahakan lagi tl:ntuk melemahkan paragrap-2tersebut
melalaui jasa-jasa baik.1ari negara-negara yang d.apat membantu kita.c. Menyampaikan Reservations penolakan paragrap-paragrap
mengenai Timar Timur
bilasidang
akhirnyamenerima
resolusi.2. M~s~lah Ny. Sun~_ri Abdurachman :
S8saran yang hendak dicapai
mengenai
masalahNy.
Sundari iniialqh
mengusab.8.kan agar masalah ini dapat d.ikeluarkand.ari
agenda pembah~_san mengenai human rights of Parliamentarians dalam sidang-sidang IPU yang akan datang.D~lam h::tl ini Deleg~.si telah nyampaikan surat kepada Special Committee yang isinya menjelaskan bahwa :
a.
Ny.
Stmdari Abdurachman kinibukanlah
seorang tahananpolitik
lagi, sebab yang bersangkutan telah diadili dan dijatuhihukun1a.n penj ~.ra. seunmr hid up oleh Peng~ dilan y~ng
berweru:tng sesuai
denganhukum yang
berlaku.b. Presiden d~pat mempertimbtlngkan pengurangan hukuman b~gi
Ny. Sund~_ri ap~bila YR.ng bersangkutan mengajuk~.n permoho-
n~n untuk itu.
Kenyataan
hingga saat iniNy.
Sund~ribelum pernB.h
meng~_juk8n permohonqn k~ rena YA.Ilg bers8.ngkutan meras~lebih am~:ln d8n tenteram ber8_da di dalam penjara d~rip~.ful ti dim~syA.r2k~t umum.
Oleh
k~ren~. itu
Del. Inionesia menganggap b8.hw~ m~.s~l~hini
sud~h selesai dan tii'3.k perlu dibahas oleh IPU. ·
3.
Ha.~ ?.]_~h • •• _ •- 57-- 3 •
:r.:as
tlc ..
h Po.n;: 2:.n. :S~se..ro.n YC-l1S hendcl: dico.poi dcln.m naw~clah p~rigan ini in.lab. :
a.
!Jcnyoroti Drdt Resolu~i yr;_rig disusn da.lo.o Spring 1.Ieeting IPU di L3.COS dilih2.t dn.ri ~csi kepentin5.:m. nec2..I'a.-:-nego.ra~eda.ris berkembo..ng.
~. Iifondul:u_rig kcpentingc~.n nesc.rc.-;-ncsc.ra berkembang dcla.m setip.p
u~G .. ha peningkat3.Il produkei pango.n'.
e.
Menehimbau negarn7neco..ra indu~tri aga.r meningkatkn_ri bantuD.Il berupa dcna, telmologi d~l1 n.sisten3i. baE;i negoxn7
~eg2.ra berkeobo.ng.4.
_r.:as.tlQ.h Lind:un_=:;an IIidunSo.no.ro.n yc.r..e; hendcl: dicc.pci da..lc.m masa.lo..h Li.;1;.;l:unsnn IIidup ini ialah :
a. 11enyoroti Dr~t Re5olusi ya.rig di~uaun oleh Sprin;_: i.:ceting di Lso~ dent;o.n s~so..ro_ri pokok ialcl1 peninskatan pelc.brnnaan semn.n:::;nt Stockholm raengenci Lin;l:u.nsnn Eidup.
b. Hend2l:.nyo.. disadari oleh semun. neso.ru di dnnia ba.hrrD. oc..::::~lcll · Lin::1nms2ll Hidu:p n.dalcl1 tnD..salah ki ta bers~a yn.ng hc.rLt:3
dit2..!ls;ulanzi sect.!.I'J. ber~ama pula.
c. Dcl2!:1 usoJ1c.. u.ntul::: .mencegah penceno.rG.n lincl:nngan hidup
bnr-'li ini h2us diangg2..p sebasci satu ke3atuc.n (one world
only) dimo ... na apabila satu ba;;ian d2.ri burai ini nendG.pat :penceno..rc.n, ma.kn. da.mpcl:nyn. cl;:an berpensc.ruh terhD.do.p basic.n bumi yo..n:z, lo.in·~
d. Menu..tJ.tut tanggung jo..rto..b dari neso..rn7nee;oxa indu::3tri yang
menrprodu~ir mesin7mesin induatri yruig daput menyeba.blcrui pencemo..rai.'1 lin~ktmgc.n pada nega.ra7nesn.ra yang mcnbeli mesin;7oesin tereebut.
e. Dtlc.n pido.to peno.ndc.ngan umum Komiai, Delegnsi Indonesia bcruBc..ha menonjoll:o.n. hn.sil-ha.sil yo.ns tel~1 dico.:oo..i Indo-
. ' - .a.
nesic.. dclc .. ...r:1 Lwahc. .m.enc oguh penceBa.rnn. Lingkun;:n.n yai tu den;;o_r.. telcl1 di te.lco.p~:a.nnyn. 1JTJ Pol-:ok Pen:,:elolc..~ Linc:l:nnsc.n Hidup padQ.. tnht1.n 1982 do.n beso..rnya. pc..rtisipn.si. dc::..ri ber-:- bag2.i pihak aeperti, Lemba3a-lembo..sa Pendidikon' S.wo.sta, mc.nyc..ro.J:o..t do.n
peror2.t1san.
5.
!.fan2.lc11 Diso..r122.nent. .
a.
Indonesi:1. ne1~c...ntio..80. ncndul:v.ns · se t.iap us aha u.ntu1t:pcrlucutar1 0enjatc::.
terutamn
~e11jata"".'.'senjo.tn nuklir.b. !.ien,-:_:hir:lbau ••••••
b. lfonshinbo.u ncs~~-ne_::c..r::. super porrcrs Wltu}.:
nensurc.nsi
Clllgz~c.n belc.nj~ railiter/perscnjat~?n.Anc:c...rnn
militer Ya.!l~ sc.t beso.r i tu sebtlkny ._ . .., dib·""l,...-; c...tir '-" - ~-.. 1-n.n
... 1""en""'d .... - c_.. ... ,,;. 'lc-c:.r!'l-ne"r~"' ac~~ ~~ <...-. ~ - ·~ c... ""'- ... "'~-;:.,., 1'"'1"1' be"l"- .L-1-:"'cr·-·~ 1bc.l1'"' ::., untd~ penb.::l.n,:unrui do-.t'J. kesejc.htera.rul 02.£.;i t1r.1at m.J.nusio..VI. O?ER!"\.SI DI LAP • .\:TGAH
. .
d::.pc.t dibc.:i sebo.sci bc::-il:ut
. .
.. Dcl.c..m re.n;·;k,'1 me·m.c .. :Juk:L ,sidei.u~ sid=..ng .~o.r:U.-si mc!1J?c~s:G.1.r1:nn scgtla.
. ~:. ... . . ... • ·.~ """' ! ... l.. • .. . - · .. .. ' - \: ... '
~e.~~atq. y~1s .. :si:~~~117a: nenyenpurnoJ:an :
~. Pidato/at~temcnt mengenai m~ealah Timer Timur.
b. u~ml ,""1_,"')"'ll1dc.o.en do....ti oub7CJJc.nc1.e:~m tcrl10..dc.p pa..ra.t;rc.P-:-pa.ro.grap yu.ns r1enyo.nslrn.t mc..na.l~.h Ti!l1or ~imur dc.ri Draft Ilenolnci
I.~'3··
c. L:enyic.pl:~ Pc..:pers yang o..bm di3a::lpoi.l:nn pad8. Bido.ns.-:-Gido.ns
...,.
Ko::ini monseno.i mas2.lc .. h p<:J1Ga.n ,. Li"::igkunso.n Hidu:p don
~erlucut2..l1 cenj~to...
2. PeSDQ?,i._~1}. -~u-:o.~ 1J.io...'1 to.ra d ~ e.~r.p~.
Pe.cbc..;i.:l.11 tuco..s diuna.t::. .. a delc~:.:.r;i Lmtu.k ncno.zuJ::i ~idn..'1Z,7
sid211s Konisi ic.J..cl1
T
... ~DU Id ... ~\!'U Tu!+:--_ ... _.~.; "P .... -id;-. d~-, .,r uJ . D C1TT d
s..:i ... "
0... <.J, 11.J v -..' "~ .J.. ;.;.:. :.!.. .l..~c.:rz a. o..ru~m~1 ul:i
o..n '.
u.I'.Drs. Yuwono men:-·l1:uti '-' 3ido .. n~-sidan;: ~l:otnitli ...> ' ... .... Delcolonise..si, meny2...17ipcil:Q.n pidato/ stc::..tcment mengentl Tinor Timur,
oenyc..Qpcil:.:..n twv..l a..m.3.llde.men den sub c . .r1~
..
ndenen terhndo.ppnra~ro.p7pro.cro..p mcnceno..i ~inor Tinur.
b. Sclr. II.l.:d.Kholid SE d~ Sdr. Drs. I.: • .A.. Gani 1.:.A. men:-~ . . J .
ho..diri dun nenyn....~cil:a.n :pidn.to pem~ .. ndc.ncc.n unnm. dclo.n
Bid~:~.n~-sidQ ... .. n:~
-
1:0.oisi Poli tik dan PerlucL-~to.n Scnja.to..c. Sd.r. Ir. Soill.2.. Suhc::-no....ri ncnc:llc.diri do11 DC!nya.rD.pa.il:C!!l pc.per
da.1~ sidans-sidanc mensenn.i Linzktl.!lsan Eidup
e. Sdr. Po.ultw Ylcto .mcnb2.-l1tn tuc;~s-tt1-::Qs te.b.nis dclcz,c.~i.
Tierdc_carl:cn •.••
- .59 -
Berdasarkan penGalamaD. p~da !:onperensi
7
~:onperensi IPU yang lalu, na2:a lobby ncrL1}.Jcl:2 .... '1 keciata.n polcokyo.nr;
hz.rus dila1:ul:an secarai~tensip
oleh delecasi Indonesia tcrutaoa
mo~genaioasalah Tiner
Timur yane tetap merupakan fah.-tor pen~halane; baci delecasi Indonesia untu1: ber.l""l'erak bebas·. u~egiatan lobby
ini dapat
dibagisebacai
beril:ut : 1. Per_or8-:-ri;3an at au unsu.r_dari
de!:egs s i:_. Portugs 1 -. :Pendekatan in.i terjadi
ialahkarena inisiatip
da.riunsur Partai
Sosialis Portuga1·.Delegasi
Indonesia nemperolehinf'ormasi
bahua .masalah TimorTi.our
telahmenjadi issue poli tik
dalamnegeri _
mencena.irnasalah pertangg:;.ngan
jawabpolitik luar .negeri
Peoe-:"rintah Portugal
yanglalu, l:husus.?.:ya mengenai nasalah Tim7Tim.
Dengan defilikian maka senua kekuatan sosial politik dala.Iil negeri akan oenGeksploitir issue ini untuk kepenti.iagan
. mer:rperolehdu- .
kungan :poli
tikbagi
:partainya IJ.aaing7masing1~Pa.rtai Sosialis
yang seda.n.gberl.'11.asa juga
menckai tkanmasalah Tinor Tinur dengan kepentingan Portugal untuk
menbinahubunga.n bail: denga.n
bekas jajaha.n7
jajaJ1andi Afrika dala.o rangka apa
yang mereka sebut "Persena1:nuran Iberian bersama7 sama. denean necara7negaraAmeril:a Latin
yaneberbahasa Portugis··
2 $ BilnteralLmq.l tilat~ral : a. Den.~c._rr deJ.er~asi Italia :
Dala.c pertemuaJJ. khusus a.'ltara delega.si Italia. dengan Delegasi
Indonesia
yangd.iatur oleh
Parleoen Italia~ oerekamer.yatakan
keLl!..cinan u.ntul: oer.bul:aGroup
I:erjasama BilateralParlemen
Italia-I.r:donesia. lienga.'1~ masaJ.ah Ti.oar Timur delec;asi Italiame=:y~.taka.n dapat n.eoah.ami
posisi Indonesia-;
Se'ba.gai akibatdari pada
lobbyini, .r:ial:a delegasi Italia dala.n voting
amandemen Delecasi Indc~esia nencenai oasalahTiner
Timu:r,peca.li
oe~jadi3
yai tu ya.~gpro,
kontra dan abstain-~b. D_enc,~'1 _deler:asi _ L_:o_za.nbia~~- :
Del,:;gasi Indonesia oelalu.i jasa-jasa
baik delegasi
Aljazair tele.hnencadal:ai.'1
pendekat::m denean delegasiLloza..obique dencan
!ik-tl:sud a.car Loza.obique
nau
merobahparacraP":"para,crap
mencenaiTinor
Ti~~dengan menyebutnya secara u.mwn
saja~Tetapi na.m-:-
pak.~ya :.:ozanbique oendapat
teka...'lan
beratdari Cuba. lTa.oun
denil:ian sikap :~ozaobique . jauh b.erbeda denga.n. sil:ap7sil:apsebelnm:ya dima.na Dozambique biasanya sangat 8';,-resip menye7 ra:.-:b
Indonesia.
Perlt1 dila:.Jo.rkandisini
bahuadi Roma
ini L:ozaobique sa..-ri.a sekali tidal;:: berbicara .oenc;e.nai casalah Ti2or Ti2ur.Hal • • • •
IbJ. ini .me:::-upal:o.n h:-;.zil dc.ri l:or~to.k la.rtg3une delri dengan dclcsc..si !.:oza.nbique .mauptm l:onta.l:: tidcl: li'1c~ung yai tu lirro.t dc:lesani Aljo.zcir.
c. Der~:f":?k~ p_~le.f:Q.Si _...A-1 j_azai,r :
De.lam
lobby
denca.n delcs~2i . .Uja.zair tcrlihat ba.h~a oercka bersiJ:ap san5at ko7operatip, yo..i tll deneo..n men5usulkD.n agm-delri nbatcln te1,hn.d~:p rnasala..}). S~.h~o. Bo.rat sebnli1:nya .. Ujo..zair aka.n absttln terhD..dap ~!3alcl1 Tim-:-Tim. Be.hka..'l pimpinan deleGaai iljn.zair O·=oh.Lem.k~wi) menberil:o.n jc.sa- jazo. · bail:nva . 4 denean
meminta. dclcsasi !.:ozarnbique a.:;a.r mau merubcll pn.ragrap-parnzrD.p .menceno.i Tim-:-Tim yo.i tu dengan mcnyebut :3eco.ra unum saja·~
d. :Qen;za!_l __ Dele~o.si Suda.'l'l :
Delese?.si Sudan di bo.Y:ah piopino.n 1.:r. El Saed nengu::lulkan n;ar dibentuk Group r:erjo.2~0. Bilateral Pc..rlemen Su.dan7 Indonesia.-
!.:ensena.i oc.etlch Tim-Tim deler·a.si Sudan ~ sn...ri.~o.t "'-' raenbo..ntu Indone-~.
sia yci tu mcnsajukcn SU'b-:-axlendmend paro.t;rap-pQro..:rap re Tim-~im
sctela...t1 c..mendnend yn...ris diajL~2.11 oleh delri kalah dalam vot-ins.
e. Denr~a.n Delcr:c.si i.:c:·:ico:
J.iexico dipir::pin ol eh :~:a.za.nilla yons o.dclcl1 Ketua
Delesn~i Parlemen 1,:e:1:ico yang mensado.kan kunjunccn ou!llbo.h ke I!ldoneDio. uta~ undDXl[;t:!..l1 DPR7RI· :po.da tahun 1978. 1iungkin l:n.reno. hu.bt:.::_cc..n bcil: yo.J.1s telah dibino. ini maka :3il:n.p dele::;n.si 1.icJ:ico terha.do.p mD..soJ.a.h Tim-~im pado. I:on:pcrensi di Ro.um. ir~
telah bcrubn.h dDXi anti Indonesia. nenjo.di n.b3to.in.
Sela.in dcn;o...11 deleso.si-dele-_·o..~i tcrsebut diatas telah pula dia.do.l::n..'1 l:o.n to.J.r-1:01:to.k denca..l'l dele~aDi -deles~si do.ri :
Inczcri~, AuetraliG., Somalia, !.Ie~ir, Kenya, lTi~eria., Venezuela·, Brasilia
t;·.
ITSA;~~~~c.d.at'"~· Rumc.nia dan la.in-lain.• J.
ASEAlT :Lobby yang dil~:u.1rn.n dencun delecn.si7delega.si ASE1UI ini den6o.n .mcl:sud wituk menzatnr :pola voting dan isaue7isaue seperti ho.lnya dent;8.J.'l yans telah dilcl:uko.n pada konperenBi IPU di Berlin~ Phili- pina dan Cuba.
4.
Denr::an Non Blok :Pc.x~ :pendiri uto..nn Hon Blol: yci t,ll Yucoslavia·, ~esir, India bersanw .. 7 sCJ:l:i.. denc211 Inclonesio._ tido.1: scp entiJL?J.Y~· dapo..t nehsil:u ti perte.muo..n7
pe~ter1L1et:.~ iTon. 23lok ynn.::: diuo..:enai oleh cerC:.:n.n Cubo.. selo.ku Kctua Eon Jlok setalah
r:T:i
:7on Jlol-: di Cu.b2.. Olch l:o..renc. i tu Gernkan 17on Blok seba.3ci forum lobbying telal1 terlalu di'ktarnai oleh 3lol: ~ieur.- 61 -
I:onperensi
ini dibu.kaoleh Presidc,n
Italia S. Pertini-_ pada. tgl·.14
Se:ptem.ber_1982 bertecyat di
A.ud:.,torium St. Cecilia, Roma.Acara
sida..~g7sida.ng selanjutnya adal~sebagai berikut :
1. Conni ttee _on Poli t_ical _Qe.estions, _International Secu.ri ty_~?-Yld Dis_arn1..a..oent :
Topic
yang dibahasoleh
romisi iniialah : " The
contribut~on.of ?arlia.!:lents to
the
urgent adoption of concrete measures, in:particularly, nuclear-disa.r.oa.oent, the reduction ot military
budgets a.~d its e~fects
on
world economyand employment of the
thirduorld".
Delegasi Indonesia berp~tisipasi dalam ~omisi
ini denga.n
menya.ll1:9.paiI:an
pidatopada pena.ndan.gan unwn sidang
L.omisi yangdisampaikan
oleh Sdr. H.l:d. Tholid !>.H:. (lihat lampiran II). Draft Resolu.si i...'1.iakhirnya disahkan
di sidangpleno
tan.pa peraungutan sua.ra;2. Coom.i ttee on Parli:~e_r:t_a.:..ry-'-_ Juridical a.tid Eu.nan Ritcl1t~ _ Qg.e?tion?:
Pol:ok materi yang dibahas dalam :rorisi ini ialah Draft Resolusi Lagos dengan
berbagai am.andemen
yangdiajukan oleh
berbaeai nega.ra.Akhirnya dalam sida.n.g :pleno D:ra.It r~solusi ini disahl~an menjadi Resolusi :L?U ta."!.pa perm~cutan sua.ra·•
Perlu d.ilaporl:a..ri disini ::-~hwa dalarn. l:ocisi ini Delri tid~
dapat
berpartisipasi karena terbatasnya. jumlah anggota d.legasi'~3.
Econo!llc and Social Conmittee :Deleeasi
Indonesia be::-,partisipasidalam
~omisi ini denganmenya.m-
pail:an pidato :per:ndangan umu.m ya...rig disampaikan
oleh
Sdr.Ir~Sona
Suherr-ian.(lihat
lanpir2.IlIII).
Draf'tRsolusi Lagos
setelcll menGala.rai beberapa })erobaJ1an al:i.11.irnya disahkan tan:pa ..melalui . pe.o.imgutan suara·~4.Conuhi~_te~ on Edn~~-tional,_ Science_~_ Cnlt~aJ. and Environ.cien~ : Pol:ok rnateri Ya!lG dibahas iala..ri Draft Resolusi La.GOS dengan be~
bagai ar~"ldenen y2.1.1g diajukan. Delri dalam I:ocisi ini telah me-:-
~yanpaikan pidato per."l:.ar:da..rigan um.um yang d.iberil:an oleh Sdr .Drs • . t:ader::an. !:odsi ini ju.ca akhirnya
dischkan
tan.pa :pe!:luncutan suara.5.
Cor:ird_ttee on Eon-Self' Gover!' i nz_ Terri to:rl:~s ~D.<;i. Ethr...ic Questions:Sida.!lc;7sidane Yocisi ici dipi.mpin oleh- Mr. Paul Mshela dari 1Tigeria, Topic yanc; dibahas ialab. : "Elimination o:f colonialism and conbq7 ting o:f neo-colo.nialism, and :particularly the need to take mea7 sures for the imediate and strict implementation of the UN Plan for I~arnibia.
Pol::ol: nz.teri ya:.'1g dib2.:.~as itlah Draft Resolusi La.cos dengan ber7 ba.sai a~nde2en d~"l sl!b-2n~;:de~en yang diaju.ka_r1 terr:asuk Indonesia, India dan Sudan
yanG
me~cajukan arna..~demen dan sub7ama.ndenen me7neenai
masalah Tinor Timux.Sebelum •••••••••••••
Sebelum Ketu~ Deleg~si
Indonesia/Ny.
IdqAyu
Ut~uni Pidadameny~;np~.ikan pidato pem~_ndangan umum p~da
sidang
Komisi Deko-lonisasi,
Deleg~siIndonesia telah menya11paikan surat
d~nu- sul
~m~ndemen tertuliskepada
Sekret~.risJenderal IPU (lihat
l~_mpir8.n ·v) •
Kemud.ian
dala;-nsidang pleno Komisi Ketua
DelegasiIndonesia
meny~mpaikan pid~to
amandemen terhadap Draft Resolusi
h~silSpring Meeting
Lagos.Paia waktu Yang bersamaan Delegasi India
jug.a meny~..lilPaikanusul amandemen
yangsama
terhada.p paragraphy~_ng meny3ngkut Timer
Timur.
Kedua usul amandemen tersebut menimbulkan
perdebatan.b~rudimana usul Indonesia d.an India secara spontan didukung oleh Deleg8si P-:lrtai Pemerintah Australia dan dibantah oleh
Deleg~siPqrtai
OposisiPemerintah Australia
danAnggota Delegasi Portug1-l.
Bersamaan dengan
ituDelegasi Indonesia juga telah mempersiapkan usul sub-amandemen yang sedianya akan dibawakan oleh Delega.si Sudan yang dima.ksudkan untuk. melemahkan 3 paragrap yang menyang-
kut Timor Timur ( lih~1t18.mpiran
'lJ.) •.P~da
hari berikutnya dim9l1a Komisi
yangbersangkutan mengg,da-
kan pemungut~.nsuara terhad.ap masing-masing
mas~lah, Sdr. M~r-zuki
D~rusrnandala.m
pidatonya (lih_qt lg_mpiran vrr') meny~mpai- ka.n keingin~Delegasi
Indonesiauntulc
mel~_kukan pemtmgut~n su~Âra
sec~rater.pisah terhadap
usulamandemen Delegasi Indonesia..
mengefl~.i Tim-Tim.
Keinginan
inidipenuhi
olehKornisi,
m~kake- mudian
di~i~kanvoting terhadap
paragrap-paragraptersebut,
de-ng~n
h-=i_sil
272suara menolak amandemen,
102 sua.ra mendu..ltung d~n278 su~.ra
abstain.
Implik1-Si
d~ri angk~.-angkatersebut ialah bahwa sekarang
ju.'Illa.hdeleg3.si
yangbersikap abstain sud.ah lebih besar
d~rip~da jumlah
suara
pendulnmg DraftResolusi
L~gos mengen~..
i ;Tirnor-Timur.
6.P~da Sidang
Council telah pula diadaka.J?.
pemilihan :a.
PresidenIPU
untrueperiode 1982-1986 dim8.Ila· telah terpilih Mr.
J. Firol~.inen dari Finlandiasebagai
PresidenIPU
d~_ri3
c::tlon yang masuk Yaitu Mr. E. Cuvier dari Belgia dan Mr.
El Havez dari Libanon.
b.
Untuk ••••
- 63 ....
b. Untuk mengisi 2(dua) lowongan Executive Committee yang
~bis
waktunya yaitu Mr. Robert Stafford dari USA da.n Mr.
J • . M~.rcodari Chekoslowakia.
2
c~lon pengg~ntinyaYaitu Mr. Ivan Darvasi dari Ho-
ng~ria
dan Mr. John P?._ge dari Inggris akhirnya diteri- ma secara
aklam~siuntuk mengisi
lowongan tersebut.Sel~in
itu Council telah pula menerima baik und.angan dari
Na.tion~l Group Finland tmtLL~
menghadiri IPU Spring
Meeting diHelsinki dari tgl. 25 s/d 30 April 1983. Dan undangan dari National Group of the Republic of Korea untuk mengha- diri Konperensi IPU
diSeoul bulan September 1983.- ·
HASIL~HASIL
YANG DICAPAI :
a. H~ s~l~~h Timar Ti_mur :.Amandemen y~ng di~.jukan
oleh
DelegasiIndonesia
untukmeng- ha.puskan
3paragrap dari
Dra.ftResolusi Lagos
yangmenyang- kut Timer Timur akhirnya atas permintaan Del. Indonesia da- lam pidato
yang di~~mpaikanoleh Sdr. Marzuki
DarusmanSH
(lihat
lamniran ... ""./'--r .. ..._ ..ol...4-. -r-~ j di votesecara terpisah
padasi- d:::J.ng council dengan basil :
272 menolak
a~andemen102
mendukung
278 abstain (lihat lampiran
.IX/-• . 'Kemudi~.n
mel"llui
j~sa-jasaba.ik delegasi Sudan
d.iajUk~nSub-am~ndemen
untuk
melemahkanparagrap-paragrap
yang meny~ngkut Timer Timur tetapi juga tidak berhasil.
Pada
h~.riterakhir sidang Pleno General
Assembly dilakukanpemungutan suara terhadap hasil kerja masing-ma.sing Komisi termasuk- Komisi
Dekolonisqsi. Dalampemungutan suara terse- but dilakukan voting
terhadaptotalitas basil Komisi
dimanaDeleg~si
Indonesia menyampaikan RESERVATIONS terhadap
par~gÂrap 25, 30 dan 31.
b. 1f~ s~l~h Ny.. Sund~ :ri ~ bdtIT~~Ch'TIW :
D"'.)l~:n ~salah ini Deleg-::i.si Indonesia
telah menjelaskan
kep~.da.Special Conun:i.ttee sebagaimana telah dilaporkan diatas.
Kemuiian
Special
Committeemenyatakan
bahwamasalah Ny.
Sun-dari masih akan dipendingkan sampai memperoleh
informasi
l~bih l~njut.
·
c.
ifasil-h!l.sil d~ri Konperensi IPU di Roma1.P-1 yang
::tk~n menyang kut mas~l::i.h-2 :pangBn,
perlucutan senjata, lii.:pgkuqgan hidupd~n
dekolonisasi dapat dilihat dalam·
lampiran c1~ri l~,poraniili
(L.,mpiran x • XI • :c:r,
'C:r::::;: ) •""<
'>,,""'~\'
VII.