• Tidak ada hasil yang ditemukan

IBADAH BULAN KELUARGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IBADAH BULAN KELUARGA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

IBADAH BULAN KELUARGA

GEREJA KRISTEN INDONESIA JATIMURNI Minggu, 28 Oktober 2018

Tema:

”KELUARGA YANG BERKARYA BAGI ALLAH”

Sub Tema:

”KELUARGA : KAMI TERBATAS TAPI DIMAMPUKAN”

Persiapan :

Saat teduh

Lonceng berbunyi

Penyalaan Lilin

(Jemaat Berdiri)

Jemaat Berhimpun

Panggilan Beribadah

PL : Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!

J : Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup.

PL+J : dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

(Mazmur 146:1-2)

PKJ 4 : 1 - 2

“ANGKATLAH HATIMU PADA TUHAN”

1. Angkatlah hatimu pada Tuhan, bunyikan kecapi dan menari.

Jangan lupa bawa persembahan.

Mari kawan, Ajak teman bersama menyembah.

Refrein:

Sorak-sorak, sorak Haleluya! Mari, mari, mari, nyanyilah Pujilah Tuhan yang Mahakudus.

Mari kawan, ajak teman bernyanyilah terus.

(2)

2. Janganlah mengaku anak Tuhan, Jika engkau mengeraskan hati Jadilah pelaku firman Tuhan

Mari kawan, ajak teman bersama menyembah.

(Prosesi para pelayan dilakukan selama pujian dinyanyikan)

Votum

PF : Pertolongan bagi kita di dalam Ibadah Minggu ini terjadi di dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh kudus.

J : (menyanyikan) NKB 228d : Amin, Amin, Amin

Salam

PF : Salam sejahtera bagi Saudara yang datang dalam nama Tuhan.

Tuhan menyertai Saudara J : Dan menyertai Saudara juga!

(Jemaat Duduk)

Kata Pembuka

PL

:

Umat yang terkasih, hari ini merupakan ibadah penutupan bulan keluarga, sekaligus bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yang dirayakan setiap tanggal 28 Oktober. Salah satu pesan penting dari peristiwa Sumpah Pemuda adalah bagaimana menghidupi semangat persatuan. Menghidupi semangat persatuan, merupakan salah satu upaya untuk mengatasi segala perbedaan dan keterbatasan. Melalui persatuan lah kita dimampukan untuk mengatasi tantangan dalam kehidupan.

Semangat persatuan tentu bukan hanya berbicara terkait hidup berbangsa dan bernegara. Namun, semangat persatuan dapat dimulai dari lingkup yang terkecil yaitu keluarga. Apa jadinya jika keluarga tidak menghidupi semangat persatuan? Tentu, perpecahan menjadi sebuah keniscayaan.

Mari umat Allah, sebagai ciptaan Allah, kita bersyukur atas semangat persatuan yang DIA hadirkan di tengah kita. Mari nyatakan rasa syukur itu dalam kebahagiaan!

(3)

KJ 392 : 1 - 3

“KUBERBAHAGIA”

1. ‘Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi kepunyaanku!

Aku warisNya, ‘ku ditebus, ciptaan baru Rohul kudus.

Refrein:

Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

2. Pasrah sempurna, nikmat penuh; suka sorgawi melimpahiku.

Lagu malaikat amat merdu; kasih dan rahmat besertaku.

3. Aku serahkan diri penuh, dalam Tuhanku hatiku teduh.

Sambil menyongsong kembaliNya, ‘ku diliputi anugerah.

Pengakuan Dosa

PL : Seringkali kita mendengar keluhan: “Suami saya itu kok tidak begini”,

“Istri saya itu kok tidak seperti itu ya?”, anak saya, ayah saya, asisten saya, bos saya, tetangga saya tidak begini atau begitu”. Tanpa disadari bahwa keluhan demikian sebenarnya tidak menolong siapa pun dan bahkan hanya membuat frustasi diri sendiri dan membuat pihak lain tidak mengerti bagaimana caranya harus “memenuhi tuntutan”

tersebut.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita seringkali juga mengeluh demikian? Bukankah seharusnya kita mengerti bahwa manusia bukanlah makhluk sempurna, dengan tanpa kelemahan dan keterbatasan. Jika kita terus mengeluh atas orang-orang di sekitar kita, bukankah tidak lain kita sedang mengeluh pada Allah yang menciptakan mereka! Apakah kita patut melakukannya, bukankah Allah Sang Pencipta telah memberikan segalanya bagi kita yang terbatas ini.

Mari umat Allah, kita mengakui segalanya di hadapan-Nya.

(jemaat berdoa secara pribadi)

PL : Ampuni kami ya Allah, jikalau seringkali melalui pikiran, kami menjadi orang yang sering menuntut sesama, kami justru sulit menerima kelemahan dan keterbatasan mereka. Kami lebih sering menyalahkan orang lain, pikiran-pikiran yang tak berkenan di hadapan Allah justru

(4)

menguasai kami. Ampuni kami ya Allah, kuatkanlah kami, agar mampu memahami setiap keterbatasan kami. Amin.

KJ 27 : 1, 2, 4

“MESKI TAK LAYAK DIRIKU”

1. Meski tak layak diriku, tetapi kar'na darahMu

dan kar'na kau memanggilku, 'ku datang, Yesus, padaMu.

2. Sebagaimana adanya jiwaku sungguh bercela,

darahMulah pembasuhnya; 'ku datang, Tuhan, padaMu.

4. Sebagaimana adaku celaka, buta dan kelu;

segala apa yang perlu 'ku dapat dalam diriMu.

(Jemaat Berdiri)

Berita Anugerah

PL : Kasih Allah begitu besar bagi dunia dan tanpa batas, IA mau merengkuh

kita, manusia yang lemah dan terbatas.

Firman-Nya dalam Filipi 4:7-9 mengatakan: “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu”.

Demikianlah berita anugerah dari Allah J : Syukur kepada Allah.

(jemaat saling bersalaman dan mengucapkan “Salam Damai”)

KJ 415 : 1 – 3

“GEMBALA BAIK BERSULING NAN MERDU”

1. Gembala baik, bersuling nan merdu, membimbing aku pada air tenang dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan.

(5)

Refrein:

O, Gembalaku itu Tuhanku, membuat aku tent’ram hening.

Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang, bening.

2. Kepada domba haus dan lesu Gembala baik memb’rikan air segar;

ke dalam hati haus dan sendu dib’riNya air hidup yang benar.

3. Di jalan maut kelam sekalipun

‘ku tidak takut pada seteru, sebab Gembala adalah Teman dan Jurus’lamat bagi diriku.

(Jemaat Duduk)

Pelayanan Firman

Doa Epiklesis

Pembacaan Alkitab

a. Bacaan Pertama

Lektor : Bacaan pertama diambil dari kitab Yeremia 31 : 7 - 9 (setelah selesai membaca) Demikianlah Sabda Allah Jemaat : Syukur kepada Allah

b. Bacaan Tanggapan

Cantor : Marilah kita menanggapi bacaan pertama tadi dengan mendaraskan Mazmur 126 secara berbalasan.

Refrein:

(6)

Bait 1 (Cantor)

Waktu Tuhan pulihkan keadaan umat-Nya, kita bagai orang sedang bermimpi.

Waktu itu mulut kita penuh tertawa, lidah kita penuh sorak memuji:

Bait 2 (Cantor)

Pulihkanlah, ya Tuhan, keadaan kami yang sekarang bagai sungai yang kering.

Pulihkanlah hidup kami dan segarkan kembali bagai batang air di tanah Negeb.

Bait 3 (Cantor)

Yang menabur dengan cucuran airmata 'kan menuai dengan sorak-sorai.

Yang berjalan dalam tangis sambil taburkan benih 'kan bersorak bawa pulang berkasnya.

c. Bacaan 2

Lektor : Bacaan kedua diambil dari Ibrani 7 : 23 - 28 (setelah selesai membaca) Demikianlah Sabda Allah.

Jemaat : Syukur kepada Allah d. Bacaan Injil

PF : Bacaan Injil diambil dari Kitab Injil Tuhan Yesus Kristus menurut Markus 10 : 46 – 52

(Setelah selesai membaca)

"Demikianlah injil Tuhan Yesus Kristus. Camkanlah, dan yakinlah, bahwa yang berbahagia adalah kita yang tidak hanya membacanya, tetapi menjadi pelaku Firman Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, terpujilah Tuhan”

Jemaat : (menyanyikan) KJ 473b “Haleluya!, Haleluya!, Haleluya!”

Kotbah:

”KELUARGA: KAMI TERBATAS TAPI DIMAMPUKAN”

Saat teduh

Persembahan pujian “VG PELANGI”

(7)

(Jemaat Berdiri)

Pengakuan Iman Rasuli

Pnt : (Memimpin pengakuan iman rasuli)

(Jemaat Duduk)

Doa Syafaat

PF : (Menaikkan Doa Syafaat dan diakhiri dengan menyanyikan Doa Bapa Kami)

Pelayanan Persembahan

Nas Pembimbing

Pnt : Umat Allah yang terkasih, Allah Yang Maha Kaya telah melimpahkan berkat-Nya pada kita, seperti apa yang tertulis dalam Amsal 10:22, mengatakan “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. Oleh sebab itu, marilah kita bersyukur pada Allah, melalui persembahan yang layak untuk kita berikan dengan ketulusan hati.

KJ 393 : 1 - 3

“TUHAN BETAPA BANYAKNYA”

1. Tuhan, betapa banyaknya berkat yang Kauberi, teristimewa rahmatMu dan hidup abadi.

Refrein:

T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!

Padaku telah Kauberi hidup bahagia abadi.

2. Sanak saudara dan teman Kaub’ri kepadaku;

berkat terindah ialah: ‘ku jadi anakMu.

(bait 3 dinyanyikan, sambil kantong kolekte dibawa ke depan) 3. Setiap hari rahmatMu tiada putusnya:

hendak kupuji namaMu tetap selamanya.

Doa Persembahan

Pnt. : (memimpin doa persembahan)

J : Amin.

(8)

Pengutusan & Berkat

PKJ 286 : 1 - 3

“Keluarga Yang Damai”

1. Keluarga yang damai dan saling mengerti, sehati dalam suka dan di dalam duka.

Refrein:

Anug'rah Allah Bapa tercurah baginya, membimbing kehidupan di jalan Tuhan.

2. Keluarga bahagia saling mengasihi, setia pada janji yang t'lah diikrarkan.

3. Keluarga beriman beralaskan firman, hidupnya bahagia, damai sejahtera.

Pengutusan

PF : Arahkanlah hati dan pikiranmu kepada Tuhan

J : dengan kelebihan dan keterbatasan kami datang kepada-Mu PF : Jadilah pengikut Kristus di dalam hidupmu

J : Dalam keterbatasan kami dimampukan untuk mengikut Tuhan dengan setia.

PF : Terpujilah Tuhan J : Kini dan selamanya

Berkat

PF : Pergilah dalam damai sejahtera untuk menjadi pengikut Kristus yang setia, karena itu terimalah berkatNya :

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskanmu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ia yang memanggilmu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya”.

J : (Menyanyikan) NKB 225 “HALELUYA 5X, AMIN 3X”

saat teduh – ibadah selesai

Referensi

Dokumen terkait

Rincian persyaratan dan kemampuan badan usaha dan orang perseorangan untuk usaha jasa perencanaan dan pengawasan konstruksi serta untuk usaha jasa pelaksanaan

Komunikasi hasil penelitian mempunyai arti tersendiri, karena bagaimanapun baiknya suatu penelitian yang telah dilakukan, tapi tanpa dilakukan komunikasi kepada orang

EMMA (Extra MARC Materials) adalah metadata (data bibliografi) dalam format MARC (INDOMARC) dari buku khas (lokal) yang dibuat oleh perpustakaan pemilik buku khas (lokal) tersebut

Sidq (percaya dengan sejujurnya) terhadap kaifiat ini merupakan asas wushul. Telah disebut dalam pesan: “Barang siapa percaya dengan sejujurnya nescaya dia akan sampai dan

Dari hasil penghitungan disimpulkan bahwa menggunakan metode perkecambahan UAK (Uji Antar Kertas) adalah yang lebih efektif untuk mendapatkan gambaran tentang viabilitas benih

Dengan demikian diketahui bahwa tanah dibawah steel pile masih mampu mendukung beban maksimum yang terjadi.. 4.9.3

Tadwin al-hadis (pembukuan hadis) merupakan konsep yang harus dipahami dengan benar dalam studi hadis, karena ia berkaitan dengan eksistensi periwayatan hadis-hadis

Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah langkah besar dalam memberlakukan undang-undang untuk memperkuat kebijakan hubungan industrial yang sehat dan telah meratifikasi