LAPORAN KINERJA
INSPEKTORAT I
INSPEKTORAT JENDERAL
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN RISET DAN TEKNOLOGI
2021
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat- Nya Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek berhasil menyelesaikan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2021 dengan tepat waktu. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan PermenPan-RB No.53 Tahun 2014, bahwa Laporan Kinerja (Lapkin) merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran, telah mengamanatkan kepada setiap instansi pemerintah untuk menyusun laporan kinerja setiap tahun.
Laporan ini menyajikan informasi kinerja atas pencapaian sasaran strategis beserta indikator kinerjanya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek Tahun 2021. Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek pada tahun 2021 menetapkan satu sasaran kegiatan yaitu tersedianya hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek dan 5 (lima) indikator kinerja kegiatan yang tertuang dalam perjanjian Kinerja Tahun 2021 sebagai berikut Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) pertama dengan target sebesar 35%, IKK kedua dengan target sebesar 35%, IKK ketiga dengan target sebesar 75% dan IKK keempat dengan target sebesar 3,2, serta IKK kelima dengan target sebesar 100%. Secara umum Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek telah berhasil merealisasikan target kinerja yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja.
Meskipun telah banyak capaian keberhasilan, namun masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan di tahun mendatang. Permasalahan tersebut secara teknis diantaranya untuk adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan perubahan jadwal pelaksanaan Program dan perubahan bentuk pengawasan. Dengan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan permasalahan yang dihadapi tersebut dapat segera terselesaikan.
Melalui laporan kinerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang kinerja yang dihasilkan Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek pada Tahun 2021. Semoga laporan kinerja ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi perencanaan program/kegiatan dan anggaran, perumusan kebijakan bidang pendidikan dan kebudayaan serta peningkatan kinerja di tahun
ii
mendatang. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan kinerja Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek Tahun 2021.
Jakarta, 26 Januari 2022
Muhaswad Dwiyanto NIP 196402021989031004
iii
IKHTISAR EKSEKUTIF
Untuk mendukung pencapaian sasaran program tahun anggaran 2021 Inspektorat I Itjen Kemendikbudristekristek pada DIPA awal mendapat alokasi anggaran Rp19.558.453.000,00. sebagai upaya Pemerintah dalam penanggulangan pandemi COVID- 19 yang mengharuskan adanya refocusing anggaran sebanyak 4 kali, yaitu refocusing I sebesar Rp1.995.845.000,00, refocusing II sebesar Rp2.120.811.000,00, refocusing III sebesar Rp1.000.800.000,00 dan refocusing IV sebesar Rp600.968.000,00 sehingga anggaran Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek sampai dengan akhir TA.2021 menjadi sebesar Rp13.880.029.000,00. Daya serap secara kumulatif sampai dengan akhir 2021 sebesar Rp13.877.783.258,00 (99,98%), dan sisa saldo pagu sampai dengan akhir 2021 sebesar Rp2.245.742,00 (0.02%). Melalui pengukuran yang dilakukan terhadap pencapaian sasaran, diperoleh nilai pencapaian sasaran kegiatan tersedianya hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek. Target Capaian Fisik dibuat pada saat anggaran inspektorat I Itjen Kemendikbudristek sebesar Rp19.558.453.000,00, sehingga dengan adanya refocusing yang menjadikan anggaran akhir Inspektorat I menjadi sebesar Rp13.880.029.000,00, maka Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek memperoleh capaian fisik sebesar 100%. Sampai dengan akhir Desember Tahun 2021, Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek telah memenuhi Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) pertama dengan capaian persentase sebesar 55,88%, IKK kedua dengan capaian persentase sebesar 16,34%, IKK ketiga dengan capaian persentase sebesar 18,18% dan IKK keempat dengan capaian persentase sebesar 3,98, serta IKK kelima dengan capaian presentase sebesar 100%, Terdapat beberapa perubahan jadwal pelaksanaan program dari Januari sampai dengan Desember tahun anggaran 2021, sehubungan dengan adanya wabah Corona Virus Diseases 19 (Covid 19). Hal ini tidak sesuai dari yang telah ditentukan pada awal tahun dan menyebabkan pelaksanaan program dilakukan penjadwalan ulang. Akan tetapi secara garis besar seluruh rencana kegiatan Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek dapat dilaksanakan.
Atas hal tersebut Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek diharapkan agar terus berupaya melakukan intensifikasi perencanaan dan pelaksanaan program, dengan melakukan koordinasi secara terus menerus antar Inspektorat dan Sekretariat, sehingga pelaksanaan program dapat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
iv
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ….………. i
IKHTISAR EKSEKUTIF ……….……… ii
DAFTAR ISI ………..……….. iii
DAFTAR TABEL ……… v
DAFTAR GAMBAR ………... vi
DAFTAR LAMPIRAN ………..………... viii
BAB I PENDAHULUAN ……….……… 1
A. Latar Belakang ………. 1
B. Dasar Hukum ………..……….………. 2
C. Tugas dan Fungsi Serta Struktur Organisasi .……… 2
D. Isu-isu Strategis ………. 4
BAB II PERENCANAAN KINERJA ……… 5
A. Rencana Strategi 2020 dan 2024……….… 5
B. Tujuan Strategis……….…….…….…….… 5
C. Rencana Kinerja Tahunan……….…….…….…….… 6
D. Penetapan Kinerja ……….. 7
E. Alokasi Anggaran Tahun 2021……….. 9
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ………... …... 10
A. Capaian Kinerja Inspektorat I Tahun 2020 ……… 10
B. Akuntabilitas Keuangan……….………… 16
BAB IV PENUTUP ………... 29
A. Kesimpulan Kinerja Inspektorat I Tahun 2020 ……….. 29
B. Permasalahan dan Kendala yang Dihadapi ……… 29
C. Upaya Perbaikan Kedepan ………. 29
v
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Inspektorat I Tahun 2021 ………..… 7
Tabel 2.2. Target Kinerja Inspektorat I Tahun 2021 ……… 8
Tabel 2.3. Target Kinerja Perubahan Inspektorat I Tahun 2021 ………..…… 8
Tabel 2.4. Alokasi Anggaran Inspektorat I Tahun 2021 ……….. 9
Tabel 3.1. Perubahan Anggaran (Refocusing dan Efisiensi) Inspektorat I Tahun 2021 .. 17
Tabel 3.2. Rencana dan Realisasi Anggaran Inspektorat I Tahun 2021 …..………….… 19
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1. Struktur Organisasi Inspektorat I ……….... 4
vii
DAFTAR GRAFIK
Grafik 3.1. Perbandingan target dan capaian IKK 1 Tahun 2020 dan 2021 ………....… 11 Grafik 3.2. Perbandingan target dan capaian IKK 2 Tahun 2020 dan 2021 ……… 12 Grafik 3.3. Perbandingan target dan capaian IKK 3 Tahun 2020 dan 2021 ……… 13 Grafik 3.4. Perbandingan target dan capaian IKK 4 Tahun 2020 dan 2021 ……..….… 16 Grafik 3.5. Perbandingan target dan capaian IKK 5 Tahun 2020 dan 2021 …..…….… 17 Grafik 3.6. Perbandingan Refocusing dan Efisiensi Inspektorat I Tahun 2021 ………. 19
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Pernyataan Telah Direviu dan Catatan Hasil Pendampingan (CHP) Lampiran 2. Rencana Kinerja Tahunan Inspektorat I Tahun 2021
Lampiran 3. Perjanjian Kinerja Inspektur I Tahun 2021
Lampiran 4. Perubahan Perjanjian Kinerja Inspektur I Tahun 2021
Lampiran 5. Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja kegiatan Itjen 2021-2024 Lampiran 6. Kegiatan Inspektorat I Tahun 2021
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah pasal 47-60 bahwa Inspektorat Jenderal termasuk ke dalam klasifikasi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan intern atas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pengawasan intern dimaksud dilakukan dengan metode audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya. Dengan menerapkan SPI secara efektif, maka diharapkan organisasi akan meningkat efektivitasnya yang dalam hal ini adalah terjaminnya pencapaian tujuan utama organisasi. Mengacu kepada PP Nomor 60 Tahun 2008 definisi SPI adalah proses integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberi keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini Inspektorat Jenderal akan melakukan pengawasan intern atas penyelenggaraan SPI Kemendikbud yang menjamin ketercapaian tujuan utama Kemendikbud yaitu menyelenggarakan Sistem Pendidikan Nasional. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia pasal 31, bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang- undang. Pendidikan merupakan hak asasi manusia setiap warga negara, untuk itu setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, dan pemerintah wajib menyediakan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.
Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 28 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan internal di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Taknologi dengan fungsi sebagai berikut:
SSS
2
1. penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkungan Kementerian;
2. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;
3. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri;
4. pelaksanaan pengawasan teknis bidang pendidikan dan kebudayaan di daerah;
5. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian;
6. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal; dan 7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Atas dasar tersebut Inspektorat I menyusun LAKIP Tahun Anggaran 2021 yang memuat Laporan Kinerja yang telah dicapai. Capaian kinerja diukur dengan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) untuk semua program kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Itjen Kemendikbud 2020-2024.
B. Dasar Hukum
Dasar hukum Laporan Kinerja Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek tahun 2021 disusun berdasarkan:
1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29/2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
2. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor: 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
3. Instruksi Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 1/U/2002 tentang pelaksanaan Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional;
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 39 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
5. Program Kerja Inspektorat Jenderal Kemendikbud Tahun 2021.
C. Tugas dan Fungsi Serta Struktur Organisasi 1. Tugas Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek
Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek dipimpin oleh seorang Inspektur yang berada di bawah Inspektur Jenderal dan bertanggung jawab kepada Inspektur Jenderal Kemendikbudristek. Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek mempunyai
3
tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Satuan kerja di daerah khususnya Bidang Pendidikan Vokasi dan Bidang Kebudayaan.
2. Fungsi Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek
Dalam melaksanakan tugasnya, Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek menyelenggarakan fungsi:
a. koordinasi penyusunan kebijakan, rencana, program, kegiatan, dan anggaran di bidang pengawasan;
b. pengumpulan dan analisis data dan informasi di bidang pengawasan;
c. koordinasi pelaksanaan tugas di bidang pengawasan;
d. koordinasi pengelolaan dan pelaporan keuangan Inspektorat Jenderal;
e. penyusunan bahan peraturan perundang-undangan dan penelaahan serta fasilitasi advokasi hukum di lingkungan Inspektorat Jenderal;
f. pelaksanaan urusan organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal;
g. pengelolaan kepegawaian di lingkungan Inspektorat Jenderal;
h. koordinasi dan penyusunan bahan publikasi dan hubungan masyarakat di bidang pengawasan;
i. pengelolaan barang milik/kekayaan negara di lingkungan Inspektorat Jenderal;
j. pengolahan dan evaluasi laporan hasil pengawasan;
k. fasilitasi pencegahan korupsi;
l. pemantauan dan evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan; dan m. pelaksanaan urusan ketatausahaan di lingkungan Inspektorat Jenderal.
4
3. Struktur Organisasi Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek
Untuk melaksanakan fungsi tersebut di atas Inspektur I mempunyai struktur organisasi sebagai berikut:
Gambar 1.1: Struktur Organisasi Inspektorat I
Struktur organisasi Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek terbagi ke dalam dua kelompok yaitu Jabatan Fungsional Auditor dan Sekretariat (Tata Usaha). Jabatan Fungsional Auditor bertugas melaksanakan tugas utama institusi yaitu melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan sekretariat menyelenggarakan fungsi pendukung manajerial pelayanan kantor sehari-hari dan keorganisasian.
D. Isu-Isu Strategis
Isu strategis merupakan kondisi yang harus diperhatikan/dikedepankan dalam perbaikan organisasi di masa mendatang. Pada unit organisasi Inspektorat I terdapat beberapa isu strategis yang menjadi perhatian, antara lain terkait dengan:
1. Implementasi pengawasan berbasis Teknologi Informasi (TI).
2. Kegiatan pengawasan yang berfokus pada pencegahan.
3. Pengawalan program-program strategis Kementerian dan Prioritas Nasional.
4. Sinergi Pengawasan, baik antar instansi pusat, daerah, maupun Aparat Penegak Hukum (APH).
5. Pandemi covid-19 yang dimulai sejak Februari 2020, berimplikasi pada perubahan- perubahan signifikan di Itjen, baik pola kegiatan dimana sebagian besar dilaksanakan secara daring dari semula rancangan semula perjalanan dinas.
AUDIOTR KELOMPOK I
AUDITOR KELOMPOK II
AUDIOTR KELOMPOK III
AUDIOTR KELOMPOK IV
INSPEKTUR I
Koordinator Bidang TU Inspektorat I
5 BAB II
PERENCANAAN KINERJA
Laporan Kinerja Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek disusun sebagaimana yang diamanahkan dalam Permenpan-RB nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja. Laporan Kinerja ini diharapkan dapat memenuhi kriteria Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang cakupannya sangat luas, terpadu, dan komprehensif dimulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dijabarkan ke dalam Rencana Strategis Kemendikbud yang kemudian diformulasikan menjadi Renstra Itjen Kemendikbudristek. Mengacu pada Renstra Kemendikbudristek tahun 2020-2024, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek akan berusaha untuk mencapai Tujuan Strategis dan Sasaran Strategis melalui pelaksanaan program dan kegiatan pada setiap tahunnya.
Terdapat 5 (lima) indikator kinerja yang akan dicapai pada Tahun 2021, yaitu pertama persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah provinsi di bidang kerja Inspektorat I; kedua persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota di bidang kerja Inspektorat I;
ketiga persentase Satker yang berintegritas di bidang kerja Inspektorat I; keempat kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat I; kelima persentase Satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang kerja Inspektorat I
A. Rencana Strategis 2020 dan 2024
Rencana Strategis Inspektorat Jendral Kemendikbudristek 2020-2024 merupakan dokumen perencanaan jangka menengah (5 tahun), yang merupakan turunan dari Renstra Kemendikbud 2020-2024 dan dijabarkan secara lebih teknis dalam matriks Sasaran Kegiatan dan Indikator Kinerja Kegiatan Itjen 2021-2024 (terlampir) dan akan digunakan sebagai arahan dalam pemantapan dan peningkatan pelaksanaan tugas dan fungsi dibidang pengawasan.
B. Tujuan Strategis
Perumusan tujuan Itjen ditujukan untuk menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi Kementerian. Kementerian menetapkan lima tujuan yang didasarkan dari sasaran strategis. Dalam hal ini, Itjen berpartisipasi mengampu tujuan
6
kelima, yaitu yang berkaitan dengan tata kelola organisasi dengan tujuan “Peningkatan tata kelola pendidikan dan kebudayaanyang partisipatif, transparan, dan akuntabel”.
Adapun pelaksanaan 10 Strategi Utama Kemendikbud dalam mendukung kebijakan Kementerian guna peningkatan mutu dan kualitas Pendidikan yang menjadi prioritas pengawasan khususnya dari sisi pencegahan oleh Inspektorat Jenderal adalah:
1. Sekolah Penggerak
2. Meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah
3. Membangun platform pendidikan nasional berbasis teknologi 4. Memperbaiki kurikulum nasional, pedagogi, dan penilaian 5. Meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah 6. Membangun sekolah/lingkungan belajar masa depan
7. Memberikan insentif atas kontribusi dan kolaborasi pihak swasta dibidang Pendidikan
8. Mendorong kepemilikan industri dan otonomi pendidikan vokasi 9. Membentuk pendidikan tinggi kelas dunia
10. Menyederhanakan mekanisme akreditasi dan memberikan otonomi lebih C. Rencana Kinerja Tahunan
Mengacu pada Renstra Kemendikbudristek tahun 2020-2024, Itjen akan berusaha untuk mencapai Tujuan Strategis dan Sasaran Strategis melalui pelaksanaan program dan kegiatan pada setiap tahunnya. Berikut adalah Rencana Kinerja Tahunan Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek Tahun 2021.
7
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Anggaran
Tersedianya hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat I
1. Persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah provinsi di
bidang kerja Inspektorat I 35%
2,766,375,000 Pengawasan Anggaran Transfer
Daerah Bidang Pendidikan 2. Persentase Pengawasan Teknis oleh
Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan Kebudyaan yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota di wilayah kerja Inspektorat I
35%
Pengawasan Anggaran Transfer Daerah Bidang Pendidikan
3. Persentase satker yang berintegritas di
bidang kerja Inspektorat I 75% 1,252,990,000 Pelaksanaan Pengawasan Penerapan
WBK dan WBBM
4. Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat I
Skor 3,2
Pelaksanaan Pengawasan Penerapan 1,256,464,000
Pelaksanaan Audit 13,951,048,000
Dukungan Operasional Pengawasan Internal
705,352,000
Evaluasi Sakip 8,468,000
5. Persentase satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang kerja Inspektorat I
100% 117,756,000
Pelaksanaan Reviu -
Tabel 2.1. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Inspektorat I Tahun 2021
D. Penetapan Kinerja
Perjanjian Kinerja Inspektorat I Itjen merupakan dokumen pernyataan kinerja antara Inspektur Jenderal dengan Inspektur I untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki oleh Inspektorat I Itjen. Terdapat 2 kali penetapan kinerja selama tahun 2021, dikarenakan terjadi perubahan pemangku pejabatan Inspektur I, dengan total jumlah anggaran Inspektorat I yang diperjanjikan dalam Perjanjian Kinerja I yang sebesar Rp19.558.453.000,00 dan Perjanjian Kinerja II (perubahan) yang sebesar Rp13.880.029.000,00, berikut target Perjanjian Kinerja antara Inspektorat I dengan Inspektur Jenderal pada tahun 2021.
8 1. Target Perjanjian Kinerja I Tahun 2021
# Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan
Target Perjanjian Kinerja 2021 1 [SK 1] Tersedianya
hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat I
[IKK 1.1] Persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah provinsi di bidang kerja Inspektorat I
35
[IKK 1.2] Persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota di bidang kerja Inspektorat I
35
[IKK 1.3] Persentase Satker yang berintegritas di bidang kerja Inspektorat I
75
[IKK 1.4] Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat I
3.2
[IKK 1.5] Persentase Satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang kerja Inspektorat I
100
No Kode Nama Kegiatan Alokasi
1 1993 Penguatan Pengawasan Inspektorat I Rp19.558.453.000
TOTAL Rp19.558.453.000
Tabel 2.2. Target Kinerja Inspektorat I Tahun 2021
2. Target Perjanjian Kinerja Perubahan Tahun 2021
# Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan
Target Perjanjian Kinerja 2021 1 [SK 1] Tersedianya
hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat I
[IKK 1.1] Persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah provinsi di bidang kerja Inspektorat I
35
[IKK 1.2] Persentase pengawasan teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota di bidang kerja Inspektorat I
35
[IKK 1.3] Persentase Satker yang berintegritas di bidang kerja Inspektorat I
75
[IKK 1.4] Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat I
3.2
[IKK 1.5] Persentase Satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang kerja Inspektorat I
100
No Kode Nama Kegiatan Alokasi
1 1993 Penguatan Pengawasan Inspektorat I Rp13.880.029.000
TOTAL Rp13.880.029.000
Tabel 2.3. Target Kinerja Perubahan Inspektorat I Tahun 2021
9 E. Alokasi Anggaran Tahun 2021
Tahun anggaran 2021 Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek memperoleh alokasi anggaran awal sebesar Rp19.558.453.000,00, sebagai upaya Pemerintah dalam penanggulangan pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya refocusing anggaran sebanyak 4 kali, yaitu refocusing I sebesar Rp1.995.845.000,00, refocusing II sebesar Rp2.120.811.000,00, refocusing III sebesar Rp1.000.800.000,00 dan refocusing IV sebesar Rp600.968.000,00 sehingga anggaran Inspektorat I sampai dengan akhir TA.2021 menjadi sebesar Rp13.880.029.000,00. berikut adalah rekap anggaran per komponen Inspektorat I Tahun 2022:
Tabel 2.4. Alokasi Anggaran Inspektorat I Tahun 2021 023.02 PROGRAM PENGAWASAN DAN
PENINGKATAN AKUNTABILITAS APARATUR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
RENCANA/
ANGGARAN 2021 1993 PENGUATAN PENGAWASAN INSPEKTORAT I
51 Pelaksanaan Audit 2.776.978.000
52 Pelaksanaan Reviu 35.000.000
53 Pelaksanaan Evaluasi 2.236.349.000
54 Pelaksanaan Pemantauan 5.724.437.000
55 Pelaksanaan Pengawasan Lainnya 2.051.239.000
56 Dukungan Operasional Pengawasan Internal 1.056.026.000
Total 13.880.029.000
10 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Inspektorat I
Sesuai dengan perjanjian kinerja yang telah disepakati, Inspektorat I berkewajiban untuk mencapai target kinerja yang telah diperjanjikan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban. Terdapat satu sasaran strategis yang harus dipenuhi yaitu
“Tersedianya hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat I”.
Melalui pengukuran yang dilakukan terhadap pencapaian sasaran, diperoleh nilai pencapaian sasaran yang terbesar adalah Program Penguatan dan Perluasan Pengawasan pada Inspektorat I, dengan sasaran ”Tersedianya hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat I” dengan nilai capaian keuangan sebesar 99,98% sedangkan nilai capaian fisik sebesar 100%.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja kegiatan yang tertuang dalam format Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) tersedianya hasil pengawasan internal yang memberi nilai tambah bagi organisasi dan praktek tata kelola yang baik di wilayah kerja Inspektorat I, nilai capaian dari masing-masing kegiatan dapat diuraikan sebagai berikut :
11
IKK Target Capaian %
IKK 1 35% 55,88% 159,66%
Tahun 2021
20%
35%
52.94% 55.88%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
2020 2021
Target Capaian
Dari target 35% tercapai 55,88%, ketercapaian IKK ini menggunakan alokasi anggaran sebesar Rp682.875.000,00 dan terealisasi sebesar Rp682.874.985,00 (97,99%).
Grafik 3.1. Perbandingan target dan capaian IKK 1 Tahun 2020 dan 2021 Kegiatan yang Inspektorat I telah melakukan adalah
a. pemantauan dalam rangka Evaluasi Pembangunan dan Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK tahun 2020 pada tanggal 18 s.d. 25 April 2021 di 6 (enam) provinsi, petugas yang terlibat pada kegiatan ini sebanyak 61 orang.
b. pemantauan dalam rangka Evaluasi Pembangunan dan Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Taman Budaya yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi pada 13 provinsi di bulan Desember 2021.
Inspektorat I dalam melaksanakan target IKK 1 tidak mendapatkan kendala yang berarti/signifikan
IKK 1
Persentase Pengawasan Teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah provinsi di wilayah
kerja Inspektorat I
12
IKK Target Capaian %
IKK 2 35% 16,34% 46,69%
Tahun 2021
20%
35%
0.00%
16.34%
0%
5%
10%
15%
20%
25%
30%
35%
40%
2020 2021
Target Capaian
Langkah-langkah antisipatif kendala dan strategi inovasi/tindak lanjut yang dilakukan Inspektorat I adalah mengkombinasikan metode pengawasannya secara langsung dan tidak langsung (teknologi informasi) ke satuan kerja penerima bantuan.
Pada tahun 2021 Inspektorat I melakukan pengawasan teknis terhadap urusan pendidikan dan kebudayaan yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota dibidang kerja Inspektorat I dari target 35% tercapai 16,34%, ketercapaian IKK ini menggunakan alokasi anggaran sebesar Rp345.768.000,00 dan terealisasi sebesar Rp345.617.375,00 (97,96%).
Grafik 3.2. Perbandingan target dan capaian IKK 2 Tahun 2020 dan 2021 Kegiatan yang Inspektorat I telah melakukan pemantauan dalam rangka Evaluasi Pembangunan dan Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Museum yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten/Kota pada 84 Kab./Kota di bulan Oktober dan Desember 2021.
IKK 2
Persentase Pengawasan Teknis oleh Inspektorat Jenderal terhadap urusan Pendidikan dan Kebudyaan yang dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota di
wilayah kerja Inspektorat I
13
IKK Target Capaian %
IKK 3 35% 16,34% 46,69%
Tahun 2021
Inspektorat I dalam melaksanakan target IKK 2 terdapat kendala yaitu dengan terjadinya pandemi Covid-19 menyebabkan waktu pelaksanaan pengawasan menjadi terbatas, sehingga dilakukan perubahan dan pergeseran jadwal pengawasan
Langkah-langkah antisipatif kendala dan strategi inovasi/tindak lanjut yang dilakukan Inspektorat I adalah mengkombinasikan metode pengawasannya secara langsung dan tidak langsung (teknologi informasi) ke satuan kerja penerima bantuan.
IKK Ketiga yaitu Persentase satker yang berintegritas di bidang kerja Inspektorat I dari target 75% tercapai 18,18%, untuk mencapai IKK ini menggunakan alokasi anggaran sebesar Rp1.379.142.000,00 dan terealisasi sebesar Rp1.379.141.203,00 (99,99%).
Grafik 3.3. Perbandingan target dan capaian IKK 3 Tahun 2020 dan 2021 Kegiatan yang Inspektorat I telah melakukan Pengawasan Penerapan WBK dan WBBM ke satuan kerja yang ada di bawah wilayah kerja Inspektorat I. Kegiatan – kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mencapai IKK ini adalah:
70%
75%
33.33%
18.18%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
80%
2020 2021
Target Capaian
IKK 3
Persentase satker yang berintegritas di bidang kerja Inspektorat I
14
IKK Target Capaian %
IKK 4 3,2 3,98 124%
Tahun 2021
a. Inspektorat I telah melaksanakan Evaluasi ZI-WBK dan WBBM telah dilakukan pada bulan Mei - Juni 2021.
b. Berdasarkan hasil evaluasi Tim Penilai Inspektorat I terdapat 22 Satker yang berhasil lolos evaluasi dan diajukan ke KemenPANRB untuk mendapat predikat Satker WBK.
c. Hasil penilaian dari KemenPANRB yang berhasil mendapatkan predikat satker WBK sebanyak 4 satker.
Inspektorat I dalam melaksanakan target IKK 3 terdapat kendala yaitu dikarenakan dalam proses penilaian satker WBK dilakukan oleh pihak ekternal (KemenPANRB) Langkah-langkah antisipatif kendala dan strategi inovasi/tindak lanjut yang dilakukan Inspektorat I adalah mengoptimalkan hasil dari satker yang diajukan ZI-WBK selain melakukan evaluasi, Inspektorat I juga melakukan pendampingan dan pemantauan secara tdk langsung untuk melihat perubahan/perbaikan dari satker calon ZI-WBK.
IKK Keempat yaitu Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat I. dari Target skor 3,2 berdasarkan instrumen serta kegiatan – kegiatan yang telah dilakukan oleh Inspektorat I. IKK Keempat ini mendapat skor 3,98. Untuk mencapai IKK ini menggunakan alokasi anggaran sebesar Rp11.437.244.000,00 dan terealisasi sebesar Rp11.435.149.695,00 (99,98%).
IKK 4
Kematangan/maturitas penerapan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Eselon I meningkat di wilayah kerja Inspektorat I
15
3.1 3.1 3.2
3.98
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
2020 2021
Target Capaian
IKK Target Capaian %
IKK 5 100% 100% 100%
Tahun 2021
Grafik 3.4. Perbandingan target dan capaian IKK 4 Tahun 2020 dan 2021 Inspektorat I telah melakukan penilaian maturitas penerapan SPIP pada unit Eselon I di bulan Desember 2021, dengan hasil sebagai berikut:
a. Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan nilai 3,981 b. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dengan nilai 3,980
Inspektorat I dalam melaksanakan target IKK 4 tidak mendapatkan kendala yang berarti/signifikan
Langkah-langkah antisipatif kendala dan strategi inovasi/tindak lanjut yang dilakukan Inspektorat I adalah selain melakukan penilaian maturitas SPIP, Inpektorat I juga melakukan sosialisasi kepada unit utama terhadap perubahan-perubahan metode penilaiannya yang sekarang sudah terintegritas.
IKK 5
Persentase satker yang mendapatkan hasil kajian LK minimal Baik di bidang kerja Inspektorat I
16
100% 100%
100% 100%
2 0 2 0 2 0 2 1
Target Capaian
IKK Kelima yaitu Persentase satker yang mendapatkan hasil kajian Laporan Keuangan minimal Baik di bidang kerja Inspektorat I tercapai 100%. Untuk mencapai IKK ini menggunakan alokasi anggaran sebesar Rp35.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp35.000.000,00 (100%).
Grafik 3.5. Perbandingan target dan capaian IKK 4 Tahun 2020 dan 2021
Inspektorat I melakukan kajian terhadap Laporan Keuangan Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, serta Laporan Keuangan Satuan Kerja dibawahnya pada bulan Desember 2021.
Inspektorat I dalam melaksanakan target IKK 5 terdapat kendala berupa kajian dilakukan pada bulan Desember, dimana pada pada saat itu LK semester II 2021 belum selesai disusun
Langkah-langkah antisipatif kendala dan strategi inovasi/tindak lanjut yang dilakukan Inspektorat I adalah melakukan kajian terhadap LK semester I 2021 pada LK Ditjen Kebudayaan dan Ditjen Diksi serta LK Satuan Kerja dibawahnya.
B. Akuntabilitas Keuangan
Untuk mendukung pencapaian sasaran program tahun anggaran 2021 Inspektorat I Itjen Kemendikbudristek memperoleh alokasi anggaran awal sebesar Rp19.558.453.000,00, sebagai upaya Pemerintah dalam penanggulangan pandemi COVID-19 yang mengharuskan adanya refocusing anggaran sebanyak 4 kali, yaitu refocusing I sebesar Rp1.995.845.000,00, refocusing II sebesar Rp2.120.811.000,00, refocusing III sebesar
17
Rp1.000.800.000,00 dan refocusing IV sebesar Rp600.968.000,00 sehingga anggaran Inspektorat I sampai dengan akhir TA.2021 menjadi sebesar Rp13.880.029.000,00.
Berikut tabel perubahan anggaran (refocusing dan efisiensi) Inspektorat I selama tahun 2021:
Tabel 3.1. Perubahan Anggaran (Refocusing dan Efisiensi) Inspektorat I Tahun 2021
Grafik 3.6. Perbandingan Refocusing dan Efisiensi Inspektorat I Tahun 2021
0 5,000,000,000 10,000,000,000 15,000,000,000 20,000,000,000 25,000,000,000
LAYANAN AUDIT INTERNAL
Pelaksanaan Audit
Pelaksanaan Reviu
Pelaksanaan Evaluasi
Pelaksanaan Pemantauan
Pelaksanaan Pengawasan Lainnya
Dukungan Operasional Pengawasan Internal DIPA AWAL DIPA 1 DIPA 3 DIPA 4 DIPA 5 DIPA 7
Uraian DIPA AWAL DIPA 1 DIPA 3 DIPA 4 DIPA 5 DIPA 7
LAYANAN AUDIT
INTERNAL 19.558.453.000 17.602.608.000 15.481.797.000 14.480.997.000 13.880.029.000 13.880.029.000 Pelaksanaan Audit 10.666.988.000 3.301.497.000 3.237.580.000 3.275.402.000 2.814.464.000 2.776.978.000 Pelaksanaan Reviu 31.735.000 35.000.000 35.000.000 35.000.000 35.000.000 35.000.000 Pelaksanaan Evaluasi 4.690.913.000 3.970.934.000 3.109.645.000 2.943.625.000 2.900.489.000 2.236.513.000 Pelaksanaan
Pemantauan 2.340.950.000 5.320.475.000 5.318.473.000 5.152.903.000 5.109.833.000 5.670.746.000 Pelaksanaan
Pengawasan Lainnya 1.037.540.000 4.181.780.000 2.993.543.000 2.522.467.000 2.285.095.000 2.081.452.000 Dukungan Operasional
Pengawasan Internal 790.327.000 792.922.000 787.556.000 551.600.000 735.148.000 1.079.340.000
18
Daya serap Inspektorat I secara kumulatif sampai dengan akhir 2021 sebesar Rp13.877.783.258,00 (99,98%), dan sisa saldo pagu sampai dengan akhir 2021 sebesar Rp2.245.742,00 (0.02%). Rincian daya serap aggaran Tahun 2021 per komponen adah sebagai berikut:
Kode Uraian
Total
Alokasi Realisasi % Sisa
Anggaran 1993 Penguatan Pengawasan
Inspektorat I
13.880.029.000 13.877.783.258 99,98% 2.245.742 051 Pelaksanaan Audit 2.776.978.000 2.776.977.390 100% 610
051.A Penyusunan pedoman 341.364.000 341.364.000 100% 0
051.B PKS/Sosialisasi 14.308.000 14.307.500 100% 500
051.C Audit Kinerja Program Berkelanjutan
2.421.306.000 2.421.305.890 100% 110
052 Pelaksanaan Reviu 35.000.000 35.000.000 100% 0
052.A REVIU RKA-K/L 14.000.000 14.000.000 100% 0
052.B REVIU LK 10.500.000 10.500.000 100% 0
052.C Reviu RKBMN 3.500.000 3.500.000 100% 0
052.D Reviu PIPK 3.500.000 3.500.000 100% 0
052.E Reviu LAKIP 3.500.000 3.500.000 100% 0
053 Pelaksanaan Evaluasi 2.236.349.000 2.236.196.637 99,99% 152.363
053.A PKS/Sosialisasi 5.700.000 5.700.000 100% 0
053.C Evaluasi Manajemen Risiko 499.353.000 499.352.059 100% 941
053.D Evaluasi SPIP 2.886.000 2.886.000 100% 0
053.E Evaluasi SAKIP 3.500.000 3.500.000 100% 0
053.F Evaluasi ZI-WBK 1.379.142.000 1.379.141.203 100% 797 053.G Evaluasi Kepatuhan NSPK oleh
Pemerintah Daerah
345.768.000 345.617.375 99,96% 150.625 054 Pelaksanaan Pemantauan 5.724.437.000 5.723.500.294 99,98% 936.706
054.A Penyusunan Pedoman 329.838.000 329.838.000 100% 0
054.B Pemantauan pelaksanaan program kementerian
4.690.674.000 4.690.087.309 99,99% 586.691
054.D Pemantauan Dana Transfer Daerah
682.875.000 682.874.985 100% 15 054.E Pemantauan Pengaduan
Masyarakat
350.000 0 0% 350.000
054.F Kompilasi 20.700.000 20.700.000 100% 0
055 Pelaksanaan Pengawasan Lainnya
2.051.239.000 2.051.237.937 100% 1.063
055.A Penyusunan pedoman 158.968.000 158.968.000 100% 0
055.B Pendampingan pelaksanaan program prioritas
273.702.000 273.701.810 100% 190 055.C Pendampingan Penguatan SPI
Satker/UPT
1.066.846.000 1.066.845.427 100% 573 055.D Pendampingan penerapan SPIP 416.229.000 416.229.000 100% 0 055.E Pendampingan atas permintaan
satuan Kerja
135.494.000 135.493.700 100% 300
19 056 Dukungan Operasional
Pengawasan Internal
1.056.026.000 1.054.871.000 99,89% 1.155.000 056.A Perencanaan dan Evaluasi
Program dan Anggaran
468.728.000 468.073.000 99,86% 655.000
056.B Penatausahaan Inspektorat 587.298.000 586.798.000 99,91% 500.000 T O T A L 13.880.029.000 13.877.783.258 99,98% 2.245.742
Tabel 3.2: Rencana dan Realisasi anggaran Inspektorat I Tahun 2021
Kegiatan yang telah dilakukan Inspektorat I selama tahun 2021 adalah sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Audit
a. Pelaksanaan Audit Pendahuluan Audit Kinerja Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) pada tanggal 4 s.d. 11 Agustus 2021 di Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan. Petugas yang terlibat sebanyak 15 orang.
b. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Siswa SMK (Pendahuluan) yang mendapat bantuan sertifikasi kompetensi pada tanggal 4 s.d. 11 Agustus 2021 di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, petugas yang terlibat sebanyak 15 orang.
c. Pelaksanaan Audit Pendahuluan Audit Kinerja Program Penggiat Budaya pada tanggal 4 s.d. 11 Agustus 2021 di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Petugas yang terlibat sebanyak 16 orang.
d. Pelaksanaan Audit Pendahuluan Audit Kinerja Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha pada tanggal 4 s.d. 11 Agustus 2021 di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Petugas yang terlibat sebanyak 16 orang.
e. Pelaksanaan Audit Kinerja Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Frekuensi I pada tanggal 5 s.d. 12 September 2021 di Provinsi Banten, Sumatera Barat, dan Jawa Tengah. Petugas yang terlibat sebanyak 14 orang.
f. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Siswa SMK yang mendapat bantuan sertifikasi kompetensi Frekuensi I pada tanggal 5 s.d. 12 September 2021 di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 15 orang.
g. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Penggiat Budaya Frekuensi I pada tanggal 5 s.d. 12 September 2021 di Provinsi Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 16 orang.
20
h. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Frekuensi I pada tanggal 5 s.d. 12 September 2021 di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 16 orang.
i. Pelaksanaan Audit Kinerja Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Frekuensi II pada tanggal 16 s.d. 23 September 2021 di Provinsi Lampung dan Kepulauan Bangka Belitung. Petugas yang terlibat sebanyak 16 orang.
j. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Siswa SMK yang mendapat bantuan sertifikasi kompetensi Frekuensi II pada tanggal 16 s.d. 23 September 2021 di Provinsi Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 22 orang.
k. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Penggiat Budaya Frekuensi II pada tanggal 16 s.d. 23 September 2021 di Provinsi DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Petugas yang terlibat sebanyak 10 orang.
l. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Frekuensi II pada tanggal 16 s.d. 23 September 2021 di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, dan Banten. Petugas yang terlibat sebanyak 17 orang.
m. Pelaksanaan Audit Kinerja Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Frekuensi III pada tanggal 26 September 2021 s.d. 3 Oktober 2021 di Provinsi Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Kalimantan Utara. Petugas yang terlibat sebanyak 14 orang.
n. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Siswa SMK yang mendapat bantuan sertifikasi kompetensi Frekuensi III pada tanggal 26 September s.d. 3 Oktober 2021 di Provinsi Banten dan Jawa Timur. Petugas yang terlibat sebanyak 22 orang.
o. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Penggiat Budaya Frekuensi III pada tanggal 26 September s.d. 3 Oktober 2021 di Provinsi Jawa Timur dan Bali.
Petugas yang terlibat sebanyak 12 orang.
p. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Frekuensi III pada tanggal 26 September s.d. 3 Oktober 2021 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 15 orang.
21
q. Pelaksanaan Audit Kinerja Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) pada tanggal 4 s.d. 10 Oktober 2021 di Provinsi Banten dan Nusa Tenggara Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 8 orang.
r. Pelaksanaan Audit Hasil Pekerjaan Tata Pamer Museum Situs Song Terus Tahun Anggaran 2020 pada tanggal 17 s.d. 24 Oktober 2021 di Provinsi Jawa Timur. Petugas yang terlibat pada kegiatan ini sebanyak 4 orang.
2. Pelaksanaan Reviu
Pelaksanaan berupa Reviu Laporan Keuangan, Reviu Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga, dan Reviu RKBMN, Reviu PIPK, dan Reviu LAKIP.
Kegiatan – kegiatan yang telah dilakukan adalah:
a. Reviu Laporan Keuangan
1) Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan pada tanggal 8 s.d. 12 Februari 2021 di Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Petugas yang terlibat sebanyak 12 orang.
2) Pelaksanaan Reviu Laporan Keuangan Semester I Tahun 2021 Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Daring pada tanggal 28 s.d. 30 Juli 2021. Petugas yang terlibat sebanyak 13 orang.
b. Reviu RKAKL
1) Pelaksanaan Reviu APIP Revisi Anggaran Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tanggal 24 Februari 2021 di Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Petugas yang terlibat sebanyak 5 orang.
2) Pelaksanaan Reviu APIP Refocusing Anggaran Tahap I Tahun 2021 pada tanggal 9 s.d. 10 Maret 2021 di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.
Petugas yang terlibat sebanyak 9 orang.
3) Pelaksanaan Reviu Dokumen Tender Pekerjaan Kontruksi Pembangunan Gedung Politeknik Negeri Subang pada tanggal 15 s.d. 17 Maret 2021 di Politeknik Negeri Subang Provinsi Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 4 orang.
4) Pelaksanaan Reviu APIP Refocusing Anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Daring pada tanggal 13 s.d. 17 Juli 2021.
Petugas yang terlibat sebanyak 58 orang.
22
5) Pelaksanaan Reviu APIP Refocusing Anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Daring pada tanggal 13 s.d. 17 Juli 2021.
Petugas yang terlibat sebanyak 58 orang.
6) Pelaksanaan Reviu RKAKL pagu indikatif tahun 2022 Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Daring pada tanggal 22 s.d. 28 Juli 2022.
Petugas yang terlibat sebanyak 58 orang.
7) Pelaksanaan Reviu RKAKL pagu indikatif tahun 2022 Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Daring pada tanggal 22 s.d. 28 Juli 2022. Petugas yang terlibat sebanyak 58 orang.
8) Pelaksanaan Reviu APIP Refocusing Tahap IV Anggaran Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melalui Daring pada tanggal 28 s.d. 30 Juli 2021. Petugas yang terlibat sebanyak 13 orang.
9) Pelaksanaan Reviu APIP Refocusing Tahap IV Anggaran Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Daring pada tanggal 29 Juli s.d. 1 Agustus 2021. Petugas yang terlibat sebanyak 13 orang.
c. Reviu RKBMN d. Reviu PIPK
Pelaksanaan Reviu PIPK pada tanggal 27 s.d. 29 Januari 2021 di Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Petugas yang terlibat sebanyak 12 orang
e. Reviu LAKIP
Pelaksanaan Reviu LAKIP pada tanggal 8 s.d. 12 Februari 2021 di Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Petugas yang terlibat sebanyak 12 orang
3. Pelaksanaan Fasilitasi/Pendampingan/Pemantauan/Evaluasi
Kegiatan Fasilitasi/Pendampingan/Pemantauan/Evaluasi di lingkungan Inspektorat I meliputi:
a. Pelaksanaan Pengawasan Penerapan SPIP
Pelaksanaan Pendampingan Penerapan SPIP pada tanggal 17 s.d. 22 Oktober 2021 di Provinsi Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara. Petugas yang terlibat dalam kegiatan pendampingan ini sebanyak 53 orang.
23 b. Evaluasi SAKIP
Kegiatan pelaksanaan Evaluasi SAKIP di lingkungan Inspektorat I meliputi:
1) Pelaksanaan Reviu Kertas Kerja Evaluasi SAKIP Tahun 2021 pada tanggal 24 s.d. 26 Maret 2021 yang dilaksanakan di Hotel Santika BSD Tangerang Provinsi Banten. Petugas yang terlibat sebanyak 5 orang.
2) Pelaksanaan kegiatan Evaluasi SAKIP pada tanggal 1 s.d. 4 September 2021 di Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Petugas yang terlibat sebanyak 22 orang.
c. Evaluasi ZI-WBK dan WBBM telah dilakukan pada bulan Mei - Juni 2021 sebagai berikut:
1) Pelaksanaan Kegiatan Desiminasi Pedoman ZI WBK dan WBBM Frekuensi I dan II pada tanggal 19 Mei 2021 di Hotel Atlet Century Jakarta. Peserta yang terlibat sebanyak 76 orang.
2) Pelaksanaan Kegiatan Desiminasi Pedoman ZI WBK dan WBBM Frekuensi III dan IV pada tanggal 31 Mei 2021 di Hotel Atlet Century Jakarta. Peserta yang terlibat sebanyak 76 orang.
3) Pelaksanaan Kegiatan ZI WBK dan WBBM pada Satker UPT Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Frekuensi I pada tanggal 1 s.d. 5 Juni 2021 di Provinsi Kalimantan Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Bali, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Barat. Prtugas yang terlibat sebanyak 68 orang.
4) Pelaksanaan Kegiatan ZI WBK dan WBBM pada Satker UPT Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Frekuensi II pada tanggal 8 s.d. 12 Juni 2021 di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Maluku, Riau, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Aceh, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan. Petugas yang terlibat sebanyak 64 orang.
5) Pelaksanaan Kegiatan Evaluasi ZI WBK dan WBBM pada Satker UPT Direktorat Jenderal Kebudayaan pada tanggal 15 s.d. 19 Juni 2021 di Provinsi Jawa Tengah. Petugas yang terlibat sebanyak 5 orang.
6) Pelaksanaan Kegiatan Evaluasi ZI WBK dan WBBM pada Satker UPT Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada tanggal 19 s.d. 23 Juni 2021 di Provinsi Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 5 orang.
24
7) Pelaksanaan Kegiatan Kompilasi Hasil Evaluasi ZI-WBK dan WBBM pada Satker UPT Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Frekuensi I pada tanggal 30 Juni s.d. 3 Juli 2021 di Hotel The 101 Bogor. Peserta yang terlibat sebanyak 38 orang.
8) Pelaksanaan Kegiatan Kompilasi Hasil Evaluasi ZI-WBK dan WBBM pada Satker UPT Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Frekuensi II pada tanggal 30 Juni s.d. 3 Juli 2021 di Hotel The 101 Bogor. Peserta yang terlibat sebanyak 38 orang.
d. Fasilitasi/Pendampingan/Pemantauan
Kegiatan Fasilitasi/Pendampingan/Pemantauan di lingkungan Inspektorat I meliputi :
1) Pelaksanaan Pemantauan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dikembangkan menjadi Pusat Keunggulan (Center of Excellence) Frekuensi I pada tanggal 28 Februari s.d. 7 Maret 2021 di Provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 75 orang.
2) Pelaksanaan Pengadaan Lahan dan Memverifikasi peristiwa kecelakaan mobil dinas sesuai dengan peraturan pada tanggal 8 s.d. 11 Maret 2021 di Politeknik Negeri Banyuwangi. Petugas yang terlibat sebanyak 4 orang.
3) Pelaksanaan Pemantauan SMK yang dikembangkan menjadi pusat keunggulan (Center of Excellence) Frekuensi II pada tanggal 28 Maret s.d. 3 April 2021 di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Bali, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Timur. Petugas yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 75 orang.
4) Pelaksanaan Pemantauan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Satuan Kerja Direktorat Jenderal Kebudayaan pada tanggal 13 s.d. 15 September 2021 di Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Banten. Petugas yang terlibat sebanyak 19 orang.
25
5) Pelaksanaan Pendampingan Pemeriksaan Lapangan dalam rangka Penyelesaian Permasalahan Penetapan Badan Penyelenggara Politeknik Technical Education Development Centre (TEDC) pada tanggal 16 s.d.
18 September 2021 di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 3 orang.
6) Pelaksanaan Lanjutan Pendampingan Pemeriksaan Lapangan dalam rangka Penyelesaian Permasalahan Penetapan Badan Penyelenggara Politeknik Technical Education Development Centre (TEDC) pada tanggal 20 s.d. 25 September 2021 di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat.
Petugas yang terlibat sebanyak 6 orang.
7) Pelaksanaan Perpanjangan Lanjutan Pendampingan Pemeriksaan Lapangan dalam rangka Penyelesaian Permasalahan Penetapan Badan Penyelenggara Politeknik Technical Education Development Centre (TEDC) pada tanggal 27 September s.d. 1 Oktober 2021 di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 7 orang.
8) Pelaksanaan Pendampingan atas Pengaduan Indikasi Cacat Hukum dalam pemilihan Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual tahun 2021-2025 pada tanggal 26 September s.d. 3 Oktober 2021 di Provinsi Maluku.
Petugas yang terlibat sebanyak 4 orang.
9) Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Penguatan SPI pada Satuan Kerja UPT Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada tanggal 23 s.d. 27 Mei 2021 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Petugas yang terlibat sebanyak 58 orang.
10) Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Penguatan SPI pada Satuan Kerja UPT Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada tanggal 23 s.d. 27 Mei 2021 di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Petugas yang terlibat sebanyak 5 orang.
11) Pelaksanaan Evaluasi Manajemen Risiko pada tanggal 16 s.d. 20 Agustus 2021 di Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Petugas yang terlibat pada evaluasi ini berjumlah 16 orang.
12) Pelaksanaan Evaluasi Manajemen Risiko pada tanggal 16 s.d. 20 Agustus 2021 di Direktorat Jenderal Kebudayaan. Petugas yang terlibat pada evaluasi ini berjumlah 16 orang
26
13) Pelaksanaan Uji Petik atas Kajian Program Center of Excellent atau Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (PK) dalam kegiatan pendampingan program prioritas pada Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada tanggal 1 s.d. 4 September 2021 di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Petugas yang terlibat sebanyak 22 orang.
14) Pelaksanaan Uji Petik atas Kajian Program Center of Excellent atau Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (PK) dalam kegiatan pendampingan program prioritas pada Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada tanggal 13 s.d. 15 September 2021 di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Petugas yang terlibat sebanyak 8 orang.
15) Pelaksanaan Evaluasi Manajemen Risiko pada tanggal 11 s.d. 15 Oktober 2021 di Provinsi Jawa Tengah, Sumatera Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Bali, Kepulauan Bangka Belitung. Petugas yang terlibat sebanyak 57 orang.
16) Pelaksanaan Evaluasi Kepatuhan NSPK oleh pemerintah daerah pada museum di Kabupaten/Kota pada tanggal 17 s.d. 23 Oktober 2021 di Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Petugas yang terlibat sebanyak 35 orang.
17) Pelaksanaan Uji Petik atas Kajian Program Center of Excellent atau Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (PK) dalam kegiatan pendampingan program prioritas pada Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi pada tanggal 18 s.d. 23 September 2021 di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Petugas yang terlibat sebanyak 14 orang.
18) Pelaksanaan Pekan Kebudayaan Nasional Tahun 2021 pada tanggal 23 Oktober s.d. 4 November 2021 di Provinsi Sumatera Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Bali. Petugas yang terlibat sebanyak 11 orang.
19) Pelaksanaan Pemantauan Pekan Kebudayaan Nasional di Candi Ijo pada tanggal 17 s.d. 22 Oktober 2021 di Provinsi DI Yogyakarta. Petugas yang terlibat sebanyak 7 orang.
27
20) Pelaksanaan Pemantauan Fasilitasi Bidang Kebudayaan (Fasilitasi Bidang Kebudayaan, Fasilitasi Bidang Kesenian, Fasilitasi Komunitas Budaya, dan Fasilitasi Alat Kesenian) Frekuensi I pada tanggal 1 s.d. 6 November 2021 di Provinsi DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Aceh, Jawa Timur, dan Lampung. Petugas yang terlibat sebanyak 55 orang.
21) Pelaksanaan Pemantauan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun 2021 Frekuensi I pada tanggal 10 s.d. 16 November 2021 di Provinsi Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Bali. Petugas yang terlibat sebanyak 57 orang.
22) Pelaksanaan Pemantauan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Tahun 2021 Frekuensi II pada tanggal 21 s.d. 27 November 2021 di Provinsi Sulawesi Utara, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung. Petugas yang terlibat sebanyak 56 orang.
23) Pelaksanaan Pemantauan Bantuan Pemerintah Retrofit Peralatan Pendidikan pada sector prioritas tahun 2021 pada tanggal 5 s.d. 10 Desember 2021 di Provinsi banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Petugas yang terlibat sebanyak 63 orang.
24) Pelaksanaan Pemantauan Fasilitasi Bidang Kebudayaan (Fasilitasi Bidang Kebudayaan, Fasilitasi Bidang Kesenian, Fasilitasi Komunitas Budaya, dan Fasilitasi Alat Kesenian) Frekuensi II pada tanggal 13 s.d. 18 November 2021 di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat. Petugas yang terlibat sebanyak 63 orang.
25) Pelaksanaan Pendampingan dalam rangka Evaluasi Proses Pembelajaran di Politeknik Negeri Cilacap pada tanggal 13 s.d. 18 Desember 2021.
Petugas yang terlibat dalam pendampingan ini sebanyak 5 orang.
4. Dukungan Operasional Pengawasan Internal
Kegiatan Dukungan Operasional Pengawasan Internal di lingkungan Inspektorat I meliputi :
28
a. Pelaksanaan Kegiatan Penatausahaan Inspektorat I Tahun 2021 pada tanggal 29 s.d. 31 Maret 2021 di Hotel Mercure BSD Citu Tangerang. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 25 orang.
b. Pelaksanaan Kegiatan Penatausahaan dalam rangka Kompilasi Pemantauan SMK yang dikembangkan menjadi pusat keunggulan (Center of Excellence) pada tanggal 6 s.d. 8 April 2021 di Hotel Sheraton Jakarta. Peserta yang terlibat sebanyak 35 orang.
c. Pelaksanaan Kegiatan Penatausahaan Inspektorat I pada tanggal 13 s.d. 15 Juni 2021 di Hotel Mercure BSD Tangerang. Peserta yang terlibat sebanyak 25 orang.
d. Pelaksanaan Kegiatan Penatausahaan dalam rangka Pembenahan Dokumen Inspektorat I Triwulan III Tahun 2021 pada tanggal 7 s.d. 9 Oktober 2021 di Hotel Grand Zuri BSD City, Tangerang. Peserta yang terlibat sebanyak 26 orang.
e. Pelaksanaan Kegiatan Penatausahaan dalam rangka Pembenahan Dokumen Pengawasan dan Keuangan Inspektorat I Tahun 2021 pada tanggal 7 s.d. 9 November 2021 di The 101 Bogor Suryakencana. Peserta yang terlibat sebanyak 30 orang.
f. Pelaksanaan Kegiatan Penatausahaan dalam rangka Pembenahan Dokumen Pengawasan dan Keuangan Inspektorat I Tahun 2021 pada tanggal 16 s.d. 18 November 2021 di Hotel Grand Zuri BSD City Tangerang. Peserta yang terlibat sebanyak 30 orang.
g. Pelaksanaan Kegiatan Evaluasi dan Penyusunan Program Inspektorat I tahun 2022 pada tanggal 1 s.d. 4 Desember 2021 di Horison Tirta Sanita Kuningan.
Peserta yang terlibat sebanyak 85 orang.
h. Pelaksanaan Kegiatan Penatausahaan Dokumen Pertanggungjawaban Kegiatan dan Keuangan 2021 dan Implementasi Aplikasi Persuratan di Lingkungan Inspektorat I pada tanggal 19 s.d. 21 Desember 2021 di Hotel The 101 Bogor Suryakencana. Peserta yang terlibat sebanyak 25 orang.