• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINJAUAN KEMBALI DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA DI INDONESIA (PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM) RAHMAN SYAMSUDDIN S.H., M.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENINJAUAN KEMBALI DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA DI INDONESIA (PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM) RAHMAN SYAMSUDDIN S.H., M."

Copied!
111
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hakikatnya putusan Mahkamah Konstitusi terhadap peninjauan kembali lebih dari satu kali adalah putusan yang berasaskan pada keadilan, kepastian dan kemanfaatan.. Kata Kunci :

Alasan Hukum (legal reason) Hakim Mahkamah Agung Melakukan Penafsiran Ekstensif atas Pasal 263 ayat (1) KUHAP dalam Pemeriksaan Peninjauan Kembali Perkara Pra Peradilan

Di dalam Pasal 263 KUHAP sudah jelas ditegaskan, bahwa yang boleh mengajukan peninjauan kembali adalah terpidana atau ahli warisnya yang menurut penjelasan pasal

dilihat dan dihubungkan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 34/PPU-XI/2013 tersebut tentunya bertentangan dengan kedua dasar hukum tersebut diatas yakni Undang-Undang Dasar

Hasil penelitian menunjukkan penerapan upaya hukum luar Biasa Peninjauan Kembali bagi Penuntut Umum setelah putusan Mahkamah Konstitusi Nomor

Meskipun Mahkamah Konstitusi telah memutus demikian, pada praktik permohonan peninjauan kembali yang diajukan lebih dari sekali tidak dapat diterima oleh Mahkamah Agung

Di dalam Pasal 263 KUHAP sudah jelas ditegaskan, bahwa yang boleh mengajukan peninjauan kembali adalah terpidana atau ahli warisnya yang menurut penjelasan pasal

Ketentuan tentang peninjauan kembali tersebut ditegaskan kembali dalam Pasal 21 Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman,