• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA. Iwan Sudiono

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA. Iwan Sudiono"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

392

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA

Iwan Sudiono

Email [email protected] ABSTRAK

Hasil belajar adalah salah satu ukuran yang digunakan mengetahui tingkat keberhasilan dlam kegiatan belajar mengajar di kelas. Adapun faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah Model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Dari pengamatan pra siklus siswa kelas VII L MTs PPMI Assalaam sukoharjo didapatkan hasil belajar fikih peserta didik kelas VII L masih rendah. Dari 22 siswa masih sekitar 50% siswa yang belum tuntas KKM.

Medel pembelajan yang di pilih oleh peneliti adalah model pembelajaran problem based learning. Model pembelajaran problem based learning ini mempunyai kelebihan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif siswa dalam bekerja, memotivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja, sehingga proses pembelajaran tidak di dominasi oleh guru. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran fikih kelas VIIL MTs di PPMI Assalaam Sukoharjo tahun pelajaran 2021-2022. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII L MTs PPMI Assalaam Sukoharjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian pada pra siklus menunjukan 50% dari siswa yang tuntas KKM. Pada proses siklus I menunjukan ada peningkatan menjadi 64% siswa yang melampaui KKM. Dan dilanjutkan ke siklus yang ke II mengalami peningkatan kembali menjadi 91% siswa yang tuntas KKM, sehingga tersisa 9

% saja siswa yang belum tuntas KKM.

Kata Kunci : Metode Pembelajaran Problem based Learning, Peningkatan Hasil belajar dan Keaktifan siswa

(2)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

393 PENDAHULUAN

Pentingnya pembelajaran fiqih dalam lembaga pendidikan Islam adalah untuk menanamkan pengetahuan kepada siswa agar paham terhadap hukum-hukum yang brelaku sehingga para siswa mengerti dan paham mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk. Fikih adalah disiplin keilmuan dalam agama dan syariat Islam, mampu menjelaskan dengan gamblang dan akurat, tentang syariat-syariat yang terdapat dalam potongan ayat – ayat Al Quran, dan hadis nabi Muhammad S.A.W yang jumlahnya sangat banyak. Dengan memhami disiplin Belajar adalah suatu proses perubahan peserta didik dari yang tidak mengerti menjadi mengerti dan dari yang tidak mampu menjadi mampu sedangkan mengajar merupakan proses pengaturan yang dilaksanakan oleh guru untuk dapat memberikan pengajaran dan didikan secara teratur, sistematis, terarah dan terencana.

(Djamarah dan Zain, 2002:46)

Seiring dengan perkembangan masalah- masalah terkini dan teknologi, setiap negara dituntut untuk menjadi negara yang berkualitas. Sumber daya insani yang berkemampuan sangat dibutuhkan untuk dapat bersaing dengan negara- negara lain. Salah satu usaha untuk menambah kualitas sumber daya insani adalah dengan cara menjadikan mutu pendidikan sebagai prioritas utama. Pendidikan adalah pondasi pembangun akhlak, mental dan ruhiyah manusia, sehingga pendidikan suatu negara bisa menjadi tolak ukur kualitas suatu negara.

Perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia selalu dijalankan dengan beberapa cara. Salah satu usaha yang dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Peningkatan mutu pendidikan disekolah adalah bagian dari masyarakat yang menjadikan

(3)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

394

tempat bagi pembelajaran sumber daya insani yang sesuai dengan perkembangan sains dan teknologi. Pendidikan di sekolah tak bisa lepas dari proses kegiatan belajar mengajar yang meliputi seluruh aktivitas yang menyangkut pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, penyampaian materi pelajaran dan aktivitas evaluasi dalam pembelajaran supaya peserta didik mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat bagi didri mereka dan lingkungan. Proses kegiatan penyampaian materi dan evaluasi yang baik akan membantu peserta didik untuk mengerti materi yang sedang dipelajari, sehingga tujuan pembelajaran akan mudah dicapai.

Dipilihnya metode pembelajarana problem based learning bertujuan untuk memberi jalan atau cara sebaik mungkin bagi pelaksanaan dan kesuksesan operasional pembelajaran. Problem based learning (PBL) mula-mula digunakan di perguruan tinggi dalam perkuliahan medis di Southern Illinois University School of Medicine. Howard Barrows (1982) staf pengajar perguruan tersebut mendefinisikan pembelajaran berbasis masalah sebagai:“a learning method based on the principle of using problems as a starting point for the acquisition and integration of new knowledge”.

Suatu metode pembelajaran berlandaskan pada prinsip pemanfaatan permasalahan-permasalahan sebagai poin permulaan untuk proses mendapatkan dan mengintegrasikan suatu pengetahuan baru.

Dalam proses belajar mengajar di kelas guru dituntut memiliki keahlian dalam memakai media pembelajran, karena guru juga dituntut harus berpengalaman dan cakap, sehingga peserta ddik bertambah semangat dalam

(4)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

395

melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar dan menjadikan suatu pendidikan yang bermutu serta mencetak generasi ulul albab.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian yang dirancang sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan desain PTK Model Kemmis & McTaggart. Model yang dikemukakan Kemmis & McTaggart ini merupakan satu perangkat yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Dimana pada satu siklus dianggap sebagai putaran kegiatan yang terdiri atas keempat komponen tersebut.

Berikut adalah desain PTK Model Kemmis & McTaggart:

Penelitian ini dilakukan di MTS PPMI Assalaam Sukoharjo. Terletak di Kartasura, Jalan Garuda Mas, Pabelan, Sukoharjo-Surakarta, Mendungan, Pabelan, Kec. Kartasura, Kab Sukoharjo Jawa Tengah, Waktu penelitian dilaksanakan pada Juni – Juli 2022. Sedangkan observasi pra-tindakan dilaksanakan pada Juni 2022.

Subjek dari penelitian ini adalah siswa MTS PPMI Assalaam Sukoharjo Kelas VII L dengan jumlah 22 siswa

Kajian penelitian ini dirancang sebagai penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model siklus Kemmis dan Mc Targat. Penelitian tindakan kelas

(5)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

396

model siklus Kemmis dan Mc Taggart merupakan hasil pengembangan dari model siklus Kurt Lewin. Pada Model siklus Kurt Lewin meliputi Perencanaan, Tindakan, Pengamatan, dan Refleksi. Pada model siklus Kemmis dan Mc Taggart diawali dengan perencanaan, selanjutnya model siklus Kemmis dan Mc Targat memandang komponen sebagai langkah dalam siklus, sehingga antara tindakan (acting) dan pengamatan (observing) sebagai satu kesatuan. Hasil dari tindakan dan pengamatan dijadikan dasar untuk mencermati apa yang sudah terjadi (reflecting) (Arikunto dan Suharsimi, 2006: 92). Sehingga pada model Kemmis dan Mc Taggart antara setiap langkah dalam siklus tersebut saling terkait (Sukardi, 2009: 214).

Berawal dari model siklus Kemmis dan Mc Taggart, maka peneliti mengambil langkah-langkah dalam penelitian sebagai berikut yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi

HASIL PENELITIAN

Metode pembelajaran adalah salah satu cara untuk meningkatkan kulaitas pendidikan peserta didik. Dengan metode belajar yang bervariasi peserta didik diharpkan tidak mengalami kejenuhan dalam proses belajar mengajar dikelas.

Untuk itu kami mencoba memberikan variasi kepada peserta didik agar mereka bertambah semangat dan tidak monoton ketika melakukan kegiatan proses pembelajaran di kelas. Pada kondisi awal hasil belajar yang rendah, minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran fikih masih kurang, siswa belum berani mengajukan pertanyaan, susah berlatih soal, tidak berami mengemukakan pendapat dan kurang aktif. Hal itu dijadikan tolok ukur untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa sehingga didapatkan proses dan hasil pembelajaran yang lebih baik, khususnya pada Peningkatan Hasil Belajar Fikih.

(6)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

397

Berikut potret hasil proses pembelajaran pra siklus dilaksanakan, diperoleh nilai masing-masing siswa pada tabel berikut:

Daftar Nilai Evaluasi Pra Siklus

NO Nama Siswa Nilai Ketuntasan

1 Abel Rifqi Al Faisal 70 Tuntas

2 Adham Ramadani Aji

Nugroho 57 Belum Tuntas

3 Arsyad Naufaldi 73 Tuntas

4 Bagus Surya Candra 80 Tuntas

5 Dzaki Maulana Akmal 75 Tuntas

6 Galih Pamungkas 58 Belum Tuntas

7 Hassandi Maulana 73 Tuntas

8 Hearchel Adi Sucipto 80 Tuntas

9 M. Farhan Nur Afif 56 Belum Tuntas

10 Moh Afdal Firmansyah 60 BelumTuntas

11 Muhammad Akbar

Gemilang 82 Tuntas

12 Muhammad Azhar 75 Tuntas

13 Muhammad Evan Dzaki 57 Belum Tuntas

14 Muhammad Fayyad Hilmi 57 Belum Tuntas

15 Muhammad Ludza 70 Tuntas

16 Muhammad Madjid 70 Tuntas

17 Muhammad Rizky 55 Belum Tuntas

18 Naufal Rasya 58 BelumTuntas

(7)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

398

19 Rafa Danis Ananta 70 Tuntas

20 Rahmadani Oktariano 56 Belum Tuntas

21 Rifky Prastyo 57 Belum Tuntas

22 Roby Wahyu Putra 58 Belum Tuntas

Jumlah Nilai 1447

Rata-rata 65,7

Terendah 55

Tertinggi 82

Jumlah Siswa Tuntas 11

Jumlah Siswa Belum Tuntas 11

Prosentase Ketuntasan (%) 50%

Prosentase Belum Tuntas (%) 50%

Dari tabel diatas peneliti berpendapat capaian hasil belajar peserta didik belum sesuai dengan target yang di kehendaki, dari 22 siswa hanya 50% yang tuntas dan 50% siswa lainya masih belum tuntas karena nilai masih dibawah KKM.

Sebelum melaksanakan siklus I peneliti mempersiapkan hal hal yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran yang dibutuhkan ketika penelitian berlangsung, adapun persiapan persiapan yang dilakukan adalah sebagai berikut diantaranya meliputi perencanaan,tindakan,dan refleksi. Perencanaan meliputi persiapan pembelajaran, persiapan media pembelajaran, silabus, RPP,lembar observasi dan yang lainnya. Persiapan ini diharapkan agar proses penelitian tindakan kelas ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan yaitu, peserta

(8)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

399

didik bisa lebih aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar dan ada peningkatan capaian nilai yang didapatkan

Peneliti berencana akan melaksanakan penelitian tindakan kelas ini dalam III siklus, dikarenakan kemampuan siswa satu dengan yang lain itu berbeda.

Akan tetapi bila pada siklus ke II sudah mengalami peningkatan pesat dalam capaian nilai, maka peneliti akan berhenti pada siklus ke II. Dalam proses pelaksanaan penelitian, peneliti mempersiapkan lembar penilaian untuk evaluasi dan observasi. Lembar evaluasi dipakai untuk mengukur capaian nilai pada proses pelaksaan siklus, baik siklus I maupun siklus II. Dari lembar evaluasi ini peneliti bisa membaca apakah ada peningkatan nilai atau tidak. Sedangakan lembar observasi dipakai untuk mengamati keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di kelas.

Pada Proses pelaksaan PTK siklus I, peneliti memberikan peserta didik tugas kelompok diskusi pada kegiatan belajar mengajar, kolompok dibagi menurut hasil capaian nilai pada proses pra siklus, siswa yang memperoleh nilai d atas KKM di campur dengan siswa yang belum mencapai KKM, itu dilakukan agar proses diskusi kelompok bisa berjalan dengan baik. Setelah dilakukan penelitian pada siklus I, peserta didik mulai menunjukan peningkatan hasil belajar yang semula 50% pada pra siklus meningkat menjadi 64 % peserta didik yang mencapai KKM. Berikut kami lampirkan tabel hasil belajar siswa pada sklus I

(9)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

400

Capaian Hasil Siswa Pada Siklus 1

NO Nama Siswa Nilai Ketuntasan

1 Abel Rifqi Al Faisal 70 Tuntas

2 Adham Ramadani Aji Nugroho

57 Belum Tuntas

3 Arsyad Naufaldi 73 Tuntas

4 Bagus Surya Candra 80 Tuntas

5 Dzaki Maulana Akmal 75 Tuntas

6 Galih Pamungkas 58 Belum Tuntas

7 Hassandi Maulana 78 Tuntas

8 Hearchel Adi Sucipto 80 Tuntas

9 M. Farhan Nur Afif 56 Belum Tuntas

10 Moh Afdal Firmansyah 73 Tuntas

11 Muhammad Akbar

Gemilang 82 Tuntas

12 Muhammad Azhar 75 Tuntas

13 Muhammad Evan Dzaki 57 Belum Tuntas

14 Muhammad Fayyad Hilmi 57 Belum Tuntas

15 Muhammad Ludza 75 Tuntas

16 Muhammad Madjid 75 Tuntas

17 Muhammad Rizky 55 Belum Tuntas

18 Naufal Rasya 70 Tuntas

19 Rafa Danis Ananta 75 Tuntas

20 Rahmadani Oktariano 56 Belum Tuntas

21 Rifky Prastyo 57 Belum Tuntas

22 Roby Wahyu Putra 75 Tuntas

(10)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

401

Jumlah Nilai 1509

Rata-rata 68,5

Terendah 55

Tertinggi 82

Jumlah Siswa Tuntas 14

Jumlah Siswa Belum Tuntas 8

Prosentase Ketuntasan (%) 64%

Prosentase Belum Tuntas (%) 36%

Pada tabel diatas hasil siklus I, terdapat peningkatan capaian nilai siswa, akan tetapi belum sesuai dengan setandar minimal yaitu 85%. Untuk itu peneliti akan mealanjutkan penelitian siklus ke II. Sebelum melaksanakan siklus yang ke II, peneliti perlu mengadakan evaluasi pelaksanaan siklus I, itu dilakukan agar pada proses pelaksaan siklus II bisa berjalan lebih baik daripada siklus I. Diantara evaluasi yang di peroleh peneliti selama pelaksanaan siklus I adalah Guru dan siswa belum terbiasa dan masih beradaptasi mengunakan metode pembelajaran problem based learning, sehingga kegiatan belajar mengajar terlihat canggung.

Kendala yang lain adalah ketika berjalannya kegiatan belajar mengajar tiba – tiba LCD kelas mati sehingga KBM sedikit terhambat.

Dari hasil evaluasi pelaksanaan KBM dikelas pada siklus I, guru melakukan persiapan yang lebih matang pada siklus yang ke II ini. Pada pelaksaan penelitian siklus yang ke II ini guru kembali memberikan tugas kelompok diskusi yang anggotanya berbeda dangan anggota pada siklus I, tetapi pengelompokan masih d campur antara yang sudah mencapai KKM dengan yang belum mencapai KKM. Setelah dilaksanakan siklus II, hasil capaian siswa

(11)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

402

mengalami peningkatan yang lebih pesat, yaitu siswa yang sudah mencapai KKM meningkat menjadi 91%, jadi hanya tinggal 9% siswa yang belum tuntas KKM, berikut peneliti lampirkan hasil capaian siswa pada siklus II

Capaian Hasil nilai Siswa Siklus I dan II

NO NAMA SISWA SIKL

US 1

SIKL US 2

TAKSIRAN Siklus 1 Siklus 2 Tunta

s

Belu m

Tunta s

Belu m

1 Abel Rifqi Al Faisal 70 80 √ √

2 Adham Ramadani Aji

Nugroho 57 70 √ √

3 Arsyad Naufaldi 73 80 √ √

4 Bagus Surya Candra 80 80 √ √

5 Dzaki Maulana Akmal 75 75 √ √

6 Galih Pamungkas 58 60 √ √

7 Hassandi Maulana 78 80 √ √

8 Hearchel Adi Sucipto 80 85 √ √

9 M. Farhan Nur Afif 56 70 √ √

10 Moh Afdal

Firmansyah 73 75 √ √

11 Muhammad Akbar

Gemilang 82 83 √ √

12 Muhammad Azhar 75 80 √ √

13 Muhammad Evan

Dzaki 57 70 √ √

14 Muhammad Fayyad

Hilmi 57 70 √ √

(12)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

403

Melihat perkembangan capaian yang diperoleh peserta didik pada siklus II sebagaimana tabel diatas, maka peneliti memutuskan untuk menghentikan penelitian tindkan kelas ini pada siklus yang ke II dikarenakan hasil capaian siswa sudah melebihi batas minimal yaitu 85%.

KESIMPULAN

Dari pemaparan yang telah kami tulis pada hasil penelitian, maka bisa diambil kesimpulan bahawa penggunaaan model pembelajaran Problem Based Learning mampu atau bisa Meningkatkan Hasil Belajar & Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Fikih Kelas VII L MTs PPMI Assalaam Sukoharjo, terbukti pada capaian hasil dari pra siklus, siklus I dan II, terjadi peningkatan yang segnifikan yaitu mulai dari 50% hasil dari pada pra siklus, kemudian terjadi peningkatan sebanyak 64%

15 Muhammad Ludza 75 80 √ √

16 Muhammad Madjid 75 80 √ √

17 Muhammad Rizky 55 70 √ √

18 Naufal Rasya 70 75 √ √

19 Rafa Danis Ananta 75 75 √ √

20 Rahmadani Oktariano 56 60 √ √

21 Rifky Prastyo 57 70 √ √

22 Roby Wahyu Putra 75 80 √ √

Jumlah 1509 1650 14 8 20 2

Rata-rata 68.5 75

Prosentase Ketuntasan 64% 36% 91% 9%

(13)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

404

dari proses siklus I, dan terjadi peningkatan kembali menjadi 91% pada siklus ke II, sehingga tersisa 9% siswa yang belum tuntas KKM.

Dan pada akhirnya peneliti bersyukur kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksaan tindakan kelas ini, begitu juga peneliti haturkan trimaksih kepada bpk ibu dosen IAIN palangkarya yang telah membimbing proses PTK ini. Tidak lupa kami ucapkan trimaksih kepada manajeman MTs PPMI Assalaam yang telah mengizinkan dan manfasilitasi PTK ini

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi anak Berkesulitan Belajar. Jakarta:

Rineka Cipta. Ahmad Tafsir. (2004). Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.

Aprilia, H., & Putri, L. I. (2020). Penggunaan media diorama: solusi pembelajaran matematika materi skala terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi jenjang dasar. Teorema: Teori Dan Riset Matematika, 5(September), 143–155.

Arikunto, S. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara.

Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta.

Islam, K. U. A. (n.d.). Alquran dan Terjemahanya. Kompleks Percetakan Alqur’an Raja Fahad.

Jihad, A., & Haris, A. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Multi Pressindo.

Khasanudin, M., Cholid, N., & Putri, L. I. (2020). Pengembangan Media Audio Visual Pembelajaran. Collase: Creative of Learning Student Elementary Education, 3(5), 259–267.

(14)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0

405

Marlina, S. (2014). Peningkatan Sikap Sosial Anak Usia Dini Melalui Permainan Puzzle Puzzle Buah Di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah 1 Bukittinggi. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, XIV(2), 109–114.

Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Alfabeta.

Nur Cholid. (2015). Menjadi Guru Profesional. Presisi Cipta Media.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan guru dan peneliti. Penelitian ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 2 Simo. Siswa yang menjadi subjek

Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siklus II, pengamatan/observasi sama halnya denga pengamatan yang dilakukan di siklus I. Adapun pengamatan yang dilakukan

Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibagi dalam dua siklus dengan empat tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang

Berdasarkan Hasil wawancara peneliti dengan guru bidang studi matematika yang mengajar di kelas XI IPA 2 SMA Swasta Bina Siswa pada tanggal 23 Juli 2018

Refleksi Pada tahap refleksi siklus 2, peneliti menyimpulkan dari data yang didapatkan pada proses pengamatan bahwa motivasi belajar peserta didik kelas VIII B pada materi Cahaya dan

SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dan dilaksanakan dalam dua siklus dapat disimpulkan bahwa,

Kemudian dapat peneliti simpukan, dalam siklus III dengan memberikan motivasi berupa video dan cerita motivasi belajar siswa naik, implementasi dalam siklus ketiga ini bisa dikatakan