• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kolaborasi UKM di UNAIR Peringati Hari Anti Narkoba Internasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kolaborasi UKM di UNAIR Peringati Hari Anti Narkoba Internasional"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Kolaborasi UKM di UNAIR Peringati Hari Anti Narkoba Internasional

UNAIR NEWS – Udara panas tidak menyurutkan semangat dari mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Airlangga untuk menggelar kegiatan dalam rangka peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). Peringatan HANI digagas oleh kolaborasi UKM Mapanza dan lima UKM kerohanian, yaitu Kerohanian Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Forum Komunikasi UKM juga turut serta dalam kegiatan ini.

Sebanyak 500 stiker bertuliskan “Merdeka Tanpa Narkoba”

dibagikan kepada pengguna jalan raya di sekitar Kampus A, dan C UNAIR, pada Sabtu (25/6). Pembagian stiker merupakan salah satu wujud penolakan kolaborasi UKM di UNAIR terhadap penggunaan narkoba, khususnya di Jawa Timur. Sebab, berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) akhir tahun 2015, Jawa Timur merupakan provinsi ke-2 sebagai pengguna narkoba terbesar di Indonesia.

“Acara ini merupakan ajang bagi teman-teman dari UKM Kerohanian dan UKM Mapanza untuk menyuarakan aspirasi mengenai penggunaan narkoba. Di acara ini, kami menolak keras penggunaan narkoba, apalagi di lingkungan UNAIR. Kami berharap masyarakat juga bisa memahami betapa bahayanya narkoba dan dampaknya di kehidupan sehari-hari,” ujar Triani Febriana, ketua UKM Kerohanian Buddha, UNAIR.

Stiker dipilih sebagai media penolakan terhadap penggunaan narkoba mengingat, penggunaan stiker yang ditempel dapat terlihat hingga bertahun-tahun. Sehingga harapannya, pengguna akan selalu ingat dengan pesan yang tertulis dalam stiker.

Ini merupakan acara pertama ditahun 2016 yang diselenggarakan

(2)

oleh kolaborasi antar UKM di UNAIR. Rencananya, acara ini akan dijadikan kegiatan rutin UKM Kerohanian dan UKM Mapanza untuk menjalin kekeluargaan dan jalinan silaturahim. Selain itu, acara ini digagas sebagai bentuk perwujudkan kebhinnekaan dikalangan mahasiswa UNAIR. (*)

Penulis : Natasha Andrina Maharani (Anggota UKM Kerohanian Budha)

Editor : Binti Q. Masruroh

Pentingnya Mengelola Potensi Diri dalam Menghadapi Dunia Kerja

UNAIR NEWS – Memiliki karir yang sejalan dengan passion tentu m e n j a d i h a r a p a n b a g i s e b a g i a n b e s a r o r a n g . N a m u n , ketidakmampuan mengelola potensi diri untuk berkarir sesuai dengan passion akan berdampak pada beragam permasalahan dalam pekerjaan. Perasaan tidak nyaman dalam bekerja, dorongan untuk berpindah-pindah pekerjaan. Hal tersebut akan berdampak buruk bagi pengembangan karir seseorang.

Berdasarkan kenyataan tersebut, sebuah lembaga event organizer (EO) First Career Surabaya yang digagas oleh tujuh mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi), Universitas Airlangga, mengadakan seminar karir bertajuk “Karirmu Masa Depanmu”. Seminar diadakan pada Sabtu (25/06), bertempat di Aula Kahuripan, Kantor Manajemen, UNAIR.

Hadir sebagai pembicara pada seminar ini Dimas Aryo Wicaksono, S.Psi, M.Sc selaku dosen bidang Psikologi Industri Organisasi FPsi UNAIR, dan Satya Sultanuddin, S.Ikom selaku event

(3)

executive PT. Jobstreet Indonesia. Seminar nasional yang dihadiri tak kurang dari 170 orang tersebut mengangkat topik mengenai potensi diri sebagai penentu karir sesuai passion.

Pada kesempatan ini, Dimas menyampaikan materi seputar

“Personal Development”. Ia menjelaskan tentang bagaimana mengenali dan mengembangkan potensi diri, agar mampu menetapkan karir yang sesuai dengan passion.

“Kebanyakan orang gagal memiliki karir yang cemerlang karena ketidakmampuan mereka dalam mengenali potensi diri apalagi mengembangkannya. Maka penting untuk menemukan kesesuaian diri dan pekerjaan,” kata Dimas.

Menurut Dimas, setelah berhasil menentukan karir yang sesuai passion, hal yang tidak kalah penting diperhatikan adalah persiapan menghadapi seleksi rekrutmen. Sebab, percuma menemukan karir sesuai passion namun tidak memiliki kesempatan dalam merealisasikannya.

Satya sebagai pembicara kedua mengedukasi peserta tentang

“Career Talk”. Ia menjelaskan cara membuat Curriculum Vitae (CV) yang menarik, serta setrategi dalam menghadapi wawancara kerja.

“Disamping pentingnya mengenali potensi diri, kemampuan untuk mengemas potensi juga tidak kalah penting. Terutama mengemasnya dalam bentuk CV juga ketika interview dengan user.

Karena akan percuma memiliki potensi namun tidak bisa mengemasnya dengan baik,” ujar Satya.

Peserta pada seminar ini bukan hanya mahasiswa dari Surabaya, melainkan ada pula dari Malang, Jogjakarta, dan Bandung yang terlihat antusias dengan kedua materi yang disampaikan. Kedua materi saling menambah wawasan kepada peserta dalam menentukan karir pasca lulus dari perguruan tinggi.

Didirikannya EO First Career berangkat dari sebuah kelompok belajar pada mata kuliah Psikologi Kewirausahaan. EO First

(4)

Career yang dibentuk Danan Brimananda dan teman-temannya mengelola acara-acara yang berkaitan dengan pemberian edukasi seputar karir. Danan dan tujuh teman lainnya merupakan mahasiswa FPsi angkatan 2013.

Danan selaku penanggungjawab acara mengatakan, pihaknya tidak menyangka mendapat antusis cukup besar dari peserta. Terlebih, acara ini merupakan acara pertama yang digagas oleh First Career.

“Kami memandang bahwa penting untuk memberikan seminar juga workshop semacam ini. Nanti kedepannya kami juga ingin memberikan pelatihan menghadapi dunia kerja, khusunya dalam persiapan yang sifatnya psikologis. Hal ini juga memang berkaitan dengan bidang kami, yang kesemuanya mahasiswa psikologi,” ujar Danan. (*)

Penulis : Okky Putri

Editor : Binti Q. Masruroh

Kadispendukcapil Surabaya Intensifkan Yustisi Pasca Lebaran

UNAIR NEWS – Alumnus Fakultas Hukum UNAIR yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadispendukcapil) Surabaya, Suharto Wardoyo, tidak pernah miskin kreatifitas. Termasuk, sehubungan dengan tugasnya untuk menggiatkan program tertib administrasi pemerintah kota (Pemkot) Surabaya. Dan untuk soal ini, dia juga berlaku tegas.

(5)

Apa yang ingin disampaikan kali ini terkait adanya urbanisasi pasca lebaran. Para perantau yang merasa sudah sukses di Surabaya, tatkala pulang kampung, akan menyampaikan kabar gembira pada handai tolan. Kalau sudah begitu, kerap kali, kerabat ikut tertarik datang di Kota Pahlawan. Kalau memang yang bersangkutan punya keahlian, tentu tak akan menjadi masalah. Tapi bila tidak, jadilan dia beban kota. Sebab, dia akan menganggur.

Dispendukcapil memiliki mekanisme untuk meminimalkan terjadinya situasi itu. Yakni, dengan mengintensifkan operasi yusitisi kependudukan pasca lebaran. Para pendatang akan ditanyai tentang tujuannya merantau. Bila memang masih tidak jelas, yang bersangkutan diarahkan untuk pulang ke kampung halaman.

Namun, bila dia sudah memiliki pekerjaan yang pasti, Pemkot bakal mempersilakan menetap di Surabaya. Dengan syarat, dia wajib memiliki Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS).

Surat keterangan yang satu ini juga wajib dimiliki mahasiswa yang menuntut ilmu di Surabaya.

“Maksimal tiga bulan setelah berkiprah di Surabaya, baik bekerja maupun kuliah, pendatang harus sudah punya SKTS,”

ungkap lelaki yang akrab disapa Anang tersebut.

Kalau hingga waktu yang sudah ditentukan itu dia masih belum mengantongi SKTS, yang bersangkutan bisa dibawa ke pengadilan.

Terdapat ancaman hukuman pidana paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

Di sisi lain, Anang menjelaskan, operasi yustisi sejatinya rutin dilaksanakan pada hari-hari biasa. Bahkan, pelayanan S K T S s u d a h m u d a h d a n d a p a t d i a k s e s o n l i n e m e l a l u i www.dispendukcapil.surabaya.go.id. Atas kemudahan itu, sudah selayaknya para pendatang tidak meremehkan regulasi yang sudah ditetapkan ini. Dalam melaksanakan operasi yustisi, Dispendukcapil bekerjasama dengan kelurahan dan kecamatan

(6)

setempat. Juga, Satpol PP Kota Surabaya. (*) Penulis: Rio F. Rachman

Musim Ujian, Perpustakaan Ramai Pengunjung

UNAIR NEWS – Saban musim Ujian Akhir Semester (UAS), perpustakaan kampus B UNAIR lebih ramai dari biasanya. Maklum, para mahasiswa sedang giat berburu bahan bacaan untuk persiapan ujian. Ada pula yang mengerjakan soal ujian take home atau menyesaikan tugas kelompok di sana.

Seperti yang terlihat beberapa pekan belakangan ini. Sejak dibuka sekitar pukul 07.30 hingga menjelang tutup pukul 16.00 (jadwal bulan Ramadan), pengunjung perpustakaan berdatangan.

“Kalau musim ujian, umumnya, tampak pula wajah-wajah baru yang berkunjung ke sini,” kata Agung B. Kristiawan, Humas Perpustakaan yang tempat duduknya menghadap langsung pintu masuk, saat diwawancara Senin pagi (27/6).

Dia mengutarakan, pada kisaran bulan Juni adalah musim UAS.

Pada saat itu, mahasiswa berbondong-bondong mencari referensi untuk bekal ujian. Sejatinya, pada musim Ujian Tengah Semester (UTS) hal serupa juga terjadi. Yakni, pada pekan ketiga dan keempat April.

Jadwal UAS dan UTS di atas mengacu pada kegiatan semester genap. Kalau semester gasal, UTS dilangsungkan pada kisaran Oktober, sedangkan UAS dilaksanakan sekitar akhir Desember dan a w a l J a n u a r i . P a d a s e m e s t e r g a s a l p u n , p e n g u n j u n g perpusatakaan ramai di musim UAS dan UTS.

(7)

Pada hari biasa, imbuh lelaki yang juga aktif di American Corner ini, pengunjung mulai padat pada siang hari. Namun kali ini, sejak pagi, para mahasiswa berdatangan secara teratur.

Jumlah mereka yang berada di angka 750 orang per hari.

Yang menarik, pada musim UAS dan UTS seperti ini, perpustakaan jadi tempat para mahasiswa angkatan atas memberi tutorial adik kelasnya. “Saya sering menjumpai kelompok-kelompok mahasiswa seperti ini. Perpustakaan sudah menjadi wadah diskusi yang representatif,” ungkap dia.

Memang, bila sedang melakukan perbincangan terkait perkuliahan, para mahasiswa wajib tetap menjaga ketertiban.

Tidak boleh ribut sehingga mengganggu pengunjung lain. Mereka harus berada di tempat yang memang disediakan untuk berdiskusi.

Di sisi lain, menurut pengamatan Agung, saat ini perpustakaan UNAIR menjadi salah satu jujukan mahasiswa yang ingin nongkrong. Tentu saja, nongkrong yang dimaksud bermuatan positif. Tidak sekadar ngobrol ngalor-ngidul tanpa tujuan.

Kondisi ini, mirip dengan yang terjadi di negara-negara maju.

Perpustakaan menjadi pusat kegiatan mahasiswa. “Kami juga terbuka pada mahasiswa yang ingin mengadakan event dan memakai ruangan di sini. Kami sudah membicarakan ini dengan BEM.

Intinya, kami siap memfasilitasi aktifitas seluruh warga kampus,” ungkap dia. (*)

Penulis: Rio F. Rachman

(8)

Perkumpulan Sopir UNAIR Bagi- bagi Takjil

UNAIR NEWS – Bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat istimewa dan ditunggu-tunggu bagi kaum muslim, tidak terkecuali di Indonesia. Pada bulan yang penuh berkah inilah setiap muslim berlomba-lomba meningkatkan amalan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Tidak hanya berpuasa untuk menahan segala nafsu pada siang hari, salat terawih dan salat- salat sunnah lainnya, serta bersedekah kepada sesama dan terlebih lagi kepada kaum dhuafa.

Hal demikian itulah yang mendasari perkumpulan pengemudi (sopir) di lingkungan Universitas Airlangga melaksanakan sedekah dan berbagi untuk sesama dengan mengadakan bagi-bagi makanan takjil, pada hari Jum’at (24/6) lalu.

Para pengemudi yang berada dibawah naungan Bagian Sarana dan Prasarana ini memulai kegiatan berbagi sekitar pukul 17.00 (sore) di perempatan lampu merah belakang gedung Airlangga Convention Centre (ACC) Kampus C Universitas Airlangga. Dalam acara ini panitia membagikan 150 bungkus nasi beserta delapan dus minuman segar-manis (teh kemasan).

Menurut Imam, koordinator acara ini, ide acara ini berawal dari keinginan pribadi teman-teman sopir flash kampus B yang ingin berbagi takjil untuk sesama. Kemudian ide ini ternyata didukung oleh sopir-sopir yang lain yang berada di lingkungan rektorat Universitas Airlangga. Akhirnya melakukan iuran bersama secara sukarela.

Bagi perkumpulan pengemudi, ternyata kegiatan ini bukanlah acara pertama kali yang dilaksanakan di bulan Ramadhan. Pada waktu sebelumnya, tepatnya pada seminggu sebelum ini, acara yang sama juga diselenggarakan oleh para pengemudi, tetapi tempatnya di depan gedung Sekolah Pascasarjana, kampus B

(9)

UNAIR.

Imam, koordinator acara bagi takjil ketika menyampaikan bungkusan takjil kepada pengguna jalan di Jl. Mulyorejo.

(foto: Agus Irwanto)

Acara bagi-bagi takjil itu sendiri ditutup dengan buka puasa bersama, tempatnya juga di garasi kampus C Universitas Airlangga. Acara ini juga dihadiri hampir semua pengemudi yang bertugas di lingkungan rektorat UNAIR.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan silaturahmi dan diharapkan bahwa semoga pada tahun depan acara seperti ini bisa dilaksanakan lagi. Artinya tidak hanya melibatkan sopir di lingkungan Rektorat saja, tetapi oleh semua sopir di lingkungan UNAIR, terutama sopir dari fakultas. ”Agar keguyuban diantara sopir dapat lebih guyub lagi,” tutur seorang diantaranya berharap. (*)

Penulis : Agus Irwanto Editor : Bambang Bes

(10)

Rangkuman Berita UNAIR di Media (25-27/6)

Dosen Unair Komisaris Bank Jatim

Hadi Sukrianto, Komisaris Bank Jatim mengundurkan diri dari jabatannya. Posisinya kini digantikan oleh Rudi Purwono, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

Komisaris Independen Bank Jatim Rudi Purwono menyatakan, dirinya bergabung dengan Bank Jatim merupakan bagian dari integrasi keputusan direksi dan komisaris. Rudi berjanji akan menjalankan amanah ini dengan baik, dan juga akan mendorong Bank Jatim terus bisa tumbuh disaat melambatnya perekonomian nasional saat ini. Saat ini, selain Rudi berprofesi sebagai akademisi di Fakultas Ekonomi Unair, ia juga dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan RI.

Surya, 25 Juni 2016 halaman 2

Emisi Suara Lebih Rendah, Pasien Tidak Gelisah

Bantuan teknologi dalam dunia medis memberikan pengaruh signifikan terhadap akurasi dan kecepatan diagnosis. Salah satu yang umum digunakan untuk membaca kelainan dalam tubuh adalah MRI (magnetic resonance imaging). Konsultan Radiologi National Hospital Surabaya yang merupakan alumni UNAIR, dr.

Paulus Rahardjo SpRad(K) menjelaskan bahwa, pemanfaatan magnet ini menimbulkan efek suara ketukan keras selama proses MRI seperti sedang berada di dekat kereta api yang melintas atau sebesar 108 dB sehingga mengakibatkan banyak pasien yang cemas dan gelisah. Apa yang dirasakan pasien menjadikan National Hospital Surabaya memiliki satu-satunya teknologi silent scan MRI 3T di Indonesia yang didatangkan langsug dari Amerika Serikat. Penggunaan silen scan MRI 3T menjadi solusi bagi

(11)

beberapa masalah yang sebelumnya timbul pada penggunaan MRI konvensional. Diantaranya, pasien gelisah karena mendenggar suara ketukan keras, kualitas gambar menurun karena pasien merasa cemas dan mudah bergerak, serta waswas tidak dapat mendengar instruksi radiografer.

Jawa Pos, 25 Juni 2016 halaman 5

Citra-Neyza Hanya Memiliki Satu Jantung

Kembar siam asal Kediri, Citra dan Neyza yang kini berusia 35 bulan menjalani pemeriksaan intensif di RSUD dr. Soetomo.

Ketua Tim Pusa Pelayanan Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo yang merupakan alumni FK UNAIR, dr Agus Harianto SpAK mengatakan, setelah dilkaukan pemeriksaan Citra dan Neyza hanya memiliki satu jantung. Karena hanya memiliki satu jantung, Citra dan Neyza tidak dapat dipisahkan. Selain jantung, liver keduanya juga menyatu, sehingga jika dipisahkan akan beresiko. Agus juga menjelaskan, meski tidak bisa dipisahkan, pihaknya akan berusaha mempertahankan kondisi keduanya agar tetap stabil.

Radar, 26 Juni 2016 halaman 3

Jawa Pos, 26 Juni 2016 halaman 11 dan 12 UMM-UNAIR Siapkan Profesi Apoteker

Program Studi Pendidikan Apoteker Universitas Airlangga dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali bekerja sama untuk memperbaharui kerja sama yang telah berlangsung 10 tahun, dengan refreshing course bagi dosen. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di Ruang Sidang Fakultas Farmasi UNAIR. Upaya kerjasama ini sebagai persiapan prodi Profesi Apoteker yang akan dibuka di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM.

Sindo, 26 Juni 2016 halaman 15 Seleksi Calon Promotor

(12)

Program magister menuju doktor sarjana unggul (PMDSU) batch III mulai dibuka. Kemenristekdikti telah melayangkan permintaan pendaftar, baik calon promotor maupun mahasiswa, setiap PTN sejak awal Juni. Di Surabaya, dua PTN terpilih untuk menyelenggrakan program tersebut, yakni Institur Sepuluh November (ITS) dan Universitas Airlangga (UNAIR). Pendaftar calon promotor tahun ini diprediksi menurun dibandingkan tahun lalu. Sebab, kemenristekdikti memberlakukan persyaratan yang semakin ketat. Salah satunya wajib menyertakan jurnal ilmiah yang telah terindeks scopus. Sementara itu, hingga kini di UNAIR masih dalam pendataan. Direktur Pendidikan UNAIR Ni Nyoman Tri Puspaningsih menuturkan, pihaknya baru menyelesaikan penyeleksian minggu depan.

Jawa Pos, 27 Juni 2016 halaman 32 Sofware Penguji kadar Busa Oli

Mahasiswa Universitas Airlangga kembali membuat inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kali ini inovasi yang dikembangkan adalah software penguji kadar busa pada minyak pelumas, khususnya oli. Mereka bekerjasama dengan PT pertamina (Persero) untuk mengembangkan inovasi tersebut.

Nadifah Taqwina, Andini Istiqomatul, Mohammad Deny, Mokhammad Dedy, dan Akhmad Afrizal mengembangkan inovasi dari alat parameter uji pelumas, yakni foaming test di PT Pertamina.

Alat pengukur kadar busa dinamakan FoamLabyang dijalankan dengan sistem image processing sebagai salah satu teknik pengukuran volume busa.

Jawa Pos, 27 Juni 2016 halaman 32

Peserta Tidak Lolos Serbu Jalur Mandiri

Jumlah pendaftar jalur mandiri di sejumlah PTN diprediksi melojak seiring pengumuman hasil SBMPTN besok. Rektor Universitas Airlangga Prof. Moh Nasih mengatakan, semua calon

(13)

mahasiswa baru (camaba) boleh mengikuti pendaftaran penerimaan mahasiswa baru (PPMB) jalur mandiri. Baik camaba yang sudah ikut SBMPTN atau tidak, karena penentuan PPMB jalur mandiri berdasar hasil tes yang rencananya dilangsungkan pada tanggal 24 Juli. Untuk ujian mandiri, tes yang akan diujikan meliputi tes potensial akademik dan tes prestasi akademik.

Jawa Pos, 27 Juni 2016 halaman 32

Pakai Headset, Awas Trauma Akustik

Memasang headset sambil mendengarkan musik kini sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, bila dilakukan secara berlebihan akan memicu gangguan pendengaran disebut trauma akustik. Dokter spesialis telinga RSUD dr Soetomo yang merupakan alumnus FK UNAIR, dr. Nyilo Purnami SpTHT-KL(K) mengungkapkan, trauma akustik adalah cedera pada sistem pendengaran di telinga dalam. Penyebabnya adalah paparan suara yang sangat keras. Menurutnya, mendengarkan suara musik dengan headset sebaiknya memperhatikan tiga gal mulai dari durasoi, intensitas, hingga frekuensi. Ada beberapa gejala yang menunjukkan seseorang terkena trauma akustik. Yang pertama, terdengar suara mendenging setelah terpapar suara.

Selanjutnya, ada penurunan pendengaran. Tanda itu disertai vertigo dan pandangan yang berputar. Gangguan pendengaran memang dapat bersifat permanen dan sulit kembali meskipun telah dilakukan pengobatan.

Jawa Pos, 27 Juni 2016 halaman 40 Kenalkan bela Diri Asli Indonesia

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Universitas Airlangga ikut serta dalam dalam acara Silat on the Street dan pembagian takjil yang berlangsung di frontage road sisi barat Jalan Ahmad Yani. Mereka menampilkan demonstrasi gerakan silat dari PSHT berupa jurus tunggal,

(14)

ganda, dan jurus menggunakan tongkat serta parang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk berbagi dengan sesama dan memperkenalkan seni silat kepada masyarakat.

Jawa Pos, 27 Juni 2016 halaman 40 Penulis : Afifah Nurrosyidah

Editor : Nuri Hermawan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Hasil analisis deskriptif kualitatif yang dilakukan, ditarik kesimpulan: (1) Siswa menyelesaikan soal pola bilangan berkategori climbers memiliki

Model matematik seringkali digunakan untuk mempelajari fenomena alam nyata yang kompleks dengan cara analisis, serta untuk menyelidiki hubungan antara parameter yang

sumber dan penggunaan dana harus sama dengan kenaikan atau penurunan kas pada laporan perubahan neraca.  Laba ditahan tidak

Data tabel 1.4 menunjukkan bahwa banyak konsumen 2016 - 2018 yang menjalin kontrak pembiayaan di BFI Finance kantor cabang Jombang dengan total sebanyak

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu “Terdapat perbedaan biomassa perifiton pada substrat keramik antara hulu, tengah, dan hilir Sungai Salo”..

Program Promosi Kesehatan di Puskesmas selain sebagai salah satu upaya kesehatan wajib (esensial), di butuhkan tenaga yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk mengelola promosi

>erasa diperlakukan tak adil atas pengabdiannya selama ini di 1lobodyne Corporation, +ick pun berniat untuk membalas atas semua kekacauan dalam hidupnya dengan meniru

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah