1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Bank menurut Undang-Undang No.10 Tahun 1998. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Bank mempunyai beberapa kepemilikan salah satunya bank milik pemerintah. Bank milik pemerintah adalah bank yang akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga segala keuntungan dari bank tersebut merupakan bagian pendapatan negara. Bank milik pemerintah Indonesia antara lain Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Tabungan Negara (BBTN). Bank merupakan salah satu subsektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu subsektor perbankan, bank pemerintah juga terdaftar menjadi salah satu emiten di subsektor perbankan pada Bursa Efek Indonesia, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1.1
Bank Pemerintah yang Terdaftar di BEI Periode Januari 2010- Desember 2014
Sumber : www.idx.co.id diakses pada 26 April 2015
No. Kode Perusahaan Perusahaan IPO
1 BBNI Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
25 November 1996
2 BBRI Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
10 November 2003
3 BBTN Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk
17 Desember 2009
4 BMRI Bank Mandiri (Persero)
Tbk 14 Juli 2003
2
1.2 Latar Belakang Penelitian
Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. BI Rate diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap rapat bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter. Sasaran operasional kebijakan moneter dicerminkan pada perkembangan tingkat suku bunga pasar uang antar bank. Pergerakan suku bunga di pasar uang antar bank ini diharapkan akan diikuti oleh perkembangan di suku bunga deposito, dan pada gilirannya akan mempengaruhi suku bunga kredit perbankan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain dalam perekonomian, Bank Indonesia pada umumnya akan menaikkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan, dan sebaliknya Bank Indonesia akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan. Bank Indonesia memperkenalkan penggunaan BI Rate sebagai referensi suku bunga yang menjadi acuan bagi para pelaku di pasar keuangan untuk membaca sinyal kebijakan moneter ke depan.
Setiap sinyal perubahan kebijakan moneter melalui BI Rate harus diikuti oleh perubahan suku bunga di pasar keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (sumber: www.bi.go.id diakses pada 25 Maret 2015).
Dalam pasal 43 UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia
sebagaimana telah diubah dengan UU No. 3 tahun 2004 dinyatakan bahwa
sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan dilaksanakan Rapat Dewan
Gubenur (RDG) untuk menetapkan kebijakan umum dibidang moneter yang salah
satunya suku bunga bank/ BI Rate. Bentuk tranparansi dari Bank Indonesia
kepada publik khususnya dalam perumusan kebijakan moneter, dimana Bank
Indonesia mengumumkan jadwal Rapat Dewan Gubenur bulanan untuk satu tahun
kedepannya. ( sumber: www.bi.go.id diakses pada 15 Agustus 2015)
3
Kenaikan BI Rate akan berdampak juga terhadap perekonomian dan sektor riil yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi negara akan melambat, tetapi pada dampak lain kenaikan BI rate akan menjadikan kenaikan suku bunga perbankan. Selain itu bank juga bisa menaikkan suku bunga simpanan maupun pinjaman. Kenaikan suku bunga simpanan akan mendorong masyarakat menunda kegiatan konsumsi karena memilih menyimpan dana di bank. Dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga, bank bertujuan agar jaminan dari peminjam dana tidak turun, namun kenaikan tersebut mengakibatkan bank akan mengahadapi kredit bermasalah (sumber: www.tempo.co diakses pada 25 Maret 2015).
Dengan adanya kenaikan BI Rate akan terjadi banyak efek yang ditimbulkan, salah satunya terhadap perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Kenaikan BI Rate tersebut akan mempengaruhi saham-saham bank milik permerintah yang juga terdaftar sebagai salah satu emiten disektor perbankan di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian bank milik pemerintah tidak hanya mendapatkan modal dari pemerintah saja, tetapi juga dari para investor dan masyarakat yang membeli lembaran saham bank yang diperjual belikan di Bursa Efek Indonesia.
Bank-bank milik pemerintah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah saham-saham bank milik pemerintah yang tergolong saham blue chip/saham unggulan. Saat ini saham-saham bank milik pemerintah menjadi ungulan dan penggerak Index Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini dikarenakan banyaknya proyek-proyek pemerintah yang dikerjakan oleh perusahan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengerjaan proyek tersebut akan dimulai pada tahun 2015 ini, adapun saham-saham bank tersebut memberikan pembiayaan untuk proyek diatas. (sumber: www.market.bisnis.com diakses 15 Maret 2015).
Akan tetapi return saham yang di dapatkan oleh saham-saham bank milik
pemerintah tersebut tidak lepas dengan adanya efek dari BI Rate yang di
keluarkan oleh Bank Indonesia setiap bulannya. (Sumber :
www.bisnis.liputan6.com diakses pada 16 Maret 2015).
4
Berikut data dari rata-rata return saham bank pemerintah di hari pengumuman BI Rate tahun 2010- 2014:
Gambar 1.1
Return saham bank pemerintah di hari pengumuman BI Rate tahun 2010-2014
(sumber: data yang telah diolah)
Pada tahun 2010-2014 rata-rata return yang didapatkan oleh saham bank milik pemerintah disaat hari pengumuman BI Rate cenderung fluktuatif.
Efisiensi pasar menjadi hal yang menarik dalam pembahasan pasar modal di Bursa Efek Indonesia. Scott (2009:100) mendefinisikan bahwa pasar sekuritas efisien sebagai pasar sekuritas yang harga sekuritasnya diperdagangkan didalam pasar secara tepat sehingga mencerminkan informasi kepada publik mengenai perusahaan sekuritasnya. Dengan adanya informasi dari harga sekuritas tersebut akan bereaksi kepada para pelaku pasar untuk memutuskan apakah membeli atau menjual sahamnya, proses pembelian atau penjualan saham yang dilakukan akan menjadikan gejolak naik atau turunnya harga saham tersebut, namun seiring berjalannya proses transaksi harga akan kembali stabil. Dalam keadaan ini para investor tidak bisa memperoleh return yang diinginkan melalui strategi perdagangan.
-0.08000 -0.06000 -0.04000 -0.02000 0.00000 0.02000 0.04000 0.06000 0.08000
06-Jan-10 06-Jan-11 06-Jan-12 06-Jan-13 06-Jan-14
return saham
tahun
Bank Pemerintah
5
Teori pasar efisiensi pada kenyatannya sangat sulit untuk diaplikasikan dalam pasar modal. Pernyataan ini dibenarkan dengan adanya peneliti di dunia yang mencoba membuktikan teori pasar efisien, dimana penelitian pertama kali membahas mengenai pola hari perolehan return yang teratur bernilai negatif atau rendah dari hari-hari pedagangan lainnya yang dikemukakan oleh Cross (1973) menemukan hasil return terendah terjadi dihari senin dibandingkan dengan hari pedagangan lainnya dengan sampel pada Standard & Poor’s Composite stock index. Anomali-anomali terhadap pasar saham yang menentang konsep tersebut, salah satunya anomali yang ditemukan seperti adanya pola return efek harian baik Weekend effect maupun Monday effect yang terjadi di pasar modal pada negara maju dan negara berkembang. Adanya pola return yang bersifat musiman yang terjadi dibursa saham telah banyak diteliti untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya.
Senada dengan Cross, Iramani dan Mahdi (2006) membuktikan bahwa hari perdagangan berpengaruh secara signifikan terhadap return saham harian pada Bursa Efek Jakarta dengan mengunakan uji-t dan uji-f. Adapun hasil yang didapatkan adalah return terendah terjadi di hari Senin dan return tertinggi terjadi di hari Selasa. Penelitian hari lain dilakukan oleh Kristiawan (2010) juga mengemukakan bahwa return hari Jum’at berpengaruh secara signifikan terhadap return hari Senin di bursa efek Indonesia dengan mengunakan metode independent samples T-test.
Cahyaningdyas dan Witiastuti (2010) juga mengemukakan bahwa ada pengaruh hari perdagangan terhadap return saham di Bursa Efek Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t, dimana hasil yang
diperoleh ialah return tertinggi terjadi pada hari Jum’at dan return terendah pada
hari Senin. Dengan hasil tersebut, dapat dikatakan adanya Monday effect dan
weekend effect. Penelitian mengenai return hari senin di Bursa Efek Indonesia
yang dilakukan oleh Thadete (2013) berkaitan dengan return hari Jum’at minggu
sebelumnya.
6
Peningkatan return hari Jum’at akan mempengaruhi peningkatan return saham pada hari Senin, dan penurunan return hari Jum’at pada minggu sebelumnya, akan menurunkan return hari Senin. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik antara lain Normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan untuk pengujian hipotesis mengunakan uji-t. Sedangkan McGowan dan Jakob (2010) mengemukakan pendapat lain mengenai efek hari terhadap return saham. Mereka mengemukakan bahwa tidak ada pengaruh hari raya Idul Fitri di Malaysia terhadap return saham, penelitian ini mengunakan metode analisis OLS (Ordinary Least Squares) dan uji- F. Hasil yang didapatkan return saham pada Idul Fitri efeknya tidak sebesar return pada tahun baru Cina.
Penelitian juga dilakukan di New Zealand oleh Bin dan Benjamin (2011) juga menyimpulkan bahwa Stock Market 3 dari 4 index saham dan 3 dari 16 sektor index mempunyai return negatif secara signifikan yang terjadi pada hari Senin. Pasar index dan 2 sektor index pada hari Selasa dan hanya 1 sektor index pada hari Kamis mempunyai return negatif dan sektor lainnya mempunyai return positif. Hasil penelitian di atas mengunakan metode analisis uji-t. Kemudian Ho, Chuang, dan Kuo (2011) mengunakan sampel saham-saham pariwisata yang ada di Taiwan, metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji-t dan hasil yang di dapatkan bahwa para investor melakukan pembelian saham pada hari Senin sehingga index saham disektor pariwisata menjadi naik.
Islam dan Sultana (2015) investor cenderung membeli saham pada hari
minggu yang mengakibatkan penurunan index dan investor kembali menjual
saham di hari kamis ke bursa sehingga index di Bangladesh pun menjadi naik,
metode yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi OLS (Ordinary Least
Squares) dan GARCH (Generalized Autoregressive Conditional
heteroscedasticity). Garg (2008) mengemukan bahwa perubahan tingkat the
Federal Funds Rate sensitif/ berpengaruh terhadap return saham di semua sektor
yang di Dow Jones ICB diantaranya sektor Finance, telecommunications, utilities,
materials, energy, consumer goods, information technology, metode yang dipakai
dalam penelitian ini adalah metode OLS (Ordinary Least Squares).
7
Berdasarkan fenomena dan fakta di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian efek hari pengumuman BI Rate dengan judul “Pengaruh Hari Pengumuman BI Rate terhadap Return Saham di Sektor Perbankan Milik Pemerintah yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014”.
1.3 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah ada pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham Bank Negara Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2014?
2. Apakah ada pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham Bank Rakyat Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2014?
3. Apakah ada pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham Bank Mandiri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2014?
4. Apakah ada pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham Bank Tabungan Negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2014 ?
5. Apakah ada pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham perusahaan subsektor perbankan milik pemerintah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 - 2014 ?
1.4 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka tujuan dari penulisan penelitian ini adalah:
1. Untuk menganalisis pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return
saham Bank Negara Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Periode 2010 – 2014.
8
2. Untuk menganalisis pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham Bank Rakyat Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010 – 2014.
3. Untuk menganalisis pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham Bank Mandiri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010 – 2014.
4. Untuk menganalisis pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham Bank Tabungan Negara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010 – 2014.
5. Untuk menganalisis pengaruh hari pengumuman BI Rate terhadap return saham perusahaan subsektor perbankan milik pemerintah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010 – 2014.
1.5 Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini adalah diharapkan penelitian ini dapat berguna pada pihak-pihak yang terkait dan pihak-pihak yang membutuhkan.
Adapun kegunaan dari penelitian ini dilihat dari beberapa aspek diantaranya : 1) Aspek Teoritis
Dengan penelitian ini juga diharapkan penelitian ini dapat dijadikan acuan terhadap penelitian-penelitian selanjutnya dengan topik yang berhubungan.
2) Aspek Praktis
a. Hasil ini bagi investor diharapkan akan menjadi acuan dan masukan dalam keputusan investasi berdasarkan analisis dari efek hari-hari perdagangan seperti efek hari pengumuman BI rate terhadap return saham.
b. Bagi perusahaan diharapkan mengetahui bagaimana efek dari hari-hari
perdagangan salah satunya hari pengumuman BI rate terhadap return
saham
9
1.6 Sistematika Penulisan
Penyusunan sistematika penulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dilakukan, dengan susunan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab I berisi tentang gambaran objek penelitian, latar belakang, masalah, perumusan masalah, tujuan dari penelitian kegunaan penelitian dan sistematika dari penulisan.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKAN DAN LINGKUP PENELITIAN Bab II berisi tentang teori-teori yang mendukung penelitian ini, literatur yang digunakan, kerangka pemikiran dan ruang lingkup penelitian.
BAB III. METODE PENELITIAN
Bab. III berisi mengenai tahapan penelitian, jenis penelitian, oprasional variabel, skala pengukuran, jenis dan teknik pengumpulan data, teknik sampling dan analisis data yang digunakan dalam penelitian.
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab. IV berisi mengenai hasil dan pembahasan dari berbagai aspek, analisis data dan pembahasan atas hasil pengolahan data.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab. V berisi mengenai kesimpulan dari hasil analisis penelitian yang telah
dilakukan, saran yang diberikan pada perusahaan dan saran bagi penelitian
selanjutnya.
10
Halaman sengaja dikosongkan