• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

III-1 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini membahas mengenai flowchart penelitian dan penjelasan flowchart yang digunakan dalam penelitian tugas akhir. Flowchart penelitian dan penjelasan flowchart yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini dijelaskan pada Gambar 3.1.

Mulai

Perumusan Masalah

Penetapan tujuan penelitian, batasan masalah, dan asumsi

Studi Literatur

Identifikasi Variabel

Kerangka Model

Identifikasi Responden

Pengambilan Sampel

Penyebaran Kuesioner Desain Kuesioner

A Pengembangan Alat Ukur

Kuesioner

A

Pengembangan Inner Model dan Outer Model

Evaluasi Inner Model dan Outer Model

Uji Hubungan Antar Variabel

Analisis Hasil

Kesimpulan dan Saran Pengumpulan dan

pengolahan data dengan SmartPLS

Selesai

Tahap Identifikasi Awal Tahap Pengumpulan dan

Pengolahan Data

Tahap Analisis

Tahap Kesimpulan dan Saran

Penyebaran Kuesioner

(2)

III-2

Mulai

Perumusan Masalah

Penetapan tujuan penelitian, batasan masalah, dan asumsi

Studi Literatur

Identifikasi Variabel

Kerangka Model

Identifikasi Responden

Pengambilan Sampel

Penyebaran Kuesioner Desain Kuesioner

A Pengembangan Alat Ukur

Kuesioner

A

Pengembangan Inner Model dan Outer Model

Evaluasi Inner Model dan Outer Model

Uji Hubungan Antar Variabel

Analisis Hasil

Kesimpulan dan Saran Pengumpulan dan

pengolahan data dengan SmartPLS

Selesai

Tahap Identifikasi Awal Tahap Pengumpulan dan

Pengolahan Data

Tahap Analisis

Tahap Kesimpulan dan Saran

Penyebaran Kuesioner

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian

3.1 Tahap Identifikasi Awal

Tahap identifikasi awal merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini. Adapun tahapan ini terdiri dari perumusan masalah, penetapan tujuan, batasan, serta asumsi, studi literatur, identifikasi atribut e-Service Quality, dan pembuatan kuesioner penelitian.

3.1.1 Perumusan Masalah

Perumusan masalah disusun berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan.

Perumusan masalah dilakukan untuk menentukan atau memfokuskan permasalahan apa saja yang akan diselesaikan pada penelitian ini. Permasalahan yang dirumuskan pada penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh e-Service Quality dan e- Recovery Service Quality terhadap e-Loyalty yang akan mempengaruhi e-Loyalty.

(3)

III-3

3.1.2 Penetapan Tujuan, Batasan, dan Asumsi Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang dibuat, ditetapkan tujuan dan manfaat penelitian yang akan dicapai. Penetapan tujuan berfungsi untuk mengetahui hal-hal apa saja yang akan dicapai dalam penelitian sehingga pembahasan dan metode yang digunakan dapat sesuai. Kemudian, untuk membatasi masalah-masalah yang ada agar nantinya pembahasan-pembahasan yang dibuat tidak keluar dari rumusan masalah di awal dilakukan penentuan batasan masalah dan asumsi penelitian.

3.1.3 Studi Literatur

Studi literatur dilakukan untuk menentukan dimensi dan atribut e-Service Quality pembayaran di Netflix. Studi literatur juga dilakukan terhadap metode yang akan digunakan dalam penelitian ini.

3.1.4 Pengembangan Alat Ukur Kuesioner

Tahap pembuatan kuesioner diawali dengan identifikasi variabel. Kuesioner dibuat dari atribut yang sudah dipilah berdasarkan hasil identifikasi variabel.

Identifikasi dilakukan pada metode-metode yang pernah dikembangkan dan digunakan untuk pengukuran e-Service Quality.

Identifikasi dilakukan dengan melakukan studi literatur terlebih dahulu.

Setelah mempelajari penelitian terdahulu, ditentukan variabel dan model kerja untuk penelitian ini yaitu hubungan variabel kualitas layanan elektronik (e-Service Quality) dan kualitas layanan penanganan elektronik (e-Recovery Service Quality) terhadap kepuasan pelanggan elektronik (e-Satisfaction) dan loyalitas pelanggan elektronik (e-Loyalty). Variabel dan model kerja tersebut digunakan untuk membuat kerangka model.

Langkah selanjutnya adalah melakukan studi literatur mengenai definisi masing-masing variabel dalam kerangka model tersebut. Studi literatur tersebut dilakukan kepada beberapa penelitian terdahulu. Definisi masing-masing variabel dari berbagai referensi dikumpulkan. Definisi-definisi tersebut kemudian disimpulkan menjadi satu definisi. Studi literatur mengenai definisi variabel tersebut dilampirkan pada Lampiran 1.

(4)

III-4

Langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi dimensi yang digunakan dalam studi terdahulu serta mengidentifikasi ruang lingkup dari dimensi tersebut. Ruang lingkup masing-masing dimensi menjabarkan indikator apa yang memenuhi dimensi tersebut. Ruang lingkup tersebut didapatkan dari penjelasan peneliti terdahulu atau literatur yang digunakan oleh peneliti terdahulu. Hasil identifikasi dimensi dan ruang lingkup dimensi tersebut dilampirkan pada Lampiran 2.

Langkah selanjutnya adalah memilih dimensi mana yang sesuai untuk diterapkan pada layanan Netflix. Setelah dilakukan identifikasi dimensi dan ruang lingkup dimensi tersebut berdasarkan referensi studi terdahulu, dapat diketahui bahwa terdapat beberapa dimensi yang ruang lingkupnya tidak sesuai untuk diterapkan pada sistem pembayaran Netflix. Sehingga dilakukan pemilihan dimensi yang sesuai untuk diterapkan pada sistem pembayaran Netflix. Hasil pemilihan dimensi tersebut dilampirkan di Lampiran 3.

Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan dimensi yang memiliki nama yang berbeda tetapi memiliki ruang lingkup yang sama pada referensi terdahulu.

Hal ini dilakukan agar tidak terdapat dua dimensi yang memiliki ruang lingkup yang sama dan menimbulkan kebingungan. Hasil pengelompokan dimensi dengan ruang lingkup yang sama dilampirkan di Lampiran 4.

Langkah selanjutnya adalah studi literatur untuk mengidentifikasi pertanyaan dalam kuesioner yang digunakan pada penelitian terdahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bentuk dan jenis pertanyaan yang dicantumkan dalam kuesioner.

Pertanyaan tesebut digunakan sebagai landasan untuk membuat pertanyaan yang sesuai dengan sistem pembayaran Netflix. Hasil identifikasi pertanyaan dari studi literatur dilampirkan di Lampiran 5.

Langkah berikutnya adalah desain kuesioner dengan menerapkan pertanyaan dari studi literatur kepada sistem pembayaran Netflix. Dipilih beberapa pertanyaan dari studi literatur tersebut yang hampir sesuai dengan sistem pembayaran Netflix.

Pertanyaan itu kemudian diubah agar sesuai dengan sistem pembayaran Netflix.

Hasil penerapan pertanyaan tersebut adalah Tabel 3.1 dan dilampirkan di Lampiran 6.

Dari seluruh proses yang dijabarkan di atas, dapat ditentukan perkembangan kerangka model kerja sebagai berikut.

(5)

III-5

D1 Reliability

D2 Efficiency

D3 Availability

D4 Assurance

D5 Security

D6 Site Aesthetics

D7 Easy to Use

D8 Responsiveness

D9 Access

E-Service Quality

E-Recovery Service Quality

E-Satisfaction E-Loyalty

Gambar 3.2 Pengembangan Kerangka Model Kerja Penelitian Rumusan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada responden dalam kuesioner dijabarkan dengan Tabel 3.1 berikut ini.

Metode-metode tersebut dipetakan dalam model E-Servqual, E-Recovery Servqual, E-Satisfaction, dan e-Loyalty. Seluruh dimensi yang akan dipetakan adalah Reliability, Efficiency, Availability, Assurance, Security, Site Aesthetics, Easy to Use, Responsiveness, Access, e-Satisfaction, dan e-Loyalty.

Dimensi yang digunakan dari berbagai metode pengukuran e-Service Quality dikelompokkan dan dibandingkan dengan dimensi lain. Untuk atribut yang ada di berbagai metode pengukuran e-Service Quality, tiap atribut dinilai dan dimasukkan menjadi bagian dari salah satu dimensi. Pengukuran menggunakan skala likert 1 – 5 untuk menilai persepsi responden tentang layanan pembayaran di Netflix yang sudah diberikan. Skala 1 digunakan untuk menyatakan sangat tidak setuju, skala 2 menyatakan tidak setuju, skala 3 menyatakan netral, skala 4 menyatakan setuju, dan skala 5 menyatakan sangat setuju. Kuesioner yang dibuat berdasarkan pemetaan

(6)

III-6

dari indikator-indikator tiap dimensi. Dimensi disesuaikan dengan jenis e-Service Quality sistem pembayaran di Netflix.

Tabel 3.1 Pertanyaan kuesioner

Model Simbol

Dimensi Dimensi Variabel Sumber

Simbol

Pernyataan Pernyataan

Kesesuaian Informasi

Astuti dan Salisah (2016), Deo dkk. (2017), Dharmawan dan Wurjaningrum (2016), Ho dan Lee (2015), Sari (2016)

P1 Paket yang didapat sama dengan yang diinformasikan dalam sistem pembayaran Netflix

Akurasi Informasi Dharmawan dan Wurjaningrum (2016), Ho

dan Lee (2015), Zavareh dkk. (2012) P2 Deskripsi paket yang dituliskan pada sistem pembayaran selalu akurat dengan kenyataannya

Kejelasan Informasi

Astuti dan Salisah (2016), Deo dkk. (2017), Dharmawan dan Wurjaningrum (2016), Ho dan Lee (2015), Sari (2016)

P3 Informasi mengenai paket dituliskan dengan jelas

Proses Transaksi Ho dan Lee (2015) P4 Proses pembayaran dapat dilakukan dan diselesaikan dengan baik

Kesiapan Sistem Dharmawan dan Wurjaningrum (2016) P5 Sistem selalu siap untuk dilakukan proses pembayaran

Fungsi Sistem Ho dan Lee (2015) P6 Sistem pembayaran di Netflix berfungsi dengan baik

Akurasi Transaksi Astuti dan Salisah (2016), Deo dkk. (2017),

Zavareh dkk. (2012) P7 Tagihan yang dibebankan sesuai dengan paket yang dipilih

Akurasi Pilihan Zavareh dkk. (2012) P8 Paket yang didapatkan pelanggan sesuai dengan paket yang dipilih

Fitur Pembatalan Sari (2016), Ho dan Lee (2015) P9 Terdapat pilihan untuk membatalkan pesanan atau berhenti berlangganan

Kecepatan Pelayanan

Sari (2016), Trisnawati dan Fahmi (2017), Astuti dan Salisah (2016), Dharmawan dan Wurjaningrum (2016), Zavareh dkk. (2012)

P10 Layanan pembayaran disediakan dengan cepat

Kecepatan Transaksi

Sari (2016), Trisnawati dan Fahmi (2017), Astuti dan Salisah (2016), Dharmawan dan Wurjaningrum (2016), Ho dan Lee (2015), Zavareh dkk. (2012)

P11 Proses pembayaran dapat dilakukan dan diselesaikan dengan cepat

Kesediaan Sistem

Dharmawan dan Wurjaningrum (2016), Sari (2016), Trisnawati dan Fahmi (2017), Zavareh dkk. (2012), Astuti dan Salisah (2016)

P12 Pembayaran dapat dilakukan kapan saja

Terhindar dari Error Astuti dan Salisah (2016), Sari (2016), Deo

dkk. (2017) P13 Halaman pada sistem pembayaran tidak mengalami

hang atau error saat melakukan transaksi

Layanan Telepon Astuti dan Salisah (2016) P14 Netflix menyediakan layanan pembayaran melalui telepon

Reputasi Perusahaan Ho dan Lee (2015), Dharmawan dan

Wurjaningrum (2016) P15 Reputasi Netflix terjamin dengan baik Informasi Transaksi

Selesai

Deo dkk. (2017), Astuti dan Salisah (2016),

Ho dan Lee (2015) P16 Pelanggan mendapatkan informasi bahwa transaksi sudah selesai

Perlindungan Data Pribadi

Deo dkk. (2017), Sari (2016), Trisnawati dan Fahmi (2017), Ho dan Lee (2015), Zavareh dkk. (2012)

P17 Sistem pembayaran Netflix melindungi data terkait kartu kredit, debit, dan hal bersifat privasi lainnya

Transaksi TerpercayaDeo dkk. (2017), Sari (2016), Trisnawati dan

Fahmi (2017) P18 Transaksi dalam sistem pembayaran Netflix

dilakukan dengan aman dan dapat dipercaya

Security

e-Service Quality

D1

Reliability

D2

Efficiency

D3

Availability

D4

Assurance

D5

(7)

III-7

Tabel 3.1 Pertanyaan kuesioner (Lanjutan)

Untuk model E-Service Quality terdapat 7 dimensi yaitu dimensi Reliability, Efficiency, Availability, Assurance, Security, Site Aesthetics, dan Easy to Use.

Dimensi Reliability dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator penyelesaian proses pembayaran yang baik, kesiapan sistem untuk melakukan

Model Simbol

Dimensi Dimensi Variabel Sumber

Simbol

Pernyataan Pernyataan

Font Tampilan Deo dkk. (2017) P19 Font dalam sistem pembayaran Netflix mudah dan nyaman untuk dibaca

Kemudahan Dipahami

Astuti dan Salisah (2016), Deo dkk. (2017), Sari (2016), Ho dan Lee (2015), Zavareh dkk. (2012)

P20 Tampilan sistem pembayaran Netflix mudah dipahami

Ketiadaan Iklan Deo dkk. (2017) P21 Halaman sistem pembayaran Netflix tidak ada iklan yang mengganggu

Tampilan Menarik Zavareh dkk. (2012) P22 Halaman sistem pembayaran ditampilkan dengan menarik

Tampilan

Memuaskan Zavareh dkk. (2012) P23 Halaman sistem pembayaran memuaskan dalam hal tampilan

Kemudahan Struktur Deo dkk. (2017), Zavareh dkk. (2012) P24 Struktur halaman dalam sistem pembayaran mudah diikuti

Pilihan Pembayaran Astuti dan Salisah (2016) P25 Netflix menyediakan beberapa pilihan pembayaran sesuai dengan keinginan pelanggan

Kolom Komentar Astuti dan Salisah (2016), Ho dan Lee (2015) P26 Menyediakan tempat khusus kepada pelanggan untuk meninggalkan komentar

Ketersediaan FAQ Ho dan Lee (2015) P27

Terdapat pusat bantuan berisi pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ) untuk menyelesaikan beberapa masalah dalam sistem pembayaran

Penyelesaian Masalah

Astuti dan Salisah (2016), Dharmawan dan Wurjaningrum (2016), Santoso (2006), Deo dkk. (2017), Zavareh dkk. (2012), Ho dan Lee (2015)

P28 Sistem pembayaran Netflix menyelesaikan keluhan atau masalah dari pelanggan dengan cepat

Pengaduan Via

Telepon Zavareh dkk. (2012) P29

Netflix menyediakan layanan telepon langsung ketika mengalami masalah berkaitan dengan sistem pembayaran

Pelayanan Online Astuti dan Salisah (2016) P30

Pengelola Netflix menyediakan layanan secara online melalui sosial media dan customer service dalam sistem pembayaran

Alamat Kantor Astuti dan Salisah (2016) P31 Terdapat alamat kantor cabang yang bisa dikunjungi pelanggan

Kenyamanan Zavareh dkk. (2012), Ho dan Lee (2017) P32 Saya merasa nyaman menggunakan sistem pembayaran

Kepuasan

Islam dkk. (2020), Giao dkk. (2020), Bernardo dkk. (2013), Anderson dan Srinivasan (2003)

P33 Saya puas terhadap sistem pembayaran di Netflix

Kesenangan Ho dan Lee (2017) P34 Saya merasa senang atas pengalaman saya

menggunakan sistem pembayaran di Netflix Merekomendasikan

ke Orang Lain Islam dkk. (2020), Bernardo dkk. (2013) P35 Saya merekomendasikan layanan pembayaran Netflix kepada teman dan kerabat

Mengulangi Pembelian

Anderson dan Srinivasan (2003), Bernardo

dkk. (2013) P36

Saya akan terus melakukan pembayaran di sistem pembayaran Netflix ketika harus memperbarui paket berlangganan

Membicarakan Hal

Baik Bernardo dkk. (2013) P37 Saya membicarakan hal-hal baik dalam sistem

pembayaran Netflix kepada orang lain.

e-Loyalty D11

e-Loyalty

e-Recovery Service Quality

D8

Responsiveness

D9

Access

e-Satisfaction D10

e-Satisfaction

e-Service Quality

D6

Site Aesthetics

D7

Easy to use

(8)

III-8

proses pembayaran, kelancaran fungsi sistem pembayaran, kesesuaian tagihan dengan paket yang dipilih, kesesuaian paket yang didapat dengan paket yang dipilih, dan fitur untuk menggagalkan pesanan atau berhenti berlangganan. Dimensi Efficiency dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator kecepatan layanan pembayaran dan kecepatan proses pembayaran. Dimensi Availability dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator kemudahan pembayaran yang dapat dilakukan di mana saja, tidak adanya hang atau error saat melakukan transaksi, dan kesediaan layanan pembayaran melalui telepon. Dimensi Assurance dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator terjaminnya reputasi Netflix dan ketersediaan informasi mengenai selesainya transaksi. Dimensi Security dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator perlindungan Netflix terkait proses pembayaran dan keamanan transaksi dalam sistem pembayaran. Dimensi Site Aesthetics dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator kemudahan serta kenyamanan font dalam sistem pembayaran, kemudahan sistem pembayaran untuk dipahami, ketiadaan iklan dalam sistem pembayaran, tampilan halaman sistem pembayaran menarik, dan tampilan halaman sistem pembayaran memuaskan.

Dimensi Easy of Use dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator kemudahan struktur halaman sistem pembayaran dan ketersediaan pilihan pembayaran sesuai keinginan pelanggan.

Untuk model E-Recovery Service Quality terdapat 2 dimensi yaitu dimensi Responsiveness dan Access. Dimensi Responsiveness dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator ketersediaan tempat khusus untuk pelanggan meninggalkan komentar, ketersediaan pusat bantuan berisi pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ) untuk menyelesaikan beberapa masalah dalam sistem pembayaran, kecepatan sistem pembayaran Netflix dalam menyelesaikan keluhan atau masalah dari pelanggan, dan ketersediaan layanan telepon langsung ketika mengalami masalah berkaitan dengan sistem pembayaran.

Untuk model e-Satisfaction terdapat 1 dimensi yaitu dimensi e-Satisfaction itu sendiri. Dimensi e-Satisfaction dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator kenyamanan penggunaan sistem pembayaran, kepuasan penggunaan sistem pembayaran, dan kesenangan penggunaan sistem pembayaran.

(9)

III-9

Untuk model e-Loyalty terdapat 1 dimensi yaitu dimensi e-Loyalty itu sendiri.

Dimensi e-Loyalty dipilih untuk mengukur kualitas layanan berdasarkan indikator tingkat keinginan pelanggan untuk merekomendasikan layanan pembayaran Netflix kepada orang lain, tingkat keinginan pelanggan untuk tetap menggunakan sistem pembayaran Netflix untuk memperbarui paket berlangganan, dan tingkat keinginan pelanggan untuk membicarakan hal baik dalam sistem pembayaran Netflix.

Kuesioner dibuat dalam model metode servqual, yaitu untuk mengetahui seberapa besar penilaian berdasarkan pengalaman (Persepsi) responden terhadap layanan pembayaran di Netflix. Hasil pembuatan kuesioner terlampir pada Lampiran 6.

Kuesioner dibuat dengan menggunakan Google form. Google form adalah sebuah fasilitas dari Google yang bisa digunakan untuk membuat survei secara online, bersifat umum, dan dapat diakses gratis dengan akun Google. Survei secara online memiliki kelebihan yaitu kemudahan mendapat responden yang lebih luas dengan biaya yang lebih rendah. Kuesioner/survei dapat dibuat dengan mudah dan dapat ditemukan oleh pengguna internet dengan membagikan link. Untuk pengisian survei, responden tidak perlu memiliki akun Google sehingga bersifat umum.

Jawaban dari responden dapat seketika terkirim ke drive penyimpanan Google secara real time dan dilengkapi dengan analisis berupa grafik batang maupun grafik lingkaran. Google form juga menyediakan hasil survei dengan format Google Spreadsheet yang dapat diekspor menjadi file Excel.

3.1.5 Penyebaran Kuesioner

Responden kuesioner adalah pengguna Netflix yang aktif menggunakan sosial media dan mengikuti akun resmi Netflix Indonesia di media Twitter dan Instagram.

Metode pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling, karena setiap unsur yang terdapat dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Siregar, 2013). Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu jumlah pengguna Netflix di Indonesia adalah 2.650.000 pengguna bulanan per Februari 2021 (detikcom, 2021).

(10)

III-10

Perhitungan sampel yang diteliti menggunakan rumus Slovin. Rumus Slovin adalah sebuah rumus atau formula untuk menghitung jumlah sampel minimal apabila perilaku dari sebuah populasi tidak diketahui secara pasti. Rumus Slovin ini biasa digunakan dalam penelitian survey yang jumlah sampel besar sekali, sehingga diperlukan sebuah formula untuk mendapatkan sampel yang sedikit tetapi dapat mewakili keseluruhan populasi. Rumusnya adalah sebagai berikut:

𝑛 =

N

(N(d)2 +1) (6)

Keterangan : n = sampel N = Populasi

d = Nilai presisi 90% atau sig. = 0,1

Menurut perhitungan tersebut, maka dihasilkan bahwa jumlah sampel yang digunakan sebanyak 99,99 atau jika dibulatkan maka menjadi 100 responden. Pada penelitian ini digunakan 150 sampel.

Langkah yang dilakukan untuk menyebarkan kuesioner adalah dengan menghubungi responden satu-persatu. Calon responden dihubungi melalui fitur Direct Message media sosial yang digunakan. Akun-akun yang mengikuti akun resmi Netflix Indonesia dihubungi untuk dilakukan screening atau penyaringan.

Screening atau penyaringan tersebut dilakukan untuk mengkonfirmasi bahwa calon responden adalah pelanggan Netfllix. Responden kemudian diminta kesediaannya untuk mengisi kuesioner tersebut.

Responden kuesioner juga didapatkan dengan bertanya langsung kepada kerabat, teman, dan masyarakat melalui media pesan singkat Whatsapp dan Line.

Penyebaran kuesioner juga dilanjutkan oleh kerabat, teman, dan masyarakat kepada orang lain yang mereka kenal.

3.2 Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data

Hasil kuesioner dikumpulkan menjadi dasar data untuk pengolahan data.

Pengolahan data dilakukan setelah melakukan rekapitulasi data yang telah dikumpulkan. Pada tahap ini dilakukan perhitungan dengan metode SEM-PLS menggunakan software SmartPLS versi 3.

(11)

III-11

Pada proses uji hubungan antar variabel dalam penelitian ini menggunakan software SmartPLS versi 3 untuk menganalisis pola hubungan antara variabel.

Model ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen) (Sholiha., dkk 2016). Ghozali (2009) menjelaskan analisis jalur merupakan peluasan dari analisis regresi linear berganda, atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk menaksir hubungan kausalitas antara variabel (model casual) yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori.

Pengujian hubungan antar variabel dilakukan dengan beberapa proses.

Proses running dengan tahap Bootstraping dilakukan untuk menguji pengaruh variabel e- Service Quality terhadap e-Satisfaction, pengaruh e-Recovery Service Quality terhadap e-Satisfaction, dan pengaruh e-Satisfaction terhadap e-Loyalty.

PLS Bootstrap berfungsi untuk menampilkan uji regresi berganda dengan menampilkan output t, nilai koefisien masing-masing, dan nilai p-value. Apabila p- value lebih kecil dari 0,05 maka variabel tersebut dinyatakan berpengaruh signifikan.

3.3 Tahap Analisis

Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap data yang telah diolah. Analisis dilakukan berdasarkan dari hasil pengolahan data dan hasil pengisian kuesioner.

Hasil pengolahan tersebut kemudian menjadi dasar dalam penentuan bagaimana pengaruh e-Service Quality dan e-Recovery Service Quality terhadap e-Satisfaction serta pengaruh e-Satisfaction terhadap e-Loyalty.

3.4 Tahap Kesimpulan dan Saran

Pada tahap ini akan ditarik kesimpulan dan pemberian saran dari penelitian ini. Penarikan kesimpulan didasari oleh pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan. Kesimpulan penelitian merupakan jawaban dari tujuan yang telah ditetapkan berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data. Kemudian, diberikan saran perbaikan yang dapat dilakukan untuk pelaksanaan penelitian selanjutnya.

Gambar

Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penelitian
Gambar 3.2 Pengembangan Kerangka Model Kerja Penelitian  Rumusan  pertanyaan-pertanyaan  yang  akan  diajukan  kepada  responden  dalam kuesioner dijabarkan dengan Tabel 3.1 berikut ini
Tabel 3.1 Pertanyaan kuesioner
Tabel 3.1 Pertanyaan kuesioner (Lanjutan)

Referensi

Dokumen terkait

Transaksi pembelian barang dilakukan oleh perusahaan hanya kepada vendor tetap dan customer tetap dengan cara kredit, sedangkan pelanggan yang tidak tetap

Berikutnya lakukan remote untuk repository yang telah dibuat di server GitHub misal “hello- elrahma”, melalui link repository, selengkapnya silakan simak langkah berikut ini:.. 2)

Hasil analisis chi square antara pemberian konseling terhadap kepatuhan maupun kesembuhan didapatkan p<0,001 yang berarti ada perbedaan yang bermakna pada

Pencapaian kinerja kegiatan diukur dengan membandingkan nilai indikator kinerja masukan (input), keluaran (output) dan hasil (outcome) antara realisasi dengan target, yang

02 KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA 008 SMK DHARMA PUTRA 2 JAKARTA TANJUNG PRIUK Wilayah 1 JU 02 KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA 011 SMK KENCANA 1 JAKARTA TANJUNG PRIUK Wilayah 1 JU

Untuk menjaga pemutusan pada saat pemindahan daya dari sumber catuan tegangan utama ke sumber catuan cadangan, maka diperlukan cadangan tersendiri yang

Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini adalah apakah faktor-faktor produksi yang diwakili oleh infrastruktur (jalan, listrik, rumah sakit, dan sekolah) mempunyai pengaruh

Akan tetapi, gambar Allah juga harus dipahami sebagai keserupaan dengan Allah yang telah diselewengkan ketika manusia jatuh ke dalam dosa, dan.. sekarang terus-menerus dipulihkan